Beranda Nasional Aktual Program Tahfid Juz Amma MI Sirojut Tholibin Mulai Setoran Hafalan

Program Tahfid Juz Amma MI Sirojut Tholibin Mulai Setoran Hafalan

265
0

BREBES (Aswajanews.id) – Program Tahfid Juz Amma menjadi salah satu program unggulan MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa pada Tahun Pelajaran 2026/2027. Program tersebut mulai dilaksanakan sejak awal tahun pelajaran dengan menghadirkan guru tahfidzah yang merupakan alumni pondok pesantren di Kudus.

Pada Rabu (26/8/2026), salah satu kelas di MI Sirojut Tholibin mulai melaksanakan setoran hafalan Al-Qur’an. Meski belum seluruh siswa menguasai hafalan, semangat mereka untuk menghafalkan Juz Amma terlihat cukup tinggi.

Secara bertahap, para siswa menyetorkan hafalan yang telah dikuasai. Setoran dilakukan secara sorogan, yakni siswa maju satu per satu menghadap guru tahfidz untuk melafalkan ayat-ayat yang telah dihafalkan.

“Sementara ini, yang memiliki hafalan bagus sebagian besar adalah murid perempuan. Untuk murid laki-laki masih sebagian kecil. Namun, kita terus mendorong agar mereka rajin dan bisa mengejar target hafalan. Akhir tahun pelajaran, targetnya kelas 4, 5, dan 6 sudah hafal seluruh Juz 30 atau Juz Amma,” kata Eva, Koordinator Tahfid Juz Amma MI Sirojut Tholibin.

Sementara itu, Kepala MI Sirojut Tholibin, Akhmad Sururi, menegaskan bahwa program Tahfid Juz Amma menjadi salah satu prioritas sekolah.

Menurutnya, para siswa MI Sirojut Tholibin pada dasarnya telah memiliki modal awal untuk mengikuti program tersebut, terutama kemampuan membaca Al-Qur’an yang diperoleh melalui TPQ maupun kegiatan mengaji bersama ustaz di lingkungan masing-masing.

“Kehadiran program Tahfid ini sebenarnya sudah direncanakan beberapa tahun yang lalu. Akan tetapi, baru dapat terlaksana pada tahun ini,” ujar Akhmad Sururi.

Ia menambahkan, program Tahfid bukan sekadar mengejar kemampuan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga menjadi ikhtiar bersama untuk membentuk lulusan yang memiliki karakter dan akhlak Qur’ani.

“Program Tahfid ini sekaligus menjadi ikhtiar bersama untuk mewujudkan lulusan MI Sirojut Tholibin yang berjiwa Qur’ani. Mereka yang berjiwa Qur’ani dengan akhlak Qur’ani menjadi modal utama dalam mengarungi kehidupan,” tuturnya.

Lebih jauh, Akhmad berharap setelah menyelesaikan pendidikan di MI Sirojut Tholibin, para siswa mampu menjaga hafalan yang telah dimiliki dan terus melanjutkannya hingga mampu menghafalkan Al-Qur’an secara keseluruhan.

“Kami berharap setelah mereka lepas dari MI Sirojut Tholibin, mereka bisa menjaga hafalannya dengan baik dan melanjutkan hafalannya hingga 30 juz,” katanya.

Akhmad Sururi yang merupakan alumni Pondok Pesantren Lirboyo angkatan 2000 itu mengatakan, keberhasilan program Tahfid membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama orang tua atau wali murid.

Ia mengaku telah menyampaikan pentingnya dukungan orang tua dalam rapat bersama wali murid beberapa bulan lalu.

Menurutnya, keterlibatan orang tua sangat penting karena waktu yang dihabiskan anak-anak di rumah lebih banyak dibandingkan di sekolah. Karena itu, orang tua diharapkan memberikan perhatian dan mengingatkan anak-anak untuk terus mengulang serta menambah hafalan Juz Amma.

“Secara perhitungan waktu, anak-anak lebih banyak berada di rumah. Oleh karena itu, orang tua sangat diharapkan meningkatkan perhatian terkait hafalan Juz Amma,” ujarnya.

Selain melibatkan orang tua, pihak madrasah juga akan menggelar pelatihan metode menghafal Al-Qur’an bagi para guru di lingkungan MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa.

Pelatihan tersebut ditujukan agar seluruh guru kelas memiliki kemampuan dalam menerapkan metode hafalan Al-Qur’an kepada siswa.

“Tujuannya agar seluruh guru kelas menguasai metode hafalan Al-Qur’an, meskipun tidak mesti harus menghafalkan Al-Qur’an. Sehingga pada saatnya nanti guru MI Sirojut Tholibin bisa mengajarkannya kepada murid-murid,” pungkas Akhmad Sururi. (Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini