Google search engine
Beranda blog Halaman 197

Sebanyak 592 Calhaj Pemalang Segera Dilepas

0
Kepala Kemenag Pemalang, H. Roziqun, S.Ag., M.Pd.I., dalam dialog yang disiarkan langsung LPPL Radio Swara Widuri Pemalang 87,7 FM

PEMALANG (Aswajanews.id) – Dalam waktu dekat, rombongan Jamaah Calon Haji (JCH) Kabupaten Pemalang tahun 1444 H/2023 akan dilepas dari Pendopo Kabupaten Pemalang menuju Asrama Haji Informasi tersebut disampaikan Kepala Kantor Kemenag Pemalang, H. Roziqun, S.Ag., M.Pd.I., dalam dialog yang disiarkan langsung LPPL Radio Swara Widuri Pemalang 87,7 FM bersama dengan narasumber lainnya yakni Kabag Kesra Setda Kabupaten Pemalang, Sukisman, Jumat (26/5/2023).

Roziqun mengatakan, dengan menggunakan 14 bus JCH asal Kabupaten Pemalang rencananya akan dilepas pada Senin, 29 Mei 2023 pukul 08.00 WIB di Pendopo Kabupaten Pemalang.

Secara rinci, Roziqun menyebutkan, keberangkatan JCH Kabupaten Pemalang terbagi dalam 3 Kloter (kelompok terbang). yaitu kloter 37, kloter 38 dan kloter 39.

Sebanyak 171 orang di kloter 37, kemudian 352 orang di kloter 38 dan 69 orang di kloter 39. Ketiga kloter tersebut akan diberangkatkan pada Minggu 4 Juni 2023.

Untuk kloter 37, akan masuk ke Asrama haji pada pukul 09.00 WIB, Kloter 38 pukul 12.00 WIB dan kloter 39 pukul 15.00 WIB. Sedangkan untuk kepulangan JCH Kabupaten Pemalang direncanakan pada 17 Juli 2023.

Roziqun menjelaskan, untuk tahun, ini dari sejumlah 592 orang JCH Pemalang, 268 diantaranya laki-laki dan 324 perempuan plus PHD 5 orang, TPIHI 2 orang dan TPHI 2 orang. Sedangkan untuk kategori usia, termuda 17 tahun atas nama Albab Zulfa dari Desa Blendung Kecamatan Ulujami dan usia tertua 93 tahun atas nama Muhalil dari Desa Gombong Kecamatan Belik.

Sementara itu Sukisman menjelaskan, demi keamanan kenyamanan ketertiban dan kelancaran dan juga menyesuaikan kapasitas yang ada, maka untuk teknis pemberangkatan, mobil yang berhak masuk di lingkungan Pendopo hanya mobil yang mendapat plakat dari Kemenag yaitu mobil yang membawa jamaah calon haji sedangkan mobil pengantar diharapkan berada di luar lingkungan Pendopo. Kemudian untuk pendamping, satu jamaah haji, didampingi satu orang pendamping.

“Kalau itu dapat terlaksana, Insyaallah aman lancar dan tertib,” kata Kisman.

Selanjutnya Kisman menerangkan, pemberangkatan JCH Pemalang semuanya dimulai dari Pendopo dengan waktu yang berbeda. Untuk kloter 37 calon jamaah haji pada pukul 04.00 WIB (4 pagi) diharapkan sudah kumpul kemudian sholat subuh di Pendopo karena pemberangkatan akan dilaksanakan pada pukul 05.00 WIB (jam 5 pagi).

Kisman melanjutkan, jamaah haji kloter 37 diterima disana pukul 09.00 WIB, kemudian untuk kloter 38 diterima pukul 12.00 WIB dan terakhir kloter 39 diterima pukul 15.00 WIB. Untuk kloter 39, kata Kisman sebelumnya diistirahatkan terlebih dahulu di salsabil Kendal.

Kisman menandaskan, untuk memberikan pelayanan kepada calon jamaah haji, apapun akan lakukan dengan harapan mereka (jamaah calon haji) merasa nyaman.

Topik lain yang diulas dalam dialog radio tersebut adalah mengenai Plt Bupati Pemalang Mansur Hidayat beserta istri, Shanti Rosalia yang merupakan peserta jamaah calon haji asal Kabupaten Pemalang. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya Plt Bupati secara reguler sudah mendaftar haji di Riau. Namun karena adanya covid 19, kemudian sempat ditunda dan tahun ini bisa berangkat dari Pemalang. “Beliau berangkat haji atas biaya sendiri,” ujarnya. (Nuridin/Diskominfo)

Dorong Masyarakat Ikut Awasi Pemilu, Bawaslu Gandeng LPPL Swara Widuri Pemalang

0
Sosialisasi pengawasan partisipatif dilakukan Ketua Bawaslu Heri Setiawan dan Plt Kepala Diskominfo Pemalang Joko Ngatmo di salah satu hotel di Pemalang, Kamis (25/5/2023).

PEMALANG (Aswajanews.id) – Guna mengembangkan pengawasan partisipatif dengan cara mendorong masyarakat agar ikut berperan dalam penyelenggaraan Pemilu 2024, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menandatangani kerjasama dengan Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Radio Swara Widuri Pemalang.

Penandatanganan Mou yang dibarengkan dengan sosialisasi pengawasan partisipatif tersebut dilakukan Ketua Bawaslu Heri Setiawan dan Plt Kepala Diskominfo Pemalang Joko Ngatmo di salah satu hotel di Pemalang, Kamis (25/5/2023).

Heri Setiawan saat membuka sosialisasi pengawasan partisipatif mengatakan kerjasama tersebut sebagai upaya keinginan Bawaslu mengajak seluruh masyarakat Pemalang untuk berpartisipasi mengawasi dan memberikan informasi bersama dalam pelaksanaan Pemilu tahun 2024.

“Artinya kami ingin mengajak masyarakat untuk mengawasi bareng memberikan informasi bersama pelaksanaan Pemilu,” jelasnya.

Heri meyakini dengan kerjasama dengan LPPL Radio Swara Widuri maka pihaknya dapat menginformasikan kegiatan yang dilaksanakannya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Pemalang sebagai bagian rasa tanggung jawab kepada publik.

“Kerja – kerja Bawaslu melalui radio bisa diinformasikan kepada masyarakat yang ada di pelosok desa,” imbuhnya.

Selain itu, kerjasama juga untuk mengajak semua elemen masyarakat bisa saling mengawasi kerawanan serta pelanggaran dalam Pemilu karena masyarakat juga mempunyai tanggungjawab untuk menghasilkan pemimpin yang berkualitas.

“Masyarakat Ikut bertanggungjawab untuk menghasilkan pemimpin atau wakil rakyat yang berkualitas dalam penyelenggaraan pemilu,” pungkasnya.

Sementara Joko Ngatmo usai menandatangani MoU mengapresiasi sekaligus mendukung upaya Bawaslu untuk membuka kanal informasi terkait pengawasan pelaksanaan Pemilu melalui LPPL Radio Swara Widuri

Menurut Joko dengan telah ditandatangani kerjasama ini maka pihaknya akan segera menindaklanjuti dengan pengaturan jadwal penyiaran publik yang akan diinformasikan bersama Bawaslu Pemalang terkait pengawasan Pemilu.

Dengan demikian lanjut Joko informasi yang akan disampaikan bersama dengan Bawaslu kepada masyarakat harapannya adalah menjadi tepat waktu sehingga mudah masyarakat ingat waktu manakala ada jadwal penyiaran tersebut.

“Jadi informasi yang disampaikan kepada masyarakat akan tepat waktu artinya kita tentukan hari dan waktunya siarannya sehingga masyarakat ingat jadwal siaran dari Bawaslu,” tuturnya.

Lebih lanjut Joko mengaku cakupan penyiaran LPPL Radio Swara Widuri saat ini semakin luas, cakupan siaran kini tidak hanya bisa didengar oleh masyarakat Kabupaten Pemalang saja namun siaran LPPL Swara Widuri kini dapat didengarkan hingga ke manca negara.

“Karena siaran LPPL Radio Swara Widuri Pemalang sudah terkoneksi dengan Kementerian Kominfo RI,” ungkapnya.

Peserta sosialisasi terdiri dari organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, organisasi kepemudaan, mahasiswa dan media. (Diskominfo)

Bawaslu Pemalang Akan Kroscek Data DPSHP

0
Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Pemalang, Abdul Maksus saat dialog interaktif bersama KPU di LPPL Radio Swara Widuri 87,7 FM

PEMALANG (Aswajanews.id) – Setelah ditetapkannya tahapan penetapan DPSHP (Daftar Pemilih Sementara Hasil Pemutakhiran) yang nantinya akan ditetapkan menjadi dasar DPT, Bawaslu melalui pengawas kecamatan dan pengawas desa akan terjun langsung ke masyarakat untuk kroscek data yang masih belum terdaftar, kemudian nanti pengawas akan menyampaikan ke KPU agar ditindaklanjuti. Penjelasan tersebut disampaikan Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Pemalang, Abdul Maksus saat melakukan dialog interaktif bersama KPU Kabupaten Pemalang di LPPL Radio Swara Widuri 87,7 FM yang disiarkan langsung melalui streaming YouTube radio tersebut Jum’at (26/5/2023).

Selain dengan media sosial, kata Abdul Maksus, untuk imbauan-imbauan juga akan melibatkan organisasi masyarakat terutama partai politik untuk andil dalam memberikan kontribusi. Menurutnya, semakin banyak yang berkontribusi, kualitas DPT diharapkan akan menjadi lebih baik dari tahun kemarin. Ia mengatakan, dibentuknya lembaga Bawaslu sebagai pengawas, itu supaya tahapan pemilu bisa terselenggara dengan baik.

Sementara itu, Divisi Perencanaan Data dan Informasi KPU Pemalang, Aida Yunirahmawati mengatakan, terhadap temuan dari pengawasan Bawaslu pihaknya sudah menerima kemudian menindaklanjuti saran perbaikan. Ia menyebutkan, jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kabupaten Pemalang sebanyak 4.687 TPS yang tersebar di 223 Kelurahan/Desa.

“Penyusunan daftar pemilih disusun dengan berbasis TPS. Setiap TPS paling banyak 300 pemilih, ketentuan TPS tidak menggabungkan kelurahan, tidak memisahkan pemilih dalam 1 KK pada TPS yang berbeda,” terang Aida.

Dalam kesempatan itu Aida menjelaskan, beberapa persyaratan untuk menjadi pemilih yaitu, Genap berumur 17 tahun atau lebih, Tidak sedang cabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan, Berdomisili di Wilayah NKRI dibuktikan dengan KTP-el, Berdomisili di luar Negeri dibuktikan dengan KTP-el / Paspor, Bagi Pemilih yang belum memiliki KTP-el dapat menggunakan KK, Tidak sedang menjadi Prajurit TNI atau Anggota Polri. (Diskominfo)

Silaturahmi PP Muhammadiyah ke PBNU Berlangsung Gayeng

0
Kunjungan silaturahmi PP Muhamadiyah ke kantor PBNU di Jl. Kramat Raya, No. 164, Jakarta Pusat pada, Kamis (25/5/2023)

JAKARTA (Aswajanews.id) – Pimpinan Pusat (PP) Muhamadiyah melangsungkan silaturahmi balasan ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jl. Kramat Raya, No. 164, Jakarta Pusat pada, Kamis (25/5/2023) pagi.

Kunjungan silaturahmi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. KH. Haedar Nashir. Selain itu juga didampingi Sekretaris Umum Prof. KH. Abdul Mu’ti, Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas, Saad Ibrahim, Agus Taufiqurrahman beserta Sekretaris PP Muhammadiyah Muhammad Sayuti dan Izzul Muslimin.

Prof. Haedar Nasir menyampaikan bahwa, kedatangannya beserta rombongan ke Kantor PBNU merupakan kunjungan balasan pasca perhelatan Muktamar ke-48 Muhammadiyah di Surakarta pada 2022 silam. “Meski demikian, antara Muhammadiyah dengan NU sejatinya sudah menjalin komunikasi intensif baik secara formal maupun non formal. Namun pertemuan ini akan membahas 3 isu strategis,” ucapnya.

Dalam kunjungan yang diterima secara baik oleh KH. Yahya Cholil Staquf, setidaknya ada tiga agenda penting yang dibicarakan yaitu meliputi bidang ekonomi, politik, dan kepemimpinan moral menjelang gelaran Akbar Pemilu 2024.

Prof Haedar Nasir memandang, adanya kesamaan antara Muhammadiyah dengan NU ini bagaikan dua sayap yang menerbangkan keislaman dan keindonesiaan. “Pasalnya, alih-alih perbedaan yang tajam justru antara Muhammadiyah dengan NU ditemukan begitu banyak kesamaan,” ucap Prof. Haidar Nasir.

Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf sepakat bahwa, isu strategis dalam konteks keumatan dan kebangsaan saat ini adalah penguatan ekonomi yang berkeadilan, politik dan kepemimpinan moral supaya tidak terjadi lagi pembelahan akibat hajatan lima tahunan ini.

“Kami setuju dengan apa yang disampaikan oleh Muhammadiyah tentang urusan ekonomi, politik, dan moral. Sebab saat ini publik kehilangan sosok yang ditiru untuk urusan moral,” Papar Gus Yahya.

Dalam pantauan penulis di Channel TV NU, Gus Yahya mengatakan tidak mau adanya politik identitas yang menyangkutkan NU dengan identitas kelompok-kelompok primordial karenanya akan terjadinya perpecahan di masyarakat. Gus Yahya sendiri berharap agar para kandidat nantinya bertarung dengan tawaran-tawaran yang rasional yang dapat membangun.

Sebagai informasi, dalam menerima kunjungan tersebut Ketua Umum PBNU Gus Yahya Cholil Staquf juga didampingi Wakil Ketua Umum KH. Amin Said Husni, Wakil Sekjen Suleman Tanjung, Najib Azca dan Imron Rosyadi Hamid. (Pewarta: A’isy Hanif Firdaus)

Inovasi Diperlukan dalam Pembangunan Zona Integritas

0
Kemenag Kab. Magelang sharing pengalaman dengan menghadirkan narasumber dari Kantor Kemenag Kota Salatiga

MAGELANG (Aswajanews.id) – Komitmen bersama yang kuat untuk melakukan perubahan sangat dibutuhkan dalam Pembangunan Zona Integritas (ZI). Pembangunan ZI menuju WBK-WBBM merupakan miniatur penerapan reformasi birokrasi di beberapa unit kerja yang bertujuan membangun program reformasi birokrasi sehingga mampu mengembangkan budaya kerja birokrasi yang anti korupsi, berkinerja tinggi, dan memberikan pelayanan publik yang berkualitas.

Kantor Kementerian Agama Kabupaten sudah dua kali dilakukan penilaian oleh Tim Ortala Kementerian Agama Republik Indonesia pada tahun 2020 dan 2021, namun belum berhasil lolos penilaian internal sehingga dibutuhkan komitmen yang kuat untuk mewujudkannnya.

Kepala Kantor Kemenag Kab. Magelang, Muhammad Miftah, menyampaikan keinginan untuk melanjutkan pembangunan Zona Integritas yang telah dirintis oleh pimpinan sebelumnya dengan menyempurnakan beberapa kekurangan dan melakukan inovasi agar pembangunan ZI dapat berjalan ideal.

“Dalam melaksanakan Pembangunan Zona Integritas ini kita membutuhkan tim yang solid. Dengan SDM yang ada di Kabupaten Magelang sudah mencukupi untuk melaksanakan kegiatan,” ujar Kakankemenag.

Miftah menyampaikan beberapa contoh inovasi yang telah dilakukan oleh Kantor Kemenag Kota Salatiga sehingga lolos dalam Penilaian ZI dan meraih predikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK).

“Untuk meningkatkan layanan kita ingin ada Podcast. Termasuk marilah inventarisasi semua layanan, saya berharap setiap seksi ada program perubahan (Proper) minimal ada 1 program perubahan,” kata Miftah.

Miftah perubahan-perubahan kecil dapat dilakukan dalam rangka mewujudkan Pembangunan Zona Integritas. Misalnya, semua bentuk penyerahan Surat Keputusan atau produk Kementerian Agama tidak diberikan di ruang Seksi/Penyelenggara, tetapi diberikan melalui Apel Pegawai sehingga bentuk implementasi integritas.

Untuk memperkuat pemahaman semua Tim ZI, Miftah berharap dapat menghadirkan sharing pengalaman dengan menghadirkan narasumber dari Kantor Kemenag Kota Salatiga. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan Kantor Kemenag dapat memperoleh pengetahuan bagaimana mempersiapkan dan mengelola pembangunan ZI secara baik. (Humas)

17 Gubernur Berakhir Mulai September, Ganjar, RK, Khofifah

0
Mendagri Tito Karnavian: Sebanyak 17 gubernur berakhir masa jabatannya mulai September 2023

JAKARTA (Aswajanews.id) – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan sebanyak 17 gubernur berakhir masa jabatannya mulai September 2023.

“Bulan September nanti ada 17 gubernur [yang mulai habis masa jabatannya],” kata Tito di Rakor Pengelolaan Perbatasan di Ancol, Jakarta, Kamis (25/5).

Para gubernur yang habis jabatannya September nanti antara lain Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Gubernur Riau Syamsuar, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Gubernur Lampung Arinal Junaidi.

Kemudian Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Pawaransa, Gubernur Bali I Wayan Koster.

Selain itu Gubernur NTB Zulkieflimansyah, Gubernur NTT Viktor Laiskodat, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor, Gubernur Maluku Murad Ismail, dan Gubernur Papua Lukas Enembe (nonaktif).

Lalu Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi, dan Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba.

Selain itu, kata Tito, terdapat 153 kepala daerah tingkat wali kota dan bupati yang juga berakhir masa jabatannya pada September 2023. Sehingga, total kepala daerah yang berakhir masa jabatannya mencapai 170 orang.

“Ini banyak sekali. Totalnya 170,” ujarnya.

Mantan Kapolri itu mengatakan pemerintah akan menunjuk penjabat (Pj) kepala daerah, gubernur, wali kota dan bupati untuk mengisi posisi yang kosong hingga Pilkada 2024.

Tito mengimbau para pejabat eselon I yang berminat menjadi pj gubernur untuk mendaftar. Hal yang sama juga berlaku bagi pejabat eselon II yang memiliki keinginan menjabat sebagai Pj bupati atau wali kota. “Eselon II kalau minat bupati wali kota daftar, nanti dites,” katanya. (*)

Ganjar Pranowo Calon Presiden yang Merakyat

0

Nama Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah ramai diperbincangkan publik setelah Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menugaskan Ganjar untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Ganjar bukanlah nama baru yang disebut-sebut dalam kontestasi Piplres tahun depan.

Ia beberapa kali memuncaki hasil lembaga survei, selalu masuk tiga besar dalam elektabilitas capres. Namun, namanya yang melejit sebagai capres bukan hasil sulapan. Ia memiliki karier politik yang panjang dan kisah hidup yang getir untuk sampai ke tempat ini. Ia termasuk salah satu gubernur yang merakyat.

Pria kelahiran Karang Anyar, Jawa Tengah, 28 Oktober 1968 ini adalah anak kelima dari enam bersaudara dari pasangan Parmuji Pramudi Wiryo dan Suparmi.

Ayahnya adalah seorang polisi yang sangat disiplin sementara ibunya hanya seorang ibu rumah tangga yang selalu menanamkan norma-norma kehidupan kepada anak-anaknya. Ganjar mengikuti sikap disiplin ayahnya dan berbudi luhur yang diajarkan ibunya. Mereka hidup dalam lingkungan yang bisa dibilang cukup sederhana.

Ia mengenyam pendidikan di Sekolah Dasar Negeri 02 Tawangmangu, kemudian sempat pindah ke SDN 1 Kutoarjo dengan alasan perpindahan dinas ayahnya. Ia beranjak remaja dengan mengenyam pendidikan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Kutoarjo yang kini menjadi SMPN 3 Kutoarjo. Saat remaja inilah, Ganjar sempat membantu ibunya berjualan bensin eceran di toko kelontong sederhana milik ibunya untuk membantu perekonomian keluarga. Lulus SMP, Ganjar remaja melanjutkan perjalanan akademiknya di Yogyakarta dengan bantuan kakak tertuanya Kunto dan kakak iparnya, Ika. Ia masuk Sekolah Menengah Atas (SMA) 1 BOPKRI Yogyakarta. Dari sini, jiwa aktivis dan kepempimpinan Ganjar mulai terlihat.

Ganjar aktif berorganisasi, masuk PMR, Pramuka, termasuk OSIS. Lulus SMA, ia kemudian memantapkan diri melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada. Awal karier politik Ganjar Kecintaannya terhadap organisasi semakin terlihat saat berstatus sebagai mahasiswa. Dia menjadi anggota pers mahasiswa, masuk dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), dan aktif sebagai mahasiswa pecinta alam. Saat masih jadi mahasiswa itu pula Ganjar bergabung sebagai kader PDI-P di tahun 1992.

Kariernya beragam. Ganjar memiliki kantor hukum sendiri dan juga sebagai konsultan SDM di PT Prastawana Karya Samitra. Sementara karier politiknya, dia bergabung dengan PDI Perjuangan. Dia terpilih menjadi anggota DPR 2009-2014. Di gedung Senayan, dia aktif di Komisi II yang membidangi persoalan hukum. Dia juga termasuk salah satu panitia hak angket kasus Bank Century.

Di tengah masa aktifnya sebagai anggota DPR RI, Ganjar bertarung dalam Pilgub Jawa Tengah 2013. Ia berpasangan dengan Heru Sudjatmoko yang diusung oleh PDIP mengalahkan patahana Bibit Waluyo. Ganjar Pranowo dalam usia 45 tahun resmi terpilih sebagai Gubernur Jawa Tengah periode 2013-2018.

Kiprahnya menjadi gubernur mendapatkan beberapa penghargaan, di antaranya sebagai Kepala Daerah Inovatif 2014 untuk kategori layanan publik pada tahun 2014 dan anugerah Tokoh Media Radio dari Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Jawa Tengah.

Pada Pilgub Jateng 2018, Ganjar kembali maju. Ia berpasangan dengan Gus Yasin dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Berhasil mengembang tugas selama 5 tahun masa jabatan, Ganjar berhasil terpilih kembali menjadi Gubernur Jawa Tengah untuk periode 2018-2023.

Di 2023, nama Ganjar Pranowo juga masuk dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang. Sosok berambut putih ini disebut menjadi salah satu calon yang diusung PDIP dan menjadi lawan sepadan Anies Baswedan. (Berbagai Sumber)

Kisah Mbah Harun, Jemaah Haji Tertua di Indonesia

0
Harun bin Senar berusia 119 tahun (1 abad lebih) jemaah haji kloter 6 Jatim

SURABAYA (Aswajanews.id) – Harun bin Senar, jemaah haji kloter 6 ini diberikan anugerah Ilahi berupa usia panjang yakni mencapai 119 tahun atau satu abad lebih.

Di usianya yang sudah uzur ini, Mbah Harun mendapat panggilan ke tanah suci tahun 2023 setelah mendaftar pada tahun 2017.

Meskipun istri tercinta telah mendahului menghadap Sang Pencipta, pria asal. Pamekasan ini masih semangat mengisi kesehariannya dengan berjualan ayam.

“Istri saya meninggal, Anak-anak saya, cucu juga banyak yang meninggal,” ujarnya.

Alhamdulillah Mbah Harun bisa berangkat bersama keponakan yang bernama Musdi (63) karena kebetulan juga berangkat tahun ini.

Ia menceritakan biaya untuk mendaftar haji diperolehnya dari menjual tanah. Lalu ketika ada panggilan prioritas, akhirnya dia menjual sapi untuk melunasi.

“Saya berangkat haji semata-mata untuk ibadah,” tuturnya.

Lebih satu abad berlalu, Mbah Harun masih hafal lagu-lagu Nippon (lagu Jepang) yang dipelajari ketika sekolah dulu.

Sekolah di masa penjajahan yang sulit, Mbah Harun hanya berkesempatan mengenyam pendidikan sampai kelas 3 SD.

Mbah Harun optimis ia kuat jalan tanpa kursi roda ketika di Makkah nanti.

“Pengennya ga mau pakai kursi roda, ” tuturnya dengan polos.

Di usia yang sudah lebih dari satu abad ini, Mbah Harun tidak punya riwayat penyakit serius. Malah pola makannya biasa saja tanpa ada pantangan. (Sumber : Kemenag Jatim)

Kurikulum MDT dan Penguatan Nilai Tafaquh Fiddin (Memahami Agama)

0
Oleh : Akhmad Sururi (Ketua DPC FKDT Kab Brebes/Sekretaris PD DMI Kab Brebes)

Pendidikan Keagamaan sebagaimana dijelaskan pada PP No 55 Th 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan berfungsi untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memahami, mengamalkan nilai nilai ajaran agamanya dan mewujudkan kecakapan sebagai ahli ilmu agama. Fungsi tersebut secara implementatif dilaksanakan oleh lembaga pendidikan keagamaan termasuk Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT)

Sebagai lembaga pendidikan keagamaan MDT tumbuh dan berkembang di tengah tengah masyarakat dengan kekuatan swadaya yang dikelola oleh alumni pesantren. Pengelolaan yang meliputi aspek manajerial menjadi tanggung jawab pimpinan MDT dan pengurus yang belakangan banyak yang menjadi badan hukum yayasan.

Sebagai alumni pesantren yang mengelola MDT memiliki kecenderungan dalam pengelolaannya mengacu pada pondok pesantren yang dulunya pengelola pernah mondok. Sehingga secara praksis kalau pengelola MDT lulusan Pondok Pesantren Lirboyo, maka kecenderungan kurikulumnya berkiblat pada kurikulum Lirboyo tingkat awal. Begitu juga Kaliwungu, Kempek, Ploso, Sarang, Babakan Ciwaringin dan Pondok Pesantren Salaf lainnya.

Kecenderungan tersebut tidak totalitas karena muatan kurikulum Pesantren tentu lebih berat untuk diterapkan pada peserta didik (santri) MDT yang pagi hari mengikuti pembelajaran pada lembaga formal (SD/MI). Sehingga dengan keterbatasan waktu implementasi kurikulum tidak seutuhnya mengadopsi dari satu pondok pesantren seutuhnya. Bahkan ada yang memodifikasi dengan elaborasi dari beberapa pesantren salaf. Hal tersebut  bertujuan untuk menyesuaikan kemampuan peserta didik.

Kementerian Agama dalam hal ini Subdit Pendidikan Diniyah Takmiliyah tidak menjabarkan secara detail tentang kurikulum. Namun secara garis besar sebagaimana termaktub dalam buku Pedoman Penyelenggaraan MDT dijelaskan tentang struktur kurikulum, prinsip pelaksanaan kurikulum, pengelolaan dan pengembangan kurikulum, kompetensi lulusan, proses pembelajaran dan penilaian hasil belajar.

Adapun tentang sumber pembelajaran diserahkan kepada masing-masing lembaga atau FKDT sebagai forum yang menaungi MDT atas dasar kesepakatan bersama.  Hal inilah sebagai bentuk apresiasi Kementerian Agama terhadap kekhasan MDT di beberapa daerah. Sehingga secara yuridis Kementerian Agama tidak mengatur secara teknis tentang buku ajar kurikulum. Hal tersebut karena disadari sepenuhnya bahwa MDT (dulu disebut sekolah Arab) sebagai lembaga pendidikan non formal tumbuh yang berkembang dengan komitmen Tafaquh Fiddin (mendalami Ilmu agama Islam) pihak pengelola diberikan otoritas untuk melakukan pengembangan dan implementasi kurikulum.

Kementerian Agama hanya memberikan standar minimal kompetensi lulusan yang dijabarkan dalam SKKD. Kendatipun dalam sistematiika struktur urutan materi berbeda dg kurikulum berbasis Pesantren, namun prinsip yang paling utama adalah bahwa kurikulum MDT menekankan pada aspek Tafaquh Fiddin.

Dengan penekanan pada aspek Tafaquh Fiddin maka tujuan pendidikan nasional akan bisa tercapai sebagaimana termaktub dalam UU Sistem Pendidikan Nasional. MDT hadir sebagai pilar dalam sistem pendidikan nasional yang turut serta mencerdaskan kehidupan bangsa. Disamping itu melalui MDT pengamalan dan pemahaman agama yang moderat akan menjadi warna dalam kehidupan sehari-hari. (Red)

Gus Yusuf Representasi Politik Santri

0
Gus Yusuf sebagai Ketua DPW PKB Jawa Tengah sekaligus alumni Santri Lirboyo

Sore kemarin mendapat kiriman di grup berita Suara Merdeka, Kamis 25 Mei dengan judul “Serius Nyalon Gubernur, Usung “Budal Gus”. Sebuah pernyataan serius dari seorang Kyai Politisi untuk maju dalam kontestasi Pilgub Jawa Tengah tahun 2024.

Spanduk “Budal Gus” sudah terpampang hampir setiap Kab/Kota di Jawa Tengah. Ini merupakan bukti bahwa Gus Yusuf serius untuk melangkah di arena kekuasaan tingkat provinsi. Keseriusan tersebut tentu karena sudah mengukur kekuatan secara politis. Kendatipun saat ini kursi DPRD tingkat propinsi masih 20, namun menurut beberapa rilis lembaga surve profesional PKB di Jawa Tengah akan memenangkan pesta demokrasi 2024.

Oleh karena itu sikap optimis untuk kemenangan PKB Jawa Tengah menjadi komitmen kita bersama dengan berbagai ikhtiar yang dilakukan oleh mesin politik  dalam hal ini, struktur al PKB.  Langkah dan pergerakan menuju Jateng Satu yang sudah dimulai akan diteruskan menjadi kekuatan suara sampai tingkat bawah (Ranting PKB).

Figur Gus Yusuf sebagai Ketua DPW PKB Jawa Tengah sekaligus alumni Santri Lirboyo memiliki kekuatan massa dari kalangan santri di pelosok pelosok desa. Dakwah yang Beliau lakukan dengan bahasa agama yang merakyat dan senantiasa menjaga keilmuan dan tradisi Pesantren menjadikan masyarakat tercerahkan.

Pada prinsipnya dunia santri dengan dunia politik bukanlah dua kutub yang berlawanan. Sekalipun santri indentik dengan “ngaji” namun tidak serta merta anti Politik. Gus Yusuf merupakan representasi santri dan politik yang bisa menyatu dalam memperjuangkan kemaslahatan umat dan bangsa. Hal tersebut karena Beliau sebagai Pengasuh Pesantren API Tegalrejo yang dalam ceramahnya menyatakan bahwa Politik dan Agama bagai dua sisi mata uang atau saudara kembar. Politik bisa menjaga kehidupan beragama.

Dalam beberapa kesempatan Beliau menegaskan bahwa politik melahirkan pemimpin dan kekuasaan. Dengan kekuasaan akan mewujudkan kebijakan. Kebijakan untuk kemaslahatan umat dan rakyat akan tergantung siapa yang berkuasa. Kehadiran Gus Yusuf untuk Jawa Tengah diyakini akan membawa angin perubahan untuk kemaslahatan Jawa Tengah.

Sebagai santri yang memasuki gelanggang politik tentu moralitas dalam berpolitik lebih diprioritaskan. Gus Yusuf dalam kiprahnya memiliki kesantunan yang diakui oleh semua kalangan. Langkah langkah politiknya   yang dijalankan senantiasa bersandar kepada nilai nilai agama dan ta’dzhim kepada para Ulama.Inilah yang membedakan antara politisi santri dengan mereka yang memasuki arena politik hanya berbekal kekuatan financial dan oligarki.

Sejarah membuktikan beberapa Kyai Pesantren telah mewarnai sejarah Indonesia. KH Wachid Hasyim, KH Masykur, KH Wahab Hasbullah, KH Idam Kholid dan beberapa Kyai lain pernah memasuki dunia politik Indonesia. Gus Dur dengan kecerdasannya menempati kursi presiden. Itulah deretan orang orang berbasis Pesantren yang mewarnai panggung politik tingkat nasional.

Era tahun Politik ini saatnya santri bergerak untuk lebih kencang untuk memenangkan pesta demokrasi 2024. Untuk kemenangan tersebut dibutuhkan persatuan dan kekompakan kita bersama dalam rangka mewujudkan pemimpin dari komunitas santri.

Kita harus yakin bahwa santri  bisa mempimpin negeri ini, termasuk Jawa Tengah sebagai bagian negeri Indonesia tercinta. Saatnya santri berkhidmat kepada bangsa melalui jalur politik untuk kemaslahatan rakyat Jawa Tengah. Gus Yusuf sudah waktunya “budal“ menuju kursi Gubernur Jawa Tengah. (*)

Oleh : Akhmad Sururi (Ketua FKDT Kab Brebes, Ketua HIMASAL Kab Brebes Th 2014 – 2019)

DPC FKDT Brebes Rencanakan Kerjasama Kegiatan Penguatan Profil Pelajar Pancasila

0
Oleh : Akhmad Sururi, Ketua Dewan Pengurus Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPC FKDT) Kab Brebes

Tujuan Pendidikan Nasional menekankan pada aspek keimanan, ketaqwaan dan akhlak mulia. Tiga kata ini tentu menjadi garapan Pendidikan Diniyah dalam hal ini MDT (Madrasash Diniyah Takmiliyah) Oleh karena itu dalam rangka mwujudkan hal tersebut dibutuhkan sinergitas beberapa pihak untuk bersama tujuan pendidikan nasional tersebut.

Beberapa insenden tawuran pelajar hingga menelan korban yang terjadi akhir akhir ini antara lain disebabkan minimnya pendidikan agama. Dengan pemahaman agama yang minim akhirnya tidak mengontrol emosinya. Disinilah perlunya pendidikan akhlak atau yang disebut dengan penguatan pendidikan karakter.

Selanjutnya pengamalan dan pembiasan amal ibadah yang dilakukan oleh para pelajar akan menumbuhkan sikap keberagaman yang santun. Hal ini menjadi bagian dari indikasi iman dan taqwa sebagai bagian dari tujuan pendidikan nasional.

Saat sekarang dengan munculnya IKM (Implementasi Kurikulum Merdeka) yang didalamnya ada program penguatan profil pelajar Pancasila dengan muara pendidikan karakter. Project progam ini membuka ruang bagi lembaga pendidikan untuk melakukan kerjasama dengan komponen masyarakat.

Beberapa hari yang lalu tepatnya pada hari Selasa, 23 Mei 2023, penulis selaku Ketua FKDT didampingi ativis LSM AGUSTUS yang bergerak dibidang Pendidikan mendiskusikan bersama dengan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab Brebes tentang Madrasah Diniyah dan fenomena tawuran remaja.

Sebagai Kepala Dinas yang berangkat dari basic pendidikan sangat responsip terhadap persolaan pendidikan. Langkah peningkatan mutu pendidikan di Kab Brebes menjadi komitmen utama saat awal menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga di Kab Brebes.

Termasuk yang menjadi perhatian Kepala Dinas adalah Madrasah Diniyah (sekolah Arab) sebagai lembaga pendidikan keagamaan Islam yang murni 100 presen mengajarkan Ilmu agama Islam. Salah satu bentuk perhatian yang dicetuskan pada tahun 2023 dengan terbitnya Surat Keputusan tentang Pedoman dan Petunjuk Penerimaan PPDB yang didalamnya menyertakan ijazah MDTA dengan nilai point 15. Hal ini menjadi keputusan yang strategis dalam rangka meningkatkan perhatian kepada Madrasah Diniyah.

Lebih dari itu ketika penulis menyampaikan fakta di lapangan ada MDT yang bubar karena beberapa faktor, sebagai Kepala Dinas ikut terpanggil untuk bersinergi dengan Kementerian Agama dalam upaya peningkatkan peran serta masyarakat terhadap pendidikan diniyah.

Ini sangat penting mengingat Madrasah Diniyah di kampung kampung belum berbanding lurus dengan jumlah peserta didik pada lembaga pendidikan formal. Masih banyak siswa SD atau MI yang belum mengikuti pendidikan Madin. Semakin ke atas (SMP dan SMA) mengerucut seperti piramida, semakin sedikit yang mengikuti pendidikan Madin.

Berpijak dari beberapa pemikiran tersebut, penulis sudah 6 tahun menyelenggarakan Pesantren Ramadhan untuk SD/SMP setiap akhir Ramadhan dengan sistem menginap di lingkungan masjid. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan agama sekaligus membiasakan beribadah.

Selain bulan Ramadhan, salah seorang Pengurus DPC FKDT Kab Brebes juga mengisi jam mata pelajaran agama Islam setiap akhir pekan di SMP N 3 Larangan. Semua kelas selama 2 jam pelajaran pada hari Sabtu khusus matari pendidikan Agama Islam dengan pengajar dari Ustadz Madrasah Diniyah.

Akhir dari sebuah diskusi di ruang Kepala Dinas, DPC FKDT Kab Brebes diminta untuk menyusun rencana naskah MOU untuk perencanaan project penguatan profil pelajar Pancasila. Tentu ini sebuah amanat dan tanggung jawab kita bersama untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu ikhtiar bersama secara sinergis semoga akan mewujudkan Brebes semakin terdongkrak IPM nya. (*)

Mba Nad Hadiri Halal bi Halal Kepala Madin se-Kab Brebes

0
Halal bi Halal dan Saresehan Kepala Madin se-Kab Brebes di Pondok Pesantren Darussalam Jatibarang, Ahad (21/5/2023)

BREBES (Aswajanews.id) – Anggota DPR RI Dapil IX Jawa Tengah Hj Nur Nadlifah, S.Ag, MM menghadiri acara Halal bi Halal dan Saresehan Kepala Madin se Kab Brebes. Acara yang digelar di Pondok Pesantren Darussalam Jatibarang pada hari Ahad, 21 Mei 2023 juga dihadiri oleh Ketua Fraksi PKB DPRD Kab Brebes.

Di hadapan Kepala Madrasah Diniyah (Madin) se-Kab Brebes, Mba Nad sapaan akrab Hj Nur Nadlifah menyampaikan permohonan maaf seyampang sekalipun sudah di penghujung syawal.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada seluruh guru Madin Kab Brebes yang telah bermitra dengan kami dalam berbagai program kegiatan. Menjadi tugas bagi kami untuk menampung aspirasi dan harapan seluruh guru Madin di Kab Brebes,” ujar politisi PKB.

“Sebagai tanggung jawab kami di Komisi IX membidangi tentang kesehatan. Fraksi PKB DPR RI sedang berikhtiar agar pondok pesantren dengan ribuan santri tetap terjaga kesehatanya. Tentu pemerintah harus hadir mengatasi problem kesehatan di Pesantren melalui RUU Kesehatan yang sedang digodok,” imbuh Mba Nad.

“Terbitnya UU Pesantren yang merupakan perjuangan Fraksi PKB DPR RI sangat bermanfaat untuk pesantren se-Indonesia,” kata Mba Nad.

Halal bi Halal dan Saresehan Kepala Madin se-Kab Brebes di Pondok Pesantren Darussalam Jatibarang, Ahad (21/5/2023)

Dalam kesempatan tesebut Ketua Fraksi PKB DPRD Kab Brebes, H Musyafa, Lc mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Hj Nur Nadlifah yang selalu mendampingi Madrasah Diniyah dalam berbagai kegiatan.

“Selaku Ketua Fraksi PKB DPRD Kab Brebes kami sedang berikhtiar untuk mewujudkan penguatan regulasi Madin dalam hal ini Perda. Hal ini agar tidak terjadi lagi ada Madin yang bubar seperti di Losari dan Ketanggungan,” kata Alumni Ploso Kediri ini.

Sementara itu Ketua DPC FKDT Kab Brebes H. Ahmad Sururi dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada anggota DPR RI Dapil. IX, Ibu Hj Nur Nadlifah yang sudah banyak memfasilitasi kegiatan-kegiatan Madin di Brebes.

“Tentu kita bersyukur memiliki Srikandi Senayan dari Dapil. Brebes, Kota Tegal dan Kab Tegal yang selalu membantu kegiatan FKDT Brebes. Semoga perjuangan dalam membawa aspirasi rakyat, Beliau senantiasa diberikan kekuatan dhohir dan batin. Kita doakan semua Beliau sukses untuk tahun 2024. Mba Nad adalah anggota Dewan yang betul betul merakyat, terbukti rutin menyapa rakyat sampai di desa desa,” imbuh Akhmad Sururi.

Sebagai pengisi acara Halal bi Halal Kepala Madin se-Kab Berbes bertindak sebagai penceramah DR KH Akrom Jangka Daosat. Dalam ceramahnya Gus Akrom mengajak seluruh kepala dan guru Madin untuk meningkatkan khidmah kepada Madrasah Diniyah.

Menghadapi pesta demokrasi tahun 2024, Gus Akrom mengharapkan agar guru Madin bisa memilih  wakil rakyat yang berpihak kepada Madrasah Diniyah. Ini sangat penting agar kedepan Madin lebih mendapatkan perhatian dari pemerintah, pungkas Beliau. (Red)

Dindikpora Brebes Apresiasi Ijazah MDTA

0
Pertemuan yang berlangsung di ruang Kepala Dindikpora Kabupaten Brebes, Selasa (23/5/2023)

BREBES (Aswajanews.id) – Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kab Brebes mengapresiasi ijazah Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA) dalam nilai point PPDB tingkat SMP. Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Nomor : 420/0016.A/2023 tentang Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar dan  Sekolah Menengah Pertama TP 2023/ 2024, tertanggal 23 Maret 2023.

Menurut Kepala Dinas Caridah, M.Pd,  sudah menjadi komitmen kami untuk mengapresiasi pendidikan Diniyah atau Madin sebagai bagian dari lembaga pendidikan yang harus menjadi perhatian kita bersama. Hal tersebut karena kehadiran Madin menjadi gerakan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Apalagi kurikulum lembaga pendidikan formal saat sekarang ada profil penguatan pelajar pancasila. Terkait dengan penguatan profil pelajar pancasila, maka lembaga pendidikan formal diperbolehkan berkerjasama dengan masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas berharap sinergisitas Dinas Pendidikan, Kementerian Agama serta komponen masyarakat untuk bersama meningkatkan IPM Brebes melalui pendidikan. Karena kami berangkat dari basic pendidikan maka komitmen untuk memajukan pendidikan di Brebes.

Menanggapi permohonan Ketua DPC FKDT, agar peserta didik SD mengikuti pembelajaran di Madin, Ibu Caridah sangat mendukung. Kami berharap pihak Kementerian Agama Kab Brebes bisa menindaklanjuti secara formal.

“Kita berharap dengan Madin anak anak kita akan semakin baik akhlaknya. Kita turut prihatin beberapa insenden tawuran dengan istilah perang sarung. Mereka rata rata masih usia pelajar setingkat SMP,” ujarnya.

Pertemuan yang berlangsung di ruang Kepala Dindikpora Kabupaten Brebes pada hari Selasa, 23 Mei 2023 dihadiri oleh Kustoro WHY, S.IP selaku Ketua LSM Aliansi Guru Swasta dan Tata Usaha Sekolah (AGUSTUS) yang juga sebagai anggota Dewan Pendidikan Kab Brebes. Kustiah selaku Kepala SDN Tanjungsari 01 juga ikut mendampingi pertemuan Kepala Dindikpora. Anggota Dewan Pendidikan, Kustoro sangat mendukung keputusan Kepala Dinas yang menyertakan ijazah MDTA sebagai nilai dalam PPDB.

Ketua DPC FKDT Kab Brebes Akhmad Sururi dalam pertemuan tersebut mengucapkan terimakasih kepada Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah raga yang telah mengapresiasi Ijazah MDTA sebagai point dalam PPDB. Tentu hal ini menjadi progres  dari Pemerintah Kab Brebes dalam hal ini Dinas Pendidikan. Kami sudah lama mengharapkan keputusan ini yang berisi ijazah MDTA mendapatkan nilai 15 point untuk peserta didik baru pada lembaga pendidikan SMP Negeri di Kab Brebes.

Di tempat terpisah, Kasi PD Pontren Kemenag Kab Brebes mengapresiasi kebijakan Dindikpora Kab Brebes yang telah menjadikan ijazah MDTA sebagai point dalam PPDB pada lembaga pendidikan formal. Mewakili Kementerian Agama saya menghaturkan terima kasih dan sangat mendukung apa yang telah dilakukan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga terkait dengan pengakuan ijazah MDTA, kata Gus Akrom. (Akhmad Sururi/Red)

Mahasiswa FKM Unej Mengajukan Solusi Penyakit Scabies di Lapas Jember

0
Penelitian mahasiswa sekaligus memberikan solusi terkait penanganan Penyakit Scabies di Lapas Jember

JEMBER (aswajanews.id) – Kasubsi Bimkeswat Bambang Heriyato, drg. Diana dan Seorang Nakes Lapas Jember Ainul Yakin menghadiri presentasi kelompok Mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Jember (Unej) pada Selasa (23/05/2023) pagi di Aula Lapas.

Tim yang beranggotakan 10 mahasiswa tersebut mengajukan solusi atas permasalahan penyakit scabies yang banyak ditemui di Lapas Jember, Kanwil Kemenkumham Jawa Timur.

“Kegiatan teman-teman FKM Unej ini adalah penelitian sekaligus memberikan solusi terkait penanganan scabies. Karena memang di Lapas ini scabies menjadi permasalahan yang cukup serius,” tutur Bambang, Kasubsi Bimkeswat Lapas Jember.

Mereka memberikan 3 langkah yang bisa diterapkan di Lapas Jember untuk menanggulangi masalah penyakit scabies, yaitu mengatur jadwal kebersihan bagi warga binaan, memperbanyak langkah persuasif dengan poster dan membuat buku saku untuk kontrol pengobatan scabies.

“Nantinya kami akan menandatangani pernyataan kesanggupan untuk melaksanakan 3 langkah pengurangan kasus scabies tersebut,” ucap Bambang.

Sementara itu, Agus Harianto ketua kelompok Mahasiswa FKM Unej menyebut kegiatan tersebut termasuk dalam tugas mata kuliah Advokasi yang mereka tempuh.

“Kami exited karena ini kali pertama kami berkegiatan di Lapas Jember,” ujarnya.

“Nantinya akan dilakukan penyempurnaan kegiatan dan pernyataan kesanggupan yang akan ditandatangani pihak Lapas Jember,” lanjut Agus.

“Kami harap nanti tujuan utama kegiatan ini bisa tercapai, kualitas kesehatan warga binaan di Lapas Jember meningkat,” pungkas Agus. (Erman)

Pengelola PKBM Azzahra Cirebon Diduga Bungkam Terkait Realisasi Dana BOP

0

INDRAMAYU (aswajanews.id) – Ahmad Mujahid, Pengelola Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Azzahra, Desa Wargabinangun, Kecamatan Kaliwedi, Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat dirinya terkesan bungkam saat dimintai keterangan terkait realisasi Dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Kesetaraan, kepada awakmedia pada Selasa (23/05/2023).

Namun, Ia menegaskan terkait Informasi mengenai realisasi dana BOP Kesetaraan ini merupakan dapur pribadinya dan tidak sembarang orang untuk bisa mengetahuinya, kecuali pihak Dinas Pendidikan Kabupaten setempat.

“Soal Peruntukan Dana BOP itu Dapur Pribadi Kami, Jadi kalau pengen tahu yah silahkan tanya ke Dinas, Red,” tutur A. Mujahid lewat sambungan Via telephon shellulernya, Selasa siang (23/05/2023).

A Mujahid menegaskan, bahwa dalam pengelolaan dana BOP sudah sesuai dengan petunjuk teknis (Juknis) yang dikeluarkan dari Kementrian terkait.

“Peruntukan kita sudah sesuai juknis, nah kalau mas pengen tahu secara detail datang saja ke dinas,” tegasnya.

Diwaktu yang sama, Amri, selaku Operator PKBM Azzahra menuturkan, melalui Via telephon milik A. Mujahid,kalau untuk masalah BOP dari Dinas secara juknis yang lebih tahu. Menurutnya, PKBMnya telah sesuai dengan aturan yang ada pada petunjuk teknis. Namun Amri juga membuka akses awakmedia untuk bertemu secara langsung. Tetapi jadwal tempatnya di Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon, kata dia.

“Kalau mau ketemu, lebih enaknya ketemu di Dinas Pendidikan saja ya mas?,” ujarnya.

Diketahui dari Keterangan Amri bahwa PKBM Azzahra ditahun pembelajaran 2022 tercatat memiliki WB dibawah usia 21 tahun totalnya kurang lebihnya sebanyak 96 orang.

Sementara, apabila merujuk pada keputusan Kemendikbudristek, bahwa PKBM Azzahra Wargabinangun Kabupaten Cirebon pada tahun 2022 memperoleh dana BOP Kesetaraan sebesar Rp 308.200.000. Angka itu diperoleh dari jumlah WB dibawah usia 21 tahun sebanyak 185 orang terdiri dari paket A 10 WB, Paket B 66 WB paket C 109 WB. (Sanaji)

Warga Pesalakan Terima Layanan Kesehatan Gratis

0
Warga Dukuh Pesalakan Desa Pegongsoran Kecamatan Pemalang menerima layanan kesehatan gratis dari Pemerintah setempat, Selasa (23/5/2023)

PEMALANG (Aswajanews.id) – Warga Dukuh Pesalakan Desa Pegongsoran Kecamatan Pemalang menerima layanan kesehatan gratis dari Pemerintah setempat, Selasa (23/5/2023).
Pemeriksaan dan pengobatan gratis ini merupakan bentuk sinergitas TNI Polri dan Pemkab Pemalang dalam upaya mencegah timbulnya gangguan penyakit bagi warga di sekitar Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA).
Selain layanan kesehatan dalam bentuk pemeriksaan dan pengobatan gratis tim kesehatan yang terdiri dari Sidokkes Polres Pemalang dan dari Puskesmas setempat juga disediakan vaksin Covid 19 gartis tahap 1, 2 dan 3.
Plt Kepala Diskominfo Kabupaten Pemalang Joko Ngatmo mengatakan kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian Pemkab bersama TNI dan Polri terhadap masyarakat yang terdampak pencemaran bau sampah yang bisa menganggu kesehatan.
“Kegiatan bakti sosial dengan mengadakan layanan kesehatan gratis ini sebagai wujud Pemerintah Kabupaten hadir di tengah masyarakat yang terdampak bau sampah,” ujarnya.
Sementara Kepala Desa Pegongsoran Turitno mengatakan kegiatan ini sebagai kompensasi atas dampak tercemarnya bau sampah TPA di wilayahnya.
“Saya berharap dengan kegiatan ini bisa mencegah gangguan penyakit terhadap warga sekitar sini ini, terutama pada anak – anak,” harapnya.
Jamilah, salah satu warga setempat mengaku sangat berterima kasih kepada pemerintah karena telah memperhatikan kesehatan warganya.
“Saya senang dan mengucapkan terima kasih dapat pengobatan gratis dari pemerintah,” imbuhnya.
Sementara itu di lokasi TPA Pegongsoran nampak petugas dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pemalang sedang melakukan penyemprotan cairan EM 4 sebagai upaya untuk mengurai bau sampah yang dapat menganggu aktivitas warga setempat. *(Diskominfo)

Haul Akbar KH Amari Bin Kyai Salka ke-61, Ulama Kharismatik Asal Cirebon Penyebar Agama Islam di Pantura Brebes

0
Mau’idhoh Hasanah oleh KH Habib Ridho Al-Habsyi dari Pemalang

BREBES (Aswajanews.id) – Pengajian Akbar dalam rangka puncak Haul ke-61 KH. Amari Bin Kyai Salka, dipadati jamaah walau di tengah-tengah panasnya terik matahari. Banyak jemaah rela panas-panasan hingga berteduh dibawah pohon untuk tetap bisa hadir pengajian Akbar tersebut.

Acara puncak yang digelar di Kompleks Makam Mbah Juminten Desa Gandasuli, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, pada Minggu (21/05/2023) pagi.

Kyai Haji Amari bin Kyai Salka merupakan salah seorang ulama asal Sindanglaut Cirebon Jawa Barat yang menjadi penyebar agama Islam di wilayah pantai Utara Jawa (Pantura) Kabupaten Brebes pada awal abad ke-19.

Semasa hidupnya, Kyai Amari termasuk ulama kharismatik dan disegani masyarakat Gandasuli Brebes dan sekitarnya. Dalam dakwahnya, beliau menggunakan pendekatan tradisi dan sosial budaya, sehingga Islam dapat diterima masyarakat dengan mudah. Bahkan Kyai Amari sangat dikenal sebagai ulama yang memiliki karomah.

KH Habib Ridho Alhabsy dari Pemalang bertindak dalam menyampaikan Mauhidhoh hasanah pengajian Haul Akbar inipun mengajak semua masyarakat yang datang untuk menjadikan pengajian ini sebagai ajang mempererat silaturahmi.

Pengajian dalam rangka Haul ke-61 KH. Amari Bin Kyai Salka kali ini juga diharapkan menjadi penguat niat beragama, berbangsa, dan bernegara.

Habib Ridho meyakini bahwa yang kita hadiri dan hauli pada hari ini merupakan Beliau Walinya Allah yang semoga terus membawa keberkahan bagi warga sekitar dan menjaga penjaga hati umat islam di Kecamatan Brebes Khususnya.

Pengajian Akbar KH Amari dihadiri Kepala Desa Gandasuli, Ketua LTN NU Brebes KH. Lukman Nur Hakim. perwakilan dari Polsek Kecamatan Brebes dan Koramil, selain itu juga sejumlah habaib dari berbagai kota. (Pewarta: A’isy Hanif Firdaus, Pengurus LTN NU Kabupaten Brebes)

Habib Ridho Al-Habsyi Pembicara Haul Akbar Mbah Kyai Amari dan Halal bi Halal

0
Haul Akbar Mbah Kyai Amari bin Kyai Salka ke-61 dan Halal bi Halal di Komplek Makam Mbah Juminten Kelurahan Gandasuli Brebes, Jawa Tengah, Minggu (21/5/2023)

BREBES (Aswajanews.id) – Keluarga Besar Bani KH Amari yang diprakarsai Kyai Amir Pemalang menggelar Haul Akbar Mbah Kyai Amari bin Kyai Salka ke-61 dan Halal bi Halal bertempat di Komplek Makam Mbah Juminten Kelurahan Gandasuli Brebes, Jawa Tengah, Minggu (21/5/2023).

Acara dimulai pada pukul 07.30 WIB yang dibuka dengan pembacaan tawasul, Maulidurrasul SAW, dzikir, dan do’a bersama dilanjutkan dengan Mau’idhoh Hasanah oleh KH Habib Ridho Al-Habsyi dari Pemalang.

Hadir pada acara tersebut Lurah Gandasuli Kasmono, SE, Forkopimcam Brebes, Ketua LTN PCNU, Pengurus NU (Ranting, MWC, PC), tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Ansor/Banser, JRA Brebes, para ulama dan sesepuh serta Jamaah Al Khidmah Brebes dan Pemalang.

Ketua Panitia Kyai Amir didampingi Sekretaris Kliwon Sukardi mengatakan, Haul Akbar kali ini merupakan haul yang pertama kali diadakan di Gandasuli.  Ia atas nama keluarga besar Bani Kyai Amari mengungkapkan rasa syukur alhamdulillah kepada Allah SWT atas terselenggaranya Haul Akbar dan berharap terus diadakan setiap tahunnya.

Ziarah kubur, lanjut Kyai Amir, terutama ke makam orang tua adalah supaya Allah mengampuni dosa-dosa si pelaku ziarah kubur dan dicatat sebagai anak yang berbakti kepada orang tua. Melakukan ziarah kubur akan mengingatkan manusia akan adanya hari kematian dan kehidupan selanjutnya di akhirat. Dengan mengingat kematian dan kehidupan di akhirat dapat mendorong manusia untuk semakin rajin dalam beribadah, berbuat kebaikan dan beramal saleh.

KH Habib Ridho Alhabsyi dari Pemalang dalam menyampaikan Mau’idhoh hasanah pengajian Haul Akbar inipun mengajak semua masyarakat yang datang untuk menjadikan pengajian ini sebagai ajang mempererat silaturahmi. Pengajian dalam rangka Haul ke-61 KH. Amari Bin Kyai Salka kali ini juga diharapkan menjadi penguat niat beragama, berbangsa, dan bernegara.

Habib Ridho meyakini bahwa yang kita hadiri dan hauli pada hari ini merupakan Beliau Walinya Allah yang semoga terus membawa keberkahan bagi warga sekitar dan menjaga penjaga hati umat Islam di Kecamatan Brebes Khususnya. (Elisa Nurasri / Red)

Dzikir Hauqolah, 99 Obat Penyakit

0
Ngaji putaran ke-252 thorikoh Sadziliyah Kabupaten Brebes di Masjid At-Taqwa Bangsri Bulakamba Brebes yang diasuh oleh KH. Subhan Ma'mun

Dzikir La haula wala quwwata illa billah atau Hauqolah, menjadi tema ngaji yang penulis tulis kembali pada acara ngaji putaran ke-252 thorikoh Sadziliyah Kabupaten Brebes di Masjid At-Taqwa Bangsri Bulakamba Brebes yang diasuh oleh KH. Subhan Ma’mun.

Nasehat ataupun motivasi yang penulis dapatkan dalam mengikuti kegiatan mengaji bersama KH. Subham Ma’mun yang disadur dalam Kitab Kifayatul atQiyah Wa Minhajul Auliya, karya Sayyid Bakrul Makky bin Sayyid Muhammad Satho Ad Dimyati, halaman 119 adalah sebagai berikut :

Pertama, diawali dengan kegiatan halal bihalal, permohonan maaf KH. Subhan Ma’mun atas kesalahan dan kekurangan dalam kegiatan thorikoh yang selama ini berjalan.  “Kalaupun banyak kekurangannya mohon dimaafkan, nggih,” kata KH. Subhan Ma’mun. Para jamaahpun menjawab “Nggih.”

Kedua, KH. Subhan Ma’mun mengajak kepada para jamaah yang ikut mengaji thorikoh, untuk sedikit melakukan perbuatan dosa, karena manusia tidak bisa lepas dari yang namanya melakukan dosa. Dengan sedikit atau meminimalkan berbuat dosa akan membuat ruh selamat dari berbagai hal.

Ketiga, mengingatkan para jamaah untuk menjaga agamanya.  Apabila agamanya terlihat kurang kokoh maka perbanyaklah membaca sholawat, agar agama yang dianutnya menjadi kuat. Keberkahan sholawat akan menjaga agama yang dianut, dengan banyak membaca sholawat pula dosa-dosa kita akan diampuni oleh Allah SWT.

Keempat, selalu untuk mengoreksi diri. Artinya tingkahlaku manusia yang mampu menghindari dari perbuatan maksiat dan melaksanakan ibadah semata-mata karena mendapat kekuatan dan pertolongan dari Allah SWT.

Tidak ada rekayasa apapun kepada manusia kecuali Allah Swt yang selalu menjaganya.

Kelima, menjaga keseragaman. Pakaian yang dipakai dalam bertorikoh  adalah salah satunya untuk menjaga keseragaman, saling menghormati dan menjunjung kebersamaan, tidak bermahal-mahal ria dalam mengikuti pengajian thorikoh. Dengan pakaian yang sama, saat akan duduk bersama tidak terasa canggung lagi, semakin nyaman dan akrab serta timbul kebahagiaan dalam berkelompok dimanapun tempatnya.

Keenam, ada peringatan yang sangat jelas dari KH. Subhan Ma’mun. Sebuah larangan tidak boleh membuat kerusakan di muka bumi. Seperti melakukan anarkis, pembakaran, pengeboman,  karena hal tersebut jelas tidak ada manfaat dan sangat merugikan diri sendiri dan orang lain.

Musuh seorang adalah orang yang telah berbuat dholim pada dirinya dan orang lain. Oleh karena itu kita tetap bersyukur sampai hari ini masih mampu meninggalkan maksiat dan taat kepada Allah Swt.

Ketujuh, memperbanyak membaca La haula wala quwwata illa billah, karena hal tersebut menjadi simpanan di surga dan didalamnya juga ada obat untuk 99 penyakit. Termasuk menghilangkan kesusahan dan ingin mendapatkan rizki yang berkah.

Berdzikir merupakan perbuatan ikhlas dalam rangka menghendaki dekat dengan Allah Swt.  Berdzikir tidak harus mengetahui faedahnya. Kalau berdzikir mengetahui faedahnya, dikhawatirkan niatnya karena yang lain bukan karena Allah Swt. Sebagaimana filosopi seorang petani yang menenggelamkan biji saat menanam, hal ini dilakukan agar biji tidak kelihatan dan bertujuan pula agar tanaman tumbu dengan subur dan baik.

Adapun sahabat Nabi yang disuruh oleh Rasulullah untuk membaca La haula wala quwwata illa billah adalah Auf bin malik dan beliau langsung mendapatkan apa yang diinginkannya.  Wallahu’alam bishowab.

(Lukmanrandusanga, 21 Mei 2023)

Pelaksana Bangunan RKB MTsN 13 Indramayu Bantah Abaikan SMK3, Ini Penjelasannya

0

INDRAMAYU (aswajanews.id) – Lewat kiriman dokumentasi gambar awal pembangunan Gedung Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 13 Indramayu, Pihak Pelaksana dari CV Sarana Nusaraya membantah abaikan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja Konstruksi (SMK3).

Disampaikan oleh Edi Fauzi yang mengaku pelaksana Pembangunan Gedung MTsN 13 Indramayu bahwa, untuk   keselamatan kerja itu sudah diterapkankan sejak awal pekerjaan.

“Itu sudah ada sejak awal pekerjaan, paling pas mas kesana mereka tidak sempat memakai Alat K3, karena waktunya habis selesai istirahat,” ungkapnya, Kamis (18/05/2023).

Edi Fauzi menyampaikan, bahwa dalam pekerjaan itu lebih memperhatikan spesifikasi guna mendapatkan hasil yang baik.

“Insyaallah pekerjaan sesuai dengan spek, lebih baik melebihi daripada kurang, karena sekarang kalau untuk provinsi pengawasan sangat ketat,” tegasnya.

Diketahui sosok Edi Fauzi merupakan Kader PDI Perjuangan DPC Indramayu yang mana kini tengah melakukan persiapan menjadi Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) DPRD Kabupaten Indramayu untuk wilayah Dapil VI. Dan Edi Fauzi juga merupakan petinggi GP Ansor cabang kabupaten setempat.

Sementara untuk posisi keterlibatan Edi Fauzi dalam mengarungi pembangunan MTsN 13 Indramayu adalah meminjam bendera perusahaan lain. Ia meminjam perusahaan CV Sarana Nusaraya yang ditetapkan sebagai pemenang tender oleh Kementerian Agama Kanwil Provinsi Jawa Barat.

Sebab ia, apabila merujuk data SBU tidak tercantum namannya. Perusahaan tersebut dikelola oleh Kaerul Umam selaku direktur dan memiliki SKT (Sertifikat Ketrampilan Tenaga Ahli Kontruksi) atas nama Iwan Caswanto.

Menyikapi hal tersebut, Bernard Simamora, SH, MH, dari Kantor Hukum BSDR menjelaskan bahwa pinjam bendera melanggar tiga ketentuan. Pertama, melanggar prinsip dan etika pengadaan sebagaimana diatur dalam Pasal 6-7 Perpres No. 16 tahun 2018. Kedua, melanggar larangan membuat dan memberikan pernyataan tidak benar atau keterangan palsu, sesuai Peraturan LKPP No.9 tahun 2019. Ketiga, melabrak larangan mengalihkan seluruh atau sebagian pekerjaan kepada pihak lain, sebagaimana diatur dalam Peraturan LKPP No. 9 tahun 2018 tentang Pedoman Perencanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

“Pinjam bendera sudah dipastikan melanggar ketentuan,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, bahwa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 13 Indramayu kini tengah dilakukan penambahan Pembangunan Gedung Kelas Baru (RKB) tahun 2023 sebesar Rp3,3 Miliar yang diperoleh Dari Kementerian Agama Kanwil Provinsi Jawa Barat, Rabu (17/05/2023).

Adapun pembangunan dilakukan melalui mekanisme tender melibatkan pihak ketiga selaku penyedia jasa konstruksi CV Sarana Nusaraya Alamat Desa Tenajar Kecamatan Kertasemaya Kabupaten Indramayu Jawa Barat, selaku pemenang tender dengan penawaran kurang lebih sebesar Rp3,1 Milyar. Adapun nomor kontrak yakni B-10821/Kw.10/Ks.01.7/03/2023.

Lebih lanjut, Tim Pelitaindo.news mencoba menggali informasi langsung ke lokasi dan melihat sejauhmana pekerjaan pembangunan gedung ruang kelas baru itu berjalan.

Saat di lokasi, terlihat pekerjaan diprediksi sudah mencapai progres 20 persen. Namun terlihat sejumlah pekerja dan tukang bangunan tidak mengindahkan Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yakni Alat Pelindung Diri (APD) seperti, Helm Keselamatan, Sabuk atau tali keselamatan, sepatu safety, sepatu pelindung, Masker dan lain sebagainya.

Padahal di RUP Pembangunan Ruang Kelas Baru MTs Negeri 13 Indramayu didalamnya menjelaskan tentang pelaksanaan kontruksi harus sesuai dengan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) serta Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

Terlihat juga, para pekerja disinyalir tidak didampingi oleh konsultan pengawas dari PT Prabu Cipta Teknik yang sudah ditunjuk oleh pihak Kementerian Agama Kanwil Provinsi Jawa Barat dengan Mou anggaran sebesar Rp 165,9 juta.

Sementara jangka waktu pekerjaan fisik dilakukan selama 150 hari kalender terhitung sejak ditandatanganinya SPMK.

Disisi lain, Kepala MTs Negeri 13 Indramayu, Dudi Iswandi Rahman menyampaikan, terkait pelaksanaan pembangunan, pihak tidaknya tidak tahu menahu. Karena mekanisme, langsung dari Pihak Kementerian Agama Kanwil Provinsi Jawa Barat yang melakukan seleksi penyedia atau pihak ketiga.

“Untuk CV (penyedia) apanya tuh, sekolah tidak tahu sama sekali,” ujarnya di ruangan kerjanya, Rabu (17/05/2023).

Namun, dirinya mengungkapkan bahwa ada seseorang yang pernah datang yang menyebutkan bahwa dirinya kontraktor asal Cirebon.

“Untuk namannya saya lupa, cuman pas datang bilangnya kontraktor dari Cirebon,” ungkapnya.

Diketahui untuk peletakan batu pertama pelaksanaan pembangunan gedung kelas baru MTsN 13 Indramayu dilakukan pada sekitar tanggal 11 April 2023 atau 10 hari sebelum Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriyah.

Sementara berita ini diterbitkan, pihak CV Sarana Nusaraya selaku pelaksana pembangunan belum memberikan keterangan resmi. (Sanaji/Tim/Red)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts