Beranda Nasional Aktual Lailatul Ijtima Ranting NU Gandasuli Digelar Sederhana, Perkuat Tradisi Ke-NU-an dan Silaturahmi...

Lailatul Ijtima Ranting NU Gandasuli Digelar Sederhana, Perkuat Tradisi Ke-NU-an dan Silaturahmi Warga

0
0

BREBES (Aswajanews.id) – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Kelurahan Gandasuli, Kabupaten Brebes, kembali menggelar Lailatul Ijtima sebagai sarana mempererat silaturahmi, meningkatkan keagamaan, sekaligus menjaga tradisi amaliyah warga Nahdliyin.

Kegiatan yang berlangsung di Mushola Al Ikhlas, Colotan, Gandasuli, sebelah timur Sungai Shigeleng, tersebut dilaksanakan pada Sabtu Wage malam Ahad Kliwon, 19 September 2026, mulai pukul 20.30 WIB hingga sekitar pukul 22.17 WIB.

Lailatul Ijtima diawali dengan pembukaan oleh Ustadz Nurwanto selaku pembawa acara. Selanjutnya dilaksanakan pembacaan istighosah yang dipimpin Ustadz Suroto, Wakil Ketua Tanfidziyah Ranting NU Gandasuli yang juga Kepala TPQ Syuhada Gandasuli.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan tahlil oleh Ustadz H. Abdul Wahab, S.Pd., yang juga menjabat Ketua Masjid Nurul Iman Colotan Gandasuli. Doa tahlil dipimpin Muhammad Zamroni, Katib Syuriah yang juga Ketua Mushola Hidayatussalim Gandasuli.

Salah satu agenda utama adalah pembacaan dan penjelasan Kitab Wasiatul Mustofa yang disampaikan Ustadz Muhammad Afkar Al Hakim, alumni Pesantren Assalafiyah 1 Luwungragi, asuhan KH Subhan Ma’mun.

Dalam kajiannya, Ustadz Muhammad Afkar antara lain menerangkan tentang sejumlah waktu yang mustajab untuk berdoa, di antaranya waktu antara azan dan iqamah serta setelah salat. Ia juga menyampaikan keutamaan orang yang setelah salat Subuh kemudian duduk beriktikaf untuk beribadah kepada Allah SWT, baik dengan berdzikir, membaca Al-Qur’an maupun bersholawat.

Selain pengajian, kegiatan juga diisi dengan laporan keuangan Lailatul Ijtima kedua sekaligus laporan pembangunan plang NU. Bendahara NU Ranting Gandasuli, RT Syaekhul, menyampaikan bahwa kas Ranting NU Kelurahan Gandasuli saat ini sekitar Rp2.198.500.

Ketua Tanfidziyah Ranting NU Gandasuli, Ustadz Lebe Muhemin Mutholib, A.Md.Com, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada pengurus Mushola Al Ikhlas Gandasuli, seluruh pengurus NU Ranting Gandasuli, badan otonom NU, warga NU, serta kaum muslimin dan muslimat.

“Alhamdulillah, Lailatul Ijtima Ranting Gandasuli yang kedua bisa terlaksana walaupun dengan sederhana,” ujar Lebe Muhemin.

Dalam kesempatan tersebut juga ditetapkan jadwal pelaksanaan Lailatul Ijtima berikutnya. Untuk kegiatan yang ketiga, tempat pelaksanaan akan digilir ke Mushola Mubarokah Colotan Gandasuli, dengan jadwal yang disebutkan dalam kegiatan tersebut pada 24 Oktober 2026, mulai pukul 20.30 WIB sampai selesai.

Acara kemudian dilanjutkan dengan mauidhah hasanah yang disampaikan Ustaz H. Abdul Hamid Muhtadi, S.Pd.I., yang juga Rois Syuriah Ranting NU Gandasuli.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Abdul Hamid menjelaskan bahwa NU merupakan organisasi yang didirikan oleh para ulama melalui proses musyawarah dan ikhtiar meminta petunjuk kepada Allah SWT.

Ia juga mengingatkan warga Nahdliyin agar dapat membedakan antara organisasi dengan perilaku individu yang berada di dalamnya.

Menurutnya, apabila ada pengurus atau warga NU yang melakukan perbuatan tidak baik, hal tersebut tidak serta-merta berarti NU sebagai organisasi tidak baik.

“Kalau ada pengurus NU yang tidak baik, bukan berarti NU itu tidak baik. NU tetap baik, yang tidak baik adalah oknum,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam mauidhah hasanah tersebut.

Pesan tersebut juga ditujukan kepada seluruh warga NU agar tetap menjaga nama baik organisasi serta menjadikan nilai-nilai ke-NU-an sebagai landasan dalam kehidupan bermasyarakat.

Rangkaian Lailatul Ijtima kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Ustaz H. Abdul Hamid Muhtadi, S.Pd.I., dilanjutkan penutupan oleh pembawa acara.

Kegiatan diakhiri dengan salam-salaman dan pembagian kaleng sedekah Koin NU Ranting Gandasuli kepada warga yang hadir.

Pelaksanaan Lailatul Ijtima secara bergiliran dari satu tempat ke tempat lainnya diharapkan dapat terus menjadi ruang silaturahmi dan penguatan kegiatan keagamaan bagi warga NU di Kelurahan Gandasuli. (Red)


Eksplorasi konten lain dari News

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Tinggalkan Balasan