Beranda Nasional Aktual ATAP MUSHOLLA SMPN 2 KEDOKANBUNDER AMBRUK, AKTIVITAS IBADAH SISWA TERGANGGU

ATAP MUSHOLLA SMPN 2 KEDOKANBUNDER AMBRUK, AKTIVITAS IBADAH SISWA TERGANGGU

114
0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Atap musholla SMPN 2 Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu, ambruk pada Sabtu (5/9/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena peristiwa terjadi di luar jam kegiatan sekolah.

Musholla yang mengalami kerusakan tersebut selama ini digunakan siswa dan guru untuk melaksanakan berbagai kegiatan ibadah, di antaranya salat dhuha, salat dzuhur berjamaah, serta kegiatan keagamaan lainnya.

Menurut keterangan penjaga sekolah, Heri Kusaerih, suara ambruk terdengar pada malam hari. Ketika dilakukan pengecekan pada pagi harinya, atap musholla sudah dalam kondisi ambruk hingga rata dengan lantai.

“Diduga karena konstruksi atap sudah lapuk dimakan usia. Kejadiannya malam hari, jadi tidak ada siswa di lokasi. Alhamdulillah tidak ada korban,” ujarnya.

Pasca kejadian, area musholla telah diberi garis pembatas dan untuk sementara tidak diperbolehkan digunakan oleh siswa demi menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Kepala SMPN 2 Kedokanbunder, Mamat Rahmat, M.Pd., mengaku prihatin atas kondisi tersebut. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Indramayu melalui Dinas Pendidikan dapat segera memberikan perhatian dan melakukan perbaikan.

“Kami memohon kepada Bapak Bupati Indramayu, Bapak Lucky Hakim, dan Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu untuk segera memperbaiki musholla kami. Musholla ini sangat vital bagi pembentukan karakter dan akhlak mulia siswa kami,” ujarnya.

Menurut Mamat, musholla tersebut sudah dibangun cukup lama dan belum pernah mendapatkan rehabilitasi secara menyeluruh.

Akibat kerusakan tersebut, para siswa kini terpaksa melaksanakan salat di lapangan dengan menggunakan tenda darurat seadanya.

“Anak-anak sekarang salatnya terpaksa di lapangan dengan membangun tenda darurat seadanya. Kami khawatir jika tidak segera diperbaiki, akan mengganggu pembinaan keagamaan siswa. Kami berharap tahun ini bisa segera direhabilitasi,” harapnya.

Keprihatinan juga disampaikan Ketua Komite SMPN 2 Kedokanbunder, Acep Syahril. Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan bantuan untuk mempercepat perbaikan musholla tersebut.

“Kami selaku komite mendukung permohonan kepala sekolah. Musholla adalah jantung pendidikan karakter. Mohon kiranya Pemkab Indramayu dapat memprioritaskan perbaikan musholla ini,” katanya.

Pihak sekolah telah melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu dan Dewan Pendidikan Kabupaten Indramayu.

Sekolah berharap adanya penanganan segera sehingga kegiatan ibadah dan pembinaan keagamaan siswa dapat kembali dilaksanakan di tempat yang layak dan aman.

(Herman/Tongol)


Eksplorasi konten lain dari News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan