PEKALONGAN (Aswajanews.id) – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Pekalongan resmi dilantik pada Sabtu (1/8/2026) di Ballroom Hotel Dafam Pekalongan. Momentum pelantikan ini menjadi penegasan komitmen Fatayat NU untuk memperkuat pengabdian kepada umat melalui pemberdayaan perempuan, kaderisasi, serta penguatan peran sosial-keagamaan di tengah masyarakat.
Acara berlangsung khidmat dan dihadiri Rois Syuriah PCNU Kabupaten Pekalongan KH. Baihaqi Anwar, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan Drs. KH. Muslikh Khudlori, M.S.I., Ketua PW Fatayat NU Jawa Tengah Hj. Tazkiyyatul Mutmainnah, S.K.M., M.Kes., Ketua Muslimat NU Kabupaten Pekalongan sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Hj. Sumarwati, S.Pd., M.AP., Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Drs. H. Abdul Munir beserta jajaran, Pimpinan Cabang Fatayat NU se-Eks Karesidenan Pekalongan, PD Nasyiatul Aisyiyah, GOW Kabupaten Pekalongan, PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, UMRI Kabupaten Pekalongan, IPNU-IPPNU, dewan pembina, serta seluruh Pimpinan Anak Cabang Fatayat NU se-Kabupaten Pekalongan.
Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pekalongan, Drs. KH. Muslikh Khudlori, M.S.I., menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu mengemban amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab dan terus menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Pekalongan, Hj. Jariyah, S.Pd., mengungkapkan bahwa pelantikan terlaksana setelah melalui proses sekitar tujuh bulan pasca-Konferensi Cabang. Menurutnya, Fatayat NU sebagai organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama siap bergerak melalui tujuh bidang dan lima lembaga yang menjadi motor penggerak program kerja organisasi.
Ia menegaskan, berbagai program unggulan periode sebelumnya akan terus dilanjutkan dan diperkuat dengan inovasi baru. Salah satunya adalah Program Burdah, yang kini telah menjadi inspirasi bagi sejumlah PC Fatayat NU di Jawa Tengah. Selain menjadi media dakwah dan pelestarian tradisi Ahlussunnah wal Jamaah, program tersebut juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat melalui berbagai produk kreatif yang lahir dari kegiatan Burdah.
Fatayat NU Kabupaten Pekalongan juga terus bersinergi dengan program pemerintah, di antaranya percepatan penurunan angka stunting, sekolah politik perempuan, pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta pencegahan pernikahan usia dini.
Pada kesempatan itu turut diluncurkan AMEENA, lembaga seni dan budaya Fatayat NU Kabupaten Pekalongan. Kehadiran AMEENA diharapkan menjadi wadah pengembangan seni Islami sekaligus referensi hiburan bernuansa religius bagi masyarakat dalam berbagai kegiatan.
Selain itu, Fatayat NU Kabupaten Pekalongan terus mengembangkan Majelis Taklim Az-Zahra yang kini memiliki sekitar 6.000 anggota. Melalui kegiatan rutin Burdah dan Kajian Kitab Selasa Manis, majelis ini diharapkan semakin memperkuat pemahaman keagamaan, mempererat silaturahmi, dan memberdayakan perempuan Nahdliyin.
Menutup sambutannya, Hj. Jariyah mengajak seluruh kader menjadikan organisasi sebagai ladang pengabdian.
“Mari berkhidmah tanpa pamrih, bekerja tanpa lelah, dan mencintai tanpa syarat. Semoga Fatayat NU senantiasa menjadi organisasi yang membawa kebermanfaatan bagi umat dan terus memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PW Fatayat NU Jawa Tengah, Hj. Tazkiyyatul Mutmainnah, S.K.M., M.Kes., menegaskan bahwa seorang pengurus harus siap melayani organisasi.
“Pengurus itu mengurusi, bukan diurus,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kaderisasi sejak dini agar nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah tetap terjaga.
“Ketika kita mengajak anak-anak kita sejak dini, niatkan untuk mengader mereka agar akidah Ahlussunnah wal Jamaah benar-benar tertanam kuat. Kita sedang mempersiapkan generasi penerus Nahdlatul Ulama,” katanya.
Lebih lanjut, ia mendorong seluruh jajaran kepengurusan untuk mengaktifkan ranting dan Pimpinan Anak Cabang sebagai ujung tombak organisasi.
“Yuk kita tunjukkan bahwa Fatayat benar-benar hadir di tengah masyarakat. Yang paling dibutuhkan bukan hanya nama besar organisasi, tetapi kemanfaatan dan kehadiran nyata kita untuk masyarakat,” pesannya.
Melalui pelantikan ini, PC Fatayat NU Kabupaten Pekalongan diharapkan semakin solid dalam menjalankan roda organisasi, memperkuat kaderisasi, serta menghadirkan berbagai program yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang lebih luas.
(Kontributor: Anik Maghfiroh)
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































