BREBES (Aswajanews.id) – MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, menggelar sosialisasi program pendidikan Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan mengundang seluruh orang tua/wali murid, Kamis (30/7/2026), di aula madrasah.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua Yayasan Al Masykuriyyah, Drs. Syaifulloh, Kepala MI Sirojut Tholibin Akhmad Sururi, beserta seluruh dewan guru.
Dalam pemaparannya, Kepala MI Sirojut Tholibin, Akhmad Sururi, menjelaskan visi madrasah Tahun Pelajaran 2026/2027, yakni “Bahagia, Cerdas, dan Religius.” Menurutnya, terwujudnya visi tersebut membutuhkan sinergi antara madrasah dan orang tua.
“Kami ingin mengajak anak-anak menjadi pribadi yang bahagia. Kebahagiaan bukan semata-mata diukur dari banyaknya harta atau materi, tetapi dari kesehatan, ketenangan, serta memiliki anak yang berakhlak baik dan rajin beribadah. Karena itu, peran orang tua sangat penting dalam mendampingi anak di rumah,” ujar Sururi.
Ia menambahkan, kebiasaan beribadah menjadi salah satu fondasi utama pembentukan karakter anak. Hal tersebut juga sejalan dengan program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dicanangkan pemerintah, seperti membiasakan bangun pagi, disiplin, dan rajin beribadah.
Pada aspek akademik, Sururi mengajak para orang tua untuk membiasakan anak membaca selama 15 menit setiap malam selama 21 hari sebagai langkah membangun budaya literasi.
“Kami berharap Bapak dan Ibu mendampingi anak-anak membaca dan menulis di rumah. Budaya membaca adalah modal utama untuk melahirkan generasi yang cerdas,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya pengawasan penggunaan telepon genggam (HP) bagi anak usia sekolah dasar. Menurutnya, penggunaan HP secara berlebihan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan maupun semangat belajar anak.
Selain itu, MI Sirojut Tholibin berkomitmen memperkuat pendidikan Al-Qur’an dengan menghadirkan guru penghafal Al-Qur’an. Madrasah menargetkan seluruh lulusan mampu menghafal Juz Amma.
“Kami memohon dukungan orang tua untuk terus membimbing anak-anak belajar membaca Al-Qur’an di rumah. Target kami, lulusan MI Sirojut Tholibin memiliki hafalan Juz Amma dan kecintaan terhadap Al-Qur’an,” katanya.
Untuk memperkuat pendidikan keagamaan, pihak madrasah juga mendorong seluruh siswa mengikuti pendidikan di Madrasah Diniyah (Madin) pada sore hari. Menurut Sururi, ijazah Madrasah Diniyah kini memiliki nilai tambah sebagai salah satu pertimbangan dalam penerimaan peserta didik di jenjang SMP, sesuai arahan Kementerian Agama Kabupaten Brebes.
Melalui sosialisasi tersebut, MI Sirojut Tholibin berharap terjalin kerja sama yang erat antara madrasah dan orang tua dalam membentuk generasi yang bahagia, cerdas, serta memiliki karakter religius yang kuat. (Red)
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































