BREBES (Aswajanews) – Kabar duka menyelimuti komunitas santri gayeng wilayah Pantura Brebes. Innalillahi wa inna ilaihi roji’un, telah meninggal dunia Kyai Aminudin Aziz pada Sabtu, 22 Mei 2026 bertepatan dengan 06 Dzulhijjah 1447 H. Almarhum wafat setelah menjalani perawatan di rumah sakit akibat penyakit diabetes yang telah dideritanya selama beberapa tahun terakhir.
Sebelumnya, almarhum beberapa kali menjalani perawatan medis. Namun saat kembali dilarikan ke rumah sakit pada Jumat sore, beliau dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu dini hari oleh pihak rumah sakit.
Sekretaris MWCNU Wanasari sekaligus sahabat almarhum, Akhmad Sururi, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Kyai Aminudin Aziz.
“Beliau orang baik, punya jamaah banyak dan memiliki majelis taklim untuk pengajian anak-anak. Saya merasa kehilangan beliau sebagai sahabat sesama alumni pesantren salaf. Meskipun kami berbeda pesantren, persahabatan kami sangat akrab seperti saudara,” ujar Sururi saat takziyah pada Ahad, 24 Mei 2026.
Ia menuturkan, almarhum merupakan alumni Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang yang diasuh almaghfurlah KH Maemun Zubair. Sementara dirinya merupakan alumni Pondok Pesantren Lirboyo. Istri almarhum juga diketahui alumni Pesantren Mubtadiat Lirboyo.
Sururi mengaku sangat terkesan dengan nasihat-nasihat almarhum yang selalu memotivasi dirinya untuk terus berkhidmah kepada NU dan masyarakat.
“Terus berjuang untuk NU dan jangan lupa mengaji. Sebaiknya di rumah membangun majelis meskipun kecil-kecilan. Itu salah satu pesan beliau yang selalu teringat dan menjadi semangat bagi saya,” katanya.
Menurutnya, Kyai Aminudin Aziz dikenal sebagai sosok ulama yang dekat dengan masyarakat. Jamaah di mushala depan rumah beliau selalu ramai, dan almarhum dikenal sangat memuliakan tamu.
“Setiap tamu yang datang ke rumahnya pasti disuguhi minuman dan jamuan. Beliau tidak pernah membedakan orang dari pesantren mana. Semua bisa menjadi sahabat beliau,” ungkap Sururi.
Sebagai sesama alumni pesantren, Sururi merasa kehilangan sosok sahabat yang selama ini banyak memberikan nasihat tentang kehidupan, perjuangan sosial, dan organisasi.
“Setahu saya beliau selalu riang gembira saat bertemu siapa pun. Hidupnya tidak pernah mengeluh dan selalu semangat dalam berkhidmah untuk masyarakat,” lanjut Ketua DPC FKDT Kabupaten Brebes tersebut.
Doa terbaik untuk almarhum, semoga husnul khatimah dan ditempatkan di taman surga-Nya. Al-Fatihah.
(Red)
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































