Beranda Pendidikan Prihatin Tawuran Remaja, PAC IPNU Wanasari Gandeng MWCNU Lakukan Pencegahan hingga Tingkat...

Prihatin Tawuran Remaja, PAC IPNU Wanasari Gandeng MWCNU Lakukan Pencegahan hingga Tingkat Desa

65
Rakor MWCNU Wanasari bersama badan otonom pada Ahad, 24 Mei 2026, di Kantor MWCNU Wanasari, Jalan Pemuda Komplek SMK Ma’arif NU 01 Wanasari

BREBES (Aswajanews.id) – Insiden tawuran remaja yang beberapa kali terjadi di Kabupaten Brebes hingga menelan korban jiwa memunculkan keprihatinan berbagai elemen masyarakat. Tak terkecuali kalangan nahdliyin dari barisan pelajar dan remaja yang tergabung dalam PAC IPNU Kecamatan Wanasari.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap maraknya kenakalan remaja, Ketua PAC IPNU Wanasari, Irham, meminta jajaran Pengurus MWCNU Wanasari untuk bersama-sama melakukan langkah preventif dengan turun langsung ke ranting-ranting NU di seluruh wilayah Kecamatan Wanasari.

Hal tersebut disampaikan saat Rapat Koordinasi (Rakor) MWCNU Wanasari bersama badan otonom pada Ahad, 24 Mei 2026, di Kantor MWCNU Wanasari, Jalan Pemuda Komplek SMK Ma’arif NU 01 Wanasari, Desa Pesantunan, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes.

Menanggapi hal itu, Sekretaris MWCNU Wanasari, Akhmad Sururi, menyatakan kesiapan pihaknya mendampingi IPNU dan IPPNU dalam upaya pencegahan kenakalan remaja, termasuk tawuran pelajar dan tindak kriminalitas lainnya.

“Kami juga merasa prihatin dengan kondisi remaja hari ini yang sering terlibat tawuran maupun tindakan kriminal lainnya,” ujar Sururi.

Menurutnya, langkah merekrut remaja agar bergabung ke dalam organisasi IPNU dan IPPNU menjadi sangat penting sebagai wadah pembinaan generasi muda.

“Oleh karena itu kami akan segera berkoordinasi dengan ranting NU se-Kecamatan Wanasari untuk memperkuat barisan IPNU dan IPPNU di desa-desa. Beberapa desa yang sudah vakum agar segera dihidupkan kembali dengan pendekatan kepada komunitas remaja melalui ranting NU,” jelasnya.

Sururi juga mengungkapkan bahwa sebelumnya pihak MWCNU telah berkoordinasi dengan Kapolsek Wanasari terkait sejumlah titik rawan kriminalitas, termasuk kawasan perbatasan Jagalempeni dan Suwungkulon. Berdasarkan laporan pemerintah desa, lokasi tersebut sempat dilakukan patroli dan saat ini dinyatakan relatif aman.

“Meskipun demikian, kita tetap harus waspada. Karena bisa jadi minggu ini aman, tetapi berikutnya muncul kembali. Prinsipnya Kapolres siap bersinergi dengan masyarakat, termasuk NU, untuk mengatasi berbagai tindakan kriminalitas sekaligus langkah pencegahannya,” katanya.

Terkait kenakalan remaja, Sururi meminta PAC IPNU dan IPPNU segera aktif turun ke desa-desa guna menghidupkan kembali kegiatan ranting.

“Mereka mayoritas anak-anak NU, maka mestinya ikut organisasi IPNU untuk putra dan IPPNU untuk perempuan. IPNU dan IPPNU menjadi wadah komunitas remaja dengan berbagai kegiatan yang positif dan bermanfaat,” tambahnya.

Menurut kajian sosiologis yang disampaikan Sururi, ada sejumlah faktor penyebab kenakalan remaja, di antaranya minimnya pengetahuan agama, kurangnya perhatian orang tua, serta pengaruh lingkungan pergaulan.

Selain itu, media sosial juga dinilai turut memicu munculnya aksi tawuran remaja. Beberapa kasus bahkan bermula dari ujaran kebencian di media sosial hingga adanya grup yang digunakan untuk mengatur aksi tawuran.

“Oleh karena itu, kehadiran IPNU dan IPPNU di tengah komunitas remaja sangat diharapkan mampu menekan potensi kenakalan remaja melalui edukasi dan kegiatan positif,” pungkasnya. (Red/Nas)

www.youtube.com/@anas-aswaja


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.