Google search engine
Beranda blog Halaman 196

MENGETUK PINTU LANGIT

0
oleh; KH Lukman Nur Hakim (Randusanga)

Pada kesempatan kali ini Minggu, 4 Juni 2023, penulis mencoba memahami pintu langit milik Allah Swt, untuk diri penulis sendiri maupun para pembaca budiman. Pintu  pembuka komunikasi, meraih rizki yang tak terduga, mendapatkan kumudahan jalan yang dicita-citakan, masuk berada dalam serambi pintu rumah Allah Swt (Baitullah) dan kebahagiaan dunia serta akhirat.

Pintu langit menjadi pembuka menuju jalan yang ingin raih, berada dirumah Allah Swt. Ketika kita yakin pintu Allah Swt sudah terbuka, maka semua keinginan akan mudah diraihnya. Jalan mulus sudah ada ditangan dan di depan mata.

Allah Swt akan membuka pintu-pintu-Nya untuk hamba yang selalu mengetuknya pula. Mengetuk dengan ikhkas dan penuh kesabaran.

Mari kita sedikit merenungi akan pintu rizki, yang kadang terbuka harus terlebih dahulu diketuk, namun ada juga pintu akan terbuka tanpa harus diketuk. Ada pintu yang selamanya tertutup dan kadang juga ada yang selamanya terbuka.

Ada pintu yang dibuka karena diketuk berkali-kali. Namun ada pula diketuk sekali langsung terbuka.

Dalam kehidupan sehari-sehari, munajat atau doa mendapatkan keinginan dan kebutuhan hidup  merupakan perilaku mengetuk pintu langit agar terbuka.

 Ketika Allah Swt sampai saat ini belum membukakan pintu sebagai jalan meriah apa yang diinginkan. Mungkin karena ketidak seriusan dalam mengetuk pintu-Nya. Oleh karena itu teruslah berusaha agar pintu langit bisa terbuka. Baik lewat dzikir, sholat maupun sedekah.

Saat merasakan pintu belum terbuka dapat juga diartikan, agar kita selalu mengetuknya terus menerus. Karena Allah Swt sangat sayang pada setiap hamba yang mengetuk pintunya. Sebaliknya Allah Swt akan marah bila hambanya tidak pernah mengetuk pintu-Nya.

Allah Swt adalah Dzat yang diminta, dan akan senang pula pada hamba-hambanya yang suka meminta kepada-Nya.

Kalaupun sangat terasa  saat ini pintu belum terbuka, mungkin Allah Swt sedang menguji keimanan kita atau Allah Swt sedang menunggu waktu yang tepat untuk membukakan pintu-Nya untu kita. Karena Allah Swt lebih tahu tentang diri kita dari pada kita sendiri.

Ketika saat ini pula Allah Swt belum membukakan pintu untuk kita. Mungkin agar kita semakin rindu akan rahmat dan ampunan-Nya. Menjadikan kita manusia yang tidak sombong. Kerena selama ini, Allah Swt sering melihat kita suka menyombongkan diri dimana saja. Baik dengan kata-kata maupun perbuatan. Sehingga kita kadang lupa, bahwa kita milik Allah Swt dan akan kembali pada-Nya.

Kenapa Allah Swt belum menjawab doa kita, mungkin Allah Swt sedang memproses doa kita dan memilihnya menjadi orang yang sabar, agar terselamatkan dari tipu daya dunia.

Atau agar kita tidak salah mengambil jalan yang selama ini ingin diraih dan sesungguhnya Allah Swt telah menunjukkan pada kita pilihan akhirat sebagai jalan hidup kita.

Mari kita terus ciptakan kondisi agar Allah Swt selalu mencintai kita, mendengarkan alunan bait-bait doa yang kita panjatkan, bersimpuh dihadapan-Nya.

Pintu rizki yang akan kita dapat bukan dari bos atau atasan, tapi dari Allah Swt. Seseorang yang yakin Allah Swt Maha Kaya. Maka kita tak akan ragu Allah Swt akan memberi kekayaan pada kita semua, untuk membekali  menuju perjalanan kerumah-Nya.

Pililah jalan yang mudah mengundang rizki, lakukan tanpa ada ragu. Kita pasti bisa. Labbaikallahumma Labbaik. (*)

Kyai Said Aqil Siradj Mensupport Harlah PIN ke-5 di Pemalang

0
Ketua Umum PIN Abdul Bersama pengurus lainnya silaturahmi ke kediaman Prof. Dr. KH. Sa’id Aqil Siradj, M.A. di Jakarta, Kamis (1/6/2023)

JAKARTA (Aswajanews.id) – Sebagai sebuah organisasi yang belum lama berdiri yaitu pada hari Jum’at, 13 Juli 2018, PIN telah mengalami begitu banyak ujian. Hal ini tentu tak lepas karena Islam Nusantara yang diperjuangkan merupakan satu amanah yang begitu besar dimana tidak semua masyarakat telah memahaminya. Namun dengan seiring waktu berjalan, berkat semangat pergerakan yang terus dilakukan oleh para sahabat PIN di berbagai penjuru daerah yang ada di dalam hingga luar negeri, lambat laun Islam Nusantara dapat dipahami dan dijadikan sebagai nafas kehidupan di dalam beragama dan bernegara.

Dan sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas segala karunia yang diberikanNya, Pejuang Islam Nusantara (PIN) akan mengadakan kegiatan Peringatan Harlah ke-5 di Pemalang, 14 – 16 Juli 2023 dengan mengundang Prof. Dr. KH. Sa’id Aqil Siradj sebagai pembicara utamanya. Tepatnya pada hari Kamis/Malam Jum’at, 1 Juni 2023, Ketua Umum PIN Abdul Kholiq bersama dengan Kabid Humas PIN Pusat Rully Rahardian, Ketua PW PIN Jawa Barat Aang Miftahurrahmat, Wakil Ketua PIN Jawa Barat Syaiful Bahri, Kabid Humas PIN Jawa Barat Pak Memey, Ketua PC PIN Cirebon Majidi, Ketua PC PIN Bekasi Sulaiman, Ketua PR PIN Kecamatan Cikarang Bekasi Rahmat, Sahabat PIN Bekasi Ivan dan Marulloh dengan didampingi oleh Pembina PIN Pusat KH. Abdul Hayyi Imam Pengasuh Pondok Pesantren Gedongan Cirebon bersilaturrahim ke kediaman Prof. Dr. KH. Sa’id Aqil Siradj, M.A. di Jakarta.

“Alhamdulillah beliau pun sangat mensupport dengan rencana kegiatan Harlah PIN Ke 5 yang akan diadakan dan bersedia hadir di dalam kegiatan yang sangat baik tersebut,” ujar Abdul Kholiq.

Sebelum berpamitan, Ketua Umum PIN Abdul Kholiq meminta nasihat kepada Prof. Dr. KH. Sa’id Aqil Siradj, M.A. untuk seluruh sahabat PIN agar tetap semangat di dalam memperjuangkan Islam Nusantara. Beliau pun memberikan nasihatnya, bahwa kita harus bangga sebagai muslim yang hidup di tanah air Indonesia yang dikenal sebagai bangsa yang beradab.

“Kita harus dapat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia, jangan sampai terpecah belah seperti bangsa lainnya, khususnya yang ada di Timur Tengah dimana mayoritas penduduknya beragama Islam,” ungkapnya.

Beliau pun melanjutkan nasihatnya bahwa Islam Nusantara masih sangat relevan untuk diperjuangkan agar Islam betul-betul dipahami sebagai agama yang rahmah, yang penuh dengan kasih sayang. *(Nuridin/Asep NS/Rd. Agung)

SMP Negeri 2 Lelea Adakan Pelepasan Siswa Kelas 9

0
Acara Perpisahan Kelas IX di SMP Negeri 2 Lelea, Sabtu (3/5/2023)

INDRAMAYU (aswajanews.id) – Camat Lelea Achmad Fauzie Romdhon, S.Sos.,M.Si, bersama Danramil Lelea Kapten Infantri Sugiyanto menghadiri acara Perpisahan Kelas IX di SMP Negeri 2 Lelea, Sabtu, 3 Juni 2023.

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Lelea Tutus Pramono, M.Pd dalam sambutannya berharap semoga para anak didiknya dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya, serta dapat mengharumkan nama SMP Negeri 2 Lelea dan membanggakan orang tua.

Acara Perpisahan atau Pelepasan Siswa Kelas 9 diisi dengan kegiatan siraman rohani yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Zaky, S.Pd.

Kepala Sekolah Tutus Pramono mengungkapkan, dengan diisi kegiatan siraman rohani semoga dapat membawa berkah bagi sekolah, para guru serta anak didik.

Camat Lelea berharap, semoga SMP Negeri 2 Lelea dapat menjadi kebanggaan Kabupaten Indramayu, khususnya Kecamatan Lelea, dengan terus menoreh segudang prestasi serta mengutamakan kualitas pendidikan untuk anak didiknya. (Prapto/Herman Tongol)

Kekerasan Seksual Terhadap Anak, Kapolda Sulteng Diminta Cabut Pernyataannya

0
Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak

JAKARTA (aswajanews.id) – Kapolda Sulawesi Tengah gagal paham dan tidak punya perspektif perlindungan anak yang menyatakan dan mengumumkan kepada publik, bahwa kasus kejahatan seksual yang dilakukan 11 orang terhadap RO remaja putri 15 tahun di Parigi Mountong, Sulteng yang mengakibatkan korban menderita sakit di perut terutama infeksi di rahim yang harus dioperasi, artinya akan menjadi cacat seumur hidup. Komnas Perlindungan Anak mendesak segera mencabut pernyataannya yang menyebutkan bahwa kasus yang diderita putri remaja dari keluarga miskin ini bukanlah perkosaan tetapi hanyalah persetubuan.

Pernyataan ini menggambarkan seolah-olah terjadi suka sama suka, dan korban menawarkan dirinya untuk disetubui, sementara pelakunya 11 orang yang mengakibatkan rahim korban harus dioperasi dan diangkat dari tubuhnya. Dan atas peristiwa ini seolah-olah korban memperdagangkan diri untuk disetubui 11 orang pelaku. Waouw! Kejam …

Untuk diketahui dalam kasus ini tidak ada istilah suka sama suka, apapun bentuknya, UU RI No. 17 tahun menyatakan bahwa ….setiap orang yang melakukan persetubuan dengan anak merupakan tindak pidana yang dapat dihukum minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun dan dapat ditambahkan sepertiga dari pidana pokoknya menjadi 20 tahun penjara jika itu dilakukan cacat seumur hidup. Demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan anak kepada media ini di Jakarta, Jumat (02/06/2023).

Untuk kasus ini, Komnas Perlindungan Anak meminta segera Kapolda Sulteng untuk menangkap dan menahan seorang anggota Polisi dari anggota Brimob Sulteng yang terlibat dalam kasus kejahatan seksual biadab ini.

Mengingat perkara ini merupakan kejahatan luar biasa, Komnas Perlindungan Anak mendukung Polda Sulteng untuk menerapkan hukuman maksimal 20 tahun bila perlu hukuman seumur hidup dan mati.

Apapun status dan latar belakang kehidupan korban dan dalam kondisi apapun korban harus mendapat perlindungan sebagai anak. Oleh sebab itu, demi kemanusiaan dan martabat, Komnas Perlindungan Anak meminta segera Kapolda Sulteng mencabut pernyataannya. (Red)

Gus Yusuf dan Keberpihakan kepada Lembaga Pendidikan Keagamaan Islam

0
Oleh : Akhmad Sururi (Wakil Ketua DPW FKDT Jawa Tengah)

Sebagai pengasuh Pesantren, Gus Yusuf dalam banyak ceramahnya selalu mengajak masyarakat untuk nemondokkan anaknya di Pesantren. Madrasah Diniyah dan TPQ agar dikampanyekan oleh alumni Pesantren. Lebih saat akhirusanah, para mubaligh yang mengisi acara di Madin dan TPQ supaya mengajak lulusan Madin/TPQ masuk di Pondok Pesantren.

Pesan ini tentu karena Pondok Pesantren, Madin dan TPQ adalah lembaga pendidikan keagamaan Islam sebagai garda terdepan membangun moralitas (akhlakul karimah) generasi bangsa. Banyak terjadi kasus tawuran dan tindakan kriminal yang dilakukan oleh remaja yang statusnya masih sekolah pada lembaga pendidikan formal. Tentu hal ini menjadi keprihatinan kita bersama, tak terkena Gus Yusuf yang notebenenya sebagai alumni Pesantren sekaligus Pesantren.

Oleh karena itu sangat tepat ketika Gus Yusuf mengilustrasikan Pondok Pesantren, Madin dan TPQ sebagai perahunya Nabi Nuh yang akan menyelematkan banjir bandang degradasi moralitas remaja yang kian tidak bisa terbendung. Perahu penyelamat para generasi bangsa harus kita perkuat dan perbanyak dimana mana. Jagung sampai ada satu kampung di negeri Indonesia ini tidak ada penyelamat generasi bangsa.

Untuk memperkuat perahu yang akan menyelamatkan idiologi agama dan kebangsaan, maka peran kekuasaan sangat penting. Presiden, Gubernur, Bupati, Wali Kota dan para wakil rakyat sangat menentukan terhadap kebijakan untuk memperkuat lembaga pendidikan keagamaan yang berkembang di Indonesia. Sesungguhnnya ketika memperkuat pendidikan keagamaan, maka berarti memperkuat sistem pendidikan nasional. Hal tersebut karena pendidikan keagamaan merupakan pilar dari sistem pendidikan nasional.

Peran jabatan tersebut sebagai penjaga agama menjadi penentu nasib pendidikan keagamaan Islami kedepan. Disinilah pentingnya kekuasaan yang proses meraihnya dengan sistem demokrasi. Kesadaran berdemokrasi dengan landasan kecerdasan politik harus menjadi prinsip utama dalam memilih pemimpin masa depan.

Oleh karena itu menumbuhkan kesadaran untuk memilih pemimpin negeri yang berpihak kepada Lembaga pendidikan keagamaan harus kita gelorakan. Demokrasi yang diwujudkan dalam pemilu jangan sampai menjadi pesta sesaat namun akan membawa petaka umat. Oleh karena itu kecerdasan dalam menentukan pilihan akan berpengaruh terhadap masa depan pendidikan keagamaan Islam di negeri republik Indonesia.

Gus Yusuf sebagai pimpinan PKB Jawa Tengah memiliki kekuatan untuk membawa kebijakan penguasa untuk berpihak kepada pendidikan keagamaan Islami. Hal tersebut pernah dibuktikan saat ramainya demonstrasi dari kalangan NU menolak full day school. Saat demonstrasi di Simpang Lima Semarang yang didukung oleh Rois Syuriah Jawa Tengah, Beliau melanjutkan dengan menyampaikan kepada Presiden Jokowi. Dan akhirnya semua pimpinan Ormas dipanggil oleh presiden sehingga full day school hanya berlaku tingkat SMA/SMK.

Kalau full day school diberlakukan untuk semua lembaga pendidikan formal termasuk SD/MI dan SMP/MTs, maka dipastikan Madin akan gulung tikar aliar bubar. Ketika Madin bubar maka Pesantren akan turut bubar juga, karena mayoritas hari ini mereka yang nyantri adalah mereka yang saat di rumah sekolah di Madin.

Berpijak dari pemikiran tersebut, maka sangat pantas dan layak seorang Gus Yusuf untuk mengawal dan menjaaga pendidikan keagamaan Islam melalui jalur kekuasaan.Untuk menempuh jalur kekuasaan maka tiket dalam pemilu harus kita perkuat dengan suara kita. Demi masa depan pendidikan keagamaan Islam di Jawa Tengah maka sosok Gus Yusuf menjadi satu satunya figur yang akan membawa kemaslahatan untuk Hawa Tengah khususnya pendidikan keagamaan Islam (Pondok Pesantren, Madin dan TPQ). ***

Kuwu Desa Cangkingan Sabet 2 Anugerah Sekaligus dari Kemenkum HAM RI

0
Didi Wahyudi Menerima Anugerah Paralegal Justice Award

INDRAMAYU (aswajanews.id) – Fenomenal ! Itulah yang terus ditorehkan oleh Didi Wahyudi Kuwu Desa Cangkingan Kecamatan Kedokan Bunder, Kabupaten Indramayu.

Terbaru, desa digital dan desa terbaik di Jawa Barat ini meraih Anugerah Paralegal Justice Award (PJA) yang diselenggarakan Badan Pembinaan Hukum Nasional Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, Kamis malam (1/6/2023) di Jakarta.

Anugerah Paralegal Justice Award diberikan kepada Kepala Desa (Kuwu) Desa Cangkingan yang sebelumnya telah memenuhi kriteria yang ditentukan yakni meraih Anugerah non Litigation Peacemaker (NLP) dan Anuhbawa Sasana Desa Jagaddhita (ASDJ) dalam kegiatan Camp Academy Paralegal Justice Award tahun 2023.

Keputusan Desa Cangkingan Kecamatan Kedokan Bunder mendapatkan anugerah tersebut berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : M.HH-02.HN.04.03 tahun 2023 yang ditandatangani Menteri Yasonna H. Laoly.

Didi Wahyudi Kuwu Desa Cangkingan Kecamatan Kedokan Bunder, merupakan satu-satunya kuwu yang lolos seleksi dan mewakili Kabupaten Indramayu pada kegiatan itu. Atas anugerah yang telah diraih tersebut, Desa Cangkingan telah menjadi kebanggan bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Seusai mengikuti kegiatan, Didi Wahyudi menjelaskan, Camp Academy yang telah diikutinya merupakan kegiatan yang sangat luar biasa karena memberikan banyak ilmu dan pengetahuan tentang penyelesaian hukum di tengah masyarakat desa.

Didi menambahkan, anugerah yang telah diraihnya merupakan persembahan kepada masyarakat Desa Cangkingan dan seluruh masyarakat Kabupaten Indramayu.

“Terima kasih banyak kepada seluruh pihak yang telah banyak membantu,  mendedikasikan dan mendukung untuk Desa Cangkingan. Yang memberikan vote secara terus menerus juga saya sampaikan terima kasih,” tegas Didi.

Camat Kedokan Bunder, Atang Suwandi, S.STP., M.Si menjelaskan, pihaknya sangat bangga dengan pencapaian yang telah didapatkan oleh Desa Cangkingan. Diharapkan berbagai prestasi yang telah dicapai tersebut bisa dijadikan motivasi bagi desa lainnya untuk juga berbuah prestasi atas apa yang telah dikerjakan selama ini.

Atang menambahkan, dengan anugerah ini kuwu memiliki peran sebagai juru damai atau hakim di desanya terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warganya dan bisa diselesaikan di desa.

“Terima kasih kepada Bupati Indramayu Ibu Nina Agustina yang telah memberikan kesempatan kepada Desa Cangkingan untuk menorehkan prestasi di tingkat nasional. Untuk seluruh masyarakat dan berbagai pihak yang sudah berpartisipasi memberikan dukungan vote juga saya sampaikan terima kasih banyak,” kata Atang.

Atang menambahkan, dengan pencapaian ini diharapkan semakin menguatkan tekad untuk mewujudkan Cangkingan Jawara, Kedokan Bunder Hebat menuju Indramayu Bermartabat. (Herman/Tongol)

Manaqib Kubro Ikhtiar Transendental Untuk Normalisasi Sungai Babakan Menuju Sunga yang Bermanfaat

0

Hari ini Kamis, 1 Juni 2023 akan berlangsung kegiatan Manaqib Kubro dalam rangka normalisasi Kali Babakan sekaligus memperingati hari Pancasila. Kegiatan yang berlangsung di jalan baru tepatnya di samping masjid Al Hikmah Ketanggungan akan dimulai pagi jam 7.30 dengan pembacaan Manaqib dan dilanjutkan Ssmbutan dan Tausyiah oleh beberapa Kyai di lingkungan MWC NU Ketanggungan, termasuk Pj Bupati Brebes dan beberapa pejabat dilingkungan Pemkab Brebes. Akan turut hadir pula Hj Nok Jumeroh tokoh Muslimat NU Kab Brebes yang berdomisili di Ketanggungan.

Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi MWC NU Ketanggungan di bawah pimpinan H Slamet Riyadi selalu Ketua Tanfidziyah dan Komunitas Peduli Sungai yang digawangi oleh Mahfudin.

Selaku Ketua Panitia menuturkan, kita sudah berikhtiar secara lahir dengan mendatangi BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) di Cirebon dan beraudiensi dengan pejabat pengambil kebijakan di Kab Brebes. Besok kita melakukan ikhtiar batin dalam poros transendental dengan berdoa secara jamaah melalui washilah pembacaan Manaqib Syekh Abdul Qodir Al Jaelani.

MWC NU Ketanggungan di bawah pimpinan H Slamet Riyadi selalu Ketua Tanfidziyah dan Komunitas Peduli Sungai yang digawangi oleh Mahfudin

Normalisasi sungai Babakan menjadi sangat mendesak agar banjir dihilir tidak terulang kembali. Bencana banjir yang menimpa masyarakat sekitar sungai tentu banyak merugikan secara materi.

Sesungguhnya agama juga mengajarkan kita semua agar tidak berbuat kerusakan di atas bumi. Karena bencana alam termasuk banjir itu karena tangan tangan manusia yang kurang bisa menjaga dan memelihara sungai sebagai sarana irigasi  untuk kemanfaatan manusia. Pasca banjir bberapa tahun yang lalu BBWS Cimancis tidak segera bertindak untuk melaksanakan normalisasi sungai Babakan ini. Oleh karena itu pagi ini kami menggelar Manaqib Kubro sebagai tradisi nahdliyin.

Ilustrasi sungai dalam ayat Al Qur an sebagai berikut keindahan surga memberikan arti bagaimana sungai menjadi sarana kemanfaatan manusia sekaligus bisa jadi sebagai taman wisata sehingga dapat menjadi potensi daerah, tutur Mahfudin.

Ada empat upaya untuk normalisasi sungai salah satunya pengerukan limbah di sekitar sungai, pelebaran lokasi sekitar sungai. Ini sangat penting untuk menghindari banjir saat musim hujan tiba. Di hulu sana serapna air sangat rendah akibat hutan gundul, sampai dihilir terjadi penyempitan. Denga demikian membutuhkan turun tangan kita bersama. Kami selaku Koordinator Komunitas Peduli Sungai (KPS) berkolaborasi dengan MWC NU Ketanggungan bersama dengan tokoh agama dalam kegiatan ini sebagai langkah doa.

Oleh kerena itu sangat dibutuhkan semua pihak untuk menyelamatkan sungai Babakan dari banjir. Pemerintah dan masyarakat harus bersama berusaha mewujudkan sungai yang bermanfaat untuk rakyat, pungkas Ketua LSM yang bergerak untuk menjaga sungai.

Sementara itu Ketua MWC NU Ketanggungan H Slamet, menegaskan bahwa kegiatan  ini sebagai bentuk kepedulian warga NU terhadap upaya menjaga lingkungan dari bencana banjir.Menjadi tugas NU bersama dengan komponen masyarakat lainya untuk melakukan edukasi ekologis pencegahan bencana banjir untuk nahdliyin. Oleh karena itu dalam rangka normalisasi sungai Babakan ini kami turut bergerak dengan kegiatan Mabaqib Kubro, pungkas H Slamet yang didampingi Maftuhin salah seorang aktivis kemanusiaan di Kab Brebes. (*)

Mengenang Al Maghfurlah KH Dimyati Rois bersama Panitia Pembangunan Masjid Jami Baiturohim

0
Oleh : Akhmad Sururi (Wakil Ketua PC LTN NU Kab Brebes)

Tadi malam (Malam Rabu), 30 Mei 2023 telah diselenggarakan Haul Pertama Al Magfurlah KH Dimyati Rois, Kyai kharimatik kelahiran Brebes. Informasi tersebut kami terima dari seorang teman alumni Lirboyo yang sedang di Kaliwungu dalam rangka mengikuti acara tersebut.

Tentu banyak alumni Lirboyo, Kaliwungu dan Pesantren yang lainnya juga menghadiri Haul KH Dimyati sebagai alumni Lirboyo dan Kyai Khos yang alim dan memahami maksud setiap tamu yang sowan.

Tiga hari setelah wafat Penulis berkesempatan untuk ziarah ke makam Beliau yang saat itu masih banyak orang-orang yang datang takziyah.  Penulis saat ziarah dihari yang ketiga bertemu dengan Menteri Agama, yang akeab disebut dg Gus Men dan Ketua Umum PBNU, Gus Yahya yang terpilih saat Muktamar di Lampung.

Mengenang Beliau tentu banyak tulisan dari berbagai sudut pandang yang bisa melahirkan tidak cukup satu buku. Akan tetapi bisa ratusan buku yang mengupas lebih jauh tentang Al Magfurlahlah yang bisa kita ambil suri tauladannya.

Awal Penulis mengenal Beliau saat penulis masih mondok di Pesantren Lirboyo. Kebetulan berkesempatan mengikuti kegiatan Jamiyah yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren HM di bawah Pengasuh Al Mukarom KH Kafabihi Mahrus. Hampir setiap Beliau ceramah di HM, penulis mengikuti dan mendengarkan ceramahnya sampai selesai.

Setelah penulis di rumah mulai tahun 2000 sampai 2008, penulis dipertemukan kembali, tepatnya menjelang Pemilu. Penulis saat itu menjadi Sekretaris DPC PKNU (partai pecahan PKB pasca konflik internal) diajak oleh Andi Najmi wakil sekjen DPP PKNU dan Wakil SekjenPBNU era Kang Said. Kebetulan Beliau termasuk politisi dan aktivis NU yang disayang oleh Al Magfurlah Mba Dim.

Selang beberapa tahun kemudian kira kira 2011, Penulis bersama dengan rombongan dari Pengurus Masjid Jami Baiturohim Jagalempeni Selatan Kec Wanasari Kab Brebes sowan ke Beliau mohon waktu untuk hadir pada acara Haul dan Halal bi Halal. Namun karena awal syawal sampai pertengahan harus tetap di ndalem karena banyak tamu, akhirnya Beliau tidak bisa menyanggupi untuk rawuh (datang). Namun demikian penulis bersama rombongan bersyukur bisa sowan dan sekaligus ngobrol panjang dari mulai habis taeweh sampai menjelang sahur.

Ada hal yang sangat menarik ketika sowan bersama dengan rombongan Panitia Masjid Jami Baiturohim. Penulis bersama dengan Ki Taja (sesepuh Jakatamu), Akhmad Sujai (Perangkat Desa yang menjadi Bendahara Pembangunan), Seul Amin (pernah nyantri di Lirboyo), Syafrudin (alumni Al Fadlu asal Kedawon) dan Penulis yang menempati di kepanitiaan menjadi Sekretaris.

Dengan bahasa yang merakyat dan penuh kesantunan Beliau menyampaikan beberapa hal tentang kemasyarakatan dan masjid. Tidak ada pembisik sebelumnya, hanya keperluan mohon waktu. Namun karena disuruh ngobrol dulu, kami serombongan akhirnya menikmati obrolan yang sangat bermakna sampai tidak terasa sudah saatnya sahur.

Pembicaraan dari awal sampai akhir semuanya merasa tersambung tanpa ada prolog sebelumnya. Tiba tiba Mbah Dimyati bicara tentang pembangunan masjid, padahal tidak ada satupun yang menyampaikan bahwa kami pengurus masjid. Seakan sudah mengerti bahwa kami adalah panitia pembangunan masjid.

Setelah diam sejenak beliau melanjutkan cerita tentang tugas perangkat desa. Padahal sebelumnya Akhmad Sujai tidak ngomong bahwa dirinya adalah perangkat desa. Begitu juga saya dan teman serombongan yang sowan tidak muncul sepatah katapun tentang perangkat desa.

Kamipun mendengarkan dengan seksama cerita dengan alur yang sarat dengan muatan pesan hikmah dibalik tugas dan sikap menghadapi dan melayani masyarakat. Cerita yang disampaikan merupakan beberapa fakta dilapangan diselingi dengan pesan keagamaan dengan bahasa yang mudah ditangkap oleh kami serombongan.

Saat hening beberapa saat tiba tiba Mbah Dim melontarkan tema yang tidak terduga ternyata sesuai dengan pkiran dan perasaan kami serombongan. Ketika Penulis sedang terlintas ingin bertanya tentang faham “Wihdatul Wujud”, tiba tiba Beliau membacakan suatu ayat yang difahami oleh sebagian mufasir menjadi rujukan faham tersebut.

Pembicaraan yang panjang semua merasa tercerahkan. Seakan akan kami serombongan dari Jagalemleni Kec Wanasari Kab Brebes ibarat orang haus hilang hausnya. Segela kegundahan dan pertanyaan yang terpendam bisa terjawab tanpa sebelumnya menyampaikan. Inilah dalam istilah Jawa ” Weruh Sadurunge Winarah”.

Pertemuan sowan saat Ramadhan tersebut di akhiri doa yang khusu’ oleh Beliau. Sebelumnya kami disuguhi hidangan sahur dengan lauk ikan bandeng. Andai saat itu sudah ada android tentu kami foto bersama sebagai kenangan bersama Beliau.  Terakhir Penulis bertemu dengan Beliau saat Istighotsah Rutin di Tegalglaga. Penulis sempat musafahah dengan Beliau dan putra putra Beliau yang hadir pada malam tersebut. Untuk Beliau Al Fatihah. (*)

Bupati Indramayu : Majelis Taklim PKK Jangan Monoton

0
Silaturahmi Majelis Taklim se-kecamatan Bangodua, kabupaten Indramayu, Selasa (30/05/2023).

INDRAMAYU (aswajanews.id) – Kedatangan Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina, S.H., M.H., C.R.A. disambut meriah ratusan jemaah dalam silaturahmi Majelis Taklim se-kecamatan Bangodua, kabupaten Indramayu, Selasa (30/05/2023).

Kemeriahan silaturami keluarga besar majelis taklim se-kecamatan Bangodua ini mengangkat tema “Merajut kebersamaan yang kuat menuju Indramayu Bermartabat (Bersih, Maju, Adil, Makmur dan Hebat)”.

Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina, S.H., M.H., C.R.A. mengungkapkan apresiasi kepada Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) se-kecamatan Bangodua yang telah menginisiasi terselenggaranya silaturahmi ini. Menurutnya, menjadi bukti TP-PKK se-kecamatan Bangodua mempunyai semangat kebersamaan dengan seluruh elemen masyarakat, serta memiliki keinginan lebih untuk mengupayakan peningkatan kehidupan umat beragama di masyarakat.

“Melalui Majelis Taklim ini juga dapat berkolaborasi dengan perwujudkan Visi Indramayu Bermartabat yaitu terciptanya masyarakat Kabupaten Indramayu yang religius,” ungkapnya.

Silaturahmi Majelis Taklim se-kecamatan Bangodua, kabupaten Indramayu, Selasa (30/05/2023).

Dalam kesempatan ini Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina menyampaikan, TP-PKK sebagai mitra pemerintah sudah seharusnya berperan nyata dalam pembangunan daerah dengan inovasi-inovasinya. Bahkan dimintai Bupati Hj. Nina Agustina TP-PKK janganlah menjadi TP-PKK yang monoton yang dari tahun ke tahun menjalani rutinitas biasa.

“TP-PKK menjadi organisasi yang kaya akan inovasi, solid dan aktif terjun ke masyarakat serta bekerja nyata guna mengakselerasi capai program prioritas masing-masing,” katanya.

Kemudian, tidak kalah penting TP-PKK harus turut menyukseskan program unggulan pemerintah kabupaten Indramayu salah satunya program penurunan Stunting (Red: Gagal tumbuh kembang anak akibat kekurangan Gizi).

“TP-PKK harus tau juga stunting kita pada saat lalu tertinggi yaitu 29,6% dan kini menjadi 14,4% sehingga saya butuh dari semua pihak termasuk ibu-ibu PKK dan peran bapak-bapak bagaimanapun harus mendukung terwujudnya indramayu Zero Stunting,” ujarnya.

Dengan peran serta dari elemen masyarakat program penurunan stunting ini, tak lain untuk menjemput Indonesia Emas pada 2045. Sehingga program Gerekan oeang tua Asuh terhadap stunting yang diampu oleh para pejabat di lingkungan pemerintah kabupaten Indramayu pun patut didukung dan disukseskan.

“Karena bagaimanapun kita alan menjemput Indonesia Emas di 2045, berarti keturunan kita, anak – anak penerus bangsa haruslah sehat. Sehingga bagaimana kita harus menyukseskan program pembangunan daerah salah satunya percepatan penurunan stunting yakni bagaimana anak – anak kita sehat dan cerdas,” lanjutnya.

Hj. Nina Agustina berharap, melalui silahturami Majelis Taklim ini dapat tercermin semangat kebersamaan yang akan mendorong masyarakat untuk senantiasa berbuat baik dalam rangka membangun kehidupan yang Religius.

Selain itu Bupati berpesan, kepada jamaah se-kecamatan Bangodua janganlah bosan untuk menuntut ilmu agama melalui pengajian maupun kegiatan lainnya. Di samping itu selalu menjaga kesatuan dan persatuan agar tercipta kondusivitas kehidupan bermasyaraka, sebab situasi yang positif menjadi modal terwujudnya pembangunan daerah.

“Saya berpesan kepada para jamaah Majelis Taklim Se-kecamatan Bangodua agar menebarkan kebaikan dan saling mengasihi antara sesama termasuk tidak percaya adanya berita Hoax atau berita yang tak diketahui sumber asalnya,” pungkasnya.

Dalam pelaksanaan Silaturami Majelis Taklim se-kecamatan Bangodua ini menampilkan grup Hadroh dan menghadirkan penceramah Ny. Nining Nurhasanah dari desa Langut kecamatan Lohbener. (Prapto/Herman Tongol)

PG Jatitujuh Penuhi Pasokan Kebutuhan Gula Nasional

0
PT PG Rajawali II Unit PG Jatitujuh melaksanakan acara syukuran tebang giling, Selasa (30/5/2023)

INDRAMAYU (aswajanews.id) – PT PG Rajawali II Unit PG Jatitujuh melaksanakan acara syukuran tebang giling, Selasa (30/5/2023) dengan mengundang 22 Kuwu Desa penyangga sekitar pabrik gula, Dinas pertanian dan ketahanan pangan Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Indramayu, Porkopincam Jatitjuh, DPD Aptri Jawa Barat, direksi PT Rajawali II Cirebon, Bank BJB Majalengka dan Indramayu, serta undangan yang lainnya.

General Manager HGU PG Jatitujuh, M. Wisri Mustofa, mengatakan, dengan mulai berjalannya produksi di pabrik gula RNI Group, diharapkan dapat menambah pasokan untuk memenuhi kebutuhan gula nasional.

“Semoga giling di PG Jatitujuh berjalan lancar dengan produksi yang sesuai target sehingga mendukung pencapaian target kinerja perusahaan dan memberikan kontribusi bagi pasokan gula Nasional,” ujarnya.

Dikatakan, Pabrik Gula Jatitujuh memiliki kapasitas 4.500 tone cane per day (TCD) dan mengolah pasokan bahan baku tebu dari dua kabupaten Indramayu, Majalengka dan Subang. Anak perusahaan dari BUMN PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI Persero), PT PG Rajawali II sebagai pengelola Pabrik Gula (PG) Jatitujuh, berkomitmen menjaga kemitraan dengan petani tebu dan kerja sama yang telah terjalin dengan mitra petani tebu yang dinaungi oleh BUMDes setempat dapat terus berjalan sehingga tetap berkontribusi bagi kesejahteraan petani dan masyarakat sekitar.

“Kemitraan tebu harus terus berjalan, karena telah terbukti memberikan dampak positif baik bagi kesejahteraan petani maupun keberlangsungan operasional pabrik dan merupakan program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa penyangga, juga memberikan nilai tambah bagi mitra petani, terpenuhinya bahan baku giling pabrik gula serta menciptakan lapangan usaha baru,” ungkap Wisri Mustofa.

“Selain dapat meningkatkan perekonomian lokal juga turut berperan sebagai rantai pasok pangan komoditas gula, melalui program kemitraan, para petani tebu sebagai mitra RNI dilibatkan secara langsung pelaksana budidaya tebu,” jelasnya.

Menurutnya, kemitraan antara PT Rajawali II dengan mitra petani setiap tahun terus mengalami peningkatan mitra petani untuk berbudidaya tebu tercatat mulai Musim Tanam (MT) 2018/2019 sebanyak 1.309 Petani, MT 2019/2020 terdapat 1.826 petani, MT 2020/2021 sebanyak 1.986 petani hingga di MT 2021/2022 dan 2022/2023 diupayakan ada peningkatan. (Prapto/Herman Tongol)

Karawang Lanjutkan Bangun Jembatan Walahar yang Mangkrak

0
Pembangunan jembatan Walahar Klari Karawang. (ANTARA/dok)

KARAWANG (Aswajanews.id) – Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, akan melanjutkan pembangunan jembatan Walahar yang mangkrak selama sekitar tiga tahun.

“Insya Allah tak lama lagi, pembangunan jembatan Walahar akan dilanjutkan kembali,” kata Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, di Karawang, Senin (30/5/2023).

Proyek pembangunan pembangunan jembatan Walahar yang menghubungkan dua kecamatan, yakni Klari-Ciampel, mulai dibangun pada 2019.

“Jika tak ada halangan, kami targetkan akhir tahun ini jembatan tersebut sudah jadi dan bisa digunakan oleh masyarakat, terutama para pekerja yang berasal dari Klari menuju kawasan industri Ciampel,” katanya.

Saat ini, kata dia, pemkab tengah menyiapkan pembebasan lahan untuk pembuatan jalan sepanjang 150 meter.

Pembebasan lahan ini meliputi 12 bidang milik PJT II, lima bidang hak milik dan 13 makam.

Menurut dia, pembebasan lahan itu melibatkan tim Kantor Jasa Penilaian Publik (KJPP) untuk menilai secara independen dan layak bagi warga dan pembiayaannya oleh APBD II sebesar Rp 3,5 miliar.

Jembatan Walahar yang akan dilanjutkan pembangunannya ini melintang sepanjang 130 meter dengan lebar 7 meter.

Untuk sumber anggarannya dari Pemprov Jabar, yakni melalui bantuan keuangan Pemprov Jabar, sebesar Rp51 miliar. Rinciannya, pada tahap pertama sudah dibangun dengan menghabiskan anggaran Rp15 miliar dan akan dilanjutkan tahap kedua sebesar Rp36 miliar. (Muslih/Ant)

Satkamling Wiralodra Presisi Desa Jatimulya Wakili Indramayu Tingkat Polda Jabar

0
Satkamling Wiralodra Presisi Desa Jatimulya Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu, mewakili Kota Mangga, lomba Satkamling Tingkat Polda) Jabar, Senin (29/5/2023).

INDRAMAYU (aswajanews.id) – Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) Wiralodra Presisi Desa Jatimulya Kecamatan Terisi Kabupaten Indramayu, mewakili Kota Mangga, untuk mengikuti lomba Satkamling Tingkat Polisi Daerah (Polda) Jawa Barat, Senin (29/5/2023).

Kuwu Jatimulya Rastim mengungkapkan, dirinya merasa bangga bisa mewakili Kota mangga, Kabupaten Indramayu dalam lomba Satkamling Tingkat Polda Jawa Barat Tahun 2023 yang penilaiannya dilaksanakan pada hari ini Senin, 29 Mei 2023.

Harapannya, keberadaan Satkamling Wiralodra Presisi terus berdampak positif terhadap kondisi keamanan masyarakat dengan tenang, aman, nyaman dan juga untuk terwujudnya keberlangsungan pembangunan daerah yang baik, lancar dan sukses.

“Keamanan masyarakat, lingkungan beserta keamanan lainnya. Satkamling Wiralodra Presisi Desa Jatimulya terdapat kontak pengaduan bernama layanan Indramayu Cepat Tanggap, salah satu sepuluh program Bupati Indramayu Nina Agustina,” tuturnya.

“Diharapkan, adanya Satkamling Presisi Wiralodra di Desa Jatimulya telah meminimalisir terjadinya tindak kejahatan dan sejenisnya dan Alhamdulillah keamanan baik pencurian dan sebagainya sudah berkurang,” ujarnya.

“Satkamling Wiralodra Presisi merupakan satuan masyarakat yang pengemban fungsi kepolisian yang dibentuk oleh warga masyarakat atas musyawarah, kemauan, kesadaran, dan kepentingan untuk mengamankan lingkungannya,” pungkasnya.

Senada yang disampaikan Ely salah satu tokoh masyarakat Jatimulya, Kecamatan Terisi, mengatakan. Setelah dibentuknya “Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) Wiralodra Presisi, desa Jatimulya aman terkendali, tidak ada kejahatan dan sejenisnya.

Ely menambahkan, terkait pembangunan 6 Pos Satkamling di bangun atas dasar musyawarah dan gotong-royong, ada yang menyediakan, pasir, kayu, semen, tenaga dan sejenisnya.

“Harapanya, kinerja yang sudah baik ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan, sehingga kebersamaan dan kegotong royongan dalam menjaga kamtibmas dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan menjadi pendorong semangat bagi Desa Jatimulya, untuk mendukung kegiatan gotong royong dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat, dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dan lembaga kemasyarakatan,” tegasnya. (Prapto/Herman Tongol)

Kapolda dan Direskrimsus Polda Bali Mendapat Penghargaan dari Komnas Perlindungan Anak

0
Arist Merdeka Sirait memberikan penghargaan kepada Direskrimsus Kombes Pol. Roy Sihombing Senin (29/05) di Mapolda Bali

JAKARTA (aswajanews.id) – Terbongkarnya Adopsi Ilegal di Badung Bali mendorong Komisi Nasional Perlindungan Anak memberikan penghargaan kepada Kapolda dan Direskrimsus Polda Bali atas kerja keras mengungkap tabir kasus 1.338 adopsi ilegal melibatkan anak hamil diluar menikah di Badung Bali.

Penghargaan dan ucapan terima kasih yang sama juga datang dari Kementerian Pembedayaan Perempuan dan Anak (Kemen PPPA) Jumat 20 Mei 2023.

Penghargaan Komisi Nasional Perlindungan Anak selain diberikan kepada Kapolda yang diwakili  Waka Polda Brigjen Pol Drs. Ketut Suwardana, M.Si dan kepada  Direskrimsus Kombes Pol. Roy Sihombing  MH juga diberikan kepada 10 orang penyidik dari Krimsus yang terlibat mengungkap kasus aborsi ilegal yang melibatkan anak dan mahasiswa di salah satu tempat di Kuta Barat Kabupaten Badung Bali, Senin (29/05/2023).

Kasus perampasan hak hidup anak yang dilakukan seorang dokter Gigi I Arik W terhadap 1.338 di Badung Bali merupakan tragedi terhadap kemanusiaan dan perampasan paksa hak hidup anak melalui praktek aborsi ilegal.

Menurut Tim Krimsus Polda Bali terbongkarnya kasus adopsi illegal yang korbannya anak hamil diluar nikah adalah berkat laporan masyarakat bahwa ada seorang dokter gigi melakukan praktek aborsi ilegal mendorong Krimsus Polda Bali tanggal 06 Mei 2023 melakukan lidik di internet di halaman Google searching dengan Kata Kunci  “Dokter  Arik ditemukan konten dokter Arik” beserta data profil photo dengan menggunakan baju praktek dokter lokasi praktek klinik kesehatan yang beralamat di Jalan Padang Luwih, Badung dan di ditemukan info dari berbagai media cetak dan elektronik bahwa dokter Arik merupakan residivis yang pernah melakukan praktek aborsi ilegal di vonis 2.6 tahun melakukan praktek aborsi pada tahun 2006 dan pada tahun 2009 di vonis 6 tahun penjara.

Atas informasi itu akhirnya tim Krimsus Polda Bali atas arahan Kapolda Bali dengan kerja cepat mendatangi lokasi praktek aborsi ilegal ditemukan barang bukti berupa alat-alat kesehatan dan bukti – bukti lainnya dan langsung menangkap dan menggiring pelaku dokter Arik ke Mapolda Bali untuk dimintai pertanggungjawaban hukum.

Dengan terungkapnya Kasus kasus aborsi ilegal anak hamil diluar nikah ini telah menjadi perhatian publik untuk dijadikan kewaspadaan bagi orangtua untuk lebih memperhatikan perkembangan dan pergaulan anaknya.

Bagi para pekerja medis dokter dan bidan berhentilah melakukan praktek aborsi merupakan perampasan paksa hak hidup ana dan hukumannya sangat berat.

Karena praktek demikian merupakan tindak pidana perampasan hak hidup anak dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dengan denda 100 milyar.

Sudahlah tepat atas kasus aborsi ilegal ini Direskrimsus menjerat pelaku dengan Undang-undang Kesehatan dan UU RI Nomor : 35 Tahun 2014 tentang perubahan kedua atas UU RI.No : 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana 10 tahun penjara

“Mengingat pelaku adalah residivis oleh karenanya demi kepentingan hak hidup anak sangatlah patut dan tepat Komnas Perlindungan Anak sebagai lembaga independen di bidang Perlindungan anak di Indonesia memberikan perlindungan anak di Indonesia memberikan apresiasi berupa pemberian penghargaan. Pemberian penghargaan ini merupakan kerjasama penguatan terhadap kasus pelanggaran hak anak di Bali,” jelas Arist. (Nuridin/Red)

Perjalanan Haji adalah Safar Ruhani dan Perjalanan Menuju Akhirat

0
Acara Pelepasan Jamaah Haji yang berlangsung di aula Disdikpora Kab Brebes

BREBES (Aswajanews.id) – Sesungguhnya perjalanan berangkat haji bukan semata mata perjalanan fisik, tapi sekaligus perjalanan ruhani. Salikul akhirat, sebuah gambaran perjalanan menuju akhirat. Ada dua perjalanan manusia dalam hidup, perjalanan yang bisa memilih (safar ikhtiari) seperti perjalanan haji dan perjalanan idhtirori (perjalanan terpaksa) ketika malaikat Izrail menjemput kita,maka sudah pasti tidak ada pilihan lain.

Oleh karena persiapan dan bekal perjalanan yang paling baik adalah taqwa. Sebelum kita melakukan perjalanan tersebut yang pertama dan paling utama adalah membersihkan hati dengan bertaubat dan niat yang tulus menuju jalan ridlo Alloh. Ini sangat penting agar jangan sampai kita berangkat haji karena ingin dihormati dengan panggilan haji.

Meminta maaf kepada tetangga, teman sejawat dan orang yang mungkin pernah kita berbuat salah menjadi salah satu persyaratan diterimanya taubat kita. Oleh karena itu dalam walimatus safar kita pasti bersalam salam dalam rangka meminta maaf sekaligus mohon doa. Hari ini kita berkumpul dengan orang-orang yang telah di pilih menjadi tamu Alloh dalam rangka pelepasan atau walimatus safar. Demikian disampaikan Akhmad Sururi saat memberikan tausiyah dihadapkan ASN di lingkungan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab Brebes.

Wakil Ketua PC LTNU Brebes berpesan, agar mulai berangkat dari rumah, selama perjalanan dan melaksanakan ibadah di Mekah dan Madinah senantiasa bersabar. Suami dengan istri bersabar, dengan  semua jamaah haji yang lain juga bersabar. Hindari perdebatan atau bertengkar karena hal tersebut bisa merusak ibadah haji kita.

Selanjutnya segala urusan duniawinyah lepaskanlah. Berfokuslah kepada ibadah. Urusan tugas dan pekerjaan tadi Bu Kadin sudah berpesan untuk menugaskan kepada yang lain. Dengan berfokus pada ibadah nanti urusan duniawi Alloh yang akan mengatur semuanya.

Ibadah haji yang kita lakukan tentu bukan sekedar ritual tapi bagaimana bisa menyentuh pada tahapan rasa atau yang disebut “khalwatul Iman”. Oleh karena itu kebersihan hati dan ketulusan niat kita menjadi hal yang sangat penting.

Banyak jamaah dari kampung kampung begitu sampai di depan Ka’bah mereka meneteskan air mata. Mereka merasakan energi spiritual Ka’bah yang begitu dasyat. Tawaf dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali merupakan ilustraasi lapisan jiwa kita, mulai qashar (maghlihai), shadr (dada), qalb (kalbu), fuad (nurani), syaghof (relung hati), lubb (inti hati) dan sir (hati rahasia). Semua itu menjadi ilustrasi alam dalam konteks makrikosmos. Kita sebagai manusia merupakan mikrokosmos, pungkas Ketua FKDT Kab Brebes.

Acara Pelepasan Jamaah Haji yang berlangsung di aula Disdikpora Kab Brebes dihadirkan oleh Kepala Dinas, Ibu Caridah, M.Pd, Sekdin, Rojat, M.Pd, Sekretaris PGRI Kab Brebes, Kabid Pendidikan Dasar Ibu Juwita, S.Pd, Kabid PPTK Riyanto, S. Pd  serta Kabid lainya di lingkungan Disdikpora Kab Brebes. Adapun Calon jamaah haji di lingkungan ASN Dindikpora Kab Brebes yang akan berangkat semuanya 44 orang.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab Berbes, menyampaikan Selamat dan Sukses untuk para calon jamaah haji di lingkungan ASN Dindikpora. “Mohon doanya semoga kami bisa menyusul menunaikan ibadah haji,” kata Beliau.

Dipenghujung acara Pelepasan Calon Jamaah Haji, yang dilaksanakan pada hari Senin, 29 Mei 2023, diakhiri dengan doa dan pamitan dengan Kepala Dinas dan jajaran Kabid di lingkungan Dindikpora Kab Brebes. Sambil diiringi dengan “Labaika Allohuma labaik” satu persatu calon jamaah haji bersalaman dengan Kepala Dinas dan beberapa Kabid lingkungan Dindikpora Kab Brebes. (Red)

Nasehat KH. Subhan Ma’mun pada Walimatus Safar Ustadz Abdul Hamid

0
Walimatusafar ustadz Abdul Hamid Muhtadi, Jumat (26 Mei 2023) di Rumahnya jalan Malik Ibrahim, selatan Masjid Jami' Gandasuli

Gandasuli Brebes, nasehat KH. Subhan Ma’mun pada acara Walimatusafar ustadz Abdul Hamid Muhtadi, Jumat (26 Mei 2023) di Rumahnya jalan Malik Ibrahim, selatan Masjid Jami’ Gandasuli.

Sebelum penulis menuangkan hasil catatan nasehat dari KH. Subhan Ma’mun, terlebih dahulu penulis menginformasikan isi sambutan atas nama tuan rumah yang disampaikan oleh KH. Akhmad Imran Hisyam pengasuh Pondok Pesantren Annidhom Gamprit Brebes, selaku suadara dan mewakili hubungan antara guru dan murid.

Orang tua Ustadz Abdul Hamid yaitu K. Muhtadi adalah murid dari KH. Hisyam Ya’kub orang tua dari KH. Akhmad Imran Hisyam.

Memberikan sambutan atas nama tuan rumah juga dalam rangka memupuk dan menyambung silaturrahmi antara guru dan murid. serta menuruskan perjuangan orang tua KH. Imran dalam mengisi kajian keislaman di Gandasuli bersama Ustadz Abdul Hamid.

KH Imram Hisyam dalam sambutannya mengatakan, “Berbicara haji senang dan mrinding,” Senang bisa beribadah di tanah suci memenuhi panggilan Allah Swt. Merinding ketika bertemu dengan jutaan manusia dalam kondisi pakaian sama, berdoa memohon ampunan kepada Allah Swt.

Beliau juga menyampaikan dan mendoakan kepada tamu undangan, mudah-mudahan tahun depan yang hadir bisa haji. Hadirin pun menjawab dengan penuh semangat “Aamiiin” termasuk punulis juga ikut mengamininya.

Kita yang hadir dalam acara walimah ini untuk mendoakan mudah-mudahan hajinya ustadz Abdul Hamid bersama ibundanya ibu Asiyah Abdul Muin Mukhlas menjadi haji mabrur. Aamiin. Ungkapnya.

Atas nama mewakili keluarga, memintakan permohonan maaf dan doa dari undangan yang hadir dalam walimah ini, agar suadara kita yang memenuhi panggilan Allah Swt diberi kelancaran dalam menjalankan syarat, wajib dan rukunya haji.

Ibadah Haji yang manggil Allah Swt langsung, kalau protes tidak bisa. Maka agar bisa berangkat teruslah memohon dan berdoa agar bisa berangkat haji.

Pesan KH. Imran Hisyam pada calon haji untuk menjaga kesehatan dan dalam beribadah dibuat seneng karena bertemu dengan jutaan umat manusia dari seluruh dunia beribadah kepada Allah Swt. Beribadah haji jangan spaneng apalagi stress nanti rugi sendiri. Tetap berusaha untuk sehat dan beribadah secara maksimal.

KH. Subhan Ma’mun pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Bulakamba Brebes menyampaikan pesan Walimatusafar ustadz Abdul Hamid Muhtadi

Setelah selesai sambutan atas nama wakil tuan rumah, acara selanjutnya penyampaian motivasi dan nasehat seputar ibadah haji yang disampaikan oleh KH. Subhan Ma’mun pengasuh Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi Bulakamba Brebes.

KH Subhan Ma’mun mengatakan walimah sebagai salah satu bentuk, ketika saudara ustadz Hamid tidak bisa bersilaturahmi ke rumah Bapak Ibu satu persatu. Sehingga kehadiran dalam walimah ini sebagai bentuk silaturahmi untuk saling maaf memaafkan dan mendoakan agar ibadah haji ustadz Hamid bersama ibu kandungnya berjalan lancar. Walimah ini juga sebagai malam pamitan kepada para tetangga, teman dan saudara.

Acara walimah memiliki tujuan mengundang orang lain dalam rangka untuk menikmati sajian makanan, karena kedatangan kebahagiaan, seperti pada acara walimah haji ini. Walimah juga sebagai bentuk dari kepedulian hidup dengan tetangga dan walimah juga menjadi bentuk  shodakoh untuk menolak keburukan atau blai.

KH Subhan Ma’mun mengatakan ada 3 bentuk perilaku ibadah yang memiliki pahala menghapus perbuatan dosa sebelumnya pertama Haji, kedua masuk Islam dan ketiga ikut hijrah.

Ketika seseorang berangkat ibadah Haji maka dosa-dosa yang sebelum haji diampuni oleh Allah Swt, sebagaimana pula orang yang masuk Islam akan melebur dosa sebelum Islam dan Hijrah melebur dosa sebelum hijrah.

Mereka yang beribadah haji, saat pulang seperti anak kecil yang tidak punya dosa. Selama 40 hari pula setelah pulang haji doa-doanya diterima oleh Allah Swt.

Ada sebuah cerita ketika Ka’bah disuruh masuk surga, maka Ka’bah tersebut menolak. Ia berkata tidak akan mau masuk sebelum orang-orang yang bertowaf masuk surga. Permohonan dari Ka’bahpun diterima oleh Allah Swt.  Maka Allah Swt berkata “Hai, yang towaf masuklah ke dalam surga” setelah itu Ka’bahpun meminta lagi, agar dimasukan orang-orang yang mendoakan orang yang mau berangkat haji, Allah Swt pun mengkabulkan apa yang minta Ka’bah.

Banyak manusia yang kaget di akhirat nanti tatkala mendapatkan pahala ibadah haji atau umrah.  Karena saat di dunia ingin haji dan memiliki cita-cita haji tapi tidak bisa berangkat ibadah haji.

Menjalankan ibadah haji, ikhlaslah dalam menolong jamaah lain, yang dilakukan semata-mata ingin dekat dengan Allah Swt dan mendapatkan ridha-Nya, jangan niat untuk mendapat upah. InsyaAllah akan dipanggil lagi untuk beribadah haji oleh Allah Swt ditahun berikutnya.

Apapun yang dilakukan dalam beribadah haji dengan membantu orang lain Allah Swt mengetahuinya dan akan membalasnya dalam bentuk apapun. Semisal rizki dan keberkahan hidup.

KH Subhan Ma’mun pernah mendapat pesan dari orang tua beliau Kiai Ma’mun, ketika seseorag ibadah haji suka membantu maka ia akan haji beberapakali tanpa bayar, ternyata pesan tersebut terbukti, beberapa tahun kemudian KH. Subhan Ma’mun dapat berangkat haji kembali dan tidak bayar.

Dihaji tahun 2023 ini dengan lansia berjumlah sekitar sampai 30 % maka gunakan untuk membantu mereka yang sedang membutukan bantuan dan jangan sampai saat haji berbuat tidak baik, ribut dan bertengkar. Walaupun kondisi udara panas, hati tetap dingin.

KH Subhan Ma’mun mengingatkan, pada saat ibadah Sai tidak harus wudhu dan tidak ada Sai sunnah. Kalaupun melakukan thowaf sunnah maka tidak ada melakukan Sai.

Acara walimah haji ditutup dengan doa, sedangkan sebelum dimulai berdoa KH. Subhan Ma’mun membaca surat al-fatihah salah satunya khusus untuk perjalan haji abdul hamid dan ibunya, kemudian membaca ayat kursi sekali, surat al-Quraisy 3x dan Surat al-Ikhlas 3x. Wallahu’alam biswowab.

(Lukmanrandusanga, Selasa 30 Mei 2023)

Ratusan Santri Pondok Pesantren H Nuridin Idris Menjalani Pra Munaqosah Tahfidzul Qur’an

0
Pra Munaqosah Tahfidzul Qur'an untuk juz 30 di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an H Nuridin Idris, Minggu (28/5/2023)

BREBES (Aswajanews.id) – Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an H Nuridin Idris, Minggu (28/5/2023) menyelenggarakan Pra Munaqosah Tahfidzul Qur’an untuk juz 30. Kegiatan yang diikuti oleh kurang lebih 450 santri berlangsung di masjid H Nuridin Idris, masjid megah yang berdiri di tengah-tengah lingkungan pesantren.

KH Nuridin Idris selaku pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Quran H Nuridin Idris Kedawon Larangan Kab Brebes, menyampaikan bahwa santri santri bukan hanya hafal. Qur’an secara urutan ayat, tapi terjemah Quran dan potongan ayat juga hafal. Penguji yang menyebutkan potongan ayat, seluruh santri bisa meneruskan ayat sampai sempurna.

“Kami merasa bangga santri santi bisa hafal dengan baik. Tentu Bapak Ibu sebagai orang tua harus lebih berbahagia dan bersyukur,’ kata Beliau dihadapan seluruh Wali Santri dan tamu undangan yang hadir dalam kesempatan tersebut.

Wali Santri dan tamu undangan yang hadir

Kyai yang pengusaha Rekso Tani tersebut menuturkan, bahwa saat ini santri sudah mencapai kurang lebih dengan santri baru yang lolos seleksi beberapa waktu yang lalu. Santri putri menempati asrama terpisah di sebelah timur dg pagar, sementara santri putra menempati asrama sebelah barat.

“Sudah banyak santri luar daerah, bahkan luar Jawa yaitu dari Medan. Untuk santri Jawa Barat dan Banten juga sudah banyak. Santri yang dari Brebes dan Tegal jumlahnya lumayan mendominasi,” imbuh Mustasyar MWC NU Larangan Kab Brebes.

Sementara itu pimpinan Pondok Pesantren H Nuridin Idris, H Mahfudz, MH menuturkan bahwa anak-anak sukses hafalannya berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi. Ini tentunya menjadi motivasi untuk mereka tergolong keluarga mampu untuk lebih semangat dalam menghafalkan Qur’ an.

“Hari ini yang sudah hafal 30 Juz ada 3 santri. Mereka semua berangkat dari keluarga kurang mampu. Namun dengan semangat, mereka istiqomah menghafalkan Quran sampai hafal di luar kepala,” imbuh H Mahfudz sebagai putra pengasuh.

Selaku mubaligh dalam acara Khotmil Quran, DR KH Akrom Jangka Daosat, yang menjabat Kasi PD Pondok Pesantren Kemenag Brebes. Dalam ceramahnya Gus Akrom menekankan pentingnya membiayai anak dari harta yang halal. Harta yang halal akan menjadikan berkah. Harta yang subhat apalagi haram menjadikan anak susah menghafalkan Quran.

“Oleh karena itu saya berpesan agar apa yang kita berikan untuk anak anak supaya bersih dan halal,” pesan Beliau. (Penulis Akhmad Sururi, PC LTNU Kab Brebes)

Gowes LKNU Brebes Sambangi MWC NU Wanasari

0
Rombongan gowes dari LKNU Kab Brebes disambut Pengurus MWC Wanasari, Ahad (28/5/2023)

BREBES (Aswajanews.id) – Hari ini kita patut berbangga dan bersyukur dapat menyambut rombongan gowes NU yang diselenggarakan oleh lembaga kesehatan NU Brebes. Rombongan bersepeda dengan rute mulai dari PCNU sampai di MWC NU sebagai program yang sangat baik. Semenjak kami menjadi pengurus NU baru ada kegiatan ini. Kita sering melihat gowes (besepeda) yang diselenggarakan oleh beberapa komunitas terutama saat hari Ahad. Saat sekarang kami menerima rombongan goes yang dipandegani oleh para dokter yang tergabung dalam LKNU Kab Brebes.

Jasad yang sehat akan menjadika jiwa yang sehat. Bersepeda atau gowes menjadikan kita sehat. NU biasa istighotsah, tahlil dan pengajian yang menjadikan ruhani kita sehat. Kali ini kita berikhtiar untuk menyehatkan jasad gowes, sungguh ini hal sangat luar biasa untuk NU. Demikian disampaikan Akhmad Sururi selaku Sekretaris MWC NU Wanasari saat memberikan sambutan pada acara penerimaan rombongan gowes dari LKNU Kab Brebes pada hari Ahad, 28 Mei 2023.

Akhmad Sururi berharap program ini pada saatnya nanti bisa diikuti oleh ranting ranting se Kab Brebes. Sehingga gowes ini akan menjadikan warga NU sehat semua. Kami berterima kasih diberikan kehormatan untuk menyambut rombongan gowes LKNU Brebes.

Gowes LKNU Brebes berakhir di halaman SMK NU Maarif Wanasari

Sementara itu Ketua PC LKNU Kab Brebes, dr. Baihaqi menegaskan bahwa program gowes NU sebagai bagian dari silaturahmi kami bersama dengan MWC NU se-Kab Brebes. Disamping itu untuk mengetahui protet secara langsung bagaimana profil MWC untuk bisa diinventarisir kira kira MWC NU mana yang layak untuk diberikan program klinik. Kesehatan. Ini sudan menjadi program kami dengan sebelumnya melakukan analisis SWOT.

Sekretaris PC LKNU Brebes menambahkan bahwa Kegiatan ini direncanakan rutin setiap 2 mingguan, Program Penyelenggaraan atau  Fasilitas kesehatan merupakan amanat dari LK PBNU, setiap PC NU punya Rumah Sakit NU atau  minimal punya klinik Pratama.

Acaranya Gowes yang berakhir di halaman SMK NU Maarif Wanasari diikuti oleh dr Bambang sebagai dokter senior di Kab Brebes, dr Ramly pemilik klinik Nuzula Sigentong dan beberapa dokter muda di Brebes.

Dalam kesempatan tersebut Rois Syuriah MWC NU bersama Sekretaris dan Ketua Lembaga Perekonomian NU hadir menyambut dengan senang hari. Acara di tutup dengan doa oleh Rois Syuriah dan foto bersama. (Nuridin/Red)

Ganjar Pranowo: Kader PDIP Penting Dekati Milenial Lewat Medsos

0
Bakal calon presiden (capres) dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo bersama anak muda Banten dalam konsolidasi partai di Kantor DPD PDI Perjuangan Banten, Sabtu (27/5/2023)

JAKARTA (Aswajanews.id) – Bakal calon presiden (capres) dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo memandang penting bagi para kader untuk mendekati kaum milenial atau generasi Z dengan memanfaatkan teknologi, salah satunya melalui media sosial (medsos).

“Semua pakai medsos. Kalau kita jauhi medsos, kita bisa hilang,” kata Ganjar saat menghadiri acara konsolidasi bersama PDI Perjuangan Provinsi Banten, dikutip dari keterangan pers yang diterima di Jakarta, Sabtu (27/5/2023).

Dalam kesempatan itu, Ganjar juga menyoroti hasil survei terbaru Litbang Kompas yang menyebut bahwa mayoritas anak muda belum condong kepada dirinya.

 Menurut dia, rumus utama kemenangan partai kini dan dahulu berbeda. Dahulu, turun ke rakyat menjadi rumus utama kemenangan, tetapi kini rumusnya bertambah untuk menjangkau generasi muda melalui teknologi.

Lebih lanjut Ganjar berbincang sejumlah anak muda Banten di atas panggung.

Silvia (23), lulusan SMK jurusan multimedia, mengatakan bahwa anak muda seumurannya telah paham berpolitik untuk kemajuan bangsa.

Ia mengaku ingin politisi yang asyik dan tidak kaku dengan anak muda.

“Yang tak malu menyapa anak muda. Ke anak muda sapa saja, enggak usah yang malu,” kata Silvia.

Tomi (19), mahasiswa salah satu universitas di Banten, menyebut dirinya ingin politisi memperhatikan pendidikan anak muda.

“Pendidikan bagi anak muda. Bagaimana anak SMA bisa lanjut kuliah,” kata Tomi. (Ant)

Polisi Cari Pengendara Moge yang Diduga Tabrak Santri di Ciamis

0
Polisi melakukan pemeriksaan korban yang terlibat tabrakan dengan motor gede di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (27/5/2023)

CIAMIS (Aswajanews.id) – Kepolisian Resor Ciamis masih melakukan pendalaman untuk mencari pengendara sepeda motor gede (moge) Harley Davidson atas dugaan menabrak seorang santri hingga harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit dampak kecelakaan di Jalan Raya Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (27/5/2023).

Kapolres Ciamis AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro menyatakan bahwa pihaknya sampai Sabtu malam belum mengetahui identitas pengendara moge yang terlibat dalam tabrakan tersebut.

“Sementara salah satu pihak motor yang terlibat kecelakaan diduga melarikan diri, belum diketahui identitasnya,” katanya.

Laporan di lapangan terjadi kecelakaan melibatkan dua kendaraan sepeda motor di Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Sabtu sekitar pukul 14.00 WIB. Korban dalam kecelakaan ini bernama Yayan, salah satu santri Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Abidin.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, kata Kapolres, pihaknya langsung melakukan pendalaman, termasuk mencari pengendara sepeda motor yang terlibat dan saat ini melarikan diri.

Kapolres menegaskan bahwa pihaknya akan mendalami kejadian tersebut. Dalam kasus ini, pihaknya belum menyimpulkan terkait dengan dugaan melarikan diri adalah pengemudi moge. Namun, hasil keterangan di lapangan, kata Kapolres, banyak menyebutkan jenis kendaraan yang melarikan diri setelah terjadi tabrakan adalah jenis moge.

“Meski demikian, ada keterangan dari beberapa saksi yang menyebutkan bahwa jenis kendaraan yang diduga melarikan diri adalah moge,” katanya. Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Ciamis AKP Asep Iman Hermawan mengatakan bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan pihak Harley Davidson Club Indonesia (HDCI), dan organisasi ada iktikad mau bertanggung jawab.

Informasi yang diterima kepolisian, kata dia, pengendara moge sempat berhenti, kemudian jalan lagi. Sementara itu, pengendara lain yang terluka sudah ditangani rumah sakit.

“Setelah kejadian (Harley) selang berhenti dan jalan lagi. Namun, dari kami sudah menggalang semua panitia HDCI dan Vicall dari pesantren dan HDCI. Pihak HDCI akan bertanggung jawab penuh dengan kejadian ini,” kata Asep Iman Hermawan yang disampaikan melalui siaran pers Humas Polres Ciamis.

Terkait dengan kondisi korban, dia mengatakan bahwa saat ini masih dalam tahap pemeriksaan medis. Korban mengalami luka di bagian dada kanan, dan memar di mata sebelah kanan.

Sementara itu, komunitas sepeda motor gede saat ini sedang ada kegiatan perayaan hari ulang tahun HDCI Bandung di Pantai Pangandaran. (Ant)

Kabid PD Pontren Ajak Sinergi Bersama FKDT untuk Kemajuan MDT di Jateng

0
Rapat Harian DPW FKDT Jawa Tengah di Aula Sendang Nyatnyono Kab Ungaran

UNGARAN (Aswajanews.id) – Mengurus MDT membutuhkan komitmen dan kesabaran. Sebagai pengurus FKDT Jawa Tengah   harus bisa menyatukan langkah dalam soliditas dalam mewujudkan program kegiatan. Insya Allah kami kedepan akan menyusun program kegiatan bersama dengan FKDT Jawa Tengah terkait dengan peningkatan mutu pendidikan MDT. Oleh karena itu kedepan kita harus memperkuat sinergitas dalam rangka memberikan layanan yang terbaik untuk MDT di Jawa Tengah.

Program BOP dan Insentif Guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) yang digelontorkan oleh Kemenag agar terserap dengan baik, maka dibutuhkan bantuan pengurus FKDT untuk mendampingi MDT dalam pengajuan lewat aplikasi. Hal tersebut karena tidak semua MDT bisa membuka aplikasi tersebut. Disinilah peran FKDT sebagai lembaga mitra Kemenag sangat dibutuhkan.  Demikian disampaikan H Muhtasit selalu Kabid PD Pontren Kanwil Kemenag Jawa Tengah, saat memberikan pengarahan dalam Rapat Harian DPW FKDT Jawa Tengah di Aula Sendang Nyatnyono Kab Ungaran.

Lebih lanjut Muhtasit mengapresiasi program FKDT untuk pengadaan kantor sekretariat DPW FKDT Jawa Tengah. Kami sangat mendukung rencana FKDT Jawa Tengah yang akan membangun gedung sekretariat. Untuk mewujudkanya membutuhkan kekompakan seluruh struktur pengurus DPW FKDT, DPC FKDT Kab/Kota dan DPAC FKDT Kecamatan se-Jawa Tengah.

Rapat Harian DPW FKDT Jawa Tengah di Aula Sendang Nyatnyono Kab Ungaran

Ketua DPW FKDT Jawa Tengah, K Abdul Rahman menghaturkan terima kasih atas kehadiran Kabid PD Pontren yang kebetulan Sahabat akrab waktu di Pondok Pesantren Futuhiyah Manggren Demak. Kami ucapkan terima kasih dan sekaligus hari ini bentuk syukuran kita atas dilantiknya H Muhtasit sebagai Kabid PD Pontren sekaligus kita berdoa bersama untuk penguatan program FKDT Jawa Tengah.

Sementara itu Wakil Ketua DPW FKDT Jawa Tengah menandaskan bahwa pertemuan hari ini adalah review dan penguatan program yang telah dicetuskan dalam Raker DPW FKDT. Beberapa program yang mendesak harus saling kita kuatkan agar bisa berjalan dengan baik. Termasuk schedule kegiatan dalam satu tahun kita persiapkan yang matang. Struktur organisasi agar semua bisa berjalan dengan tersistem maka membutuhkan soliditas dan ketulusan dalam berkhidmah di FKDT.

Pertemuan yang berlangsung pada hari Sabtu, 27 Mei 2023 dihadiri oleh beberapa Pengurus Harian DPW FKDT Jawa Tengah. Wakil ketua bidang Sarpras, K Abdul Manan, Bendahara K Sukarmin yang kebetulan sebagai anggota Fraksi PKB DPRD Kab Demak, wakil bendahara H. Muslih dari Tegal dan Wakil Sekretaris Mizan dari Jepara, mereka hadir dan mendiskusikan penguatan program FKDT Jateng.

Dalam kesempatan tersebut disepakati tim pengadaan sekretariat di bawah kordinator K Abd Manan. Beberapa sumber dana yang sudah masuk dari Kab Pati, Blora dan Kab yang lain. Secara berkala seluruh pemasukan dana akan dilaporkan via grup WA Pengurus DPW FKDT Kab/Kota se-Jawa Tengah. (Akhmad Sururi)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts