Google search engine
Beranda blog Halaman 8

Hari Santri 2026 Jadi Momentum Akad Massal KPR FLPP bagi 1.000 Guru Pesantren

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Peringatan Hari Santri 2026 akan menghadirkan nuansa berbeda. Kementerian Agama (Kemenag) bersama Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dan Bank Syariah Nasional tengah menyiapkan Akad Massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi guru pesantren.

Persiapan program tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor BP Tapera, Jakarta Pusat, sebagai tindak lanjut pembahasan sebelumnya untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan berjalan optimal.

Rapat dihadiri Kepala Subdirektorat Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Direktorat Pesantren Kemenag, A. Rafiq Zainul Mun’im, beserta jajaran. Dari BP Tapera hadir Plt. Kepala Divisi Pemasaran II Muhammad Abdul Ghoni, sementara Bank Syariah Nasional diwakili Aryo dari kantor pusat.

Pertemuan membahas kesiapan pelaksanaan kegiatan, mekanisme koordinasi antarinstansi, pembagian tugas masing-masing pihak, hingga langkah strategis agar Akad Massal KPR FLPP bagi guru pesantren dapat terlaksana secara efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal.

Kasubdit Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Direktorat Pesantren, A. Rafiq Zainul Mun’im, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan guru pesantren.

“Guru pesantren merupakan pilar utama pendidikan keagamaan di Indonesia. Mereka tidak hanya mendidik santri, tetapi juga membangun karakter, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, dan memberdayakan masyarakat. Karena itu, upaya meningkatkan kesejahteraan guru pesantren merupakan bagian penting dalam memperkuat ekosistem pesantren secara berkelanjutan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Menurut Rafiq, melalui program KPR FLPP, guru pesantren akan memperoleh skema pembiayaan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan pendapatan mereka.

Ia mengungkapkan, Direktorat Pesantren menargetkan sedikitnya 1.000 guru pesantren dapat mengikuti Akad Massal KPR FLPP pada tahun ini. Dalam rangkaian acara juga akan dilakukan penyerahan kunci rumah secara simbolis kepada para penerima manfaat.

“Untuk lokasi dan detail acara masih terus kami bahas,” katanya.

Sementara itu, Plt. Kepala Divisi Pemasaran II BP Tapera, Muhammad Abdul Ghoni, menegaskan komitmen lembaganya untuk memperluas akses pembiayaan rumah layak bagi masyarakat, termasuk guru pesantren.

“Guru pesantren memiliki peran strategis dalam membangun karakter dan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, BP Tapera siap bersinergi dengan Kementerian Agama dan Bank Syariah Nasional agar pelaksanaan Akad Massal KPR FLPP berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama tersebut menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan guru pesantren melalui akses pembiayaan rumah yang terjangkau sehingga mereka dapat lebih fokus menjalankan tugas mendidik generasi bangsa.

Program Akad Massal KPR FLPP bagi guru pesantren juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto, yakni Program 3 Juta Rumah. Program tersebut bertujuan mengurangi angka kekurangan kepemilikan rumah (backlog) sekaligus memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap hunian yang layak, aman, dan terjangkau.

Melalui sinergi antara Kementerian Agama, BP Tapera, dan Bank Syariah Nasional, pemerintah berharap semakin banyak guru pesantren memperoleh kemudahan memiliki rumah sebagai wujud nyata peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik sekaligus memperkuat ekosistem pesantren yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

(Sumber: Kementerian Agama RI)

Kemenag dan KPK Perkuat Implementasi Stranas PK, Dorong Tata Kelola Bersih dan Transparan

0

JAKARTA (Aswajanews.id) — Inspektorat Jenderal Kementerian Agama bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar rapat koordinasi guna membahas progres implementasi tiga aksi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) Tahun 2025–2026 di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Rapat tersebut membahas implementasi digitalisasi layanan publik, pencegahan korupsi dalam pengadaan barang dan jasa, serta penguatan sistem penanganan perkara pidana dan benturan kepentingan. Ketiga aksi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel di lingkungan Kementerian Agama.

Sekretaris Inspektorat Jenderal Kementerian Agama, Khoirul Huda Basyir, selaku focal point Stranas PK, menegaskan bahwa implementasi ketiga aksi tersebut merupakan mandat yang harus dijalankan secara berkelanjutan sebagai bagian dari agenda nasional pencegahan korupsi.

“Seluruh proses ini tidak boleh dimaknai hanya sebagai pemenuhan kewajiban administratif, tetapi harus menjadi wujud keseriusan dan komitmen bersama dalam memperkuat upaya pencegahan korupsi di lingkungan Kementerian Agama,” ujar Khoirul Huda.

Ia menjelaskan, hingga periode pelaporan B18, capaian implementasi aksi digitalisasi layanan publik telah mencapai nilai 70. Sementara itu, aksi pencegahan korupsi pada pengadaan barang dan jasa mencapai 80,49. Adapun aksi penguatan sistem penanganan perkara pidana dan benturan kepentingan telah mencapai 97,5 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 100 persen setelah seluruh indikator terpenuhi.

Dalam pembahasan digitalisasi layanan publik, rapat mengevaluasi percepatan integrasi infrastruktur digital layanan Kantor Urusan Agama (KUA) yang terus dikembangkan agar pelayanan kepada masyarakat semakin efektif, terintegrasi, dan mudah diakses.

Forum juga menekankan pentingnya memperluas kerja sama antara Kantor Kementerian Agama kabupaten/kota dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) guna mengoptimalkan implementasi layanan digital hingga tingkat daerah.

Sementara itu, pada pembahasan aksi pencegahan korupsi di bidang pengadaan barang dan jasa, peserta rapat menyoroti perkembangan penilaian kinerja penyedia yang menunjukkan tren positif. Namun demikian, masih terdapat enam penyedia pada paket pengadaan tahun 2024 yang belum dapat dinilai akibat sejumlah kendala di lapangan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama untuk segera dicarikan solusi agar target implementasi dapat tercapai secara optimal.

Rapat juga mengevaluasi pelaksanaan masing-masing aksi sebagai bagian dari upaya penyempurnaan implementasi Stranas PK di lingkungan Kementerian Agama.

Menutup paparannya, Khoirul Huda menegaskan bahwa implementasi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi tidak semata-mata berorientasi pada pencapaian target kinerja, tetapi juga merupakan komitmen moral dalam membangun tata kelola yang berintegritas.

“Implementasi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi bukan hanya amanat negara, tetapi juga amanah moral yang sejalan dengan nilai-nilai kejujuran dan integritas yang diajarkan setiap agama,” tegasnya.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Inspektur III, Inspektur IV, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, serta tim implementasi aksi Stranas PK di lingkungan Kementerian Agama.

Melalui koordinasi ini, implementasi tiga aksi prioritas Stranas PK diharapkan semakin optimal, tidak hanya dalam memenuhi indikator kinerja, tetapi juga memperkuat sistem pencegahan korupsi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mewujudkan tata kelola Kementerian Agama yang semakin bersih, transparan, dan akuntabel.

(Kontributor: Dwi Endah Lestari)

Panitia PORSADIN Jateng Matangkan Penyambutan Kontingen dan Kesiapan Venue

0

TEGAL (Aswajanews.id) – Panitia Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) tingkat Provinsi Jawa Tengah terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan kegiatan yang akan digelar pada 9–10 Oktober 2026 di Kabupaten Tegal.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi panitia yang berlangsung di Sekretariat DPC FKDT Kabupaten Tegal, Ahad (2/8/2026). Rapat membahas kesiapan teknis, mulai dari penyambutan kontingen, penginapan peserta, hingga penentuan venue perlombaan.

Ketua Panitia PORSADIN Jawa Tengah, Akhmad Sururi, menyampaikan bahwa ajang tersebut akan diikuti 35 kontingen dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah. Karena itu, panitia terus mengintensifkan koordinasi agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.

“Beberapa lokasi penginapan sudah kami siapkan dengan mempertimbangkan kelayakan fasilitas, terutama MCK. Kontingen akan ditempatkan di beberapa titik penginapan dan masing-masing didampingi seorang koordinator panitia. Saat ini semuanya sudah siap, tinggal dilakukan pengecekan akhir oleh panitia provinsi,” ujar Sururi.

Ia menjelaskan, sebagian besar venue perlombaan akan dipusatkan di kawasan Perkantoran Pemerintah Kabupaten Tegal, sedangkan cabang olahraga seperti bulu tangkis, tenis meja, dan atletik akan dilaksanakan di GOR yang lokasinya tidak jauh dari kompleks perkantoran tersebut.

Untuk menjaga kualitas penilaian, panitia juga akan melibatkan dewan juri dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Tengah yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya. Sementara pelaksanaan cabang olahraga akan didukung oleh instansi terkait di Kabupaten Tegal.

Sementara itu, Ketua DPC FKDT Kabupaten Tegal, H. Muslihudin, mengatakan panitia lokal telah menyiapkan berbagai kebutuhan, termasuk mengoordinasikan lokasi penginapan bagi para peserta.

“Secara umum seluruh persiapan telah kami laporkan kepada panitia provinsi. Insya Allah, sekitar satu bulan sebelum pelaksanaan, Pemerintah Kabupaten Tegal akan mengundang seluruh SKPD terkait untuk mengikuti rapat teknis guna memantapkan kesiapan penyelenggaraan,” ungkapnya.

Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri Ketua DPW FKDT Jawa Tengah, KH Abdul Rohman, yang memberikan arahan kepada seluruh panitia mengenai pentingnya sinergi dan kesiapan maksimal demi suksesnya penyelenggaraan PORSADIN Jawa Tengah 2026 di Kabupaten Tegal.

(Red)

Polres Subang Ungkap 21 Kasus Narkoba, 26 Tersangka Diamankan dalam Operasi Pertengahan Juli 2026

0

SUBANG (Aswajanews.id) – Polres Subang mengungkap 21 kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan peredaran obat-obatan tanpa izin dalam periode pertengahan Juli 2026. Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Aula Patriatama Polres Subang, Selasa (4/8/2026).

Konferensi pers dipimpin langsung Kapolres Subang AKBP Andi Purwanto, S.I.K., M.H., serta dihadiri Wakil Bupati Subang, Ketua MUI Kabupaten Subang, Wakapolres Subang, unsur Forkopimda, Kejaksaan, Kodim 0605/Subang, Dinas Kesehatan, dan pejabat utama Polres Subang.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., mengatakan selama periode tersebut Satres Narkoba Polres Subang berhasil mengungkap 21 kasus, terdiri atas 14 kasus narkotika jenis sabu, 6 kasus peredaran sediaan farmasi tanpa izin, dan 1 kasus psikotropika.

Dari seluruh pengungkapan itu, polisi mengamankan 26 tersangka, yang seluruhnya berjenis kelamin laki-laki.

Selain para tersangka, petugas turut menyita barang bukti berupa 146,16 gram sabu, 10.721 butir sediaan farmasi tanpa izin, serta 89 butir psikotropika. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti pendukung seperti timbangan digital, telepon genggam, kendaraan roda dua, uang tunai, plastik klip, dan peralatan lain yang digunakan dalam aktivitas peredaran narkoba.

Kapolres Subang menjelaskan, para pelaku menjalankan berbagai modus operandi, mulai dari transaksi Cash on Delivery (COD), sistem tempel atau peta, transaksi langsung, hingga memanfaatkan media sosial seperti Facebook, WhatsApp, dan Instagram sebagai sarana komunikasi serta pemasaran.

“Pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Polres Subang dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di wilayah Kabupaten Subang,” tegas Kapolres.

Para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, serta ketentuan penyesuaian pidana dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara dan denda hingga Rp10 miliar.

Seluruh rangkaian konferensi pers berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Polres Subang menegaskan akan terus meningkatkan upaya penegakan hukum terhadap pelaku tindak pidana narkoba sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi penyalahgunaan narkotika demi mewujudkan Kabupaten Subang yang aman, sehat, dan bebas narkoba.

(Bambang K/Moh. Asep)

Dansat Brimob Polda Jabar Pastikan Kesiapan Personel Batalyon B Pelopor Lewat Apel Gelar Pasukan

0

CIANJUR (Aswajanews.id) – Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Zuhdi Batubara, S.I.K., M.Han., memimpin apel gelar pasukan di Markas Komando (Mako) Batalyon B Pelopor, Jalan Raya Cipanas KM 17 No. 4B, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Selasa (4/8/2026).

Apel diikuti oleh Wadanyon B Pelopor, Danki 3, Danki 4, serta seluruh personel Kompi 3 dan Kompi 4 Batalyon B Pelopor. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesiapan personel, perlengkapan, peralatan, hingga kendaraan dinas dalam menghadapi berbagai tugas operasional ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, Kombes Pol. Zuhdi Batubara melakukan pemeriksaan langsung terhadap seluruh unsur pendukung guna memastikan kesiapan maksimal personel Brimob.

Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Jawa Barat secara umum masih aman dan kondusif. Meski demikian, seluruh personel diminta tetap meningkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan, serta kemampuan merespons secara cepat setiap potensi gangguan keamanan.

Selain itu, ia mengingatkan seluruh anggota untuk terus menjaga disiplin, profesionalisme, soliditas, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Sebagai insan Brimob, kita harus selalu siap digerakkan kapan pun dan di mana pun negara membutuhkan. Jaga kekompakan, pelihara kemampuan, rawat perlengkapan, dan laksanakan setiap tugas dengan penuh tanggung jawab, loyalitas, serta keikhlasan. Kehadiran Brimob harus mampu memberikan rasa aman dan menjadi solusi bagi masyarakat,” tegas Kombes Pol. Zuhdi Batubara.

Di akhir arahannya, Dansat Brimob Polda Jabar menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel Batalyon B Pelopor atas dedikasi, semangat, dan loyalitas yang selama ini ditunjukkan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia berharap semangat pengabdian tersebut terus dipertahankan demi mewujudkan Brimob yang Presisi, profesional, modern, dan semakin dipercaya masyarakat.

(Bambang K/Moh Asep)

Hasil KRYD Polsek Ligung Berbuah Manis, Motor Hilang Dua Bulan Berhasil Ditemukan, Pemilik Apresiasi Kinerja Polri

0

MAJALENGKA (Aswajanews.id) – Kepolisian Resor (Polres) Majalengka Polda Jawa Barat terus mengoptimalkan upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui pelaksanaan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD). Program tersebut kembali membuahkan hasil dengan ditemukannya sepeda motor yang telah hilang selama dua bulan dan berhasil dikembalikan kepada pemiliknya.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, mengatakan bahwa langkah proaktif tersebut merupakan bagian dari pelayanan prima kepolisian dalam penegakan hukum sekaligus tindakan preventif guna mengantisipasi berbagai bentuk tindak kriminal.

“Pelayanan ini difokuskan pada pengungkapan tindak pidana, pengamanan barang bukti, serta memberikan kepastian hukum dan rasa aman kepada masyarakat,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).

Keberhasilan itu bermula saat Unit Reskrim Polsek Ligung yang tengah melaksanakan patroli KRYD menerima informasi dari aparat Desa Ligung Lor, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, mengenai keberadaan dua orang mencurigakan di pinggir jalan pada Kamis (31/7/2026) sekitar pukul 11.20 WIB.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas segera menuju lokasi. Saat dilakukan pemeriksaan terhadap dua orang yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio M3, keduanya tidak dapat menunjukkan dokumen resmi kepemilikan kendaraan. Petugas kemudian membawa mereka beserta kendaraan ke Mapolsek Ligung untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hasil pemeriksaan dan pencocokan nomor rangka serta nomor mesin dengan data kendaraan menunjukkan bahwa sepeda motor tersebut merupakan milik Santi Rahayu, warga Desa Kertabasuki, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka.

Setelah dihubungi, Santi Rahayu membenarkan bahwa kendaraan tersebut telah hilang sekitar dua bulan lalu setelah dipinjam oleh rekannya tanpa seizin dirinya.

Berkat kesigapan dan ketelitian personel Unit Reskrim Polsek Ligung dalam pelaksanaan KRYD, sepeda motor tersebut berhasil diamankan dan diserahkan kembali kepada pemilik yang sah.

Atas keberhasilan tersebut, Santi Rahayu menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada jajaran Polri, khususnya Polsek Ligung dan Polres Majalengka, atas respons cepat dan dedikasi dalam mengungkap kasus serta mengembalikan kendaraan miliknya.

(Bambang K/Moh. Asep)

Kepala MI Sirojut Tholibin Terapkan Program Sapa Pagi dengan Senyum

0

BREBES (Aswajanews.id) – Kepala MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa, Akhmad Sururi, secara konsisten melaksanakan program Sapa Pagi dengan Senyum (SPDS) sebagai kegiatan rutin untuk mewujudkan Madrasah Bahagia. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan belajar yang ramah, penuh semangat, dan sarat nilai-nilai karakter.

Setiap pagi sebelum pukul 07.00 WIB, Akhmad Sururi telah berdiri di pintu masuk madrasah untuk menyambut para siswa. Satu per satu siswa disalami, disapa dengan hangat, dan disambut dengan senyum yang diharapkan mampu menumbuhkan energi positif sejak awal hari.

“Setiap pagi saya menyambut mereka dengan sapaan dan senyum. Saya juga bertanya, bangun jam berapa, sudah salat Subuh atau belum, dan kalau sudah, salatnya jam berapa. Pertanyaan itu saya sampaikan setiap hari,” ujar Akhmad Sururi.

Menurutnya, kebiasaan tersebut juga menjadi sarana untuk melihat sejauh mana penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya kebiasaan bangun pagi dan melaksanakan ibadah salat Subuh di rumah masing-masing.

Apabila ada siswa yang mengaku belum melaksanakan salat Subuh, Sururi tidak memberikan hukuman. Ia memilih memberikan nasihat dengan cara yang lembut agar keesokan harinya mereka berusaha melaksanakan salat tepat waktu. Begitu pula kepada siswa yang bangun terlalu siang, ia mendorong mereka agar meminta bantuan orang tua untuk membangunkan lebih awal.

“Pendidikan di MI Sirojut Tholibin bukan hanya tentang belajar mata pelajaran di kelas, tetapi juga membiasakan bangun pagi, melaksanakan ibadah, dan melakukan berbagai kegiatan positif yang membentuk karakter anak. Jika kebiasaan itu dilakukan secara istiqamah, maka akan menjadi karakter yang kuat,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam ajaran Islam, anak yang telah berusia tujuh tahun mulai diperintahkan untuk melaksanakan salat. Karena itu, guru sebagai orang tua kedua di sekolah memiliki tanggung jawab untuk terus mengingatkan dan membimbing peserta didik agar terbiasa menjalankan salat lima waktu.

Sebagai pecinta buku-buku motivasi, Akhmad Sururi juga rutin memberikan dorongan kepada para siswa agar rajin belajar, disiplin, dan membiasakan diri bangun pagi. Menurutnya, bangun pagi tidak hanya bermanfaat bagi kedisiplinan, tetapi juga berdampak positif terhadap kesehatan dan kesiapan anak dalam mengikuti proses pembelajaran.

Melalui program SPDS, MI Sirojut Tholibin berharap budaya senyum, salam, sapa, disiplin, dan pembiasaan ibadah dapat terus tumbuh sehingga melahirkan generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, dan berprestasi. (Red)

Di Tengah Kemarau Panjang, Yonkav 3/AC Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

0

MALANG (Aswajanews.id) – Di tengah musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah, Satuan Yonkav 3/AC menunjukkan kepeduliannya dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat binaan yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air. Kegiatan bakti sosial yang dilaksanakan pada Selasa (4/8/2026) ini merupakan wujud nyata pengabdian TNI AD dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat.

Kemarau berkepanjangan menyebabkan menurunnya ketersediaan sumber air bersih di beberapa wilayah binaan sehingga berdampak pada aktivitas dan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Menyikapi kondisi tersebut, Yonkav 3/AC bergerak cepat dengan mendistribusikan air bersih menggunakan kendaraan pemadam kebakaran (Damkar) milik satuan.

Kendaraan Damkar yang selama ini digunakan untuk penanggulangan kebakaran dioptimalkan sebagai sarana distribusi air bersih. Langkah ini menjadi bentuk pemanfaatan sarana dan prasarana satuan untuk mendukung aksi kemanusiaan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Selama proses pendistribusian, personel Yonkav 3/AC bersama aparat setempat memastikan penyaluran bantuan berlangsung aman, tertib, dan tepat sasaran. Air bersih yang disalurkan dimanfaatkan warga untuk memenuhi kebutuhan pokok, seperti memasak, mandi, mencuci, hingga keperluan rumah tangga lainnya.

Warga menyambut baik bantuan tersebut karena sangat membantu di tengah sulitnya memperoleh air bersih akibat musim kemarau.

Melalui kegiatan ini, Yonkav 3/AC berharap dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan sekaligus mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kegiatan ini juga menjadi bukti komitmen satuan untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjalankan tugas pertahanan negara, tetapi juga melalui aksi-aksi kemanusiaan yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

(Red)

MI Sirojut Tholibin Rutin Gelar Senam Bersama, Wujudkan Siswa Sehat dan Bahagia

0

BREBES (Aswajanews.id) – MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, kembali melaksanakan kegiatan senam bersama yang diikuti seluruh siswa dan dewan guru pada Sabtu pagi. Kegiatan yang berlangsung di halaman madrasah tersebut menjadi agenda rutin setiap akhir pekan sebagai upaya membiasakan pola hidup sehat sejak dini.

Dengan penuh semangat, para siswa mengikuti setiap gerakan senam yang dipandu oleh guru kelas I, Sulastri. Suasana penuh keceriaan tampak mewarnai kegiatan yang menjadi salah satu program pembinaan kesehatan di lingkungan madrasah.

Kepala MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa, Akhmad Sururi, mengatakan bahwa senam bersama merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam membentuk peserta didik yang sehat, aktif, dan siap mengikuti proses pembelajaran.

“Menjaga kesehatan fisik sangat penting. Dengan tubuh yang sehat, aktivitas belajar dapat berlangsung lebih optimal. Islam juga mengajarkan umatnya untuk menjaga kesehatan, salah satunya melalui olahraga yang dilakukan dengan cara yang benar,” ujar Sururi.

Ia menambahkan, selain senam bersama, madrasah juga sesekali mengadakan kegiatan jalan sehat mengelilingi wilayah Desa Rengaspendawa. Menurutnya, berjalan kaki merupakan olahraga sederhana yang mampu melatih otot, meningkatkan kebugaran, serta menjaga kesehatan tubuh.

“Pada Sabtu, 1 Agustus 2026, seluruh siswa bersama dewan guru mengikuti olahraga bersama dengan penuh semangat. Saya melihat mereka sangat bahagia mengikuti kegiatan rutin ini. Semoga seluruh siswa dan guru MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa selalu diberikan kesehatan. Bahagia dan sehat akan menjadi bekal untuk meraih kesuksesan bersama,” pungkasnya.

(Red)

DPC FKDT Brebes Gelar Diskusi Kurikulum MDT via Zoom, Bahas Standarisasi dan Pengembangan Pembelajaran

0

BREBES (Aswajanews.id) – Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Kabupaten Brebes menggelar diskusi mengenai Kurikulum Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) secara daring melalui Zoom pada Sabtu, 1 Agustus 2026.

Kegiatan yang dipimpin Ketua DPC FKDT Kabupaten Brebes, Akhmad Sururi, tersebut diikuti 12 peserta yang terdiri atas Tim LKS dan sejumlah Ketua DPAC FKDT tingkat kecamatan. Diskusi berlangsung lebih dari satu jam sebagai langkah awal menyusun agenda bedah Buku Panduan Kurikulum MDT yang diterbitkan Kementerian Agama.

Buku panduan tersebut diharapkan menjadi pedoman pelaksanaan pembelajaran di Madrasah Diniyah Takmiliyah di seluruh Indonesia. Penyusunannya sendiri melalui proses pembahasan yang panjang dengan melibatkan para praktisi MDT.

Dalam pembukaan diskusi, Akhmad Sururi mengajak seluruh peserta membaca Surah Al-Fatihah sebelum memulai pembahasan. Ia menegaskan bahwa kurikulum merupakan salah satu unsur terpenting dalam penyelenggaraan pendidikan.

Menurutnya, perubahan kurikulum di lembaga pendidikan formal merupakan sebuah keniscayaan sebagai respons terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sementara itu, Madrasah Diniyah memiliki karakteristik kurikulum yang berbeda karena selama ini mayoritas menggunakan kitab-kitab pesantren sebagai bahan ajar utama, seperti Mabadi Fiqih, Aqidatul Awam, Tuhfatul Athfal, dan Hidayatus Shibyan, meski sebagian lainnya telah mengadopsi model kurikulum Kementerian Agama.

Sururi menjelaskan, struktur pembahasan kitab pesantren berbeda dengan kurikulum pendidikan formal. Dalam kitab-kitab pesantren, satu materi dapat dipelajari kembali pada jenjang berikutnya dengan tingkat pendalaman yang lebih tinggi. Sebagai contoh, pembahasan hukum nun mati dan tanwin muncul pada kitab Hidayatus Shibyan maupun Tuhfatul Athfal. Demikian pula materi fikih dalam kitab Mabadi Fiqih, Safinah, hingga Taqrib yang memiliki kesinambungan pembahasan.

“Berbeda dengan kurikulum pendidikan formal. Materi seperti thaharah yang telah diajarkan di kelas satu umumnya tidak diulang lagi pada kelas berikutnya dalam jenjang yang sama,” jelas alumni Pondok Pesantren Lirboyo Kediri tersebut.

Ia menambahkan, perkembangan zaman menuntut adanya inovasi dalam pengembangan kurikulum MDT. Namun demikian, inovasi tersebut tetap harus menjaga identitas Madrasah Diniyah sebagai lembaga yang berakar pada tradisi pesantren.

“Prinsip Al-Muhafazhatu ‘ala al-qadim ash-shalih wal akhdzu bil jadid al-ashlah harus menjadi pegangan. Kitab kuning tetap menjadi ciri khas MDT, sementara metode pembelajaran dan pengembangan kurikulumnya perlu terus diperbarui sesuai perkembangan zaman,” ujarnya.

Ketua DPAC FKDT Kecamatan Paguyangan, Mutasim Billah, menyambut baik gagasan tersebut. Menurutnya, standarisasi kurikulum sangat diperlukan karena hingga kini belum seluruh MDT di Kabupaten Brebes memiliki keseragaman materi pembelajaran.

Ia berharap Buku Standarisasi Kurikulum MDT dari Kementerian Agama dapat menjadi acuan operasional bagi seluruh MDT di Kabupaten Brebes.

Pandangan senada disampaikan Ketua DPAC FKDT Kecamatan Losari, H. Nurohman. Ia menilai inovasi dan pengembangan kurikulum merupakan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Selama ini, materi pelajaran antar-MDT masih beragam sehingga diperlukan standar kurikulum yang sama.

Menindaklanjuti berbagai masukan tersebut, DPC FKDT Kabupaten Brebes berencana memfasilitasi forum diskusi lanjutan dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidang pengembangan kurikulum MDT. Dalam waktu dekat, DPC FKDT juga akan mengundang perwakilan pengurus DPAC FKDT kecamatan beserta para praktisi pendidikan untuk membahas implementasi kurikulum secara lebih mendalam.

(Red)

Kemenag Siapkan 90 Buku PAI dan Bahasa Arab Gratis untuk Madrasah, Bisa Diunduh Secara Digital

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Kementerian Agama telah menyiapkan 90 buku Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab untuk siswa madrasah. Buku-buku tersebut bisa diunduh secara gratis melalui website Kementerian Agama.

Terbitan Kementerian Agama ini terdiri atas 58 Buku Teks Utama (BTU) Mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab pada Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA), serta 32 Buku Mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab untuk siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Program Keagamaan.

“Kita sudah siapkan 90 buku mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab untuk siswa madrasah. Semua bisa diunduh melalui website Kementerian Agama secara gratis,” tegas Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno di Jakarta, Selasa, 4 Agustus 2026.

“Ini semua kita siapkan untuk memudahkan siswa dan guru madrasah, sekaligus menjadi langkah kami untuk ikut berkontribusi dalam penguatan literasi,” sambungnya.

Menurut Amien Suyitno, kehadiran BTU adalah amanat Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan. Kementerian Agama bertanggung jawab menyediakan bahan ajar yang bermutu.

“Buku-buku ini ditulis dengan tahapan dan penjenjangan yang terorganisir. Penjaringan penulis secara ketat, telaah oleh reviewer, evaluasi oleh penilai dan juga diawasi oleh supervisor dengan pelibatan penuh PBAL2K (Pusat Penilaian Buku Agama Lektur dan Literasi Keagamaan) Kemenag RI,” jelas Amien Suyitno.

“Buku ini disajikan dalam format digital agar lebih efisien serta memudahkan akses guru dan siswa,” lanjutnya.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah, Nyayu Khodijah, menambahkan, seiring terbit Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025 tentang Pedoman Implementasi Kurikulum pada RA, MI, MTs, MA dan MAK, pihaknya menerbitkan Buku Teks Utama (BTU) PAI dan Bahasa Arab pada madrasah yang terdiri dari: Al-Qur’an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, SKI, dan bahasa Arab untuk jenjang MI, MTs, dan MA/MAK.  Selain itu, diterbitkan juga BTU untuk mata pelajaran MA Program Keagamaan (MAPK) yakni Tafsir, Hadis, Ilmu Tafsir, Ilmu Hadis, Fikih, Ushul Fikih, Ilmu Kalam, Akhlak Tasawuf, dan Bahasa Arab. Buku untuk MAPK ditulis dengan pengantar bahasa Arab.

“Materi ajar BTU ini dikemas dengan pendekatan yang mudah dipahami guna membentuk karakter dan moral yang kokoh. Pada jenjang MI dan MTs, materi disajikan secara interaktif agar siswa dapat mengamalkan nilai-nilai Islam yang ramah dan inklusif dalam kehidupan sehari-hari. Untuk siswa di tingkat menengah atas, materi BTU dirancang dengan analisis yang lebih mendalam guna membekali mereka menghadapi tantangan zaman modern,” papar Nyayu Khodijah.

Buku Teks Utama atau BTU, lanjut Nyayu Khodijah, dirancang sebagai media pengayaan bagi murid madrasah untuk memahami ilmu agama secara benar. Selain itu di dalamnya memuat KBC (Kurikulum Berbasis Cinta) dengan Panca Cinta yaitu Cinta Allah dan Rasul-Nya, Cinta Ilmu, Cinta Lingkungan, Cinta Diri dan Sesama Manusia, serta Cinta Tanah Air. Keberadaan KBC menjadi ruh bagi pembelajaran di madrasah.

“Murid madrasah tidak saja dibekali dengan pengetahuan tetapi juga dilatih menjadi insan yang memiliki cara berpikir, bersikap, dan bertindak moderat,” paparnya.

“Moderat yang dimaksud adalah bersikap saling toleran, saling menghormati, menghindari sikap klaim kebenaran eksklusif (memandang benar sendiri), menghindari tindak kekerasan baik fisik maupun psikis, dan menghormati budaya local,” tambahnya.

Ditambahkan Nyayu Khodijah, BTU ini adalah dokumen hidup yang dinamis, fleksibel, memungkinkan disempurnakan sesuai tuntutan zaman, terbuka untuk diberi saran dan kritik. Saran dan masukan dari berbagai pihak akan menjadi bahan penyempurnaan buku PAI dan Bahasa Arab sehingga dapat memberi manfaat yang lebih luas.

“Kementerian Agama juga menyediakan materi pengayaan keilmuan yang sangat spesifik bagi siswa Madrasah Aliyah Program Keagamaan (MAPK). Buku-buku digital khusus MAPK ini memuat kajian literasi tingkat tinggi, pemahaman teologi dari berbagai perspektif, studi perbandingan mazhab, hingga penguasaan tata bahasa Arab lanjutan,” tandasnya.

Berikut rincian buku Mata Pelajaran terbitan Kementerian Agama:

Buku Teks Utama Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab Pada Madrasah

Terbagi dalam enam fase, yaitu: Fase A (Kelas 1 dan 2), Fase B (Kelas 3 dan 4), Fase C (Kelas 5 dan 6), Fase D (Kelas 7, 8 dan 9), Fase E (Kelas 10), dan Fase F (Kelas 11 dan 12), untuk mata pelaran sebagai berikut:

  1. Al-Qur’an Hadis

  2. Akidah Akhlak

  3. Fikih

  4. Sejarah Kebudayaan Islam

  5. Bahasa Arab

Buku Mata Pelajaran PAI dan Bahasa Arab MAN Program Keagamaan (Berbahasa Arab)

A. Untuk Kelas 10, 11, dan 12

  1. Tafsir

  2. Hadis

  3. Ilmu Kalam

  4. Akhlak Tasawuf

  5. Fikih

  6. Bahasa Arab (Nahwu-Arab)

B. Untuk Kelas 11 dan 12

  1. Ilmu Hadis

  2. Ilmu Tafsir

  3. Ushul Fikih

  4. Bahasa Arab Tingkat Lanjut

  5. Ilmu Hadis (Bahasa Indonesia)

  6. Ilmu Fikih (Bahasa Indonesia)

  7. Ilmu Tafsir (Bahasa Indonesia)

(Sumber: Kemenag RI)

YANMU Salurkan 11 Ambulans dan 1.000 Al-Qur’an untuk PWNU-PCNU se-Indonesia

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Yayasan Anugerah Nusantara Al-Mubarokah (YANMU) melalui Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyalurkan 11 unit ambulans dan 1.000 mushaf Al-Qur’an kepada Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di berbagai daerah dalam Program Rihlah Kemanusiaan.

Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Wakil Ketua Umum YANMU, Syahdhana Hardjo Baswara, kepada Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf di halaman Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat, Senin (3/8/2026).

Ketua Umum PBNU, yang akrab disapa Gus Yahya, menyampaikan bahwa selama ini berbagai program nasional PBNU selalu dikoordinasikan melalui jaringan PWNU dan PCNU di seluruh Indonesia. Menurutnya, pola tersebut terbukti efektif menjangkau masyarakat hingga ke daerah.

“Yang lebih cepat itu kalau dikoordinasikan lewat PWNU dan PCNU seluruh Indonesia. Karena saya Ketua Umum, saya mengerti dan memang sudah terbukti selama ini berbagai kerja sama nasional yang melibatkan jaringan PWNU dan PCNU efektif menjangkau masyarakat,” ujarnya.

Gus Yahya juga menyoroti masih terbatasnya akses layanan kesehatan di sejumlah wilayah Indonesia. Ia menilai keberadaan ambulans sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat yang kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan.

“Kita melihat bahwa di daerah-daerah ini keberadaan tempat-tempat layanan kesehatan masih belum cukup merata. Ada wilayah yang fasilitas kesehatannya belum mudah dijangkau, termasuk sarana untuk mengantarkan warga yang membutuhkan layanan kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum YANMU, Syahdhana Hardjo Baswara, mengatakan distribusi ambulans akan dilakukan secara bertahap dalam dua hingga tiga pekan ke depan. Hingga saat ini, pihaknya telah menerima sekitar 300 pengajuan ambulans dari PWNU dan PCNU.

“Insyaallah paling cepat dua sampai tiga minggu sudah terealisasi dan tiba di PWNU maupun PCNU di seluruh Indonesia. Target kami dapat merealisasikan 400 hingga 500 unit ambulans,” ungkapnya.

Ia menegaskan YANMU akan terus mendukung berbagai program kemanusiaan PBNU, khususnya dalam memperluas akses layanan kesehatan melalui penyediaan ambulans bagi masyarakat.

Dari 11 unit ambulans yang disiapkan, sebanyak 10 unit menggunakan basis Daihatsu Luxio dan satu unit menggunakan Toyota HiAce.

Sepuluh ambulans Luxio akan didistribusikan ke sejumlah pondok pesantren, yakni Pesantren Habib Haidar (Semarang), Pesantren Al-Anwar 1 dan Al-Anwar 2 (Sarang, Rembang), Pesantren Al-Falah Ploso (Kediri), Pesantren Lirboyo (Kota Kediri), Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas (Jombang), Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo (Situbondo), serta Pesantren Habib Alwi dan Pesantren Bustanul Ma’arif (Gumukmas, Jember).

Sementara itu, satu unit ambulans Toyota HiAce akan ditempatkan di lokasi pelaksanaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, guna mendukung pelayanan kesehatan bagi peserta muktamar.

(Sumber: NU Online)

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026: El Clasico Indonesia dan Derby Jatim Perebutkan Tiket Final

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Babak semifinal Piala Presiden 2026 akan digelar di Stadion I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Selasa (4/8/2026). Dua laga bergengsi siap menyajikan pertarungan sengit dalam perebutan tiket menuju partai final.

Laga pembuka mempertemukan dua rival abadi sepak bola nasional, Persib Bandung melawan Persija Jakarta, yang akan berlangsung pukul 15.30 WIB. Duel bertajuk El Clasico Indonesia ini sekaligus menjadi ajang pembuktian bagi dua pelatih baru.

Persib kini berada di bawah arahan Igor Tolic, yang menggantikan Bojan Hodak. Sementara Persija ditangani mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, yang menjalani debutnya dalam laga besar bersama Macan Kemayoran.

Pada pertandingan kedua, Persebaya Surabaya akan menghadapi Arema FC dalam laga bertajuk Derby Jawa Timurmulai pukul 19.30 WIB. Rivalitas panjang kedua tim dipastikan membuat pertandingan berlangsung ketat.

Arema FC bertekad mempertahankan reputasinya sebagai salah satu tim tersukses di ajang Piala Presiden. Di sisi lain, Persebaya datang dengan ambisi besar bersama pelatih anyar Bernardo Tavares, yang diperkuat sejumlah rekrutan baru, termasuk mantan pemain PSM Makassar, Yuran Fernandes dan Ricky Pratama.

Meski berstatus turnamen pramusim, Piala Presiden tetap memiliki gengsi tinggi. Hadiah sebesar Rp6 miliar bagi juara menjadi motivasi tambahan bagi keempat semifinalis untuk tampil maksimal.

Jadwal Semifinal Piala Presiden 2026

Selasa, 4 Agustus 2026

  • 15.30 WIB: Persib Bandung vs Persija Jakarta
  • 19.30 WIB: Persebaya Surabaya vs Arema FC

Klasemen Akhir Grup A

Pos Tim Main M S K SG Poin
1 Persib Bandung 3 3 0 0 +3 9
2 Arema FC 3 2 0 1 +2 6
3 Tampines Rovers 3 0 1 2 -2 1
4 DPMM FC 3 0 1 2 -3 1

Klasemen Akhir Grup B

Pos Tim Main M S K SG Poin
1 Persebaya Surabaya 3 3 0 0 +3 9
2 Persija Jakarta 3 1 1 1 +2 4
3 Port FC 3 1 1 1 +1 4
4 PSMS Medan 3 0 0 3 -6 0

Kedua pertandingan semifinal dijadwalkan disiarkan langsung oleh Indosiar serta dapat disaksikan melalui layanan live streaming Vidio. Empat tim terbaik akan berjuang habis-habisan demi mengamankan satu tempat di partai puncak Piala Presiden 2026. (*)

Lailatul Ijtima’ NU Kaliwlingi Perkuat Ukhuwah, Konsolidasi Organisasi, dan Kajian Keagamaan

0

BREBES (Aswajanews.id) – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Kaliwlingi menggelar kegiatan Lailatul Ijtima’ Nahdlatul Ulama pada Senin malam (3/8/2026) di Masjid Nurul Hidayah, Desa Kaliwlingi. Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap malam Selasa Pon atau setiap 35 hari sekali ini menjadi sarana mempererat ukhuwah, meningkatkan ibadah, sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil, dzikir Sinuhun, shalawat Nabi Muhammad SAW, dan doa bersama yang diikuti oleh pengurus serta warga Nahdliyin.

Ketua Tanfidziyah PRNU Kaliwlingi, Solichin, dalam sambutannya mengajak seluruh warga NU menjadikan Lailatul Ijtima’ sebagai wadah memperkuat kebersamaan sekaligus ruang diskusi dalam menyikapi berbagai persoalan keagamaan maupun persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

“Melalui Lailatul Ijtima’ ini, mari kita jadikan sebagai forum silaturahmi, diskusi keagamaan, serta media penyampaian informasi dan konsolidasi organisasi agar Nahdlatul Ulama semakin solid dalam memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain sebagai forum ibadah dan silaturahmi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana penyampaian berbagai informasi penting dari pengurus kepada warga Nahdliyin.

Lailatul Ijtima’ kali ini melibatkan seluruh unsur keluarga besar NU di Kaliwlingi, mulai dari Pengurus Ranting NU, Muslimat NU, Fatayat NU, GP Ansor, hingga IPNU-IPPNU.

Pada sesi kajian, peserta mengikuti pembacaan dan pembahasan Kitab Bahjatul Wasail yang dipandu oleh Ustaz Imam Jaelani, salah seorang pengurus Ranting NU Kaliwlingi.

Melalui kegiatan rutin tersebut, diharapkan semangat kebersamaan, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta sinergi antar badan otonom Nahdlatul Ulama di Kaliwlingi terus terjaga dan semakin berkembang. (Red)

Beragama dengan Hikmah: Jalan Tengah antara Dogma, Rasionalitas, dan Budaya

0

Di tengah dinamika kehidupan modern, agama kerap dipahami secara ekstrem. Di satu sisi, ia digenggam begitu erat hingga berubah menjadi dogma yang kaku, membatasi nalar, bahkan mematikan ruang dialog. Di sisi lain, agama dilepaskan sepenuhnya sehingga manusia terjebak dalam rasionalisme yang dingin, kehilangan dimensi spiritual dan makna transendental.

Metafora tentang agama yang “jika dilepas akan terbang, tetapi jika digenggam terlalu erat akan tersiksa” menggambarkan dilema keberagamaan manusia. Karena itu, memahami agama, budaya, dan Ketuhanan secara utuh menuntut keberanian menempuh jalan tengah: tidak terjebak dalam dogmatisme yang menutup akal, namun juga tidak tenggelam dalam rasionalisme yang mengabaikan nilai-nilai ilahi.

Dogma memang memiliki fungsi penting sebagai penjaga keutuhan ajaran dan identitas keagamaan. Namun, ketika dogma diperlakukan secara absolut, agama berpotensi berubah dari sumber pembebasan menjadi penjara kesadaran. Tuhan yang Mahaluas direduksi menjadi sekumpulan aturan yang kaku, sementara sains, akal sehat, dan nilai-nilai kemanusiaan dipandang sebagai ancaman.

Padahal, agama semestinya dipahami sebagai jalan hidup yang dinamis. Ia bukan sekadar kumpulan teks, melainkan pedoman moral dan spiritual yang membimbing manusia menuju kehidupan yang lebih bermartabat. Beragama dengan hikmah berarti menjaga prinsip-prinsip dasarnya tanpa menutup ruang berpikir, berdialog, dan belajar dari perkembangan zaman. Teks hadir untuk membimbing manusia, bukan sebaliknya manusia diperbudak oleh pembacaan teks yang sempit.

Dalam konteks itu, budaya memiliki peran yang tak kalah penting. Jika agama adalah esensi ilahi, maka budaya merupakan wadah tempat nilai-nilai tersebut berinteraksi dengan realitas kehidupan. Budaya adalah hasil olah akal, rasa, dan pengalaman sejarah manusia dalam merespons kehadiran Tuhan.

Hubungan agama dan budaya bukanlah hubungan yang saling meniadakan, melainkan saling memperkaya. Budaya yang kehilangan nilai-nilai spiritual berisiko terjebak dalam materialisme dan kehilangan arah etis. Sebaliknya, agama yang menolak konteks budaya akan terasa asing, kaku, dan sulit menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berubah.

Melalui kebudayaan, nilai-nilai Ketuhanan menjelma menjadi tradisi, seni, tata krama, gotong royong, dan kepedulian sosial. Di sinilah agama menemukan wajahnya yang paling manusiawi: bukan sekadar ajaran yang dihafal, tetapi nilai yang hidup dalam perilaku sehari-hari.

Demikian pula dengan sains dan rasionalitas. Keduanya merupakan anugerah Tuhan yang memungkinkan manusia memahami keteraturan alam semesta. Namun, rasionalisme yang sepenuhnya menolak dimensi spiritual sering kali berujung pada nihilisme, ketika segala sesuatu hanya diukur secara material, tetapi kehilangan makna terdalam.

Yang dibutuhkan bukan pertentangan antara sains dan agama, melainkan apa yang dapat disebut sebagai rasionalisme berjiwa (enlightened rationalism). Dalam perspektif ini, ilmu pengetahuan dan spiritualitas dipandang sebagai dua sayap yang membawa manusia menuju kebenaran. Sains membantu menjelaskan bagaimana alam bekerja, sedangkan agama memberikan jawaban mengapa manusia ada dan untuk tujuan apa ia menjalani kehidupan.

Karena itu, mencintai ilmu pengetahuan tidak berarti meninggalkan Tuhan. Sebaliknya, beriman kepada Tuhan juga tidak mengharuskan seseorang memusuhi sains. Keduanya justru saling melengkapi dalam membangun peradaban yang maju sekaligus bermartabat.

Pada akhirnya, Ketuhanan yang sejati tidak ditemukan dalam klaim kebenaran yang disertai kebencian, ataupun dalam cengkeraman doktrin yang melukai sesama. Tuhan lebih nyata hadir melalui hikmah—pertemuan antara kedalaman iman, kejernihan akal, dan keluhuran budaya.

Beragama dengan hikmah berarti memegang agama dengan telapak tangan yang terbuka: memeluk nilai-nilainya dengan cinta dan komitmen, sekaligus memberi ruang bagi akal untuk berpikir, budaya untuk berkembang, dan kasih sayang untuk menyembuhkan kehidupan. Dengan cara itulah agama tetap menjadi cahaya yang menerangi manusia, bukan beban yang membelenggu kemanusiaannya.

Referensi:

  • Nurcholish Madjid, Islam, Doktrin dan Peradaban. Buku ini menjadi salah satu rujukan penting mengenai hubungan Islam, modernitas, dan kebudayaan.

Kapolri Ajak Anggota Polri Teladani Integritas Jenderal Hoegeng Lewat Hoegeng Awards 2026

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh anggota Polri untuk terus meneladani semangat pengabdian, integritas, dan keteladanan almarhum Jenderal Polisi Hoegeng Iman Santoso dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan Kapolri usai menghadiri Malam Penganugerahan Hoegeng Awards 2026 yang berlangsung di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta Selatan, Jumat (31/7/2026).

“Seluruh anggota Polri harus terus menjaga semangat Hoegeng, merawat institusi yang kita cintai, serta menjadi polisi yang benar-benar dicintai masyarakat,” ujar Kapolri.

Ia menegaskan, nilai-nilai integritas, kejujuran, profesionalisme, dan pengabdian tanpa pamrih yang diwariskan Jenderal Hoegeng harus menjadi pedoman bagi setiap anggota Polri, baik saat menjalankan tugas di hadapan masyarakat maupun ketika tidak berada dalam pengawasan.

Menurut Kapolri, setiap personel Polri dituntut bekerja dengan sepenuh hati demi kepentingan masyarakat dan institusi. Konsistensi dalam menjaga integritas menjadi fondasi penting untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap Polri.

“Semangat tersebut harus terus kita jaga sebagai obor yang akan melahirkan Hoegeng-Hoegeng berikutnya,” tegasnya.

Hoegeng Awards 2026 merupakan penyelenggaraan kelima sejak pertama kali digelar pada 2022. Tahun ini, sebanyak 9.125 anggota Polri diusulkan masyarakat dalam lima kategori penghargaan. Setelah melalui proses verifikasi, penilaian Dewan Pakar, dan uji publik, terpilih lima anggota Polri yang dinilai memiliki dedikasi, inovasi, serta integritas tinggi.

Kapolri juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga almarhum Jenderal Hoegeng Iman Santoso, Detikcom, Dewan Pakar, panitia penyelenggara, serta seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Hoegeng Awards 2026.

Penerima Hoegeng Awards 2026

  • Polisi Berdedikasi: Kombes Pol. Eko Budhi Purwono, S.I.K., atas program Green Policing di Polda Riau.
  • Polisi Inovatif: Brigadir Polisi Renita Rismayanti, S.H., anggota Divisi Hubungan Internasional Polri.
  • Polisi Pelindung Perempuan, Anak, dan Kelompok Rentan: AKP Siti Elminawati, S.H., M.H., dari Ditreskrimum Polda Sulawesi Tengah.
  • Polisi Tapal Batas dan Pedalaman: Iptu Motalip Litiloly, Kasat Samapta Polres Nduga, Polda Papua.
  • Polisi Berintegritas: Kombes Pol. Norul Hidayat, S.I.K., Kepala Sekolah Polisi Negara Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Sementara itu, Chairman CT Corp Chairul Tanjung berharap Hoegeng Awards dapat terus menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh anggota Polri untuk meningkatkan integritas, profesionalisme, serta kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Melalui ajang penghargaan ini, semangat keteladanan Jenderal Hoegeng diharapkan terus hidup dalam setiap sikap, keputusan, dan pengabdian anggota Polri, sehingga mampu melahirkan sosok-sosok polisi yang profesional, berintegritas, humanis, dan semakin dipercaya masyarakat.

(Red)

Masjid Jami Gandasuli, Masjid Tua di Brebes yang Tetap Mempertahankan Soko Guru Berusia Lebih dari Satu Abad

0

BREBES (Aswajanews.id) – Di tengah menjamurnya pembangunan masjid bergaya arsitektur Timur Tengah di wilayah Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Brebes, Masjid Jami Gandasuli di Kelurahan Gandasuli, Kecamatan Brebes, tetap teguh mempertahankan keaslian bangunan utamanya, terutama empat soko guru (tiang utama) yang diperkirakan telah berusia lebih dari 100 tahun.

Hingga 1 Agustus 2026, Masjid Jami Gandasuli bersama Masjid Agung Brebes menjadi dua masjid tua di Kabupaten Brebes yang masih mempertahankan soko guru sebagai bagian dari bangunan utama. Keberadaan soko guru tersebut tidak hanya memiliki nilai arsitektur, tetapi juga menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan budaya, sejarah, serta perjuangan para leluhur yang membangun masjid dengan penuh pengorbanan.

Terletak di Jalan Maulana Malik Ibrahim No. 3, RT 01 RW 02, Kelurahan Gandasuli, Kecamatan Brebes, sekitar empat kilometer dari Alun-Alun Brebes, Masjid Jami Gandasuli dikenal sebagai masjid tertua kedua di kawasan antara Sungai Pemali dan Sungai Kaligangsa setelah Masjid Agung Brebes.

Menurut catatan sejarah masyarakat setempat, masjid ini didirikan sekitar tahun 1900 Masehi oleh Haji Asy’ari bin Haji Ansor di atas tanah milik pribadinya. Seluruh proses pembangunan dibiayai menggunakan harta pribadi sebagai bentuk pengabdian kepada agama dan masyarakat.

Tidak hanya membangun masjid, Haji Asy’ari juga mewakafkan sejumlah lahan persawahan untuk menopang kebutuhan operasional dan kemakmuran masjid. Demi menghidupkan syiar Islam, beliau kemudian mendatangkan seorang ulama dari Sindanglaut, Cirebon, yakni Kyai Amari bin Kyai Salka, yang dipercaya menjadi imam sekaligus pembimbing keagamaan masyarakat Gandasuli.

Kyai Haji Amari lahir pada tahun 1877 dan wafat pada 1962. Makamnya kini berada di Kompleks Situs Bersejarah Jamirah-Jaminten, Kelurahan Gandasuli. Dalam sejarah dakwah Islam di wilayah tersebut, beliau dikenal sebagai ulama pertama yang berperan besar menyebarkan ajaran Islam di Gandasuli dan desa-desa sekitarnya.

Tokoh masyarakat Gandasuli sekaligus Ketua Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Gandasuli, Ustadz H. Abdul Hamid Muhtadi, S.Pd.I, mengatakan jasa Haji Asy’ari dan Kyai Amari sangat besar dalam membangun kehidupan keagamaan masyarakat.

“Sekitar tahun 1900, Mbah Haji Asy’ari membangun Masjid Jami Gandasuli. Untuk menghidupkan kegiatan keagamaan, beliau mendatangkan Kyai Amari dari Sindanglaut, Cirebon. Kyai Amari kemudian menjadi ulama pertama dalam babad Gandasuli yang aktif mengajarkan agama Islam dan berdakwah kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, Kyai Amari dikenal sebagai ulama kharismatik yang berdakwah dengan pendekatan sosial budaya sehingga ajaran Islam mudah diterima masyarakat. Di kalangan warga, beliau juga diyakini memiliki karomah.

Dari pernikahannya dengan Hj. Fatimah, putri Haji Usman, KH Amari dikaruniai enam putra-putri, yakni Nyai Kona’ah, Nyai Romlah, Nyai Fathonah, Sobriyah, H. Miftah, serta Kyai Nasukha yang kemudian dikenal sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Cipeujeuh, Sindanglaut, Cirebon.

Warisan Tradisi yang Tetap Terjaga

Selain mempertahankan bangunan bersejarah, Masjid Jami Gandasuli juga tetap melestarikan tradisi keagamaan yang diwariskan secara turun-temurun.

Tradisi tersebut di antaranya pemukulan bedug dan kentongan sebelum azan lima waktu, pembacaan puji-pujian menjelang iqamah, dzikir dan doa bersama setelah salat fardu, serta pelaksanaan salat Subuh dengan qunut.

Setiap malam Jumat, jamaah rutin menggelar tahlil, doa bersama, pembacaan Maulid Al-Barzanji yang diiringi hadrah, pengajian malam Kamis, tadarus Al-Qur’an setelah Subuh, hingga pengajian umum pada peringatan hari-hari besar Islam.

Tradisi khas lainnya yang masih lestari ialah takbiran semalam suntuk menjelang Idulfitri dan Iduladha, kuliah Asar selama Ramadan, serta tradisi makan kupat bersama setelah Salat Id yang diawali dengan saling bersalaman, tahlil, dan doa bersama.

Pada bulan Ramadan, masjid menjadi pusat berbagai kegiatan ibadah seperti Salat Tarawih, tadarus Al-Qur’an, pembagian takjil, hingga tradisi membawa berkat pada malam-malam akhir Ramadan yang kemudian dibagikan kepada jamaah setelah tahlil.

Transparansi dan Kepedulian Sosial

Masjid Jami Gandasuli juga dikenal sebagai masjid yang mengedepankan transparansi dalam pengelolaan keuangan. Pengurus secara rutin menggelar musyawarah bulanan, menyampaikan laporan keuangan kepada jamaah sebelum Salat Jumat, serta melakukan penghitungan kotak amal dan dana santunan secara terbuka.

Di bidang sosial, masjid menyediakan makanan dan minuman bagi jamaah setiap Jumat, membagikan nasi bungkus kepada jamaah Salat Subuh Jumat, serta menyelenggarakan penyembelihan dan distribusi hewan kurban setiap Hari Raya Iduladha.

Lebih dari sekadar bangunan ibadah, Masjid Jami Gandasuli merupakan warisan sejarah yang mencerminkan perjalanan dakwah Islam di Brebes. Keberadaan soko guru yang tetap dipertahankan hingga kini menjadi simbol penghormatan terhadap nilai sejarah, cagar budaya, dan jasa para pendahulu yang telah meletakkan fondasi kehidupan keagamaan masyarakat.

Di tengah modernisasi arsitektur masjid, Masjid Jami Gandasuli tetap berdiri kokoh sebagai penjaga tradisi Islam Ahlussunnah wal Jamaah, sekaligus menjadi saksi perjalanan dakwah yang terus hidup dari generasi ke generasi.

(Nuridin/Abdul Hamid Muhtadi)

Mengenang Jejak Perjuangan Drs. Syaifulloh, Kepala Pertama MI Sirojut Tholibin

0

BREBES (Aswajanews.id) – Nama Drs. Syaifulloh menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah berdirinya MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes. Beliau dipercaya sebagai kepala madrasah pertama sejak lembaga tersebut didirikan pada Juni 2005 oleh Ketua Yayasan Al Masykuriyyah, H. Solehudin.

Mengemban amanah sebagai kepala madrasah pertama bukanlah tugas yang ringan. Di masa-masa awal berdiri, Drs. Syaifulloh harus berjuang mencari peserta didik, membangun kepercayaan masyarakat, melengkapi sarana dan prasarana, hingga memastikan madrasah memiliki legalitas resmi. Semua perjuangan itu dijalani dengan penuh kesabaran, kerja keras, dan keikhlasan.

Proses berdirinya MI Sirojut Tholibin berawal dari gagasan almarhum Soedarjo HS, Pengawas RA/MI/Madin wilayah Kecamatan Larangan pada tahun 2005. Bersama Akhmad Sururi, beliau turut mendampingi proses administrasi pengajuan pendirian madrasah ke Departemen Agama Kabupaten Brebes, yang kini menjadi Kementerian Agama.

Dalam mengurus izin operasional, Syaifulloh harus berulang kali mendatangi kantor Departemen Agama. Berkat kegigihan dan ketekunannya, akhirnya MI Sirojut Tholibin memperoleh Surat Keputusan Izin Operasional (IJOP) dan Piagam Pendirian yang saat itu diserahkan oleh Hj. Khulasoh selaku Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Departemen Agama Kabupaten Brebes.

Drs. Syaifulloh lahir di Desa Rengaspendawa pada 27 Maret 1966 dari pasangan H. Nur Kholid dan Hj. Rohani, keluarga besar pendiri Yayasan Al Masykuriyyah. Sejak awal berdirinya madrasah, beliau banyak berkorban demi keberlangsungan pendidikan. Selama hampir dua tahun pertama, MI Sirojut Tholibin belum menerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sehingga kebutuhan operasional ditanggung melalui swadaya dan pengorbanan para pengurus, termasuk dirinya.

Perjalanan pendidikannya dimulai dari SD di Rengaspendawa, kemudian melanjutkan ke MTs As Salafiyah Sitanggal, Kecamatan Larangan. Setelah itu, beliau menempuh pendidikan di MAN Buntet sambil mondok di Pondok Pesantren Buntet di bawah asuhan KH. Nasir. Pada tahun 1986, Syaifulloh melanjutkan studi di STAIN Sunan Gunung Jati Cirebon, yang kini menjadi UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Fakultas Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI). Setelah menyelesaikan pendidikan pada tahun 1992, beliau sempat mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik di beberapa sekolah.

Jauh sebelum bekerja di Korea Selatan, Syaifulloh telah ikut merintis berdirinya Madrasah Diniyah Sirojut Tholibin sejak tahun 1986. Kegiatan belajar mengajar saat itu berlangsung secara sederhana di rumah H. Solehudin, H. Zarkasih (almarhum), dan H. Nur Kholid (almarhum). Setelah menikah dan memiliki seorang anak, beliau berangkat ke Korea Selatan untuk bekerja. Namun, sepulang dari luar negeri, jiwa pendidiknya tetap melekat. Saat Madrasah Diniyah bangkit kembali pada tahun 2002, beliau kembali mengabdikan diri sebagai pengajar. Selain itu, ia juga pernah menjadi guru di MA As Syamsuriyyah Jagalempeni, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes.

Selama kurang lebih lima tahun memimpin MI Sirojut Tholibin, Drs. Syaifulloh berhasil meletakkan pondasi penting bagi perkembangan madrasah. Pada tahun 2009, di bawah kepemimpinannya berhasil dibangun tiga ruang kelas permanen sebagai gedung pertama MI Sirojut Tholibin.

Ketika dipercaya menjadi perangkat Desa Rengaspendawa, bahkan sempat menjabat sebagai Penjabat Kepala Desa, beliau kemudian menyerahkan estafet kepemimpinan MI Sirojut Tholibin kepada Akhmad Sururi agar dapat lebih fokus menjalankan amanah di pemerintahan desa. Meski demikian, kecintaannya terhadap dunia pendidikan tidak pernah luntur. Sebagai pimpinan Yayasan Al Masykuriyyah, beliau terus memberikan perhatian, pemikiran, dan dukungan terhadap kemajuan MI maupun Madrasah Diniyah Sirojut Tholibin.

Memasuki tahun 2026, Drs. Syaifulloh telah memasuki masa purnatugas sebagai perangkat desa. Aktivitas sehari-harinya lebih banyak dihabiskan bersama keluarga dan mengasuh cucu. Namun, semangat pengabdiannya terhadap dunia pendidikan tetap menyala. Beliau masih aktif membantu penataan lingkungan madrasah serta memberikan masukan demi kemajuan MI Sirojut Tholibin.

Salah satu pesan yang kerap beliau sampaikan kepada para guru menjadi warisan nilai yang terus dikenang, “Kemajuan dan kualitas pendidikan akan terwujud apabila semua guru menjalankan amanah mendidik dengan tulus dan ikhlas.”

Perjalanan hidup Drs. Syaifulloh menjadi bukti bahwa kemajuan sebuah lembaga pendidikan tidak lahir secara instan, melainkan dibangun melalui perjuangan, pengorbanan, keikhlasan, dan komitmen yang panjang. Dedikasinya telah menjadi fondasi penting bagi tumbuh dan berkembangnya MI Sirojut Tholibin hingga menjadi lembaga pendidikan yang terus berkhidmat mencerdaskan generasi bangsa. (*)

FKDT Kersana Sosialisasikan EMIS 4.0, Sekaligus Kenalkan Program RPL STAIB bagi Guru Madrasah

0

BREBES (Aswajanews.id) – Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kecamatan Kersana menggelar Sosialisasi Pengisian EMIS 4.0 di MDT Babussalam, Desa Kemukten, pada Ahad (2/8/2026). Kegiatan ini diikuti para pengelola Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se-Kecamatan Kersana sebagai upaya meningkatkan tertib administrasi dan validitas data madrasah.

MDT Babussalam dipilih sebagai lokasi kegiatan karena merupakan salah satu Madrasah Diniyah Takmiliyah dengan jumlah santri terbanyak di Kecamatan Kersana, mencapai lebih dari 300 peserta didik.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai tata cara pengisian EMIS 4.0, sistem pendataan digital Kementerian Agama yang menjadi basis utama dalam pemetaan lembaga pendidikan keagamaan serta penyaluran berbagai program bantuan pemerintah.

Selain sosialisasi EMIS, kegiatan juga diisi dengan pemaparan dari perwakilan Sekolah Tinggi Agama Islam Brebes (STAIB), Fathurrohman, mengenai Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027.

Pada kesempatan itu, STAIB memperkenalkan program unggulan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI). Program ini memberikan kesempatan bagi guru madrasah maupun praktisi pendidikan untuk mengonversi pengalaman kerja dan pembelajaran yang telah dimiliki menjadi satuan kredit semester (SKS), sehingga masa studi dapat ditempuh lebih singkat dan efisien.

Di bawah naungan Yayasan Bintang Sembilan, STAIB saat ini terus mengembangkan kualitas pendidikan tinggi dengan membuka beberapa program studi jenjang Strata Satu (S1), yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Syariah Islam, Ekonomi Islam, dan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PG-PAUD).

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut berjalan lancar dan mendapat sambutan antusias dari para peserta. Selain memperkuat kapasitas pengelola madrasah dalam pengelolaan data digital melalui EMIS 4.0, kegiatan ini juga membuka peluang bagi guru-guru Madrasah Diniyah untuk meningkatkan kualifikasi akademik melalui program RPL STAIB.

(Red)

PORSADIN VIII Kecamatan Jatibarang Wujudkan Generasi Hebat, Cerdas, dan Juara

0

BREBES (Aswajanews.id) – Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) VIII tingkat Kecamatan Jatibarang berlangsung meriah di Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Darul Faroh, Desa Jatibarang Lor, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, Ahad (2/8/2026).

Sebelum seremoni pembukaan, seluruh peserta mengikuti karnaval yang melintasi jalur utama Jatibarang–Slawi. Sebanyak 26 kontingen Madrasah Diniyah Takmiliyah turut ambil bagian dalam pawai tersebut dengan pengawalan dari jajaran Polsek Jatibarang.

Ketua DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Brebes, Akhmad Sururi, hadir membuka semangat para peserta dengan yel-yel, “Hebat, sukses, dan juara!” yang disambut serempak oleh seluruh kontingen dengan penuh antusias.

Dalam sambutannya, Akhmad Sururi menegaskan bahwa seluruh peserta PORSADIN merupakan anak-anak hebat yang memiliki potensi besar. Melalui ajang kompetisi ini, kemampuan mereka akan diuji sekaligus ditempa untuk membangun mental juara.

“Menjadi juara tidak hanya ditentukan oleh kemampuan, tetapi juga oleh semangat, keberanian, dan mental yang kuat. Teruslah berjuang dan tampilkan kemampuan terbaik kalian,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa PORSADIN bukan semata-mata ajang mengejar prestasi, tetapi menjadi sarana mempererat ukhuwah dan persaudaraan antarmadrasah diniyah, baik di kalangan peserta didik maupun para guru.

“Melalui PORSADIN tingkat Kecamatan Jatibarang ini, kita berharap persaudaraan antar-Madrasah Diniyah Takmiliyah semakin kokoh sehingga dapat bersama-sama memajukan pendidikan keagamaan,” tambahnya.


PORSADIN VIII secara resmi dibuka oleh Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kementerian Agama Kabupaten Brebes, H. Juremi Akhmad Fauzi, M.Pd. Pembukaan ditandai dengan penyematan tanda peserta secara simbolis kepada dua perwakilan kontingen.

Dalam sambutannya, Juremi menyampaikan bahwa PORSADIN merupakan wadah pembinaan karakter sekaligus ajang mencetak prestasi melalui kompetisi yang sehat, sportif, dan berakhlak.

Turut hadir dalam pembukaan tersebut Kepala Desa Jatibarang Lor, Ketua MWC NU Jatibarang beserta badan otonom NU, di antaranya Fatayat NU dan Muslimat NU. Hadir pula Kabag Kesra Setda Kabupaten Brebes, Khambali, yang bersama Kasi PD Pontren dan Ketua DPC FKDT Kabupaten Brebes meninjau sejumlah arena perlombaan.

PORSADIN VIII Kecamatan Jatibarang diharapkan mampu melahirkan generasi Madrasah Diniyah yang hebat, cerdas, berprestasi, dan berakhlakul karimah, sekaligus memperkuat silaturahmi di lingkungan Madrasah Diniyah Takmiliyah se-Kecamatan Jatibarang.

(Red)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts