Beranda Aktual Hari Santri 2026 Jadi Momentum Akad Massal KPR FLPP bagi 1.000 Guru...

Hari Santri 2026 Jadi Momentum Akad Massal KPR FLPP bagi 1.000 Guru Pesantren

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Peringatan Hari Santri 2026 akan menghadirkan nuansa berbeda. Kementerian Agama (Kemenag) bersama Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dan Bank Syariah Nasional tengah menyiapkan Akad Massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi guru pesantren.

Persiapan program tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor BP Tapera, Jakarta Pusat, sebagai tindak lanjut pembahasan sebelumnya untuk memastikan seluruh tahapan pelaksanaan berjalan optimal.

Rapat dihadiri Kepala Subdirektorat Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Direktorat Pesantren Kemenag, A. Rafiq Zainul Mun’im, beserta jajaran. Dari BP Tapera hadir Plt. Kepala Divisi Pemasaran II Muhammad Abdul Ghoni, sementara Bank Syariah Nasional diwakili Aryo dari kantor pusat.

Pertemuan membahas kesiapan pelaksanaan kegiatan, mekanisme koordinasi antarinstansi, pembagian tugas masing-masing pihak, hingga langkah strategis agar Akad Massal KPR FLPP bagi guru pesantren dapat terlaksana secara efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal.

Kasubdit Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat Direktorat Pesantren, A. Rafiq Zainul Mun’im, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap peningkatan kesejahteraan guru pesantren.

“Guru pesantren merupakan pilar utama pendidikan keagamaan di Indonesia. Mereka tidak hanya mendidik santri, tetapi juga membangun karakter, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, dan memberdayakan masyarakat. Karena itu, upaya meningkatkan kesejahteraan guru pesantren merupakan bagian penting dalam memperkuat ekosistem pesantren secara berkelanjutan,” ujarnya di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Menurut Rafiq, melalui program KPR FLPP, guru pesantren akan memperoleh skema pembiayaan khusus yang disesuaikan dengan kemampuan pendapatan mereka.

Ia mengungkapkan, Direktorat Pesantren menargetkan sedikitnya 1.000 guru pesantren dapat mengikuti Akad Massal KPR FLPP pada tahun ini. Dalam rangkaian acara juga akan dilakukan penyerahan kunci rumah secara simbolis kepada para penerima manfaat.

“Untuk lokasi dan detail acara masih terus kami bahas,” katanya.

Sementara itu, Plt. Kepala Divisi Pemasaran II BP Tapera, Muhammad Abdul Ghoni, menegaskan komitmen lembaganya untuk memperluas akses pembiayaan rumah layak bagi masyarakat, termasuk guru pesantren.

“Guru pesantren memiliki peran strategis dalam membangun karakter dan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, BP Tapera siap bersinergi dengan Kementerian Agama dan Bank Syariah Nasional agar pelaksanaan Akad Massal KPR FLPP berjalan lancar, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata,” ujarnya.

Ia berharap kerja sama tersebut menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan guru pesantren melalui akses pembiayaan rumah yang terjangkau sehingga mereka dapat lebih fokus menjalankan tugas mendidik generasi bangsa.

Program Akad Massal KPR FLPP bagi guru pesantren juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program prioritas nasional Presiden Prabowo Subianto, yakni Program 3 Juta Rumah. Program tersebut bertujuan mengurangi angka kekurangan kepemilikan rumah (backlog) sekaligus memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) terhadap hunian yang layak, aman, dan terjangkau.

Melalui sinergi antara Kementerian Agama, BP Tapera, dan Bank Syariah Nasional, pemerintah berharap semakin banyak guru pesantren memperoleh kemudahan memiliki rumah sebagai wujud nyata peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik sekaligus memperkuat ekosistem pesantren yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

(Sumber: Kementerian Agama RI)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.