Google search engine
Beranda blog Halaman 200

15 Serikat Pekerja/Buruh Kembali Ajukan Uji Formil, Jumhur: Kalau MK Waras Buruh Pasti Menang

0
15 serikat pekerja menguji formil UU No. 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja ke MK, Selasa (9/5/23)

JAKARTA (aswajanews.id) – Kantor Pengacara yang dipimpin Prof. Denny Indrayana Integrity Law Firm mendaftarkan Uji Formil UU No. 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja ke Mahkamah Konstitusi (MK) atas kuasa dari 15 Serikat Pekerja/Serikat Buruh pada hari Selasa (9/5/23).

Pada intinya mereka akan mengujikan bahwa proses pengesahan dari PERPPU Cipta Kerja ke UU ini telah melanggar Konstitusi UUD 1945 karena pengesahaannya dilakukan bukan pada masa sidang pertama setelah lahirnya PERPPU tersebut. Oleh sebab itu parta pimpinan Serikat Buruh sangat yakin MK akan memenangkan buruh.

“Nah apa yang kita ujikan logikanya seperti ini: dalam UUD 1945 bahwa 2 ditambah 2 sama dengan 4. Sementara itu Pemerintah dan DPR menyebut 2 ditambah 2 itu sama dengan 5. Kalau MK membenarkan bahwa 2 ditambah 2 sama dengan 5 maka MK juga sama tidak waras,” ungkap Jumhur membuat analogi.

Pernyataan Jumhur yang juga Ketua Umum DPP KSPSI itu mengacu pada UUD 1945 Pasal 22 yang manyatakan bahwa PERPPU itu harus ditolak atau disetujui pada masa sidang berikutnya yang terdekat dengan lahirnya PERPPU. Artinya pada sidang itu lah harus diputuskan.

Sementara diketahui bahwa PERPPU Cipta Kerja itu disahkan menjadi UU bukan pada masa sidang pertama yang berakhir pada 16 Februari 2023 melainkan pada masa sidang kedua pada 21 Maret 2023. Dengan begitu maka lahirnya UU Cipta Kerja itu secara formil tidak sah.

Sementara itu Rudi HB Daman dari GSBI menyatakan bahwa perjuangan kaum buruh tetap konsisten dan dilakukan dengan berbagai cara untuk membatalkan UU Cipta Kerja ini. Selain melalui jalur hukum, katanya juga dengan melakukan aksi-aksi di jalan.

Sementara itu Sidarta dari FSP LEM SPSI mengatakan bila UU ini tidak dilawan dan dibatalkan maka tujuh turunan rakyat kita bakal celaka. Mengakhiri pernyataan bersama, Daeng Wahidin dari PPMI menyebutkan bahwa putusan MK yang menyatakan UU Cipta Kerja lalu sebagai inkonstitusional maka pada uji formil saat ini pun harus dinyatakan inkonstitusinal karena isi dan proses pembentukan UU yang sekarang ini adalah sama dengan yang terdahulu.

Seperti diketahui, 15 serikat pekerja yang menguji formil ke MK hari ini adalah GSBI, SBSI 92, PPMI, KBMI, KSPSI, FSP Parekraf KSPSI, FSP LEM SPSI, ASPEK Indonesia, FSP RTMM SPSI, FSP FARKES SPSI, KSPN, FSP Pelita Mandiri, FSP PP SPSI, FSPRI dan FSP KEP KSPSI. *(PRESS RELEASE)

Jam’iyyah Selasanan, Upaya Mendekatkan Masyarakat dengan Al-Qur’an dan Merajut Persaudaraan

0
Ustadz Didi Nurdiansyah bersama Jam'iyah Selasanan di Kelurahan Gandasuli Brebes. (Foto: A Hanif)

BREBES (aswajanews.id) – Pengajian Jamiyahan yang berlangsung di pedesaan hingga kini tidak pernah sepi dan tetap lestari. Kegiatan Jamiyahan pada dasarnya sudah berlangsung sejak dahulu dengan semangat para ibu-ibu secara istiqomah pengajian jamiyahan dari hari Senin-Minggu akan ada saja, seperti halnya jam’iyyahan Ibu-ibu Selasanan di Kelurahan Gandasuli Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes hingga kini tetaplah eksis.

Ketua Jam’iyah Selasanan, Mba Wiwin dalam sambutannya mengatakan, Jam’iyah Selasanan berdiri setelah peresmian Musolla Al-Ikhlas pada tahun 2018 hal tersebut dikarenakan melihat antusias dari warga lingkungan musolah maka kemudian diadakan kegiatan jam’iyah setiap hari Selasa rutinan secara bergilir di rumah-rumah warga dengan bertadarus Al-Qur’an, Maulid Al-barzanji dan pembacaan Surat Yasin secara bersamaan.

Ibu Rodiyati selaku shohibul bait Jam’iyah Selasanan menyampaikan selamat datang di rumah kami, tentu kami sekeluarga sangat bahagia dengan kehadiran panjenengan semua. “Hari ini jamiyyah dilanjutkan kembali sekaligus acara halal bi halal, penyantunan para jompo-jompo dan fidyah,” paparnya.

Dalam mauhidoh hasanah Ustadz Didi Nurdiansyah kepada jamaah jam’iyyah Selasanan menyampaikan “Jadikan Jam’iyah selasanan ini sebagai wadah tempat untuk mencari ridho Allah SWT dan persaudaraan sesama manusia”. Demikian yang dikemukakannya di Jam’iyyah Selasanan di rumah Ibu Rodiyati Desa Gandasuli, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, pada Selasa (9/5/2023) sore.

Ust Didi juga menjelaskan keterangan di dalam Al-Qur’an Surat Al-Anfal ayat 1 Allah SWT berfirman:

فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَصْلِحُوْا ذَاتَ بَيْنِكُمْ

Artinya: “Bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan kalian dengan sesama manusia.”

Lanjut menambahkan, penjelasan ayat di atas Allah SWT memerintahkan hambanya untuk bertakwa kepada-Nya, yang kemudian diikuti dengan perintah memperbaiki hubungan sesama manusia, yaitu menjalin cinta kasih dan memperkokoh kesatuan.

Ustadz Didi yang sekaligus Ketua PC JRA Team Lintang Sanga Brebes menceritakan sebuah kisah menarik yang patut kita renungkan, tentang kondisi seorang mukmin yang baik dalam berhubungan kepada Allah, namun suka menyakiti sesama manusia.

Suatu ketika Rasulullah SAW bertanya kepada para sahabatnya,

أَتَدْرُونَ مَا الْمُفْلِسُ؟ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ: إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ

Artinya: “Tahukah kalian, siapakah orang yang bangkrut itu?” Para sahabat menjawab; ‘Menurut kami, orang yang bangkrut diantara kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta kekayaan.’ Rasulullah bersabda, ‘Sesungguhnya umatku yang bangkrut adalah orang yang pada hari kiamat datang dengan shalat, puasa, dan zakat, tetapi ia selalu mencaci-maki, menuduh, dan makan harta orang lain serta membunuh dan menyakiti orang lain. Setelah itu, pahalanya diambil untuk diberikan kepada setiap orang dari mereka hingga pahalanya habis, sementara tuntutan mereka banyak yang belum terpenuhi. Selanjutnya, sebagian dosa dari setiap orang dari mereka diambil untuk dibebankan kepada orang tersebut, hingga akhirnya ia dilemparkan ke neraka.’ (HR. Muslim: 4678).

Diakhir ceramah Ust Didi Nurdiansyah memberikan Pesan kepada para jamaah tentu karena masih dalam suasana Hari Raya Idul Fitri dan momentum Halal Bi Halal, “Ku Maafkan Dirimu, dan Kau Maaf Kan Diriku,” pungkasnya. *(Pewarta: A’isy Hanif Firdaus/Pengurus LTN PCNU Kabupaten Brebes)

Konvoi Kelulusan Ekspresi Bahagia yang Salah

0
Oleh : Akhmad Sururi (Wakil Ketua PC LTNU Kab Brebes)

Pemandangan yang kerap kali ditemukan saat pengumuman kelulusan ujian pada lembaga pendidikan formal adalah konvoi euforia di jalan. Konvoi dengan seragam yang sudah dicat pilok warna warni yang dikenakan mereka berkendaraan roda dua.

Mereka merasa bahagia dan bebas yang dirayakan dengan pesta konvoi motor.

Kebebasan dan rasa bahagia yang diekspresikan dengan cara yang kurang layak sesungguhnya bukanlah cerminan pelajar yang sejati.

Setelah lulus dari lembaga pendidikan mestinya tidak boleh diciderai dengan tindakan yang menjauhkan dari moralitas pendidikan. Pendidikan yang mencetak generasi bermoral dan berkarakter tidak boleh dipungkasi dengan kebebasan yang melanggar aturan dan meresahkan masyarakat.

Entah mulai kapan pesta konvoi itu mewarnai pengumuman kelulusan di Indonesia? Era ketika penulis masih sekolah, tepatnya sekitar tahun 80 an, tidak menemukan konvoi dan pesta kelulusan. Setelah penerimaan pengumuman kelulusan tidak ada acara apapun kecuali ungkapan senang bagi yang lulus dan rasa sedih bagi yang tidak lulus.

Siapa yang memulai konvoi dan pesta kelulusan juga belum jelas. Namun yang pasti seiring dengan berkembang budaya barat masuk di kalangan pelajar terutama di wilayah kota yang tayang di media, akhirnya pelajar tingkat kampung meniru. Pertama dimulai dari tingkat SMA/SMK/MA kemudian merambah ke jenjang SMP/MTs. Mereka semua pelajar di luar lingkungan Pesantren.

Berbeda halnya dengan pelajar yang berada di lingkungan Pesantren, mereka merayakan dengan syukuran. Ekspresi kebahagiaan kelulusan bagi santri pada lembaga pendidikan formal tidak seperti pendidikan di luar Pesantren. Kepatuhan dengan Kyai Pengasuh masih dijunjung tinggi.

Saat Pandemi Covid tidak terlihat pemandangan konvoi, karena memang pihak keamanan sangat ketat. Sehingga situasi di jalan jalan tidak seramai pada tahun sebelum Covid.

Dua hari yang lalu penulis menjumpai konvoi di jalan pelajar setingkat SMA. Ada beberapa peserta didik perempuan yang tidak berhijab ikut rombongan konvoi tersebut. Terlihat mereka sangat bahagia dan girang sembari mengotori seragamnya dengan warna warni.

Penulis berfikir dalam hati, mereka mengekspresikan kebahagiaan dengan cara yang salah. Andai orang tua mereka tahu dan melihat tentu tidak setuju. Semoga generasi remaja kita diberikan hidayah, dan yang saat ini seperti itu pada saatnya nanti menemukan kesadaran moral yang tinggi, sehingga akan menyadari kesalahannya. (*)

Puluhan Tahun Janda Lansia di Sukawening Garut Tinggal di Rumah Nyaris Ambruk

0
Nyaris ambruk, kediaman Emak Asih (62) seorang janda lansia sebatang kara warga Kampung Kostarea 2 RT 02 RW 03, Desa Mekarluyu, Kecamatan Sukawening, Garut

GARUT (Aswajanews.id) – Emak Asih (62) seorang janda lansia sebatang kara warga Kampung Kostarea 2 RT 02 RW 03, Desa Mekarluyu, Kecamatan Sukawening, Garut, Jawa Barat. Puluhan tahun menempati rumah yang sudah tidak layak huni dan nyaris ambruk.

Mirisnya lagi, Emak Asih (62) belum pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah baik itu bantuan sosial seperti BPNT, BLT Dana Desa, maupun bantuan lainnya apapun yang bersumber dari anggaran pemerintah.

“Sudah puluhan tahun tinggal disini, Ya kondisi rumah seperti yang dilihat nyaris ambruk,” ungkapnya, baru-baru ini.

Dikatakannya, selama dirinya berada di rumah tersebut belum pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah desa, daerah, maupun pusat.

“Belum pernah dapat bantuan apa-apa, apalagi uang, beras, ataupun bantuan lainnya belum pernah sama sekali,”ujarnya.

Diceritakannya, dirinya pernah menemui pemerintah desa yakni kepala desa dengan maksud untuk berharap bisa melihat kondisi rumah nya itu.

“Pernah menemui kepala desa, Pak tolong minta ditengok aja dulu rumah Saya ini, minta ditengok aja, sampai sekarang belum ada,”ucapnya.

Menurutnya, bahkan kepala Desa itu adalah saudaranya, kata Dia, waktu itu sampai nangis-nangis ke Desa meminta untuk melihat rumahnya yang hampir ambruk.

“Saya sampai nangis-nangis datang ke Desa meminta untuk dilihat aja kondisi rumah, sampai sekarang belum ada yang lihat, padahal kepala Desa disini masih saudara dengan Saya,” bebernya.

Rumah Emak Asih hampir ambruk itu terlihat dari kayu -kayu yang dijadikan penyangga bertujuan mengantisipasi agar rumahnya itu tidak ambruk, serta atap rumahnya pun nampak bolong-bolong, dan bila hujan datang rumahnya tersebut mengalami bocor yang cukup parah.

”Ya Saya berharap ada bantuan dari pihak manapun untuk memperbaiki rumahnya yang sudah tidak layak huni dan nyaris ambruk ini,” tandasnya.

Sementara Ketua RW 03 Desa Mekarluyu Suntama menegaskan, bahwa rumah Mak Asih ini memang sudah tidak layak huni, dan bila hujan deras datang ditakutkan roboh.

“Ya mudah-mudahan setelah dilihat ini segera ada bantuan, karena takutnya roboh ketika hujan deras datang,” tegasnya.

Suntama selaku RW sudah mengajukan atas nama Ibu Asih ini untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah, nyatanya sampai sekarang, kata Dia, belum pernah sama sekali ada bantuan apapun untuk Ibu Asih.

“Diajukan sudah tapi belum dapat bantuan apapun, bahkan untuk melihat kondisi rumahnya pun belum pernah ada, biasanya kalau ada yang meninjau pasti RW juga mengetahui, untuk ibu Asih ini Saya kira belum pernah ada yang datang kesini,”pungkasnya.

Diketahui Emak Asih dalam surat keterangan tidak mampu (SKTM) yang dikeluarkan pemerintah desa mekarluyu serta berdasarkan data, bahwa Emak Asih (63) tergolong ke dalam masyarakat yang tidak mampu (pra sejahtera). (Red)

Momentum Halal Bihalal, PC Jamiyyah Ruqyah Aswaja Brebes Sowan dan Halal Bihalal ke Ndalem Mujiz JRA

0
Pengurus PC JRA Team Lintang Sanga Brebes Bersama Mujiz JRA Gus Allamah Alauddin Shiddiqi, M.Pd.I.

TUBAN (Aswajanews.id) – Jam’iyyah Ruqyah Aswaja (JRA) merupakan Sayap Dakwah resmi dari Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) yang fokus mendakwahkan al-Qur’an sebagai syifa’ serta turut aktif menjaga ajaran dan tradisi ulama nusantara.

Salah satu kegiatannya yakni metode pengobatan Islami yang menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an dalam praktisinya. Praktisi Jam’iyyah Ruqyah ASWAJA (JRA) tidak hanya mengobati penyakit rohani namun juga jasmani.

Momentum Idul Fitri 1444H Rombongan PC JRA Brebes melaksanakan Sowan dan Halal Bihalal di Ndalem Mujiz JRA Gus Allamah Alaudin Shidiqy, M.Pd.I di Pondok Pesantren Uwais Al-Qorni Karangkidul Kecamatan Sidomukti, Kabupaten Tuban Jawa Timur, Ahad (7/5/2023).

Ketua PC JRA Team Lintang Sanga Brebes, Ustadz Didi Nurdiansyah mengatakan kepada aswajanews.id (8/5/2023) tujuan kami berangkat dari rumah, tentunya mengharapkan keberkahan dan juga senang bisa bertemu para paktisi Ruqyah dari berbagai daerah dan Kabupaten. Ini menjadi sarana silaturahmi dengan pengurus yang lainnya.

Ketua PC JRA Kabupaten Brebes, Ustadz Didi Nurdiansyah

Sementara, Mujiz JRA Gus Allamah Alauddin Shiddiqi, M.Pd.I. berpesan Setiap Pengurus Cabang harus mempunyai gagasan bagaimana cara agar praktisi selalu semangat dan istiqomah dalam berdakwah bil Qur’an bersama JRA.

Beliau berpesan, Maka PC harus menerapkan Strategi berikut ini Planning, Aplikasi, Control, Evaluasi maksudnya Planning adalah mengkader calon praktisi JRA dari mantan pasien, lalu Aplikasi yakni mengaplikasikan praktisi baru agar bergerak dan berdakwah bil Qur’an bersama JRA, sementara control yaitu mengontrol praktisi baru ketika mengikuti kegiatan rutin di PC atau PAC, Terakhir Evaluasi melakukan sharing bersama PC atau PAC  untuk saling membantu sesama praktisi jika ada kekurangan atau pun yang belum paham.

Lanjut menambahkan, Mujiz JRA pun berpesan agar selalu melakukan SWAB (Mendeteksi)  sesuai dengan SOP JRA Baik untuk praktisi dan pasien.

(Pewarta: A’isy Hanif Firdaus, Pengurus LTN NU Kabupaten Brebes)

PKBM Insan Madani Gencar Lakukan Kegiatan, Fokus Tingkatkan Kualitas

0
PKBM Insan Madani di Desa Bongas Kabupaten Indramayu Jawa Barat

INDRAMAYU (aswajanews.id) – Lembaga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Insan Madani yang terletak di Desa Bongas Kabupaten Indramayu Jawa Barat, kini terus berupaya mewujudkan kualitas Pendidikan Non Formal yang lebih baik.

Pada pembelajaran tahun 2023 terlihat, Yayasan PKBM Insan Madani gencar melakukan berbagai kegiatan baik itu sosialisasi maupun aktifitas belajar mengajar bersama Warga Belajar.

“Saat ini kami tengah fokus bagaimana meningkatkan kinerja dan kualitas PKBM Insan Madani agar jauh lebih baik dari sebelumnya,” ungkap H. Uswandi selaku pengelola saat dijumpai tim pelitaindo.news di kediamanya, pada Senin (08/05/2023).

PKBM yang bernaung di Yayasan Insan Madani ini, memiliki jadwal berbeda dari lembaga lainnya yakni waktu pembelajaran dilakukan setiap hari Senin – Selasa pada malam hari. Hal ini tentunya, tidak mengganggu aktifitas para Warga Belajar.

“Sengaja memilih waktu di malam hari supaya tidak mengganggu aktifitas warga belajar, karena tentunya warga belajar juga ada yang sudah bekerja,” ungkapnya.

Adapun Visi, Misi, Motto dan Tujuan PKBM Insan Madani ialah sebagai berikut :

VISI

Terwujudnya Masyarakat Madani (civil society) dan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia (human resources).

MISI

  1. Mencerdaskan dan Memberdayakan Masyarakat
  2. Meningkatan Kualitas Hidup
  3. Meningkatan Kesejahteraan Masyarakat
  4. Meningkatkan Keberaksaraan Masyarakat
  5. Meningkatkan Kemampuan Iman, Taqwa (Imtaq) dan Ilmu Pengetahuan (Iptek)

MOTTO

Belajar Tidak Mengenal Batasan Usia (long life education), Strata Ekonomi, dan Perbedaan (discrimination) Lainnya.

TUJUAN

Membentuk Masyarakat Madani (Civil society) yang berilmu pengetahuan, berakhlak karimah. (Sanaji)

Gerakan Nahdliyin Menuju Perubahan di Kab Brebes

0
Oleh : Akhmad Sururi

Kata “Nahdliyin” identik dengan orang NU yang berada pada jalur non struktural NU. Secara bahasa, nahdliyin jamaknya dari orang NU, dengan demikian artinya kumpulan orang orang NU baik yang berada pada jalur struktural (pengurus NU) maupun berada pada jalur non struktural NU (tidak menjadi pengurus NU).

Pada sisi ini (non struktural) maka pergerakan dan pemikirannya tidak terkoptasi oleh sistem atau keputusan struktural formal. Oleh karena kemerdekaan berfikir dan berwacana menjadi ruang yang produktif untuk mendiskusikan bagaimana formulasi pergerakan yang akan lebih membawa manfaat kepada umat.

Pergerakan itu berangkat dari gagasan dan ide yang selanjutnya secara implementatif diwujudkan dengan gerakan bersama. Tentu gagasan tersebut akan berproses melalui diskusi dengan narasi dan berujung pada aksi menuju transformasi. Sehingga tidak berhenti pada tataran narasi dan diskusi.

Oleh karena itu dibutuhkan komitmen dan langkah komunikasi yang sehat untuk menuju perubahan. Komunikasi dari beberapa tokoh yang memiliki potensi sangat memiliki arti untuk memulai perubahan.

Banyak tokoh nahdliyin yang memiliki potensi, namun kadang karena kurang komunikasi akhirnya laksan mejadi buih di tengah lautan. Namun mari kita wujudkan bersama menyulam buih menjadi permadani agar bermanfaat untuk rakyat. Disinilah membutuhkan berbagi peran sesuai dengan kompetensi dengan komitmen dan ketulusan hati. Tanpa itu permadani yang indah bisa jadi akan dimanfaatkan oleh orang lain. Kita memiliki. Permadani tapi tidak merasakan duduk santai di permadani.

Sebagian civil sociaty kelompok nahdliyin dengan varian potensi SDM yang dimiliki tentu bisa melakuan gerakan perubahan. Dalam hal ini perubahan untuk menuju kemajuan di Brebes.

Momentum untuk mengusung perubahan di Brebses melalui Pemilu dan Pilkada yang akan diselenggarakan pada tahun 2024. Pertanyaan besar, bisakah komunitas nahdlyin begerak bersama untuk menjadikan Brebes lebih maju, adil, makmur, sejahtera jasmani dan ruhani.

Pemilu dan Pilkada tahun 2024 akan menentukan nasib bangsa dan Brebes lima tahun kedepan. Suara nahdliyin dalam memilih wakil rakyat kepala daerah akan sangat memilki kepentingan strategis lima tahun.

Oleh karena itu kita harus yakin, bahwa dengan nahdliyin bersatu, maka akan ada pergerakan untuk perubahan di Kab Brebes. Tanpa bersatu rasanya jauh kemungkinan untuk mewujudkan harapan perubahan. Perubahan membutuhkan kekuatan bersama dalam langkah. Langkah bergerak dalam alunan irama menuju Brebes hebat, maju dengan spirit religi yang kuat. (*)

Kurikulum MDT dan Penguatan Nilai Tafaquh Fiddin (Memahami Agama)

0
Oleh : Akhmad Sururi (Wakil Ketua DPW FKDT Jawa Tengah)

Pendidikan Keagamaan sebagaimana dijelaskan pada PP Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan berfungsi untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memahami, mengamalkan nilai-nilai ajaran agamanya dan mewujudkan kecakapan sebagai ahli ilmu agama. Fungsi tersebut secara implementatif dilaksanakan oleh lembaga pendidikan keagamaan termasuk Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT).

Sebagai lembaga pendidikan keagamaan MDT tumbuh dan berkembang di tengah tengah masyarakat dengan kekuatan swadaya yang dikelola oleh alumni Pesantren. Pengelolaan yang meliputi aspek manajerial menjadi tanggung jawab pimpinan MDT dan pengurus yang belakangan banyak yang menjadi badan hukum Yayasan.

Sebagai alumni Pesantren yang mengelola MDT memiliki kecenderungan dalam pengelolaannya mengacu pada Pondok Pesantren yang dulunya pengelola pernah mondok. Sehingga secara praksis kalau pengelola MDT lulusan Pondok Pesantren Lirboyo, maka kecenderungan kurikulumnya berkiblat pada kurikulum Lirboyo tingkat awal. Begitu juga Kaliwungu, Kempek, Ploso, Sarang, Babakan Ciwaringin dan Pondok Pesantren Salaf lainnya.

Kecenderungan tersebut tidak totalitas karena muatan kurikulum Pesantren tentu lebih berat untuk diterapkan pada peserta didik (santri) MDT yang pagi hari mengikuti pembelajaran pada lembaga fornal (SD/MI). Sehingga dengan keterbatasan waktu implementasi kurikulum tidak seutuhnya mengadopsi dari satu Pondok Pesantren seutuhnya. Bahkan ada yang memodifikasi dengan elaborasi dari beberapa Pesantren Salaf. Hal tersebut bertujuan untuk menyesuaikan kemampuan peserta didik.

Kementerian Agama dalam hal ini Subdit Pendidikan Diniyah Takmiliyah tidak menjabarkan secara detail tentang kurikulum. Namun secara garis besar sebagaimana termaktub dalam buku Pedoman Penyelenggaraan MDT dijelaskan tentang struktur kurikulum, prinsip pelaksanaan kurikulum, pengelolaan dan pengembangan kurikulum, kompetensi lulusan, proses pembelajaran dan penilaian hasil belajar.

Adapun tentang sumber pembelajaran diserahkan kepada masing-masing lembaga atau FKDT sebagai forum yang menaungi MDT atas dasar kesepakatan bersama.  Hal inilah sebagai bentuk apresiasi Kementerian Agama terhadap kekhasan MDT di beberapa daerah. Sehingga secara yuridis Kementerian Agama tidak mengatur secara teknis tentang buku ajar kurikulum. Hal tersebut karena disadari sepenuhnya bahwa MDT (dulu disebut sekolah Arab) sebagai lembaga pendidikan non formal tumbuh yang berkembang dengan komitmen Tafaquh Fiddin ( Mendalami Ilmu Agama Islam) pihak pengelola diberikan otoritas untuk melakukan pengembangan dan implementasi kurikulum.

Kementerian Agama hanya memberikan standar minimal kompetensi lulusan yang dijabarkan dalam SKKD. Kendatipun dalam sistematiika struktur urutan materi berbeda dg kurikulum berbasis Pesantren, namun prinsip yang paling utama adalah bahwa kurikulum MDT menekankan pada aspek Tafaquh Fiddin.

Dengan penekanan pada aspek Tafaquh Fiddin maka tujuan pendidikan nasional akan bisa tercapai sebagaimana termaktub dalam UU Sistem Pendidikan Nasional. MDT hadir sebagai pilar dalam sistem pendidikan nasional yang turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Disamping itu melalui MDT pengamalan dan pemahaman agama yang moderat akan menjadi warna dalam kehidupan sehari-hari. (*)

Desa Kedokanbunder Ditetapkan Sebagai Desa Cerdas oleh Kemendes PDTT

0

INDRAMAYU (aswajanews.id) – Desa Kedokanbunder Kecamatan Kedokan Bunder ditetapkan sebagai Desa Cerdas oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Republik Indonesia tahun 2023.

Penetapan tersebut dituangkan dalam Surat Keputusan Kepala Badan Pengembangan dan Informasi Desa, Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 66 tahun 2023 tentang Penetapan 1.650 Lokasi Desa Cerdas Fase III tahun 2023 tanggal 15 Februari 2023.

Desa Cerdas (Smart Village) adalah Desa yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa melalui pemanfaatan teknologi dalam berbagai aspek pembangunan desa melalui Program Peningkatan Pemerintahan dan Pembangunan Desa (P3PD) yang digagas oleh Kemendes PDTT RI.

Melalui Program Desa Cerdas, desa didorong untuk memanfaatan teknologi informasi dan komunikasi menjadi salah satu sektor prioritas dalam penggunaan dana desa yang diprioritaskan untuk pencapaian SDGs Desa.

Kuwu Desa Kedokanbunder, Mohammad Waskim menjelaskan, pihaknya terus memaksimalkan penggunaan dana desa untuk kesejahteraan masyarakat yang berbasis pada penggunaan teknologi informasi.

Penggunaan dana desa juga disesuaikan dengan kebijakan daerah yakni Lebu Digital (Le-Dig) atau Desa Digital yang diinisiasi Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina, S.H., M.H., C.R.A.

Waskim menjelaskan, penggunaan teknologi informasi dilakukan secara internal dalam tata kelola pemerintahan oleh pamong desa maupun juga secara ekternal yang bisa diakses oleh masyarakat (publik) yaitu melalui website desa, dan media sosial. Bahkan kini di kantor desa sudah tersedia mesin Anjugan Desa Mandiri (ADM).

“Alhamdulillah, desa kami menjadi Desa Cerdas versi Kemendes PDTT. Ini menjadi tantangan bagi kami untuk terus berproses menjadi lebih baik,” kata Waskim, Senin (8/5/2023) di ruang kerjanya.

Sementara itu Camat Kedokan Bunder, Atang Suwandi, S.STP., M.Si menjelaskan, seluruh desa di Kecamatan Kedokan Bunder terus didorong untuk menjadi Desa Cerdas (Smart Village) dengan berbasis teknologi digital.

“Perubahan itu nyata dan ada di depan mata kita. Maka tata kelola pemerintahan hingga level desa harus berbasis teknologi digital,” tegas Atang. (Herman/Tongol)

Hj Nur Nadlifah Berikan Doorprize Sepeda Gunung dalam Kegiatan Edukasi Konsumsi Makanan dan Minuman

0
Hj Nur Nadlifah anggota Komisi IX DPR RI

BREBES (Aswajanews.id) – Harlah ke-1 SMP NU Al Fattah dihadiri oleh Hj Nur Nadlifah selaku anggota Komisi IX DPR RI. Kehadiran Mba Nad menggandeng BPOM Jawa Tengah untuk memberikan edukasi dan komunikasi kepada masyarakat tentang pemanfaatan makanan dan minuman yang bisa dikonsumsi oleh warga masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut Mba Nad memberikan edukasi kepada masyarakat tentang makanan dan minuman yang boleh dikonsumsi. “Tidak semua makanan dan minuman bisa dikonsumsi, yang tidak boleh karena bisa membahayakan bagi tubuh dan kesehatan,” kata Mba Nad di hadapkan warga masyarakat yang hadir dalam acara tersebut.

Sebelumnya petugas dari BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) Provinsi Jawa Tengah menyampaikan sosialisasi penggunaan makanan dan minuman yang sudah memiliki label dari BPOM. Beberapa contoh makanan dan minuman yang tidak boleh dikonsumsi ditunjukkan satu persatu oleh petugas. Dalam kesempatan tersebut salah satu petugas BPOM menyampaikan aplikasi BPOM yang bisa diakses melalui HP android.

Usai memberikan edukasi penggunaan makanan dan minuman Mba Nad membacakan undian yang mendapatkan beberapa doorprize yang menarik, diantara sepeda gunung. Doorprize lainya berupa jam dinding dan beberapa hadiah hiburan yang diberikan langsung oleh Mba Nad.

Kegiatan yang berlangsung pada hari Ahad, 7 Mei 2023 dihadiri oleh Ketua Fraksi PKB DPRD Kabupaten Brebes H Musyafa, Sekretaris PC Muslimat NU Brebes, Hj Mu’minah dan Pengurus PC Fatayat NU Brebes.

Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan ini, mereka aktif  mendengarkan penjelasan dan paparan dari Mba Nad dan nara sumber dari BPOM Jawa Tengah. Khusus untuk anak anak Mba Nad berpesan agar membeli jajan atau makanan yang aman untuk dikonsumsi. *(Akhmad Sururi)

Semarak Harlah SMP NU Al Fattah Tegalgandu dengan Lomba Marching Band Tingkat Kabupaten Brebes

0
SMP NU Al Fattah menyelenggarakan Lomba Marching Band tingkat Kabupaten Brebes

BREBES (Aswajanews.id) – Perhelatan Harlah Pertama SMP NU Al Fattah Tegalgandu dimeriahkan dengan lomba Marching Band tingkat Kabupaten Brebes. Lomba yang dimulai sejak pagi sampai sore diikuti oleh dua kategori, pertama tingkat SD/MI dan kedua tingkat umum. Untuk tingkat MI/SD dimulai pada pagi sampai siang dan tingkat umum dimulai setelah dhuhur sampai sore.

Dalam kesempatan tersebut H Musyafa, Lc selaku Ketua Yayasan Al Fattah menyampaikan bahwa sebagai wujud syukur atas berdirinya SMP NU Al Fattah kami menyelenggarakan Lomba Marching Band tingkat Kabupaten Brebes.

“Satu tahun berdiri dan sudah ada 3 rombel untuk tingkat pertama atau kelas VII. Tentu hal ini menjadi kebanggaan bagi kami bisa memberikan layanan pendidikan kepada warga masyarakat,” kata alumni Pondok Pesantren Ploso Kediri.

“Untuk perlombaan ini kami mengundang dewan Juri yang profesional yang tergabung dalam Komunitas Persatuan Juri Marching Band Indonesia,” imbuh Ketua Fraksi PKB DPRD Kab Brebes saat pembukaan lomba marching band.

H Musyaffah, Lc (Ketua Yayasan Al Fattah Tegalgandu, Wanasari, Brebes)

Secara marathon lomba marching band yang digelar di halaman SMP NU Al Fattah Tegalgandu menghadirkan grup marching band yang sudah biasa berlaga tingkat kabupaten. Mereka dengan semangat yang tinggi ikut serta memeriahkan Harlah Pertama SMP NU Al Fattah yang dilaksanakan pada hari Minggu, 7 Mei 2023.

Dalam perlombaan yang digelar dari pagi sampai sore tampil sebagai juara pertama tingkat MI diraih oleh grup marching band MI Wihdatus Shuban 1 Lamaran, kedua MI Infarul Khotoya Tegalgandu dan juara ketiga MI Wihdatus Shuban 2 Lamaran. Masing-masing juara mendapatkan tropy piala, piagam penghargaan dan uang pembinaan dengan jumlah total 20 jt.

Sementara untuk kategori umum juara pertama Banser Dukuhwringin, kedua Fatayat NU Pesantunan dan juara ketiga Syubanul Wathon Kedawon. Untuk juara kategori unum juga mendapatkan tropy piala, piagam penghargaan dan uang pembinaan dari Ketua Yayasan Al Fattah.

Grup Marching Band Banser Dukuhwringin, meraih Juara Pertama Kategori Umum

Seluruh peserta lomba juga mendapatkan uang pembinaan dari Hj Nur Nadlifah yang akrab disapa dengan Mba Nad, anggota Komisi IX DPR RI. Hadiah uang pembinaan diterima oleh masing-masing ofisial grup marching band.

Dalam kesempatan tersebut, Mba Nad mengapresiasi kegiatan lomba marching band yang diselenggarakan dalam rangka Harlah 1 SMP NU Al Fattah. Beliau menyempatkan untuk menyaksikan beberapa penampilan grup marching band yang berlaga di arena lomba. *(Red)

Bus Tanpa Sopir Masuk Jurang di Wisata Guci Tegal

0
Bus pariwisata dengan nomor polisi B 7260 CGA masuk jurang itu diperkirakan terjadi pukul 09.00 WIB, Minggu (7/5/2023)

TEGAL (Aswajanews.id) – Satu orang dikabarkan tewas dalam kecelakaan bus rombongan wisata dari Pondok Serut Tangerang Selatan Banten di kawasan wisata Guci, Tegal Jawa Tengah. Korban meninggal berjenis kelamin laki-laki.

Bus pariwisata dengan nomor polisi B 7260 CGA masuk jurang itu diperkirakan terjadi pukul 09.00 WIB Minggu, 7 mei 2023.

Informasi di lapangan, sopir tak berada di dalam bus saat bus itu tergelincir ke jurang. Saat ini, bus masih berada di dalam jurang dan ditutup terpal.

Kepolisian saat ini sudah mengamankan dan memeriksa sopir bus yang masuk ke dalam jurang di kawasan wisata Guci, Tegal, Jawa Tengah.

Kendati demikian, Dirlantas Polda Jawa Tengah Kombes Agus Suryo belum membeberkan identitas dari sopir bus nahas tersebut.

“Sopir sedang kita amankan, nanti kita mintai keterangannya, peristiwa dan kronologinya, tentunya juga pertanggung jawabannya seperti apa,” kata Agus.

“Dari rekan-rekan juru parkir di sini, posisi penumpang sudah naik ketambahan satu penjual tahu keliling di dalam bus. Posisi sopir sedang turun, nunggu penumpang lainnya yang belum naik, tiba-tiba bus antara ganjel gas atau hand remnya lepas itu belum diselidiki,” jelasnya.

Anton menyebut ada sejumlah korban lainnya. Mereka dievakuasi ke Puskesmas Bumijawa dan RS Dr Susilo.

“Korban sudah dievakuasi semua,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Iqbal Alqudusy membenarkan terkait kecelakaan itu. Dia juga membenarkan adanya korban tewas. (*)

Merajut Silaturrahmi, Keluarga Besar Pondok Pesantren Al-Fajar Gelar Silaturahmi dan Halal Bihalal

0
Keluarga Besar Pondok Pesantren Al-Fajar Babakan-Lebaksiu-Kab.Tegal menggelar silaturrahim dan halal bihalal, Sabtu (6/05/2023)

TEGAL (Aswajanews.id) – Guna menjalin sekaligus mempererat sinergitas dan komunikasi antara Pengasuh dan seluruh Alumni Keluarga Besar Pondok Pesantren Al-Fajar Babakan-Lebaksiu-Kab.Tegal menggelar silaturrahim dan halal bihalal, di Pondok Pesantren Al-Fajar, Sabtu (6/05/2023) sore.

Selain bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi, halal bihalal ini juga bertujuan meningkatkan kolaborasi antar alumni dan Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Al-Fajar bersama dengan pengasuh Pondok Pesantren dalam menjalankan syiar demi kemajuan Pondok Pesantren Al-Fajar Babakan.

Acara halal bihalal ini telah rutin diadakan setiap tahunnya, karena momentum Hari Raya Idul Fitri menjadi sarana untuk saling bersilaturahmi dan berkumpul guna saling bernostalgia dan bermaaf-maafan.

Sekretaris Umum Pengurus Pusat Ikatan Keluarga Al-Fajar (PP IKAF) A’isy Hanif Firdaus mengatakan, momentum Halal Bihalal tahun ini sudah sepatutnya kita syukuri sebagai anugerah yang tiada tara, karena di tahun-tahun sebelumnya kita dibatasi untuk berkumpul dan tidak bisa saling bertemu karena wabah covid-19. “Alhamdulillah pada sore ini kita dipertemukan dan bisa saling berkomunikasi untuk memperkuat sinergitas antara pengasuh, guru dan para Santri,” ujarnya.

Hanif menambahkan, semoga di tahun berikut agenda halal bihalal ini akan terus lestari dan Insyallah kami alumni siap untuk memperkuat sinergi guna mencapai target-target Pondok Pesantren ke masa depan.

“Terakhir, semoga di bulan Syawal ini, semua amal ibadah kita diterima Allah SWT dan kita semua menjadi golongan orang-orang yang mendapat kan fitrahnya,” tandasnya.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Fajar, KH. Hamdi Ihsan, Lc. turut berpesan kepada para santri dan alumni semoga selama bulan Ramadhan yang lalu kita semua menjadi seperti bayi yang baru saja lahir di dunia yang bersih dari dosa.

“Mudah-mudahan, semoga dengan adanya acara halal bi halal ini akan dapat mempermudah para santri khususnya dalam bertholabul ilmi sehingga ilmunya dapat bermanfaat,” ucapnya.

KH Hamdi Ihsan, Lc. menambahkan, menjadi santri harus siap dan rajin serta giat bersungguh-sungguh dalam tholabul ilmi, mudah-mudahan kita selalu mendapatkan ridlo Allah SWT. *(Pewarta: A’isy Hanif Firdaus)

Masyarakat Memiliki Peran dalam Peningkatan Mutu Pendidikan

0
Halal bi Halal dan Saresehan Peningkatan Mutu Pendidikan di lingkungan Yayasan Al Masykuriyyah Larangan Brebes

BREBES (Aswajanews.id) – Sebagai lembaga pendidikan yang berdiri di tengah masyarakat sangat membutuhkan keterlibatan warga masyarakat untuk berkontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan. Oleh karena itu urun rembug pemikiran masyarakat sebagai steakholders pendidikan menjadi sebuah keharusan. Melalui forum Sarasehan dan Halal bi Halal Keluarga Besar Yayasan Pendidikan Islam Al Masykuriyyah ini diharapkan bisa mewujudkan kebersamaan langkah dalam mewujudkan pendidikan yang bermutu. Demikian disampaikan Akhmad Sururi saat memberikan sambutan pada acara Halal bi Halal dan Saresehan Peningkatan Mutu Pendidikan di lingkungan Yayasan Al Masykuriyyah Larangan Brebes.

Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Sabtu malam Ahad, 6 Mei 2023 dihadiri oleh beberapa pengurus Komite, Ketua Yayasan Al Masykuriyyah, Drs Syaifulloh, tokoh masyarakat dan orang tua peserta didik MI/MDTA Sirojut Tholibin.

Akhmad Sururi Kepala MI/MDTA Sirojut Tholibin Rengaspendawa, Larangan, Brebes mengatakan, Semuanya diharapkan memiliki satu persepsi untuk kemajuan Madrasah. Kemajuan Madrasah menjadi bagian dari perubahan sosial yang sudah pasti membutuhkan peran serta masyarakat.

“Kita harus memiliki komitmen berubah untuk kemajuan lembaga pendidikan kita. Proses perbuatan tersebut membutuhkan langkah bersama, pimpinan Madrasah, Ketua Yayasan, Komite, Wali peserta didik dan lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Sururi mengajak kepada seluruh warga masyarakat untuk bersama-sama mengkampanyekan pendidikan MI dan MDTA Sirojut Tholibin Rengaspendawa. Kita ajak anak anak saudara kita, tetangga kita serta lingkungan kita untuk masuk di lembaga pendidikan Sirojut Tholibin, pagi di MI dan sore di MDTA.

Menurutnya, sebagai lembaga pendidikan swasta di bawah Kementerian Agama, maka jumlah siswa sangat berpengaruh dengan pembiayaan pendidikan. Apa sebab, karena dengan semakin bertambahnya peserta didik di MI maka bertambah pula perolehan dana BOS.  Oleh sebab itu mari kita bersama kampanyekan pendidikan Sirojut Tholibin.

Saat memberikan Sambutan, Ketua Yayasan Drs Syaifulloh mengajak kepada warga masyarakat untuk meningkatkan rasa memilki pendidikan Sirojut Tholibin. “Lembaga pendidikan ini diperuntukkan masyarakat Rengas Pendawa, oleh karena mari kita wujudkan rasa memiliki dengan mengajak lingkungan kita untuk memasukkan anak anaknya di MI dan MDTA Sirojut Tholibin,” tuturnya.

Dalam acara tersebut pimpinan Yayasan Al Masykuriyyah mengukuhkan 8 orang sebagai pengajar MDTA ditambah satu pimpinan yaitu Ali Mahfudzi. Pengukuhan tersebut setelah melalui proses Rapat Ketua Yayasan bersama dengan guru guru MDTA beberapa waktu yang lalu. (Red)

Ketua MWC NU Larangan Melepas Keberangkatan Santri Lirboyo

0
Pelepasan Keberangkatan Santri Lirboyo di area parkir Pondok Pesantren Tahfidzul Quran H Nuridin Idris Kedawon, Sabtu (6/5/2023)

BREBES (Aswajanews.id) – Ribuan santri Lirboyo yang berdomisili di Brebes berangkat dengan rombongan menggunakan 22 armada bus. Rombongan yang terbagi dalam beberapa titik kumpul dilepas secara simbollis oleh Penasehat PC HIMASAL Brebes yang sekaligus sebagai Ketua MWC NU Kec Larangan, KH Athoilah Sofyan. Dalam kesempatan tersebut, Beliau bersama dengan Ketua PAC HIMASAL Kec Larangan dan Wali Santri memanjatkan do’a pelepasan untuk keselamatan dan kelancaran perjalanan.

Pelepasan yang berlangsung di area parkir Pondok Pesantren Tahfidzul Quran H Nuridin Idris Kedawon pada hari Sabtu, 6 Mei 2023, dihadiri oleh beberapa pengurus HIMASAL Kec Larangan, Wali Santri dan beberapa alumni setempat.

Ribuan santri Lirboyo yang berdomisili di Brebes berangkat dengan rombongan menggunakan 22 armada bus

Kordinator Panitia Rombongan, Miftahusalam menyampaikan bahwa Santri Brebes serentak berangkat pada malam ini (malam Ahad). Seluruh santri Brebes baik putra dan putri yang mondok di Lirboyo Jawa Timur serentak berangkat malam ini. “Titik keberangkatan dibagi beberapa tempat kumpul dan semua rombongan bus akan berkumpul di pintu tol Brebes Timur,” kata santri senior Pondok Pesantren Lirboyo.

Ada beberapa zona titik pemberangkatan rombongan. Wilayah Kecamatan Larangan, Ketanggungan, Kersana, Wanasari, Brebes, Bulakamba dan Jatibarang.  Masing-masing bus ada kordinator panitia yang mengurusi dan melayani peserta rombongan. Perjalanan dari Brebes menuju Lirboyo akan ditempuh kurang lebih 12 jam, imbuh santri asal Jagalempeni.

Di tempat terpisah Akhmad Sururi selaku Sekretaris PAC HIMASAL Kec Wanasari, menyampaikan selamat jalan dan apresiasi kepada PC HIMASAL yang telah membantu terlaksananya pemberangkatan santri Lirboyo. Kami ucapkan selamat dan semoga sampai di Lirboyo dengan lancar tanpa ada hambatan untuk seluruh rombongan bus santri Lirboyo.

“Kita ikut berbangga menjadi santri Lirboyo yang saat ini di Brebes menurut informasi mencapai seribu lebih. Malam ini mereka berangkat untuk mencari ilmu dengan meninggalkan kampung halaman masing-masing,” ujar Akhmad Sururi.

“Semoga mereka diberikan kekuatan dan ilmu yang manfaat. Khusus untuk santri baru semoga betah di Pondok Pesantren Lirboyo,” pungkas alumni Lirboyo angkatan tahun 2000. *(Red)

Santri Sebagai Duta Desa Berangkat Mencari Ilmu

0
Oleh : Akhmad Sururi (Sekretaris PAC HIMASAL Wanasari Brebes)

BREBES (Aswajanews.id) – Hari ini seluruh santri Brebes yang mondok di Pesantren Lirboyo akan berangkat kembali untuk thalabul ilmi. Kurang lebih 27 Armada Bus akan mengangkut seluruh santri Brebes yang akan meninggalkan rumah masing-masing.

Keberangkatan mereka (santri) pada hari ini Sabtu, 06 Mei 2023, setelah liburan di rumah sudah menjadi jadwal yang telah ditentukan oleh Pengurus Pondok Pesantren Lirboyo. Oleh karena itu hampir semua santri Brebes berangkat pada hari ini (Sabtu malam Ahad) dengan beberapa titik kumpul.

Dulu santri Lirboyo dan beberapa santri Pondok Pesantren lainnya berangkat dengan kendaraan umum (bus atau kereta), sehingga pemandangan di stasiun dan terminal bus banyak didominasi oleh santri dengan membawa tas dan kardus. Hari ini mereka berangkat bukan dari terminal atau stasiun tapi dari tempat berkumpulnya rombongan.

Berangkat ke Pondok Pesantren dengan sebagai duta masing masing desa memiliki amanat yang besar. Mereka mencari ilmu untuk dirinya dan juga untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat setelah pulang di rumah nanti. Masyarakat berharap besar agar santri setelah pulang bisa berdakwah dan mengajarkan ilmunya di masyarakat.

Misi besar santri dalam mengais ilmu pengetahuan agama memiliki arti penting dalam mewujudkan peradaban masyarakat. Oleh karena itu awal keberangkatan pada awal tahun pelajaran ini mereka sudah bertekad bulat mencari ilmu sebagai kewajiban. Tekad yang kuat dengan meninggalkan kampung halaman disertai dengan niat yang suci menjadi kekuatan batin santri.

Hari ini peta pemikiran santri tentu berbeda dengan era 80-an. Santri Pondok Pesantren Salaf termasuk Lirboyo sudah bermetamorfosis dengan pemikiran yang sesuai dengan konteks zaman. Hal tersebut salah satunya dibuktikan dengan karya ilmiah yang menjadi tugas akhir santri Salaf Putra disertai dengan kompetensi tertentu.

Santri Putri yang dulu sama sekali tidak ada ijazah formal, saat sekarang tamat dari Pondok Pesantren Putri Lirboyo sudah mengantongi ijazah formal setara SMA/MA yang bisa digunakan untuk melanjutkan pada jenjang S1 Bagi mereka yang sudah tamat juga diberikan ruang untuk melanjutkan pada jenjang Sarjana dengan kampus yang masih berada di sekitar Pondok Pesantren.

Dengan perkembangan tersebut sebagai duta masing-masing desa sudah dibekali dengan legalitas dan kompetensi keilmuan agama. Dengan demikian saat pulang nanti sudah siap segalanya untuk terjun di tengah dinamlka masyarakat global.

Selamat jalan untuk santri Lirboyo, selamat berjuang mencari ilmu, semoga istiqomah belajar untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat. (*)

Pelantikan IPNU/IPPNU PAC Wanasari : Penguatan Tradisi dan Ideologi di Lingkungan Pelajar

0
Oleh : Akhmad Sururi (Wakil Ketua PC LTNU Kab Brebes)

BREBES (Aswajanews id) – Kurang lebih seminggu lagi tepatnya tanggal 13 Mei 2023 perhelatan Pelantikan PAC IPNU/IPPNU masa khidmah 2023-2025 akan digelar di aula Kec Wanasari. Pelantikan yang dirangkai dengan Raker akan menjadi titik awal secara formal dalam menggerakkan IPNU/IPPNU di Kecamatan Wanasari. Pergerakan arah harokah berorganisasi untuk komunitas pelajar dengan usia remaja memiliki semangat yang tinggi dalam berkhidmat. Semangat tersebut menjadi bagian energi positif untuk menjalankan kegiatan organisasi dalam satu periode.

Kegiatan organisasi yang tertuang dalam rancangan program kerja tidak lepas dari analisis SWOT (Strengts/kekuatan, Weakneses/kelemahan, Oportuniteis/peluang dan Treats/ancaman). Dengan mempelajari analisis SWOT, maka program yang akan dijalankan dalam satu periode sesuai dengan kondisi organisasi dengan capaian yang terstruktur dan terukur.

Kekuatan dan kelemahan yang muncul dari internal organisasi membutuhkan analisis yang obyektif. Sehingga kekuatan akan menjadi solusi terhadap kelemahan. Memetakan kekuatan organisasi baik yang berupa infrastruktur atau suprastruktur menjadi sebuah keniscayaan untuk mewujudkan organisasi yang dinamis.

Sebagai Ormas kader NU yang sarat dengan tradisi keislaman yang kuat tentu kehadiran IPNU dan IPPNU menjadi garda terdepan dalam penguatan tradisi.Hal ini seyampang dengan kaidah “al mukhafadzatu ala qodimis sholih” (mempertahankan tradisi lama yang masih relevan). Tradisi keagamaan menjadi ruh dalam organisasi. Oleh karena ikhtiar mempertahankan tradisi keagamaan harus menjadi komitmen bersama dalam organisasi.

Di beberapa ranting IPNU dan IPPNU (tidak banyak) masih terdengar kegiatan Tahlilan, Maulid Nabi dan tradisi keagamaan yang lainnya. Kendatipun kemajuan IT kadang menggeser manusia menjadi manja (lebih suka di rumah dengan bermain HP), namun ternyata masih ada kelompok remaja di desa khususnya IPNU dan IPPNU yang bisa menyempatkan waktunya untuk bertemu seminggu sekali.

Sebagai pondasi tradisi maka pemahaman ideologi Aswaja menjadi prioritas utama yang ditanamkan untuk para kader IPNU dan IPPNU. Pendalaman Aswaja ini tidak sebatas pada forum formal pengkaderan seperti makesta, lakmud dan seterusnya. Namun kegiatan rutin yang berorientasi pada pemahaman ajara dan tradisi Aswaja harus menjadi menu wajib. Sehingga sebagai kader NU dalam memahami ideologi tidak sebatas kulit tapi muncul pemahaman yang komprehensif.

Ideologi keagamaan dan kebangsaan menjadi dasar pemahaman utama yang sangat penting. Pemahaman terhadap keduanya sebagai satu paket yang utuh akan mewujudkan kader NU yang tidak akan goyah keyakinannya baik dalam beragama ataupun berbangsa. Dalam konteks kehidupan beragama tentu keimanan dan ketaqwaan akan menjadi warna dalam hidupnya. Dalam kehidupan berbangsa akan menjadi warga negara yang baik dan setia pada NKRI.

Munculnya berbagai tindakan kriminal, kenakalan remaja, pergaulan bebas yang berujung pada pernikahan dini serta tindakan negatif lainnya antara lain disebabkan rendahnya pemahaman ideologi agama. Mereka sangat minim dalam memahami serta mengamalkan kewajiban beragama. Sehingga mudah terjerembab dalam limbah kenistaan.

Oleh karena itu kehadiran IPNU dan IPPNU di wilayah Kecamatan Wanasari dengan sebaran di masing masing desa diharapkan akan menciptakan remaja yang memiliki idiologi agama dan negara yang kuat. Untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan sinergisitas dengan tokoh agama secara struktural (NU) dan pemerintah sebagai penguasa negara.

Dengan demikian Pelantikan yang rencananya akan dilaksanakan di Aula Kecamatan Wanasari sebagai simbol penguatan kebangsaan. Ritual Ibadah yang bertempat di masjid atau mushola terdekat merupakan simbol penguatan idiologi dan tradisi di lingkungan IPNU dan IPPNU. (*)

Ribuan Guru Bandung Raya Bergabung di FG PPPK

0
Astri Winarti Widiastuti, Ketua FG PPPK Bandung Raya Jabar

BANDUNG (Aswajanews.id) – Sedikitnya 2000 guru di Bandung Raya sudah bergabung di Forum Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak (FG PPPK) Bandung Raya Jabar. Terbentuknya FG PPPK bermula dari WAG PPPK Lolos PG yang biasa digunakan untuk saling sharing informasi dan saling membantu apabila salah satu anggota mengalami kendala atau kesulitan.

FG PPPK Bandung Raya Jabar diketuai oleh Astri Winarti Widiastuti yang biasa dipanggil Ibu Acy dengan jumlah total pengurus sebanyak 20 orang terdiri dari pengurus perwakilan dari setiap instansi di Bandung Raya dan Jabar antara lain dari Kota Bandung, Kab Bandung, KBB, Cimahi dan dari instansi Jawa Barat terdekat.

Astri Winarti Widiastuti mengatakan, FG PPPK Bandung Raya Jabar beranggotakan guru-guru lintas jenjang (SD, SMP, SMA/K, SLB) dan lintas instansi. Cikal bakal terbentuknya Forum Guru tersebut adalah dari WA Grup yang anggotanya mencapai 2000 lebih.

“Pada awalnya kami sama sekali tidak berencana untuk membentuk suatu forum, kami hanya ingin membuat grup PPPK lolos PG yang bisa kami gunakan untuk saling sharing informasi dan saling membantu apabila salah satu dari anggota grup mengalami kendala atau kesulitan,” ujarnya.

“Seiring waktu berjalan semakin banyak anggota yang bergabung ke dalam grup hingga mencapai 2.000 lebih, tidak hanya yang berasal dari kota Bandung tetapi juga dari kab Bandung, KBB, Cimahi dan instansi Jawa Barat terdekat,” tambahnya.

Lanjut Astri, dikarenakan kami memiliki kebutuhan dan tujuan yang sama akhirnya kami bersepakat untuk mempersiapkan berkas-berkas yang diperlukan untuk pengisian DRH dan penggajian, dimulai dari melakukan tes-tes rohani, jasmani, dan napza secara bersama-sama, selanjutnya melakukan pengisian DRH dan agenda yang akan kami lakukan selanjutnya adalah mempersiapkan berkas-berkas untuk penggajian.

Astri berharap, keberlangsungan forum ini tidak hanya untuk PPPK guru periode sekarang tetapi juga untuk PPPK guru periode selanjutnya. Sehingga lebih banyak lagi guru PPPK yang terbantu dalam mendapatkan informasi mengenai PPPK baik seputar kebijakan, teknis, dll juga pada saat pengisian DRH dan penggajian. (Elisa Nurasri)

Cegah Stunting dan Implementasi Melalui Gerakan Orang Tua Asuh Balita Stunting

0
Cegah Stunting Melalui Gerakan Orang Tua Asuh Kecamatan Bangodua Kabupaten Indramayu

INDRAMAYU (aswajanews.id) – Sebanyak 3 balita di desa Wanasari Kecamatan Bangodua Kabupaten Indramayu memperoleh bingkisan berupa makanan tambahan bergizi dari Camat Bangodua Raden Mas Wahyu Adhiwijaya, S.STP,.M.SI, Sekretaris Kecamatan, Yayan Tefianty, SE, Kasi Pelayanan Masyarakat Nani Suryani, SE., Kasi Trantibum Eko Febiyanto, S.IP., Yudin, Didi Rusnadi, Yolis Agus Figiyanto dan jajaran pegawai Pemerintah Kecamatan Bangodua Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Jumat (05/05/2023).

Pembagian bingkisan tambahan makanan bergizi kepada 3 balita guna pencegahan dan penurunan stunting atau gagal tumbuh kembang anak akibat kekurangan gizi, sekaligus sebagai kegiatan Jum’at Berkah, Aksi Cegah Stunting dan implementasi dari program maupun kebijakan Bupati Indramayu Nina Agustina yakni “Gerakan Orang Tua Asuh Balita Stunting”.

Cegah Stunting Melalui Gerakan Orang Tua Asuh Kecamatan Bangodua Kabupaten Indramayu

Dikatakan Camat Bangodua Raden Mas Wahyu Adhiwijaya, S.STP,.M.SI, pembagian makanan tambahan bergizi itu berupa paket telur dan susu yang bersumber dari para pejabat di lingkungan Pemerintah Kecamatan Bangodua dalam menyukseskan Gerakan Orang Tua Asuh Balita Stunting guna menuju Indramayu Zero Stunting.

“Kami membagikan paket makanan tambahan bergizi untuk 3 balita, semoga bermanfaat dan bisa memberikan dampak positif untuk Kabupaten Indramayu guna ujimenyukseskan program Gerakan Orang Tua Asuh Balita Stunting dan menuju Indramayu Zero Stunting,” ujarnya. (Prapto)

Wujudkan Smart Heritage, Mapag Sri Diisi Pagelaran Kesenian dan Bakti Sosial

0
Pagelaran kesenian dan bakti sosial kepada masyarakat Desa Cangkingan, Jum'at (5/5/2023)

INDRAMAYU (aswajanews.id) – Desa Cangkingan Kecamatan Kedokan Bunder Kabupaten Indramayu terus berproses untuk menjadi tempat yang menyenangkan sebagai pelestari kebudayaan dan kesenian. Salah satu bentuk impelementasi Smart Heritage yakni dengan pelestarian budaya Mapag Sri yang diisi dengan pagelaran kesenian dan bakti sosial kepada masyarakat Desa Cangkingan, Jum’at (5/5/2023).

Kegiatan Mapag Sri diawali dengan penjemputan terhadap tanaman padi yang akan di panen di Blok Jembangan yang ditandai dengan pengambilan padi sebagi simbol ‘Dewi Sri’.

Setelah pengambilan tanaman padi, selanjutnya dilakukan do’a bersama yang diikuti oleh pamong desa dan masyarakat lainnya. Selanjutnya, padi yang telah dipanen kembali dibawa ke balai desa dan disana telah disiapkan pagelaran wayang kulit untuk masyrakat.

Pada kesempatan itu, dalam momentum Mapag Sri juga dilakukan bakti sosial kepada masyarakat Desa Cangkingan yang tidak mampu berupa pemberian beras masing-maisng 3 kilogram.

“Hari ini kita melaksanakan panen, dan hasil dari panen itu kita kembalikan kepada masyarakat berupa beras kepada mereka yang membutuhkan,” kata Kuwu Cangkingan, Didi Wahyudi.

Didi menambahkan, untuk pertanian di Desa Cangkingan yang sudah melaksanakan penen baru 60 %. Jumlah tersebut akan terus bertambah seiring dengan semakin luasnya cakupan panen di desa tersebut.

Sementara itu Camat Kedokan Bunder, Atang Suwandi, S.STP., M.Si mengapresiasi kegiatan Mapag Sri yang telah dilaksanakan di desa-desa di Kecamatan Kedokan Bunder. Kegiatan tersebut sebagai pelestarian budaya yang harus dilestarikan dan sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT. (Herman/Tongol)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts