BREBES (Aswajanews.id) – MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa terus menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada peserta didiknya melalui program rutin Sholat Duha berjamaah dan membaca Surat Yasin bersama setiap Jumat pagi.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan Sholat Duha berjamaah di Masjid Jami Al Falah Rengaspendawa yang diikuti seluruh murid dan didampingi para guru. Setelah itu, para siswa melanjutkan kegiatan membaca Surat Yasin secara tartil di halaman madrasah dengan dipimpin oleh Rizal Arfani.
Kepala MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa, Akhmad Sururi, mengatakan bahwa pembiasaan ibadah merupakan bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik, khususnya karakter religius.
“Anak-anak perlu dibiasakan beribadah dengan baik dan benar. Kebiasaan ini merupakan bagian dari proses pendidikan yang akan membentuk karakter keagamaan mereka,” ujar Akhmad Sururi usai kegiatan, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, sebagai lembaga pendidikan formal berbasis madrasah, MI Sirojut Tholibin memiliki keunggulan melalui mata pelajaran keagamaan seperti Fikih, Akidah Akhlak, Al-Qur’an Hadis, Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), dan Bahasa Arab. Seluruh mata pelajaran tersebut saling mendukung dalam memperkuat pembentukan karakter Islami peserta didik.
Sururi menjelaskan, program Sholat Duha berjamaah telah berjalan secara istiqamah selama tiga tahun. Pemilihan Masjid Jami Al Falah sebagai lokasi kegiatan bertujuan menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap masjid sejak usia dini.
“Kami ingin anak-anak merasa dekat dengan masjid sebagai tempat ibadah. Harapannya, mereka akan terbiasa melaksanakan salat berjamaah di masjid hingga dewasa. Pembiasaan ini membutuhkan istiqamah serta kerja sama seluruh guru agar pelaksanaannya berjalan tertib dan berkesinambungan,” jelasnya.
Usai melaksanakan Sholat Duha, seluruh siswa membawa buku Yasin yang telah dipersiapkan dari rumah untuk kemudian membaca Surat Yasin bersama secara tartil.
Akhmad Sururi menilai kegiatan rutin setiap Jumat tersebut memberikan manfaat besar bagi perkembangan spiritual peserta didik.
“Secara ruhani, semakin sering anak-anak beribadah, semakin kuat pula nilai-nilai keagamaan yang tertanam dalam diri mereka. Meskipun masih berusia anak-anak, mereka akan mulai merasakan sentuhan spiritual melalui Sholat Duha dan membaca Surat Yasin bersama,” pungkasnya. (Red)
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































