Google search engine
Beranda blog Halaman 200

Kehadiran Ulama dalam Politik Menyejukan Umat

0
Oleh ; Akhmad Sururi (Sekretaris PAC HIMASAL Kec Wanasari Kab Brebes)

Pesan politik Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo pada acara Halal bi Halal Santri dan Alumni Kab Brebes di KIC Aswaja Center Bumiayu sangat menyejukan. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran Ulama atau Kyai dalam dunia politik harus bisa mendamaikan tidak memunculkan permusuhan (adawah). Pesan ini tentu sangat beralasan karena politik identik dengan permusuhan dan perpecahan. Karena itu muncul adagium dalam politik kawan yang abadi yang ada kepentingan abadi. Dalam tempo tertentu seorang politisi bisa berkawan dengan kepentingan yang sama dan pada situasi yang berbeda bisa menjadi lawan karena kepentingan yang berbeda.

Oleh karena itu kehadiran dan peran Ulama atau tokoh agama dalam pentas politik, terutama menjelang Pemilu 2024 sangat diharapkan membawa pesan kesejukan dan perdamaian umat.  Hal ini akan muncul berbagai pertanyaan. Bagaimana langkah yang harus dijalankan untuk mewujudan hal tersebut? Sebagai penjaga moral agama di tengah tengah umat, Ulama menjadi rujukan dalam persoalan agama. Oleh karena itu nilai etika agama menjadi spirit utama dalam berpolitik.

Pesan KH Abdullah Kafabihi Mahrus harus menjadi pengingat bagi para ulama, alumni dan santri saat bersentuhan dengan dunia politik

Kesantunanan dalam berpolitik harus menjadi prinsip dan langkah ulama yang berperan dalam kehidupan berpolitik. Ini penting, mengingat terkadang ketika terseret dalam kepentingan politik acap kali menanggalkan kesantunanan dan moral politik. Sehingga kehadiran ulama bisa memecah belah umat. Disinilah pesan KH Abdullah Kafabihi Mahrus harus menjadi pengingat bagi para ulama, alumni dan santri saat bersentuhan dengan dunia politik.

Perpecahan umat harus kita hindari. Benih perpecahan bisa berangkat karena dari pilihan yang berbeda saat Pemilu. Polarisasi pilihan terkadang memunculkan tafsir dan asumsi di luar nalar moral politik. Ulama atau tokoh agama pada satu sisi masih memiliki kekuatan moral politik yang kuat, namun di sisi yang lain terjadi pergeseran opini masyarakat terhadap kekuatan politik ulama.

Pergeseran opini tersebut tak lepas dari framing yang dibangun oleh beberapa pihak untuk mengkerdilkan peran politik ulama. Disamping itu kita juga tidak menafikan prilaku politik sebagian tokoh agama yang terkadang tidak bisa menjadi pegangan umat dalam berpolitik.

Sampai hari ini pemahaman ulama, tokoh agama serta alumni terhadap politik masih terbelah menjadi dua kelompok utama. Pertama mendukung dan berperan dalam kegiatan politik. Kedua mereka memilki pemahaman anti politik dan tidak mau dengan kegiatan politik. Dua kelompok tersebut memiliki pengikut yang tidak sedikit di tengah tengah masyarakat. Sehingga polarisasi pemahaman tersebut berimbas terhadap sikap politik yang tidak bisa menyatukan umat.

Oleh karena itu ikhtiar dan langkah Ulama untuk memberikan pencerahan kepada umat tentang politik menjadi sebuah harapan. Tokoh Ulama yang bisa mencerahkan kepada umat menjadi pengayom umat dengan pemahaman politik kebangsaan kompatibel dengan nilai moral politik. Sehingga kesejukan dan kesantunanan akan menjadi warna dalam pergerakan politik dan berujung kepada tentramnya kehidupan masyarakat. (*)

Randusanga Kulon Menjadi Peserta Lomba Desa Tingkat Kabupaten Brebes Tahun 2023

0
Buku Randusanga Kulon dalam Buku

BREBES (Aswajanews.id) – Desa Randusanga Kulon, Rabu (3/5/2023) dilaksanakan penilaian lomba desa oleh tim penilai lomba desa tingkat Kabupaten Brebes tahun 2023, sekaligus lounching Kios Adminduk (Administrasi Kependudukan) kios pelayanan pembuatan Akta Kelahiran, KK (Kartu Keluarga) dan Akta Kematian yang dapat dibuat di Pelayanan Pemerintahan Desa Randusanga Kulon.

Lounching kios adminduk, buat akta kelahiran Kartu Keluarga (KK) dan Akta kematian bisa langsung di kantor pelayanan Desa Randusanga Kulon

Lomba desa yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) menjadi ajang bergengsi bagi Desa Randusanga Kulon dalam rangka mengevaluasi perkembangan desa dalam bidang Kewilayahan, Pemerintahan, Kemasyaraktan, Pelayanan, Pendidikan, Pemberdayaan Masyarakat dan Kesehatan.

Untuk menjawab 7 bidang di atas pemerintah Desa Randusanga Kulon, semaksimal mungkin menyiapkan data yang dibuat oleh perangkat desa (pamong), para ibu bidan desa, ibu-ibu PKK dan lembaga desa meliputi Badan Perwakilan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jagad Kerti.

Buku Randusanga Kulon dalam Buku

Dalam lomba tersebut diterbitkan pula buku tentang Randusanga Kulon yang berjudul “Randusanga Kulon dalam Buku” menceritakan asal usul dan sejarah nama desa Randusaga Kulon, potensi yang dimiliki dan kemajuan serta prestasi yang telah diperoleh oleh Desa Randusanga Kulon. Lewat buku ini pula diharapkan Randusanga Kulon semakin dikenal oleh masyarat lain terutama potensi destinasi wisata yang cukup banyak.

Drs. Hairul Huda ketua Juri Lomba Desa Kabupaten Brebes tahun 2023

Lomba Desa tingkat Kabupaten Brebes pada tahun 2023 ini bertema “Desa Mandiri Mewujudkan Masyarakat Sejahtera dan Berdikari.” Kalau Desa Randusanga Kulon mampu mengalahkan 5 desa dari 17 Kecamatan yang ada di Kabupaten Brebes, maka selanjutnya Desa Randusanga Kulon akan diikutkan atau maju pada jenjang yang lebih tinggi, yaitu tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Dengan pencocokan data (ceklist) yang tersedia dan mampu membuktikan apa-apa yang diminta oleh dewan juri, baik bukti administrasi dan foto-foto kegiatan yang dimiliki, sepertinya sangat layak Randusanga Kulon untuk menuju ke tingkat propinsi Jawa Tengah, mewakili Kabupaten Brebes. Semoga, Aamiiin. (Lukmanrandusanga, 4/5/2023)

Kajati Buka Pra Musrenbang Kejaksaan Tinggi Jawa Barat

0
Kajati Jabar Ade Sutiawarman, S,H.,M.H.

BANDUNG (Aswajanews.id) – Kajati Jabar Ade Sutiawarman, S,H.,M.H. membuka acara Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Pra Musrenbang) Tahun 2023. Acara yang berlangsung di hotel Aston Pasteur Kota Bandung pada hari Selasa 2 Mei 2023, bertajuk “Prioritas Penganggaran Kejaksaan Dalam Rangka Mempercepat Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan” ini diikuti oleh Para Asisten, seluruh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) dan Kepala Seksi se-Jawa Barat.

Menurut Kepala Seksi Penerangan Hukum atau Kasi Penkum Kejati Jabar, Sutan Sinomba, S.H.,M.H dalam Siaran Pers Nomor: PR-078/Kph 2/05/2023, Kajati menyampaikan bahwa Kejaksaan patut berbangga, karena hasil survei Indikator Politik Indonesia (IPI) tangal 30 April 2023 menujukkan Kejaksaan Agung menjadi The Most Trusted Institution by The Public dengan tingkat kepercayaan meningkat menjadi 80% dalam hal penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Penilaian dilakukan dengan menggunakan Metode Multistage Random Sampling, dengan jumlah sampel  sebanyak 1.220 orang yang berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional, asumsi random sampling dengan toleransi kesalahan (margin of error-moe) sekitar + 2.9% dengan tingakat kepercayaan 95% atau penilaian sangat puas atas kinerja Kejaksaan Agung. Pencapaian luar biasa ini dapat di terjemahkan sebagai prestasi sekaligus tanggung jawab,” papar Kajati Jabar.

Masih menurut Kajati Jabar, prestasi karena artinya ketulusan dan kerja keras kita dalam melaksanakan tugas yang selalu didoktrinkan oleh Bapak Jaksa Agung mampu mengetuk pintu hati kepercayaan publik.

Tanggung jawab karena di pundak kita, bapak ibu sekalian, digantungkan harapan dan ekspektasi yang tinggi dari masyarakat Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut Kajati berpesan agar Forum Pra Musrenbang ini, dapat menjadi wadah bagi kita untuk bersama-sama berkontribusi memberikan sumbangsih pemikiran dan masukan guna menentukan pola perencanaan dan penganggaran dalam penyusunan Draft Rencana Kerja Anggaran pada Satuan Kerja Kejaksaan Tinggi Jawa Barat untuk Tahun 2024 sesuai dengan ketersediaan anggaran sebagaimana ditetapkan pada pagu indikatif kejaksaan, secara tepat dan benar.

“Tepat, artinya sesuai dengan pola perencanaan penganggaran yang sinkron dan komprehensif yang diwujudkan dengan mengupayakan kesinambungan pelaksanaan perencanaan kinerja dan anggaran secara sistematis dan terencana oleh setiap satuan kerja di lingkungan kejaksaan serta tidak tumpang tindih dengan sistem perencanaan dan penganggaran nasional. Benar, artinya sesuai dengan kebutuhan dalam melaksanakan tugas pokok fungsi dan kewenangan kejaksaan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan,” jelasnya.

Adapun dilaksanakannya Pra Musrenbang, tidak terlepas dari amanat PERPRES Nomor 17 Tahun 2017 yang ditindaklanjuti dengan INSJA Nomor 2 Tahun 2023, dimana di sela – sela tugas utama sebagai pelaksana kekuasaan negara di bidang penuntutan, diharapkan juga dapat adaptif dalam mengelola keuangan negara di lingkungan kejaksaan dengan memadukan proses perencanaan dan penganggaran agar sejalan dengan :

  1. Arah Pembangunan Kejaksaan dalam Rencana Strategis Kejaksaan dan Rencana Kerja Kejaksaan
  2. Arah Kebijakan dan Sasaran Pembangunan Nasional.

Pada kegiatan Pra Musrenbang hari ini Kajati berharap agar para peserta  tidak bersikap apatis, mengingat betapa pentingnya proses perencanaan dan penganggaran ini sehingga dapat diperoleh hasil yang optimal dan bermanfaat bagi intitusi.

Kajati juga mengingatkan bahwa langkah awal dari Perjalanan Pembangunan Kejaksaan pada Tahun 2024 dimulai dari proses perencanaan dan penganggaran yang akan disampaikan, dituangkan dan disusun menjadi draft rencana kerja anggaran satuan kerja pada pra musrenbang kita, dimana hasil pra musrenbang ini akan ditindaklanjuti dengan musrenbang yang hasilnya akan digunakan sebagai bahan jaksa agung untuk mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional Tahun 2024,” pungkas Kasi Penkum, Sutan Sinomba. (Penkum Kjti Jbr)

Pengamanan Arus Mudik-Balik Lebaran, Kapolri Sampaikan Ucapkan Terima Kasih ke Jajaran

0
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

JAKARTA (Aswajanews.id) – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajarannya yang telah berupaya optimal dalam rangka memberikan pengamanan dan pelayanan terhadap masyarakat terkait arus mudik dan balik Lebaran 2023. Menurutnya, berdasarkan hasil evaluasi pengamanan berjalan dengan baik dan aman.

Hal ini diungkapkan Kapolri saat menggelar Video Conference (Vicon) dengan seluruh jajaran. Dalam arahannya, Kapolri menjelaskan Operasi Ketupat 2023 yang digelar dihadapkan dengan meningkatnya arus mudik dan balik sekitar 40 persen.

Dari seluruh rangkaian yang ada, Sigit menuturkan kerja keras jajarannya dengan seluruh stakeholder mulai dari pelayanan arus mudik dengan mempersiapkan berbagai pos, mulai dari pos pengamanan, pos pelayanan, pos terpadu, dan juga berbagai macam kegiatan pengamanan pada saat kegiatan malam takbir, shalat Ied, kegiatan-kegiatan di tempat wisata dan pelayanan terhadap arus mudik dan balik, semuanya berjalan dengan sangat baik.

“Dalam kesempatan ini saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran, baik di pusat maupun seluruh wilayah yang telah bekerja keras dan Alhamdulillah hasilnya bisa kita lihat bersama,” kata Kapolri, Rabu, 3 Mei 2023.

Berkat hal tersebut, mantan Kabareskrim Polri menyebut, banyak pihak yang menyampaikan apresiasi. Dengan adanya apresiasi tersebut, Sigit menuturkan, kerja keras dan rasa lelah yang dirasakan jajarannya menjadi pemicu semangat untuk bertugas lebih baik lagi kedepannya.

“Lelahnya rekan-rekan, bagaimana rekan-rekan harus bekerja siang dan malam, disaat bersamaan masyarakat yang lainnya bisa berlibur, namun rekan-rekan terus bekerja keras,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, mantan Kapolda Banten ini memberikan perbandingan evaluasi Operasi Ketupat tahun ini dibandingkan tahun lalu. Dari sisi kemacetan, ia menyebut terjadi perubahan yang sangat luar biasa. Pada arus mudik dan balik tahun ini, tidak terjadi kemacetan yang cukup panjang.

“Artinya ada kepadatan, namun tentunya sangat jauh berbeda baik di jalur tol maupun di jalur arteri,” katanya.

Dari evaluasi pengamanan arus mudik-balik Lebaran 2022, banyak masyarakat yang mengeluhkan terjadi kemacetan pada saat masuk jalan tol. Namun, tahun ini kemacetan tersebut tidak terjadi.

Demikian juga di jalur Jawa Barat, dimana jalur arteri semuanya berjalan lancar walaupun padat. Hal tersebut, kata Kapolri, dikarenakan kehadiran jajarannya di lapangan.

Kemudian untuk jumlah kecelakaan lalu lintas secara umum terjadi penurunan, baik yang meninggal, yang luka berat, maupun yang luka ringan. “Tentunya ini merupakan hasil yang menggembirakan bagi kita semua, sehingga ini harus dipertahankan,” tambahnya.

Selanjutnya, untuk jalur penyeberangan, khususnya di wilayah Merak yang tadinya setiap tahun, selalu mendapatkan keluhan dari masyarakat dan media terkait dengan kemacetan di Cikuasa Atas, bahkan kadang kala masuk sampai jalan tol, tahun ini itu tidak terjadi.

“Kemudian terkait dengan kejahatan di jalan, ini juga dari hasil pendalaman dan juga wawancara kepada masyarakat yang menyeberang, tingkat kejahatannya juga terjadi penurunan, ada pencurian laptop kalau tidak salah namun langsung tertangkap dan ini juga karena kerja keras rekan-rekan dalam mengawal. Sehingga masyarakat betul-betul bisa sampai tujuan dengan selamat,” paparnya.

Atas semua hal tersebut, Kapolri menuturkan menjadi evaluasi untuk pengamanan arus mudik dan balik Lebaran pada tahun 2024 mendatang menjadi lebih baik.

Selain evaluasi pelaksanaan Operasi Ketupat 2023, Sigit juga menyinggung hasil survei kepercayaan publik terhadap Polri yang meningkat. Pada bulan Maret, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri di angka 70,8 persen. Pada tanggal 23 April atau kurang lebih satu bulan, angka kepercayaan publik terhadap Polri meningkat menjadi 73,2 persen.

“Survei ini dilakukan pada saat kita melakukan pengamanan di awal mudik jadi belum sampai selesai, mudah-mudahan di survei lanjutan dari rangkaian arus balik maupun arus mudik ini angka kita bisa meningkat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sigit menyampaikan hasil survei kepuasan masyarakat terhadap peran Bhabinkamtibmas sebesar 73,6 persen, dengan diikuti bagaimana kemampuan Bhabinkamtibmas dalam menjaga harkamtibmas sebesar 71,5 persen.

Terkait dengan pelayanan publik, secara umum sudah di angka 71. Namun, lanjut Kapolri, ada hal-hal yang harus terus diperbaiki terkait dengan pelayanan SIM, kemudian pelayanan terhadap kelompok manula dan disabilitas.

“Jadi itulah angka-angka dimana yang sudah tinggi tolong dipertahankan dan ditingkatkan, yang masih belum silakan untuk dilakukan perbaikan,” tutupnya. (Red)

90 Mahasiswa Unwir Siap Majukan Desa di Kecamatan Kedokan Bunder

0
Universitas Wiralodra Indramayu, pada tahun akademik 2023 ini kembali melaksanakan KKN Tematik yang dilaksanakan di 7 desa yang ada di Kecamatan Kedokan Bunder

INDRAMAYU (aswajanews.id) – Perguruan tinggi memiliki perananan strategis dalam memajukan desa baik dosen maupun mahasiswanya. Salah satu kontribusi perguruan tinggi untuk memajukan desa adalah dengan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bentuk Tri Darma Perguruan Tinggi.

Seperti yang dilakukan oleh Universitas Wiralodra Indramayu, pada tahun akademik 2023 ini kembali melaksanakan KKN Tematik yang dilaksanakan di 7 desa yang ada di Kecamatan Kedokan Bunder.

Penerimaan mahasiswa Unwir di Kecamatan Kedokan Bunder, diterima langsung Camat Atang Suwandi, S.STP., M.Si dan dihadiri oleh para kuwu, Rabu (3/5/2023).

Pada kesempatan itu Atang menjelaskan, para mahasiswa bisa menerapkan ilmu dan teori yang selama ini didapatkan di kampus untuk diimplementasikan di masyarakat. Selain itu KKN ini bisa dijadikan ajang sharing bersama pemerintah desa untuk kemajuan desa tersebut.

“Silahkan turun dan masuk ke desa, di sana akan menemui masalah kemudian jadilah pemecah masalah tersebut,” kata Atang.

Atang menambahkan, para mahasiswa bisa meneruskan atau menindaklanjuti salah satu program unggulan Bupati Indramayu Nina Agustina yakni Lebu Digital (Le-Dig) yang sudah dibangun di desa-desa.

“Program Le-Dig sudah ada, tinggal dikembangkan saja. Silahkan mahasiswa berkontribusi untuk memajukannya,” kata Atang.

Setelah dilakukan penerimaan oleh Camat Kedokan Bunder, selanjutnya para mahasiswa diserahkan ke kuwu desa masing-masing untuk segera masuk ke desa. (Herman/Tongol)

Pelajar Harus tahu, Makna Sejarah Hardiknas dan Ki Hajar Dewantara Soko Guru Pendidikan

0
Oleh: A'isy Hanif Firdaus, S.Ag. (Pengurus LTN PCNU Kab. Brebes)

Setiap tanggal 2 Mei selalu diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional atau yang biasa disingkat Hardiknas. Tanggal ini dipilih karena untuk memperingati kelahiran Tokoh Ki Hajar Dewantara sebagai pelopor pendidikan dan pendiri lembaga pendidikan Taman Siswa di Indonesia.

Berkat jasa, perjuangan dan kepedulian Ki Hajar Dewantara kepada kualitas pendidikan Indonesia, hingga saat ini telah banyak anak-anak bangsa yang telah berhasil menjadi penerus bangsa yang bisa merasakan duduk di bangku sekolah. Meskipun, masih banyak sistem pendidikan di Indonesia yang harus dibenahi dan tata kelola di dalamnya.

Siapa Ki Hajar Dewantara?

Ki Hajar Dewantara Mempunyai nama asli Raden Mas Soewardi Soerjaningrat adalah bangsawan Jawa, aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, guru bangsa, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia dari zaman penjajahan Belanda. Beliau lahir pada 2 Mei 1889, Kadipaten Paku Alaman, Yogyakarta.

Lalu Meninggal pada 26 April 1959 dimakamkan di taman Wijaya Brata, Yogyakarta. Semasa hidupnya menikah dengan Pasangan Nyi Sutartinah yang kemudian dikaruniai Anak; Bambang Sokawati Dewantara, Ratih Tarbiyah, Asti Wandansari, Syailendra Wijaya.

Pendidikan Ki Hadjar Dewantara pertama kali bersekolah di ELS (Eropeesche Legere School) atau sekolah dasar untuk anak-anak Eropa dan bangsawan yang ada di Indonesia. Beliau bisa masuk ke sekolah ini karena beliau adalah anak bangsawan. Beliau lahir di dalam sebuah keluarga keraton, dari pasangan Gusti Pangeran Harya Surjaningrat dan cucu dari Pakualaman III.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, beliau belajar di STOVIA, tetapi tidak menamatkannya karena sakit. BeIiau kemudian bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar, antara lain Sedyotomo, Midden Java, De Express, Oetoesan Hindia, Kaoem Moeda, Tjahaja Timoer, dan Poesara.  Sebagai penulis yang handal, tulisannya mampu membangkitkan semangat antikolonialisme rakyat Indonesia.

Singkat cerita, melalui SK Presiden Keppres No. 305 Tahun 1959, Tgl. 28 November 1959 beliau ditetapkan Bergelar Pahlawan Nasional. Selain ajarannya di bidang pendidikan, Ki Hadjar juga meninggalkan pesan yang sangat balk diteladani. Pesan tersebut kini dapat dilihat pada Museum Sumpah Pemuda di JI. Kramat Raya, Jakarta. “Aku hanya orang biasa yang Bekerja untuk bangsa lndonesia dengan cara Indonesia. Namun, yang penting untuk kalian yakini, sesaat pun aku tak pernah mengkhianati tanah air dan bangsaku, lahir maupun batin aku tak pernah mengkorup kekayaan negara.

Mengapa tanggal 2 Mei dipilih sebagai Hardiknas?

Hari Pendidikan Nasional ini ditetapkan melalui Keppres No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959. Kritik Ki Hajar Dewantara terhadap kebijakan pemerintah kolonial menyebabkan ia diasingkan ke Belanda, dan beliau kemudian mendirikan sebuah lembaga pendidikan bernama Taman Siswa setelah kembali ke Indonesia. Ki Hadjar Dewantara diangkat sebagai menteri pendidikan setelah kemerdekaan Indonesia. Filosofinya, tut wuri handayani (“di belakang memberi dorongan”), digunakan sebagai semboyan dalam dunia pendidikan Indonesia. Maka untuk menghormati jasa-jasanya terhadap dunia pendidikan Indonesia, pemerintah Indonesia menetapkan tanggal kelahirannya sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Adapun tema Hardiknas tahun 2023 adalah “Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar.” Dikutip dari Naskah Pidato Mendikbud Ristek RI Maka dari itu, Momentum Hari Pendidikan Nasional tahun ini adalah waktu yang tepat bagi kita untuk merefleksikan kembali setiap tantangan yang sudah dihadapi, juga setiap langkah berani yang sudah diambil. Dengan merefleksikan hal-hal yang telah kita lakukan sepanjang tiga tahun terakhir, kita dapat merancang arah perjalanan kita ke depan guna memastikan keberlangsungan dan keberlanjutan Merdeka Belajar. Layar yang sudah kita bentangkan jangan sampai terlipat lagi. Kita semua, para tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan, seniman dan pelaku budaya, juga peserta didik di seluruh Nusantara, adalah kapten dari kapal besar yang bernama Indonesia ini. Perjalanan harus kita lanjutkan, perjuangan mesti kita teruskan, agar semua anak bangsa merasakan kemerdekaan yang sebenar-benarnya dalam belajar dan bercita-cita.

Oleh karena itu, mari kita semarakkan hari ini dengan semangat untuk meneruskan perwujudan Merdeka Belajar, Mendidik Pelajar Pancasila yang cerdas berkarakter, dan membawa Indonesia melompat ke masa depan dengan pendidikan yang memerdekakan.

Terakhir penulis berharap, semoga di Indonesia akan lahir Ki Hajar Dewantara muda yang akan terus menjadi lentera keilmuan bagi para generasi penerus bangsa dimasa yang akan datang. Sehingga pada akhirnya menjadi Bangsa bermoral, beradab, Maju dan terdidik.

Selamat Hari Pendidikan Nasional 2023, karena tanpa pendidikan kita tidak akan menjadi manusia yang bermoral.

“Ing ngarso sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.” – Ki Hadjar Dewantara. (*)

Arus Lalu Lintas Arteri Cirebon Senin Petang Alami Peningkatan

0
Petugas Polres Cirebon Kota saat mengatur lalu lintas di jalur arteri Cirebon, Jawa Barat, Senin (1/5/2023)

CIREBON (Aswajanews.id) – Pos Pengamanan (Pospam) Pemuda Polres Cirebon Kota, Jawa Barat mengungkapkan Senin (1/5) petang arus lalu lintas di jalur arteri Cirebon mengalami peningkatan dari kedua arah, baik Jawa Tengah maupun Jakarta.

“Senin petang ini memang arus lalu lintas sedang mengalami peningkatan,” kata Kepala Pospam Pemuda Polres Cirebon Kota, Jawa Barat, Iptu Rudiana di Cirebon, Senin (1/5/2023).

Menurut dia, peningkatan arus lalu lintas di jalur arteri Kota Cirebon karena pada hari Senin (1/5) merupakan hari terakhir libur Lebaran 2023, sehingga banyak pemudik melakukan balik ke tempat masing-masing

Selain itu, kata Rudi, peningkatan arus lali lintas tersebut juga disebabkan adanya kendaraan truk barang yang melintas di jalur arteri Cirebon, sehingga lajur dari arah Jawa Tengah ke Jakarta, tidak hanya didominasi oleh sepeda motor, akan tetapi juga dipadati oleh truk barang.

Rudi mengatakan, selain jalur dari Jawa Tengah ke Jakarta, juga jalur yang dari Jakarta ke Jawa Tengah mengalami peningkatan, apalagi sampai saat ini sistem satu arah di jalan tol masih diberlakukan. “Kalau hari ini di jalur arteri sudah banyak truk barang, sehingga menambah kepadatan arus lalu lintas di jalur ini,” tuturnya.

Untuk memperlancar arus lalu lintas, ujar Rudi, pihaknya melakukan rekayasa lalu lintas dengan memprioritaskan kendaraan yang dari arah Jawa Tengah dan Jakarta, terutama di persimpangan lampu lalu lintas.

“Bahkan persimpangan yang dari arah Kota Cirebon, ditutup dan diarahkan untuk memutar balik di tempat yang sudah disediakan, itu semua agar kendaraan bisa terurai,” ujarnya.

Ia juga mengatakan para petugas terus siaga untuk mengatur lalu lintas, dan juga mengontrol secara manual, agar suasana arus lalu lintas terus berjalan aman dan lancar. *(Ant)

KPU Jabar: Belum Ada Bacaleg DPRD-DPD Mendaftar pada Hari Pertama Pendaftaran

0
Anggota KPU Provinsi Jawa Barat Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Endun Abdul Haq

BANDUNG (Aswajanews.id) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Barat menyatakan belum ada bakal calon legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI perwakilan Jawa Barat, yang mendaftarkan diri pada hari pertama pendaftaran pada Senin ke Kantor KPU Jawa Barat, Jalan Garut Kota Bandung.

“Belum ada yang daftar di hari pertama pendaftaran ini,” kata Anggota KPU Provinsi Jawa Barat Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Endun Abdul Haq, ketika dihubungi Antara di Bandung, Senin (1/5/2023).

Endun mengatakan, pendaftaran bakal calon legislatif ini berlangsung dari tanggal 1 hingga 14 Mei 2023. “Untuk Senin hingga Sabtu pendaftaran dibuka dari jam 8 pagi hingga pukul 16.00 WIB. Sedangkan khusus untuk Minggu (14/5) nanti akan dibuka hingga pukul 23.59 WIB,” kata dia.

Pengajuan bakal calon Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat dengan dokumen persyaratan sebagai berikut yakni pertama surat pengajuan menggunakan formulir model B-pengajuan-parpol dalam bentuk fisik disampaikan langsung dan digital yang diunggah di Silon.

Kedua, daftar bakal calon menggunakan formulir model B-daftar.bakal.calon disertai foto diri terbaru bakal calon dan dilampiri dengan dokumen persetujuan pengajuan bakal calon yang ditandatangani oleh ketua umum partai politik peserta pemilu atau nama lain dan sekretaris jenderal partai politik peserta pemilu atau nama lain yang sah.

Sesuai dengan keputusan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum dan hak asasi manusia tentang pengesahan susunan pengurus partai politik tingkat pusat dalam bentuk fisik disampaikan langsung dan digital yang diunggah di Silon.

Ketiga ialah dokumen persyaratan administrasi bakal calon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 sampai dengan Pasal 23 Peraturan KPU yang mengatur tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota dalam bentuk digital diunggah di Silon.

Sementara untuk pendaftaran Bakal Calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Provinsi Jawa Barat, dengan dokumen persyaratan sebagai berikut bakal calon Anggota DPD menyerahkan dokumen fisik sebanyak satu rangkap sebagai berikut.

Pertama surat pendaftaran (model B.pendaftaran. DPD), kedua surat pernyataan pendaftaran (model BB.pernyataan.DPD). Selanjutnya dokumen persyaratan lainnya diserahkan dalam bentuk naskah asli bentuk digital melalui aplikasi Sistem Informasi Pencalonan (Silon). *(Ant)

ASN Wajib Patuhi Aturan Baru yang Ditetapkan Presiden Jokowi Ini, Berlaku Mulai 1 Mei 2023

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) akan mulai bekerja setelah cuti bersama Idul Fitri di tanggal 26 April 2023. Namun, pada Senin, 24 April 2023 lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meminta seluruh ASN untuk melakukan perpanjangan cuti bersama guna menghindari kemacetan pada saat arus balik.

Oleh sebab itu, dapat dipastikan bahwa sebagian besar ASN telah kembali dari kampung halamannya hari ini dan besok, 1 Mei 2023, para pegawai pemerintah tersebut akan mulai bekerja. Berkaitan dengan hal itu, seluruh ASN perlu mengingat kembali tentang adanya peraturan baru yang disahkan Presiden Jokowi, yang berkaitan dengan adanya perubahan jam dan hari kerja.

Peraturan jam kerja dan hari kerja baru tersebut, berlaku bagi instansi pemerintah pusat dan juga pemerintah daerah. Presiden Jokowi mengeluarkan peraturan tersebut pada 12 April 2023 dan disebut dengan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 21 tahun 2023.

Berkaitan dengan hari kerja, yaitu hari dimana para ASN melaksanakan tugas kedinasannya, Perpres mengatur adanya 5 hari kerja bagi ASN, yaitu: Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan Jumat.

Sementara terkait dengan jam kerja, yaitu rentang waktu untuk melaksanakan tugas kedinasan, para pegawai pemerintah tersebut mendapatkan total jam kerja sebanyak 37 jam 30 menit.

Adapun jam kerja normal yang akan berlaku bagi ASN adalah mulai pukul 07.30 zona waktu setempat, seperti dilansir dari peraturan BPK.

Berkaitan dengan waktu istirahat kerja, Perpres mengatur adanya waktu istirahat selama 60 menit di hari Senin sampai Kamis. Sementara untuk hari Jumat, waktu istirahat kerja adalah selama 90 menit.

Kabar baik bagi ASN yang bekerja melebihi waktu yang telah ditentukan tersebut, yaitu tentang akan diperhitungkannya kelebihan jam kerja tersebut sebagai kinerja. Kabar baik lainnya adalah tentang adanya fleksibilitas kerja bagi ASN, baik secara waktu dan lokasi. Hal tersebut dijelaskan dalam pasal 8 Perpres nomor 21 tahun 2023 tersebut.

Dijelaskan, bahwa terdapat golongan pegawai yang akan mendapatkan flesibilitas kerja, yaitu para ASN tertentu yang ditetapkan oleh PPK atau pimpinan instansi. Namun, dalam penerapan Perpres tersebut tidak berlaku bagi anggota TNI, POLRI, dan ASN di lingkungan tersebut. Hal itu karena pengaturannya dilakukan oleh Panglima TNI atau Kapolri.

Demikian juga halnya bagi para ASN yang bekerja di kantor perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Hal itu karena pengaturan hari dan jam kerjanya dilakukan oleh menteri luar negeri. (Red)

Pontren Al-Ba’agil Brebes Mempersiapkan Santri Berkualitas

0
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ba'agil Habib Umar Gaurap Al Attas

BREBES (Aswajanews.id) – Pondok Pesantren (Pontren) Al-Ba’agil yang berlokasi di pantura tepatnya di Jln. Cemara RT.02/RW.03, Desa Lemahabang, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah sejak berdiri tahun 2016 terus mengalami perkembangan yang cukup pesat.

Seiring berjalannya waktu, Pondok Pesantren Al-Ba’agil dengan keikhlasan dan idealisme para pendirinya, lembaga ini terus berkembang. Dengan usaha selalu meningkatkan mutu pendidikan, pembangunan fisik, pengembangan dana dan mempersiapkan para kader untuk kemajuan jangka panjang lembaga pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.

Dibawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Pondok Pesantren Al-Ba’agil, dengan sistem kurikulum yang terpadu Lembaga Pendidikan tersebut saat ini mengelola Pondok Pesantren, Pendidikan Madrasah Diniyah (Madin), Tahfidzul Qur’an, Teknik Komputer, Multimedia dan Pendidikan formal SMP Islam Al-Ba’agil.

Pendidikan formal SMP Islam Al-Ba’agil

Habib Umar Gaurap Al Attas sebagai Pengasuh Pondok Pesantren mengembangkan Kurikulum integrasi antara kurikulum pesantren untuk materi keagamaan, dan Kurikulum pemerintah untuk materi umum. Dengan Integrasi ini, diharapkan para santri tidak mendikotomikan antara pengetahuan umum dan agama, serta dapat menyeimbangkan diantara keduanya.

Santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Al-Ba’agil

Selain itu, untuk mendapatkan tambahan pengetahuan, keterampilan dan wawasan serta membantu membentuk karakter Santri atau peserta didik sesuai dengan minat dan bakat masing-masing, Al-Ba’agil juga mengadakan kegiatan ekstra kurikuler diantaranya; Seni Beladiri Pencaksilat, Kepramukaan, Tenismeja, Seni Nasyid, Drumband, Hadroh, Qiroati Qur’an, Multimedia, English & Arab Debate, Komputer (programming, Applications, video editing, foto editing, installations, dll.) dan Praktik Pengabdian Masyarakat.

Santri Al-Ba’agil tengah latihan ekskul beladiri pencaksilat

Pondok Pesantren Al-Ba’agil menerima Santri baru atau pindahan dari tingkat SD/MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK dengan mengisi formulir pendaftaran, menyerahkan foto copy ijazah (3 lembar), foto copy akte kelahiran (3 lembar), foto copy KK (3 lembar), foto copy KTP orangtua (3 lembar) dan pas foto 3 x 4 (6 lembar).

Fasilitas Pondok Pesantren

Pondok Pesantren Al-Ba’agil dengan bangunan yang cukup representatif dilengkapi fasilitas mendukung proses belajar mengajar

Untuk memenuhi serta mendukung berbagai kegiatan, baik untuk kebutuhan belajar mengajar, kehidupan sehari-hari, kegiatan ekstra kurikuler, kenyamanan santri, guru, wali santri serta orang-orang yang tinggal di lingkungan pesantren, maka Pondok Pesantren Al-Ba’agil dengan bangunan yang cukup representatif dilengkapi fasilitas sebagai berikut : fasilitas ibadah (Masjid), kantor sekretariat pondok, asrama putra, asrama putri, aula, fasilitas belajar (ruang kelas), perpustakaan, laboratorium (bahasa, komputer dan multimedia), ruang kesenian, dapur umum, sarana olahraga dan kantin (koperasi). *(Red)

Menaker Sebut May Day Momentum Tingkatkan Sinergi Elemen Ketenagakerjaan

0
Menaker Ida Fauziyah saat Puncak Perayaan Hari Buruh Internasional di Jakarta, Senin (1/5/2023).

JAKARTA (Aswajanews.id) – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menilai peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day dapat dijadikan momentum untuk meningkatkan sinergi elemen ketenagakerjaan.

“Peringatan ini merupakan momentum untuk meningkatkan rasa persaudaraan, kebersamaan, soliditas, sinergi elemen ketenagakerjaan yang terdiri dari unsur pemerintah, organisasi pekerja, dan pengusaha,” ujar Menaker saat Puncak Perayaan Hari Buruh Internasional yang diikuti secara daring di Jakarta, Senin (1/5/2023).

Ia menambahkan perayaan May Day 2023 yang bertema “Merajut Kebersamaan di Hari yang Fitri” sejalan dalam suasana Idul Fitri yang diharapkan juga dapat menjadi semangat kebersamaan hingga waktu mendatang.

“Semangat kebersamaannya itu tidak hanya karena May Day dilaksanakan di suasana Idul Fitri. Tapi suasana terus kita isi 11 bulan yang lainnya, rasanya indah sekali kalau kita bisa mengambil spirit Idul Fitri itu untuk sama-sama menghadapi segala tantangan ketenagakerjaan,” tuturnya.

Ida menyampaikan puncak perayaan Hari Buruh Internasional yang diselenggarakan di PT Panasonic Manufacturing Indonesia juga mempertemukan pimpinan konfederasi, federasi, perwakilan pekerja atau buruh serta pengusaha.

“Yang bahagia tidak hanya buruh, teman-teman pengusaha juga merasakan kebahagiaan yang sama. Jadi hari buruh itu bukan lagi miliknya buruh, kebahagiaan itu juga harus dirasakan oleh pengusaha dan tentu saja pemerintah akan memfasilitasi bagaimana mengekspresikan kebahagiaan dari teman-teman serikat pekerja, serikat buruh,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, ia pun menyampaikan rasa syukur karena rangkaian acara Mau Day berjalan lancar dan kondusif.

“Alhamdulillah rangkaian May Day 2023 berjalan lancar dan kondusif, saya sempat pantau di radio ada beberapa kemacetan di berbagai titik tapi secara umum May Day berjalan dengan kondusif dan dengan penuh hikmat, kebahagiaan, kebersamaan yang luar biasa,” katanya.

“Selamat Hari Buruh Internasional kepada seluruh pekerja atau buruh di seluruh Indonesia,” ujar Menaker Ida.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil menuturkan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2023, yang bertepatan dalam suasana Idul Fitri, dapat menjadi momentum untuk semua pihak, mulai dari pemerintah, pekerja, sampai pengusaha guna mempererat kebersamaan.

“Selamat Hari Buruh Internasional, May Day, 1 Mei 2023. Di momen yang luar biasa, di hari yang fitri ini, kita terus merajut kebersamaan antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah, dengan hubungan industrial yang harmonis,” katanya dalam keterangannya di Bandung, Jabar, Senin.

Menurut Ridwan, kebersamaan yang harmonis antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah bisa mewujudkan harapan semua pihak.

“Yaitu pekerja yang sejahtera, pengusaha yang maju, dan Indonesia juara,” kata dia.

Momentum tanggal 1 Mei yang dikenal dengan May Day dirayakan buruh di seluruh belahan dunia, termasuk Indonesia di berbagai daerah.

Ketua DPD FSP LEM SPSI Jawa Barat Muhamad Sidarta mengatakan meski masih dalam suasana libur bersama Hari Raya Idul Fitri 1444 H, May Day akan digelar di berbagai daerah untuk menyuarakan aspirasi dan tuntutan.

Tuntutan yang pasti sama disuarakan oleh buruh di seluruh Indonesia yakni cabut Undang-Undang Cipta Kerja,” ujarnya.

Menurut dia, amar putusan Mahkamah Konstitusi menyatakan pembentukan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja bertentangan dengan UUD 1945.

“Yang kedua, buruh menolak upah dipotong hingga 25 persen, ini sangat memprihatinkan upah buruh masih sangat kecil dan sudah tiga tahun tidak naik, pas ada kenaikan upah bisa dipotong sampai 25 persen,” kata dia.

Menurut Sidarta, ketentuan ini diatur oleh Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 5 Tahun 2023 tentang Penyesuaian Waktu Kerja dan Pengupahan Pada Perusahaan Industri Padat Karya Tertentu Berorientasi Ekspor. (red)

May Day 2023 Diharapkan Jadi Momen Kebersamaan Pekerja Hingga Pengusaha

0
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung Andri Darusman

BANDUNG (Aswajanews.id) – Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat mengharapkan peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day tahun 2023 ini menjadi momentum kebersamaan antara pekerja, pengusaha dan pemerintah.

Karenanya, kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung Andri Darusman, peringatan May Day 2023 ini harus digelar dengan suka cita melalui berbagai kegiatan positif. Dan di Kota Kembang akan dilakukan bakti sosial, donor darah, hingga outbond untuk tahun ini.

“Dari sembilan serikat pekerja garteks, ada yang melaksanakan kegiatan donor darah di PMI Jalan Aceh. Rencana juga ada kegiatan outbound dan bakti sosial yang diikuti perwakilan serikat pekerja atau serikat buruh, Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) dan Disnaker,” kata Andri dalam keterangan tertulis, Senin (1/5/2023).

Andri mengatakan perayaan May Day di Kota Bandung dengan penyampaian aspirasi akan terpusat di area Gedung Sate dan sisanya massa akan menyampaikan aspirasi ke Jakarta.

Untuk memastikan perayaan May Day berjalan baik dan lancar, Disnaker Kota Bandung juga membentuk tim monitoring yang bertugas pada 1 Mei 2023, ini dengan harapan pelaksanaan May Day berjalan lancar dan dipenuhi dengan kegiatan positif.

Andri juga berharap pelaksanaan perayaan May Day tahun 2023 ini berjalan dengan lancar dan dipenuhi dengan kegiatan yang positif.

“Sesuai imbauan Kemendagri diharapkan dalam May Day ini dapat melaksanakan kegiatan positif seperti kegiatan keagamaan, olah raga, bakti sosial dan dialog,” ujarnya. (red)

Halal bi Halal Santri Putri dan Alumni Lirboyo Memperteguh Silaturahmi dalam Menggerakan Peran Santri di Tengah Masyarakat

0
Oleh ; Akhmad Sururi (Wakil Ketua PC LTNU Kab Brebes)

Hari ini Ahad, 9 Syawal 1444 H bertepatan dengan tanggal 30 April 2023 Penulis mendapatkan undangan kehormatan dalam kegiatan Halal bi Halal yang diselenggarakan oleh Ikatan Santri dan Alumni Pondok Pesantren Putri Lirboyo Kab Brebes. Namun karena ada agenda yang jauh hari sudah direncanakan, akhirnya sebagai rasa khurmat Penulis kepada Panitia yang mengundang, tulisan ini sebagai badal (ganti) atas ketidakhadiran secara fisik bersama santri dan alumni dalam Halal bi Halal. Istri Penulis yang statusnya alumni juga bisa mewakili.

Halal bi Halal yang diselenggarakan oleh santri putri merupakan kegiatan rutin sebagai ikhtiar mempererat Silaturahmi antar santri dan alumni disamping sebagai syiar dakwah Pondok Pesantren. Dua tujuan pokok tersebut menjadi spirit utama yang menjadikan santri Putri bergerak untuk menyukseskan acara Halal bi Halal.

Lebih dari itu sebagai santri tentu memiliki tugas suci yang akan dilaksanakan setelah menjadi alumni. Nasrul Ilmi (menyebarkan ilmu) menjadi tugas suci sesuai dengan dawuh Kyai Sepuh dengan istilah ngadep dampar atau mulang ngaji. Karena sesungguhnya banyak kelompok masyarakat yang membutuhkan pencerahan dengan ilmu agama.

Sebagai santri putri salaf tentu banyak keterbatasan dalam menjalankan tugas suci di tengah masyarakat. Disinilah dibutuhkan jaringan komunikasi dengan beberapa pihak yang bisa memotong keterbatasan tersebut. Sehingga pesan keagamaan (ilmu agama) sampai kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.

Potensi santri putri untuk mengajarkan ilmu agama sudah bagus. Tahapan berikutnya pada pengembangan potensi agar lebih memiliki makna dan bermanfaat kepada umat tentu dibutuhkan langkah kongkrit. Oleh karena itu peran alumni senior sebagai mentor untuk alumni yang masih muda sangat dibutuhkan. Dengan demikian keterikatan sesama alumni memiliki imbas manfaat.

Momentum Halal bi Halal sebagai wahana pertemuan santri dan alumni bukan sekedar pertemuan serimonial. Namun akan lebih memiliki manfaat yang berkelanjutan bila pertemuan tersebut juga bisa merumuskan langkah kongkrit peran alumni di tengah masyarakat. Hal ini sangat penting agar peta masa depan perjuangan santri putri ada gambaran arah yang jelas setelah bersentuhan dengan komunitas masyarakat. (*)

“Mapag Sri” Tumbuhkan Rasa Persaudaraan dan Kekompakan Para Petani di Desa Mulyasari dalam Melakukan Cocok Tanam

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id)- Mapag Sri adalah salah satu adat/budaya masyarakat Indonesia khususnya Jawa dan Sunda yang dilaksanakan untuk menyambut datangnya panen raya sebagai wujud rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Esa.

Mapag Sri apabila ditilik dari bahasa Jawa halus mengandung arti menjemput padi. Dalam bahasa Jawa halus, mapag berarti menjemput, sedangkan Sri dimaksudkan sebagai padi. Maksud dari menjemput padi adalah panen. Mapag Sri dilaksanakan dengan maksud sebagai ungkapan rasa syukur para petani kepada Tuhan Yang Maha Esa karena panen yang diharapkan telah tiba dengan hasil yang memuaskan.

Desa Mulyasari kecamatan Bangodua kabupaten Indramayu Jawa Barat pada Sabtu (29/04/2023) melangsungkan pesta adat Mapag Sri dengan hiburan pergelaran wayang kulit di halaman balai desa Mulyasari, yang dihadiri secara langsung oleh Forkompimcam Kecamatan Bangodua.

Kuwu Mulyasari Kasnita menjelaskan, adat dan budaya Indonesia sangat beranekaragam, karena begitu banyak warisan dari para leluhur kita.

“Kita sebagai generasi penerus sudah sepantasnya dan sepatutnya untuk melanjutkan tradisi adat dan budaya yang dari dulu telah ada, karena hal tersebut merupakan bagian dari pembentukan karakter dan jati diri kita,” ujarnya.

Kuwu Mulyasari menambahkan, di Indramayu sendiri khususnya di Desa Mulyasari sudah menjadi tradisi dan sering kita laksanakan tiap tahunnya, salah satunya yang pada hari ini kita laksanakan yaitu acara adat desa Mapag Sri.

“Acara ini merupakan bentuk syukur kita kepada allah swt serta menjalin tali silaturahmi antar warga masyarakat sehingga tercipta kondisi yang saling asah asih dan asuh,” tambahnya.

Disamping itu Kuwu Mulyasari berharap ketika panen di Desa Mulyasari semoga hasil yang melimpah dan dapat dilancarkan.

“Dan kami minta do’a dukungan kerjasamanya yang baik untuk membangun desa Mulyasari yang kita cinta,i menjadi lebih baik lagi demi terciptanya desa yang Bersih, Religius, Maju, Adil, Makmur dan Hebat (BERMARTABAT),” jelas Kasnita.

Sementara itu Camat Bangodua Raden Mas Wahyu Adhiwijaya, S.STP M.Si mengatakan, kegiatan Mapag Sri bukanya berbicara akan dimulainya panen raya, namun melalui kegiatan itu tumbuh silaturahmi dan rasa kekeluargaan di Desa Mulyasari dapat meningkatkan dan terus kompak dalam bercocok tanam.

“Melalui kegiatan Mapag Sri ini akan tumbuh rasa persaudaraan kekompakan yang akan menjadi kekuatan para petani di Desa Mulyasari dalam melakukan cocok tanam,” katanya. (Prapto/Herman Tongol)

Haul dan Halal bi Halal Menjaga Tradisi dan Kesadaran Umat dalam Beragama

0
Oleh : Akhmad Sururi (Sekretaris MWC NU Wanasari Brebes)

Tradisi kegiatan Haul Umum dan Halal bi Halal dusun Jakatamu desa Jagalempeni Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes dilaksanakan secara rutin setiap bulan Syawal. Tradisi ini sudah berjalan konon katanya sebelum tahun 80-an. Dulu hanya sebatas Haul Umum kemudian belakangan era tahun 2000 dirangkai dengan Halal bi Halal.

Kegiatan Haul sebagai agenda kegiatan keagamaan di masyarakat merupakan event besar dengan sumber dana swadaya infaq dari masyarakat. Dana yang terkumpul untuk kegiatan Haul dan Halal bi Halal dental mengundang mubaligh.

Entah sudah Haul ke berapa sampai sekarang belum ada yang menghitung secara pasti, karena memang tidak yang menghitung. Tidak ada catatan dokumen atau arsip sebagai bukti pelaksanaan. Namun saat covid 19 tepatnya tahun 2020 Haul dipending dan dilaksanakan pada tahun berikutnya.

Hari ini tepatnya hari Ahad tepatnya tanggal 8 Syawal 1444 H / 30 April 2023 betempat di makam umum Jakatamu akan diselenggarakan puncak kegiatan Haul Massal dan Halal bi Halal. Sebelumnya telah diselenggarakan khotmil Quran, pembacaan Arwah dan Tahlil secara maraton di mushola, masjid dan makam (kuburan).

Momemtum Haul dan Halal bi Halal bagi masyarakat Jakatamu sebagai media silaturahmi baik dengan yang musih hidup atau yang sudah meninggal dengan berkirim doa. Para sesepuh, tokoh agama, pemuda dan seluruh lapisan masyarakat datang untuk menyaksikan pengajian sekaligus silaturahmi.

Oleh karena itu melalui tradisi Haul Massal dan Halal bi Halal dapat menyatukan umat dalam satu barisan penguatan keagamaan. Hal ini sangat penting, mengingat dinamika masyarakat dengan varian kelompok pemikiran dan profesi yang berbeda maka tradisi hadir untuk menyatukan umat.

Tradisi yang mengakar sebagai bagian gerakan kultural NU memiliki makna yang sangat penting untuk menyatukan irama pergerakan meningkatkan kualitas kehidupan beragama. Kehadiran masyarakat dalam tradisi tersebut akan melihat kekuatan persatuan dan kesatuan dalam penyelenggaraan Haul dan Halal bi Halal. Lebih dari itu tentu para sesepuh yang telah mendahului kita tentu sangat bahagia melihat masyarakat Jakatamu kompak dan bersatu dalam mewujudan perdaban melalui gerakan keagamaan.

Sekalipun penulis tidak hadir secara fisik dalam kegiatan tersebut, namun penulis ikut berbahagia menyaksikan dan melihat kader dan generasi perjuangan pergerakan agama Islam penuh semangat demi umat. Semangat dalam menjaga tradisi keagamaan menjadi energi positif dalam membangun kesadaran melestarikan ruh agama. (*)

Sekretaris MWC NU Wanasari : NU Menjaga Peradaban Dunia

0
Akhmad Sururi saat memberikan Sambutan pada acara Halal bi Halal NU Ranting Jagalempeni Selatan sekaligus peringatan Harlah GP Ansor dan Fatayat NU

BREBES (Aswajanews.id) – Hari ini kita patut bersyukur karena dipertemukan ditempat yang mulai ini untuk saling memaafkan dalam acara yang menjadi tradisi NU yaitu Halal bi Halal. Mewakili MWC NU kami mengapresiasi dan turut berbangga dengan NU Jagalempeni Selatan yang menempati urutan terbaik keempat setelah Sawojajar, Dumeling dan Glonggong.

Ayuh guyub rukun membangun suatu peradaban. NU bukan hanya untuk kampung, tapi NU membangun dan menjaga peradaban dunia sesuai dengan simbol tali yang melingkari jagat. Jadi membangun peradaban kampung, kabupaten bahkan membutuhkan kekuatan bersama, termasuk NU sebagai bagian dari bangsa.

Untuk membangun peradaban dibutuhkan sinergisitas dan persatuan semua komponen masyarakat. Oleh karena ikatan batin sesama warga NU agar menjadi kekuatan bersama menggerakan NU di Jagalempeni Selatan. Demikian disampaikan Sekretaris MWC NU Wanasari, Kabupaten Brebes, Akhmad Sururi saat memberikan Sambutan pada acara Halal bi Halal NU Ranting Jagalempeni Selatan sekaligus peringatan Harlah GP Ansor dan Fatayat NU.

Selanjutnya Wakil Ketua PC LTNU Brebes menegaskan bahwa pola pergerakan kebersamaan NU dan Badan Otonom serta tokoh komponen masyarakat di Jagalempeni Selatan menjadi icon NU di Kec Wanasari. Dalam hal ini dibuktikan dengan pembagunan gedung NU yang dimulai pada tanggal 23 Januari 2023.

Acara yg digelar di Gedung Bersama NU Jagalempeni Selatan pada Kamis, 27 April 2023 dihadiri oleh Ketua PAC Ansor Wanasari, Ketua Fatayat NU dan GP Ansor, Muslimat NU, IPNU / IPPNU Ranting Jagalempeni serta beberapa tokoh NU setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Jagalempeni Akhmad Tajudin mengajak  warga NU dalam menghadapi Pemilu 2024 agar menjadi pemilih yang cerdas dan dewasa. Kita akan diuji saat Pemilu, oleh karena itu pilihlah wakil rakyat dan presiden dengan tepar dan cerda serta mewakili angan angan kira sehingga memberikan keberkahan kepada kita, kata Kades yang dalam sambutannya diawali dengan lantunan Sholawat Busyro.

Bertindak selaku penceramah dalam pengajian tersebut Nyai Khurmah, Mubalighoh dari Kec Larangan. Beliau menguraikan makna idul Fitri sekaligus faedah puasa setelah lebaran yang pahalanya setara dengan puasa satu tahun. *(A’isy Hanif Firdaus, Pengurus Lembaga Ta’lif Wan Nasyr (LTN NU) PCNU Kabupaten Brebes Jawa Tengah)

Kembali ke Pesantren Setelah Berlibur untuk Mengais Ilmu Agama

1
oleh : Akhmad Sururi (Wakil Ketua PC LTNU Kab Brebes)

Sejak tragedi covid 19 di belahan dunia termasuk di negeri tercinta Indonesia kepulangan dan keberangakatan santri dari Pondok Pesantren mengalami perubahan besar. Mereka (santri) saat pulang diharuskan rombongan dengan pemeriksaan yang sangat ketat. Saat akan pulang deretan tim kesehatan dari pemda/pemkot setempat melakukan  pemeriksaan satu per satu santri yang akan naik bus rombongan. Setelah datang ke daerahnya, seluruh santri disambut oleh tim covid setempat dengan berbagai alat pemeriksaan kesehatan.

Perhatian pemerintah sangat besar kepada Pondok Pesantren, terbukti dengan beberapa bantuan terkait dengang covid 19 diperuntukan kepada Pesantren. Mulai bantuan masker, semprotan, alat pengukur suhu hampir semua Pesantren mendapatkan alat alat tersebut. Bahkan lebih dari itu bantuan perangkat pembelajaran daring juga setiap Pondok Pesantren mendapatkan. Hal tersebut karena ada sebagian Pondok   Pesantren yang mewajibkan santrinya untuk pulang ke rumah masing masing. Sehingga dengan sangat terpaksa harus ngaji via online atau daring.

Hari ini saat situasi sudah normal kepulangan dan keberangakatan santri masih  dengan sistem rombongan. Kendatipun ada sebagian santri yang akan berangkat dengan angkutan umum (bus atau kereta) namun relatif sedikit. Sekalipun saat kepulangan dari Pondok Pesantren ada jadwal tiap daerah, namun saat pemberangkatan dan kedatangan di Pondok Pesantren tidak ada jadwal yang seketat saat situasi covid 19. Hanya pihak Pondok Pesantren membatasi jadwal masuk di Pondok Pesantren.

Untuk Pondok Pesantren besar seperti Lirboyo, Jombang dan Ploso masih menggunakan rombongan yang dikordinir oleh santri senior atau alumni. Sebagian santri baru juga ikut rombongan bersama dengan orang tuanya yang mengantarkan sampai di Pondok Pesantren.

Kepulangan dan keberangkatan bagi santri adalah dua hal yang menyenangkan. Pulang ke rumah saat liburan akan menikmati masa liburan dengan kebebasan setelah terkurung dalam kawah candradimuka. Berangkat ke Pesantren merupakan kebahagian karena akan sowan dengan Pengasuh Pesantren dan kembali ngaji ilmu agama bersama dengan guru guru di Pesantren.

Dalam hitungan hari kedepan seluruh santri akan berangkat ke Pondok nya masing masing. Mereka akan meninggalkan tanah kelahiran untuk mengais ilmu agama. Mereka akan meninggalkan orang tua, teman sepermainan di rumah untuk tafaquh fiddin (mendalami ilmu agama).

Akhirnya kita hanya berdoa, semoga mereka mendapatksn ilmu yang bermanfaat untuk bekal terjun di masyarakat kelak. Bagi yang santri baru yang akan menikmati kehidupan Pesantren semoga betah dengan lingkungan yang berbeda saat dirumah. Orang tua yang di rumah selalu mendoakan untuk mereka yang di Pesantren. (*)

Reuni Akbar & Halal Bihalal Alumni Ponpes Al-Hasaniyah, Pesan KH Nuridin : Konsep Hidup Sukses Haruslah Jelas

0

BREBES (Aswajanews.id) – Segenap alumni, santri menggelar Acara Reuni Akbar dan Halal Bihalal bersama Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hasaniyah Kedawon Larangan Brebes, KH. Nuridin Syamsudin Al-Hafidz,

Beserta Nyai Hj. Alifah, M.Pd. Acara tersebut diinisiasi oleh Ikatan Keluarga Santri Alumni Al-Hasaniyah (IKSAMAH), di Pondok Pesantren Al-Hasaniyah, Rabu (26/4/2023) pagi.
Ketua IKSAMAH Putra, Supardo mengatakan, acara Reuni & Halal Bi Halal akan terus-menerus diadakan setiap tahunnya dengan tujuan untuk menjalin tali silaturahmi antar alumni dari berbagai angkatan.
Alumni Senior, Ust Syahri Abdurrahman juga menyampaikan semoga dengan diperkenankan dikumpulkannya semua alumni merupakan bentuk kecintaan alumni kepada Pondok Pesantren dan Pengasuh Pondok Pesantren.
Selanjutnya, KH. Nurudin Syamsudin Al-Hafidz berpesan kepada para alumni yang hadir agar senantiasa terus bersatu dan menyambung silaturahmi dengan pondok pesantren.
“Alumni Al-Hasaniyah harus terus bersatu dan menyambung silaturahmi dengan Pondok Pesantren dan kepada para guru-guru yang telah berjasa memberikan ilmu serta pengetahuan,” terangnya.
“Peran utama kesuksesan ada pada orang tua yang telah membiayai selama mondok dan kunci yang akan membuka pintu kelancaran rezeki juga kebaikan ada pada guru,” ujar KH Nuridin Al-Hafidz.
Sementara Nyai Alifah berharap, analogi santri itu seperti bohlam yang menyambung dengan listrik yang dapat bermanfaat dan menyinari lingkungan di sekitarnya. “Maka melalui momentum halal bi halal ini para alumni bisa semakin memperkuat persaudaraan dan menjalin silaturahmi antar sesama Alumi. Sehingga bisa menciptakan keharmonisan dan membawa nama baik pondok pesantren dimanapun kalian berada,” harapnya. (Pewarta: A’isy Hanif Firdaus/Pengurus LTN PCNU Brebes)

Halal bi Halal dan Silaturahmi Keluarga Pasca Idul Fitri

0
Oleh : Akhmad Sururi (Wakil Ketua PC LTNU Kab Brebes)

Sebagai tradisi pasca lebaran Idul Fitri adalah kegiatan Halal bi Halal. Tradisi ini berjalan secara turun temurun sampai sekarang yang diselenggarakan oleh masyarakat, komunitas organisasi, lembaga pemerintah bahkan keluarga yang memiliki ikatan pertalian darah (hubungan nasab) sudah membudaya menyelenggarakan Halal bi Halal Keluarga.

Momentum Halal bi Halal menjadi ajang silaturahmi dam saling memaafkan. Sehingga di arena tersebut semuanya menemukan titik kesadaran bahwa manusia tempat salah dan dosa. Untuk menghapus kesalahan dan dosa sesama manusia maka harus minta maaf kepada yang bersangkutan. Hal tersebut sebagai salah satu syarat dosa sesama manusia mendapatkan ampunan.

Memang meminta maaf tidak harus menunggu lebaran, namun tradisi di Indonesia saat lebaran Idul Fitri mayoritas bisa bertemu secara fisik, sehinggga sangat memungkinkan untuk minta maaf secara langsung dengan tatap muka. Kendatipun dengan kemajuan technologi bisa berkomunikasi dan bertatap muka dengan online, tapi kekuatan tatap muka langsung (secara fisik) memiliki makna yang sangat dalam dan lebih leluasa dalam berkomunikasi.

Ikatan keluarga (hubungan nasab) membutuhkan media untuk saling bertemu. Lazimnya pertemuan keluarga tidak lepas dari tiga momentum yaitu saat kematian, hajatan (resepsi), lebaran Idul Fitri dan saat ada kepeningan tertentu yang bersifat pribadi. Dari empat momentum tersebut yang banyak bertemu tentu saat Halal bi Halal di bulan Syawal. Hal tersebut karena mereka yang di perantauan (bekerja, sekolah atau mondok) pulang ke kampung halaman. Anak yang mendapatkan jodoh jauh juga berupaya pulang untuk sungkem dengan orang tuanya.  Suasana lebaran menjadi berkumpulnya Keluarga, mulai anak, menantu, cucumber, buyut, keponanakan, Pak Dhe, Paman, Bibi dan lainnya dalam satu ikatan pertalian darah Keluarga Besar.

Melalui Silaturahmi dan Halal bi Halal Keluarga yang selenggarakan secara formal akan memudahkan kita untuk saling bertemu serta bisa menghemat waktu. Lain halnya kalau mendatangi satu persatu, tentu akan menyita waktu dan biaya disamping tidak semua yang kita datangi bisa bertemu.

Oleh karena itu tradisi Halal b Halal Keluarga yang biass disebut Bani sangat bermanfaat dan perlu dilestarikan. Dengan tradisi ini yang muda bisa mengenal   yang tua begitu juga sebaliknya. Sehingga momentum Halal bi Halal Keluarga akan menjadi Kekuatan dalam menjaga silatarahmi dalam Keluarga Besar. (*)

Pesantren Ramadhan dan Pendidikan Karakter dalam Kurikulum Merdeka

0
Oleh : Akhmad Sururi (Wakil Ketua PC LTNU Kab Brebes)

Ramadhan telah berakhir meninggalkan kira semua. Pendidikan ruhani yang dilaksanakan selama bulan Ramadlan dalam Madrassh Ruhani melahirlan predikat mutaqin (orang yang bertaqwa) dengan peningkatan iman dan akhlahkul mulia.

Semua lembaga pendidikan formal baik yang berada di bawah naungan Kemendikbudristek dan Kemenag menjalankan program pesantren Ramadlan atau Pesantren Kilat. Kegiatan ini diikuti oleh perserta didik muslim sebagai bentuk pendidikan Karakter atau pendidikan moral berbasis agama.

Iman, takwa dan akhlak mulia merupakan diksi yang termaktub dalam tujuan sitem pendidikan nasional. Oleh karena itu kegiatan Ramadhan yang dilaksanakan oleh lembaga pendidikan formal merupakan pilar untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.

Tujuan pendidikan nasional yang dimaksud tentu sejalan dengan pendidikan Karakter yang berlandaskan pada UU 1945 dan nilai nilai agama setra budaya bangsa. Nilai nilai agama tersebut dalam hal ini adalah Islam sarat dengan muatan moral dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Menurut John W Santrock, pendidikan Karakter (character education) adalah pendidikan yang dilakukan dengan pendekatan langsung kepada perserta didik untuk menanamkan nilai nilai moral dan memberikan pelajaran kepada murid mengenai moral dalam upaya mencegah prilaku yang dilarang.

Definisi ini sangat terkait dengan dengan misi kerosulan Nabi Muhammad SAW, “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak. Maka pendidikan akhlak atau moral menjadi prioritas utam karena pendidikan Karakter atau akhlak dapat mewujudkan peradaban bangsa yang bermartabat.

Munculnya insiden tindakan krminlitas dan kenakalan remaja di lingkungan komunitas pelajar disebabkan pendidikan karakter dan pengamalan ajaran agama sangat rendah. Pemahaman agama yang sangat minim memantik tindakan amoral dan sikap hidup yang hedonis.

Oleh karena itu sejala pengembangan kurikulum merdeka belajar dengan lebih fleksibel pada materi esensial dan pengembangan karakter perserta didik, maka kehadiran pesantren Ramadlan memiliki makna yang sangat penting dalam penguatan pendidikan Karakter. Karena hal tersebut menjadi amanat dalam tujuan sistem pendidikan nasional.

Pengembangan Karakter yang menjadi inti utama dalam pendidikan sudah sekian lama berjalan di lingkungan Pesantren. Sehingga prototipe pendidikan karakter secara implementatif sudah dipraktekan oleh santri Pondok Pesantren.

Disinilah pilihan model pendidikan pesantren menjadi sangat strategis untuk mewujudkan pendidikan karakter dan mengimplementasikan kurikulum merdeka. Dengan demikian kehadiran Pesantren Ramadlan atau Pesantren Kilat pada lembaga pendidikan formal akan bisa mengoptimalkan arah tujuan pendidikan nasional. (*)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts