Google search engine
Beranda blog Halaman 9

DPW PANI Lampung Perkuat Sistem Kerja Profesional dan Akuntabel, Dukung P4GN di Lingkungan Pendidikan

0

BANDAR LAMPUNG (Aswajanews.id) – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Penggiat Anti Narkoba Indonesia (PANI) Provinsi Lampung menegaskan bahwa upaya menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman penyalahgunaan narkoba tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri maupun tanpa sistem kerja yang jelas. Diperlukan komitmen bersama antara pemerintah, aparat penegak hukum, lembaga terkait, serta partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Dalam pernyataan resminya pada Senin (3/8/2026), DPW PANI Lampung menekankan pentingnya kedisiplinan, integritas, profesionalisme, dan sistem kerja yang tertata agar setiap kegiatan memiliki manfaat nyata bagi masyarakat serta dapat dipertanggungjawabkan secara akuntabel.

Melalui program kerja yang terencana dan berbasis data, PANI berupaya memastikan seluruh kegiatan memiliki arah yang jelas sekaligus memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba.

Bagi DPW PANI Lampung, cita-cita mewujudkan “Lampung Maju Bersinar menuju Indonesia Emas 2045” hanya dapat dicapai melalui sinergi, kolaborasi, dan kerja nyata bersama Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), pemerintah daerah, dunia pendidikan, serta seluruh elemen masyarakat.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, setiap kegiatan PANI akan didokumentasikan dan dilaporkan secara terintegrasi dengan sistem BNN RI sebagai bagian dari penguatan sinergi dalam mendukung program P4GN di Indonesia.

DPW PANI Lampung juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk duduk bersama membangun komitmen bersama dalam menciptakan generasi yang cerdas, sehat, produktif, dan terbebas dari penyalahgunaan narkoba.

Fokus utama pelaksanaan program P4GN PANI diarahkan pada lingkungan pendidikan. Kalangan pelajar dinilai menjadi kelompok yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba karena rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga memerlukan pendekatan preventif melalui edukasi, sosialisasi, dan pembinaan secara berkelanjutan.

Dalam pernyataannya, DPW PANI Lampung menegaskan bahwa keberhasilan mewujudkan Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kualitas generasi mudanya.

“Kita ingin Indonesia menjadi negara yang maju, kuat, dan disegani dunia. Namun tidak akan pernah ada Indonesia Emas apabila generasi mudanya hancur karena narkoba. Jika generasi muda rusak akibat narkoba, maka yang terjadi bukan Indonesia Emas, melainkan Indonesia yang cemas karena kehilangan kekuatan generasi penerusnya. Oleh karena itu, pemberantasan narkoba merupakan syarat mutlak untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.”

DPW PANI Lampung berharap komitmen bersama dalam mendukung program P4GN terus diperkuat melalui kolaborasi seluruh elemen bangsa demi menciptakan masa depan Indonesia yang lebih sehat, aman, dan bebas dari ancaman narkotika.

(Sumber: Humas DPW PANI Provinsi Lampung)

Pelantikan PC Fatayat NU Kabupaten Pekalongan, Teguhkan Komitmen Pengabdian untuk Umat

0

PEKALONGAN (Aswajanews.id) – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Pekalongan resmi dilantik pada Sabtu (1/8/2026) di Ballroom Hotel Dafam Pekalongan. Momentum pelantikan ini menjadi penegasan komitmen Fatayat NU untuk memperkuat pengabdian kepada umat melalui pemberdayaan perempuan, kaderisasi, serta penguatan peran sosial-keagamaan di tengah masyarakat.

Acara berlangsung khidmat dan dihadiri Rois Syuriah PCNU Kabupaten Pekalongan KH. Baihaqi Anwar, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan Drs. KH. Muslikh Khudlori, M.S.I., Ketua PW Fatayat NU Jawa Tengah Hj. Tazkiyyatul Mutmainnah, S.K.M., M.Kes., Ketua Muslimat NU Kabupaten Pekalongan sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Hj. Sumarwati, S.Pd., M.AP., Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir beserta jajaran, Pimpinan Cabang Fatayat NU se-Eks Karesidenan Pekalongan, PD Nasyiatul Aisyiyah, GOW Kabupaten Pekalongan, PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, UMRI Kabupaten Pekalongan, IPNU-IPPNU, dewan pembina, serta seluruh Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU se-Kabupaten Pekalongan.

Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan, Drs. KH. Muslikh Khudlori, M.S.I., menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu mengemban amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab dan terus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Pekalongan, Hj. Jariyah, S.Pd., mengungkapkan bahwa pelantikan terlaksana setelah melalui proses sekitar tujuh bulan pasca-Konferensi Cabang. Menurutnya, Fatayat NU sebagai organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama siap bergerak melalui tujuh bidang dan lima lembaga yang menjadi motor penggerak program kerja organisasi.

Ia menegaskan, berbagai program unggulan periode sebelumnya akan terus dilanjutkan dan diperkuat dengan inovasi baru. Salah satunya adalah Program Burdah, yang kini telah menjadi inspirasi bagi sejumlah PC Fatayat NU di Jawa Tengah. Selain menjadi media dakwah dan pelestarian tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, program tersebut juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui berbagai produk kreatif yang lahir dari kegiatan Burdah.

Fatayat NU Kabupaten Pekalongan juga terus bersinergi dengan program pemerintah, di antaranya percepatan penurunan angka stunting, sekolah politik perempuan, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta pencegahan pernikahan usia dini.

Pada kesempatan itu turut diluncurkan AMEENA, lembaga seni dan budaya Fatayat NU Kabupaten Pekalongan. Kehadiran AMEENA diharapkan menjadi wadah pengembangan seni Islami sekaligus referensi hiburan bernuansa religius bagi masyarakat dalam berbagai kegiatan.

Selain itu, Fatayat NU Kabupaten Pekalongan terus mengembangkan Majelis Taklim Az-Zahra yang kini memiliki sekitar 6.000 anggota. Melalui kegiatan rutin Burdah dan Kajian Kitab Selasa Manis, majelis ini diharapkan semakin memperkuat pemahaman keagamaan, mempererat silaturahmi, dan memberdayakan perempuan Nahdliyin.

Menutup sambutannya, Hj. Jariyah mengajak seluruh kader menjadikan organisasi sebagai ladang pengabdian.

“Mari berkhidmah tanpa pamrih, bekerja tanpa lelah, dan mencintai tanpa syarat. Semoga Fatayat NU senantiasa menjadi organisasi yang membawa kebermanfaatan bagi umat dan terus memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua PW Fatayat NU Jawa Tengah, Hj. Tazkiyyatul Mutmainnah, S.K.M., M.Kes., menegaskan bahwa seorang pengurus harus siap melayani organisasi.

“Pengurus itu mengurusi, bukan diurus,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kaderisasi sejak dini agar nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah tetap terjaga.

“Ketika kita mengajak anak-anak kita sejak dini, niatkan untuk mengader mereka agar akidah Ahlussunnah wal Jamaah benar-benar tertanam kuat. Kita sedang mempersiapkan generasi penerus Nahdlatul Ulama,” katanya.

Lebih lanjut, ia mendorong seluruh jajaran kepengurusan untuk mengaktifkan ranting dan Pimpinan Anak Cabang sebagai ujung tombak organisasi.

“Yuk kita tunjukkan bahwa Fatayat benar-benar hadir di tengah masyarakat. Yang paling dibutuhkan bukan hanya nama besar organisasi, tetapi kemanfaatan dan kehadiran nyata kita untuk masyarakat,” pesannya.

Melalui pelantikan ini, PC Fatayat NU Kabupaten Pekalongan diharapkan semakin solid dalam menjalankan roda organisasi, memperkuat kaderisasi, serta menghadirkan berbagai program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang lebih luas.

(Kontributor: Anik Maghfiroh)

PERNYATAAN SIKAP DPW/DPD PENGGIAT ANTI NARKOBA INDONESIA (PANI) SE-PROVINSI LAMPUNG

0

Mendukung Gerakan Nasional ANANDA Bersinar Demi Mewujudkan Generasi Indonesia Bebas Narkoba

Bandar Lampung (Aswajanews.id) – Penggiat Anti Narkoba Indonesia (PANI) se-Provinsi Lampung menyatakan dukungan penuh terhadap Gerakan Nasional ANANDA Bersinar (Aksi Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak)sebagai langkah nyata dalam membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Pernyataan sikap ini disampaikan pada 2 Agustus 2026 sebagai bentuk komitmen PANI dalam memperkuat upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) melalui pendekatan preventif dan edukatif.

PANI memandang bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dimulai sejak usia dini. Anak-anak perlu dibekali pengetahuan, penguatan karakter, serta lingkungan yang sehat dan positif agar mampu menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika maupun berbagai pengaruh negatif di era digital.

PANI juga mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari keluarga, satuan pendidikan, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, hingga pemerintah untuk bersama-sama membangun gerakan kolektif dalam melindungi generasi muda dari bahaya narkoba.

Dalam pernyataannya, PANI menegaskan bahwa narkoba adalah musuh bersama, bukan semata-mata musuh aparat penegak hukum. Oleh karena itu, sinergi dan kolaborasi seluruh komponen masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.

Menurut PANI, upaya pencegahan merupakan investasi terbaik dalam mewujudkan Indonesia Emas yang terbebas dari ancaman narkoba.

Dengan semangat “Bersatu, Peduli, Beraksi”, PANI berkomitmen untuk terus menggelorakan edukasi, sosialisasi, dan kampanye P4GN secara berkelanjutan sebagai bentuk dedikasi kepada bangsa dan negara.

Slogan PANI:

“Anak Ceria, Lampung Bersinar, Indonesia Emas.”

Pernyataan tentang Pemberantasan Narkoba Menuju Indonesia Emas 2045

  1. Komitmen Mewujudkan Indonesia Maju
    Kita ingin Indonesia menjadi negara yang maju, kuat, dan disegani dunia. Namun, perlu diingat bahwa tidak akan pernah ada Indonesia Emas apabila generasi mudanya hancur karena narkoba.

  2. Ancaman Narkoba terhadap Masa Depan Bangsa
    Apabila generasi muda rusak akibat narkoba, maka yang terjadi bukanlah Indonesia Emas, melainkan Indonesia yang cemas karena kehilangan kekuatan generasi penerusnya.

  3. Pemberantasan Narkoba sebagai Syarat Mutlak

Karena itu, saya tegaskan bahwa pemberantasan narkoba adalah syarat mutlak untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.

(Sumber: Divisi Humas DPW Penggiat Anti Narkoba Indonesia (PANI) Provinsi Lampung)

Gus Faris: Konflik PBNU Akibat Pendekatan Struktural, Muktamar NU Terancam Tidak Kondusif

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Pengasuh Pondok Pesantren Nadwatul Ummah, Buntut, Cirebon, KH Faris Fuad Hasyim atau Gus Faris menilai konflik yang terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) merupakan dampak dari pola pengelolaan organisasi yang terlalu bertumpu pada pendekatan struktural. Menurutnya, kondisi tersebut memicu berbagai dinamika internal, termasuk perselisihan antara Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

Pernyataan itu disampaikan Gus Faris dalam Serial Diskusi Muktamar ke-35 NU bertema Mencari Format Ideal Kepemimpinan NU yang digelar di Kafe Trisnoku, Jakarta Pusat, Jumat (31/7/2026).

“Hari ini PBNU dikelola hanya dengan pendekatan struktural. Akibatnya lahirlah berbagai dinamika yang kita saksikan sekarang, termasuk konflik antara Rais Aam dan Ketua Umum PBNU,” ujarnya.

Menurut Gus Faris, fenomena saling memberhentikan pengurus berdasarkan aturan organisasi merupakan peristiwa yang belum pernah terjadi dalam sejarah NU. Ia menilai baik keputusan Rais Aam yang memberhentikan Gus Yahya maupun pemberhentian Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dari jabatan Sekretaris Jenderal PBNU oleh Gus Yahya sama-sama mengedepankan pendekatan administratif.

“Fenomena saling memecat seperti ini baru terjadi sekarang. Dampaknya meluas hingga menjelang Muktamar dan forum-forum organisasi lainnya,” katanya.

Ia mengaku khawatir konflik tersebut akan memengaruhi jalannya Muktamar ke-35 NU. Menurutnya, kondisi psikologis para pihak yang telah saling berhadapan berpotensi mengganggu suasana musyawarah dalam forum tertinggi organisasi tersebut.

“Saya khawatir Muktamar tidak berjalan kondusif karena secara psikologis para pihak sudah saling menjatuhkan. Suasana seperti ini sangat mudah memengaruhi jalannya forum organisasi,” ujarnya.

Sebagai jalan keluar, Gus Faris mendukung usulan pembentukan Dewan Tahkim sebagaimana disampaikan Prof. Hanief Saha Ghafur, Guru Besar Universitas Indonesia sekaligus mantan Ketua PBNU. Jika mekanisme tersebut tidak memungkinkan, ia berharap jajaran Mustasyar mengambil peran sebagai penengah demi menjaga keutuhan organisasi.

“Kalau bisa dibentuk Dewan Tahkim. Kalau tidak memungkinkan, Mustasyar harus mengambil peran untuk memberikan jalan keluar dan menyelesaikan konflik. Kalau tidak, konflik ini akan terus berlanjut,” tegasnya.

Dari perspektif pesantren, Gus Faris menegaskan bahwa budaya NU sejak dahulu menghargai perbedaan pendapat, bahkan yang tajam sekalipun. Namun, menurutnya, seluruh perbedaan itu selalu diarahkan untuk kemaslahatan umat, bukan dipertontonkan kepada publik melalui saling menyerang dan saling menjatuhkan.

“Di NU perbedaan pendapat itu biasa, tetapi semuanya dilakukan demi kemaslahatan, bukan karena kebencian. Apa yang terjadi sekarang bukan budaya NU,” katanya.

Ia menambahkan, apabila kepemimpinan organisasi sudah tidak mampu menyelesaikan persoalan yang ada, maka pergantian kepemimpinan merupakan hal yang wajar sebagai bagian dari proses regenerasi organisasi.

Karena itu, Gus Faris berpendapat Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU Gus Yahya, maupun Saifullah Yusuf (Gus Ipul) sebaiknya tidak kembali dicalonkan dalam Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026.

“Ini bukan soal pribadi seseorang baik atau tidak. Dalam organisasi yang dinilai adalah hasil pengelolaannya. Kalau memang sudah terbukti tidak mampu menyelesaikan persoalan organisasi, ya sudah diganti saja,” pungkasnya.

(Red)

100 Ribu Jamaah Lintas Agama Padati Monas, Zikir dan Doa Kebangsaan Awali Rangkaian HUT ke-81 RI

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Sekitar 100 ribu peserta dari berbagai agama memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026), untuk mengikuti Zikir dan Doa Kebangsaan yang menjadi pembuka rangkaian Bulan Kemerdekaan dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Berdasarkan pantauan di lokasi sekitar pukul 17.11 WIB, ribuan peserta yang didominasi mengenakan pakaian serba putih telah memadati kawasan Monas. Mereka datang menggunakan bus maupun kendaraan pribadi dari berbagai daerah, seperti Jawa Barat, Banten, hingga DKI Jakarta. Bus-bus yang membawa rombongan peserta tampak terus berdatangan menjelang dimulainya acara.

Presiden Prabowo Subianto tidak dapat hadir secara langsung karena menjalankan tugas kenegaraan. Salam hangat dan penghormatan dari Kepala Negara disampaikan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar saat membuka acara.

“Izinkan saya menyampaikan salam hangat dan hormat dari Bapak Presiden RI, yang sesungguhnya beliau sangat berkeinginan untuk hadir bersama-sama kita pada malam ini,” ujar Nasaruddin.

Ia menjelaskan bahwa Presiden berhalangan hadir karena harus menjalankan agenda kenegaraan yang tidak dapat ditinggalkan. Meski demikian, hal tersebut diharapkan tidak mengurangi makna rasa syukur atas 81 tahun kemerdekaan Indonesia.

“Beliau menyampaikan salam kepada kita semuanya,” tambahnya.

Acara Zikir dan Doa Kebangsaan dihadiri masyarakat lintas agama, termasuk Islam, Hindu, Buddha, Kristen, Katolik, dan Khonghucu. Selain pejabat negara, enam pemuka agama turut hadir untuk memimpin doa bersama sebagai simbol persatuan bangsa.

Salah seorang peserta dari komunitas umat Hindu, Wayan Kembarayana asal Cijantung, berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat kerukunan masyarakat Indonesia yang majemuk.

“Harapannya semoga Indonesia terus damai, dalam situasi dan kondisi yang sekarang ini,” ujarnya.

Wayan mengaku tidak mempermasalahkan dominasi rangkaian acara yang diisi kegiatan keagamaan Islam seperti pembacaan Al-Qur’an dan selawat.

“Saya lama di Bali, kondisi seperti ini sudah terbiasa. Toleransi dan saling menghormati,” katanya yang hadir bersama sekitar 50 anggota komunitas umat Hindu.

Rangkaian acara diawali dengan penampilan paduan suara Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen dan Bimas Katolik Kementerian Agama, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, salat Magrib berjamaah, serta penampilan Hadrah Ahbabul Musthofa.

Selanjutnya, Selawat Kebangsaan dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf yang mengajak seluruh peserta bershalawat dan mendoakan keselamatan bangsa. Puncak acara ditandai dengan doa bersama yang dipimpin para tokoh dari enam agama sebagai wujud rasa syukur atas 81 tahun kemerdekaan Indonesia serta harapan agar persatuan, toleransi, dan kedamaian bangsa terus terjaga. (Red)

Humanisme dalam Setiap Koin: Menelusuri Gerakan Filantropi Nahdlatul Ulama

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Gerakan Koin NU yang selama ini dikenal sebagai salah satu model filantropi masyarakat Nahdlatul Ulama menjadi fokus penelitian disertasi Salmaa Al Zahra, penerima Beasiswa S3 BAZNAS RI. Penelitian tersebut mengkaji sejarah, dinamika, serta proses institusionalisasi Gerakan Koin NU, mulai dari lahir sebagai gerakan lokal di Kabupaten Sragen hingga berkembang menjadi gerakan filantropi berskala nasional di bawah koordinasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Penelitian ini berangkat dari ketertarikan untuk memahami bagaimana sebuah gerakan sosial berbasis masyarakat mampu berkembang menjadi kebijakan organisasi yang memiliki dampak luas dalam pelayanan sosial dan kemanusiaan. Selain menelusuri aspek historis, kajian tersebut juga menyoroti proses pelembagaan Gerakan Koin NU hingga menjadi bagian dari strategi filantropi NU di tingkat nasional.

Menurut Salmaa Al Zahra, keberhasilan Gerakan Koin NU tidak semata-mata terletak pada mekanisme penghimpunan dana melalui recehan masyarakat, melainkan pada kemampuannya membangun solidaritas sosial, partisipasi warga, dan semangat gotong royong yang menjadi karakter masyarakat Indonesia.

Nilai-nilai tersebut kemudian berkembang menjadi fondasi gerakan filantropi yang menjangkau berbagai bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, hingga penanganan bencana.

“Saya ingin melihat bagaimana sebuah inisiatif sederhana yang lahir dari masyarakat di Sragen mampu berkembang menjadi gerakan filantropi kemanusiaan yang diadopsi secara nasional oleh PBNU. Yang menarik bukan hanya proses organisasinya, tetapi bagaimana nilai kepedulian dan solidaritas sosial dapat dilembagakan sehingga terus hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Salmaa.

Ketertarikan Salmaa terhadap tema tersebut juga dipengaruhi oleh refleksi kemanusiaan yang ia temukan dalam karya-karya Dr. Fahruddin Faiz. Salah satu kutipan yang paling membekas baginya adalah:

“Menjadi manusia itu takdir, tapi menjadi kemanusiaan itu pilihan.”

Bagi Salmaa, pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kemanusiaan bukan sekadar identitas, melainkan komitmen yang diwujudkan melalui tindakan nyata. Nilai itulah yang menurutnya tercermin dalam Gerakan Koin NU, ketika partisipasi masyarakat melalui donasi bernilai kecil mampu dihimpun menjadi kekuatan besar untuk membantu sesama.

Melalui penelitian ini, Salmaa berharap kajian mengenai Gerakan Koin NU tidak hanya memperkaya khazanah akademik tentang gerakan sosial dan filantropi Islam, tetapi juga memberikan kontribusi bagi pengembangan model filantropi berbasis komunitas yang berkelanjutan. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi bagi organisasi kemasyarakatan, akademisi, maupun para pegiat filantropi dalam membangun gerakan kemanusiaan yang berakar pada partisipasi masyarakat dan nilai-nilai solidaritas. (Khairul Anwar)

3 Pekerja Pengangkut Oli Hilang di Perairan Indramayu, PT Sukun Akui Tak Ada MoU Resmi dengan Penyedia Jasa

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Kasus hilangnya tiga penyedia jasa pengiriman barang melalui jalur laut di perairan Karangsong–Majakerta, Kabupaten Indramayu, memunculkan sorotan publik. Selain pencarian korban yang masih berlangsung, perhatian juga tertuju pada tidak adanya perjanjian kerja sama (MoU) tertulis antara perusahaan pengguna jasa dengan penyedia angkutan tersebut.

Tiga warga yang diketahui bernama Sarso, Adnan, dan Suwaryo dilaporkan hilang saat mengantarkan puluhan drum oli menuju sebuah kapal tanker di perairan Karangsong–Majakerta, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Kamis (23/7/2026).

Ketiganya diketahui masih memiliki hubungan keluarga dan selama ini bekerja sebagai penyedia jasa pengiriman barang melalui jalur perairan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, mereka mengangkut oli milik PT Sukun Niaga Utamamenuju kapal tanker di tengah laut.

Perkembangan terbaru, Sabtu (1/8/2026), perwakilan PT Sukun Niaga Utama menjalani pemeriksaan di Satpolairud Polres Indramayu untuk dimintai keterangan terkait peristiwa tersebut. Sementara itu, lima drum oli yang diduga merupakan bagian dari muatan berhasil ditemukan dan kini diamankan di Mako Satpolairud Polres Indramayu.

Dalam konferensi pers di Mako Satpolairud Polres Indramayu, perwakilan PT Sukun Niaga Utama, Agung, menyatakan bahwa tidak terdapat perjanjian kerja sama atau MoU tertulis antara perusahaan dengan penyedia jasa pengiriman tersebut.

“Tidak ada MoU tertulis dengan perahu tersebut, kami sebagai pengguna jasa,” ujar Agung.

Agung menjelaskan, kerja sama dilakukan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat lokal. Namun, ketiadaan perjanjian tertulis menuai sorotan karena dinilai berpotensi mengabaikan aspek keselamatan kerja, termasuk standar kelayakan perahu, kapasitas muatan, serta tanggung jawab masing-masing pihak apabila terjadi kecelakaan.

Koordinator Umum Forum Peduli Indramayu (FPI), Masdi, menilai perusahaan seharusnya menerapkan prosedur kerja sama yang sesuai dengan ketentuan, terutama untuk kegiatan yang memiliki risiko tinggi.

“Kalau kegiatan berisiko tinggi dengan mengatasnamakan perusahaan harusnya melalui MoU resmi. Hal ini agar pekerja atau penyedia jasa memiliki dasar untuk menuntut pertanggungjawaban ketika terjadi hal yang tidak diinginkan,” tegas Masdi.

Masdi menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti persoalan tersebut kepada instansi yang berwenang agar dilakukan pendalaman terhadap dugaan kelalaian dalam penerapan prosedur kerja sama.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian terhadap ketiga korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Belum ada keterangan resmi mengenai penyebab pasti insiden maupun spesifikasi perahu yang digunakan untuk mengangkut sekitar 10 drum oli menuju kapal tanker.

(Irsyad)

Asyiknya Belajar dengan Kuis Wordwall Bersama Ibu Arifatul Farhah

0

BREBES (Aswajanews.id) – Suasana belajar yang menyenangkan terus dihadirkan di MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa, Kabupaten Brebes. Salah satunya melalui pemanfaatan media pembelajaran interaktif Wordwall yang diterapkan oleh Wali Kelas III, Arifatul Farhah.

Wordwall merupakan salah satu metode pembelajaran berbasis permainan (game-based learning) yang dapat digunakan untuk berbagai mata pelajaran. Dengan memanfaatkan layar dan proyektor, guru dapat menyajikan kuis interaktif berisi pertanyaan yang dikemas dalam berbagai bentuk permainan, seperti mencocokkan jawaban, membuka kotak, roda acak, dan beragam tantangan menarik lainnya.

“Metode kuis Wordwall sangat seru dan menarik bagi murid-murid kelas III MI Sirojut Tholibin. Mereka terlihat antusias dan bersemangat menjawab setiap pertanyaan yang disajikan,” ujar Arifatul Farhah.

Farhah menjelaskan, dirinya mulai menerapkan Wordwall setelah mengikuti sejumlah pelatihan daring melalui platform yang diselenggarakan Kementerian Agama RI. Dari pelatihan tersebut, ia memperoleh berbagai inspirasi untuk menciptakan pembelajaran yang lebih kreatif dan menyenangkan.

Menurutnya, penggunaan Wordwall tidak hanya membuat suasana kelas menjadi lebih hidup, tetapi juga membantu siswa lebih cepat memahami materi pelajaran karena disampaikan melalui aktivitas yang interaktif.

“Alhamdulillah, anak-anak kelas III sangat antusias mengikuti pembelajaran dengan metode Wordwall. Kami akan terus berinovasi agar mereka semakin semangat belajar,” ungkap guru yang pernah mengantarkan siswa MI Sirojut Tholibin meraih prestasi pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) bidang Matematika tersebut.

Sementara itu, Kepala MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa, Akhmad Sururi, memberikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap inovasi pembelajaran yang dilakukan para guru.

Menurutnya, kreativitas guru dalam mengembangkan metode pembelajaran sangat penting untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus meningkatkan motivasi peserta didik.

“Saat ini banyak inovasi pembelajaran yang dapat dipelajari melalui media online maupun pelatihan daring yang diselenggarakan Kementerian Agama dan berbagai lembaga lainnya. Guru harus terus belajar dan berinovasi agar mampu mencetak generasi Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tuturnya.

Dengan penerapan metode pembelajaran yang kreatif seperti Wordwall, MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa terus berupaya mewujudkan proses belajar yang aktif, inovatif, menyenangkan, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan bagi seluruh peserta didik.

(Red)

Wujudkan Suasana Religius, MI Sirojut Tholibin Rutin Sholat Duha dan Baca Surat Yasin Bersama

0

BREBES (Aswajanews.id) – MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa terus menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada peserta didiknya melalui program rutin Sholat Duha berjamaah dan membaca Surat Yasin bersama setiap Jumat pagi.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Sholat Duha berjamaah di Masjid Jami Al Falah Rengaspendawa yang diikuti seluruh murid dan didampingi para guru. Setelah itu, para siswa melanjutkan kegiatan membaca Surat Yasin secara tartil di halaman madrasah dengan dipimpin oleh Rizal Arfani.

Kepala MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa, Akhmad Sururi, mengatakan bahwa pembiasaan ibadah merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik, khususnya karakter religius.

“Anak-anak perlu dibiasakan beribadah dengan baik dan benar. Kebiasaan ini merupakan bagian dari proses pendidikan yang akan membentuk karakter keagamaan mereka,” ujar Akhmad Sururi usai kegiatan, Jumat (31/7/2026).

Menurutnya, sebagai lembaga pendidikan formal berbasis madrasah, MI Sirojut Tholibin memiliki keunggulan melalui mata pelajaran keagamaan seperti Fikih, Akidah Akhlak, Al-Qur’an Hadis, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), dan Bahasa Arab. Seluruh mata pelajaran tersebut saling mendukung dalam memperkuat pembentukan karakter Islami peserta didik.

Sururi menjelaskan, program Sholat Duha berjamaah telah berjalan secara istiqamah selama tiga tahun. Pemilihan Masjid Jami Al Falah sebagai lokasi kegiatan bertujuan menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap masjid sejak usia dini.

“Kami ingin anak-anak merasa dekat dengan masjid sebagai tempat ibadah. Harapannya, mereka akan terbiasa melaksanakan salat berjamaah di masjid hingga dewasa. Pembiasaan ini membutuhkan istiqamah serta kerja sama seluruh guru agar pelaksanaannya berjalan tertib dan berkesinambungan,” jelasnya.

Usai melaksanakan Sholat Duha, seluruh siswa membawa buku Yasin yang telah dipersiapkan dari rumah untuk kemudian membaca Surat Yasin bersama secara tartil.

Akhmad Sururi menilai kegiatan rutin setiap Jumat tersebut memberikan manfaat besar bagi perkembangan spiritual peserta didik.

“Secara ruhani, semakin sering anak-anak beribadah, semakin kuat pula nilai-nilai keagamaan yang tertanam dalam diri mereka. Meskipun masih berusia anak-anak, mereka akan mulai merasakan sentuhan spiritual melalui Sholat Duha dan membaca Surat Yasin bersama,” pungkasnya. (Red)

AKBP Andik Eko Siswanto Resmi Jabat Kapolres Tasikmalaya Kota

0

TASIKMALAYA (Aswajanews.id) – Polres Tasikmalaya Kota menggelar rangkaian Farewell Parade dan Welcome Parade dalam prosesi serah terima jabatan (Sertijab) Kapolres Tasikmalaya Kota, Jumat (31/7/2026).

Dalam prosesi tersebut, jabatan Kapolres Tasikmalaya Kota resmi diserahterimakan dari AKBP Andi Purwanto, S.I.K., M.H. kepada AKBP Andik Eko Siswanto, S.H., S.I.K., M.H. Acara yang berlangsung di Mapolres Tasikmalaya Kota dihadiri para Pejabat Utama, Kapolsek jajaran, personel Polri, ASN Polri, serta Pengurus Bhayangkari Cabang Tasikmalaya Kota.


Prosesi diawali dengan tradisi Pedang Pora sebagai bentuk penghormatan kepada AKBP Andi Purwanto yang kini mengemban amanah baru sebagai Kapolres Subang.

Dalam sambutannya, AKBP Andi Purwanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh keluarga besar Polres Tasikmalaya Kota atas dukungan, loyalitas, sinergitas, serta dedikasi selama dirinya memimpin. Ia juga memohon doa agar dapat menjalankan tugas di tempat yang baru dengan sebaik-baiknya.

Sementara itu, Kapolres Tasikmalaya Kota yang baru, AKBP Andik Eko Siswanto, menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari seluruh personel. Ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program positif yang telah berjalan serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan organisasi hanya dapat dicapai melalui sinergi, soliditas, dan kerja sama seluruh personel dalam menjalankan tugas secara profesional, modern, dan terpercaya.

Pergantian kepemimpinan di lingkungan Polri merupakan bagian dari dinamika organisasi sebagai upaya penyegaran, regenerasi, dan peningkatan kinerja institusi. Dengan kepemimpinan baru, Polres Tasikmalaya Kota diharapkan semakin optimal dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat, memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukumnya tetap aman, tertib, dan kondusif.

(Jalak007)

Kodim 0616/Indramayu dan BPBD Salurkan 10.000 Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Krangkeng

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Kodim 0616/Indramayu bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Blok Karang Malang, Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, yang terdampak kekeringan dan kesulitan memperoleh air bersih.

Bantuan didistribusikan menggunakan armada tangki air milik Kodim 0616/Indramayu dan BPBD Kabupaten Indramayu, dengan pengawalan personel TNI guna memastikan penyaluran berjalan aman dan tertib.

Dandim 0616/Indramayu, Letkol Arm Tulus Widodo, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat yang sedang mengalami kesulitan akibat musim kemarau.

“Kami bersama BPBD Kabupaten Indramayu hadir untuk meringankan beban warga Blok Karang Malang yang mengalami kesulitan air bersih. Ini adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk membantu wilayah-wilayah lain yang membutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Indramayu, Dadang Oce Iskandar, menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan mencapai 10.000 liter air bersih, terdiri atas 5.000 liter dari Kodim 0616/Indramayu dan 5.000 liter dari BPBD Kabupaten Indramayu.

“Wilayah Krangkeng menjadi salah satu daerah yang terdampak kekeringan. Hari ini kami bersama Kodim 0616 menyalurkan total 10.000 liter air bersih untuk memenuhi kebutuhan MCK maupun konsumsi warga di Blok Karang Malang, Desa Tanjakan,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak serta segera melaporkan apabila terdapat wilayah lain yang mengalami kesulitan air bersih.

Tokoh masyarakat Desa Tanjakan, Maulana, mengaku bersyukur atas bantuan yang diberikan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Dandim dan BPBD Kabupaten Indramayu. Sudah beberapa minggu sumur kami kering. Bantuan air bersih ini sangat membantu kebutuhan sehari-hari warga,” tuturnya.

Kegiatan penyaluran berlangsung lancar dengan dukungan Babinsa Desa Tanjakan, perangkat desa, dan relawan setempat yang turut membantu proses distribusi kepada masyarakat.

(Herman/Tongol)

Baru 4,01% DAMIU Ber-SLHS, 50,16% Air Isi Ulang Masih Tercemar E. coli

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Kualitas dan legalitas depot air minum isi ulang (DAMIU) kembali menjadi sorotan. Kementerian Kesehatan RI mengungkapkan bahwa hingga 25 Desember 2025, dari 84.558 DAMIU yang terdata di Indonesia, hanya 4,01 persen yang telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Di sisi lain, hasil Surveilans Kualitas Air Minum Rumah Tangga (SKAMRT) menunjukkan 50,16 persen air minum isi ulang masih terpapar bakteri Escherichia coli (E. coli).

Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI, Dr. dr. Then Suyanti, M.M., menyampaikan data tersebut saat menjadi narasumber dalam Diskusi Publik bertajuk “Mewujudkan Perlindungan Konsumen melalui Edukasi Kepatuhan Depot Air Minum Isi Ulang yang Aman, Sehat, dan Berdaya Saing” yang digelar Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan RI di Auditorium Kemendag, Jakarta, 28 Juli 2026.

Menurut Then, SLHS merupakan bukti bahwa suatu tempat pengelolaan pangan, termasuk depot air minum isi ulang, telah memenuhi standar higiene dan sanitasi sesuai ketentuan. Sertifikat tersebut bersama Nomor Induk Berusaha (NIB) menjadi bagian dari persyaratan Perizinan Berusaha untuk Menunjang Kegiatan Usaha (PB-UMKU).

Pengguna Air Isi Ulang Terus Meningkat

Data SKAMRT menunjukkan penggunaan air isi ulang sebagai sumber air minum utama masyarakat Indonesia terus meningkat. Pada 2023 tercatat sebesar 29,7 persen, sedangkan pada 2024 naik menjadi 32,96 persen.

Namun, kualitas air justru mengalami penurunan. Air isi ulang yang memenuhi syarat bebas E. coli turun dari 54,71 persen pada 2023 menjadi hanya 49,84 persen pada 2024.

Berdasarkan hasil pengujian akses aman dengan batas maksimum 0 CFU/100 ml, ditemukan:

  • Air isi ulang tercemar E. coli: 50,16%
  • Air kemasan: 38,69%
  • Air perpipaan (PDAM): 31,74%
  • Air sumur bor/pompa: 47,17%

Selain air isi ulang, masyarakat Indonesia juga menggunakan air kemasan (9,23 persen), air PDAM (9,60 persen), dan air sumur bor atau pompa (16,35 persen) sebagai sumber air minum.

Pemeliharaan Teknologi Harus Disiplin

Dr. Then menjelaskan, DAMIU umumnya menggunakan tiga teknologi utama, yakni Ultraviolet (UV), ozonisasi (O₃), dan Reverse Osmosis (RO).

Ia menegaskan seluruh peralatan harus dirawat sesuai jadwal pabrikan karena kemampuan membunuh mikroorganisme akan menurun seiring masa pemakaian.

“Setiap usahawan DAMIU wajib mematuhi penggantian komponen sesuai jadwal pabrikan dan seluruh tindakan pemeliharaan wajib dicatat pada logbook harian,” ujarnya.

Selain itu, depot diwajibkan menerapkan filtrasi bertingkat, pemantauan usia lampu UV maksimal 9.000 jam, serta mendokumentasikan seluruh kegiatan perawatan sebagai bukti kepatuhan terhadap standar higiene sanitasi.

Untuk penanganan galon konsumen, Kemenkes menetapkan prosedur mulai dari pencucian bagian dalam galon minimal 30 detik, pembilasan selama 10 detik menggunakan air produk bertekanan tinggi, pengisian dalam kabinet steril tertutup, hingga penyegelan. Air yang telah diisi juga tidak boleh disimpan di depot lebih dari 24 jam.

Pelaku Usaha Diingatkan Soal Tanggung Jawab Hukum

Pada kesempatan yang sama, akademisi hukum perlindungan konsumen Prof. Dr. Johannes Gunawan, S.H., L.L.M., mengingatkan bahwa pelaku usaha DAMIU wajib memenuhi standar mutu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Menurutnya, pelaku usaha yang menjual air minum tidak sesuai standar dapat dikenai kewajiban memberikan ganti rugi kepada konsumen, bahkan terancam pidana penjara maksimal lima tahun atau denda hingga Rp2 miliar.

Johannes juga mengingatkan penggunaan galon bermerek milik pihak lain tanpa izin berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 tentang Merek dan Indikasi Geografis dengan ancaman hukuman yang sama.

Kemendag Dorong Kepatuhan Pelaku Usaha

Direktur Jenderal PKTN Kementerian Perdagangan, Moga Simatupang, saat membuka acara menegaskan bahwa kepatuhan pelaku usaha bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif, melainkan bentuk tanggung jawab dalam melindungi hak dan keselamatan konsumen.

“Kepatuhan pelaku usaha merupakan bagian dari tanggung jawab kepada konsumen. Barang dan jasa yang diperdagangkan harus memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

AUDAMSI Minta Pendekatan Edukatif

Wakil Ketua Umum Asosiasi Usahawan Depot Air Minum Sehat Indonesia (AUDAMSI), Desmanjon Purba, mengapresiasi penyelenggaraan diskusi tersebut. Ia mengakui masih banyak pelaku usaha DAMIU yang menghadapi kendala dalam memenuhi legalitas dan memperoleh SLHS.

Meski demikian, ia berharap penegakan hukum tetap mengedepankan pendekatan edukatif dengan menjadikan pidana sebagai ultimum remedium atau upaya terakhir.

AUDAMSI juga mendorong penguatan peran Lembaga Perlindungan Konsumen Swadaya Masyarakat (LPKSM) dan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) agar sengketa antara konsumen dan pelaku usaha dapat diselesaikan secara adil.

“Yang terpenting adalah semakin banyak usahawan DAMIU memenuhi legalitas dan standar higiene sanitasi sehingga masyarakat memperoleh air minum yang sehat, aman, dan legal,” kata Desmanjon. (Redaksi)

Berawal dari IPNU-IPPNU, SAYID Prapag Lor Istiqamah Jalankan Program Jumat Berkah untuk Yatim dan Dhuafa

0

BREBES (Aswajanews.id) – Kepedulian terhadap anak yatim dan kaum dhuafa terus diwujudkan oleh Perkumpulan Santunan Anak Yatim Piatu dan Dhuafa (SAYID) Desa Prapag Lor, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes. Melalui Program Jumat Berkah, para relawan secara rutin membagikan paket makanan kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai wujud kepedulian sosial dan semangat berbagi.

SAYID lahir dari inisiatif anggota IPNU-IPPNU Desa Prapag Lor sekitar tahun 2015. Berawal dari semangat generasi muda Nahdlatul Ulama untuk membantu anak yatim dan kaum dhuafa, kegiatan santunan tersebut terus berlangsung hingga kini genap berjalan sekitar satu dekade.

Dalam perkembangannya, SAYID kemudian berdiri sebagai perkumpulan yang mandiri dan tidak lagi berada di bawah kepengurusan IPNU-IPPNU. Langkah tersebut dilakukan agar ruang gerak organisasi semakin luas serta mampu melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Salah satu program rutin yang dijalankan adalah Jumat Berkah, yang dilaksanakan setiap Kamis malam Jumat. Berbagai menu makanan, seperti martabak, ayam goreng, nasi goreng, dan hidangan lainnya disiapkan dari hasil donasi para dermawan, iuran anggota, serta sumbangsih para pedagang yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya.

Usai salat Maghrib hingga menjelang Isya, para relawan SAYID turun langsung membagikan paket makanan kepada anak yatim dan kaum dhuafa di Desa Prapag Lor dan wilayah sekitarnya.

Kini, Program Jumat Berkah telah memasuki pekan ke-7 dan terus dijalankan secara istiqamah. Meski jumlah paket yang dibagikan setiap pekan masih terbatas, semangat berbagi tetap menjadi prioritas utama.

Ketua SAYID, Tarpidin, mengatakan bahwa tujuan utama kegiatan tersebut bukan sekadar memberikan bantuan, tetapi juga menumbuhkan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, walaupun paket makanan yang kami bagikan setiap pekan belum banyak, kami berharap dapat memberikan manfaat bagi anak-anak yatim dan kaum dhuafa. Kami juga berharap kegiatan ini menjadi amal jariyah bagi seluruh donatur, anggota, dan para pedagang yang telah ikut berpartisipasi,” ujarnya.

Sementara itu, Bendahara SAYID, Tarman, berharap keberadaan SAYID dapat menginspirasi masyarakat untuk semakin peduli terhadap sesama.

“Kami berharap semakin banyak masyarakat yang bergabung dan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Dengan kebersamaan, insyaallah santunan yang diberikan akan semakin maksimal dan semakin banyak saudara-saudara kita yang bisa merasakan manfaatnya,” katanya.

Selain Program Jumat Berkah, SAYID juga secara rutin menyelenggarakan santunan tahunan berupa pemberian bantuan uang tunai kepada anak-anak yatim yang bersumber dari donasi para dermawan. Program tersebut menjadi wujud komitmen SAYID dalam menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekaligus menumbuhkan budaya gotong royong dan kepedulian sosial.

Dengan semangat kebersamaan yang telah terjaga selama sepuluh tahun, SAYID berharap dapat terus menjadi wadah bagi masyarakat untuk berbagi, memperkuat solidaritas, serta menghadirkan kebahagiaan bagi anak yatim dan kaum dhuafa.

(Red/Nas)

Gus Maimun: Khauf dan Raja’ Harus Seimbang agar Terhindar dari Kemaksiatan

0

BREBES (Aswajanews.id) – Kajian rutin Jumat Wage yang digelar di Majlis Kanzul Hikam, Desa Limbangan, pimpinan Ustadz Ilham Nadzir, Kamis (30/7/2026), berlangsung khidmat. Dalam kesempatan tersebut, Ketua RMI PCNU Kabupaten Brebes, Gus Maimun Abdul Ghofur, menyampaikan mau’izhah hasanah tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara khauf (rasa takut kepada Allah SWT) dan raja’ (harapan terhadap rahmat Allah SWT).

Dalam tausiyahnya, Gus Maimun menegaskan bahwa kedua sifat tersebut merupakan fondasi spiritual yang harus dimiliki setiap muslim. Menurutnya, seorang mukmin tidak boleh hanya mengandalkan harapan akan ampunan Allah tanpa disertai ketaatan, begitu pula tidak boleh larut dalam rasa takut hingga kehilangan harapan terhadap kasih sayang-Nya.

“Jangan sampai kita hanya mengedepankan raja’, berharap Allah Maha Pengampun, tetapi tetap berani bermaksiat dan tidak memiliki rasa takut kepada Allah. Sebaliknya, jangan pula hanya dipenuhi rasa takut hingga kehilangan harapan terhadap rahmat dan ampunan Allah SWT,” ujar Gus Maimun di hadapan jamaah.

Ia menjelaskan, keseimbangan antara khauf dan raja’ akan melahirkan pribadi yang istiqamah dalam beribadah, menjauhi larangan Allah, sekaligus optimistis terhadap luasnya rahmat Allah SWT. Seorang mukmin senantiasa merasa diawasi oleh Allah, namun tetap yakin bahwa pintu taubat selalu terbuka bagi hamba yang bersungguh-sungguh kembali kepada-Nya.

Lebih lanjut, Gus Maimun mengaitkan pembahasan tersebut dengan pergulatan yang terus berlangsung dalam diri manusia antara hawa nafsu dan akal. Menurutnya, hawa nafsu menjadi jalan masuk godaan setan yang mendorong manusia kepada syahwat dan kemaksiatan. Sementara itu, akal merupakan anugerah Allah yang membimbing manusia menuju kebenaran dan ketaatan.

Karena itu, ia mengingatkan pentingnya melatih diri melalui ibadah, mujahadah, dzikir, serta memperdalam ilmu agama agar hawa nafsu dapat dikendalikan dan akal mampu memimpin hati.

“Ketika nafsu mampu dikendalikan, akal akan menjadi pemimpin. Namun apabila nafsu dibiarkan menguasai diri, maka akal akan kalah dan manusia mudah tergelincir dalam dosa,” jelasnya.

Kajian rutin Jumat Wage di Majlis Kanzul Hikam yang diasuh Ustadz Ilham Nadzir tersebut menjadi salah satu majelis ilmu yang secara konsisten diselenggarakan setiap bulan untuk memperkuat pemahaman keislaman masyarakat. Melalui kegiatan ini, jamaah diharapkan semakin mampu meningkatkan kualitas iman, menjaga keseimbangan antara rasa takut dan harapan kepada Allah SWT, serta terus berjuang mengendalikan hawa nafsu agar senantiasa berada di jalan yang diridhai-Nya.

(Kontributor: Tarpidin)

Fakta di Balik Isu Nikah Siri Kepala Sekolah dan Guru: Korban Sebut Fitnah Berasal dari Mantan Suami

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Isu dugaan perselingkuhan dan nikah siri yang menyeret nama Kepala SDN Penyingkiran Kidul II, Ahdin, dengan salah seorang guru, Nur Faizah, yang sempat ramai beredar di media sosial, dibantah oleh kedua pihak. Mereka menegaskan bahwa hubungan keduanya sebatas rekan kerja di lingkungan sekolah.

Isu tersebut sebelumnya menyebar melalui sejumlah platform media sosial, di antaranya Facebook dan TikTok, dengan mencantumkan nama Kepala Sekolah beserta institusi tempat mereka bertugas.

Saat dikonfirmasi, Ahdin menegaskan bahwa kabar mengenai pernikahan siri maupun hubungan asmara dengan Nur Faizah tidak benar.

“Kami tidak pernah melakukan nikah siri,” tegas Ahdin.

Ia menjelaskan, interaksi di antara dirinya dengan Nur Faizah merupakan hal yang lumrah sebagai sesama tenaga pendidik. Menurutnya, saling membantu pekerjaan administratif di sekolah merupakan bagian dari tugas sehari-hari.

“Ketika Bu Nur menjalankan cuti ibadah haji, tentu kami saling membantu menyelesaikan administrasi sekolah, seperti mengisi buku absen maupun buku induk. Itu hal yang wajar dalam pekerjaan,” ujarnya.

Korban Sebut Fitnah Berasal dari Mantan Suami

Nur Faizah mengungkapkan bahwa penyebaran isu tersebut diduga dilakukan oleh mantan suaminya, Suwarjono Suherman. Menurutnya, sejak perceraian, mantan suaminya masih terus mengganggu kehidupan pribadinya.

Nur juga mengaku tuduhan tersebut bukan kali pertama diterimanya. Ia menyebut mantan suaminya kerap melontarkan berbagai tuduhan yang tidak berdasar.

“Bahkan pernah menuduh saya memiliki hubungan yang tidak pantas dengan anak saya sendiri,” ungkap Nur.

Diduga Manipulasi Foto

Nur menuturkan, salah satu cara yang digunakan untuk menyebarkan fitnah adalah dengan memanipulasi foto-fotonya yang diambil dari akun Facebook miliknya.

Menurutnya, foto tersebut kemudian diedit sehingga seolah-olah memperlihatkan dirinya berdampingan dengan mantan suaminya, bahkan dibuat menyerupai foto dalam buku nikah. Hasil editan tersebut kemudian disebarkan melalui media sosial, terutama TikTok.

Selain penyebaran konten di media sosial, Nur juga mengaku kerap merasa diteror karena mantan suaminya diduga sering mengikuti aktivitasnya hingga ke pusat Kota Indramayu.

“Keluarga sudah beberapa kali berupaya menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan dengan mendatangi orang tua yang bersangkutan. Namun hingga kini gangguan tersebut masih terus terjadi,” katanya.

Siap Tempuh Jalur Hukum

Menanggapi beredarnya informasi yang dinilai mencemarkan nama baik dirinya maupun sekolah, Ahdin meminta seluruh unggahan yang berisi tuduhan tersebut segera dihapus dan diklarifikasi.

Apabila tidak ada itikad baik, ia menyatakan siap menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang diduga menyebarkan informasi yang tidak benar.

Dukungan juga disampaikan Kholipah, istri sah Ahdin. Ia mengaku sangat keberatan atas fitnah yang beredar dan menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar.

“Kalau memang harus ada yang keberatan, tentu saya sebagai istri sahnya. Saya sangat terganggu dengan fitnah ini,” ujar Kholipah.

Pihak yang merasa dirugikan berharap persoalan tersebut segera selesai sehingga mereka dapat kembali menjalankan aktivitas dan tugas sebagai tenaga pendidik tanpa adanya teror maupun penyebaran informasi yang dinilai merugikan nama baik mereka.

(Red/Tim)

PISEW 2026 Dorong Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi Empat Desa di Bangodua

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Pemerintah terus berupaya meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat desa melalui Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) Tahun Anggaran 2026.

Pertemuan Kecamatan I Program PISEW Kecamatan Bangodua digelar di Aula Kantor Desa Malangsari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Camat Bangodua Iim Nurahim, S.Sos., Kasi Trantibum Caskiyah, S.IP., Kepala Desa Malangsari Casminto, Kepala Desa Rancasari Wamin, Kepala Desa Bangodua Agus Syafrudin, Kepala Desa Karanggetas H. Nurwedi, AMK., serta kelompok masyarakat dari empat desa.

Turut hadir perwakilan Tim Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan Jawa Barat.

Kepala Desa Malangsari, Casminto, mengatakan Program PISEW merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan wilayah pedesaan yang memiliki potensi ekonomi tinggi.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur melalui kerja sama antardesa diharapkan mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Pembangunan ini tidak hanya memperbaiki akses jalan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dan ekonomi antarwarga,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Karanggetas, H. Nurwedi, AMK., berharap Program PISEW dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan karena masih banyak jalan dan infrastruktur desa yang membutuhkan perbaikan.

“Kami berharap kegiatan ini bukan yang terakhir. Masih banyak jalan dan infrastruktur desa yang perlu diperbaiki untuk memperlancar roda perekonomian masyarakat. Dengan dukungan Program PISEW, kami optimistis pembangunan desa dapat semakin merata,” katanya.

Camat Bangodua, Iim Nurahim, S.Sos., mengatakan Pertemuan Kecamatan I merupakan tahapan penting untuk memastikan pembangunan infrastruktur yang direncanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kegiatan ini sebenarnya dilaksanakan di tingkat kecamatan. Namun, kami ingin mendekatkan prosesnya langsung kepada masyarakat agar aspirasi dan kebutuhan desa dapat tersampaikan dengan baik,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Ia menjelaskan, terdapat empat desa di Kecamatan Bangodua yang menjadi sasaran Program PISEW 2026, yakni Desa Malangsari, Rancasari, Karanggetas, dan Bangodua.

Iim berharap pembangunan melalui Program PISEW mampu membuka akses antarwilayah serta memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di empat desa tersebut.

“Infrastruktur yang dibangun harus benar-benar memberikan dampak bagi keempat desa karena tujuan utama PISEW adalah meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Melalui pelaksanaan Program PISEW, sinergi antardesa dan seluruh elemen masyarakat diharapkan semakin kuat. Pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya meningkatkan konektivitas wilayah, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

(Prapto/Herman Tongol)

MI Sirojut Tholibin Hadirkan Wali Murid untuk Sosialisasi Visi dan Misi

0

BREBES (Aswajanews.id) – MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, menggelar sosialisasi program pendidikan Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan mengundang seluruh orang tua/wali murid, Kamis (30/7/2026), di aula madrasah.

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Yayasan Al Masykuriyyah, Drs. Syaifulloh, Kepala MI Sirojut Tholibin Akhmad Sururi, beserta seluruh dewan guru.

Dalam pemaparannya, Kepala MI Sirojut Tholibin, Akhmad Sururi, menjelaskan visi madrasah Tahun Pelajaran 2026/2027, yakni “Bahagia, Cerdas, dan Religius.” Menurutnya, terwujudnya visi tersebut membutuhkan sinergi antara madrasah dan orang tua.

“Kami ingin mengajak anak-anak menjadi pribadi yang bahagia. Kebahagiaan bukan semata-mata diukur dari banyaknya harta atau materi, tetapi dari kesehatan, ketenangan, serta memiliki anak yang berakhlak baik dan rajin beribadah. Karena itu, peran orang tua sangat penting dalam mendampingi anak di rumah,” ujar Sururi.

Ia menambahkan, kebiasaan beribadah menjadi salah satu fondasi utama pembentukan karakter anak. Hal tersebut juga sejalan dengan program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dicanangkan pemerintah, seperti membiasakan bangun pagi, disiplin, dan rajin beribadah.

Pada aspek akademik, Sururi mengajak para orang tua untuk membiasakan anak membaca selama 15 menit setiap malam selama 21 hari sebagai langkah membangun budaya literasi.

“Kami berharap Bapak dan Ibu mendampingi anak-anak membaca dan menulis di rumah. Budaya membaca adalah modal utama untuk melahirkan generasi yang cerdas,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan telepon genggam (HP) bagi anak usia sekolah dasar. Menurutnya, penggunaan HP secara berlebihan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan maupun semangat belajar anak.

Selain itu, MI Sirojut Tholibin berkomitmen memperkuat pendidikan Al-Qur’an dengan menghadirkan guru penghafal Al-Qur’an. Madrasah menargetkan seluruh lulusan mampu menghafal Juz Amma.

“Kami memohon dukungan orang tua untuk terus membimbing anak-anak belajar membaca Al-Qur’an di rumah. Target kami, lulusan MI Sirojut Tholibin memiliki hafalan Juz Amma dan kecintaan terhadap Al-Qur’an,” katanya.

Untuk memperkuat pendidikan keagamaan, pihak madrasah juga mendorong seluruh siswa mengikuti pendidikan di Madrasah Diniyah (Madin) pada sore hari. Menurut Sururi, ijazah Madrasah Diniyah kini memiliki nilai tambah sebagai salah satu pertimbangan dalam penerimaan peserta didik di jenjang SMP, sesuai arahan Kementerian Agama Kabupaten Brebes.

Melalui sosialisasi tersebut, MI Sirojut Tholibin berharap terjalin kerja sama yang erat antara madrasah dan orang tua dalam membentuk generasi yang bahagia, cerdas, serta memiliki karakter religius yang kuat. (Red)

Sungai Cisuminta Memerah Diduga Tercemar Limbah Pabrik Tekstil, DLH Kabupaten Bandung Hanya Beri Teguran Lisan

0

LSM Pertanyakan Lemahnya Penindakan, Dugaan Pencemaran Berhari-hari Bakal Dibawa ke DPRD

KAB. BANDUNG (Aswajanews.id) – Aliran Sungai Cisuminta di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, berubah warna menjadi kemerahan akibat dugaan pencemaran limbah cair industri tekstil. Peristiwa yang disebut berlangsung selama beberapa hari hingga Rabu (29/7/2026) itu memicu sorotan publik terhadap lemahnya penegakan hukum di bidang lingkungan hidup.

Berdasarkan keterangan sumber yang enggan disebutkan identitasnya, limbah diduga berasal dari saluran pembuangan milik PT Anugerah Megah Lestari (AML) Textile di Jalan Raya Dayeuhkolot No. 34, Pasawahan, Kecamatan Dayeuhkolot, yang berada di kawasan PT Ramatex.

Sumber menyebut kebocoran diduga terjadi karena sambungan pipa saluran limbah terlepas sehingga limbah mengalir langsung ke Sungai Cisuminta.

“Pipanya copot dan limbahnya masuk ke Sungai Cisuminta. Entah benar copot atau ada unsur kesengajaan. Pihak DLH memang turun mengawasi, tetapi Satgas Citarum Harum sepertinya tidak dilibatkan. Ada kesan sesuatu yang ditutupi, namun itu masih menjadi misteri,” ujar sumber.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi P3HL Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung, Sirojul Falah, membenarkan adanya insiden tersebut.

“Sudah ditangani. Kami masih terus memantau melalui petugas lapangan. Sambungan lem pada saluran memang terlepas. Sudah kami tindak, tetapi sementara ini belum ada sanksi hukum, hanya teguran lisan,” katanya melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu, saat dikonfirmasi langsung ke lokasi pabrik, pihak keamanan PT AML belum dapat memberikan penjelasan resmi.

Perwakilan perusahaan bernama Winda mengaku belum mengetahui secara pasti mengenai dugaan kebocoran limbah tersebut.

“Saya tidak tahu soal kebocoran limbah. Penanggung jawab sedang tidak ada, jadi belum bisa memberikan keterangan. Pabrik juga sering diperiksa oleh pihak lingkungan hidup. Di kawasan ini ada delapan pabrik yang menyewa lahan karena merupakan kawasan PT Ramatex,” ujarnya.

Lemahnya respons pemerintah daerah menuai kritik dari Ketua Umum DPP LSM WGMPA, Dyansen Nababan. Menurutnya, dugaan pencemaran lingkungan tidak cukup diselesaikan hanya dengan teguran lisan.

“Apakah ini unsur kelalaian atau kesengajaan, hanya DLH yang mengetahui. Yang jelas, setiap pelanggaran lingkungan seharusnya ditindak tegas sesuai aturan. Kami bersama Forum Jurnalis Peduli Publik akan mengajukan audiensi ke DPRD dan instansi terkait untuk mempertanyakan izin operasional perusahaan tersebut,” tegas Dyansen.

Dasar Hukum yang Relevan

Apabila terbukti terjadi pencemaran lingkungan, sejumlah ketentuan peraturan perundang-undangan dapat menjadi dasar penindakan, antara lain:

  • UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
    • Pasal 69 ayat (1) huruf a melarang setiap orang melakukan perbuatan yang mengakibatkan pencemaran lingkungan.
    • Pasal 98 mengatur sanksi pidana bagi pelaku pencemaran yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu lingkungan.
    • Pasal 104 mengatur pidana bagi pembuangan limbah tanpa izin yang dipersyaratkan.
  • PP Nomor 22 Tahun 2021
    • Mengatur kewajiban pemenuhan baku mutu air limbah sebelum dibuang ke badan air serta sanksi administratif berupa teguran tertulis, paksaan pemerintah, pembekuan hingga pencabutan izin apabila terjadi pelanggaran.
  • Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup
    • Memberikan kewenangan kepada Pemerintah Kabupaten Bandung melalui DLH untuk menjatuhkan sanksi administratif terhadap pelaku pencemaran lingkungan.
  • UU Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air
    • Melarang setiap orang melakukan pencemaran terhadap sumber daya air dan mengatur sanksi bagi pelanggarnya.

Perlu dicatat, penerapan sanksi pidana maupun administratif bergantung pada hasil penyelidikan, pembuktian, serta penegakan hukum oleh instansi yang berwenang.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi mengenai pemberian sanksi administratif tertulis maupun proses penegakan hukum lebih lanjut terhadap perusahaan yang diduga menjadi sumber pencemaran. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai efektivitas pengawasan dan penindakan terhadap dugaan pencemaran lingkungan di Kabupaten Bandung. (Red)

Sejarah Berdirinya MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa

0

Berdirinya Madrasah Ibtidaiyah (MI) Sirojut Tholibin Rengaspendawa pada tahun 2005 tidak dapat dipisahkan dari sejarah Madrasah Diniyah (Madin) Sirojut Tholibin yang telah lebih dahulu berdiri sejak tahun 1992, sebagaimana tercatat dalam dokumen Izin Operasional (Ijop) Madrasah Diniyah.

Cikal bakal Madrasah Diniyah Sirojut Tholibin sendiri telah dirintis sejak tahun 1986. Pada masa awal, kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara sederhana dengan menempati beberapa rumah milik H. Nur Kholid, H. Solehudin, dan H. Zarkasih.

Dalam perjalanannya, Madrasah Diniyah sempat mengalami masa vakum selama beberapa tahun. Namun, pada Januari 2002, lembaga tersebut kembali diaktifkan atas prakarsa KH. Nurudin Syamsudin, Pengasuh Pondok Pesantren Al Hasainiyah Kedawon, Karangan, Brebes, bersama masyarakat Rengaspendawa Barat.

Pada saat itu, Akhmad Sururi, alumni Pondok Pesantren Lirboyo asal Desa Jagalempeni, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, yang sedang berkhidmah di Pondok Pesantren Al Hasainiyah Kedawon, dipercaya menjadi Kepala Madrasah Diniyah.

Di bawah kepemimpinannya, Madrasah Diniyah melibatkan sejumlah alumni pesantren untuk bersama-sama mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik.Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan di gedung lama yang terdiri atas empat ruang kelas dan satu ruang kantor.

Seiring perkembangan Madrasah Diniyah, muncul dorongan kuat dari Pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) Kecamatan Larangan, Soedarjo, agar didirikan lembaga pendidikan formal setingkat Madrasah Ibtidaiyah (MI). Gagasan tersebut berulang kali disampaikan kepada Drs. Syaifulloh, salah satu tokoh dan keluarga besar pengurus Madrasah Diniyah, dengan berbagai pertimbangan demi masa depan pendidikan masyarakat Rengaspendawa Barat.

Dorongan tersebut akhirnya diwujudkan pada tahun 2005 dengan berdirinya MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa. Drs. Syaifulloh ditunjuk sebagai kepala madrasah pertama.
Pada masa awal berdiri, tenaga pendidik yang mengabdi di MI Sirojut Tholibin antara lain Siti Musyarofah, Uswatu Hasanah, dan Warfuah yang mengajar khusus setiap hari Jumat.

Meskipun belum memperoleh Bantuan Operasional Sekolah (BOS), kegiatan pembelajaran tetap berjalan dengan semangat gotong royong. Seluruh biaya operasional, termasuk honor para guru selama kurang lebih dua tahun, ditanggung oleh pihak yayasan melalui swadaya masyarakat.

Sambil menunggu proses perizinan, MI Sirojut Tholibin tetap menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar sesuai kurikulum Kementerian Agama. Setelah sekitar dua tahun, madrasah ini memperoleh Surat Keputusan Izin Penyelenggaraan secara resmi dari Departemen Agama Kabupaten Brebes. Pada tahun ketiga operasionalnya, MI Sirojut Tholibin mulai menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Dalam perjalanan kepemimpinan, setelah masa jabatan Drs. Syaifulloh berakhir, estafet kepemimpinan dilanjutkan oleh Akhmad Sururi yang menjabat sebagai Kepala MI selama kurang lebih empat tahun.

Selanjutnya, kepemimpinan diteruskan oleh Sugianto, putra kelahiran Kecamatan Songgom yang telah menetap di Desa Kedawon. Ia memimpin MI Sirojut Tholibin selama kurang lebih satu setengah tahun.

Pada tahun 2016, jabatan Kepala MI diamanahkan kepada Fahruri yang juga merangkap sebagai Kepala MDTA Sirojut Tholibin Rengaspendawa. Fahruri memimpin madrasah tersebut hingga tahun 2022.

Sejak tahun 2022, estafet kepemimpinan kembali diemban oleh Akhmad Sururi. Secara resmi beliau menerima amanat sebagai Kepala MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa untuk masa bakti hingga tahun 2027.

Selama lebih dari dua dekade, MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa terus berkembang sebagai lembaga pendidikan Islam yang lahir dari semangat swadaya masyarakat, dedikasi para ulama, dan pengabdian para guru.

Berbekal nilai-nilai keislaman, kebersamaan, dan komitmen dalam mencerdaskan generasi bangsa, madrasah ini terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan agar mampu menjawab tantangan zaman tanpa meninggalkan jati diri sebagai lembaga pendidikan berbasis Ahlussunnah wal Jamaah. (Red)

Dugaan Korupsi Rp39 Miliar di Perumdam TDA Indramayu Masih Diselidiki Kejari

0
INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Penanganan kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa senilai sekitar Rp39 miliar di Perumdam TDA Indramayu Tahun Anggaran 2025 masih terus bergulir di Kejaksaan Negeri (Kejari) Indramayu.

Kasus yang dilaporkan oleh Direktur Pusat Kajian Strategis Pembangunan Daerah (PKSPD), O’ushj Dialambaqa, pada 9 Desember 2025, bertepatan dengan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia), kini masih berada pada tahap penyelidikan.

Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Indramayu, Tomy Novendri, membenarkan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung.

“Masih dalam penyelidikan. Artinya indikasi sudah ada, nanti disesuaikan dengan fakta-fakta hukum atas indikasi tersebut. Kami belum bisa menjelaskan banyak karena sifatnya masih rahasia,” ujar Tomy saat ditemui di kantornya, Rabu (29/7/2026).

Tomy menegaskan, Kejari Indramayu berkomitmen menyampaikan perkembangan penanganan perkara tersebut secara terbuka kepada masyarakat sesuai perkembangan proses hukum.

Sementara itu, Koordinator Umum Forum Peduli Indramayu (FPI), Masdi, menyatakan pihaknya akan terus mengawal proses penanganan kasus hingga adanya kepastian hukum.

“Kami mendukung penuh langkah Kejari Indramayu dalam menangani kasus ini. Usut tuntas dan kami akan terus mengawal setiap perkembangannya hingga memperoleh kepastian hukum,” tegas Masdi.

Dugaan Mark Up Pengadaan Rp39 Miliar

Berdasarkan laporan PKSPD, dugaan korupsi berkaitan dengan praktik mark up dan dugaan pengondisian pengadaan barang dan jasa di Perumdam TDA Indramayu dengan total nilai sekitar Rp39.682.381.531 pada Tahun Anggaran 2025.

Rincian anggaran yang menjadi objek laporan meliputi:

  • Bahan Kimia: ± Rp26.446.694.877
  • Pengadaan Pompa: ± Rp1.584.699.200
  • Alat Ukur: ± Rp3.145.602.310
  • Rangkaian Sambungan: ± Rp1.309.966.944
  • Perpipaan: ± Rp2.524.203.270
  • Pipa HDPE (HOPE): ± Rp1.977.765.255
  • Pipa GIP/GLI: ± Rp7.195.463.201

Dalam laporan tersebut, sedikitnya dua orang direksi Perumdam TDA Indramayu disebut turut terseret, yakni mantan Pelaksana Tugas Direktur Utama berinisial JS yang saat ini masih menjabat di jajaran direksi, serta MY. Selain itu, dua pihak dari unsur swasta berinisial HBB dan IDN juga disebut dalam laporan.

Mereka diduga berperan dalam pengondisian calon pemenang tender sejumlah paket pengadaan barang dan jasa di Perumdam TDA Indramayu.

PKSPD juga menduga adanya praktik penerimaan fee sebesar 10 hingga 15 persen dari nilai proyek sebagai bagian dari dugaan pengaturan pemenang tender.

Sebagai bagian dari alat pendukung laporan, PKSPD turut melampirkan dokumentasi foto yang disebut diambil pada 30 Juni 2025 sekitar pukul 15.20 WIB, yang menurut pelapor memperlihatkan pertemuan sejumlah pihak terkait dugaan pengondisian paket pengadaan tersebut.

Sebelumnya, Kejari Indramayu juga telah memanggil pelapor, O’ushj Dialambaqa, untuk dimintai keterangan melalui agenda wawancara pada 18 Mei 2026, berdasarkan Surat Nomor R-46/M.2.21/Fd/05/2026 tertanggal 13 Mei 2026.

Hingga berita ini diterbitkan, perkara masih berada pada tahap penyelidikan, sehingga belum ada penetapan tersangka maupun putusan pengadilan. Seluruh pihak yang disebut dalam laporan tetap memiliki hak atas asas praduga tak bersalah sampai adanya putusan hukum yang berkekuatan tetap. (Irsyad)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts