BREBES (Aswajanews.id) – Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Al Mabrur Brebes kembali menggelar pembukaan manasik bagi calon jemaah haji musim haji 2027. Kegiatan berlangsung di Masjid Al Mukaromah Islamic Center Brebes, depan MTs Ma’arif NU 1 Brebes, pada Sabtu Wage (11/7/2026).
Acara yang berlangsung pukul 14.00–15.00 WIB dipandu oleh Sekretaris KBIHU Al Mabrur Brebes, H. Abdul Karim, S.Pd., sebagai pembawa acara. Kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat oleh Ustaz Afkar Al Hakim dari Colotan, Gandasuli, Brebes.
Selanjutnya, para pengurus memperkenalkan diri kepada calon jemaah haji 2027 yang akan mengikuti rangkaian bimbingan manasik di KBIHU Al Mabrur Brebes.
Dalam sambutannya, Pembina KBIHU Al Mabrur Brebes, Drs. H. Imam Mujahid, menyampaikan bahwa KBIHU Al Mabrur merupakan KBIHU pertama yang berdiri di Kabupaten Brebes. Berdiri sejak tahun 2002, lembaga tersebut telah mengantarkan sekitar 23 angkatan jemaah haji dengan berbagai pengalaman dan pembinaan yang berkesinambungan.
Sementara itu, Ketua KBIHU Al Mabrur Brebes, H. Abdul Haris, S.Ag., M.Ag., menegaskan komitmen pengurus untuk memberikan pelayanan dan pendampingan terbaik kepada seluruh calon jemaah haji tahun 2027, sehingga mereka mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik, benar, dan sesuai tuntunan syariat.
Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian mauidzah hasanah oleh KH Imam Khumaedi, S.Sos., alumni KBIHU Al Mabrur tahun 2026 yang juga dikenal sebagai mubaligh di Kecamatan Brebes.
Dalam tausiyahnya, KH Imam Khumaedi mengajak seluruh calon jemaah agar meluruskan niat semata-mata karena Allah SWT. Ia membagikan pengalaman pribadinya yang sempat berada pada daftar cadangan nomor 99, namun akhirnya dapat berangkat haji setelah melalui berbagai proses, termasuk memenuhi persyaratan istitha’ah.
Menurutnya, calon jemaah yang masih berstatus cadangan tidak perlu berkecil hati apabila harus mengikuti manasik lebih dari satu tahun. Sebab, mengikuti manasik di KBIHU Al Mabrur memiliki banyak manfaat, di antaranya mempererat silaturahmi, menambah ilmu tentang ibadah haji, serta menjadi amal fi sabilillah yang insya Allah akan diganti pahalanya oleh Allah SWT.
KH Imam Khumaedi juga mengungkapkan sejumlah keunggulan KBIHU Al Mabrur Brebes, di antaranya memiliki pembinaan yang moderat, terbuka bagi berbagai latar belakang jemaah, didukung pengurus yang responsif dan bijaksana, serta memadukan pembelajaran teori dan praktik ibadah haji.
Selain itu, KBIHU Al Mabrur juga memiliki program kebugaran melalui jalan sehat dan senam yang dilaksanakan di berbagai lokasi sebagai persiapan fisik calon jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Ia turut mengapresiasi sistem pengelolaan keuangan jemaah yang dinilai tertata dengan baik. Sejak dari Brebes, berbagai kebutuhan seperti dana dam, kurban, badal haji, city tour, ziarah, hingga kas jemaah telah dikelola oleh petugas yang ditunjuk dari perwakilan jemaah. Dengan demikian, saat berada di Madinah maupun Makkah, seluruh kebutuhan tinggal disalurkan tanpa harus kembali melakukan penarikan dana.
“Alhamdulillah, saya bersyukur mengikuti KBIHU Al Mabrur Brebes karena banyak memperoleh pengalaman, ilmu, dan keberkahan selama menjalankan ibadah haji,” ungkap KH Imam Khumaedi.
Rangkaian pembukaan manasik ditutup dengan doa yang dipimpin langsung oleh KH Imam Khumaedi, yang baru saja kembali menunaikan ibadah haji tahun 2026.
Di akhir kegiatan, H. Abdul Khamid Muhtadi, S.Pd.I, alumni KBIHU Al Mabrur tahun 2023 yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Rombongan (Karom) Haji dan kini menjadi salah satu pengurus KBIHU Al Mabrur Brebes, menyampaikan ucapan selamat kepada para jemaah yang baru kembali dari Tanah Suci.
Ia berharap seluruh jemaah memperoleh predikat haji mabrur dan hajjah mabruroh, serta dapat menjadi teladan di tengah masyarakat dengan membawa nilai-nilai kebaikan setelah menunaikan rukun Islam kelima.
(Red)
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































