Google search engine
Beranda blog Halaman 13

MATAMUDA MTs Ma’arif NU 1 Brebes Tanamkan Karakter, Disiplin, dan Kepedulian Sosial kepada Murid Baru

0

BREBES (Aswajanews.id) – MTs Ma’arif NU 1 Brebes sukses menyelenggarakan kegiatan MATAMUDA (Masa Ta’aruf Murid Madrasah) selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis, 13–16 Juli 2026, di lingkungan madrasah. Kegiatan ini menjadi momentum bagi para murid baru untuk mengenal lingkungan sekolah, budaya madrasah, serta berbagai program pendidikan dan pengembangan karakter.

Kepala MTs Ma’arif NU 1 Brebes, Abdul Mufti, S.Pd.I., mempercayakan pelaksanaan kegiatan tersebut kepada Nurhidayah, S.Pd.I. sebagai Ketua Panitia MATAMUDA.

Nurhidayah menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan MATAMUDA dirancang secara edukatif, inspiratif, dan menyenangkan agar para murid baru dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan madrasah.


Adapun materi dan kegiatan yang diberikan selama MATAMUDA meliputi:

  • Pengenalan visi dan misi madrasah oleh Kepala MTs Ma’arif NU 1 Brebes, Abdul Mufti, S.Pd.I.;
  • Pengenalan sarana dan prasarana serta wawasan wiyata mandala oleh Wakil Kepala Bidang Sarana Prasarana, Drs. Moh. Ardi;
  • Pengenalan kegiatan pembelajaran oleh Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Syarif Hidayatullah, S.Pd.I.;
  • Pengenalan kegiatan keagamaan oleh Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Roidin, S.Pd.I.;
  • Edukasi mengenai pencegahan perundungan (bullying), kekerasan, tata tertib madrasah, dan pola hidup sehat oleh para guru;
  • Demonstrasi berbagai kegiatan ekstrakurikuler, meliputi Pramuka, PMR, TONSUS/PBB, Pencak Silat, Hadrah, Seni Musik, dan Paduan Suara;
  • Jalan sehat dan bakti sosial kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Pasarbatang, Sigambir, dan sekitarnya;
  • Pembagian doorprize kepada peserta jalan sehat;
  • Penanaman pohon bersama sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan; serta
  • Pelaksanaan salat Zuhur berjamaah.

Kepala MTs Ma’arif NU 1 Brebes, Abdul Mufti, S.Pd.I., berharap seluruh rangkaian MATAMUDA mampu memberikan bekal awal yang baik bagi para murid baru.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap para murid dapat menambah wawasan dan pengetahuan, mengembangkan kreativitas, menyalurkan minat dan bakat, memahami tata tertib madrasah, membiasakan disiplin, peduli terhadap kebersihan lingkungan, serta memiliki rasa empati dan kepedulian sosial terhadap sesama yang membutuhkan,” ujarnya.

Dengan mengusung semangat pendidikan yang berkarakter, MTs Ma’arif NU 1 Brebes berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang religius, aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh peserta didik sejak hari pertama mereka menginjakkan kaki di madrasah. (Red)

Monitoring dan Evaluasi Dana Desa Tahap I 2026 di Desa Beduyut, Kecamatan Bangodua Berjalan Lancar

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Pemerintah Kecamatan Bangodua melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Dana Desa Tahap I Tahun Anggaran 2026 di Desa Beduyut, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Kamis (16/7/2026). Kegiatan berlangsung di Kantor Desa Beduyut sebagai bagian dari upaya memastikan pengelolaan Dana Desa berjalan sesuai ketentuan.

Tim Monitoring dan Evaluasi Kecamatan dipimpin oleh Kasi Tata Pemerintahan (Tapem) Anton Sinugroho, ST., didampingi Plt. Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kecamatan Bangodua Ahmad Isa, S.S.IP., bersama staf kecamatan Taryono, SH., Didi Rusnadi, Masta, anggota Binwil Satpol PP Kecamatan Bangodua Yolis Agus Figianto, serta dihadiri Kepala Desa Beduyut, Daryana.

Kegiatan monev bertujuan menilai dan memastikan penggunaan Dana Desa Tahap I telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, baik dari sisi administrasi maupun pelaksanaan fisik. Evaluasi dilakukan dengan mengedepankan prinsip efektivitas, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas melalui pemeriksaan dokumen perencanaan serta realisasi anggaran.

Kepala Desa Beduyut, Daryana, menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan tata kelola Dana Desa agar tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami menyambut baik kedatangan tim monev dari Kecamatan. Ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mendapatkan arahan dan evaluasi demi perbaikan ke depan. Kami pastikan bahwa penggunaan Dana Desa tahap pertama ini dilakukan sesuai perencanaan yang telah ditetapkan bersama masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Tapem Kecamatan Bangodua, Anton Sinugroho, ST., menjelaskan bahwa fungsi monitoring dan evaluasi tidak hanya sebatas pengawasan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan bagi pemerintah desa agar semakin memahami tata kelola pemerintahan yang baik.

Menurutnya, kegiatan monitoring dan evaluasi merupakan instrumen penting untuk memastikan Dana Desa benar-benar dimanfaatkan bagi pembangunan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui evaluasi yang dilakukan secara menyeluruh, setiap program diharapkan mampu memberikan dampak positif sekaligus mendukung percepatan pembangunan di tingkat desa.

Dengan adanya kegiatan tersebut, Pemerintah Desa Beduyut diharapkan semakin solid dalam menjalankan program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang bersumber dari Dana Desa. Hasil evaluasi juga menjadi bahan perbaikan agar seluruh kegiatan tetap berjalan sesuai prinsip tata kelola pemerintahan desa yang baik.

Plt. Kasi PMD Kecamatan Bangodua, Ahmad Isa, S.S.IP., menambahkan bahwa monitoring dan evaluasi merupakan agenda rutin pemerintah kecamatan untuk menjaga pengelolaan Dana Desa tetap tertib, transparan, dan akuntabel.

Ia menegaskan, ketertiban administrasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran proses penyaluran Dana Desa.

“Administrasi yang tertib menjadi salah satu kunci agar proses pencairan Dana Desa dapat berjalan lancar tanpa kendala,” katanya.

(Prapto/Herman Tongol)

MPLS SDN Legok II Berlangsung Meriah, Murid Baru Disambut Tarian dan Makan Bersama

0

TANGERANG (Aswajanews.id) – Hari pertama masuk sekolah yang bertepatan dengan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Legok II berlangsung meriah dan penuh kehangatan, Senin (13/7/2026). Kegiatan yang digelar di halaman SDN Legok II, Jalan Jaya Ningrat, Kampung Manuntung, Kelurahan Babakan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, ini mengusung tema “Selamat Datang Murid Baru SDN Legok II” sebagai bentuk penyambutan bagi peserta didik baru Tahun Ajaran 2026/2027.

Suasana semakin semarak dengan penampilan tarian penyambutan dari para siswa kelas atas yang berhasil menghibur para murid baru beserta orang tua. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala SDN Legok II, Odin Mahrodin, S.Pd., jajaran dewan guru, tenaga kependidikan, siswa, serta para wali murid kelas 1.

Rangkaian acara dilanjutkan dengan perkenalan seluruh guru kepada para peserta didik baru. Masing-masing guru memperkenalkan diri, tugas, serta memberikan gambaran mengenai kegiatan belajar selama MPLS. Langkah ini dilakukan agar para siswa lebih cepat mengenal lingkungan sekolah dan merasa nyaman menjalani hari-hari pertama di bangku sekolah dasar.

Momen yang paling menarik adalah sesi perkenalan murid baru kelas 1. Didampingi wali kelas, satu per satu siswa maju ke depan untuk menyebutkan nama dan alamatnya. Tepuk tangan meriah dari kakak kelas dan para guru membuat suasana semakin hangat serta membantu menumbuhkan rasa percaya diri anak-anak.

Dalam sambutannya, Kepala SDN Legok II, Odin Mahrodin, S.Pd., menegaskan bahwa pelaksanaan MPLS di sekolahnya mengedepankan pendekatan yang edukatif, ramah, dan menyenangkan.

“Kami ingin anak-anak merasa nyaman dan bahagia sejak hari pertama. Sekolah ini adalah rumah kedua. Mari kita ciptakan lingkungan belajar yang aman, ramah, dan penuh kasih sayang agar anak-anak bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal,” ujarnya.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh murid baru diajak makan bersama dengan para guru. Kegiatan tersebut bertujuan menanamkan nilai kebersamaan, kekeluargaan, serta melatih kemandirian sejak dini. Suasana akrab tampak mewarnai momen tersebut ketika para siswa menikmati hidangan sambil berkenalan dengan teman-teman barunya.

Dengan berakhirnya kegiatan makan bersama, pelaksanaan hari pertama MPLS SDN Legok II resmi ditutup. Pihak sekolah berharap seluruh peserta didik baru dapat lebih cepat beradaptasi dengan lingkungan sekolah sehingga siap memulai proses belajar dengan penuh semangat pada tahun ajaran baru.

(Nana S)

Tembus Rp70 Juta dalam 3 Hari, Lembaga Wakaf MES Bersama BI dan Dompet Dhuafa Dorong Pertanian Pesisir

0

PEKALONGAN (Aswajanews.id) – Masalah banjir rob yang melanda kawasan pesisir Kota Pekalongan hampir sepanjang tahun tidak hanya merendam pemukiman, tetapi juga menjadi kendala serius bagi ketersediaan lahan pertanian dan produksi padi lokal. Merespons tantangan tersebut, Lembaga Wakaf PD MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) Pekalongan mengambil langkah strategis dengan menggandeng Bank Indonesia (BI) dan Dompet Dhuafauntuk mendorong program pertanian pesisir melalui inovasi Wakaf Benih Padi Salin.

Langkah kolaboratif ini terbukti mendapatkan sambutan luar biasa dari masyarakat. Hanya dalam kurun waktu tiga hari pelaksanaan, tanggapan publik begitu masif hingga dana wakaf uang yang terkumpul hampir menyentuh angka Rp70 juta.

Sinergi Strategis Selamatkan Sawah Pesisir

Program yang diinisiasi dalam rangkaian kegiatan pada 10–12 Juli 2026 di Kota Pekalongan ini dirancang khusus untuk membantu para petani di kawasan pesisir yang kerap mengalami gagal panen akibat intrusi air laut. Melalui wakaf produktif ini, dana yang terhimpun dikonversikan menjadi pengadaan benih padi salin—varietas padi yang terbukti toleran dan mampu tumbuh optimal di lahan berkadar salinitas tinggi akibat rob.

Kerja sama dengan Bank Indonesia selaku fasilitator ekonomi syariah dan Dompet Dhuafa sebagai lembaga filantropi profesional, menjadi kunci utama kuatnya integrasi program ini dari hulu ke hilir. Langkah ini juga didukung penuh oleh seluruh stakeholders wakaf di Kota Pekalongan demi terciptanya ekosistem pertanian yang berkelanjutan.

Inovasi Pengumpulan: Integrasi Wakaf Digital dan Festival Publik

Keberhasilan pengumpulan dana yang berjalan sangat progresif ini tidak lepas dari strategi penghimpunan yang kreatif dan inklusif. Lembaga Wakaf MES Pekalongan menerapkan metode wakaf digital yang dikombinasikan dengan berbagai aktivitas kemasyarakatan yang menarik perhatian warga lintas generasi.

Penghimpunan ini menjadi bagian dari kemeriahan Festival Bubur Suro dan Festival Ekonomi Syariah “Syafaat” 2026. Berbagai kegiatan menarik dihadirkan untuk menarik minat donatur sekaligus mengedukasi masyarakat tentang kemudahan berwakaf uang, di antaranya:

Kicau Mania Wakaf – Kompetisi seni suara burung yang disisipi pesan-pesan edukasi wakaf.

Jalan Sehat & Kuis Interaktif – Mengajak masyarakat bergerak sehat sekaligus mengasah literasi keuangan syariah.

Aksi Sosial – Layanan donor darah serta pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat luas.

Optimisme Melampaui Target

Melihat antusiasme warga yang begitu tinggi selama tiga hari, alhamdulillah pengumpulan dana wakaf tunai  melampaui target awal yang telah ditetapkan.

Melalui kombinasi antara kemudahan teknologi digital, pendekatan festival yang menyentuh akar rumput, serta solusi nyata bagi masalah rob di Pekalongan, gerakan ini membuktikan bahwa wakaf produktif mampu menjadi solusi konkret atas persoalan sosial dan ketahanan pangan di wilayah pesisir. (Kontributor: Yusuf)

Kolaborasi Ciamik! Ketika Tradisi Bubur Suro Bertemu Modernitas Ekonomi Syariah di SYAFAAT 2026

0

KRAPYAK, PEKALONGAN (Aswajanews.id) — Apa jadinya kalau kehangatan tradisi lokal yang sudah turun-temurun dipadukan dengan akselerasi ekonomi digital berbasis syariah? Jawabannya ada di SYAFAAT (Syafaat dan Festival Bubur Suro 2026) yang sukses menggebrak Lapangan Leo, Krapyak, pada 10–12 Juli 2026 kemarin.

Event kolaborasi ciamik yang diinisiasi oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal, Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), dan Pemerintah Kota ini berhasil menjadi magnet luar biasa bagi ribuan warga. Bukan sekadar perayaan budaya, festival tahun ini tampil dengan upgrade level yang bikin geleng-geleng kepala

Tradisi Naik Kelas: Dari 3.000 Menjadi Kirab 5.000 Takir Bubur Suro!

Jika tahun-tahun sebelumnya perayaan Bubur Suro di Krapyak berjalan sederhana, edisi ke-7 tahun 2026 ini benar-benar memecahkan rekor antusiasme warga. Puncak acara ditutup secara estetik dengan kirab gunungan 5.000 takir Bubur Suro yang diarak dari Kantor Kelurahan Krapyak menuju Lapangan Leo.

Momen ikonik saat Kepala BI Tegal dan Wakil Wali Kota Pekalongan membagikan langsung bubur ini menjadi perbincangan hangat di jagat TikTok dan Instagram. Nilai kebersamaan dan sedekah tradisional ini dirawat dengan begitu rapi dan tertib. Bahkan, festival ini kini sedang didorong kuat untuk masuk sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia!

Ketika Scan QRIS dan Wakaf Digital Menembus Batas Lapangan Kampung

Sisi paling menarik dari SYAFAAT 2026 adalah bagaimana BI Tegal menyelipkan edukasi keuangan syariah modern di tengah-tengah pasar rakyat. Diikuti oleh 76 stan UMKM, pengunjung tidak lagi repot mencari uang kembalian. Mulai dari membeli kuliner tradisional hingga berburu batik kerajinan, semua sudah menerapkan transaksi digital.

Bukan sekadar belanja biasa! Lewat agenda Jalan Sehat SYAFAAT 2026, ribuan warga lokal diajak melek literasi keuangan, memahami esensi wakaf produktif, serta langsung mempraktikkan pembayaran nontunai menggunakan QRIS.

Pintu Gerbang Menuju Panggung Nasional dan Global

Ketua MES Pekalonga  Andy Arslan Djunaid  menegaskan bahwa Festival Bubur Suro ini punya potensi besar untuk dikemas secara masif agar dikenal di kancah nasional. Tak main-main, BI Tegal juga menjadikan SYAFAAT 2026 ini sebagai bagian resmi dari Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) regional, yang nantinya bermuara pada perhelatan akbar Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta.

Melalui kolaborasi manis ini, perayaan tradisional tidak lagi dipandang kuno. Bubur Suro sukses menjadi motor penggerak ekonomi, wadah pemberdayaan UMKM, sekaligus bukti nyata bahwa syiar ekonomi syariah bisa membumi lewat jalur budaya. (Kontributor: Yusuf)

BPKP Menang Sengketa Informasi, Komisi Informasi Jabar Perintahkan Diskominfo Kota Bandung Buka Data Anggaran Kemitraan Media

0

BANDUNG (Aswajanews.id) – Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat mengabulkan permohonan sengketa informasi publik yang diajukan Badan Pemantau Kebijakan Publik (BPKP) terhadap Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung.

Putusan tersebut dibacakan dalam sidang sengketa informasi publik dengan agenda pembacaan putusan pada Rabu (15/7/2026), yang tercatat dalam Register Nomor 3266/K-A19/PSI/KI-JBR/III/2026.

Dalam amar putusannya, Majelis Komisioner Komisi Informasi Jawa Barat memerintahkan Termohon, yakni Diskominfo Kota Bandung, untuk menyerahkan salinan dokumen informasi publik yang dimohonkan kepada Pemohon paling lambat tiga hari sejak putusan dibacakan.

Informasi yang dimohonkan BPKP meliputi:

  • Rincian anggaran kemitraan media Tahun Anggaran 2024–2025, termasuk total pagu anggaran (DPA) dan realisasi anggaran pada setiap subkegiatan atau pos belanja terkait.
  • Daftar media yang menerima anggaran kemitraan, mencakup nama media, bentuk kerja sama, serta nilai kontrak atau alokasi anggaran yang diterima masing-masing media.
  • Informasi mengenai mekanisme transparansi serta kriteria penetapan media sebagai mitra kerja sama pemerintah.

Ketua Umum BPKP, A. Tarmizi, S.E., menyampaikan apresiasi atas putusan Majelis Komisioner Komisi Informasi Jawa Barat yang mengabulkan permohonan organisasinya.

“Kami mengapresiasi putusan Majelis Komisioner Komisi Informasi Jawa Barat. Namun hingga saat ini kami belum menerima salinan putusan maupun dokumen yang menjadi objek permohonan informasi. Karena itu kami belum dapat memberikan komentar lebih jauh mengenai substansi putusan tersebut,” ujar A. Tarmizi.

Ia menegaskan, setelah salinan putusan dan seluruh dokumen diterima, BPKP akan melakukan kajian secara internal sebelum menentukan langkah hukum berikutnya.

“Setelah seluruh dokumen kami terima, kami akan menggelar rapat internal pengurus untuk melakukan kajian. Apabila dokumen yang diberikan tidak sesuai dengan amar putusan atau tidak memenuhi permohonan informasi yang kami ajukan, maka kami akan menempuh upaya hukum lanjutan melalui gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN),” tegasnya.

Menurut BPKP, putusan tersebut menjadi pengingat bahwa keterbukaan informasi publik merupakan kewajiban setiap badan publik sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan. Transparansi penggunaan anggaran, termasuk anggaran kemitraan media, dinilai penting sebagai bagian dari akuntabilitas pengelolaan keuangan negara maupun daerah.

BPKP juga menegaskan akan terus mengawal pelaksanaan putusan Komisi Informasi Jawa Barat agar hak masyarakat dalam memperoleh informasi publik dapat terpenuhi sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

(Red)

Proyek Jalan Tembaga Rp3,3 Miliar Disorot, Dugaan Pelaksanaan Tak Sesuai Standar Teknis Mengemuka

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Proyek rehabilitasi Jalan Tembaga Raya di Kabupaten Indramayu dengan nilai anggaran Rp3.356.205.000 dari APBD Tahun 2026 kembali menjadi sorotan. Sejumlah ruas beton pada proyek tersebut terlihat mengalami keretakan dan patah di beberapa titik berdasarkan hasil pantauan tim media di lokasi pada Rabu (15/7/2026).

Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa proses pelaksanaan pekerjaan tidak memenuhi standar teknis. Sejumlah pihak menilai kerusakan beton diduga dipengaruhi oleh proses pemadatan yang kurang maksimal, serta lemahnya pengawasan selama pekerjaan berlangsung.

Ketua WN 88 Indramayu, Ahmad Nur Irsyad, mengaku telah melakukan konfirmasi langsung kepada konsultan pengawas yang berada di lokasi dan mengaku bernama Fikri.

Menurut Irsyad, saat ditanya mengenai spesifikasi teknis, khususnya jarak pemasangan besi dowel, konsultan pengawas tersebut tidak dapat memberikan penjelasan karena mengaku tidak membawa gambar kerja.

“Saya konfirmasi langsung kepada Fikri sebagai konsultan pengawas. Saat ditanya mengenai jarak pemasangan besi dowel, dia tidak bisa menjawab dengan alasan tidak membawa gambar kerja. Menurut saya, hal itu sangat tidak profesional,” ujar Irsyad.

Irsyad juga mengaku menduga pemasangan besi dowel memiliki jarak yang cukup panjang. Selain itu, selama berada di lokasi pekerjaan, ia mengaku tidak melihat penggunaan concrete vibrator, alat yang lazim digunakan untuk memadatkan beton agar tidak menimbulkan rongga yang dapat memengaruhi kekuatan struktur.

Ia juga mempertanyakan keberadaan sejumlah peralatan pendukung lainnya, seperti wheel loader maupun crane on track berkapasitas 10–15 ton, yang menurutnya seharusnya tersedia apabila memang tercantum dalam kebutuhan pelaksanaan pekerjaan.

Seorang pengamat konstruksi yang enggan disebutkan namanya dan hanya berinisial I menilai penggunaan concrete vibrator merupakan bagian penting dalam pekerjaan pengecoran beton.

“Concrete vibrator harus tersedia dan digunakan sesuai fungsinya karena sangat berpengaruh terhadap kepadatan, mutu, dan keutuhan beton,” katanya.

Proyek rehabilitasi Jalan Tembaga Raya tersebut berada di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Indramayu, dikerjakan oleh CV Sigit Putra, dengan pengawasan dari Lima Benua Consultant.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Sigit Putra, Lima Benua Consultant, maupun Dinas PUPR Kabupaten Indramayu belum memberikan tanggapan atas sejumlah dugaan tersebut. Upaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait masih terus dilakukan guna memperoleh penjelasan dan klarifikasi. (Tim)

SMAN 1 Terisi Resmi Buka MPLS Pancawaluya 2026, Amanat Gubernur Jabar Tekankan Lima Karakter Luhur

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – SMAN 1 Terisi, Kabupaten Indramayu, resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pancawaluya 2026 di halaman sekolah, Rabu (15/7/2026). Kegiatan pembukaan berlangsung khidmat dan dihadiri unsur pemerintah, Forkopimcam, serta seluruh warga sekolah.

Pembukaan MPLS tahun ini dilakukan secara resmi oleh Kepala UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah I Bogor, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat, Dandhi Sundhani, S.H., yang hadir mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimcam Kecamatan Terisi, di antaranya Camat Terisi atau perwakilannya, Kapolsek Terisi, Danramil Terisi, Komite Sekolah, dewan guru, serta seluruh peserta didik baru kelas X.


Dalam sambutannya, Dandhi Sundhani membacakan amanat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengenai pelaksanaan MPLS bertema Pancawaluya, yang menitikberatkan pada pembentukan lima karakter luhur peserta didik.

“Pancawaluya artinya lima karakter luhur. Saya minta adik-adik jadikan MPLS ini sebagai awal pembentukan disiplin, religius, cerdas, mandiri, dan berakhlak mulia. Hindari bullying, tawuran, dan narkoba. Jadilah siswa yang membanggakan orang tua, sekolah, dan Jawa Barat,” tegasnya saat membuka kegiatan.

Ia juga mengajak seluruh sekolah di Jawa Barat untuk terus memperkuat pendidikan karakter yang selaras dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Terisi, Cahyudin, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa MPLS Pancawaluya 2026 diikuti oleh seluruh siswa baru kelas X dan akan berlangsung selama lima hari dengan konsep yang sepenuhnya edukatif.

“MPLS kami 100 persen edukatif, tanpa perpeloncoan. Fokus kegiatan adalah pengenalan lingkungan sekolah, kurikulum, ekstrakurikuler, serta penanaman nilai-nilai karakter Pancawaluya. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Disdik Provinsi Jawa Barat dan Forkopimcam Terisi yang telah hadir memberikan dukungan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, peserta MPLS menerima berbagai materi yang disampaikan oleh pihak sekolah bersama unsur Forkopimcam, meliputi:

  • Penanaman karakter Pancawaluya oleh Kepala Sekolah dan panitia MPLS.
  • Pencegahan kenakalan remaja serta tertib berlalu lintas oleh Kapolsek Terisi.
  • Wawasan bela negara dan pembinaan disiplin oleh Danramil Terisi.

Seluruh peserta didik baru tampak antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan. Semangat mereka semakin terasa saat bersama-sama meneriakkan yel-yel, “Saya Bangga Jadi Siswa Pancawaluya!”

Melalui pelaksanaan MPLS Pancawaluya 2026 ini, SMAN 1 Terisi berharap seluruh peserta didik baru mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, mengembangkan prestasi akademik maupun nonakademik, serta tumbuh menjadi generasi yang berkarakter kuat, disiplin, dan berakhlak mulia.

(Herman/Tongol)

Camat Kedokanbunder Resmi Buka MPLS Pancawaluya 2026 di SMAN 1 Kedokanbunder

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Camat Kedokanbunder, Roshadian, SH, secara resmi membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Pancawaluya 2026 di SMAN 1 Kedokanbunder, Kabupaten Indramayu, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah tersebut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kedokanbunder, di antaranya Kapolsek Kedokanbunder Ipda Eryana, Danramil Karangampel, Ketua Komite Sekolah, dewan guru, serta seluruh peserta didik baru kelas X.

Dalam sambutannya, Camat Roshadian mengapresiasi tema Pancawaluya 2026 yang diusung SMAN 1 Kedokanbunder sebagai upaya membentuk karakter peserta didik sejak awal memasuki lingkungan sekolah.

Menurutnya, Pancawaluya mencerminkan lima karakter luhur yang harus dimiliki para pelajar, yakni religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan berintegritas.

“Saya titip pesan kepada adik-adik siswa baru, jadilah siswa yang religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan berintegritas. Jauhi bullying, tawuran, dan narkoba. Banggakan orang tua serta nama baik SMAN 1 Kedokanbunder,” tegas Roshadian saat membuka kegiatan.

Ia juga mengajak seluruh peserta didik baru untuk memanfaatkan masa MPLS sebagai sarana mengenal lingkungan sekolah, para guru, serta teman-teman baru dengan semangat positif dan penuh kebersamaan.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Kedokanbunder, H. Abdur Ropiq, S.Pd.Kim, menegaskan bahwa pelaksanaan MPLS tahun ini berlangsung selama lima hari dengan mengedepankan nilai edukatif tanpa praktik perpeloncoan.

“Kami berkomitmen MPLS di SMAN 1 Kedokanbunder berlangsung 100 persen edukatif dan menyenangkan. Tidak ada senioritas. Fokus kegiatan adalah pengenalan visi dan misi sekolah, tata tertib, kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, serta pembentukan karakter peserta didik,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Forkopimcam Kedokanbunder yang telah hadir memberikan dukungan sekaligus pembekalan kepada para siswa baru.

Setelah acara pembukaan, peserta MPLS menerima sejumlah materi dari unsur Forkopimcam, meliputi pencegahan kenakalan remaja dan tertib berlalu lintas yang disampaikan Kapolsek Kedokanbunder, wawasan kebangsaan dan bela negara dari Danramil Karangampel, serta materi kesehatan remaja dan pencegahan bullying yang disampaikan pihak sekolah.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan yel-yel kebangsaan dan deklarasi “Saya Siswa Pancawaluya Anti Bullying” sebagai bentuk komitmen bersama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan.

Melalui semangat Pancawaluya 2026, SMAN 1 Kedokanbunder berharap seluruh peserta didik baru dapat tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekolah dan masyarakat.

(Herman/Tongol)

Kejari Kabupaten Bandung Tahan ASN Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Rp1,5 Miliar

0

KABUPATEN BANDUNG (Aswajanews.id) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bandung menahan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial S alias Solehudin terkait dugaan tindak pidana korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Barat Tahun Anggaran 2024 senilai Rp1,5 miliar. Tersangka diduga memanipulasi dokumen pengajuan hibah hingga menyebabkan kerugian negara sebesar nilai hibah tersebut.

Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Kabupaten Bandung, Wawan Kurniawan, didampingi Kepala Seksi Intelijen Akhmad Fakhri, mengungkapkan bahwa Solehudin merupakan Ketua Yayasan Anwarurohman Bandung Barat yang beralamat di Kampung Cilame, Desa Cinta Asih, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat.

Pada tahun 2024, yayasan tersebut memperoleh dana hibah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp1,5 miliar. Dana itu diajukan untuk pembelian lahan seluas sekitar 4.200 meter persegi sebagai perluasan area yayasan serta pembangunan tembok penahan tanah (TPT).

Namun, hasil penyidikan menemukan adanya dugaan manipulasi dokumen administrasi dalam proses pengajuan hibah. Profil kantor, gedung sekolah, tenaga pengajar hingga data peserta didik yang dicantumkan dalam proposal diduga menggunakan dokumen milik Yayasan Anwarurohman yang berbeda, sehingga seolah-olah Yayasan Anwarurohman Bandung Barat telah memiliki kegiatan belajar mengajar.

Penyidik juga menemukan bahwa sekitar 1.600 meter persegi dari lahan yang diajukan ternyata telah dibeli tersangka sejak tahun 2021. Lahan tersebut diduga kembali dibeli menggunakan dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa Barat pada tahun 2024.

Selain itu, saat Tim Bina Mental Spiritual (BMS) Bidang Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat melakukan verifikasi lapangan, tersangka diduga mengarahkan tim untuk meninjau lokasi yayasan lain dan mengakuinya sebagai kantor serta sekolah Yayasan Anwarurohman Bandung Barat.

Padahal, berdasarkan hasil penyidikan, Yayasan Anwarurohman Bandung Barat belum memiliki kantor, gedung sekolah, tenaga pengajar maupun peserta didik.

Dalam penyidikan juga terungkap bahwa Solehudin masih berstatus sebagai ASN yang menjabat Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat (Kasi PMD) Kecamatan Cipongkor, sehingga diduga terjadi penyalahgunaan kewenangan dalam proses pengajuan dan pertanggungjawaban dana hibah.

Menurut Wawan Kurniawan, laporan pertanggungjawaban penggunaan dana hibah juga diduga disusun menggunakan data milik Yayasan Anwarurohman tanpa izin maupun sepengetahuan pengurus yayasan tersebut, sehingga tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Berdasarkan hasil audit Inspektorat Provinsi Jawa Barat, dugaan penyimpangan tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp1,5 miliar.

Penyidik Kejari Kabupaten Bandung telah menetapkan Solehudin sebagai tersangka dan menahannya di Rumah Tahanan Kebon Waru, Bandung, sejak Senin (13/7/2026). Penyidikan masih terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat.

Atas perbuatannya, tersangka disangkakan melanggar Pasal 603 subsider Pasal 604 KUHP Baru, dengan ancaman pidana minimal 2 tahun dan maksimal 20 tahun penjara.

(Red)

Ketua Umum DPP FKDT Tekankan Pendataan Guru MDT Nasional sebagai Dasar Perjuangan Insentif

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPP FKDT), KH Lukman Hakim, menegaskan pentingnya pendataan guru Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) secara nasional sebagai langkah strategis dalam memperjuangkan kesejahteraan guru MDT, termasuk usulan pemberian insentif dari pemerintah.

Penegasan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada penutupan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) DPP FKDT yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta.

KH Lukman Hakim meminta seluruh Dewan Pengurus Wilayah (DPW) FKDT di Indonesia segera mengoordinasikan pendataan guru MDT secara berjenjang. Pendataan dimulai dari masing-masing MDT di tingkat desa, kemudian dihimpun oleh DPAC FKDT tingkat kecamatan, diteruskan ke DPC FKDT kabupaten/kota, hingga akhirnya direkap oleh DPW FKDT provinsi.

“Saya minta DPW FKDT se-Indonesia bisa menyukseskan pendataan guru MDT secara valid. Ini sangat penting karena akan menjadi data pokok pendukung pada saat pengajuan audiensi atau Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VIII dan Komisi X DPR RI. Berbicara di hadapan para pengambil kebijakan harus disertai data. Tanpa data, tentu tidak akan berdampak terhadap penganggaran,” tegas KH Lukman Hakim.

Menurutnya, pemerintah tidak mungkin mengalokasikan anggaran tanpa didukung data penerima yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, validitas data guru MDT menjadi fondasi utama dalam memperjuangkan kebijakan yang berpihak kepada para pendidik madrasah diniyah.

Sebelumnya, di hadapan Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH Nazaruddin Umar, KH Lukman Hakim menyampaikan bahwa perjuangan meningkatkan kesejahteraan guru MDT merupakan cita-cita besar yang akan terus diperjuangkan oleh FKDT.

Ia menegaskan tidak akan berhenti memperjuangkan insentif dan perhatian pemerintah terhadap guru-guru MDT di seluruh Indonesia. Dalam setiap kunjungan ke berbagai daerah, dirinya juga terus mendorong pemerintah daerah agar memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan para guru madrasah diniyah.

Selain itu, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU tersebut mengajak seluruh ustaz dan ustazah MDT di Indonesia untuk senantiasa mendoakan para pemimpin bangsa, baik di tingkat pusat maupun daerah, agar diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberpihakan terhadap peningkatan kesejahteraan guru MDT.

KH Lukman Hakim kembali menegaskan bahwa hasil pendataan nantinya akan menjadi database nasional guru MDTyang dimiliki FKDT. Oleh karena itu, seluruh Ketua DPW FKDT diminta mengawal proses pendataan hingga selesai agar menghasilkan data yang valid dan komprehensif.

Rapimnas DPP FKDT yang berlangsung pada 10–12 Juli 2026 tersebut diikuti seluruh Ketua dan Sekretaris DPW FKDT provinsi se-Indonesia. Selain membahas pendataan guru MDT, forum juga membahas persiapan Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) Tingkat Nasional yang akan digelar di Jakarta, serta pelaksanaan Pendidikan Kader Penggerak FKDT sebagai bagian dari penguatan organisasi. (Red)

Monev Dana Desa Tahap I 2026, Kecamatan Bangodua Pastikan Pengelolaan DD Desa Tegalgirang Tertib dan Akuntabel

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Pemerintah Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) penggunaan Dana Desa (DD) Tahap I Tahun Anggaran 2026 di Desa Tegalgirang, Selasa (14/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Plt. Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kecamatan Bangodua Ahmad Isa, S.S.IP., Kasi Tata Pemerintahan (Tapem) Anton Sinugroho, ST., Kepala Desa Tegalgirang Panji Kholifatullah, Pendamping Desa Wahyudi, serta perangkat desa.

Monev ini merupakan bagian dari fungsi pembinaan dan pengawasan Pemerintah Kecamatan Bangodua terhadap pelaksanaan program yang didanai melalui Dana Desa agar berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Tim Monev Kecamatan Bangodua melakukan pemeriksaan administrasi, evaluasi pelaporan, serta peninjauan langsung terhadap berbagai kegiatan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat yang telah direalisasikan pada Tahap I Tahun Anggaran 2026. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan kegiatan sesuai dengan perencanaan, spesifikasi teknis, serta regulasi yang berlaku.

Kasi Tapem Kecamatan Bangodua Anton Sinugroho, ST., menegaskan bahwa monitoring tidak semata-mata bertujuan melakukan pengawasan, tetapi juga sebagai bentuk pembinaan kepada pemerintah desa.

“Pengawasan bukan hanya evaluasi, tetapi juga upaya pembinaan agar desa mampu mengelola anggaran secara efektif, tepat sasaran, dan sesuai regulasi,” tegas Anton.

Ia berharap sinergi antara pemerintah kecamatan dan pemerintah desa terus terjalin sehingga seluruh program pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat dapat memberikan manfaat yang optimal.

“Monev menjadi langkah bersama untuk mewujudkan pengelolaan Dana Desa yang transparan, akuntabel, dan benar-benar berpihak kepada kepentingan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Plt. Kasi PMD Kecamatan Bangodua Ahmad Isa, S.S.IP., mengatakan bahwa monitoring dan evaluasi merupakan agenda rutin yang bertujuan menjaga tata kelola Dana Desa tetap tertib, transparan, dan akuntabel.

“Monev dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pengelolaan Dana Desa berjalan sesuai aturan serta siap memasuki proses pencairan tahap berikutnya,” ujarnya.

Menurut Ahmad Isa, ketertiban administrasi menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran penyaluran Dana Desa.

“Administrasi yang tertib menjadi salah satu kunci agar proses pencairan Dana Desa dapat berjalan lancar tanpa kendala,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Desa Tegalgirang Panji Kholifatullah memaparkan realisasi Dana Desa Tahap I Tahun 2026 yang mencakup berbagai program, di antaranya koordinasi penyelenggaraan pemerintahan desa, bantuan transportasi layanan kesehatan, bantuan kerawanan sosial, bantuan bagi anak yatim, serta penyelenggaraan PAUD, TK, TPA, TPQ, dan madrasah nonformal milik desa.

Selain itu, Dana Desa juga dimanfaatkan untuk pembayaran honor guru PAUD, tambahan honor guru TK, honor guru Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA), honor guru ngaji, penyelenggaraan Posyandu yang meliputi pemberian makanan tambahan (PMT), kelas ibu hamil, pelayanan lansia, insentif kader Posyandu, pengadaan sarana pengelolaan sampah, serta penyaluran Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD).

Kegiatan Monev diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa sekaligus memastikan setiap penggunaan Dana Desa memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Desa Tegalgirang.

(Prapto/Herman Tongol)

Delapan Perangkat Desa Rancasari Resmi Dilantik, Perkuat Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel dan Melayani

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Pemerintah Desa Rancasari, Kecamatan Bangodua, Kabupaten Indramayu, melantik dan mengambil sumpah jabatan delapan perangkat desa dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Aula Kantor Desa Rancasari, Selasa (14/7/2026).

Pelantikan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat tata kelola pemerintahan desa sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Acara dipimpin langsung oleh Kepala Desa Rancasari, Wamin, serta dihadiri Camat Bangodua Iim Nurahim, S.Sos., Sekretaris Kecamatan Bangodua Eko Febiyanto, S.IP., Kasi Tata Pemerintahan Anton Sinugroho, S.T., Plt. Kasi PMD Kecamatan Bangodua Ahmad Isa, S.S.IP., Kasi Trantibum Caskiyah, S.IP., perwakilan Kapolsek Tukdana Kasium Aiptu Wahyudin, unsur Koramil Bangodua, Kepala Desa Mulyasari Ayub, Kepala Desa Malangsari Casminto, Kepala Desa Beduyut Daryana, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta lembaga kemasyarakatan desa.

Prosesi diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Kepala Desa tentang pengangkatan perangkat desa, dilanjutkan pengambilan sumpah jabatan dan penandatanganan berita acara pelantikan.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Rancasari, Wamin, mengucapkan selamat kepada para perangkat desa yang baru dilantik. Ia berharap seluruh perangkat mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, serta mengutamakan kepentingan masyarakat.

“Mari bersama-sama mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang akuntabel dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” ujarnya.

Adapun delapan perangkat desa yang dilantik, yaitu:

  • Sanita – Kaur Keuangan
  • Yayan Paryanti – Kaur Tata Usaha dan Umum
  • Ismail – Kaur Perencanaan
  • Tonik Surasno – Kasi Pelayanan
  • Ahmad Fauzi – Kasi Kesejahteraan
  • Fiqi Dipri – Bekel I
  • Ali Murtado – Bekel II
  • Akmadi – Bekel III

Sementara itu, Camat Bangodua Iim Nurahim, S.Sos. berharap perangkat desa yang baru dilantik dapat mengemban amanah dengan sebaik-baiknya serta menjadi garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, keberadaan perangkat desa yang kompeten akan memperkuat kinerja pemerintahan desa sehingga mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, akuntabel, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Melalui pelantikan tersebut, Pemerintah Desa Rancasari diharapkan semakin optimal dalam menjalankan fungsi pemerintahan, pelayanan publik, serta mendorong percepatan pembangunan desa demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

(Prapto/Herman Tongol)

Matamuda MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa Resmi Dibuka, Wujudkan Generasi Bahagia, Cerdas, dan Religius

0

BREBES (Aswajanews.id) – Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda) Tahun Pelajaran 2026/2027 di MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, resmi dibuka pada Senin (13/7/2026). Kegiatan yang digelar di halaman madrasah berlangsung meriah, khidmat, dan penuh suasana keakraban.

Mengusung tema “Sehat, Aman, Nyaman, dan Menyenangkan”, Matamuda tahun ini dilaksanakan sesuai petunjuk teknis dari Kementerian Agama RI sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang ramah bagi peserta didik baru.

Kepala MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa, Akhmad Sururi, secara langsung membuka kegiatan sekaligus menyambut para murid baru. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh peserta didik untuk memulai perjalanan belajar dengan penuh semangat dan kebahagiaan.

Di hadapan 19 murid baru, Sururi mengumandangkan yel-yel khas madrasah, “MI Sirojut Tholibin, Bahagia, Cerdas, dan Religius.”

“Kita wujudkan MI Sirojut Tholibin yang bahagia pada pagi hari ini. Kalian seluruh murid baru harus bahagia dan bergembira, tidak boleh sedih. Dengan belajar tentu akan menjadi cerdas, karena sesungguhnya belajar adalah cara mengasah kecerdasan. Suasana religius akan menjadi warna kehidupan sehari-hari di MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa,” ujar Akhmad Sururi.

Ia juga menjelaskan bahwa pada Tahun Pelajaran 2026/2027, sebanyak 17 siswa kelas I berasal dari lembaga PAUD di wilayah Rengaspendawa Barat. Seluruh lulusan dari dua PAUD di wilayah tersebut melanjutkan pendidikan ke MI Sirojut Tholibin, sehingga total peserta Matamuda tahun ini mencapai 19 murid baru.

Kegiatan pembukaan turut dihadiri seluruh dewan guru MI Sirojut Tholibin, yaitu Wildan Hidayatullah, Fatmawati, Arifatul Farhah, Maskoni, Sulastri, dan Rizal Arfani, yang siap mendampingi peserta didik selama mengikuti rangkaian kegiatan pengenalan lingkungan madrasah.

Menjelang penutupan acara, perwakilan wali murid secara simbolis menandatangani berita acara penyerahan peserta didik baru kepada pihak madrasah sebagai bentuk kepercayaan dan komitmen bersama dalam mendidik generasi yang berkarakter.

Dengan semangat “Wujudkan Generasi Bahagia, Cerdas, dan Religius,” MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa berharap Matamuda menjadi langkah awal yang menyenangkan bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan madrasah sekaligus menumbuhkan semangat belajar, disiplin, dan akhlak mulia.

(Red)

Warga Dukuh Jeruk Sambut Gembira Jalan Cor Beton, Ucapkan Terima Kasih kepada Anggota DPRD Suhendri

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Warga Desa Dukuh Jeruk, Kecamatan Karangampel, menyambut antusias selesainya pembangunan jalan lingkungan berupa cor beton di Blok H. Bukhori. Infrastruktur tersebut dinilai membawa manfaat besar bagi masyarakat karena memperlancar mobilitas sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga.

Pembangunan jalan tersebut merupakan hasil aspirasi masyarakat yang diperjuangkan oleh Suhendri, Anggota DPRD Kabupaten Indramayu dari Fraksi PDI Perjuangan, Daerah Pemilihan (Dapil) II Indramayu.

Salah seorang warga, Aris, mengaku bersyukur jalan yang sebelumnya rusak, berlubang, dan becek saat musim hujan kini telah berubah menjadi jalan cor beton yang layak dilalui.

“Dulu kalau hujan jalannya becek, motor sering terpeleset. Sekarang sudah bagus dan nyaman dilalui. Terima kasih banyak kepada Pak Dewan Suhendri yang telah memperjuangkan pembangunan jalan kami,” ujarnya.

Ucapan senada disampaikan tokoh masyarakat setempat yang akrab disapa Wa Jenggot. Menurutnya, keberadaan jalan beton memberikan dampak positif terhadap aktivitas pertanian dan perekonomian warga.

“Sekarang petani lebih mudah mengangkut hasil panen. Waktu tempuh lebih cepat dan hasil panen tidak mudah rusak di perjalanan. Atas nama warga Dukuh Jeruk, kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pak Suhendri,” katanya.

Sementara itu, Suhendri mengatakan pembangunan infrastruktur desa menjadi salah satu prioritas yang terus diperjuangkannya sebagai wakil rakyat dari Dapil II Indramayu.

“Ini merupakan amanah dari masyarakat yang harus saya perjuangkan. Saya hanya memfasilitasi aspirasi warga agar pembangunan ini bisa segera terealisasi. Mudah-mudahan jalan beton ini dapat meningkatkan mobilitas masyarakat sekaligus mendorong kesejahteraan warga,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jalan yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang panjang.

Warga berharap pembangunan infrastruktur di Desa Dukuh Jeruk dapat terus berlanjut, terutama di sejumlah titik yang masih membutuhkan perbaikan jalan. Mereka menilai sinergi antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan, dan anggota DPRD menjadi faktor penting dalam mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah tersebut.

(Herman/Tongol)

Meneguk Sanad dari Jagalan, Jejak Keilmuan Salaf dan Arsitektur Masa Depan Al-Fadlu Kaliwungu

0

Bagi siapa saja yang pernah melintasi riuhnya jalur pantura Kendal lalu berbelok menuju pusat syiar Islam di Kaliwungu, nama Pondok Pesantren Al-Fadlu wal Fadhilah laksana oase spiritual yang tak pernah kering. Di sanalah, almarhum KH. Dimyati Rois atau yang dengan takzim karib disapa Abah Dim merajut sebuah epik besar. Beliau bukan sekadar ulama kharismatik yang namanya harum di panggung politik nasional atau jajaran tertinggi mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama. Lebih dari itu, Abah Dim adalah seorang arsitek peradaban pesantren yang berhasil mengawinkan ketajaman nalar kitab kuning, pancaran karomah spiritual, serta kemandirian hidup yang bersahaja yang kini mewujud hingga ke rekam jejak para alumninya di kancah global.

Keberkahan sebuah pesantren sering kali terpancar dari bagaimana sebuah keluarga mampu menjaga estafet keilmuan antargenerasi. Abah Dim, yang sejatinya lahir dari keturunan petani bersahaja di Tegal Glagah, Brebes, mempertautkan nasab keilmuannya dengan pusat spiritual Kaliwungu ketika beliau menyunting Nyai Hj. To’ah. Sang istri bukanlah sosok sembarangan, melainkan putri dari KH. Humaidillah Irfan, sang pemangku tonggak kejayaan Pondok Pesantren APIK Kaliwungu pada masanya. Pernikahan yang dilangsungkan pada awal tahun 1978 ini tidak hanya mempersatukan dua insan, melainkan mempertemukan dua aliran sungai keilmuan yang besar.

Dari rahim pernikahan suci ini, lahir sepuluh putra dan putri yang kini menjadi benteng-benteng pertahanan moral di Al-Fadlu. H. Fadlullah Dimyati Rois atau Gus Fadlu sebagai putra tertua kini memikul tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas kepemimpinan pesantren induk di Kampung Jagalan, meneruskan kharisma sang ayah dalam membimbing para santri senior. Sementara itu, almarhum H. Alamuddin Dimyati Rois menjadi sosok dinamis yang menorehkan tinta emas dengan menginisiasi berdirinya Pondok Pesantren Al-Fadlu 2 di Brangsong sebagai jawaban atas tantangan zaman modern. Bersama saudara-saudara kandung lainnya, baik para srikandi pondok maupun para putra lintas generasi, mereka membagi peran secara apik dalam mendalami perluasan bisnis mandiri pesantren, mengasuh cabang pendidikan formal, hingga madrasah diniyah.

Struktur keluarga besar ini laksana sebuah pohon rimbun yang akarnya tertanam kuat pada tradisi salaf Kaliwungu, sementara dahan-dahannya menjulur luas menyentuh ranah modernisasi, politik, dan ekonomi, membuat Al-Fadlu tetap relevan tanpa kehilangan jati diri.

Jika kita berjalan menyusuri lorong-lorong Al-Fadlu menjelang subuh atau selepas magrib, lamat-lamat akan terdengar dendang bait-bait Nazhom Alfiyah atau gumam pelan pembacaan kitab Fathul Qorib. Di sini, kitab kuning bukanlah benda mati yang dikeramatkan, melainkan entitas hidup yang dibedah dengan metodologi yang sangat disiplin namun adaptif.

Abah Dim membawa tradisi mengaji dari Lirboyo dan Lasem, lalu mengawinkannya dengan kekhasan lokal Kaliwungu. Sistem bandongan dan sorogan diperketat demi menekankan keabsahan syarah dan ketepatan tata bahasa nahu-shorof. Abah Dim terkenal sangat jeli, sepotong harakat yang keliru dibaca oleh santri tidak akan lolos dari telinga beliau, melatih santri untuk memiliki ketelitian tingkat tinggi dalam membaca teks Arab gundul. Menariknya, kitab kuning di Al-Fadlu selalu diturunkan ke bumi lewat konteks nyata. Ketika santri mempelajari bab muamalah mengenai jual beli dan ekonomi, mereka tidak sekadar berdiskusi teoretis di atas meja, melainkan diajak melihat bagaimana teori bagi hasil dipraktikkan langsung di lahan pertanian dan tambak udang milik pesantren. Pengajaran ini melahirkan santri yang tidak gagap saat berhadapan dengan realitas ekonomi masyarakat.

Di balik ketatnya disiplin ilmu, denyut nadi Al-Fadlu selalu dilingkupi oleh aura spiritual yang kental. Karomah sejati dari seorang Abah Dim jarang sekali mewujud dalam bentuk atraksi mistis yang menggelegar, melainkan hadir secara lamat-lamat dalam keseharian mengajar yang bersahaja. Banyak alumni mengingat kemampuan Abah Dim dalam membaca lintasan pikiran atau kasyaf.

Pernah suatu ketika dalam sebuah majelis besar kitab Fathul Mu’in, seorang santri duduk melamun di barisan belakang karena kiriman uang orang tuanya belum kunjung datang. Tanpa diduga, Abah Dim menghentikan bacaannya, menatap ke arah kerumunan, lalu berucap lirih bahwa urusan santri adalah mengaji dan tidak perlu mencemaskan uang karena Allah tidak pernah tidur. Karomah lainnya adalah perihal kemampuan beliau melipat waktu demi istikamah mengajar. Sebagai tokoh nasional dengan jadwal cukup sering di Jakarta, secara logika mustahil beliau bisa sampai di Kaliwungu sebelum subuh. Namun, para santri kerap mendapati Abah Dim sudah duduk tenang di pengimaman masjid tepat saat azan subuh berkumandang, dengan wajah yang segar tanpa jejak kelelahan perjalanan jauh. Bahkan saat dapur pondok kehabisan beras untuk memasak makan ratusan santri, ketenangan batin Abah Dim yang meminta pengurus memeriksa kembali gudang kosong sering kali berbuah keajaiban dengan hadirnya karung-karung beras baru tanpa ada yang tahu siapa pengirimnya. Bagi Abah Dim, urusan perut santri yang sedang menuntut ilmu adalah urusan Allah yang benderang.

Puncak pengakuan atas otoritas spiritual dan keilmuan Abah Dim di panggung nasional terpotret abadi dalam sejarah jam’iyah Nahdlatul Ulama. Pada perhelatan Muktamar ke-34 NU di Lampung akhir tahun 2021, Abah Dim terpilih sebagai salah satu anggota Ahlul Halli wal Aqdi atau AHWA. Luar biasanya, posisi istimewa ini beliau raih dengan mengantongi dukungan tertinggi di antara seluruh ulama sepuh yang diusulkan, yakni sebanyak 503 suara dari berbagai Pengurus Cabang dan Wilayah NU se-Indonesia. Perolehan suara tertinggi ini menjadi bukti sahih betapa seluruh lapis nahdliyin menaruh takzim dan kepercayaan mutlak atas jernihnya mata batin beliau untuk ikut menentukan nakhoda spiritual tertinggi (Rais Aam) PBNU. Kharisma bimbingan langit yang melekat pada diri Abah Dim inilah yang membuat fatwa-fatwanya selalu kokoh dan dipatuhi.

Kekuatan spiritual dan kemandirian itu pula yang beliau bawa saat menakhodai ranah siyasah atau politik. Sejak tahun 2018, Abah Dim mengemban amanah krusial sebagai Ketua Dewan Syuro DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), menggantikan kiai sepuh sebelumnya. Hingga pelaksanaan Muktamar PKB 2019 di Bali, seluruh utusan wilayah dan daerah secara bulat meminta beliau kembali menduduki jabatan tertinggi penentu garis perjuangan partai tersebut. Aktivitas Abah Dim sebagai Ketua Dewan Syuro bukanlah tentang ambisi kursi kekuasaan, melainkan tentang laku khidmat penjagaan moral politik. Ruang tamu kediaman beliau di Kaliwungu bertransformasi menjadi titik temu strategis di mana para elite politik nasional sowan untuk meminta dawuh, petunjuk, dan doa sebelum mengambil keputusan-keputusan besar bagi hajat hidup bangsa. Melalui posisi politik ini, Abah Dim berhasil menunjukkan bahwa seorang kiai murni bisa mengendalikan arah politik nasional tanpa harus kehilangan kesufiannya, menolak hidup dari belas kasihan proposal demi menjaga muruah sebuah partai santri.

Ketika tantangan zaman menuntut adanya ijazah formal, fondasi spiritual dan metode kitab kuning ini tidak dibuang, melainkan ditransformasikan secara presisi di Al-Fadlu 2 Brangsong melalui arsitektur manajemen kurikulum integratif yang sangat visioner. Al-Fadlu 2 melakukan ko-eksistensi kurikulum dengan menerapkan desain jadwal simetris yang membagi porsi otak santri secara adil. Waktu fajar hingga pagi sepenuhnya didedikasikan untuk sesi spiritual-salaf berupa madrasah diniyah dan setoran hafalan, sementara pagi hingga siang dialihkan ke mode sains dan teknologi melalui kurikulum nasional. Menjelang sore hingga malam, kurikulum diisi dengan integrasi praktik, bahasa asing, dan pendalaman ukhrawi. Uniknya, jurusan vokasi seperti teknik komputer atau otomotif diintegrasikan langsung dengan nilai-nilai fiqih muamalah, seperti konsep kejujuran akad kerja dan amanah. Unit-unit usaha mandiri seperti minimarket dan bengkel didirikan di lingkungan pondok agar santri dapat mempraktikkan ilmunya sekaligus memutar keuntungan untuk beasiswa operasional, meniru persis kemandirian ekonomi Abah Dim. Pola manajemen ini melahirkan standarisasi kelulusan ganda, di mana setiap lulusan menggenggam ijazah negara serta sertifikasi keahlian industri, sekaligus mengantongi syahadah sanad kitab kuning yang menjamin otoritas keagamaan mereka di masyarakat.

Buah dari konsistensi perpaduan ilmu salaf, berkah spiritual, dan ketajaman vokasi ini kini terpancar nyata pada rekam jejak para alumni Al-Fadlu yang tersebar luas di berbagai belahan dan lini kehidupan. Di kancah domestik, alumni Al-Fadlu tidak hanya mendominasi panggung dakwah siber dan pengasuh pondok pesantren baru, melainkan juga mewarnai jajaran birokrasi pemerintahan, teknokrat, hingga pengusaha mandiri yang tangguh di sektor agrobisnis. Tidak sedikit dari mereka yang menjadi motor penggerak ekonomi syariah dan pemberdayaan masyarakat di pedesaan, mereplikasi kemandirian finansial yang dicontohkan oleh Abah Dim. Sementara di kancah global, kepakan sayap alumni Al-Fadlu telah menjangkau universitas-universitas bergengsi di Timur Tengah. Di tanah rantau tersebut, mereka tidak hanya dikenal sebagai mahasiswa yang fasih berargumen dengan kitab-kitab klasik, melainkan juga adaptif terhadap kemajuan teknologi global. Perpaduan antara karomah spiritual Abah Dim yang tak kasat mata, rapinya manajemen kurikulum di Al-Fadlu 2, serta kiprah mendunia para alumninya membuktikan satu hal bahwa Pesantren Al-Fadlu tidak pernah berjalan mundur. Mereka menghormati masa lalu dengan menjaga tradisi para wali, namun mereka juga menguasai masa depan dengan ilmu pengetahuan mutakhir.

Kagem Abah Dim dan Gus Alam, Lahumal Fatihah

Salam, Andi Najmi Fuaidi

Proyek Jalan Kedaton–Purwajaya Rp2,9 Miliar Disorot, Dugaan Cacat Mutu dan Lemahnya Pengawasan Mencuat

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Pelaksanaan proyek Rekonstruksi Jalan Kedaton–Purwajaya Tahun Anggaran 2026 yang dibiayai melalui APBD Kabupaten Indramayu dengan nilai kontrak Rp2.906.164.655,52 menuai sorotan. Proyek yang dikerjakan CV. Arbi Bagus Sejahtera itu diduga tidak memenuhi spesifikasi teknis, khususnya pada pekerjaan lapis agregat leveling.

Berdasarkan hasil pantauan tim media di lokasi, ditemukan indikasi lapisan agregat tidak terhampar secara merata dan diduga belum dipadatkan secara optimal. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas konstruksi jalan dan mengurangi umur layanan sesuai perencanaan.

Ketua WN 88 Sub Unit 02 Indramayu, Ahmad Nur Irsyad, menyampaikan kekhawatirannya terhadap kualitas pekerjaan tersebut.

“Seperti yang terlihat di lapangan, agregatnya tidak rata, ada yang tebal dan ada yang tipis. Kalau dari awal pondasinya sudah seperti ini, kami khawatir umur jalan tidak akan sesuai dengan yang direncanakan,” ujarnya.

Selain kualitas pekerjaan, lemahnya pengawasan juga menjadi perhatian. Menurut Ahmad Nur Irsyad, konsultan pengawas seharusnya memastikan setiap tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai Rencana Kerja dan Syarat (RKS) serta gambar kerja.

“Kalau pengawas benar-benar menjalankan tugasnya, temuan seperti ini seharusnya sudah ditegur sejak awal. Jangan sampai dibiarkan hingga pekerjaan terus berjalan,” tegasnya.

Sementara itu, tim media telah berupaya meminta konfirmasi kepada Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Indramayu, Wimbanu, baik dengan mendatangi kantor maupun melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan maupun klarifikasi dari yang bersangkutan.

Belum adanya respons dari pihak terkait memunculkan pertanyaan mengenai transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek bernilai hampir Rp2,9 miliar tersebut.

Ahmad Nur Irsyad juga mendesak Inspektorat Kabupaten Indramayu dan BPK Perwakilan Jawa Barat untuk melakukan audit teknis terhadap proyek tersebut. Ia mengaku telah menyiapkan dokumentasi berupa foto dan video sebagai bahan laporan apabila diperlukan.

“Kami tetap memberikan ruang untuk hak jawab. Namun apabila tidak ada klarifikasi, kami akan melanjutkan laporan kepada aparat penegak hukum karena terdapat dugaan yang perlu ditelusuri lebih lanjut terkait potensi kerugian keuangan negara,” pungkasnya.

Hingga berita ini dipublikasikan, pihak pelaksana proyek maupun Dinas PUPR Kabupaten Indramayu belum memberikan tanggapan atas dugaan tersebut. Aswajanews.id tetap membuka ruang hak jawab dan klarifikasi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

(Herman/Tongol)

Bupati Jawab Sorotan Fraksi, DPRD Tasikmalaya Lanjutkan Pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

0

TASIKMALAYA (Aswajanews.id) – DPRD Kabupaten Tasikmalaya kembali menggelar Rapat Paripurna dengan agenda penyampaian jawaban Bupati Tasikmalaya atas pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tasikmalaya Tahun Anggaran 2025.

Rapat yang berlangsung di ruang sidang utama DPRD Kabupaten Tasikmalaya itu dihadiri pimpinan dan anggota DPRD dari seluruh fraksi, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Agenda tersebut merupakan lanjutan dari tahapan pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Dalam kesempatan itu, Bupati Tasikmalaya menyampaikan jawaban resmi pemerintah daerah atas berbagai masukan, kritik, saran, dan rekomendasi yang sebelumnya disampaikan fraksi-fraksi DPRD melalui pemandangan umum.

Tanggapan pemerintah mencakup sejumlah aspek, mulai dari pelaksanaan program pembangunan, realisasi anggaran, hingga efisiensi dan efektivitas pengelolaan APBD selama Tahun Anggaran 2025. Jawaban tersebut menjadi bahan penting sebelum pembahasan memasuki tahap yang lebih rinci antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Tahapan ini merupakan bagian dari mekanisme pembentukan peraturan daerah sekaligus pelaksanaan fungsi pengawasan dan penganggaran DPRD terhadap kinerja pemerintah daerah. Proses tersebut juga mencerminkan prinsip checks and balances antara lembaga legislatif dan eksekutif dalam pengelolaan keuangan daerah.

Sekretariat DPRD Kabupaten Tasikmalaya memastikan seluruh rangkaian rapat paripurna berjalan sesuai tata tertib dan mekanisme persidangan yang berlaku. Pembahasan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 diharapkan berlangsung secara transparan, akuntabel, serta menghasilkan kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

Rapat paripurna ini menjadi wujud komitmen bersama antara DPRD dan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik melalui proses pembahasan anggaran yang terbuka, bertanggung jawab, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(Nana S)

Kades Sukawera Lantik 4 Perangkat Desa Baru, Tekankan Integritas dan Pelayanan Prima

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Pemerintah Desa Sukawera, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, resmi melantik dan mengukuhkan empat perangkat desa baru dalam sebuah prosesi yang berlangsung khidmat di Balai Desa Sukawera, Senin (13/7/2026).

Pelantikan dipimpin langsung oleh Kepala Desa Sukawera, Ais Saepi, serta dihadiri perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Indramayu, Kepala Bidang Pemerintahan Desa Adang Kusumah, Camat Kertasemaya Andri Muhammad Shaleh beserta jajaran, Bhabinkamtibmas, Babinsa, para kuwu se-Kecamatan Kertasemaya, Ketua BPD, tokoh masyarakat, dan seluruh perangkat Desa Sukawera.

Adapun perangkat desa yang dilantik dan dikukuhkan, yakni:

  • Irvan Malikul Husna sebagai Sekretaris Desa (Sekdes);
  • Mila Sari Dewi sebagai Kepala Urusan (Kaur) Keuangan;
  • Taeniah sebagai Kaur Tata Usaha dan Umum;
  • Carwinih sebagai Kepala Dusun (Bekel).

Dalam sambutannya, Kepala Desa Sukawera Ais Saepi menegaskan bahwa jabatan perangkat desa merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, dedikasi, dan integritas.

“Selamat kepada perangkat yang baru dilantik. Amanah ini adalah kepercayaan masyarakat. Saya minta agar segera beradaptasi, meningkatkan pelayanan kepada warga, menjaga integritas, serta menjunjung tinggi netralitas. Mari bersama-sama membangun Desa Sukawera menjadi lebih maju,” tegasnya.


Sementara itu, Camat Kertasemaya Andri Muhammad Shaleh mengapresiasi proses penjaringan dan seleksi perangkat desa yang dinilai berlangsung secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia berharap para perangkat yang baru dilantik mampu menjadi ujung tombak pelayanan publik sekaligus mendukung seluruh program pembangunan pemerintah daerah.

“Perangkat desa adalah garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Bekerjalah dengan hati, profesional, dan tanpa membeda-bedakan warga. Bangun sinergi yang baik demi kemajuan Desa Sukawera,” ujarnya.

Prosesi pelantikan berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat. Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa, penandatanganan berita acara pelantikan, serta sesi foto bersama.

Dengan dilantiknya empat perangkat desa baru tersebut, Pemerintah Desa Sukawera diharapkan semakin optimal dalam menjalankan roda pemerintahan serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

(Herman/Tongol)

Ansor Banser Gandasuli Gotong Royong Bangun Pondasi Rumah Warga, Wujud Nyata Kepedulian dan Solidaritas

0

BREBES (Aswajanews.id) – Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda (GP) Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Gandasuli kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat melalui aksi gotong royong membantu pembangunan rumah salah seorang warga.

Kegiatan bakti sosial tersebut dilaksanakan pada Minggu Kliwon, 12 Juli 2026, bertepatan dengan 27 Muharram 1448 Hijriah, dengan membantu proses pembuatan pondasi rumah milik Sahabat Turiman, yang berlokasi di Jalan Dokter Sarjito, Pecolotan, Kelurahan Gandasuli, Kecamatan Brebes.

Sebelum pelaksanaan kerja bakti, pada Sabtu malam Minggu, 11 Juli 2026, pukul 22.30 WIB hingga selesai, digelar rangkaian doa bersama di lokasi yang akan dibangun rumah. Kegiatan diawali dengan pembacaan Surat Yasin yang dipimpin Sahabat Ustaz Hadi, dilanjutkan tahlil oleh Sahabat Ustaz Nurrohim, serta doa bersama yang dipimpin Ustaz Haji Abdul Hamid Muhtadi, S.Pd.I.

Ketua GP Ansor Gandasuli, Abdul Syukron Hakim, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian Ansor Banser terhadap masyarakat yang sedang memiliki hajat, khususnya dalam membangun rumah.

“Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian Ansor Banser Gandasuli kepada masyarakat. Melalui semangat gotong royong, kami ingin meringankan beban warga sekaligus mempererat tali persaudaraan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Abdul Syukron Hakim.

Ia berharap budaya gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk selalu hadir membantu sesama tanpa memandang latar belakang.

Kegiatan ini pun mendapat apresiasi dari warga sekitar. Kehadiran para anggota Ansor dan Banser dinilai tidak hanya membantu secara fisik dalam pembangunan pondasi rumah, tetapi juga memperkuat nilai-nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta ukhuwah di lingkungan masyarakat Gandasuli. (H.Abdul Hamid)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts