Google search engine
Beranda blog Halaman 195

Presiden Jokowi Dijadwalkan Hadir di Puncak Harlah 63 Tahun PMII

0
Presiden RI, Ir Joko Widodo

JAKARTA (Aswajanews.id) – Presiden Joko Widodo dijadwalkan hadir di acara Puncak Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-63 tahun Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Benteng Vastenburg, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (23/6/2023) malam.

Dalam kegiatan tersebut, Presiden Jokowi akan memberikan arahan kepada ribuan kader PMII dari berbagai daerah di Indonesia.

“Puncak Harlah PMII ke-63 Tahun akan digelar di Benteng Vastenburg, Kota Solo, Jawa Tengah, Jumat (23/6/2023). Presiden Joko Widodo dijadwalkan hadir dan akan memberikan arahan pada acara tersebut,” tulis instagram resmi PMII, Kamis (8/6/2023).

PMII merupakan organisasi kaderisasi yang dibentuk pada 17 April 1960. Setengah abad lebih PMII membersamai perjalanan demokrasi Indonesia. PMII adalah organisasi kemahasiswaan yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama.

Rangkaian Harlah PMII sudah dimulai sejak 1 April 2023 yang lalu, beberapa agenda telah dilaksanakan, antara lain Bakti Sosial, Diskusi, Istighosah, dan berbagai perlombaan. Sedangkan Puncak Harlah PMII akan dipusatkan di Kota Surakarta dengan diisi oleh dua agenda utama yakni Workshop IPTEK dan Resepsi Malam Puncak Harlah 63 Tahun PMII.

Selain presiden, Ketua Majelis Pembina Nasional PB PMII Abdul Muhaimin Iskandar serta para pejabat negara juga akan turut serta mengikuti kegiatan tersebut. Tak lupa akan ada penampilan penyanyi pop Jawa yang lagi naik daun yakni Denny Caknan, mantan kekasih Happy Asmara ini akan menghibur ribuan kader PMII dengan tembang andalannya. *(Elisa Nurasri/PMII)

Pemdes Cinangsi Bersama TPKD Realisasikan DD Tahap I 2023

0
Pemdes Cinangsi Cibogo Subang bersinergi dengan TPKD merealisasikan Dana Desa Tahap I

SUBANG (Aswajanews.id) – Tepat di hari Minggu (18/06/2023), Pemerintahan Desa (Pemdes) Cinangsi Cibogo Subang bersinergi dengan TPKD (Tim Pelaksana Kegiatan Desa) merealisasikan Dana Desa Tahap I Tahun Anggaran 2023.

Adapun kegiatannya adalah untuk Peningkatan Jalan Lingkung atau JalanDesa dengan total tiga titik lokasi yaitu satu di RW. 07, dua di RW. 04/RT. 13 Blok Bah Koni, tiga di Blok Lapang Bola dan Rehab Posyandu di RW. 05.

Dalam realisasi kegiatan tersebut, turut dihadiri oleh Kepala Desa Cinangsi, Bhabinkamtibmas Polri, TPKD, Perangkat Desa RT/RW dan tokoh masyarakat serta warga sekitar.

Peningkatan Jalan Lingkungan atau Jalan Desa

Sementara, Zuherman atau yang akrab disapa Abang yang juga selaku Ketua LPM (Lembaga Pemberdayaan Masyarakat) Desa Cinangsi, saat diminta tanggapannya mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan pengaspalan ini menurut rencana akan dilaksanakan hari Senin, namun melihat kesiapan dari berbagai aspek baik tenaga kerja maupun dari Pihak AMP akhirnya pengerjaan dipercepat menjadi hari Minggu.

Selain itu ia menambahkan, “Alhamdulilah pelaksanaan berjalan lancar, sesuai harapan kita semua dan warga masyarakat Desa Cinangsi”.

“Semoga dengan akses jalan yang bagus bisa menunjang aktifitas warga masyarakat,” tutupnya.

Selanjutnya Kepala Desa Cinangsi Pepe Surya Subagja menambahkan, bahwa Dana Desa Tahap I TA. 2023 direalisakan untuk tiga titik perbaikan jalan (Hotmix) dan Rehab Posyandu, salah satunya direalisasikan di RW. 07 Griya Cinangsi adapun volumenya yaitu panjang 177 Meter, lebar 2,5 Meter dengan ketebalan 3 Centimeter dengan anggaran sebesar Rp 64.449.000.00 termasuk PPH/PPN. *(Akim Suryadi)

Di Lokasi Tanah PT BSNP Tidak Ada Patok Resmi dan Papan Nama Milik Perusahaan Patut Dipertanyakan

0
Rombongan Komisi 1 DPRD Subang dipimpin Ketua H. Bangbang Hermayana didampingi anggotanya Ir Beni Rudiono, Evi Nurapipah dan Yayang Ariwijaya

SUBANG (Aswajanews.id) – Kasus sengketa lahan di Blok Cirahong Kampung Sariasih mendapat perhatian serius Komisi 1 DPRD Subang. Pada Senin 19 juni 2023, sekitar pukul 10 siang rombongan Komisi 1 DPRD Subang melakukan sidak ke lokasi sengketa lahan di Blok Cirahong Sariasih Desa Sadawarna Kecamatan Cibogo.

Rombongan Komisi 1 DPRD Subang itu dipimpin Ketua Komisi 1, H. Bangbang Hermayana dan didampingi anggotanya Ir Beni Rudiono dan Evi Nurapipah dan Yayang Ariwijaya.

Kedatangan anggota DPRD Subang ini disambut sebagian warga Cirahong yang kebetulan sebagian sedang beraktifitas ke kebun dan mengembala ternak.

Dalam pertemuan itu dihadiri ketua FMP Subang Asep Thoha Sumarna yang akrab dipanggil Abah Betman juga ketua RT setempat dan perwakilan warga Anjar Rahman dan warga yang lainnya.

Ketua Komisi 1, H. Bangbang Hermayana dalam pertemuan tersebut meminta kepada warga tetap tenang dan berjanji pihaknya tetap memantau perkembangan kasus ini.

“Memang saya masih memberi kesempatan kepada bu camat Cibogo Sri Novia untuk menyelesaikan permasalahan ini di tingkat kecamatan,” ujarnya.

Lanjut Bangbang, seandainya masalah ini gak beres juga DPRD akan mengambil alih kalau pihak kecamatan tidak mampu menyelesaikan pemasalahan dan kami akan segera memanggil para pihak terkait.

“Sebenarnya simpel sesuai hasil musawarah sebelumnya warga kan sudah berkali-kali meminta pengukuran ulang yang resmi dilaksanakan oleh BPN Subang dan disaksikan warga dan pihak PT Bakti, ya kita tunggu pengajuan pengukuran oleh Bu Camat ke BPN. Kita masih menghargai beliau,” tegasnya.

Camat Cibogo Sri Novia akan menyelesaikan permasalahan di tingkat kecamatan

Sementara Abah Betmen menyoroti terkait dugan dugan pelanggaran oleh PT Bakti Satria Nusapersada dimana di lokasi tanah sengketa itu tidak ada bangunan milik PT Bakti juga aktivitas kerja yang dilakukan perusahaan tersebut juga ga ada plang perusahaan papan nama dan patok patok yang resmi dikeluarkan BPN Subang.

Selain itu Abah Betmen menyoroti terkait dugan perijinan oleh PT Bakti Ilok, IPP dan dan rencana pertanian terpadu sampai saat ini tidak dilaksanakan oleh perusahaan diduga ini hanya spekulan tanah.

Sementara di lokasi tanah sengketa masih terlihat dengan jelas ada beberapa patok yang ďipasang oleh oknum warga yang diduga kaki tangan PT Bakti.

Perwakilan warga  Ajar Rahman turut berkomentar, “Saya sangat mengapresiasi kedatangan Ketua Komisi 1 yang telah bersedia datang ke lokasi tanah sengketa Kampung Cirahong Desa Sadawarna semoga dengan kehadiran para wakil rakyat ini bisa membawa berkah buat warga menjadi tenang konsusif aman dan nyaman yang lebih penting kami minta adanya keadilan dari pemeŕintah dan juga kejelasan status tanah kami ini apa benar kami ini telah  menyerobot  lahan PT Bakti ?

“Tentunya kami mohon kepada pemeŕintah segera dilakukan pengukuran terkait batas batas PT Bakti Santria Nusapersada dengan tanah  masyrakat dan kami juga minta kuasaha hukum PT Bakti segera mencabut surat somasinya biar kami tenang,” harapnya. *(Hnd)

Mungkinkah NU Kultural Mengusung Bupati Brebes ?

0
Oleh : Mahfudin Karim (Sekretaris DPAC PKB Kec Tanjung)

Mengikuti dan menyimak diskusi WAG NU Kultural sangat menarik. Hal tersebut karena tidak kering dari tema diskusi aktual dengan peserta dari komunitas pemikir yang berbobot. Sehingga menjadi inspirasi penulis untuk membuat narasi yang bisa menjadi bahan diskusi lebih lanjut.

Istilah NU Kultural disematkan kepada kelompok orang-orang NU ( jamak nahdliyin) yang tidak menempati pada posisi struktural atau pengurus NU. Mereka bergerak pada barisan kultural yang tidak mengatasnamakan NU secara organisasi. Dengan demikian apa yang dilakukan tidak terikat dengan keputusan atau nomenklatur NU.

Sebagai media diskusi diluar struktural NU tentu bebas berekspresi dengan sekian varian pemikiran. Beberapa hari ini diskusi mengerucut kepada Bupati dan Wakil Bupati Brebes. Tema ini sangat menarik karena saat ini disebut dengan tahun politik sementara Bupati dan Wakil Bupati adalah jabatan Politik.

Terlepas NU sebagai Ormas yg tidak memiliki tiket untuk maju sebagai calon Bupati atau Wakil Bupati, namun NU memiliki warga nahdliyin yang memiliki hak berpolitik. Oleh karena itu warga NU secara kolektif bisa melakukan bargaining dengan partai politik yang memiliki tiket untuk Pilkada di Brebes. Hal ini membutuhkan ikhtiar bersama untuk bergerak dalam satu barisan yang sama sebagai bentuk kekuatan politik nahdliyin.

Untuk mewujudkan kekuatan politik nahdliyin bisa belajar ke beberapa daerah yang memiliki Kepala Daerah dari representasi NU. Sebutlah tetangga sebelah Kabupaten Tegal dengan tampilnya Ki Entus (Alm) merubah peta kekuatan politik secara masif. Legislatif dan Eksekutif dipegang oleh figur NU dengan dukungan secara mayoritas.

Pertanyaannya apakah Brebes bisa seperti Kabupaten Tegal? Untuk menjawab pertanyaan ini tentu yang paling pas dengan   dengan pendekatan bahasa politik, bahwa dunia politik penuh dengan kemungkinan.  Dalam kamus teologi menjadi Bupati dan Wakil Bupati adalah perkara “Mumkinat”. Perkara yang “mumkin” (bisa ya atau tidak) secara logika tauhid bukan hal yanh mustahil (tidak bisa terjadi).  Oleh karena itu ikhtiar sebagai bagian dari takdir akan sangat memiliki makna bila disandingkan dengan langkah kongkrit.

“Kemungkinan” dalam logika politik bisa diukur dengan berbagai indikator kemenangan dan kekalahan dalam kontestasi. Indikator bisa ditemukan pada saat sebelum kontestasi yang biasanya dilakukan oleh lembaga surve atau pengamat politik yang memiliki perhitungan politik berdasarkan perolehan suara sebelumnya dengan melihat perkembangan politik terkini.

Perkembangan politik tentu didalamnya terkait dengan prilaku politik pemilih dalam menentukan pilihan. Disamping itu tokoh atau figur yang menjadi panutan bagi masyarakat awam juga memiliki pengaruh terhadap perolehan suara. Dua hal tersebut sangat dimungkinkan mengalami dinamika yang bisa mengerucut pada saru barisan kekuatan kultural NU menuju politik yang bermartabat dengan penuh kesantunan.

Secara geografis Brebes terbelah menjadi Brebes selatan dan Brebes utara. Brebes selatan memilki wilayah dataran tinggi atau pegunungan. Sementara Brebes utara berada pada dataran rendah atau yang disebut dengan wilayah Pantura. Kondisi geografis dan psikologis masyarakati Brebes selatan dan Brebes utara berpengaruh terhadap prilaku pemilih.

Menurut salah satu pengamat, dalam persoalan pemilihan Brebes Selatan mudah untuk dikondisikan,sementara wilayah pantura agak susah untuk dikondisikan dalam satu barisan kekuatan politik. Kecenderungan tersebut tentu bukan tanpa alasan,karena sudah terbukti dalam beberapa pemilihan. Namun demikian hal tersebut tidak menjadi penghalang yang utama untuk mewujudkan kekuatan kultural NU dalam memasuki willayah kekuasaan politik tingkat kabupaten.

Untuk menuju wilayah kekuasaan politik pasti melalui jalur partai politik. Oleh karena NU Kultural bukan Partai Politik, maka figur atau tokoh NU Kultural yang bisa diperhitungkan secara politis bisa menjadi magnet bagi pengurus partai untuk meninangnya. Satu satunya Partai yang secara historis dan idiologis  dekat dengan NU kultural adalah PKB.

Untuk bisa ” dipinang ” maka ada proses komunikasi politik dengan mengukur kekuatan peta politik. Disinilah membutuhkan piranti kecerdasan politik. Oleh karena itu dalam berpolitik tidak cukup hanya dengan cerdas intelektual, namun kecerdasan politik menjadi poros utama dalam   memasuki wilayah kekuasan sebagai puncak tujuan berpolitik.

Kita harus yakin, bahwa perubahan dengan kekuatan jamaah kultural NU akan bisa terwujud ketika menemukan kesadaran bersama dalam berpolitik. Kesadaran kolektif itulah yang akan menggerus ego sektoral masing masing kelompok. Sehingga kedepan tidak muncul gerakan yang melepaskan diri dari barisan NU Kultural.

Ijtihad politik secara kolektif  dengan membangun pemahaman yang sama akan menjadi ruh dan spirit dalam pergerakan mencapai kekuasaan politik. Nalar politik yang kita kembangkan dengan menjunjung etika politik berpadu dalam menempuh kekuasan untuk kepentingan bangsa dan negara. (*)

Dinilai tak Punya Alas Hak atas Lahan, Kantor Hukum Nunung Serobot Tanah PT RBP

0
Kantor Hukum Nunung dianggap telah menyerobot tanah PT Riung Bandung. Mengaku memiliki bukti kepemilikan, namun sejauh ini Nunung Nurhayati belum bisa menunjukan bukti kepemilikannya

BANDUNG (aswajanews.id) – Puluhan bangunan liar yang berdiri di atas lahan seluas 3.515 meter persegi di Jalan Riung Bandung Raya, Kelurahan Cipamokolan, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung, dibongkar dan dibersihkan.

Pembongkaran dan pembersihan tersebut dilakukan oleh PT Riung Bandung Permai (PT RBP) selaku pemilik lahan. PT RBP menyebut pembersihan sudah sesuai dengan aturan.

PT RBP menyampaikan hal itu untuk menyikapi adanya tudingan dari pihak tertentu yang menyebut bahwa pembongkaran atau pembersihan telah menyalahi aturan.

Kemudian dalam upaya membersihkan bangunan liar di atas lahan milik PT Riung Bandung Permai melakukan pendataan dan terdapat 24 bangunan liar yang berdiri di atas lahan tersebut. Terhadap penghuni 24 bangunan liar ini, pihaknya telah melakukan dialog secara santun sehingga warga penghuni tersebut secara sukarela dan kesadarannya mengosongkan bangunannya.

“Dari 24 bangunan liar yang berdiri, 23 bangunan telah dikosongkan dengan disaksikan aparat setempat dan Ketua RW dan Ketua RT. Hanya satu bangunan berupa Kantor Nunung Nurhayati, SH yang belum dilakukan pengosongan hingga saat ini,” katanya.

Dari 24 bangunan liar yang berdiri, 23 bangunan telah dikosongkan dengan disaksikan aparat setempat dan Ketua RW dan Ketua RT. Hanya satu bangunan berupa Kantor Nunung Nurhayati, SH. yang belum dilakukan pengosongan hingga saat ini

Menurut Wilson, Nunung mengaku memiliki bukti kepemilikan sehingga tidak bersedia mengosongkan bangunan. Akan tetapi, katanya, sejauh ini Nunung Nurhayati belum menunjukan bukti kepemilikan atas lahan tersebut.

“Oleh karena PT. Riung Bandung Permai tetap akan membongkar dan membersihkan bangunan liar tersebut pada waktu yang akan ditentukan dan ditentukan dengan disaksikan aparat setempat,” katanya.

Wilson mengungkapkan, PT RBP merupakan perusahaan yang berdiri sejak 1983 dan melanjutkan pembangunan perumahan yang sebelumnya dilakukan PT Kunci Mas Sakti. PT RBP mengantongi Surat Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Jawa Barat No. 181.2/SK-911-HUK/1983 tanggal 13 Juni 1983 yang ditandatangani oleh Gubernur Jawa Barat saat itu, Bapak Ir. Soehoed W.P.

Lahan seluas 3.515 meter persegi di Persil : 37 S III Kohir : 1657 yang dibersihkan dari bangunan liar, lanjut Wildon, merupakan sebagian lahan yang dimiliki PT RBP.

Lahan yang berlokasi di Jalan Riung Bandung Raya, Kelurahan Cipamokolan, Kecamatan Rancasari, Kota Bandung itu, telah dibebaskan oleh PT Kunci Mas Sakti pada tahun 1980 dan kemudian pada tahun 1983 telah diserahkan kepada PT RBP.

Karena tanah tersebut berupa hamparan tanah kosong tanpa pagar, secara perlahan mulai dihuni warga dengan mendirikan bangunan liar semi permanen untuk tempat tinggal dan tempat usaha seperti bengkel, kios dan warung-warung sembako.

“Sampai akhirnya di tahun ini, PT RBP ingin membersihkan kembali lahan-lahannya. Dan di atas lahan Jalan Riung Bandung Raya ini berdiri 24 bangunan liar. Dari jumlah itu, 23 sudah sukarela dikosongkan, tapi ada satu yang belum karena mengklaim memiliki bukti kepemilikan,” jelas Wilson. (Tim)

Kapolsek Cipaku Hadiri PCNU Ciamis Bersholawat di Lapang Pelajar Buniseuri

0
PCNU Ciamis bersholawat bersama Habib Alwi Zahir Mohammad Al Hadsyi di Lapang Pelajar Dusun Kota, Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat

CIAMIS (Aswajanews.id) – Kapolsek Cipaku Polres Ciamis Polda Jabar Iptu Adharudin menghadiri acara PCNU Ciamis bersholawat bersama Habib Alwi Zahir Mohammad Al Hadsyi di Lapang Pelajar Dusun Kota, Desa Buniseuri, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Sabtu (17/6/2023).

Kehadiran Kapolsek Cipaku Polres Ciamis Polda Jabar dalam rangka untuk mewakili Kapolres Ciamis Polda Jabar AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro SH SIK MT. Selain itu juga untuk memastikan personel pengamanan melaksanakan tugas dengan maksimal.

Kapolres Ciamis Polda Jabar AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro, SH., S.I.K., M.T., melalui Kapolsek Cipaku Iptu Adharudin mengatakan, kehadirannya sebagai bentuk silaturahmi Polri dengan tokoh agama dan masyarakat di Kecmaatan Cipaku. Selain itu juga untuk meningkatkan sinergitas Polri dengan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Ini sebagai upaya Polri lebih dekat dengan masyarakat,” katanya.

Tak hanya itu, kata Iptu Adharudin, sejumlah personel disiagakan untuk mengamankan jalannya kegiatan PCNU Ciamis Bersholawat. “Pengamanan ini bertujuan untuk memberikan rasa nyaman dan aman masyarakat. Sehingga pelaksanaan kegiatan masyarakat berjalan lancar dan tertib,” katanya. Dods

SDN 254 Bumi Griya Antapani Kota Bandung Adakan Pelepasan Siswa Siswi Kelas VI

0
Suasana Haru Acara Pelepasan SDN 254 Bumi Griya Antapani Kota Bandung

BANDUNG (aswajanews.id) – Baru-baru ini bertempat di halaman SDN 254 Bumi Griya Antapani menyelenggarakan pelepasan siswa siswi kls VI. Acara berlangsung dengan meriah juga terharu serta bangga kelulusan anak didiknya sejumlah 81 peserta didik.

Acara pelepasan siswa siswi kls VI dimeriahkan dengan nyanyian terimasih guruku dan membaca puisi serta lagu Kebangsaan Indonesia Raya juga membagikan bunga untuk guru-guru silih berganti sangat terharu dan berlinangan air mata. Selain itu, kepala sekolah juga melepas puluhan balon sebagai simbol melepas anak didiknya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi.

Titin Kartini, SPd Kepala SDN 254 Bumi Griya Antapani ditemui di ruang kerjanya mengatakan, alhamdulillah, anak didiknya 81 orang telah lulus dan mereka akan meneruskan ke jenjang yang tinggi yaitu SMP sekolah menengah pertama dengan demikian agar anak didiknya dapat mengharumkan nama baik sekolah ini juga dan guru guru SDN Bumi Griya Antapani ini selain itu acara pelepasan ini sudah menjadi tradisi di sekolah.

“Turut hadir pada acara pelepasan kls VI ini komite sekolah, guru-guru dan orang tua murid serta siswa siswi dibarengi dengan nyanyian terimasih guruku lagu kebangsaan Indonesia Raya dan baca puisi serta membagi bunga untuk guru silih berganti terasa haru dan sedih dan berlinang air mata karena sebentar lagi anak didiknya kls VI akan meninggalkan SDN Bumi Griya Antapani ini,” ujarnya.

Kepala Sekolah dan Tenaga Pendidik SDN 254 Bumi Griya Antapani Kota Bandung

Selain itu seorang guru kls VI yang tidak mau disebutkan namanya menambakan, disinilah kesan menjadi seorang guru ia dapat membimbing dan mengajar sebagai pengganti orang menjadi orang tua saat di sekolah dan guru pula yang akan memberikan ilmu dan mata pelajaran agar anak didiknya dapat bermanfaat dan menjadi dasar untuk siswa siswi sehingga lebih mudah melanjutkan ke jenjang selanjutnya.

Titin Kartini selaku kepala sekolah berharap pada anak didiknya agar meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu SMP sekolah menengah pertama dan seterusnya hingga tercapai cita citanya belajar lebih giat lagi dan terus belajar juga berkarya karena ilmu itu tidak pernah habis dengan demikian semoga bermanfaat kesan dan pesan dari sekolah ini agar semua anak didiknya pinter juga sukses. (Hendrik)

Menggagas Penulisan Biografi Kyai Penggerak NU di Brebes

0
Oleh : Akhmad Sururi (Wakil Ketua PC LTN NU Kab Brebes)

Setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya. Adagium tersebut sangat berkaitan dengan kiprah seorang dalam menggerakan kegiatan kemasyarakatan. Mereka yang memiliki kiprah dan peran di tengah tengah masyarakat tercatat dalam perjalanan sejarah atau disebut dengan pelaku sejarah. Hanya persoalanya apakah catatan sejarah itu hanya dari lisan ke lisan atau sudah terdokomentasikan dalam bentuk tulisan. Ini menjadi PR kita bersama khususnya terkait dengan sejarah kiprah para penggerak NU di Kab Brebes.

Setiap masa (waktu) tentu memiliki pelaku sejarah dalam komunitas masyarkat tertentu. Hal ini karena manusia sebagai pelaku sejarah menjadi subyek yang berperan dalam   kronologi sejarah. Sebagai subyek, manusia memiliki peran yang sangat signifikan dalam melintasi perjalanan kehidupan. Tentu dengan sekian peran yang dilakukan oleh pelaku sejarah sarat dengan makna dan hikmah untuk pelajaran para generasi penerus.

Penulisan sejarah menjadi salah satu kekuatan peradaban. Karena bangsa yang bijak memiliki  komitmen menghargai sejarah yang didalamnya terdapat tokoh-tokoh yang terlibat dalam sejarah. Oleh karena itu menulis biografi sebagai pilar sejarah akan menjadi penguat dalam mewujudkan peradaban di tengah tengah masyarakat Brebes khusunya untuk komunitas NU. Disamping itu menulis biografi juga merupakan bentuk penghargaan kepada orang yang telah berjasa dalam memberikan kontribusi terhadap peradaban dan perkembangan NU di Kab Brebes.

Terlepas bahwa sejarah bisa dibuat oleh siapapun tergantung pesanan, namun fungsi sejarah sangat penting. Karena dokumen sejarah akan menjadi salah satu rujukan bagi para generasi dalam mengambil suri tauladan. Sehingga para generasi dapat mengambil belajar kepada para pendahulu yang melakukan pegerakan dan perjuangan untuk NU. Semua perjalanan sejarah atau biografi tokoh penggerak NU akan menjadi catatan penting yang bisa dihidupkan dengan penguatan literasi.

Oleh karena sesungguhnya menulis biografi bukan sekedar catatan kelahiran atau daftar riwayat hidup. Lebih dari itu biografi ditulis agar para penerus menghidupkan kembali kiprah dan perjuangan para pendahulu (kyai penggerak NU) dalam berkiprah di masyarakat. Dengan meneladani perjuangan khidmah di NU, maka sebagai generasi penerus dapat menghidupkan kembali nilai nilai perjuangan   untuk NU.  Kendatipun mereka sebagian sudah istirahat di alam barzah namun kiprahnya akan terus hidup karena dilanjutkan oleh para generasi penerus NU.

Sebenarnya banyak tokoh penggerak NU di desa yang telah berkiprah dalam memperjuangkan NU dengan tulus. Pergerakan mereka dengan keikhlasannya dalam berkhidmat kepada NU tidak pernah minta di tulis atau dibukukan. Namun sebagai penerus tentu merasa terpanggil untuk mengabadikan kiprah dan perjuangan mereka dalam bentuk biografi. Hal ini sangat penting mengingat pergerakan yang dilakukan oleh mereka banyak yang harus kita ambil hikmah dan pelajarannya untuk NU.

Keteladanan yang diperankan oleh para tokoh NU terdahulu perlu dihidupkan kembali melalui ekplorasi literasi biografi. Hal tersebut tentu membutuhkan peran kita bersama secara sinergis untuk menggali data dan informasi terkait dengan tokoh lokal NU Brebes.

Melalui gagasan penulisan biografi tokoh penggerak NU di Brebes sebagai warga NU diharapkan bisa mengambil pelajaran yang positif untuk kemajuan dan penggerakan NU di Brebes. Para penerus perjuangan NU baik yang berada pada barisan struktural maupun kultural dapat berbagi peran untuk bersama menjadikan NU Brebes semakin hebat. Hal ini salah satunya dengan upaya menghidupkan kembali nilai nilai perjuangan dan pergerakan tokoh NU yang telah berjasa untuk NU Brebes. (*)

Al-Zaytun Dikepung Pendemo, Dinilai Banyak Penyimpangan dan Selalu Membuat Gaduh

0
Ribuan masyarakat tergabung Forum Masyarakat Indramayu Menggugat, mengepung dan melakukan demonstrasi di pintu gerbang Ponpes Al-Zaytun

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Pondok Pesantren Al-Zaytun Indramayu lagi lagi membuat gaduh. Kali ini Kamis (15/6) ribuan masyarakat tergabung Forum Masyarakat Indramayu Menggugat, mengepung dan melakukan demonstrasi di pintu gerbang ponpes Al-Zaytun Indramayu sekaligus menyampaikan tuntutan ketidakpuasan terhadap aktifitas pesantren yang dianggap menganut aliran sesat dan cara beribadah penuh kontroversial melenceng dari sunnah Islam.

Para pendemo yang dicegah aparat Polres Indramayu agar tidak masuk ke dalam pondok justru oleh Panji Gumilang pimpinan Al-Zaytun, polisi seolah “diusir” tidak boleh masuk pondok karena menurut Gumilang lebih baik menjaga pendemo di luar pondok.

“Kami di sini aman kok,” katanya agak jumawa.

Panji sendiri mempersiapkan ribuan massa pendukungnya sebagai tandingan pendemo masyarakat Indramayu, sekalipun pada akhirnya tidak terbukti ada ribuan massa tandingan. Padahal dalam setiap pengamanan demo polisi sesuai dengan standar SOP baku. Para pendemo di hari kejadian sempat saling dorong dengan sekitar 200 personil kepolisian Polres Indramayu. Massa tampaknya sangat geram dengan ritual keagamaan di Zaitun yang dinilai belakangan ini banyak melakukan penyimpangan dari akidah Islam, serta geram terhadap dugaan pelecehan seksual yang dilakukan pimpinan pondok Panji Gumilang.

Massa juga menuntut pemerintah tegas menindak ponpes Al-Zaytun yang dianggap sejak berdiri hingga kini selalu membuat gaduh dengan kontroversialnya. Masyarakat mencurigai sosok Panji Gumilang benar-benar ada keterlibatan dengan NII (Negara Islam Indonesia)/Darul Islam. Seperti diberitakan sebelumnya di Al-Zaytun shalat Ied, wanita berada di shaf depan menyatu dengan pria, lalu diwajibkan santri untuk mengumandangkan nyanyian salam Yahudi dalam setiap awal acara dan kumandang adzan yang tidak lazim.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan pihaknya akan segera melakukan “rapat” setelah pihak Kementerian Agama melakukan penilaian khusus terhadap Al-Zaytun. Ridwan Kamil berpesan masyarakat boleh boleh saja demo, tetapi tetap harus menjaga ketertiban dan keamanan. (Red)

Jelang Pemilu 2024, Polres Tasikmalaya Gelar Doa Bersama Lintas Agama

0
Sejumlah tokoh masyarakat, agama dan kepolisian menggelar kegiatan doa bersama di Mapolres Tasikmalaya, Jumat (16/6/2023)

TASIKMALAYA (Aswajanews.id) – Kepolisian Resor Tasikmalaya menggelar doa bersama yang dihadiri tokoh lintas agama untuk menjaga rasa nyaman dan aman bagi seluruh elemen masyarakat, terutama saat ini sedang persiapan menjelang pemilihan umum (pemilu) maupun pilkada di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

“Kami juga salah satunya berdoa untuk kelancaran baik itu pilkada maupun pemilu, pilpres,” kata Kepala Kepolisian Resor Tasikmalaya AKBP Suhardi Hary Haryanto usai acara doa bersama lintas agama di Gedung Pertemuan Warga (GPW) Polres Tasikmalaya, Jumat (16/6/2023).

Ia menuturkan kegiatan doa bersama itu dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, kiai, maupun ulama dari pondok pesantren sebagai rangkaian Hari Ulang Tahun ke-77 Bhayangkara, sekaligus membangun kebersamaan dalam menjaga keamanan, dan ketertiban masyarakat.

Ia berharap adanya doa bersama yang dihadiri tokoh lintas agama itu bisa memberikan dampak kebaikan bagi semua elemen masyarakat, termasuk meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya.

“Alhamdulillah kita bersama dengan tokoh agama di wilayah Kabupaten Tasikmalaya berdoa bersama untuk keamanan, ketertiban, dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Tasikmalaya KH Edeng ZA yang hadir dalam doa lintas agama mengatakan, semua elemen masyarakat termasuk lintas agama di Tasikmalaya selalu berupaya menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat. Seluruh organisasi, termasuk berbagai umat di Tasikmalaya, kata dia, terus berupaya menjaga kerukunan, kebersamaan, dan persatuan bangsa untuk mewujudkan lingkungan yang aman dan nyaman.

“Kenapa Tasik kondusif, karena memang semuanya sinergi, termasuk kepolisian dengan masyarakat,” katanya.

Ia menyampaikan termasuk setiap agenda politik seperti pilkada maupun pemilihan presiden, masyarakat di Kabupaten Tasikmalaya tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa agar tetap aman.

Ia berharap pada agenda pesta demokrasi tahun 2024 menjelang maupun sampai akhir tetap aman, dan tidak terjadi apa-apa yang mengganggu kehidupan masyarakat.

“Sama-sama bergerak menjaga keamanan, insya Allah aman, mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa,” kata Edeng. *(Nana Suherna)

Peluncuran KCJB Sesuai Jadwal Agustus Mendatang

0
Comprehensive Inspection Train (CIT) atau kereta inspeksi melaju di jalur Kereta Api Cepat Jakarta Bandung (KCJB). ANTARA/HO-KCIC

JAKARTA (Aswajanews.id) – Pemerintah Indonesia dan Pemerintah China optimistis peluncuran secara komersial Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) sesuai jadwal yang ditetapkan pada Agustus mendatang.

“Kereta api cepat di Indonesia akan segera beroperasi,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin di Beijing, dilansir Antara Jumat (16/6/2023).

Direktur Asia Timur Kementerian Luar Negeri RI Santo Darmosumarto mengatakan bahwa pemerintah terus berupaya memenuhi waktu yang ditetapkan terkait peluncuran KCJB itu pada Agustus.

“Kami tahu selalu perbedaan pandangan antara orang-orang di level teknik dan orang-orang di level politik. Kami perlu menyeimbangkan atas apa yang lebih penting,” katanya.

Indonesia sedang bernegosiasi dengan China terkait tambahan pinjaman senilai 560 juta dolar AS dengan suku bunga 2,8 persen atau lebih rendah dari tawaran Bank Pembangunan China sebesar 3,46 persen.

“Untuk proyek ini ada banyak kondisi yang tidak terduga. Ada hal-hal tertentu yang tidak terlihat pada saat itu yang sekarang mengharuskan kami untuk lebih memperhatikan. Oleh sebab itu perlu berbagai upaya untuk memastikan proyek ini lancar,” ujar Santo. *(Sumber : Antara)

PSI Majalengka : Dugaan Gratifikasi Bisa Coreng Marwah Dewan

0
Ibun Bunyanudin, Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI)

MAJALENGKA (Aswajanews.id) – Dugaan gratifikasi pada rapat paripurna dinilai bisa mencoreng marwah dewan. Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Majalengka Ibun Bunyanudin mengatakan,dugaan gratifikasi pada rapat dewan di Pendopo sudah menyebar luas di masyarakat. Bahkan telah menjadi konsumsi di media sosial (medsos).

“Persoalan ini sudah menjadi konsumsi publik yang menurut pandangan kami sangat tidak menguntungkan bagi anggota dewan,terutama  marwah DPRD secara lembaga,” katanya, Jumat (16/6/2023).

Pria berkacamata ini mengungkapkan keherananya pada sikap diam pimpinan maupun anggota dewan. Karena sepengetahuan dirinya belum ada pimpinan ataupun anggota dewan memberikan penjelasan atau melakukan klarifikasi. Padahal kata Ibun, dugaan gratifikasi yang terkesan dibiarkan liar bisa mencoreng marwah Lembaga DPRD.

“Aneh juga melihat sikap teman-teman di dewan. Mestinya secepatnya ketua atau pimpinan anleg melakukan klarifikasi kalau itu tidak benar. Jangan biarkan persoalan terus berlarut, tidak baik bagi citra lembaga di masyarakat,” ujarnya.

Iapun mengingatkan, bahwa di tengah derasnya arus informasi, dewan mestinya peka terhadap issu, ataupun permasalahan di tengah masyarakat. “Membela dirinya saja tidak, bagaimana akan membela rakyat,” tandasnya.

Sebelumnya Ketua DPD Partai Nasional Demokrat (Nasdem) juga menyoroti dugaan gratifikasi pada rapat paripurna dewan. Ketua Partai Nasional Demokrat Majalengka, H. Alimudin meminta agar dugaan gratifikasi itu diusut sampai tuntas. “Harus diusut sampai tuntas,” katanya, Kamis (15/6/2023).

Alimudin juga menyatakan kesiapannya untuk bekerjasama dengan pihak manapun agar permasalahan menjadi terang benderang. Partai Nasdem akan selalu mendukung setiap penegakan hukum yang adil. “Saya tegaskan lagi, Nasdem dukung penegakan hukum yang adil, termasuk bila ada kader kami yang terlibat,” tegasnya. (Adang)

KPK Geledah Kantor Diskominfo dan PDAM Kota Bandung Kumpulkan Alat Bukti Kasus Yana Mulyana

0
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Jakarta (Aswajanews.id) – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggeledah kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung dalam rangka pengumpulan alat bukti terkait penyidikan kasus dugaan korupsi dengan tersangka Wali Kota Bandung nonaktif Yana Mulyana.

“Benar, tim penyidik KPK pada tanggal 8-9 Juni telah melakukan penggeledahan di Kota Bandung yaitu Kantor PDAM, Kantor Diskominfo, dan beberapa rumah pihak terkait perkara tersebut,” kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (16/6/2023).

Selain itu penyidik KPK hari ini juga kembali melakukan penggeledahan di Kantor Pemerintah Kota Bandung atau Balai Kota Bandung.

Ali menerangkan dalam penggeledahan tersebut ditemukan barang bukti beberapa dokumen dan barang bukti elektronik.

Barang Bukti selanjutnya disita dan dianalisis untuk kemudian disertakan ke dalam berkas perkara kasus dugaan korupsi tersebut Yana Mulyana dan kawan-kawan.

Wali Kota Bandung Yana Mulyana terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh lembaga antirasuah pada Jumat (14/4) malam.

Yana kemudian ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi suap dan penerimaan gratifikasi pengadaan CCTV dan penyedia jasa internet untuk Proyek “Bandung Smart City” Tahun Anggaran 2022-2023.

“KPK menetapkan enam orang tersangka,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Minggu dini hari (16/4).

Selain Yana, KPK menetapkan lima orang lain sebagai tersangka, yakni Kepala Dinas Perhubungan Kota Bandung Dadang Darmawan, Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bandung Khairul Rijal, Direktur PT Sarana Mitra Adiguna (SMA) Benny, Manajer PT SMA Andreas Guntoro, dan CEO PT Citra Jelajah Informatika (CIFO) Sony Setiadi. *(Ant)

KPA Apresiasi Polda Jambi atas Kerja Cepat Menangani Perkara-perkara Anak Berkonflik dengan Hukum

0
Arist Merdeka Sirait Ketua KPA dan Irjen Pol Rusdi Hartono di Mapolda Jambi, Rabu (14/6/2023).

JAKARTA (Aswajanews.id) – Atas kerja keras merespon kasus-kasus pelanggaran hak anak khususnya anak yang berkonflik dengan hukum yang terjadi di wilayah hukum Jambi sepanjang tahun 2022/2023 termasuk viralnya kritik seorang anak Fadiyah Sarifah Anak berusia 15 tahun atas kebijakan Walikota Jambi dan nasib kedua orang neneknya yang sudah lanjut usia yang telah menjadi berita dan polemik serta menyita perhatian publik demikian juga dengan kasus kekerasan seksual  dalam betuk serangan seksual.

Sodomi yang dilakukan seorang perempuan terhadap 17 anak kali-laki di bawah umur serta kematian seorang anak Balita usia 3 tahun yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan kondisi tubuh dimana tengkorak kepala rusak dan ditemukan tanda-tanda vagina rusak diduga mengalami  kekeradan seksual paksa  dan perkara-perkara pelsnggaran hak anak lainnya memberikan apresiasi setingi-tingginya kepada Polda Jambi melalui kerja keras jajaran operasional penyidik Direkrimsus dan Direskrimum  Polda Jambi.

Dalam kunjungan Kerja ke Polda Jambi yang diterima Kapolda Jambi Irjen Polisi Rusdi Hartono didampingi Direskrimsus dan Direskrimum dalam kesempatan itu, disepakati kerjasama saling mendukung dalam mepercepat penegakan hulim atas pelanggaran-pelanggaran hak anak.

Dalam dialog penuh dengan keakraban saling tukar informasi yang dibangun.  Kapolda Jambi menekankan bahwa anak adalah generasi penerus keluarga dan masa bangsa Indonesia untuk itu anak harus mendapat perlindungan maksimal.

“Tidak ada toletansi terhadap pelanggaran hak anak dan semua orang wajib melindungi anak,” demikian komitmen Kapolda Jambi, Jumat (16/6/2023).

Dalam kesempatan kunjungan itu, untuk merespon Kasus-kasus pelanggaran hak anak disepakati saling berbagi in formasi dan menempatkan Komnas Perlindungan Anak Propinsi Jambi sebagai mitra kerja Polda Jambi dalam menangani perkara-perkara anak di Jambi.

Dalam kesempatan itu pula, Komnas Perlindungan Anak (KPA) menyampaikan apresiasi dan terima kasih setingi-tinginya kepada Polda Jambi yang menawarkan solusi yang berkeadilan para pihak dan tidak melanjutkan laporan Walikota Jambi yang dilakukan melalui Kabag Hukum Pemkot Jambi  atas kritik Sarifah dengan menawarkan penyelesaiannya melalui pendekatan keadilan restorasi”, demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak kepada sejumlah media ysng mengerumuninya selepas bertemu Kapolda Jambi Tabu di Mapolda Jambi, Rabu (14/6/2023).

Arist Merdeka Sirait yang didampimgi Dewan Penasehat dan Kode Etik Komnas Perlindungan Anak Bima Sena dan Ketua Komnas Perlindumgsn Anak Provinsi Jambi Eka Tiondang menjelaskan bahwa penyelesaian atas viralnya kasus Sarifah akan ditempuh melalui mekanisme pembayan ganti rugi berupa pembelian rumah oleh perusahaan atau relokasi rumah ketempat yang lebih nyaman, strategis dan sehat serta saling memaafkan atas timbulnya masalah atas fasilitasi Gubernur dan saran dan nasukan dari Kapolda Jambi, demikian penjelasan Arist. *(Nuridin)

PT Dawee Printing Indonesia Abaikan Putusan Pengadilan

0
PT Dawee Printing Indonesia beralamat di Kawasan Industri Jababeka Tahap 1, JL. Jababeka IV Blok C/2-F, Pasirgombong, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi Jawa Barat

CIKARANG (aswajanews.id) – Fenomena pengusaha yang tetap tidak mau secara sukarela melaksanakan putusan Pengadilan Hubungan Industrial yang inkracht perihal pembayaran pesangon, ada beberapa langkah hukum. PT Dawee Printing Indonesia sebagai pihak yang kalah dalam putusan perkara 160/Pdt.Sus-PHI/2022/PN.BDG yang telah dikuatkan dengan Putusan Mahkamah Agung, sampai berita ini diturunkan belum ada tanda-tanda akan membayar kewajibannya.

Hal itu disampaikan Bernard Simamora, S.Si., S.IP, SH, MH, MM kepada wartawan pelitaindonews di Cikarang, Rabu (31/6/2023); selaku kuasa hukum Adi Batosadan menggugat PT Dawee Printing Indonesia yang didaftarkan tanggal 12 Agustus 2022 di Pengadilan Hubungan Industrial Pengadilan Negeri Klas 1A Bandung dengan perkara nomor 160/Pdt.Sus-PHI/2022/PN.BDG.

PT Dawee Printing Indonesia (PT DPI), sebuah perusahaan yang beralamat di Kawasan Industri Jababeka Tahap 1, JL. Jababeka IV Blok C/2-F, Pasirgombong, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi Provinsi Jawa Barat.

Menurut Bernard, pihaknya telah berusaha persuasif dengan pihak manajemen PT DPI dengan terlebih dahulu bersurat. Selanjutnya atas udangan Jusak Sutrino selaku HRD Manager, pihaknya menghadiri undangan bertemu di lokasi PT DPI di Cikarang Bekasi 31 Mei lalu, namun PT DPI menawarkan hal yang menuutnya tidak masuk akal.

“Masa membayar pesangon mantan pekerjanya, yang telah melalui perkara dan diputus pengadilan, PT DPI mengajukan pembayaran secara cicilan? Hal itu berarti bisa tiga hal. Pertama, anggap remeh terhadap putusan pengadilan, dan kemungkinan kedua, PT DPI menunggu proses eksekusi secara paksa. Kemungkinan ketiga perusahaan tidak punya dana dan sudah menjelang bangkrut,” kata Bernard.

Ia mengatakan, bila yang terjadi hal pertama, pihaknya akan melaporkan pengusaha ke kepolisian, setidaknya atas dua tuduhan. Kesatu, dugaan penggelapan uang pesangon. Sedangkan yang kedua adalah dugaan pelanggaran Pasal 216 KUHP dimana tindakan pengusaha yang tak mau menjalankan putusan PHI yang sudah inkracht dianggap sebagai tindakan yang menghalang-halangi perintah dari pejabat atau penguasa umum.

Bilamana yang terjadi hal kedua dimana PT DPI menunggu proses eksekusi secara paksa, maka pihaknya selaku yang dimenangkan akan mengajukan permohonan kepada Ketua Pengadilan Negeri agar putusan dapat dijalankan. Jika permohonan eksekusi sudah dilakukan dan pengusaha tetap tak mau membayarkan pesangon, maka pihaknya bisa memohonkan sita eksekutorial atas barang-barang milik pengusaha. Kelask, setelah semua barang-barang disita, kemudian akan dilelang dimana hasilnya akan digunakan untuk membayarkan kewajiban pengusaha kepada pekerja dan juga biaya-biaya yang timbul sehubungan dengan pelaksanaan putusan tersebut.

Selanjutnya, terkait hal ketiga, bila perusahaan sudah tidak mampu melakukan pembayaran pesangon, Bernard mengatakan pihaknya akan menggugat pailit PT DPI. Pasalnya, ia mengaku sedang menunggu putusan kasasi atas permohonan PT DPI atas putusan PHI yang telah dimenangkan pihaknya beberapa waktu lalu. Jadi pihaknya akan segera memiliki tagihan baru terhadap PT DPI, yang bila tidak dilaksanakan secara sukarela, maka akan diajukan gugatan mempailitkan PT DPI.

“Karena, syarat mengajukan gugatan pailit adalah (a) ada dua atau lebih kreditur; dan (b) ada satu utang yang telah jatuh waktu atau jatuh tempo dan dapat ditagih (due and payable) yang tidak dibayar lunas oleh debitur, dan pembuktiannya sederhana”, tandas Bernard menutup pembicaraan dengan Anas dari pelitaindonews.

Jusak Sutrino selaku HRD Manager PT DPI ketika dikonfirmasi melalui WhatsApp, Rabu (14/6/2023) tidak mau memberikan tanggapannya. *(Nas)

Kabupaten Bekasi Juara Umum Kejurda Pencak Silat Pelajar Jabar

0
Pesilat Kabupaten Bekasi menerima piala juara umum di ajang Kejurda Pencak Silat Pelajar se-Jawa Barat di GOR Tri Lomba Juang Bandung, Minggu (11/62023).

KABUPATEN BEKASI (Aswajanews.id) – Kontingen Kabupaten Bekasi sukses menyabet gelar juara umum pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Pencak Silat Pelajar Jawa Barat di GOR Tri Lomba Juang Bandung, 8-11 Juni.

Kepala Bidang Pembudayaan Olahraga Disbudpora Kabupaten Bekasi Yudi Candra Permana mengatakan pada ajang yang digelar oleh Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Barat itu, Kabupaten Bekasi berhasil mengoleksi total 21 medali.

“Alhamdulillah kita menjadi juara umum dengan koleksi 8 medali emas, 4 perak, serta 9 perunggu,” katanya di Cikarang, Senin (12/62023).

Dia mengatakan pada Kejurda Pencak Silat Pelajar Jawa Barat tahun ini, Kabupaten Bekasi mengirimkan 34 pesilat yang mengikuti total 18 nomor pertandingan putra dan putri.

Selain keluar sebagai juara umum, Kabupaten Bekasi juga sukses meraih gelar individu lain yakni pesilat terbaik atas nama Astrid Fauziah asal SMAN Tambelang, serta Umar Said yang terpilih menjadi pelatih terbaik.

Yudi berharap catatan impresif tersebut mampu dipertahankan pada ajang lain, termasuk merebut gelar juara umum di Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Jawa Barat yang rencananya berlangsung awal Juli.

“Kami juga berharap kontingen Kabupaten Bekasi bisa mengikuti Kejurnas Pencak Silat Antar Pelajar yang akan dilaksanakan tahun depan,” kata dia. *(Ant)

Nahdliyin Brebes Menghadapi Pemilu 2024

0
Oleh : Akhmad Sururi (Wakil Ketua PC LTN NU Kab Brebes)

Warga NU sebagai bagian dari warga negara Republik Indonesia memiliki hak yang sama dalam berpolitik. Hal tersebut sesuai dengan amanat Undang-undang sebagai kekuatan hukum negara yang melindungi hak warga negara termasuk waras NU atau yang disebut nahdliyin.

Sebagai Ormas keagamaan atau yang saat sekarang disebut perkumpulan, NU secara organisatoris mengedepankan politik kebangsaan yang dilandasi dengan moralitas etika berpolitik. Inilah sebagaimana yang termaktub dalam Pedoman berpolitik bagi warga NU.

Politik kebangsaan yang diperankan oleh NU tentu tidak sekedar ramai saat pemilu, namun pemilu menjadi bagian dari tahapan mewujudkan politik kebangsaan. Oleh karena itu landasan moralitas dalam berpolitik pedoman warga nahdliyin bukan hanyandalam melaksasaatuj hak politiknya dalam hal ini pemilu namun juga berlanjut saat mengawal kebijakan politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Akan tetapi banyak orang menterjemahkan Pedoman berpolitik bagi warga NU hanya berlaku pada saat Pemilu atau pesta demokrasi lima tahunan. Selebihnya pasca pemilu tentang kebijakan negara diserahkan kepada para pejabat dan wakil rakyat yang pdenganuuu

Padahal berpolitik itu bukan terpaku kepentingan sesaat atau yang disebut dg pragmatisme atau oportunisme. Proses pengawalan kebijakan politik   dibutuhkan peran serta konstituen yang berkontribusi dalam pdenganuu

Dalam sistem demokrasi dengan asas dari rakyat, oleh rakyat dan untk rakyat, pemilihan umum merupakan salah satu mekanisme kehidupan berdemokrasi. Dengan dalih dari rakyat, maka keputusan demokrasi diukur sesuatu denganu banyaknya dukungan suara. Sementara masyarakat kita dalam taraf ekonomi masih tergolong rendah, sehingga transaksi politik menjadi kekuatan utama.

Disinilah yang sering terjadi transaksi politik sesaat untuk meraih sebuah kemenangan dalam  kontestasi demokrasi. Sementara pengetahuan tentang transaksi politik sebagian besar masih terpaku pada nilai matrial, tidak mempertimbangkan kualifikasi pemimpin yang akan kita pilih. Hal ini salah satunya dipengaruhi oleh tingkat SDM dan pendidikan masyarakat yang masih rendah.

Brebes sebagai kabupaten yang memiliki warga NU terbesar tentu bisa menjadi kekuatan politik dalam Pemilu 2024. Untuk menuju kekuatan tersebut dibutuhkan pengetahuan dan kesepahaman yang tidak terjerembab dalam transaksi  politik perorangan yang diperankan oleh tokoh atau figur tertentu. Kekuatan bersama dalam konteks sebagai warga negara yang memiliki hak berpolitik lebih diarahkan kepada nilai nilai kepentingan kebangsaan.

Tafsir politik kebangsaan pada satu sisi menjadi nilai tawar yang tinggi, namun disisi yang lain akan berakibat pecahnya kekuatan NU.  Adagium ada dimana mana dan tidak kemana mana menjadikan warga nahdliyin bisa menjadi seperti buih di tengah lautan. Kita harus berusaha bagaimana agar buih menjadi permadani, sehingga bisa bermanfaat dan masalahat untuk rakyat.

Untuk menuju kepada cita cita tersebut dibutuhkan kecerdasan dan persatuan serta komitmen bersama dalam berpegang teguh pada nilai nilai kesantunan berpolitik. Cerdas dengan memahami pilihan yang tidak terkontaminasi dengan kepentingan subyektivitas atau kelompok tertentu.

Persatuan dalam bingkai ukhuwah nahdliyin akan menjadi kekuatan mewujudkan NU dalam bargaining untuk lima tahun kedepan. Tanpa. Persatuan tentu kekuatan politik nahdliyyin akan dimanfaatkan oleh pihak pihak tertentu demi kepentingan pragmatis.

Sikap komitmen menjadi energi batin yang secara kolektif akan menjelma dalam menjaga kebersamaan dalam gerbong kebangsaan. Ini sangat penting, agar tokoh NU tidak mudah tergoda oleh rayuan politik yang berujung bisa memecah belah umat.

Sikap nahdliyin yang terbelah sebelum Konferensi NU Cabang kemarin hendaknya menjadi pelajaran yang berharga. Pendiri NU (KH Hasyim Asy’ari) dalam Qonun Asasi memerintahkan seluruh warga NU agar bersatu dan melarang perpecahan. Oleh karena itu untuk menghadapi pemilu 2024, nahdliyin Brebes diharapkan bersatu dalam satu kekuatan untuk mewujudkan nahdliyin bermartabat.

Kita bisa berkaca dengan nahdliyin di Kab Tegal Pasca Ki Entus menempati kursi Bupati berdampingan dengan Ketua Muslimat NU (Hj Umi). Tentu bukan hal yang mustahil kekuatan politik nahdliyin Brebes bisa seperti Kab Tegal. Sifat politik yang dinamis akan sangat mungkin mengubah hegemoni politik Brebes yang selama ini berjalan. Namun demikian peran para politisi berbasis nahdliyin untuk mendominasi harokah siyasi sangat dibutuhkan dalam rentang waktu menjelang Pemilu 2024.

Pengalaman nahdliyin Brebes saat Ketua PC NU Brebes maju dalam kontestasi Pilkada tahun 2012 menjadi start awal untuk mengukur kekuatan nahdliyin Brebes. Kendatipun pada Pikada berikutnya (tahun 2017) representasi nahdliyin tidak terwakili, namun demikian kekuatan suara nahdliyin bisa diperhitungkan dalam mendominasi kemenangan Pilkada.

Oleh karena itu menghadapi Pemilu 2024 (Legislatif dan Bupati/Wakil Bupati) di Kab Brebes sudah saatnya nahdliyin Brebes menemukan kesadaran dalam berpolitik. Nilai kesadaran yang terbangun demi kemaslahatan Kab Brebes. Disinilah saatnya nahdliyin bergerak dengan berpedoman pada nilai nilai moral politik nahdliyin. (*)

Harlah ke-77, PW Muslimat NU Jateng Menggelar Peringatan dengan menghadirkan Gus Miftah

0

SLAWI-TEGAL (Aswajanews.id) – Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Jawa Tengah menggelar peringatan hari lahir Muslimat NU ke-77 dengan tema ‘’Menguatkan Peran Muslimat NU dalam Membangun Peradaban’’ bertempat di Lapangan Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal, Sabtu pagi (10/6/2023).

Sejumlah ribuan Ibu-ibu Muslimat NU dari Pimpinan Cabang (PC) Kabupaten dan Kota se-Jawa Tengah hadir menyemarakkan acara peringatan harlah ke-77 Muslimat NU dengan mengenakan atribut hijau-hijau khas seragam Muslimat NU dengan membawa bendera Nahdlatul Ulama.

Turut hadir sejumlah tokoh NU, di antaranya Ketua Umum PP Muslimat NU, Nyai Hj Khofifah Indar Parawansa yang juga Gubernur Jatim, serta Wakil Gubernur Jateng KH  Taj Yasin, Bupati Tegal Hj Umi Azizah yang juga sekaligus Ketua Muslimat NU Kabupaten Tegal dan juga penceramah Gus Miftah Maulana Habiburrahman serta sejumlah tokoh lainnya.

Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Tegal, Hj Umi Azizah menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh pihak-pihak yang telah mendukung dan mendorong agar suksesnya kegiatan pada hari ini.

Lanjut menyampaikan ucapan terimakasih juga atas kerawuhan Ibu Ketua Umum PP Muslimat NU Hj Khofifah Indarparawansa. “Jujur saya kagum atas militansi Ibu-ibu Muslimat NU yang hadir dan inilah komitmen teladan Muslimat bagi keluarga, Nahdlatul Ulama dan Indonesia,” paparnya.

Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU Jawa Tengah Prof Hj Ismawati Haffiedz  mengatakan inilah peringatan harlah Muslimat NU paling meriah, terimakasih Kabupaten Tegal telah menjadi tempat atas terselenggaranya kegiatan Harlah ke-77, semoga Muslimat NU akan terus maju dan militan dan tanggung jawab memajukan Nahdlatul Ulama. Ucapnya.

Peringatan Harlah ke 77 Se-Jawa Tengah dengan jumlah peserta dari berbagai daerah luar Tegal, sekitar 21 ribu pesata siap hadir.

“Untuk peserta lokal Kabupaten Tegal sekitar 15 ribu peserta. Jadi ada sekitar 36 ribu kader muslimat yang hadir di kegiatan ini,” kata Hj. Ismawati

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat NU Dra Nyai Hj. Khofifah Indarparawansa sekaligus Gubernur Jawa Timur menyapa ribuan Muslimat NU yang hadir dan menyampaikan pidato dalam rangka Peringatan Hari lahir Muslimat NU ke-77 ini.

“Semoga Allah memberikan pitulung bagi kita semua ibu-ibu. Semoga Allah melipatgandakan setiap apa yang Ibu-Ibu Muslimat NU keluarkan Nggih Bu,” ucapnya.

“Ibu terimakasih panjenengan atas kerawuhan penjenengan sedoyo dari berbagai Anak Cabang dan Pimpinan Cabang, mudah-mudahan menjadi catatan kita semua akan mempermudah jalan menuju surga Allah SWT,” harapnya.

Hadir Pula mewakili Ketua PWNU Jawa Tengah KH Mandzur Labib selaku Wakil Ketua PWNU memberikan kesan bahwa Organisasi di Nahdlatul Ulama yang paling mandiri adalah Muslimat NU, karena Badan Otonom Muslimat NU dapat mengelola keuangan dengan baik, semoga ibu-ibu Muslimat NU terus diberikan kesehatan dan kekuatan untuk terus berjuang memajukan Nahdlatul Ulama melalui kegiatan Ibu-ibu.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Tausiyah dalam rangka peringatan Harlah Muslimat NU ke-77  oleh Gus Miftah Maulana Habiburrahman dengan diiringi Lantunan Gamelan Satria Laras pimpinan Ki Haryo Enthus Susmono.

Pewarta: A’isy Hanif Firdaus (LTN NU Kabupaten Brebes)

Ahli Waris Kecewa, Tidak Diterima DPRD Jabar Audiensi Sejak 2020

0

Bandung, aswajanews.id. Semestinya, bilamana masyarakat hendak mengadu kepada waklilnya di lembaga legislatif, seharusnya diterima dengan baik untuk menyerap aspirasinya. Jangan hanya menjelang pemilu, para caleg menemui masyarakat untuk mendapatkan suara, tetapi setelah duduk di legislatif malah tidak berkenan ditemui masyarakat.

Hal seperti itulah yang dialami ahli waris sebidang tanah di Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, dan tanah itu masih tercatat dalam Buku Letter C Desa Sukamanah. Sejak tahun 2020, Agus Sumarna, S.H., M.H., selaku kuasa hukum ahli waris telah mengajukan permohonan Audiensi kepada Pimpinan DPRD Jawa Barat, namun belum pernah ditanggapi. Hal itu disampaikan Agus Sumarna kepada aswajanews di kantornya di Bandung, Kamis (8/6).

Menurut keterangan Agus, kliennya adalah anak kandung dan ahli waris dari Neneng Sastramidjaja yang merupakan pemilik beberapa bidang tanah milik adat Persil Nomor 315, 316, 317 dan 332 semuanya dengan Kelas D.IV Kohir C No.1530 seluruhnya seluas 18,5 Hektar terletak di Desa Sukamanah, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung dan masih tercatat dalam Buku Letter C Desa Sukamanah atas nama Neneng Sastramidjaja.

Agus menjelaskan, tanah milik almarhum Neneng Sastramidjaja itu, telah dikuasai dan dimanfaatkan oleh Balai Pengembangan Benih Kentang, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang terletak di Desa Sukamanah Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung.

Agus mengatakan, berdasarkan penelusuran ahli waris diperoleh data dan fakta, bahwa penguasaan dan pemanfaatan Balai Pengembangan Benih Kentang atas tanah persil-persil tesebut ternyata tidak didasarkan peralihan hak yang sah, karena tidak dilakukan melalui pembelian atau pelepasan hak dari Neneng Sastramidjadja sebagai pemilik sah tanah, akan tetapi melalui pembelian yang tidak sah dari para penggarap tanah, yang bernama Ojak, Maman dan Surya yang nota bene bukan pemilik tanah dan hanya sekedar dulunya dipekerjakan oleh Neneng Sastramidjaja untuk mengurus dan menggarap tanah persil-persil tersebut.

Untuk mencari solusi atas permasalahan itu, ahli waris Neneng Sastramidjadja melalui kuasa hukumnya berusaha meminta kesediaan Ketua DPRD Jawa Barat untuk audiensi, kemudian mencari jalan keluar, karena dalam persoalan ini ahli waris sebagai masyarakat berhadapan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Dinas Pertanian Tanaman Pangan – Balai Pengembangan Benih Kentang.

Para ahli waris tanah bermasalah itu dan kuasa hukumnya sangat berharap, kiranya ketua DPRD Jawa Barat berkenaan menerima pihaknya untuk audiensi, agar solusi atas pemasalahan segera diperoleh, dan yang berhak mendapatkan hak-haknya.

(pelitaindonews).

Kapolres Simalungun Menerima Penghargaan dari KPA

0
Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak menyerahkan penghargaan kepada Kapolres Simalungun AKBP Ronald Sipayung dan Waka Polres Simalungun

PEMATANG SIANTAR (aswajanews.id) – Kunjungan Kerja (Kunker) Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak (KPA) ke Kabupaten Simalungun dari tanggal 05-08 Juni 2023. Kunker hari pertama mengunjungi Mapolres Simalungun di Pematang Raya, Selasa (6/6/2023).

Dalam kesempatan kunjungan ke Mapolres Samalungun diterima Kapolres Simalungun AKBP Ronald Sipayung, S.IK, SH  MH didamping Waka Polres Simalungin dan  Opsnal Sat- Reskrim AKP Lumban Sirait mewakili Kasat Reskrim dan didampimgi oleh Kadis PPPA Simalungun.

Setelah mendapat informasi mengenai penanganan kasus pelanggaran hak anak dan penegakan hukumnya Kunker juga mendapat kesempatan bertemu tersangkah kasus Pembantaian keji terhadap seorang Bidan dan anaknya berusia 12 tahun dan seorang pelaku kejahatan seksual terhadap anak usia 16 tahun di Simalungun.

Dalam kesempatan itu Arist Merdeka mendapat kesempatan untuk menggali motif dan latarbelakang  kejadian kepada pelaku pembantaian ibu dan anak.

Diperoleh keterangan dari pelaku bahwa pembantaian itu dikakukan sangat keji dan sadis. Ibu yang berprofesi sebagai bidan dibantai sangat kejim dengan motif perampokan dan untuk menghilangkan jejak pembunuhan lalu menghujamkan pisau ke tubuh anak  usia 12 tahun secara berulang hingga meninggal ditempat, demikian dengan kasus kejahatan seksual terhadap seorang putri remaja usia 14 tahun.

“Saat ini kedua pelaku sudah diamankan di Mapolres Simalungun untuk dimintai pertanggungjawaban hukumnya,” jelas Arist

Masih menurut keterangan Arist Merdeka putra Siantar Porsea ini, dengan kerja keras Polres Simalungun mengungkap kasus pembantaian ibu dan anak serta kasus Narkoba dan kejahatan Sesual terhadap anak serta penanganan cepat terhadap 62 kasus pelanggaran hak anak sejak awal tahun 2023 memberikan Penghargaan dan apresiasi kepada Kapolres dan Waka Polres beserta Kasat Reskrim dan opsnal Penyidik Unit PPA dan Jantranas Polres Simalungun.

Hasil dari Kunker Komnas Perlindungan anak pada hari Ketiga, dibagikan kepada Kapoldasu untuk mendapat arahan sebagai tindaklanjut aksi bersama memutus mata rantai kejahatan dan pelanggaraan hak anak di Sumit, demikian penjelasan Arist kepada sejumlah media, Rabu (07/06) di Pematang Raya.

Kunker Komnas Perlindungan Anak berikut akan dilakukan pada Minggu ketiga dan keempat bulan Juni Tahun 2023 Ke Polres Labuhanbatu dan Bupati Labuhanbatu Utara dan Polres Toba dan Pemkab Toba. *(Elisa Nurasri/Red)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts