BREBES (Aswajanews.id) – Kajian rutin Jumat Wage yang digelar di Majlis Kanzul Hikam, Desa Limbangan, pimpinan Ustadz Ilham Nadzir, Kamis (30/7/2026), berlangsung khidmat. Dalam kesempatan tersebut, Ketua RMI PCNU Kabupaten Brebes, Gus Maimun Abdul Ghofur, menyampaikan mau’izhah hasanah tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara khauf (rasa takut kepada Allah SWT) dan raja’ (harapan terhadap rahmat Allah SWT).
Dalam tausiyahnya, Gus Maimun menegaskan bahwa kedua sifat tersebut merupakan fondasi spiritual yang harus dimiliki setiap muslim. Menurutnya, seorang mukmin tidak boleh hanya mengandalkan harapan akan ampunan Allah tanpa disertai ketaatan, begitu pula tidak boleh larut dalam rasa takut hingga kehilangan harapan terhadap kasih sayang-Nya.
“Jangan sampai kita hanya mengedepankan raja’, berharap Allah Maha Pengampun, tetapi tetap berani bermaksiat dan tidak memiliki rasa takut kepada Allah. Sebaliknya, jangan pula hanya dipenuhi rasa takut hingga kehilangan harapan terhadap rahmat dan ampunan Allah SWT,” ujar Gus Maimun di hadapan jamaah.
Ia menjelaskan, keseimbangan antara khauf dan raja’ akan melahirkan pribadi yang istiqamah dalam beribadah, menjauhi larangan Allah, sekaligus optimistis terhadap luasnya rahmat Allah SWT. Seorang mukmin senantiasa merasa diawasi oleh Allah, namun tetap yakin bahwa pintu taubat selalu terbuka bagi hamba yang bersungguh-sungguh kembali kepada-Nya.
Lebih lanjut, Gus Maimun mengaitkan pembahasan tersebut dengan pergulatan yang terus berlangsung dalam diri manusia antara hawa nafsu dan akal. Menurutnya, hawa nafsu menjadi jalan masuk godaan setan yang mendorong manusia kepada syahwat dan kemaksiatan. Sementara itu, akal merupakan anugerah Allah yang membimbing manusia menuju kebenaran dan ketaatan.
Karena itu, ia mengingatkan pentingnya melatih diri melalui ibadah, mujahadah, dzikir, serta memperdalam ilmu agama agar hawa nafsu dapat dikendalikan dan akal mampu memimpin hati.
“Ketika nafsu mampu dikendalikan, akal akan menjadi pemimpin. Namun apabila nafsu dibiarkan menguasai diri, maka akal akan kalah dan manusia mudah tergelincir dalam dosa,” jelasnya.

Kajian rutin Jumat Wage di Majlis Kanzul Hikam yang diasuh Ustadz Ilham Nadzir tersebut menjadi salah satu majelis ilmu yang secara konsisten diselenggarakan setiap bulan untuk memperkuat pemahaman keislaman masyarakat. Melalui kegiatan ini, jamaah diharapkan semakin mampu meningkatkan kualitas iman, menjaga keseimbangan antara rasa takut dan harapan kepada Allah SWT, serta terus berjuang mengendalikan hawa nafsu agar senantiasa berada di jalan yang diridhai-Nya.
(Kontributor: Tarpidin)
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































