Google search engine
Beranda blog Halaman 10

Lailatul Ijtima Banom NU Ranting Pasarbatang, Perkuat Ukhuwah Lewat Istighosah dan Santunan Anak Yatim

0

BREBES (Aswajanews.id) – Pengurus Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Pasarbatang menggelar kegiatan Lailatul Ijtima di Masjid Nurul Islah, Pasarbatang, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Rabu (29/7/2026) malam.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB tersebut diisi dengan rangkaian istighosah bersama serta penyaluran santunan kepada anak-anak yatim piatu di lingkungan sekitar Masjid Nurul Islah.

Acara dihadiri jajaran Pengurus NU Ranting Pasarbatang yang dipimpin Ketua Syuriah KH. Muslim Chudori, M.Pd. dan Ketua Tanfidziyah Ustd Nur Jamil, beserta seluruh pengurus. Hadir pula pengurus GP Ansor, Fatayat NU, Muslimat NU, IPNU, IPPNU, serta para tokoh ulama setempat.

Ketua Syuriah KH. Muslim Chudori, M.Pd. bersama Ketua Tanfidziyah Ustd Nur Jamil, menyampaikan bahwa kegiatan Lailatul Ijtima merupakan salah satu upaya melestarikan tradisi amaliah Nahdlatul Ulama melalui istighosah sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga dan pengurus Banom NU.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi bagian dari amaliah pengurus Banom NU Ranting Pasarbatang dalam menjaga tradisi ke-NU-an sekaligus memperkuat kebersamaan dengan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Fatayat NU Ranting Pasarbatang, Nurhidayah, S.Pd.I., menyatakan pihaknya berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Saya selalu berupaya menggerakkan seluruh anggota Fatayat bersama kader IPNU dan IPPNU agar senantiasa berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan Lailatul Ijtima,” katanya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, serta nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyah terus terjaga dan berkembang di tengah masyarakat.
(Red)

Perkuat MDT, Kemenag Brebes Terbitkan Surat Edaran Wajibkan Siswa MI dan MTs Ikuti Madrasah Diniyah

0

BREBES (Aswajanews.id) – Dalam upaya memperkuat pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter peserta didik, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Brebes menerbitkan Surat Edaran Nomor B-502/Kk.11.29/3/PP.00.8/07/2026 tentang Himbauan Mengikuti Pembelajaran Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT).

Surat edaran tersebut ditujukan kepada seluruh Kepala MIN, MIS, MTsN, dan MTs Swasta se-Kabupaten Brebes agar menyampaikan imbauan kepada seluruh peserta didik beserta orang tua atau wali murid untuk mengikuti pembelajaran di Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT).

Selain itu, Kemenag Brebes juga menginstruksikan agar pihak MIN, MIS, MTsN, dan MTs Swasta melakukan koordinasi dengan MDT di wilayah masing-masing sebagai bentuk penguatan pendidikan keagamaan. Melalui sinergi tersebut diharapkan terjalin kerja sama yang mampu memperkuat pendidikan karakter dan akhlak peserta didik.

Ketua DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Brebes, Akhmad Sururi, menyambut baik terbitnya surat edaran tersebut. Menurutnya, kebijakan tersebut sejalan dengan Peraturan Bupati Brebes Nomor 12 Tahun 2025 tentang Fasilitasi Pengembangan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT).

“Terbitnya surat edaran dari Kemenag Kabupaten Brebes menjadi bukti dukungan penuh pemerintah dalam memperkuat eksistensi dan peran Madrasah Diniyah Takmiliyah sebagai bagian dari pendidikan keagamaan di Kabupaten Brebes,” ujar Akhmad Sururi.

Ia menegaskan bahwa keberadaan MDT merupakan bagian penting dari ekosistem pendidikan nasional. Pendidikan keagamaan yang diselenggarakan MDT dinilai mampu melengkapi pendidikan formal dalam membentuk karakter religius peserta didik.

“Kehadiran MDT untuk lembaga pendidikan formal sesungguhnya menjadi ekosistem untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pendidikan keagamaan yang digarap oleh MDT menjadi daya dukung kepada murid pada lembaga pendidikan formal untuk memperkuat karakter keagamaan,” ungkapnya.

Mewakili para kepala MDT se-Kabupaten Brebes, Akhmad Sururi juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Brebes atas diterbitkannya surat edaran tersebut.

Ia berharap kebijakan tersebut memberikan dampak nyata terhadap meningkatnya jumlah peserta didik yang mengikuti pembelajaran di Madrasah Diniyah Takmiliyah. Selain itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengampanyekan pentingnya pendidikan diniyah kepada para orang tua.

“Semoga surat edaran ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan keagamaan, sehingga semakin banyak orang tua yang mendaftarkan putra-putrinya ke Madrasah Diniyah Takmiliyah,” pungkasnya. (Red)

Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Miliki Harta Rp21,3 Miliar

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap seorang kepala daerah. Kali ini, Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, diamankan dalam operasi senyap yang berlangsung pada Selasa (28/7/2026).

Kabar penangkapan tersebut dibenarkan oleh Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dan juga dikonfirmasi oleh Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto. Namun, hingga kini KPK belum mengungkap secara rinci perkara yang menjerat orang nomor satu di Kabupaten Pemalang tersebut.

“Benar,” kata Fitroh kepada CNNIndonesia.com, Rabu (29/7/2026).

Dengan penangkapan tersebut, Anom menjadi kepala daerah ke-12 yang terjaring OTT KPK sepanjang tahun 2026.

Anom Widiyantoro bersama wakilnya, Nurkholes, resmi menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pemalang sejak 20 Februari 2025 setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara.

Berkarier Lama di BUMN

Lahir pada 20 Maret 1970, Anom menghabiskan masa kecil hingga remajanya di Jawa Barat. Pendidikan dasar dan menengah ditempuh di Cimahi dan Bandung, kemudian meraih gelar Sarjana Manajemen Keuangan dari Universitas Diponegoro pada 1996 dan Magister Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran pada 2005.

Sebelum terjun ke dunia politik, Anom dikenal sebagai profesional di lingkungan BUMN. Berdasarkan laman resmi Pemerintah Kabupaten Pemalang, ia memulai karier di PT Wijaya Karya (WIKA) pada 1996 dan mengabdi selama sekitar 25 tahun dengan menduduki berbagai jabatan strategis hingga menjadi General Manager.

Pada periode 2021–2024, Anom menjabat sebagai Direktur Keuangan, Human Capital, dan Manajemen Risiko PT Hotel Indonesia Property (PT HIPA).

Kekayaan Capai Rp21,3 Miliar

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), Anom memiliki total kekayaan bersih sebesar sekitar Rp21,3 miliar.

Aset tersebut didominasi kepemilikan 18 bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Kabupaten Pemalang, Jakarta Timur, Surabaya, Semarang, Bandung, hingga Kabupaten Gianyar, Bali, dengan nilai sekitar Rp12,2 miliar.

Selain itu, ia juga melaporkan kepemilikan kendaraan, termasuk Mercedes-Benz dan Harley-Davidson, senilai sekitar Rp1,1 miliar.

Anom turut mencatat harta bergerak lainnya senilai Rp440 juta, surat berharga Rp902,2 juta, kas dan setara kas Rp782,2 juta, serta aset lain sebesar Rp7 miliar. Total aset yang dimiliki mencapai sekitar Rp22,5 miliar.

Setelah dikurangi utang sekitar Rp1,2 miliar, total kekayaan bersih Anom tercatat sebesar Rp21,3 miliar.

Hingga berita ini diturunkan, KPK belum mengumumkan secara resmi konstruksi perkara maupun pihak-pihak lain yang turut diamankan dalam operasi tangkap tangan tersebut.

(Red)

OTT KPK, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Diamankan; Uang Tunai Rp2 Miliar Disita

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar pada Selasa (28/7/2026). Dalam operasi tersebut, KPK turut mengamankan 21 orang serta menyita uang tunai lebih dari Rp2 miliar sebagai barang bukti.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa OTT tersebut berkaitan dengan dugaan penerimaan gratifikasi yang berhubungan dengan proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pemalang.

“Kegiatan penyelidikan tertutup ini terkait dengan dugaan penerimaan yang dilakukan oleh Bupati berkaitan dengan proyek-proyek di wilayah Kabupaten Pemalang,” ujar Budi Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Selain dugaan penerimaan terkait proyek, KPK juga mendalami dugaan praktik jual beli jabatan di lingkungan Pemkab Pemalang.

“Selain itu, penerimaan oleh Bupati juga diduga terkait dengan jual beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pemalang,” tambahnya.

21 Orang Diamankan

Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan total 21 orang dengan rincian:

  • 5 orang diamankan di Jakarta, termasuk Bupati Pemalang Anom Widiyantoro;
  • 15 orang diamankan di Kabupaten Pemalang;
  • 1 orang diamankan di Kabupaten Purworejo.

Dari jumlah tersebut, 12 orang telah dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta untuk menjalani pemeriksaan intensif.

KPK juga menyita barang bukti berupa uang tunai lebih dari Rp2 miliar serta sejumlah barang bukti lain yang masih didalami penyidik.

Konstruksi Perkara Masih Didalami

Hingga saat ini, KPK belum mengungkap secara rinci konstruksi perkara yang menjerat Anom Widiyantoro. Penyidik masih melakukan pemeriksaan dan akan membahas hasil OTT dalam gelar perkara bersama pimpinan KPK.

“Apakah nanti konstruksi pasalnya berupa penyuapan ataupun pemerasan terkait proyek-proyek di Kabupaten Pemalang, tentu akan dipaparkan setelah ekspose,” kata Budi Prasetyo.

Seluruh pihak yang diamankan saat ini masih berstatus terperiksa. Sesuai ketentuan hukum, KPK memiliki waktu 1 x 24 jam sejak penangkapan untuk menentukan status hukum para pihak yang terjaring dalam operasi tangkap tangan tersebut.

(*)

Kepala SMA NU Al Fattah Berkomitmen Wujudkan Generasi Cerdas Berliterasi

0

BREBES (Aswajanews.id) – Kepala SMA NU Al Fattah Tegalgandu, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Rikhatul Unim, S.Pd., Gr., berkomitmen mewujudkan peserta didik menjadi generasi yang cerdas dalam literasi. Komitmen tersebut sejalan dengan visi sekolah, yakni “Unggul dalam Prestasi, Cerdas Berliterasi dengan Karakter yang Kuat.”

Visi tersebut menjadi landasan bagi seluruh warga sekolah, khususnya guru dan peserta didik, dalam merumuskan berbagai program pembelajaran yang mendukung penguatan budaya literasi.

“Mewujudkan cerdas berliterasi berangkat dari memperkuat budaya membaca dan menulis. Keduanya menjadi kunci dalam membuka kecerdasan literasi. Lebih dari itu, kemampuan mengolah informasi dari apa yang dibaca juga menjadi bagian penting. Literasi tidak berhenti pada membaca dan menulis, tetapi juga mencakup literasi digital yang kini menjadi kebutuhan generasi Z,” ujar Rikhatul Unim yang akrab disapa Umik Unim.

Ia menjelaskan, implementasi visi dan misi sekolah diwujudkan melalui berbagai program yang telah disusun tim pengembang kurikulum, meliputi kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, hingga ekstrakurikuler. Seluruh program tersebut diarahkan untuk mendukung penguatan budaya literasi.

Sebagai penunjang literasi digital, Yayasan Al Fattah telah menyediakan laboratorium komputer yang dilengkapi jaringan internet sehingga peserta didik dapat mengembangkan kemampuan teknologi informasi secara optimal.

“Di era digital saat ini kita tidak boleh tertinggal. Anak-anak generasi Z memang akrab dengan gawai, namun di lingkungan sekolah penggunaan telepon genggam tetap kami batasi agar mereka lebih fokus mengikuti proses pembelajaran di kelas,” jelasnya.

Selain kemampuan akademik, Umik Unim juga menekankan pentingnya membangun budaya literasi yang berlandaskan nilai-nilai agama dan akhlak. Menurutnya, literasi bukan hanya soal kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga bagaimana menghasilkan karya yang bermanfaat dan sesuai dengan norma keagamaan.

“Apa yang dibaca dan ditulis harus membawa manfaat, bernilai ibadah, serta menjadi bagian dari dakwah dalam menebarkan kebaikan,” tuturnya.

Ia menambahkan, dukungan sarana dan prasarana di SMA NU Al Fattah telah memadai, ditambah dengan kualitas sumber daya manusia di lingkungan Yayasan Al Fattah yang menjadi modal utama dalam mengembangkan budaya literasi.

“Fasilitas pendukung penguatan literasi sudah sangat memadai. SDM di lingkungan Yayasan Al Fattah juga menjadi kekuatan utama. Karena itu, komitmen bersama untuk memperkuat literasi akan terus menjadi prioritas demi kemajuan SMA NU Al Fattah,” pungkasnya. (Red)

Tingkatkan Kompetensi Baca Al-Qur’an, MI Sirojut Tholibin Hadirkan Program Tadris Qur’an

0

BREBES (Aswajanews.id) – Dalam upaya meningkatkan kompetensi membaca Al-Qur’an peserta didik, MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa meluncurkan program Tadris Qur’an yang dilaksanakan setiap hari sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Program ini berlangsung selama kurang lebih satu jam dan dipusatkan di musala MI Sirojut Tholibin. Kegiatan tersebut diperuntukkan bagi siswa kelas IV, V, dan VI dengan bimbingan khusus dari Ustadzah Eva, alumni Pondok Pesantren Kudus.

Kepala MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa, Akhmad Sururi, menjelaskan bahwa program Tadris Qur’an merupakan langkah awal untuk mewujudkan target lulusan yang memiliki hafalan Juz Amma.

“Program Tadris Qur’an ini menjadi persiapan menuju program Tahfidz Juz Amma bagi lulusan MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa. Target kami dalam tiga tahun ke depan seluruh lulusan sudah hafal Juz Amma atau Juz 30. Bahkan kami berharap pada akhir Tahun Pelajaran 2026/2027 sudah ada siswa kelas VI yang berhasil menyelesaikan hafalan Juz Amma,” ujar Sururi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/7/2026).

Alumni Pondok Pesantren Lirboyo angkatan 2000 itu menegaskan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid harus ditanamkan sejak usia dini. Menurutnya, banyak orang yang ketika sudah dewasa merasa malu belajar membaca Al-Qur’an, padahal Al-Qur’an merupakan pedoman hidup umat Islam.

“Jika kemampuan membaca Al-Qur’an dipelihara sejak kecil, insya Allah akan tetap terjaga hingga dewasa. Selanjutnya, anak-anak dapat meningkatkan pemahaman terhadap makna dan tafsir Al-Qur’an,” katanya.

Ia menambahkan, program Tadris Qur’an dipilih karena sebagian besar siswa telah memiliki dasar mengaji di lingkungan masing-masing. Kehadiran program ini diharapkan semakin memperkuat kemampuan membaca Al-Qur’an mereka, sekaligus membantu siswa yang kemampuan bacanya masih terbatas.

Sebagai bentuk penguatan program, pihak madrasah juga berencana menghadirkan tutor atau narasumber khusus untuk memberikan pelatihan metode menghafal Al-Qur’an kepada para guru. Pelatihan tersebut akan menjadi bagian dari program peningkatan kapasitas tenaga pendidik di bidang baca dan hafalan Al-Qur’an.

“Untuk menghafal Al-Qur’an dibutuhkan metode yang tepat agar anak-anak usia MI lebih mudah dan cepat menghafal. Karena itu kami akan menghadirkan pelatihan khusus bagi para pendidik,” jelasnya.

Sururi juga mengungkapkan bahwa sejumlah alumni MI Sirojut Tholibin telah melanjutkan pendidikan di pondok pesantren tahfidz. Dengan bekal hafalan Juz Amma sejak di madrasah, mereka diharapkan lebih mudah melanjutkan hafalan pada jenjang berikutnya.

“Harapan kami, lulusan MI Sirojut Tholibin tidak hanya hafal Juz Amma, tetapi juga mampu menjaga hafalannya dengan baik. Dengan menjaga Al-Qur’an, insya Allah akhlaknya akan terjaga dan mereka akan istiqamah menjalankan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Akhmad Sururi.

(Red)

MI Sirojut Tholibin Resmi Luncurkan Website dan Sistem Informasi Manajemen Madrasah Terintegrasi

0
Kepala MI Sirojut Tholibin, Akhmad Sururi

BREBES (Aswajanews.id) – MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan berbasis teknologi dengan meluncurkan Website Resmi Madrasah dan Sistem Informasi Manajemen Madrasah (SIMM) Terintegrasi.

Peluncuran website resmi yang dapat diakses melalui www.misirojuttholibin.sch.id⁠ menjadi langkah strategis madrasah dalam mendukung transformasi digital di lingkungan pendidikan. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta didik, orang tua, guru, tenaga kependidikan, serta masyarakat secara luas.

Mengusung motto “Bahagia, Cerdas, Religius”, MI Sirojut Tholibin terus menghadirkan berbagai terobosan yang memadukan kemajuan teknologi dengan penguatan nilai-nilai keislaman. Motto tersebut menjadi landasan dalam setiap program dan aktivitas pendidikan di madrasah.

Website resmi madrasah hadir sebagai pusat informasi yang menyediakan berbagai layanan, mulai dari profil madrasah, berita dan kegiatan, informasi akademik, galeri, pengumuman, hingga berbagai informasi lainnya yang dapat diakses secara cepat, mudah, dan transparan oleh masyarakat.

Selain website, MI Sirojut Tholibin juga meluncurkan Sistem Informasi Manajemen Madrasah (SIMM) Terintegrasi yang dirancang untuk memperkuat tata kelola administrasi berbasis digital. Sistem ini mengintegrasikan berbagai layanan, seperti pengelolaan data peserta didik, data guru dan tenaga kependidikan, administrasi akademik, absensi, penilaian, pengelolaan surat-menyurat, arsip digital, hingga penyampaian informasi kepada orang tua secara lebih efektif dan efisien.

Kepala MI Sirojut Tholibin, Akhmad Sururi, mengatakan bahwa digitalisasi bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, melainkan merupakan upaya nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan.

“Transformasi digital merupakan bagian dari ikhtiar kami untuk menghadirkan pelayanan pendidikan yang profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Semoga website dan Sistem Informasi Manajemen Madrasah ini menjadi sarana yang mampu mendukung terwujudnya madrasah yang unggul serta melahirkan generasi yang Bahagia, Cerdas, dan Religius,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan website resmi juga menjadi media komunikasi dan publikasi yang efektif untuk memperkenalkan berbagai prestasi, program unggulan, inovasi pembelajaran, serta aktivitas peserta didik kepada masyarakat. Sementara itu, Sistem Informasi Manajemen Madrasah Terintegrasi akan memperkuat tata kelola madrasah yang lebih efektif, efisien, transparan, dan berbasis data.

Melalui inovasi ini, MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa semakin menegaskan komitmennya sebagai madrasah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dalam mencetak generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Akhmad Sururi menegaskan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan penguatan akhlakul karimah agar dapat dimanfaatkan secara positif.

“Ke depan, MI Sirojut Tholibin akan terus melakukan berbagai inovasi yang diimplementasikan dalam program-program nyata. Dukungan sumber daya manusia, baik tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan, menjadi salah satu kekuatan utama dalam mewujudkan inovasi yang berkelanjutan. Sejalan dengan itu, akses informasi tentang pendidikan akan terus kami kembangkan dengan tetap membuka ruang bagi berbagai kontribusi pemikiran demi kemajuan MI Sirojut Tholibin,” pungkasnya. (Red)

MI Sirojut Tholibin Wujudkan Generasi Cerdas melalui Budaya Membaca

0

BREBES (Aswajanews.id) – Kepala MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa, Akhmad Sururi, menegaskan komitmennya dalam mewujudkan peserta didik yang memiliki kecerdasan spiritual, intelektual, dan emosional. Tiga aspek kecerdasan tersebut menjadi bagian penting dari visi MI Sirojut Tholibin Tahun Pelajaran 2026/2027.

Komitmen tersebut disampaikan Akhmad Sururi saat memberikan amanat sebagai pembina upacara bendera pada Senin (27/7/2026).

Menurutnya, generasi cerdas lahir dari kebiasaan membaca, menulis, dan mendengarkan dengan baik. Ketiga hal itu merupakan fondasi utama dalam proses belajar di madrasah.

“Rajin membaca buku pelajaran, menulis materi setiap hari, serta mendengarkan guru saat menjelaskan pelajaran merupakan modal utama untuk menjadi murid yang cerdas,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh peserta didik membiasakan diri membaca setiap hari, baik di rumah maupun di madrasah. Sururi menyarankan agar siswa meluangkan waktu minimal 15 menit setiap hari khusus untuk membaca buku.

“Bagi yang memiliki telepon genggam, selama 15 menit membaca sebaiknya HP disingkirkan terlebih dahulu dan diganti dengan memegang buku. Saat membaca juga jangan sambil menonton televisi atau mengobrol agar konsentrasi tetap terjaga,” pesannya.

Sururi menambahkan, kebiasaan membaca dapat dibentuk secara bertahap. Bagi siswa yang belum terbiasa, ia menganjurkan untuk memulainya selama 21 hari berturut-turut hingga menjadi kebiasaan positif.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa membaca akan mengasah kecerdasan intelektual karena memperkaya wawasan dan ilmu pengetahuan. Namun, ilmu yang diperoleh tidak cukup hanya dipahami, melainkan harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai contoh, ketika membaca bahwa kebersihan merupakan bagian dari iman, maka nilai tersebut harus diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya.

“Ketika melihat sampah di ruang kelas, halaman, atau lingkungan sekolah, segera buang ke tempat sampah. Itulah bukti bahwa ilmu yang kita baca benar-benar dipraktikkan,” jelasnya.

Di akhir amanatnya, Sururi mengingatkan bahwa budaya membaca juga merupakan bagian dari ajaran Islam.

“Cerminan orang yang cerdas tidak bisa dilepaskan dari kebiasaan membaca. Membaca sesungguhnya adalah perintah agama. Ayat pertama yang diturunkan Allah adalah perintah membaca. Karena itu, setiap kali kita membaca, sesungguhnya kita sedang melaksanakan perintah agama,” pungkas Akhmad Sururi. (Red)

Tak Sekadar Bersih-Bersih, KKNT Desa Buahkapas Bersama DLH Majalengka Bangun Gerakan Peduli Lingkungan Berkelanjutan

0

MAJALENGKA (Aswajanews.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Desa Buahkapas, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya peduli lingkungan melalui kolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Majalengka.

Sinergi tersebut melahirkan dua program yang saling melengkapi, yakni Sosialisasi Pengelolaan Sampah di Balai Desa Buahkapas sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah berkelanjutan, serta Gerakan Bersih-Bersih (GEBER) yang diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan.

Kegiatan GEBER digelar di Desa Lengkong Wetan, Kecamatan Sindangwangi, Jumat (24/7/2026), mulai pukul 07.00 WIB. Aksi tersebut dihadiri Wakil Bupati Majalengka Dena Muhamad Ramdhan, Kepala DLH Kabupaten Majalengka H. Wawan Sarwanto, S.T., M.H., Camat Sindangwangi Fazri Pria Perdana, S.H., mahasiswa KKNT se-Kecamatan Sindangwangi, serta masyarakat setempat.

Selain melakukan aksi bersih-bersih lingkungan, para peserta juga melaksanakan renovasi Tugu Perbatasan Majalengka–Cirebon sebagai bentuk kepedulian terhadap penataan kawasan perbatasan yang menjadi salah satu wajah Kabupaten Majalengka.

Perwakilan Mahasiswa KKNT Desa Buahkapas, Muhamad Arifin, menjelaskan bahwa inisiatif tersebut berawal dari hasil diskusi dan koordinasi bersama DLH Kabupaten Majalengka. Menurutnya, mahasiswa ingin menghadirkan program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata melalui edukasi dan aksi.

“Kolaborasi ini berawal dari diskusi kami dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Majalengka. Dari sana lahir dua program yang saling melengkapi, yaitu sosialisasi pengelolaan sampah di Desa Buahkapas sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat, serta Gerakan Bersih-Bersih (GEBER) sebagai aksi nyata di lapangan. Kami berharap gerakan ini dapat terus berlanjut dan menjadi budaya bersama dalam menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Arifin.

Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan, mahasiswa diharapkan mampu menjadi mitra pembangunan yang menghadirkan solusi atas berbagai persoalan lingkungan.

Rangkaian kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa KKNT Desa Buahkapas tidak hanya menjalankan program kerja di lokasi KKN, tetapi juga mampu membangun sinergi dengan pemerintah daerah untuk menghadirkan gerakan lingkungan yang berdampak nyata.

Melalui semangat edukasi dan aksi kolaboratif, kerja sama antara mahasiswa, DLH Kabupaten Majalengka, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan terus berlanjut dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Adang/Red)

Mahasiswa KKN-T Universitas Majalengka dan DLH Gelar Seminar Pengelolaan Sampah dan Budidaya BSF

0

MAJALENGKA (Aswajanews.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Majalengka berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Majalengka menggelar Seminar Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Budidaya Black Soldier Fly (BSF) di Aula Desa Buahkapas, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka.

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja unggulan mahasiswa KKN-T yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan, sekaligus memperkenalkan budidaya lalat Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi pengolahan sampah organik yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.

Seminar dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, kader, Karang Taruna, serta warga Desa Buahkapas. Dalam sambutannya, Pemerintah Desa Buahkapas dan perwakilan mahasiswa KKN-T menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam menghadapi persoalan sampah di tingkat desa.

Pada sesi materi, narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Majalengka menjelaskan bahwa meningkatnya volume sampah rumah tangga menjadi tantangan yang memerlukan perubahan perilaku masyarakat, dimulai dari kebiasaan memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Materi pertama mengulas konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R) sebagai dasar pengelolaan sampah. Peserta diberikan pemahaman mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta pemanfaatan kembali barang yang masih layak digunakan. Selain itu, dijelaskan pula dampak buruk sampah yang tidak dikelola dengan baik, seperti pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, hingga potensi banjir akibat tersumbatnya saluran air.

Selanjutnya, peserta diperkenalkan dengan budidaya Black Soldier Fly (BSF) atau lalat tentara hitam sebagai inovasi pengolahan sampah organik. Larva BSF mampu mengurai sisa makanan, sayuran, dan buah-buahan secara cepat sehingga dapat mengurangi volume sampah organik secara signifikan.

Tak hanya berfungsi sebagai pengurai sampah, larva BSF juga memiliki nilai ekonomi karena dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif bagi ikan, ayam, dan unggas. Sementara hasil penguraiannya (frass) dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang bermanfaat bagi sektor pertanian.

Ketua KKN-T Universitas Majalengka Desa Buahkapas menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa sampah bukan hanya menjadi masalah, tetapi juga dapat menjadi sumber manfaat apabila dikelola dengan baik. Budidaya BSF merupakan salah satu inovasi yang dapat diterapkan di tingkat rumah tangga maupun kelompok masyarakat sebagai solusi pengurangan sampah organik sekaligus memberikan nilai ekonomi,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Berbagai pertanyaan disampaikan dalam sesi diskusi, mulai dari teknik budidaya BSF, jenis sampah organik yang dapat dimanfaatkan, perawatan larva, hingga peluang usaha berbasis pengelolaan sampah organik.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Majalengka mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN-T Universitas Majalengka yang menjadikan pengelolaan sampah dan budidaya BSF sebagai program pemberdayaan masyarakat di Desa Buahkapas. Program tersebut dinilai mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan sampah organik.

Melalui seminar ini diharapkan masyarakat Desa Buahkapas dapat menerapkan kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah serta mengembangkan budidaya BSF sebagai solusi pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan. Sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, Dinas Lingkungan Hidup, dan Mahasiswa KKN-T Universitas Majalengka diharapkan mampu mewujudkan Desa Buahkapas yang bersih, sehat, produktif, dan berwawasan lingkungan.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama antara narasumber dari DLH Kabupaten Majalengka, Pemerintah Desa Buahkapas, Mahasiswa KKN-T Universitas Majalengka, dan seluruh peserta sebagai simbol komitmen bersama dalam membangun budaya peduli lingkungan melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan. (Red/Adang)

Dugaan Pencurian Volume Beton di Proyek Rehabilitasi Jalan Olahraga Rp2,39 Miliar, Aktivis Minta Aparat Turun Tangan

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Proyek Rehabilitasi Jalan Olahraga di Kabupaten Indramayu yang menelan anggaran APBD Tahun 2026 sebesar Rp2.396.232.000 menjadi sorotan. Sejumlah temuan di lapangan memunculkan dugaan adanya praktik pengurangan volume beton (ready mix) yang berpotensi merugikan keuangan negara.

Berdasarkan hasil investigasi di lokasi proyek pada Senin (27/7/2026) malam, tim media menemukan sejumlah indikasi yang dinilai tidak sesuai dengan standar teknis pelaksanaan pekerjaan pengecoran jalan.

Salah satu temuan mencolok adalah adanya hamparan urugan batu (leveling) di bagian tengah badan jalan dengan ketebalan yang dinilai tidak lazim. Sementara pada sisi kanan dan kiri ruas jalan tidak ditemukan urugan batu serupa.

Selain itu, pada setiap jarak sekitar 50 meter ditemukan bagian yang tidak diberi urugan batu. Kondisi tersebut menimbulkan dugaan bahwa titik-titik tersebut sengaja dibiarkan sebagai lokasi pengambilan sampel (coring) saat dilakukan pemeriksaan oleh instansi terkait.

Hasil pengukuran menggunakan alat ukur menunjukkan ruang yang tersisa untuk pengecoran beton di bagian tengah jalan hanya berkisar 12–13 sentimeter, sedangkan tinggi papan bekisting mencapai 20 sentimeter. Apabila temuan tersebut benar, maka ketebalan beton yang terpasang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi yang direncanakan.

Tim investigasi juga menemukan penggunaan plastik cor sebagai lapisan dasar pengecoran yang dinilai minim, khususnya di bagian tengah jalan. Padahal, plastik cor berfungsi mencegah air semen meresap ke tanah, menjaga kadar air beton, serta membantu mempertahankan mutu dan kekuatan konstruksi.

Proyek tersebut dibiayai melalui APBD Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2026 di bawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Pelaksana pekerjaan adalah CV Andaru Cakra Alam, sedangkan pengawasan dilakukan oleh PT Lima Benua Consultant yang beralamat di Jalan Raya Plumbon No. 94, Kabupaten Indramayu.

Ketua WN 88 Sub Unit 002 Indramayu, Ahmad Nur Irsyad, mengecam dugaan penyimpangan tersebut. Ia menyatakan organisasinya akan terus memantau proses pekerjaan hingga selesai dan berencana melaporkan temuan tersebut kepada aparat penegak hukum apabila ditemukan bukti yang cukup.

“Ini sangat memprihatinkan. Dari hasil pengukuran, ruang untuk beton diperkirakan hanya tersisa sekitar 12–13 sentimeter. Temuan ini akan kami kawal dan kami sampaikan kepada pihak yang berwenang agar ditindaklanjuti,” tegas Irsyad di lokasi proyek.

Irsyad juga menyoroti kinerja konsultan pengawas yang dinilai tidak mengambil tindakan tegas meski dugaan penyimpangan terjadi di lapangan. Menurutnya, apabila benar ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi, pengawas seharusnya memberikan teguran hingga menghentikan pekerjaan sementara untuk dilakukan evaluasi.

Ia menduga terdapat indikasi lemahnya fungsi pengawasan sehingga pekerjaan yang dipersoalkan tetap berjalan.

Sementara itu, hingga berita ini diterbitkan, CV Andaru Cakra Alam belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan pengurangan volume beton maupun standar teknis pekerjaan yang diterapkan. Tim media masih terus berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak pelaksana maupun Dinas PUPR Kabupaten Indramayu guna memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan.

(Team/Red)

Angin Laut Tak Sedingin Angin Kumbang

0

Angin laut memang terkenal sejuk. Namun, ketika Angin Kumbang mulai menguasai kawasan Pantura Brebes, Tegal, hingga Cirebon, dinginnya terasa jauh lebih menusuk. Bibir menjadi pecah-pecah, kulit mengering, dan gejala flu mulai menyerang tanpa mengenal usia.

Masyarakat pesisir tentu sangat akrab dengan fenomena ini. Di Desa Randusanga Kulon, misalnya, musim Angin Kumbang biasanya datang antara Juni hingga September, dengan puncaknya pada akhir Juli hingga Agustus.

Pada masa itulah muncul pemandangan yang khas. Sarung yang biasanya digunakan menutup kaki berpindah ke pundak dan diselempangkan di leher. Tradisi ini bukan sekadar kebiasaan, melainkan bentuk adaptasi masyarakat pesisir dalam menghadapi terpaan hawa dingin yang ekstrem.

Sarung dilipat tebal, kemudian diselempangkan menyilang atau dilingkarkan di leher. Cara sederhana ini diyakini mampu melindungi dada, pundak, dan leher dari terpaan angin yang kencang. Selain menghangatkan tubuh, tradisi tersebut juga dipercaya dapat mengurangi risiko masuk angin, flu, serta gangguan pernapasan.

Lebih dari sekadar pelindung tubuh, sarung selempang telah menjadi identitas budaya masyarakat Pantura saat musim Angin Kumbang tiba. Posisi sarung di leher membuat seseorang tetap leluasa bergerak tanpa khawatir sarung terkena kotoran di jalan. Dengan demikian, sarung tetap bersih dan dapat digunakan kembali untuk menunaikan ibadah salat.

Saat musim ini datang, pembicaraan tentang dinginnya Angin Kumbang menjadi topik yang akrab di berbagai kalangan. Nelayan, petambak, pemancing, hingga penjual nasi ponggol di pagi hari sama-sama merasakan dampaknya. Para pembeli pun tampak mengenakan jaket tebal atau membalut tubuh dengan kain hangat.

Para pekerja kantoran maupun buruh pabrik juga ikut merasakan perubahan cuaca tersebut. Pendingin ruangan (AC) yang biasanya disetel pada suhu rendah kini dinaikkan ke suhu yang lebih hangat demi menjaga kesehatan dan kenyamanan bersama.

Secara ilmiah, dinginnya Angin Kumbang dipengaruhi oleh rendahnya kelembapan udara. Massa udara kering yang melewati pegunungan, seperti Gunung Ciremai maupun kawasan Gunung Slamet dan Gunung Kumbang, kehilangan banyak kandungan uap air. Udara yang sangat kering memiliki kemampuan menyimpan panas yang rendah sehingga setelah matahari terbenam suhunya turun dengan cepat.

Fenomena ini dikenal dengan sensasi bediding, yakni hawa dingin yang seolah-olah mengisap kelembapan kulit hingga menusuk ke tulang. Karena itulah, dinginnya angin laut tidak mampu menandingi dinginnya Angin Kumbang.

Langit musim kemarau yang cerah tanpa awan juga memperkuat rasa dingin tersebut. Awan sejatinya berfungsi layaknya selimut yang menahan panas bumi. Ketika langit bersih tanpa awan, panas yang tersimpan di permukaan bumi dengan cepat lepas ke angkasa melalui proses yang dikenal sebagai radiational cooling. Akibatnya, suhu udara pada malam hingga dini hari turun secara drastis.

Tak heran jika pada musim seperti ini suara batuk mulai terdengar di berbagai sudut perkampungan. Kondisi tersebut menjadi pengingat agar masyarakat lebih waspada dan menjaga daya tahan tubuh.

Angin laut memang menghadirkan kesejukan yang menenangkan. Namun, ketika Angin Kumbang berembus, hawa dinginnya mampu menembus hingga ke tulang. Karena itu, jangan anggap remeh musim kemarau di Pantura. Jagalah kesehatan, kenakan pakaian yang hangat, dan tetap waspada terhadap perubahan cuaca.

Sebab, sebagaimana diyakini masyarakat pesisir sejak dahulu, dinginnya angin laut belum tentu mampu menandingi dinginnya Angin Kumbang.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Warga Temiyang Ucapkan Terima Kasih kepada Bupati Lucky Hakim, Jalan Kabupaten Kini Mulus

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Penantian panjang warga Desa Temiyang, khususnya di Blok Rancawas, Kecamatan Kroya, akhirnya terwujud. Jalan kabupaten sepanjang sekitar 3 kilometer yang menghubungkan Blok Pejaten dengan Balai Desa Temiyang kini telah selesai dibangun menggunakan konstruksi beton, sehingga akses masyarakat menjadi lebih nyaman dan lancar, Senin (27/7/2026).

Sebelumnya, ruas jalan tersebut mengalami kerusakan cukup parah dan kerap dikeluhkan warga karena menghambat aktivitas sehari-hari. Kini, di bawah kepemimpinan Bupati Indramayu Lucky Hakim, jalan tersebut telah berubah menjadi jalan beton yang lebih kokoh dan layak dilalui.

Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Kroya, Cahyandi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu yang telah menjadikan wilayahnya sebagai salah satu prioritas pembangunan infrastruktur, khususnya rehabilitasi jalan kabupaten.

Dalam sambutannya, Cahyandi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jalan yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Semoga dengan infrastruktur yang semakin baik, mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar dan wilayah ini tidak lagi terkesan terisolasi,” ujarnya.

Rasa syukur juga disampaikan Nanang Aris, warga Blok Rancawas. Menurutnya, pembangunan jalan beton tersebut merupakan harapan yang telah lama dinantikan masyarakat.

“Kami sudah sangat lama menantikan pembetonan jalan ini karena kondisinya sebelumnya rusak parah. Alhamdulillah sekarang suara kami didengar oleh Pak Bupati Lucky Hakim. Kami benar-benar merasakan kehadiran pemerintah. Terima kasih Pak Bupati,” ungkapnya.

Sebagai bentuk rasa syukur, usai peresmian jalan, puluhan warga dari berbagai kalangan menggelar syukuran dan makan bersama di atas ruas jalan beton yang baru selesai dibangun. Suasana penuh kebersamaan itu menjadi simbol kebahagiaan masyarakat atas hadirnya pembangunan yang telah lama mereka dambakan.

(Sn)

Muscab FKDT Kudus Mufakat Pilih KH Ahmad Halim, S.Pd.I Pimpin DPC FKDT Masa Khidmat 2026–2031

0
KUDUS (Aswajanews.id) – Musyawarah Cabang (Muscab) Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Kudus yang digelar di Madrasah Diniyah Takmiliyah Hidayatul Atfal, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Jumat (24/7/2026), berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan menghasilkan keputusan secara aklamasi.

Seluruh Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) FKDT se-Kabupaten Kudus secara mufakat menetapkan KH Ahmad Halim, S.Pd.I sebagai Ketua DPC FKDT Kabupaten Kudus masa khidmat 2026–2031.

Sebelum pemilihan ketua, peserta Muscab juga secara bulat memilih H. Mukhasiron sebagai Ketua Dewan Pembina DPC FKDT Kabupaten Kudus. Sosok yang dinilai berjasa besar dalam memperjuangkan kesejahteraan guru Madrasah Diniyah itu dipercaya memimpin Dewan Pembina sesuai ketentuan Tata Tertib Muscab FKDT Kabupaten Kudus Tahun 2026.

Sidang Muscab dipimpin oleh Akhmad Sururi selaku pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP) FKDT.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus, Dr. Soni Wardana, M.Si.Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penyusunan program strategis lima tahun ke depan guna memperkuat eksistensi dan kualitas Madrasah Diniyah Takmiliyah.

“Menjadi pengurus FKDT memang memiliki tanggung jawab yang tidak ringan. Namun dengan komitmen dan kebersamaan, FKDT Kabupaten Kudus akan semakin maju,” ujarnya.

Dr. Soni Wardana juga menekankan perlunya inovasi dalam proses pembelajaran, khususnya melalui penguatan kurikulum agar pendidikan Madrasah Diniyah mampu meningkatkan mutu serta bersaing dengan lembaga pendidikan lainnya.

Sementara itu, Akhmad Sururi yang mewakili Ketua Umum DPP FKDT menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kudus atas komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan guru melalui alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk Honorarium Kesejahteraan Guru Swasta (HKGS) sebesar Rp1 juta per bulan bagi setiap guru, termasuk guru Madrasah Diniyah.

Menurutnya, besaran insentif tersebut merupakan yang tertinggi di Indonesia untuk guru Madrasah Diniyah dan menjadi bukti nyata perhatian Pemerintah Kabupaten Kudus terhadap kemajuan pendidikan Islam.

Dalam arahannya, Sururi juga mengajak seluruh jajaran FKDT untuk terus menjaga sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kudus serta Kementerian Agama. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan Islam hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama seluruh pemangku kepentingan.

Ia juga mendorong penguatan pendidikan Madrasah Diniyah dengan memastikan anak-anak yang bersekolah di SD maupun MI tetap mengikuti pembelajaran di Madrasah Diniyah Takmiliyah pada sore hari sebagai bagian dari pembentukan karakter dan penguatan pendidikan keagamaan.

Pada kesempatan yang sama, H. Mukhasiron berpesan kepada kepengurusan baru agar mampu merangkul seluruh elemen Madrasah Diniyah di Kabupaten Kudus.

“Semua harus kita rangkul bersama untuk membesarkan FKDT Kabupaten Kudus. Para sesepuh FKDT yang telah berjasa juga perlu disowani dan diajak kembali bergabung demi memperkuat pendidikan Madrasah Diniyah di Kabupaten Kudus,” pesannya.

Muscab FKDT Kabupaten Kudus berlangsung dalam suasana sederhana namun penuh kekeluargaan, menghasilkan kepengurusan baru yang diharapkan mampu membawa FKDT semakin solid, profesional, dan berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan Madrasah Diniyah di Kabupaten Kudus. (Red)

Wakil Ketua DPW FKDT Jateng: Perkuat Kolaborasi dan Sinergi Menuju Kepemimpinan Organisasi yang Hebat

0

KUDUS (Aswajanews.id) – Wakil Ketua DPW Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Jawa Tengah, Akhmad Sururi, mengajak seluruh pengurus dan guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) untuk memperkuat kolaborasi, sinergi, serta ukhuwah demi mewujudkan kepemimpinan organisasi yang semakin kuat dan berkualitas.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Musyawarah Cabang (Muscab) DPC FKDT Kabupaten Kudus yang digelar di Madin Hidayatul Athfal, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Jumat (24/7/2026).

Menurut Sururi, Muscab merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat kabupaten yang memiliki peran strategis dalam menentukan arah kebijakan FKDT selama lima tahun ke depan.

“Kolaborasi dan sinergi FKDT bersama Pemerintah Kabupaten Kudus dan Kementerian Agama menjadi kekuatan yang utuh untuk memperkuat pendidikan keagamaan Islam, khususnya Madrasah Diniyah Takmiliyah,” ujarnya.

Di hadapan peserta Muscab, Sururi juga mengajak seluruh pengurus DPAC FKDT se-Kabupaten Kudus untuk terus mempererat ukhuwah antarguru MDT sebagai modal utama dalam membangun soliditas organisasi.

Menurutnya, kebersamaan langkah menjadi kunci dalam mewujudkan tujuan organisasi. Kehadiran para pengurus dari seluruh kecamatan menjadi simbol kekompakan yang harus terus dijaga demi membawa FKDT Kabupaten Kudus menjadi organisasi yang semakin maju.

Dalam kesempatan tersebut, Sururi yang juga menjabat Wakil Sekretaris Jenderal DPP FKDT memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kudus atas komitmennya dalam mendukung pendidikan diniyah melalui pemberian insentif sebesar Rp1 juta per bulan kepada setiap guru Madin.

Ia menyebut besaran insentif tersebut merupakan yang tertinggi di Indonesia untuk tingkat kabupaten maupun kota.

“Kita patut bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kudus atas keberpihakannya terhadap Madrasah Diniyah. Sinergi ini harus terus kita kawal agar memberi dampak nyata terhadap perkembangan MDT,” katanya.

Sururi berharap dukungan pemerintah terhadap Madrasah Diniyah dapat terus berlanjut sehingga ke depan seluruh lulusan SD dan MI dapat melanjutkan pendidikan agama di Madrasah Diniyah pada sore hari sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter generasi muda.

Selain itu, Sururi juga menyampaikan perkembangan terbaru terkait revisi Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas). Ia mengungkapkan bahwa dalam forum diskusi di Jakarta bersama Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, muncul wacana agar guru Madrasah Diniyah Takmiliyah masuk dalam definisi tenaga pendidik pada revisi UU tersebut.

“Jika hal ini terealisasi, maka status guru MDT akan semakin kuat secara regulasi,” jelasnya.

Muscab DPC FKDT Kabupaten Kudus dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus, Dr. H. Soni Wardana, M.Si, didampingi Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren).

Turut hadir Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kudus, H. Mukhasiron, yang secara aklamasi ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pembina DPC FKDT Kabupaten Kudus.

Sementara itu, Muscab secara mufakat menetapkan H. Akhmad Halim, S.Pd.I. sebagai Ketua DPC FKDT Kabupaten Kudus Masa Khidmat 2026–2031.

(Red)

Pengurus Masjid Jami Baiturohim Berikan Piagam Penghargaan kepada Para Wakif

0

BREBES (Aswajanews.id) – Pengurus Masjid Jami Baiturohim, Dukuh Jagalempeni Selatan, Desa Jagalempeni, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, memberikan Piagam Penghargaan dan Ucapan Terima Kasih kepada para wakif (pemberi wakaf) sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka dalam mendukung keberlangsungan aset masjid.

Penyerahan piagam dilaksanakan pada Rabu malam Kamis, 15 Juli 2026, di serambi depan Masjid Jami Baiturohim. Penghargaan tersebut diserahkan oleh perwakilan pengurus masjid, yakni Ustaz Suhirman dan Ustaz Lukman Hakim selaku Seksi Keagamaan dan Ubudiyah.

Sejumlah ahli waris hadir untuk mewakili para wakif yang telah wafat, di antaranya Suduri Tarwadi mewakili almarhum H. Ali yang mewakafkan beberapa bidang tanah sawah, H. Akhmad Junaidi mewakili H. Taryamah, H. Mansur Amin mewakili almarhumah Hj. Sanati, Hj. Solikha mewakili almarhum H. Rosikhin, H. Ali Masykur mewakili almarhum H. Umar, serta Anton Maulana yang menerima piagam atas nama H. Ali Masykur sebagai wakif sebidang tanah sawah untuk masjid.

Pengurus masjid menjelaskan, seluruh data mengenai luas dan lokasi tanah wakaf telah dicantumkan pada papan informasi wakaf Masjid Jami Baiturohim. Seluruh aset wakaf tersebut telah selesai diukur dan saat ini sedang dalam proses penerbitan sertifikat wakaf.

Sebagian besar tanah yang diwakafkan berupa lahan persawahan, sedangkan tanah yang saat ini digunakan untuk bangunan Masjid Jami Baiturohim beserta halamannya merupakan wakaf dari almarhum H. Umar.

Sebelum penyerahan piagam, Penasehat Masjid Jami Baiturohim, Akhmad Sururi, menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para wakif sekaligus menjadi bagian dari dokumentasi resmi masjid.

“Dokumen wakaf sangat penting agar di kemudian hari tidak muncul persoalan, baik mengenai ukuran maupun hal lainnya. Kita perlu menjaga aset masjid dengan sebaik-baiknya. Meskipun hal tersebut menjadi tanggung jawab nadzir, pengurus masjid juga berkewajiban mengamankan aset tanah wakaf tersebut,” ujar Akhmad Sururi.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga seluruh aset milik masjid, termasuk memastikan batas-batas tanah wakaf tetap terpelihara dan tidak mengalami pergeseran.

“Seluruh tanah wakaf saat ini sedang dalam proses penerbitan sertifikat wakaf, sedangkan proses pengukurannya telah selesai dilaksanakan,” pungkasnya. (Red)

DPD GP NasDem Targetkan 15.000 Mangrove, Siapkan Pantai Tiris Jadi Ikon Ekowisata Baru Indramayu

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia, Minggu (26/7/2026), DPD Gerakan Pemuda (GP) NasDem Kabupaten Indramayu menggelar aksi penanaman mangrove di kawasan Pantai Tiris, Desa Pabean Ilir, Kabupaten Indramayu.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Kelompok Tani Rapi Jaya Putra sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian ekosistem pesisir sekaligus upaya mengurangi dampak abrasi yang selama ini mengancam wilayah pantai di Indramayu.

Ketua DPD GP NasDem Kabupaten Indramayu, Arwah Dinata, mengatakan penanaman mangrove akan dilakukan secara bertahap hingga mencapai target 15.000 bibit.

“Momentum Hari Mangrove Sedunia ini menjadi wujud kepedulian kami terhadap lingkungan pesisir Indramayu. Penanaman mangrove akan terus kami lakukan sebagai langkah nyata menjaga ekosistem dan mencegah abrasi,” ujar Arwah Dinata.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara DPD GP NasDem Kabupaten Indramayu dengan Ketua Kelompok Tani Rapi Jaya Putra, Junaedi. Kerja sama tersebut memiliki jangka waktu 30 tahun sebagai dasar pengelolaan kawasan mangrove secara berkelanjutan.

Menurut Arwah, kerja sama jangka panjang itu tidak hanya berfokus pada penanaman mangrove, tetapi juga diarahkan untuk mengembangkan kawasan Pantai Tiris menjadi ikon destinasi ekowisata (mercusuar) baru di Kabupaten Indramayu. Pengembangan kawasan tersebut diharapkan mampu menarik minat investor sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

Ia menambahkan, meskipun peringatan Hari Mangrove Sedunia di Indramayu dilaksanakan di beberapa lokasi, GP NasDem tetap berkomitmen menghadirkan aksi nyata dalam menjaga kawasan pesisir.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan melestarikan ekosistem pesisir agar abrasi laut tidak terus mengancam wilayah pantai di Indramayu,” pungkasnya. (Sn)

Warga Desa Tegalgirang Apresiasi Rekonstruksi Jalan Curug–Bangodua, Akses Kini Lebih Aman dan Nyaman

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Masyarakat Desa Tegalgirang, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu atas rampungnya pembangunan rekonstruksi Jalan Curug–Bangodua menggunakan konstruksi cor beton.

Proyek yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Indramayu tersebut dikerjakan oleh CV. OCI berdasarkan kontrak Nomor: 100.3.7/4078.6/SPP/DPUPR.IM/2026 dengan nilai anggaran sebesar Rp2.876.223.000, yang bersumber dari APBD Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2026.
Pembangunan jalan ini disambut antusias oleh warga karena dinilai mampu meningkatkan kenyamanan, keamanan, serta kelancaran aktivitas masyarakat sehari-hari.

Salah seorang warga Desa Tegalgirang, Darta, mengaku bersyukur karena jalan yang selama ini dinantikan akhirnya selesai dibangun.

“Alhamdulillah, jalan ini akhirnya dibangun. Dulu kondisinya rusak sehingga pengendara harus berhati-hati memilih jalur. Saat musim hujan jalan menjadi becek dan licin. Sekarang setelah dibangun dengan cor beton, jalannya lebih aman, nyaman, tidak becek, dan tidak licin lagi. Kami sangat berterima kasih,” ujarnya, Minggu (26/7/2026).

Ungkapan syukur juga disampaikan Kuwu Desa Tegalgirang, Panji Kholifatullah. Ia mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Bupati Indramayu Lucky Hakim beserta jajaran DPUPR yang telah merealisasikan pembangunan Jalan Curug–Bangodua.

Menurut Panji, selain menghadirkan infrastruktur yang lebih baik, pelaksanaan proyek tersebut juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga karena pihak penyedia jasa, CV. OCI, turut memberdayakan tenaga kerja dari masyarakat sekitar.

“Saya mewakili masyarakat Desa Tegalgirang mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas PUPR yang telah menunjuk CV. OCI untuk melaksanakan pembangunan jalan cor beton di desa kami. Kehadiran proyek ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus melibatkan warga sekitar dalam proses pengerjaannya,” ujar Panji.

Dengan selesainya pembangunan rekonstruksi Jalan Curug–Bangodua, masyarakat berharap akses transportasi semakin lancar, mendukung aktivitas ekonomi, serta meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
(Prapto / Herman Tongol)

Konferensi Ranting ke-III PR IPNU-IPPNU Gandasuli Tetapkan Ketua Baru

0

BREBES (Aswajanews.id) – Pimpinan Ranting (PR) IPNU dan IPPNU Ranting Gandasuli menggelar Konferensi Ranting (Konferancab) ke-III pada Sabtu (25/7/2026) malam, bertepatan dengan 10 Safar 1448 H, pukul 20.00–22.00 WIB. Kegiatan berlangsung di Masjid Al Anwar Colotan, Gandasuli, Kabupaten Brebes.

Konferensi dihadiri oleh jajaran pengurus Nahdlatul Ulama (NU) tingkat ranting, di antaranya Rois Syuriah NU Ranting Gandasuli KH. Abdul Hamid Muhtadi, S.Pd.I, Ketua Tanfidziyah NU Ranting Gandasuli Ust. Lebe Muhemin Mutholib, A.Md.Com, Ketua Muslimat NU Ranting Gandasuli Hj. Sunkilah, S.Pd, Ketua Fatayat NU Ranting Gandasuli Amartiwi Inarest, S.E., Ketua Ansor Ranting Gandasuli Ahmad Sukron Hakim, serta Ketua Pengurus Masjid Al Anwar Colotan Duryani.

Sebelum acara inti dimulai, para peserta disuguhkan penampilan Hadroh Al Anwar Colotan Gandasuli dengan vokalis Wafi, yang menambah semarak suasana.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, pembacaan Surat Al-Fatihah, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Sahabat Faqih.

Dalam sambutannya, Ketua IPPNU Ranting Gandasuli Alfiyah Nurul Falah mengajak seluruh kader untuk terus meningkatkan semangat berorganisasi dan memperkuat peran pelajar NU dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah NU Ranting Gandasuli Ust. Lebe Muhemin Mutholib, A.Md.Com menegaskan bahwa IPNU dan IPPNU merupakan wadah kaderisasi generasi muda NU yang harus terus berkembang.

“IPNU dan IPPNU harus tetap semangat sebagai generasi penerus bangsa. Teruslah belajar, menjaga akhlak, dan menjadi teladan di tengah masyarakat,” pesannya.

Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Abdul Hamid Muhtadi, S.Pd.I.

Dalam forum Konferensi Ranting ke-III tersebut, peserta secara musyawarah menetapkan kepengurusan baru. Khoirul Basyar terpilih sebagai Ketua PR IPNU Ranting Gandasuli, sedangkan Vina Nailul Maghfiroh dipercaya menjadi Ketua PR IPPNU Ranting Gandasuli.

Konferensi Ranting ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kaderisasi, meningkatkan soliditas organisasi, serta melahirkan program-program yang bermanfaat bagi pelajar NU dan masyarakat di Ranting Gandasuli.

(Red)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Rehabilitasi Jalan Desa Sukalila Rampung, Warga Apresiasi Perjuangan Anggota DPRD Warpan

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Rehabilitasi Jalan Desa di Desa Sukalila, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, akhirnya terealisasi melalui pembangunan cor beton yang diperjuangkan oleh Anggota DPRD Kabupaten Indramayu dari Fraksi PDI Perjuangan, Warpan. Pembangunan tersebut disambut antusias masyarakat karena dinilai memberikan manfaat besar bagi aktivitas sehari-hari warga.

Selama ini, kondisi jalan yang rusak kerap menghambat mobilitas masyarakat, terutama saat musim hujan. Jalan yang becek dan licin menyulitkan akses warga untuk menjalankan kegiatan ekonomi, pendidikan, maupun aktivitas sosial.

Salah seorang warga, Suwedi, mengaku bersyukur karena aspirasi masyarakat mendapat perhatian dan langsung ditindaklanjuti.

“Alhamdulillah, aspirasi kami yang disampaikan kepada Bapak Dewan Warpan dari Fraksi PDI Perjuangan langsung ditindaklanjuti. Dulu kalau hujan jalan ini becek dan licin. Sekarang setelah dibangun cor beton, jalan sudah aman, tidak becek dan tidak licin lagi. Kami sangat berterima kasih,” ujarnya, Sabtu (25/7/2026).

Senada dengan itu, Kuwu Desa Sukalila, Suparno, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada desanya.

“Atas nama Pemerintah Desa Sukalila, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Warpan dari Fraksi PDI Perjuangan. Pembangunan cor beton jalan di desa ini sangat bermanfaat untuk memperlancar akses warga sekaligus mengurangi genangan air. Semoga sinergi seperti ini terus terjalin,” katanya.

Dengan selesainya pembangunan tersebut, masyarakat berharap peningkatan infrastruktur dapat terus berlanjut di titik-titik lain yang masih membutuhkan perhatian. Warga juga berkomitmen untuk menjaga dan merawat jalan yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Terima kasih Bapak Dewan Warpan dari PDI Perjuangan. Semoga selalu diberikan kesehatan dan tetap amanah dalam memperjuangkan aspirasi rakyat,” ungkap salah seorang warga Blok Desa.

(Prapto / Herman Tongol)

www.youtube.com/@anas-aswaja

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts