Bercermin bukan saja untuk melihat kerapian yang ada pada fisik, terutama pada sisi penampilan semata, namun juga dapat untuk melihat maupun memantau perkembangan kesehatan diri. Melalui tanda-tanda pisik pada wajah dan tubuh.
Bercermin dalam hal ini penulis mengajak pembaca untuk mengoreksi atas kesalahan yang pernah dibuat. Bagaimana mensikapi diri ketika berbuat salah, agar dapat menjadi pelajaran bersama, dari kesalahan yang kurang baik dapat berubah menjadi lebih baik dan kesalahan tersebut, baik dari sisi ucapan dan perbuatan tidak terulang kembali.
Berdiskusi bercermin atas kesalahan, penulis lakukan saat memberikan layananan bimbingan dan konseling dikelas dengan memberikan tugas kepada murid untuk menulis masalah diri, baik di sekolah maupun di rumah.
Melihat kondisi ruang kelas terdiri dari empat baris meja yang membujur dari depan ke belakang. Berdasarkan denah tersebut, penulis melakukan pembagian kelompok secara vertikal menjadi 4 (empat) kelompok lajur. Kelompok I menempati lajur pertama dari depan ke belakang, diikuti oleh Kelompok II di lajur sebelahnya, dan seterusnya hingga sampai yang terakhir masuk ke dalam kelompok empat.
Kelompok pertama untuk menulis masalah dipapan tulis, satu persatu. Semua yang ada pada pembagian kelompok pertama dan selanjutnya wajib maju kedepan dan menulis di papan tulis pada kelompok selanjutnya.
Sementara pada kelompok kedua, tugas mereka adalah menuliskan perspektif orang pintar dalam melihat setiap masalah. Kelompok ini mengulas apa saja yang diucapkan dan dilakukan oleh orang yang paham atau mengerti, ketika menghadapi masalah atau sedang berhadapan dengan masalah.
Sedangkan kelompok ketiga adalah kelompok orang bijak dan keempat kelompok orang bodoh (orang yang tidak tahu) atau orang yang lemah. Semua murid maju kedepan untuk menulis dipapan tulis. Sesuai dengan lajur kelompok masing-masing yang telah dibagi.
Selanjutnya penulis meminta kepada ketua kelas untuk membahas salah satu masalah yang ditulis oleh kelompok satu dan disepakati oleh semua murid dalam kelas untuk dibahas.
Kelompok kedua membacakan dari hasil apa yang di tulis oleh kelompoknya dan memilih pernyataan yang sesuai dengan masalah yang dipilih. Begitu juga dengan kelompok ketiga dan keempat, sama melakukan hal tersebut.
Dari kesepakatan setiap kolompok, tugas penulis selanjutnya melingkarinya atau menggaris bawahinya. Agar murid lebih fokus pada pembahasan hasil diskusi disetiap kelompoknya.
Penulis mengingatkan kembali, atas satu masalah yang dibahas. Selanjutnya apa yang dikatakan oleh kelompok orang yang pintar, bijak dan bodoh. Disampaikan didepan kelas dan mengambil intisari dari pendapat setiap kelompok.
Dari pendapat setiap kelompok, penulis menegaskan, untuk sementara ini, murid berada diposisi mana?, ketika berhadapat dengan masalah. Kata-kata atau perilaku yang dipilihnya. Artinya murid pada kondisi sekarang, sering melakukan dari perkataan atau perbuatan yang mana.
Kalau ingin keluar dari masalah dan tidak memiliki masalah yang dibahas di kelas. Diharapkan murid untuk mengambil perilakunya siapa?…
Penulis hanya memfasilitasi agar murid mengetahui dan menyadari ketika berhadapan atau memiliki masalah dalam mencari solusinya yang tepat. Murid mengetahui dari diri sendiri bukan hanya karena nasihat atau masukan dari orang lain. Selamat mencoba. (*)
Eksplorasi konten lain dari News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













