Google search engine
Beranda blog Halaman 200

Gerakan Nahdliyin Menuju Perubahan di Kab Brebes

0
Oleh : Akhmad Sururi

Kata “Nahdliyin” identik dengan orang NU yang berada pada jalur non struktural NU. Secara bahasa, nahdliyin jamaknya dari orang NU, dengan demikian artinya kumpulan orang orang NU baik yang berada pada jalur struktural (pengurus NU) maupun berada pada jalur non struktural NU (tidak menjadi pengurus NU).

Pada sisi ini (non struktural) maka pergerakan dan pemikirannya tidak terkoptasi oleh sistem atau keputusan struktural formal. Oleh karena kemerdekaan berfikir dan berwacana menjadi ruang yang produktif untuk mendiskusikan bagaimana formulasi pergerakan yang akan lebih membawa manfaat kepada umat.

Pergerakan itu berangkat dari gagasan dan ide yang selanjutnya secara implementatif diwujudkan dengan gerakan bersama. Tentu gagasan tersebut akan berproses melalui diskusi dengan narasi dan berujung pada aksi menuju transformasi. Sehingga tidak berhenti pada tataran narasi dan diskusi.

Oleh karena itu dibutuhkan komitmen dan langkah komunikasi yang sehat untuk menuju perubahan. Komunikasi dari beberapa tokoh yang memiliki potensi sangat memiliki arti untuk memulai perubahan.

Banyak tokoh nahdliyin yang memiliki potensi, namun kadang karena kurang komunikasi akhirnya laksan mejadi buih di tengah lautan. Namun mari kita wujudkan bersama menyulam buih menjadi permadani agar bermanfaat untuk rakyat. Disinilah membutuhkan berbagi peran sesuai dengan kompetensi dengan komitmen dan ketulusan hati. Tanpa itu permadani yang indah bisa jadi akan dimanfaatkan oleh orang lain. Kita memiliki. Permadani tapi tidak merasakan duduk santai di permadani.

Sebagian civil sociaty kelompok nahdliyin dengan varian potensi SDM yang dimiliki tentu bisa melakuan gerakan perubahan. Dalam hal ini perubahan untuk menuju kemajuan di Brebes.

Momentum untuk mengusung perubahan di Brebses melalui Pemilu dan Pilkada yang akan diselenggarakan pada tahun 2024. Pertanyaan besar, bisakah komunitas nahdlyin begerak bersama untuk menjadikan Brebes lebih maju, adil, makmur, sejahtera jasmani dan ruhani.

Pemilu dan Pilkada tahun 2024 akan menentukan nasib bangsa dan Brebes lima tahun kedepan. Suara nahdliyin dalam memilih wakil rakyat kepala daerah akan sangat memilki kepentingan strategis lima tahun.

Oleh karena itu kita harus yakin, bahwa dengan nahdliyin bersatu, maka akan ada pergerakan untuk perubahan di Kab Brebes. Tanpa bersatu rasanya jauh kemungkinan untuk mewujudkan harapan perubahan. Perubahan membutuhkan kekuatan bersama dalam langkah. Langkah bergerak dalam alunan irama menuju Brebes hebat, maju dengan spirit religi yang kuat. (*)

Kurikulum MDT dan Penguatan Nilai Tafaquh Fiddin (Memahami Agama)

0
Oleh : Akhmad Sururi (Wakil Ketua DPW FKDT Jawa Tengah)

Pendidikan Keagamaan sebagaimana dijelaskan pada PP Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan berfungsi untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memahami, mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan mewujudkan kecakapan sebagai ahli ilmu agama. Fungsi tersebut secara implementatif dilaksanakan oleh lembaga pendidikan keagamaan termasuk Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT).

Sebagai lembaga pendidikan keagamaan MDT tumbuh dan berkembang di tengah tengah masyarakat dengan kekuatan swadaya yang dikelola oleh alumni Pesantren. Pengelolaan yang meliputi aspek manajerial menjadi tanggung jawab pimpinan MDT dan pengurus yang belakangan banyak yang menjadi badan hukum Yayasan.

Sebagai alumni Pesantren yang mengelola MDT memiliki kecenderungan dalam pengelolaannya mengacu pada Pondok Pesantren yang dulunya pengelola pernah mondok. Sehingga secara praksis kalau pengelola MDT lulusan Pondok Pesantren Lirboyo, maka kecenderungan kurikulumnya berkiblat pada kurikulum Lirboyo tingkat awal. Begitu juga Kaliwungu, Kempek, Ploso, Sarang, Babakan Ciwaringin dan Pondok Pesantren Salaf lainnya.

Kecenderungan tersebut tidak totalitas karena muatan kurikulum Pesantren tentu lebih berat untuk diterapkan pada peserta didik (santri) MDT yang pagi hari mengikuti pembelajaran pada lembaga fornal (SD/MI). Sehingga dengan keterbatasan waktu implementasi kurikulum tidak seutuhnya mengadopsi dari satu Pondok Pesantren seutuhnya. Bahkan ada yang memodifikasi dengan elaborasi dari beberapa Pesantren Salaf. Hal tersebut bertujuan untuk menyesuaikan kemampuan peserta didik.

Kementerian Agama dalam hal ini Subdit Pendidikan Diniyah Takmiliyah tidak menjabarkan secara detail tentang kurikulum. Namun secara garis besar sebagaimana termaktub dalam buku Pedoman Penyelenggaraan MDT dijelaskan tentang struktur kurikulum, prinsip pelaksanaan kurikulum, pengelolaan dan pengembangan kurikulum, kompetensi lulusan, proses pembelajaran dan penilaian hasil belajar.

Adapun tentang sumber pembelajaran diserahkan kepada masing-masing lembaga atau FKDT sebagai forum yang menaungi MDT atas dasar kesepakatan bersama.  Hal inilah sebagai bentuk apresiasi Kementerian Agama terhadap kekhasan MDT di beberapa daerah. Sehingga secara yuridis Kementerian Agama tidak mengatur secara teknis tentang buku ajar kurikulum. Hal tersebut karena disadari sepenuhnya bahwa MDT (dulu disebut sekolah Arab) sebagai lembaga pendidikan non formal tumbuh yang berkembang dengan komitmen Tafaquh Fiddin ( Mendalami Ilmu Agama Islam) pihak pengelola diberikan otoritas untuk melakukan pengembangan dan implementasi kurikulum.

Kementerian Agama hanya memberikan standar minimal kompetensi lulusan yang dijabarkan dalam SKKD. Kendatipun dalam sistematiika struktur urutan materi berbeda dg kurikulum berbasis Pesantren, namun prinsip yang paling utama adalah bahwa kurikulum MDT menekankan pada aspek Tafaquh Fiddin.

Dengan penekanan pada aspek Tafaquh Fiddin maka tujuan pendidikan nasional akan bisa tercapai sebagaimana termaktub dalam UU Sistem Pendidikan Nasional. MDT hadir sebagai pilar dalam sistem pendidikan nasional yang turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Disamping itu melalui MDT pengamalan dan pemahaman agama yang moderat akan menjadi warna dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Desa Kedokanbunder Ditetapkan Sebagai Desa Cerdas oleh Kemendes PDTT

0

INDRAMAYU (aswajanews.id) – Desa Kedokanbunder Kecamatan Kedokan Bunder ditetapkan sebagai Desa Cerdas oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indonesia tahun 2023.

Penetapan tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 66 tahun 2023 tentang Penetapan 1.650 Lokasi Desa Cerdas Fase III tahun 2023 tanggal 15 Februari 2023.

Desa Cerdas (Smart Village) adalah Desa yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa melalui pemanfaatan teknologi dalam berbagai aspek pembangunan desa melalui Program Peningkatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) yang digagas oleh Kemendes PDTT RI.

Melalui Program Desa Cerdas, desa didorong untuk memanfaatan teknologi informasi dan komunikasi menjadi salah satu sektor prioritas dalam penggunaan dana desa yang diprioritaskan untuk pencapaian SDGs Desa.

Kuwu Desa Kedokanbunder, Mohammad Waskim menjelaskan, pihaknya terus memaksimalkan penggunaan dana desa untuk kesejahteraan masyarakat yang berbasis pada penggunaan teknologi informasi.

Penggunaan dana desa juga disesuaikan dengan kebijakan daerah yakni Lebu Digital (Le-Dig) atau Desa Digital yang diinisiasi Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina, S.H., M.H., C.R.A.

Waskim menjelaskan, penggunaan teknologi informasi dilakukan secara internal dalam tata kelola pemerintahan oleh pamong desa maupun juga secara ekternal yang bisa diakses oleh masyarakat (publik) yaitu melalui website desa, dan media sosial. Bahkan kini di kantor desa sudah tersedia mesin Anjugan Desa Mandiri (ADM).

“Alhamdulillah, desa kami menjadi Desa Cerdas versi Kemendes PDTT. Ini menjadi tantangan bagi kami untuk terus berproses menjadi lebih baik,” kata Waskim, Senin (8/5/2023) di ruang kerjanya.

Sementara itu Camat Kedokan Bunder, Atang Suwandi, S.STP., M.Si menjelaskan, seluruh desa di Kecamatan Kedokan Bunder terus didorong untuk menjadi Desa Cerdas (Smart Village) dengan berbasis teknologi digital.

“Perubahan itu nyata dan ada di depan mata kita. Maka tata kelola pemerintahan hingga level desa harus berbasis teknologi digital,” tegas Atang. (Herman/Tongol)

Hj Nur Nadlifah Berikan Doorprize Sepeda Gunung dalam Kegiatan Edukasi Konsumsi Makanan dan Minuman

0
Hj Nur Nadlifah anggota Komisi IX DPR RI

BREBES (Aswajanews.id) – Harlah ke-1 SMP NU Al Fattah dihadiri oleh Hj Nur Nadlifah selaku anggota Komisi IX DPR RI. Kehadiran Mba Nad menggandeng BPOM Jawa Tengah untuk memberikan edukasi dan komunikasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan makanan dan minuman yang bisa dikonsumsi oleh warga masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut Mba Nad memberikan edukasi kepada masyarakat tentang makanan dan minuman yang boleh dikonsumsi. “Tidak semua makanan dan minuman bisa dikonsumsi, yang tidak boleh karena bisa membahayakan bagi tubuh dan kesehatan,” kata Mba Nad di hadapkan warga masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.

Sebelumnya petugas dari BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) Provinsi Jawa Tengah menyampaikan sosialisasi penggunaan makanan dan minuman yang sudah memiliki label dari BPOM. Beberapa contoh makanan dan minuman yang tidak boleh dikonsumsi ditunjukkan satu persatu oleh petugas. Dalam kesempatan tersebut salah satu petugas BPOM menyampaikan aplikasi BPOM yang bisa diakses melalui HP android.

Usai memberikan edukasi penggunaan makanan dan minuman Mba Nad membacakan undian yang mendapatkan beberapa doorprize yang menarik, diantara sepeda gunung. Doorprize lainya berupa jam dinding dan beberapa hadiah hiburan yang diberikan langsung oleh Mba Nad.

Kegiatan yang berlangsung pada hari Ahad, 7 Mei 2023 dihadiri oleh Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Brebes H Musyafa, Sekretaris PC Muslimat NU Brebes, Hj Mu’minah dan Pengurus PC Fatayat NU Brebes.

Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan ini, mereka aktif  mendengarkan penjelasan dan paparan dari Mba Nad dan nara sumber dari BPOM Jawa Tengah. Khusus untuk anak anak Mba Nad berpesan agar membeli jajan atau makanan yang aman untuk dikonsumsi. *(Akhmad Sururi)

Semarak Harlah SMP NU Al Fattah Tegalgandu dengan Lomba Marching Band Tingkat Kabupaten Brebes

0
SMP NU Al Fattah menyelenggarakan Lomba Marching Band tingkat Kabupaten Brebes

BREBES (Aswajanews.id) – Perhelatan Harlah Pertama SMP NU Al Fattah Tegalgandu dimeriahkan dengan lomba Marching Band tingkat Kabupaten Brebes. Lomba yang dimulai sejak pagi sampai sore diikuti oleh dua kategori, pertama tingkat SD/MI dan kedua tingkat umum. Untuk tingkat MI/SD dimulai pada pagi sampai siang dan tingkat umum dimulai setelah dhuhur sampai sore.

Dalam kesempatan tersebut H Musyafa, Lc selaku Ketua Yayasan Al Fattah menyampaikan bahwa sebagai wujud syukur atas berdirinya SMP NU Al Fattah kami menyelenggarakan Lomba Marching Band tingkat Kabupaten Brebes.

“Satu tahun berdiri dan sudah ada 3 rombel untuk tingkat pertama atau kelas VII. Tentu hal ini menjadi kebanggaan bagi kami bisa memberikan layanan pendidikan kepada warga masyarakat,” kata alumni Pondok Pesantren Ploso Kediri.

“Untuk perlombaan ini kami mengundang dewan Juri yang profesional yang tergabung dalam Komunitas Persatuan Juri Marching Band Indonesia,” imbuh Ketua Fraksi PKB DPRD Kab Brebes saat pembukaan lomba marching band.

H Musyaffah, Lc (Ketua Yayasan Al Fattah Tegalgandu, Wanasari, Brebes)

Secara marathon lomba marching band yang digelar di halaman SMP NU Al Fattah Tegalgandu menghadirkan grup marching band yang sudah biasa berlaga tingkat kabupaten. Mereka dengan semangat yang tinggi ikut serta memeriahkan Harlah Pertama SMP NU Al Fattah yang dilaksanakan pada hari Minggu, 7 Mei 2023.

Dalam perlombaan yang digelar dari pagi sampai sore tampil sebagai juara pertama tingkat MI diraih oleh grup marching band MI Wihdatus Shuban 1 Lamaran, kedua MI Infarul Khotoya Tegalgandu dan juara ketiga MI Wihdatus Shuban 2 Lamaran. Masing-masing juara mendapatkan tropy piala, piagam penghargaan dan uang pembinaan dengan jumlah total 20 jt.

Sementara untuk kategori umum juara pertama Banser Dukuhwringin, kedua Fatayat NU Pesantunan dan juara ketiga Syubanul Wathon Kedawon. Untuk juara kategori unum juga mendapatkan tropy piala, piagam penghargaan dan uang pembinaan dari Ketua Yayasan Al Fattah.

Grup Marching Band Banser Dukuhwringin, meraih Juara Pertama Kategori Umum

Seluruh peserta lomba juga mendapatkan uang pembinaan dari Hj Nur Nadlifah yang akrab disapa dengan Mba Nad, anggota Komisi IX DPR RI. Hadiah uang pembinaan diterima oleh masing-masing ofisial grup marching band.

Dalam kesempatan tersebut, Mba Nad mengapresiasi kegiatan lomba marching band yang diselenggarakan dalam rangka Harlah 1 SMP NU Al Fattah. Beliau menyempatkan untuk menyaksikan beberapa penampilan grup marching band yang berlaga di arena lomba. *(Red)

Bus Tanpa Sopir Masuk Jurang di Wisata Guci Tegal

0
Bus pariwisata dengan nomor polisi B 7260 CGA masuk jurang itu diperkirakan terjadi pukul 09.00 WIB, Minggu (7/5/2023)

TEGAL (Aswajanews.id) – Satu orang dikabarkan tewas dalam kecelakaan bus rombongan wisata dari Pondok Serut Tangerang Selatan Banten di kawasan wisata Guci, Tegal Jawa Tengah. Korban meninggal berjenis kelamin laki-laki.

Bus pariwisata dengan nomor polisi B 7260 CGA masuk jurang itu diperkirakan terjadi pukul 09.00 WIB Minggu, 7 mei 2023.

Informasi di lapangan, sopir tak berada di dalam bus saat bus itu tergelincir ke jurang. Saat ini, bus masih berada di dalam jurang dan ditutup terpal.

Kepolisian saat ini sudah mengamankan dan memeriksa sopir bus yang masuk ke dalam jurang di kawasan wisata Guci, Tegal, Jawa Tengah.

Kendati demikian, Dirlantas Polda Jawa Tengah Kombes Agus Suryo belum membeberkan identitas dari sopir bus nahas tersebut.

“Sopir sedang kita amankan, nanti kita mintai keterangannya, peristiwa dan kronologinya, tentunya juga pertanggung jawabannya seperti apa,” kata Agus.

“Dari rekan-rekan juru parkir di sini, posisi penumpang sudah naik ketambahan satu penjual tahu keliling di dalam bus. Posisi sopir sedang turun, nunggu penumpang lainnya yang belum naik, tiba-tiba bus antara ganjel gas atau hand remnya lepas itu belum diselidiki,” jelasnya.

Anton menyebut ada sejumlah korban lainnya. Mereka dievakuasi ke Puskesmas Bumijawa dan RS Dr Susilo.

“Korban sudah dievakuasi semua,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iqbal Alqudusy membenarkan terkait kecelakaan itu. Dia juga membenarkan adanya korban tewas. (*)

Merajut Silaturrahmi, Keluarga Besar Pondok Pesantren Al-Fajar Gelar Silaturahmi dan Halal Bihalal

0
Keluarga Besar Pondok Pesantren Al-Fajar Babakan-Lebaksiu-Kab.Tegal menggelar silaturrahim dan halal bihalal, Sabtu (6/05/2023)

TEGAL (Aswajanews.id) – Guna menjalin sekaligus mempererat sinergitas dan komunikasi antara Pengasuh dan seluruh Alumni Keluarga Besar Pondok Pesantren Al-Fajar Babakan-Lebaksiu-Kab.Tegal menggelar silaturrahim dan halal bihalal, di Pondok Pesantren Al-Fajar, Sabtu (6/05/2023) sore.

Selain bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi, halal bihalal ini juga bertujuan meningkatkan kolaborasi antar alumni dan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Al-Fajar bersama dengan pengasuh Pondok Pesantren dalam menjalankan syiar demi kemajuan Pondok Pesantren Al-Fajar Babakan.

Acara halal bihalal ini telah rutin diadakan setiap tahunnya, karena momentum Hari Raya Idul Fitri menjadi sarana untuk saling bersilaturahmi dan berkumpul guna saling bernostalgia dan bermaaf-maafan.

Sekretaris Umum Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Al-Fajar (PP IKAF) A’isy Hanif Firdaus mengatakan, momentum Halal Bihalal tahun ini sudah sepatutnya kita syukuri sebagai anugerah yang tiada tara, karena di tahun-tahun sebelumnya kita dibatasi untuk berkumpul dan tidak bisa saling bertemu karena wabah covid-19. “Alhamdulillah pada sore ini kita dipertemukan dan bisa saling berkomunikasi untuk memperkuat sinergitas antara pengasuh, guru dan para Santri,” ujarnya.

Hanif menambahkan, semoga di tahun berikut agenda halal bihalal ini akan terus lestari dan Insyallah kami alumni siap untuk memperkuat sinergi guna mencapai target-target Pondok Pesantren ke masa depan.

“Terakhir, semoga di bulan Syawal ini, semua amal ibadah kita diterima Allah SWT dan kita semua menjadi golongan orang-orang yang mendapat kan fitrahnya,” tandasnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fajar, KH. Hamdi Ihsan, Lc. turut berpesan kepada para santri dan alumni semoga selama bulan Ramadhan yang lalu kita semua menjadi seperti bayi yang baru saja lahir di dunia yang bersih dari dosa.

“Mudah-mudahan, semoga dengan adanya acara halal bi halal ini akan dapat mempermudah para santri khususnya dalam bertholabul ilmi sehingga ilmunya dapat bermanfaat,” ucapnya.

KH Hamdi Ihsan, Lc. menambahkan, menjadi santri harus siap dan rajin serta giat bersungguh-sungguh dalam tholabul ilmi, mudah-mudahan kita selalu mendapatkan ridlo Allah SWT. *(Pewarta: A’isy Hanif Firdaus)

Masyarakat Memiliki Peran dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

0
Halal bi Halal dan Saresehan Peningkatan Mutu Pendidikan di lingkungan Yayasan Al Masykuriyyah Larangan Brebes

BREBES (Aswajanews.id) – Sebagai lembaga pendidikan yang berdiri di tengah masyarakat sangat membutuhkan keterlibatan warga masyarakat untuk berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan. Oleh karena itu urun rembug pemikiran masyarakat sebagai steakholders pendidikan menjadi sebuah keharusan. Melalui forum Sarasehan dan Halal bi Halal Keluarga Besar Yayasan Pendidikan Islam Al Masykuriyyah ini diharapkan bisa mewujudkan kebersamaan langkah dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu. Demikian disampaikan Akhmad Sururi saat memberikan sambutan pada acara Halal bi Halal dan Saresehan Peningkatan Mutu Pendidikan di lingkungan Yayasan Al Masykuriyyah Larangan Brebes.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu malam Ahad, 6 Mei 2023 dihadiri oleh beberapa pengurus Komite, Ketua Yayasan Al Masykuriyyah, Drs Syaifulloh, tokoh masyarakat dan orang tua peserta didik MI/MDTA Sirojut Tholibin.

Akhmad Sururi Kepala MI/MDTA Sirojut Tholibin Rengaspendawa, Larangan, Brebes mengatakan, Semuanya diharapkan memiliki satu persepsi untuk kemajuan Madrasah. Kemajuan Madrasah menjadi bagian dari perubahan sosial yang sudah pasti membutuhkan peran serta masyarakat.

“Kita harus memiliki komitmen berubah untuk kemajuan lembaga pendidikan kita. Proses perbuatan tersebut membutuhkan langkah bersama, pimpinan Madrasah, Ketua Yayasan, Komite, Wali peserta didik dan lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Sururi mengajak kepada seluruh warga masyarakat untuk bersama-sama mengkampanyekan pendidikan MI dan MDTA Sirojut Tholibin Rengaspendawa. Kita ajak anak anak saudara kita, tetangga kita serta lingkungan kita untuk masuk di lembaga pendidikan Sirojut Tholibin, pagi di MI dan sore di MDTA.

Menurutnya, sebagai lembaga pendidikan swasta di bawah Kementerian Agama, maka jumlah siswa sangat berpengaruh dengan pembiayaan pendidikan. Apa sebab, karena dengan semakin bertambahnya peserta didik di MI maka bertambah pula perolehan dana BOS.  Oleh sebab itu mari kita bersama kampanyekan pendidikan Sirojut Tholibin.

Saat memberikan Sambutan, Ketua Yayasan Drs Syaifulloh mengajak kepada warga masyarakat untuk meningkatkan rasa memilki pendidikan Sirojut Tholibin. “Lembaga pendidikan ini diperuntukkan masyarakat Rengas Pendawa, oleh karena mari kita wujudkan rasa memiliki dengan mengajak lingkungan kita untuk memasukkan anak anaknya di MI dan MDTA Sirojut Tholibin,” tuturnya.

Dalam acara tersebut pimpinan Yayasan Al Masykuriyyah mengukuhkan 8 orang sebagai pengajar MDTA ditambah satu pimpinan yaitu Ali Mahfudzi. Pengukuhan tersebut setelah melalui proses Rapat Ketua Yayasan bersama dengan guru guru MDTA beberapa waktu yang lalu. (Red)

Ketua MWC NU Larangan Melepas Keberangkatan Santri Lirboyo

0
Pelepasan Keberangkatan Santri Lirboyo di area parkir Pondok Pesantren Tahfidzul Quran H Nuridin Idris Kedawon, Sabtu (6/5/2023)

BREBES (Aswajanews.id) – Ribuan santri Lirboyo yang berdomisili di Brebes berangkat dengan rombongan menggunakan 22 armada bus. Rombongan yang terbagi dalam beberapa titik kumpul dilepas secara simbollis oleh Penasehat PC HIMASAL Brebes yang sekaligus sebagai Ketua MWC NU Kec Larangan, KH Athoilah Sofyan. Dalam kesempatan tersebut, Beliau bersama dengan Ketua PAC HIMASAL Kec Larangan dan Wali Santri memanjatkan do’a pelepasan untuk keselamatan dan kelancaran perjalanan.

Pelepasan yang berlangsung di area parkir Pondok Pesantren Tahfidzul Quran H Nuridin Idris Kedawon pada hari Sabtu, 6 Mei 2023, dihadiri oleh beberapa pengurus HIMASAL Kec Larangan, Wali Santri dan beberapa alumni setempat.

Ribuan santri Lirboyo yang berdomisili di Brebes berangkat dengan rombongan menggunakan 22 armada bus

Kordinator Panitia Rombongan, Miftahusalam menyampaikan bahwa Santri Brebes serentak berangkat pada malam ini (malam Ahad). Seluruh santri Brebes baik putra dan putri yang mondok di Lirboyo Jawa Timur serentak berangkat malam ini. “Titik keberangkatan dibagi beberapa tempat kumpul dan semua rombongan bus akan berkumpul di pintu tol Brebes Timur,” kata santri senior Pondok Pesantren Lirboyo.

Ada beberapa zona titik pemberangkatan rombongan. Wilayah Kecamatan Larangan, Ketanggungan, Kersana, Wanasari, Brebes, Bulakamba dan Jatibarang.  Masing-masing bus ada kordinator panitia yang mengurusi dan melayani peserta rombongan. Perjalanan dari Brebes menuju Lirboyo akan ditempuh kurang lebih 12 jam, imbuh santri asal Jagalempeni.

Di tempat terpisah Akhmad Sururi selaku Sekretaris PAC HIMASAL Kec Wanasari, menyampaikan selamat jalan dan apresiasi kepada PC HIMASAL yang telah membantu terlaksananya pemberangkatan santri Lirboyo. Kami ucapkan selamat dan semoga sampai di Lirboyo dengan lancar tanpa ada hambatan untuk seluruh rombongan bus santri Lirboyo.

“Kita ikut berbangga menjadi santri Lirboyo yang saat ini di Brebes menurut informasi mencapai seribu lebih. Malam ini mereka berangkat untuk mencari ilmu dengan meninggalkan kampung halaman masing-masing,” ujar Akhmad Sururi.

“Semoga mereka diberikan kekuatan dan ilmu yang manfaat. Khusus untuk santri baru semoga betah di Pondok Pesantren Lirboyo,” pungkas alumni Lirboyo angkatan tahun 2000. *(Red)

Santri Sebagai Duta Desa Berangkat Mencari Ilmu

0
Oleh : Akhmad Sururi (Sekretaris PAC HIMASAL Wanasari Brebes)

BREBES (Aswajanews.id) – Hari ini seluruh santri Brebes yang mondok di Pesantren Lirboyo akan berangkat kembali untuk thalabul ilmi. Kurang lebih 27 Armada Bus akan mengangkut seluruh santri Brebes yang akan meninggalkan rumah masing-masing.

Keberangkatan mereka (santri) pada hari ini Sabtu, 06 Mei 2023, setelah liburan di rumah sudah menjadi jadwal yang telah ditentukan oleh Pengurus Pondok Pesantren Lirboyo. Oleh karena itu hampir semua santri Brebes berangkat pada hari ini (Sabtu malam Ahad) dengan beberapa titik kumpul.

Dulu santri Lirboyo dan beberapa santri Pondok Pesantren lainnya berangkat dengan kendaraan umum (bus atau kereta), sehingga pemandangan di stasiun dan terminal bus banyak didominasi oleh santri dengan membawa tas dan kardus. Hari ini mereka berangkat bukan dari terminal atau stasiun tapi dari tempat berkumpulnya rombongan.

Berangkat ke Pondok Pesantren dengan sebagai duta masing masing desa memiliki amanat yang besar. Mereka mencari ilmu untuk dirinya dan juga untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat setelah pulang di rumah nanti. Masyarakat berharap besar agar santri setelah pulang bisa berdakwah dan mengajarkan ilmunya di masyarakat.

Misi besar santri dalam mengais ilmu pengetahuan agama memiliki arti penting dalam mewujudkan peradaban masyarakat. Oleh karena itu awal keberangkatan pada awal tahun pelajaran ini mereka sudah bertekad bulat mencari ilmu sebagai kewajiban. Tekad yang kuat dengan meninggalkan kampung halaman disertai dengan niat yang suci menjadi kekuatan batin santri.

Hari ini peta pemikiran santri tentu berbeda dengan era 80-an. Santri Pondok Pesantren Salaf termasuk Lirboyo sudah bermetamorfosis dengan pemikiran yang sesuai dengan konteks zaman. Hal tersebut salah satunya dibuktikan dengan karya ilmiah yang menjadi tugas akhir santri Salaf Putra disertai dengan kompetensi tertentu.

Santri Putri yang dulu sama sekali tidak ada ijazah formal, saat sekarang tamat dari Pondok Pesantren Putri Lirboyo sudah mengantongi ijazah formal setara SMA/MA yang bisa digunakan untuk melanjutkan pada jenjang S1 Bagi mereka yang sudah tamat juga diberikan ruang untuk melanjutkan pada jenjang Sarjana dengan kampus yang masih berada di sekitar Pondok Pesantren.

Dengan perkembangan tersebut sebagai duta masing-masing desa sudah dibekali dengan legalitas dan kompetensi keilmuan agama. Dengan demikian saat pulang nanti sudah siap segalanya untuk terjun di tengah dinamlka masyarakat global.

Selamat jalan untuk santri Lirboyo, selamat berjuang mencari ilmu, semoga istiqomah belajar untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat. (*)

Pelantikan IPNU/IPPNU PAC Wanasari : Penguatan Tradisi dan Ideologi di Lingkungan Pelajar

0
Oleh : Akhmad Sururi (Wakil Ketua PC LTNU Kab Brebes)

BREBES (Aswajanews id) – Kurang lebih seminggu lagi tepatnya tanggal 13 Mei 2023 perhelatan Pelantikan PAC IPNU/IPPNU masa khidmah 2023-2025 akan digelar di aula Kec Wanasari. Pelantikan yang dirangkai dengan Raker akan menjadi titik awal secara formal dalam menggerakkan IPNU/IPPNU di Kecamatan Wanasari. Pergerakan arah harokah berorganisasi untuk komunitas pelajar dengan usia remaja memiliki semangat yang tinggi dalam berkhidmat. Semangat tersebut menjadi bagian energi positif untuk menjalankan kegiatan organisasi dalam satu periode.

Kegiatan organisasi yang tertuang dalam rancangan program kerja tidak lepas dari analisis SWOT (Strengts/kekuatan, Weakneses/kelemahan, Oportuniteis/peluang dan Treats/ancaman). Dengan mempelajari analisis SWOT, maka program yang akan dijalankan dalam satu periode sesuai dengan kondisi organisasi dengan capaian yang terstruktur dan terukur.

Kekuatan dan kelemahan yang muncul dari internal organisasi membutuhkan analisis yang obyektif. Sehingga kekuatan akan menjadi solusi terhadap kelemahan. Memetakan kekuatan organisasi baik yang berupa infrastruktur atau suprastruktur menjadi sebuah keniscayaan untuk mewujudkan organisasi yang dinamis.

Sebagai Ormas kader NU yang sarat dengan tradisi keislaman yang kuat tentu kehadiran IPNU dan IPPNU menjadi garda terdepan dalam penguatan tradisi.Hal ini seyampang dengan kaidah “al mukhafadzatu ala qodimis sholih” (mempertahankan tradisi lama yang masih relevan). Tradisi keagamaan menjadi ruh dalam organisasi. Oleh karena ikhtiar mempertahankan tradisi keagamaan harus menjadi komitmen bersama dalam organisasi.

Di beberapa ranting IPNU dan IPPNU (tidak banyak) masih terdengar kegiatan Tahlilan, Maulid Nabi dan tradisi keagamaan yang lainnya. Kendatipun kemajuan IT kadang menggeser manusia menjadi manja (lebih suka di rumah dengan bermain HP), namun ternyata masih ada kelompok remaja di desa khususnya IPNU dan IPPNU yang bisa menyempatkan waktunya untuk bertemu seminggu sekali.

Sebagai pondasi tradisi maka pemahaman ideologi Aswaja menjadi prioritas utama yang ditanamkan untuk para kader IPNU dan IPPNU. Pendalaman Aswaja ini tidak sebatas pada forum formal pengkaderan seperti makesta, lakmud dan seterusnya. Namun kegiatan rutin yang berorientasi pada pemahaman ajara dan tradisi Aswaja harus menjadi menu wajib. Sehingga sebagai kader NU dalam memahami ideologi tidak sebatas kulit tapi muncul pemahaman yang komprehensif.

Ideologi keagamaan dan kebangsaan menjadi dasar pemahaman utama yang sangat penting. Pemahaman terhadap keduanya sebagai satu paket yang utuh akan mewujudkan kader NU yang tidak akan goyah keyakinannya baik dalam beragama ataupun berbangsa. Dalam konteks kehidupan beragama tentu keimanan dan ketaqwaan akan menjadi warna dalam hidupnya. Dalam kehidupan berbangsa akan menjadi warga negara yang baik dan setia pada NKRI.

Munculnya berbagai tindakan kriminal, kenakalan remaja, pergaulan bebas yang berujung pada pernikahan dini serta tindakan negatif lainnya antara lain disebabkan rendahnya pemahaman ideologi agama. Mereka sangat minim dalam memahami serta mengamalkan kewajiban beragama. Sehingga mudah terjerembab dalam limbah kenistaan.

Oleh karena itu kehadiran IPNU dan IPPNU di wilayah Kecamatan Wanasari dengan sebaran di masing masing desa diharapkan akan menciptakan remaja yang memiliki idiologi agama dan negara yang kuat. Untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan sinergisitas dengan tokoh agama secara struktural (NU) dan pemerintah sebagai penguasa negara.

Dengan demikian Pelantikan yang rencananya akan dilaksanakan di Aula Kecamatan Wanasari sebagai simbol penguatan kebangsaan. Ritual Ibadah yang bertempat di masjid atau mushola terdekat merupakan simbol penguatan idiologi dan tradisi di lingkungan IPNU dan IPPNU. (*)

Ribuan Guru Bandung Raya Bergabung di FG PPPK

0
Astri Winarti Widiastuti, Ketua FG PPPK Bandung Raya Jabar

BANDUNG (Aswajanews.id) – Sedikitnya 2000 guru di Bandung Raya sudah bergabung di Forum Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (FG PPPK) Bandung Raya Jabar. Terbentuknya FG PPPK bermula dari WAG PPPK Lolos PG yang biasa digunakan untuk saling sharing informasi dan saling membantu apabila salah satu anggota mengalami kendala atau kesulitan.

FG PPPK Bandung Raya Jabar diketuai oleh Astri Winarti Widiastuti yang biasa dipanggil Ibu Acy dengan jumlah total pengurus sebanyak 20 orang terdiri dari pengurus perwakilan dari setiap instansi di Bandung Raya dan Jabar antara lain dari Kota Bandung, Kab Bandung, KBB, Cimahi dan dari instansi Jawa Barat terdekat.

Astri Winarti Widiastuti mengatakan, FG PPPK Bandung Raya Jabar beranggotakan guru-guru lintas jenjang (SD, SMP, SMA/K, SLB) dan lintas instansi. Cikal bakal terbentuknya Forum Guru tersebut adalah dari WA Grup yang anggotanya mencapai 2000 lebih.

“Pada awalnya kami sama sekali tidak berencana untuk membentuk suatu forum, kami hanya ingin membuat grup PPPK lolos PG yang bisa kami gunakan untuk saling sharing informasi dan saling membantu apabila salah satu dari anggota grup mengalami kendala atau kesulitan,” ujarnya.

“Seiring waktu berjalan semakin banyak anggota yang bergabung ke dalam grup hingga mencapai 2.000 lebih, tidak hanya yang berasal dari kota Bandung tetapi juga dari kab Bandung, KBB, Cimahi dan instansi Jawa Barat terdekat,” tambahnya.

Lanjut Astri, dikarenakan kami memiliki kebutuhan dan tujuan yang sama akhirnya kami bersepakat untuk mempersiapkan berkas-berkas yang diperlukan untuk pengisian DRH dan penggajian, dimulai dari melakukan tes-tes rohani, jasmani, dan napza secara bersama-sama, selanjutnya melakukan pengisian DRH dan agenda yang akan kami lakukan selanjutnya adalah mempersiapkan berkas-berkas untuk penggajian.

Astri berharap, keberlangsungan forum ini tidak hanya untuk PPPK guru periode sekarang tetapi juga untuk PPPK guru periode selanjutnya. Sehingga lebih banyak lagi guru PPPK yang terbantu dalam mendapatkan informasi mengenai PPPK baik seputar kebijakan, teknis, dll juga pada saat pengisian DRH dan penggajian. (Elisa Nurasri)

Cegah Stunting dan Implementasi Melalui Gerakan Orang Tua Asuh Balita Stunting

0
Cegah Stunting Melalui Gerakan Orang Tua Asuh Kecamatan Bangodua Kabupaten Indramayu

INDRAMAYU (aswajanews.id) – Sebanyak 3 balita di desa Wanasari Kecamatan Bangodua Kabupaten Indramayu memperoleh bingkisan berupa makanan tambahan bergizi dari Camat Bangodua Raden Mas Wahyu Adhiwijaya, S.STP,.M.SI, Sekretaris Kecamatan, Yayan Tefianty, SE, Kasi Pelayanan Masyarakat Nani Suryani, SE., Kasi Trantibum Eko Febiyanto, S.IP., Yudin, Didi Rusnadi, Yolis Agus Figiyanto dan jajaran pegawai Pemerintah Kecamatan Bangodua Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Jumat (05/05/2023).

Pembagian bingkisan tambahan makanan bergizi kepada 3 balita guna pencegahan dan penurunan stunting atau gagal tumbuh kembang anak akibat kekurangan gizi, sekaligus sebagai kegiatan Jum’at Berkah, Aksi Cegah Stunting dan implementasi dari program maupun kebijakan Bupati Indramayu Nina Agustina yakni “Gerakan Orang Tua Asuh Balita Stunting”.

Cegah Stunting Melalui Gerakan Orang Tua Asuh Kecamatan Bangodua Kabupaten Indramayu

Dikatakan Camat Bangodua Raden Mas Wahyu Adhiwijaya, S.STP,.M.SI, pembagian makanan tambahan bergizi itu berupa paket telur dan susu yang bersumber dari para pejabat di lingkungan Pemerintah Kecamatan Bangodua dalam menyukseskan Gerakan Orang Tua Asuh Balita Stunting guna menuju Indramayu Zero Stunting.

“Kami membagikan paket makanan tambahan bergizi untuk 3 balita, semoga bermanfaat dan bisa memberikan dampak positif untuk Kabupaten Indramayu guna ujimenyukseskan program Gerakan Orang Tua Asuh Balita Stunting dan menuju Indramayu Zero Stunting,” ujarnya. (Prapto)

Wujudkan Smart Heritage, Mapag Sri Diisi Pagelaran Kesenian dan Bakti Sosial

0
Pagelaran kesenian dan bakti sosial kepada masyarakat Desa Cangkingan, Jum'at (5/5/2023)

INDRAMAYU (aswajanews.id) – Desa Cangkingan Kecamatan Kedokan Bunder Kabupaten Indramayu terus berproses untuk menjadi tempat yang menyenangkan sebagai pelestari kebudayaan dan kesenian. Salah satu bentuk impelementasi Smart Heritage yakni dengan pelestarian budaya Mapag Sri yang diisi dengan pagelaran kesenian dan bakti sosial kepada masyarakat Desa Cangkingan, Jum’at (5/5/2023).

Kegiatan Mapag Sri diawali dengan penjemputan terhadap tanaman padi yang akan di panen di Blok Jembangan yang ditandai dengan pengambilan padi sebagi simbol ‘Dewi Sri’.

Setelah pengambilan tanaman padi, selanjutnya dilakukan do’a bersama yang diikuti oleh pamong desa dan masyarakat lainnya. Selanjutnya, padi yang telah dipanen kembali dibawa ke balai desa dan disana telah disiapkan pagelaran wayang kulit untuk masyrakat.

Pada kesempatan itu, dalam momentum Mapag Sri juga dilakukan bakti sosial kepada masyarakat Desa Cangkingan yang tidak mampu berupa pemberian beras masing-maisng 3 kilogram.

“Hari ini kita melaksanakan panen, dan hasil dari panen itu kita kembalikan kepada masyarakat berupa beras kepada mereka yang membutuhkan,” kata Kuwu Cangkingan, Didi Wahyudi.

Didi menambahkan, untuk pertanian di Desa Cangkingan yang sudah melaksanakan penen baru 60 %. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan semakin luasnya cakupan panen di desa tersebut.

Sementara itu Camat Kedokan Bunder, Atang Suwandi, S.STP., M.Si mengapresiasi kegiatan Mapag Sri yang telah dilaksanakan di desa-desa di Kecamatan Kedokan Bunder. Kegiatan tersebut sebagai pelestarian budaya yang harus dilestarikan dan sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT. (Herman/Tongol)

Serikat Pekerja Jabar Peringati May Day Tanpa Aksi Unjuk Rasa

0
Serikat pekerja atau buruh dengan pemerintah sepakat mengisi peringatan hari buruh internasional dengan sejumlah kegiatan

BANDUNG (Aswajanews.id) – Puncak peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2023 digelar di Aula Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Barat, Jl. Soekarno-Hatta No. 532 Bandung, Kamis (4/5/2023).

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, pada tanggal 1 Mei 2023 tidak ada aksi unjuk rasa di Gedung Sate maupun DPRD Jawa Barat, di Kota Bandung. Serikat pekerja atau buruh dengan pemerintah sepakat mengisi peringatan hari buruh internasional dengan sejumlah kegiatan, seperti Liga Futsal May Day tahun 2023, mudik gratis bagi pekerja/buruh, pemberian sembako bagi pekerja ter-PHK, monitoring pelaksanaan pemberian THR dan puncaknya acara silaturahmi ini.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat, Rachmat Taufik Garsadi, mengatakan, ini kali pertama para buruh di Jawa Barat tidak berdemonstrasi saat May Day, di luar masa pandemi.

“Kami menggelar acara ini untuk memberikan apresiasi kepada para buruh para pekerja yang terus menjaga kondusivitas dari hubungan industrial di Jawa Barat,” kata Rachmat.

Menurutnya, dunia usaha Jawa Barat merupakan lokomotif di Indonesia dan bila ada kejadian terkait dengan hubungan industrial maka yang terkena dampaknya bukan hanya Jawa Barat tapi Indonesia karena Jawa Barat itu memiliki jumlah perusahaan terbesar, memiliki angkatan kerja terbesar, di Indonesia dan dunia.

“Sehingga dengan kebersamaan ini tentunya harus kita tetap jaga kondusivitas dan teruskan komitmen bersama agar buruh sejahtera pengusaha maju dan Jabar Juara,” kata dia.

Pemeriksaan kesehatan untuk Perwakilan Serikat Pekerja di Disnakertrans Jabar

Sementara itu, Ketua Kadin Jawa Barat Drs.H.Cucu Sutara, MM menambahkan, dengan momentum Hari Buruh Internasional diharapkan menjadi pengingat kehadiran LKS Tripartit antara pemerintah, pengusaha dan pekerja.

“Bertepatan dengan perayaan Idul Fitri, May Day menjadi momentum merajut kebersamaan antara pekerja, pengusaha dan pemerintah, di hari yang fitri ini. Hari buruh selayaknya kita peringati dengan riang gembira, ceria, tertib, aman dan harmonis dengan suasana kekeluargaan,” katanya.

Perwakilan Serikat Pekerja (KSPSI) Agus Koswara menambahkan pada tahun ini harus jadi tahun saling memberi antara LKS Tripartit untuk mewujudkan hubungan industrial yang harmonis.

Turut hadir dalam acara tersebut perwakilan Polda Jabar, Kabinda Jabar, Kadin Jabar, Biro Kesra Setda Jabar, BPJS Ketenagakerjaan, APINDO Jabar, serta para ketua serikat pekerja atau serikat buruh Jawa Barat. (Elisa Nurasri)

Kehadiran Ulama dalam Politik Menyejukan Umat

0
Oleh ; Akhmad Sururi (Sekretaris PAC HIMASAL Kec Wanasari Kab Brebes)

Pesan politik Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo pada acara Halal bi Halal Santri dan Alumni Kab Brebes di KIC Aswaja Center Bumiayu sangat menyejukan. Beliau menyampaikan bahwa kehadiran Ulama atau Kyai dalam dunia politik harus bisa mendamaikan tidak memunculkan permusuhan (adawah). Pesan ini tentu sangat beralasan karena politik identik dengan permusuhan dan perpecahan. Karena itu muncul adagium dalam politik kawan yang abadi yang ada kepentingan abadi. Dalam tempo tertentu seorang politisi bisa berkawan dengan kepentingan yang sama dan pada situasi yang berbeda bisa menjadi lawan karena kepentingan yang berbeda.

Oleh karena itu kehadiran dan peran Ulama atau tokoh agama dalam pentas politik, terutama menjelang Pemilu 2024 sangat diharapkan membawa pesan kesejukan dan perdamaian umat.  Hal ini akan muncul berbagai pertanyaan. Bagaimana langkah yang harus dijalankan untuk mewujudan hal tersebut? Sebagai penjaga moral agama di tengah tengah umat, Ulama menjadi rujukan dalam persoalan agama. Oleh karena itu nilai etika agama menjadi spirit utama dalam berpolitik.

Pesan KH Abdullah Kafabihi Mahrus harus menjadi pengingat bagi para ulama, alumni dan santri saat bersentuhan dengan dunia politik

Kesantunanan dalam berpolitik harus menjadi prinsip dan langkah ulama yang berperan dalam kehidupan berpolitik. Ini penting, mengingat terkadang ketika terseret dalam kepentingan politik acap kali menanggalkan kesantunanan dan moral politik. Sehingga kehadiran ulama bisa memecah belah umat. Disinilah pesan KH Abdullah Kafabihi Mahrus harus menjadi pengingat bagi para ulama, alumni dan santri saat bersentuhan dengan dunia politik.

Perpecahan umat harus kita hindari. Benih perpecahan bisa berangkat karena dari pilihan yang berbeda saat Pemilu. Polarisasi pilihan terkadang memunculkan tafsir dan asumsi di luar nalar moral politik. Ulama atau tokoh agama pada satu sisi masih memiliki kekuatan moral politik yang kuat, namun di sisi yang lain terjadi pergeseran opini masyarakat terhadap kekuatan politik ulama.

Pergeseran opini tersebut tak lepas dari framing yang dibangun oleh beberapa pihak untuk mengkerdilkan peran politik ulama. Disamping itu kita juga tidak menafikan prilaku politik sebagian tokoh agama yang terkadang tidak bisa menjadi pegangan umat dalam berpolitik.

Sampai hari ini pemahaman ulama, tokoh agama serta alumni terhadap politik masih terbelah menjadi dua kelompok utama. Pertama mendukung dan berperan dalam kegiatan politik. Kedua mereka memilki pemahaman anti politik dan tidak mau dengan kegiatan politik. Dua kelompok tersebut memiliki pengikut yang tidak sedikit di tengah tengah masyarakat. Sehingga polarisasi pemahaman tersebut berimbas terhadap sikap politik yang tidak bisa menyatukan umat.

Oleh karena itu ikhtiar dan langkah Ulama untuk memberikan pencerahan kepada umat tentang politik menjadi sebuah harapan. Tokoh Ulama yang bisa mencerahkan kepada umat menjadi pengayom umat dengan pemahaman politik kebangsaan kompatibel dengan nilai moral politik. Sehingga kesejukan dan kesantunanan akan menjadi warna dalam pergerakan politik dan berujung kepada tentramnya kehidupan masyarakat. (*)

Randusanga Kulon Menjadi Peserta Lomba Desa Tingkat Kabupaten Brebes Tahun 2023

0
Buku Randusanga Kulon dalam Buku

BREBES (Aswajanews.id) – Desa Randusanga Kulon, Rabu (3/5/2023) dilaksanakan penilaian lomba desa oleh tim penilai lomba desa tingkat Kabupaten Brebes tahun 2023, sekaligus lounching Kios Adminduk (Administrasi Kependudukan) kios pelayanan pembuatan Akta Kelahiran, KK (Kartu Keluarga) dan Akta Kematian yang dapat dibuat di Pelayanan Pemerintahan Desa Randusanga Kulon.

Lounching kios adminduk, buat akta kelahiran Kartu Keluarga (KK) dan Akta kematian bisa langsung di kantor pelayanan Desa Randusanga Kulon

Lomba desa yang dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) menjadi ajang bergengsi bagi Desa Randusanga Kulon dalam rangka mengevaluasi perkembangan desa dalam bidang Kewilayahan, Pemerintahan, Kemasyaraktan, Pelayanan, Pendidikan, Pemberdayaan Masyarakat dan Kesehatan.

Untuk menjawab 7 bidang di atas pemerintah Desa Randusanga Kulon, semaksimal mungkin menyiapkan data yang dibuat oleh perangkat desa (pamong), para ibu bidan desa, ibu-ibu PKK dan lembaga desa meliputi Badan Perwakilan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Jagad Kerti.

Buku Randusanga Kulon dalam Buku

Dalam lomba tersebut diterbitkan pula buku tentang Randusanga Kulon yang berjudul “Randusanga Kulon dalam Buku” menceritakan asal usul dan sejarah nama desa Randusaga Kulon, potensi yang dimiliki dan kemajuan serta prestasi yang telah diperoleh oleh Desa Randusanga Kulon. Lewat buku ini pula diharapkan Randusanga Kulon semakin dikenal oleh masyarat lain terutama potensi destinasi wisata yang cukup banyak.

Drs. Hairul Huda ketua Juri Lomba Desa Kabupaten Brebes tahun 2023

Lomba Desa tingkat Kabupaten Brebes pada tahun 2023 ini bertema “Desa Mandiri Mewujudkan Masyarakat Sejahtera dan Berdikari.” Kalau Desa Randusanga Kulon mampu mengalahkan 5 desa dari 17 Kecamatan yang ada di Kabupaten Brebes, maka selanjutnya Desa Randusanga Kulon akan diikutkan atau maju pada jenjang yang lebih tinggi, yaitu tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Dengan pencocokan data (ceklist) yang tersedia dan mampu membuktikan apa-apa yang diminta oleh dewan juri, baik bukti administrasi dan foto-foto kegiatan yang dimiliki, sepertinya sangat layak Randusanga Kulon untuk menuju ke tingkat propinsi Jawa Tengah, mewakili Kabupaten Brebes. Semoga, Aamiiin. (Lukmanrandusanga, 4/5/2023)

Kajati Buka Pra Musrenbang Kejaksaan Tinggi Jawa Barat

0
Kajati Jabar Ade Sutiawarman, S,H.,M.H.

BANDUNG (Aswajanews.id) – Kajati Jabar Ade Sutiawarman, S,H.,M.H. membuka acara Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Pra Musrenbang) Tahun 2023. Acara yang berlangsung di hotel Aston Pasteur Kota Bandung pada hari Selasa 2 Mei 2023, bertajuk “Prioritas Penganggaran Kejaksaan Dalam Rangka Mempercepat Transformasi Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan” ini diikuti oleh Para Asisten, seluruh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) dan Kepala Seksi se-Jawa Barat.

Menurut Kepala Seksi Penerangan Hukum atau Kasi Penkum Kejati Jabar, Sutan Sinomba, S.H.,M.H dalam Siaran Pers Nomor: PR-078/Kph 2/05/2023, Kajati menyampaikan bahwa Kejaksaan patut berbangga, karena hasil survei Indikator Politik Indonesia (IPI) tangal 30 April 2023 menujukkan Kejaksaan Agung menjadi The Most Trusted Institution by The Public dengan tingkat kepercayaan meningkat menjadi 80% dalam hal penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di Indonesia.

“Penilaian dilakukan dengan menggunakan Metode Multistage Random Sampling, dengan jumlah sampel  sebanyak 1.220 orang yang berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional, asumsi random sampling dengan toleransi kesalahan (margin of error-moe) sekitar + 2.9% dengan tingakat kepercayaan 95% atau penilaian sangat puas atas kinerja Kejaksaan Agung. Pencapaian luar biasa ini dapat di terjemahkan sebagai prestasi sekaligus tanggung jawab,” papar Kajati Jabar.

Masih menurut Kajati Jabar, prestasi karena artinya ketulusan dan kerja keras kita dalam melaksanakan tugas yang selalu didoktrinkan oleh Bapak Jaksa Agung mampu mengetuk pintu hati kepercayaan publik.

Tanggung jawab karena di pundak kita, bapak ibu sekalian, digantungkan harapan dan ekspektasi yang tinggi dari masyarakat Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut Kajati berpesan agar Forum Pra Musrenbang ini, dapat menjadi wadah bagi kita untuk bersama-sama berkontribusi memberikan sumbangsih pemikiran dan masukan guna menentukan pola perencanaan dan penganggaran dalam penyusunan Draft Rencana Kerja Anggaran pada Satuan Kerja Kejaksaan Tinggi Jawa Barat untuk Tahun 2024 sesuai dengan ketersediaan anggaran sebagaimana ditetapkan pada pagu indikatif kejaksaan, secara tepat dan benar.

“Tepat, artinya sesuai dengan pola perencanaan penganggaran yang sinkron dan komprehensif yang diwujudkan dengan mengupayakan kesinambungan pelaksanaan perencanaan kinerja dan anggaran secara sistematis dan terencana oleh setiap satuan kerja di lingkungan kejaksaan serta tidak tumpang tindih dengan sistem perencanaan dan penganggaran nasional. Benar, artinya sesuai dengan kebutuhan dalam melaksanakan tugas pokok fungsi dan kewenangan kejaksaan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan,” jelasnya.

Adapun dilaksanakannya Pra Musrenbang, tidak terlepas dari amanat PERPRES Nomor 17 Tahun 2017 yang ditindaklanjuti dengan INSJA Nomor 2 Tahun 2023, dimana di sela – sela tugas utama sebagai pelaksana kekuasaan negara di bidang penuntutan, diharapkan juga dapat adaptif dalam mengelola keuangan negara di lingkungan kejaksaan dengan memadukan proses perencanaan dan penganggaran agar sejalan dengan :

  1. Arah Pembangunan Kejaksaan dalam Rencana Strategis Kejaksaan dan Rencana Kerja Kejaksaan
  2. Arah Kebijakan dan Sasaran Pembangunan Nasional.

Pada kegiatan Pra Musrenbang hari ini Kajati berharap agar para peserta  tidak bersikap apatis, mengingat betapa pentingnya proses perencanaan dan penganggaran ini sehingga dapat diperoleh hasil yang optimal dan bermanfaat bagi intitusi.

Kajati juga mengingatkan bahwa langkah awal dari Perjalanan Pembangunan Kejaksaan pada Tahun 2024 dimulai dari proses perencanaan dan penganggaran yang akan disampaikan, dituangkan dan disusun menjadi draft rencana kerja anggaran satuan kerja pada pra musrenbang kita, dimana hasil pra musrenbang ini akan ditindaklanjuti dengan musrenbang yang hasilnya akan digunakan sebagai bahan jaksa agung untuk mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional Tahun 2024,” pungkas Kasi Penkum, Sutan Sinomba. (Penkum Kjti Jbr)

Pengamanan Arus Mudik-Balik Lebaran, Kapolri Sampaikan Ucapkan Terima Kasih ke Jajaran

0
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

JAKARTA (Aswajanews.id) – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajarannya yang telah berupaya optimal dalam rangka memberikan pengamanan dan pelayanan terhadap masyarakat terkait arus mudik dan balik Lebaran 2023. Menurutnya, berdasarkan hasil evaluasi pengamanan berjalan dengan baik dan aman.

Hal ini diungkapkan Kapolri saat menggelar Video Conference (Vicon) dengan seluruh jajaran. Dalam arahannya, Kapolri menjelaskan Operasi Ketupat 2023 yang digelar dihadapkan dengan meningkatnya arus mudik dan balik sekitar 40 persen.

Dari seluruh rangkaian yang ada, Sigit menuturkan kerja keras jajarannya dengan seluruh stakeholder mulai dari pelayanan arus mudik dengan mempersiapkan berbagai pos, mulai dari pos pengamanan, pos pelayanan, pos terpadu, dan juga berbagai macam kegiatan pengamanan pada saat kegiatan malam takbir, shalat Ied, kegiatan-kegiatan di tempat wisata dan pelayanan terhadap arus mudik dan balik, semuanya berjalan dengan sangat baik.

“Dalam kesempatan ini saya ucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran, baik di pusat maupun seluruh wilayah yang telah bekerja keras dan Alhamdulillah hasilnya bisa kita lihat bersama,” kata Kapolri, Rabu, 3 Mei 2023.

Berkat hal tersebut, mantan Kabareskrim Polri menyebut, banyak pihak yang menyampaikan apresiasi. Dengan adanya apresiasi tersebut, Sigit menuturkan, kerja keras dan rasa lelah yang dirasakan jajarannya menjadi pemicu semangat untuk bertugas lebih baik lagi kedepannya.

“Lelahnya rekan-rekan, bagaimana rekan-rekan harus bekerja siang dan malam, disaat bersamaan masyarakat yang lainnya bisa berlibur, namun rekan-rekan terus bekerja keras,” ucapnya.

Dalam kesempatan ini, mantan Kapolda Banten ini memberikan perbandingan evaluasi Operasi Ketupat tahun ini dibandingkan tahun lalu. Dari sisi kemacetan, ia menyebut terjadi perubahan yang sangat luar biasa. Pada arus mudik dan balik tahun ini, tidak terjadi kemacetan yang cukup panjang.

“Artinya ada kepadatan, namun tentunya sangat jauh berbeda baik di jalur tol maupun di jalur arteri,” katanya.

Dari evaluasi pengamanan arus mudik-balik Lebaran 2022, banyak masyarakat yang mengeluhkan terjadi kemacetan pada saat masuk jalan tol. Namun, tahun ini kemacetan tersebut tidak terjadi.

Demikian juga di jalur Jawa Barat, dimana jalur arteri semuanya berjalan lancar walaupun padat. Hal tersebut, kata Kapolri, dikarenakan kehadiran jajarannya di lapangan.

Kemudian untuk jumlah kecelakaan lalu lintas secara umum terjadi penurunan, baik yang meninggal, yang luka berat, maupun yang luka ringan. “Tentunya ini merupakan hasil yang menggembirakan bagi kita semua, sehingga ini harus dipertahankan,” tambahnya.

Selanjutnya, untuk jalur penyeberangan, khususnya di wilayah Merak yang tadinya setiap tahun, selalu mendapatkan keluhan dari masyarakat dan media terkait dengan kemacetan di Cikuasa Atas, bahkan kadang kala masuk sampai jalan tol, tahun ini itu tidak terjadi.

“Kemudian terkait dengan kejahatan di jalan, ini juga dari hasil pendalaman dan juga wawancara kepada masyarakat yang menyeberang, tingkat kejahatannya juga terjadi penurunan, ada pencurian laptop kalau tidak salah namun langsung tertangkap dan ini juga karena kerja keras rekan-rekan dalam mengawal. Sehingga masyarakat betul-betul bisa sampai tujuan dengan selamat,” paparnya.

Atas semua hal tersebut, Kapolri menuturkan menjadi evaluasi untuk pengamanan arus mudik dan balik Lebaran pada tahun 2024 mendatang menjadi lebih baik.

Selain evaluasi pelaksanaan Operasi Ketupat 2023, Sigit juga menyinggung hasil survei kepercayaan publik terhadap Polri yang meningkat. Pada bulan Maret, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri di angka 70,8 persen. Pada tanggal 23 April atau kurang lebih satu bulan, angka kepercayaan publik terhadap Polri meningkat menjadi 73,2 persen.

“Survei ini dilakukan pada saat kita melakukan pengamanan di awal mudik jadi belum sampai selesai, mudah-mudahan di survei lanjutan dari rangkaian arus balik maupun arus mudik ini angka kita bisa meningkat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sigit menyampaikan hasil survei kepuasan masyarakat terhadap peran Bhabinkamtibmas sebesar 73,6 persen, dengan diikuti bagaimana kemampuan Bhabinkamtibmas dalam menjaga harkamtibmas sebesar 71,5 persen.

Terkait dengan pelayanan publik, secara umum sudah di angka 71. Namun, lanjut Kapolri, ada hal-hal yang harus terus diperbaiki terkait dengan pelayanan SIM, kemudian pelayanan terhadap kelompok manula dan disabilitas.

“Jadi itulah angka-angka dimana yang sudah tinggi tolong dipertahankan dan ditingkatkan, yang masih belum silakan untuk dilakukan perbaikan,” tutupnya. (Red)

90 Mahasiswa Unwir Siap Majukan Desa di Kecamatan Kedokan Bunder

0
Universitas Wiralodra Indramayu, pada tahun akademik 2023 ini kembali melaksanakan KKN Tematik yang dilaksanakan di 7 desa yang ada di Kecamatan Kedokan Bunder

INDRAMAYU (aswajanews.id) – Perguruan tinggi memiliki perananan strategis dalam memajukan desa baik dosen maupun mahasiswanya. Salah satu kontribusi perguruan tinggi untuk memajukan desa adalah dengan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bentuk Tri Darma Perguruan Tinggi.

Seperti yang dilakukan oleh Universitas Wiralodra Indramayu, pada tahun akademik 2023 ini kembali melaksanakan KKN Tematik yang dilaksanakan di 7 desa yang ada di Kecamatan Kedokan Bunder.

Penerimaan mahasiswa Unwir di Kecamatan Kedokan Bunder, diterima langsung Camat Atang Suwandi, S.STP., M.Si dan dihadiri oleh para kuwu, Rabu (3/5/2023).

Pada kesempatan itu Atang menjelaskan, para mahasiswa bisa menerapkan ilmu dan teori yang selama ini didapatkan di kampus untuk diimplementasikan di masyarakat. Selain itu KKN ini bisa dijadikan ajang sharing bersama pemerintah desa untuk kemajuan desa tersebut.

“Silahkan turun dan masuk ke desa, di sana akan menemui masalah kemudian jadilah pemecah masalah tersebut,” kata Atang.

Atang menambahkan, para mahasiswa bisa meneruskan atau menindaklanjuti salah satu program unggulan Bupati Indramayu Nina Agustina yakni Lebu Digital (Le-Dig) yang sudah dibangun di desa-desa.

“Program Le-Dig sudah ada, tinggal dikembangkan saja. Silahkan mahasiswa berkontribusi untuk memajukannya,” kata Atang.

Setelah dilakukan penerimaan oleh Camat Kedokan Bunder, selanjutnya para mahasiswa diserahkan ke kuwu desa masing-masing untuk segera masuk ke desa. (Herman/Tongol)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts