Kelompok Tani Muda Makmur Gelar Syukuran Pembangunan RJIT dan Pembuatan Rubuha di Ujungjaya
SUMEDANG (Aswajanews.id) – Kelompok Tani Muda Makmur menggelar syukuran atas pembangunan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) sekaligus pembuatan Rumah Burung Hantu (Rubuha) secara swadaya bersama kelompok tani di Desa Ujungjaya, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Kegiatan yang berlangsung di lokasi persawahan Tengah tersebut turut dihadiri UPT Pertanian, Satpel Cimanuk Hulu Cipanas, perwakilan kelompok tani lainnya, jajaran Polsek Ujungjaya, Koramil 1009/Tomo, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Ujungjaya, serta masyarakat setempat.
Pembuatan Rubuha dilakukan sebagai salah satu upaya kelompok tani dalam mengendalikan hama tikus secara alami. Burung hantu diharapkan dapat menjadi predator alami yang membantu menekan populasi tikus di sekitar areal persawahan.
Ketua Kelompok Tani Muda Makmur, Momo Tarma, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian, Pemerintah Kabupaten Sumedang, serta Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sumedang atas bantuan pembangunan RJIT yang telah diberikan.
“Dengan adanya bantuan RJIT ini, kami sebagai kelompok tani sangat terbantu, terutama dalam memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian. Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian, Pemerintah Kabupaten Sumedang, dan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sumedang atas bantuan yang telah diberikan,” ujar Momo Tarma.
Menurut Momo, pembangunan RJIT sangat dibutuhkan untuk mendukung kelancaran sistem pengairan lahan pertanian. Namun, masih terdapat jaringan irigasi tersier yang membutuhkan pembangunan dan belum tersentuh program perbaikan.
“Masih ada jaringan irigasi tersier sepanjang lebih dari 500 meter yang belum tersentuh pembangunan. Kami berharap ke depan ini bisa menjadi perhatian, karena sangat diperlukan untuk memaksimalkan sistem pengairan sekitar 25 hektare lahan pertanian,” ungkapnya.
Momo menambahkan, bantuan RJIT yang telah diterima memberikan manfaat besar bagi kelompok tani. Pihaknya berharap pembangunan jaringan irigasi berikutnya dapat lebih banyak dilakukan melalui pola swakelola dengan melibatkan kelompok tani.
“Kami berharap setiap bantuan pembangunan dapat dilaksanakan secara swakelola. Karena bagi kelompok tani, pekerjaan ini bukan semata-mata mengutamakan keuntungan, tetapi yang lebih penting adalah kualitas dan kuantitas pekerjaan. Dengan begitu, bangunan yang dibuat dapat memiliki kualitas yang baik dan bisa dinikmati dalam waktu yang lama,” katanya.
Selain pembangunan RJIT, pembuatan Rubuha juga menjadi bagian dari upaya Kelompok Tani Muda Makmur menerapkan pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan. Keberadaan burung hantu diharapkan mampu membantu mengurangi populasi tikus yang dapat mengancam tanaman padi.
Kegiatan syukuran tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara kelompok tani, pemerintah, Satpel Cimanuk Hulu Cipanas, UPT Pertanian, PPL, aparat keamanan, dan masyarakat dalam mendukung kemajuan sektor pertanian di Desa Ujungjaya.
Dengan perbaikan jaringan irigasi serta pengendalian hama secara alami, Kelompok Tani Muda Makmur berharap produktivitas pertanian dapat terus meningkat. Di sisi lain, keberadaan infrastruktur irigasi yang lebih baik diharapkan mampu memberikan manfaat bagi para petani secara berkelanjutan.
(Wem)



































