Google search engine
Beranda blog Halaman 12

Stadion Si Jalak Harupat Siap Gelar Pembukaan Piala Presiden 2026, Persiapan Capai 95 Persen

0

SOREANG (Aswajanews.id) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung memastikan Stadion Si Jalak Harupat siap menjadi lokasi pembukaan sekaligus venue pertandingan Grup A Piala Presiden 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 25 Juli 2026.

Kepastian tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bandung, Cakra Amiyana, usai meninjau kesiapan akhir stadion bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bandung, Dicky Anugerah, serta panitia pelaksana, Selasa (21/7/2026).

“Saya mendapat arahan langsung dari Bapak Bupati Bandung untuk meninjau secara menyeluruh kesiapan Stadion Si Jalak Harupat. Insya Allah kita siap menggelar pembukaan dan pertandingan Grup A Piala Presiden 2026,” ujar Cakra.

Ia mengatakan, menindaklanjuti arahan Bupati Bandung Dadang Supriatna, Pemkab Bandung bergerak cepat membenahi berbagai fasilitas stadion guna memastikan kenyamanan dan keamanan pemain maupun ribuan suporter yang akan hadir.

Sejumlah fasilitas yang telah dibenahi meliputi kondisi lapangan, akses masuk dan keluar suporter, toilet, ruang ganti pemain, hingga sistem keamanan dan pencahayaan yang disesuaikan dengan standar internasional.

“Persiapan sudah mencapai 95 persen. Sisanya tinggal tahap pembersihan area stadion. Kami siap menjadi tuan rumah yang baik dan menyukseskan Piala Presiden 2026,” ungkapnya.

Pada ajang Piala Presiden 2026, Stadion Si Jalak Harupat akan menjadi kandang Persib Bandung di Grup A yang dihuni Arema FC, Tampines Rovers FC (Singapura), dan DPMM FC.

Laga perdana di stadion tersebut akan mempertemukan Tampines Rovers FC melawan DPMM FC, dilanjutkan pertandingan bergengsi Persib Bandung menghadapi Arema FC.

Sementara itu, pertandingan Grup B akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, dengan peserta Persebaya Surabaya, PSMS Medan, Persija Jakarta, dan Port FC asal Thailand.

Terkait lokasi partai final, Cakra menyebut panitia masih menunggu keputusan resmi dari pihak Istana. Meski demikian, Kabupaten Bandung menyatakan siap apabila dipercaya menjadi tuan rumah laga puncak.

“Kami masih menunggu arahan dari Bapak Presiden terkait lokasi final, termasuk kemungkinan beliau hadir untuk menutup secara resmi turnamen ini,” katanya.

Di akhir keterangannya, Cakra mengajak masyarakat Kabupaten Bandung untuk ikut menyukseskan penyelenggaraan Piala Presiden 2026 dengan memberikan dukungan langsung di Stadion Si Jalak Harupat.

“Mari bersama-sama menjadi tuan rumah yang ramah dan baik. Dukung penuh pelaksanaan Piala Presiden 2026 agar berlangsung sukses, aman, dan menjadi kebanggaan kita bersama,” pungkasnya. (Red)

Di Balik Kesuksesan Lamine Yamal, Ada Pengorbanan Sang Nenek yang Mengubah Takdir Keluarga

0

Di balik setiap bakat besar, selalu ada kisah perjuangan yang tak terlihat. Bagi Lamine Yamal, bintang muda Spanyol yang kini menjadi salah satu pesepak bola paling bersinar di dunia, perjalanan menuju puncak tidak hanya dimulai dari akademi La Masia atau stadion-stadion megah Eropa.

Kisah itu berawal dari keberanian seorang perempuan bernama Fatima Romani, nenek dari pihak ayahnya, yang rela mempertaruhkan segalanya demi masa depan keluarganya.

Keputusan Berani Mengubah Takdir

Pada awal dekade 1990-an, Fatima meninggalkan kampung halamannya di Maroko untuk merantau ke Spanyol. Perjalanan itu jauh dari kata mudah. Berbekal tekad dan harapan, ia menempuh perjalanan penuh risiko hingga akhirnya tiba di wilayah Catalonia.

Saat itu, Fatima datang tanpa harta, tanpa kepastian pekerjaan, bahkan harus berjuang sendiri di negeri asing. Sementara lima anaknya masih berada di Maroko, ia bekerja tanpa mengenal lelah demi mengumpulkan uang agar suatu hari nanti bisa menyatukan kembali keluarganya.

Berbagai pekerjaan dijalaninya, mulai dari pembantu rumah tangga, perawat lansia, hingga pekerjaan serabutan lainnya. Tak jarang ia harus bekerja hingga tiga shift dalam sehari. Semua dilakukan demi satu tujuan: memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anaknya.

Membangun Fondasi Sebuah Keluarga

Setelah bertahun-tahun bekerja keras, Fatima akhirnya berhasil membawa anak-anaknya ke Spanyol, termasuk putranya Mounir Nasraoui, yang kelak menjadi ayah Lamine Yamal.
Pengorbanan itu menjadi titik balik kehidupan keluarga mereka.

Di negeri baru, Fatima bukan hanya menjadi tulang punggung keluarga, tetapi juga sosok yang menjaga semangat dan harapan agar anak-anaknya dapat meraih kehidupan yang lebih baik.

Menjadi Pengasuh di Masa Sulit

Ketika Lamine Yamal lahir pada 13 Juli 2007, kedua orang tuanya masih berusia sangat muda. Beberapa tahun kemudian, saat Lamine berusia sekitar tiga tahun, kedua orang tuanya berpisah.

Di tengah kondisi tersebut, Fatima mengambil peran besar dalam membesarkan cucunya. Di lingkungan sederhana Rocafonda, Mataró, ia menjadi sosok yang selalu hadir memberikan kasih sayang, pendidikan, serta nilai-nilai kehidupan.

Setiap hari, Fatima mendampingi Lamine menjalani masa kecilnya. Ia mengajarkan pentingnya disiplin, kerja keras, rendah hati, serta menjaga identitas dan nilai-nilai agama yang diyakininya.

Bahkan sebelum bakat Lamine ditemukan oleh akademi La Masia, sang nenek kerap menemaninya menuju tempat latihan menggunakan transportasi umum atau berjalan kaki.

Doa yang Selalu Menyertai

Bagi Fatima, kesuksesan bukan hanya soal kemampuan, tetapi juga keberkahan.
Sebelum setiap pertandingan, ia selalu mengingatkan cucunya agar berdoa kepada Allah SWT.
“Ya Rabb, berilah aku taufik dan tolonglah aku.”

Doa sederhana itu menjadi kebiasaan yang terus dibawa Lamine hingga kini.
Bagi sang nenek, keberhasilan tidak hanya diukur dari kemenangan di lapangan, tetapi juga dari akhlak, kerendahan hati, dan rasa syukur yang dimiliki cucunya.

Angka “304” yang Penuh Makna

Selebrasi khas Lamine dengan membentuk angka 304 menggunakan jari bukanlah sekadar gaya.
Angka tersebut merupakan penghormatan terhadap 08304, kode pos kawasan Rocafonda, tempat ia dibesarkan.

Di sanalah mimpi-mimpi besar mulai tumbuh. Di sanalah seorang nenek mengajarkan arti kerja keras, pengorbanan, dan keyakinan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah.

Tak Pernah Melupakan Sang Nenek

Ketika kariernya melesat bersama Barcelona dan Timnas Spanyol, Lamine tetap menempatkan keluarga sebagai prioritas.
Dalam salah satu momen penting penandatanganan kontrak baru bersama Barcelona, ia meminta agar Fatima hadir sebelum sesi foto resmi dimulai.

Sebagai bentuk bakti, Lamine juga membelikan rumah untuk sang nenek. Namun Fatima memilih tetap tinggal di Rocafonda, lingkungan yang telah menjadi saksi perjuangan hidup keluarganya.

Bagi Lamine, melihat sang nenek hidup tenang dan bahagia merupakan kebahagiaan yang tak dapat digantikan oleh trofi atau penghargaan apa pun.

Warisan yang Tak Ternilai

Kisah Fatima Romani menjadi bukti bahwa di balik lahirnya seorang bintang dunia, sering kali ada sosok yang bekerja dalam diam.
Ia mungkin tak pernah tampil di hadapan kamera, tak pernah mengangkat trofi juara, dan tak pernah berdiri di podium kemenangan. Namun doa, pengorbanan, kerja keras, dan kasih sayangnya menjadi fondasi yang mengantarkan Lamine Yamal menuju puncak dunia sepak bola.

Karena sejatinya, di balik setiap pemain hebat, selalu ada keluarga yang rela berkorban tanpa pernah meminta tepuk tangan.

Fatima Romani adalah bukti bahwa cinta seorang nenek mampu mengubah takdir sebuah keluarga, bahkan menginspirasi dunia. (Red/Berbagai Sumber)

Wartawan Diadang Saat Hendak Konfirmasi ke SPPG Kunci Cilacap, Diminta Tunjukkan “Surat Jalan” dari Polsek atau Koramil

0

CILACAP (Aswajanews.id) – Sejumlah wartawan mengaku dihalangi saat hendak melakukan konfirmasi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kunci, Kecamatan Sidareja, Kabupaten Cilacap, Senin (20/7/2026).

Penghalangan tersebut diduga dilakukan oleh seorang petugas keamanan berinisial S di pintu masuk SPPG. Kepada wartawan, S meminta mereka menunjukkan “surat jalan” atau surat izin dari Polsek maupun Koramil sebelum diperbolehkan memasuki area SPPG.

“Kalau mau liputan di sini harus ada izin atau surat jalan dari Polsek atau Koramil,” ujar S kepada perwakilan wartawan.

Meski para wartawan telah memperkenalkan identitas dan menunjukkan kartu pers, permintaan tersebut tetap tidak berubah. S mengaku hanya menjalankan perintah dari kepala SPPG.

Insiden ini menuai keprihatinan dari kalangan jurnalis di Kabupaten Cilacap. Mereka menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program pemerintah yang dibiayai oleh anggaran negara sehingga pelaksanaannya semestinya mengedepankan prinsip keterbukaan informasi publik.

“Sebagai wartawan, kami menjalankan tugas yang dilindungi undang-undang. Menghalangi kerja jurnalistik sama saja menghambat hak masyarakat untuk memperoleh informasi,” ujar salah seorang wartawan yang berada di lokasi.

Berpotensi Melanggar UU Pers

Tindakan yang diduga menghambat kerja jurnalistik tersebut dinilai berpotensi bertentangan dengan Pasal 4 ayat (3) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, yang menjamin kemerdekaan pers untuk mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan informasi.

Selain itu, Pasal 18 ayat (1) UU Pers mengatur bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala SPPG Kunci, pihak Polsek Sidareja, maupun Koramil 11 Sidareja belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut. Aswajanews.id masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak-pihak terkait guna memenuhi asas keberimbangan pemberitaan. (Tim)

BBM dan IPP Pengupasan Sawah di Desa Curug Dipertanyakan, Polisi Diminta Bertindak

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Kegiatan pengupasan lahan sawah di Desa Curug, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menjadi sorotan publik. Kegiatan tersebut dipertanyakan terkait legalitas Izin Pengangkutan dan Penjualan (IPP) disposal (tanah hasil kupasan).

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Minggu (19/7/2026), terlihat dua alat berat berupa excavator dan bulldozer, serta sejumlah dump truck yang bersiap melakukan aktivitas pengupasan dan pengangkutan tanah disposal.

Forum Peduli Indramayu (FPI) menilai kegiatan tersebut perlu mendapat perhatian aparat penegak hukum, khususnya terkait keberadaan IPP yang menjadi kewenangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Barat.

Selain itu, FPI juga menyoroti dugaan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar pada alat berat yang digunakan. Mereka meminta aparat kepolisian melakukan pemeriksaan untuk memastikan seluruh aktivitas berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Kami berharap Polres Indramayu segera turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan, penertiban, dan penindakan apabila ditemukan adanya pelanggaran,” ujar Ketua FPI, Masdi.

Masdi mengaku telah menginformasikan kegiatan tersebut kepada Kapolsek Kandanghaur melalui pesan WhatsApp. Menurutnya, Kapolsek menyampaikan belum mengetahui adanya aktivitas tersebut.

“Tadi Kapolsek menelepon dan mengatakan bahwa ia belum mengetahui kegiatan itu,” kata Masdi.

Sementara itu, saat dihubungi melalui WhatsApp, Kanit Tipidter Polres Indramayu, Yoga Nanda Pratama, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima informasi dan akan melakukan penyelidikan.

“Kita baru monitor, Pak. Nanti dilidik,” tulis Yoga dalam balasan pesannya kepada Ketua FPI.

FPI berharap Polres Indramayu segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi guna memastikan legalitas kegiatan tersebut serta menindaklanjuti apabila ditemukan adanya pelanggaran.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang melaksanakan kegiatan pengupasan lahan. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi dari seluruh pihak terkait demi memenuhi prinsip pemberitaan yang berimbang.

(Irsyad/Tim)

Proyek Jalan Sukamelang–SP Kedokan Gabus Rp1,6 Miliar Diduga Bermasalah, Pengawas Konsultan dan Dinas PUPR Diminta Tidak Tutup Mata

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Pengerjaan proyek rekonstruksi Jalan Sukamelang–SP Kedokan Gabus di Kabupaten Indramayu dengan nilai kontrak Rp1.630.548.000 diduga menyimpang dari ketentuan teknis. Temuan tersebut diperoleh tim media saat melakukan investigasi di lokasi proyek pada Minggu (19/7/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, para pekerja terlihat sedang mengerjakan sebagian Tembok Penahan Tanah (TPT) di salah satu titik proyek. Namun, sebelum pemasangan batu dilakukan, tidak terlihat adanya proses penggalian pondasi yang lazim dikerjakan sebagai dasar konstruksi.

Selain itu, proses pencampuran semen dan pasir untuk pemasangan batu dilakukan secara manual menggunakan cangkul tanpa bantuan mesin molen. Metode tersebut dinilai berpotensi menghasilkan adukan yang tidak homogen sehingga dapat memengaruhi mutu konstruksi.

Tim media juga menemukan sejumlah bagian TPT yang telah mengering diduga menggunakan kembali material batu bekas. Pada beberapa titik, lapisan plester tampak mudah terkelupas bahkan runtuh ketika disentuh menggunakan tangan.

Kondisi tersebut diduga disebabkan oleh kualitas adukan yang kurang baik, baik dari sisi komposisi material maupun proses pencampuran yang tidak maksimal.

Tak hanya itu, di lokasi proyek juga tidak ditemukan bangunan direksi keet atau kantor lapangan sementara yang umumnya digunakan sebagai pusat koordinasi pekerjaan, penyimpanan dokumen proyek, hingga ruang rapat antara kontraktor, konsultan pengawas, dan pemilik pekerjaan.

Dugaan pelanggaran lainnya adalah para pekerja tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar keselamatan kerja. Padahal, kebutuhan APD umumnya telah diperhitungkan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek.

Sementara itu, berdasarkan penelusuran di sepanjang ruas jalan, pekerjaan masih berada pada tahap pemasangan bekisting. Hingga saat pemantauan dilakukan, belum terlihat pemasangan besi dowel maupun komponen lain yang menjadi bagian dari proses pengecoran jalan beton.

Proyek rekonstruksi Jalan Sukamelang–SP Kedokan Gabus diketahui bersumber dari APBD Kabupaten Indramayu Tahun Anggaran 2026 dengan nilai kontrak Rp1.630.548.000 di bawah pengelolaan Dinas PUPR Kabupaten Indramayu. Pekerjaan tersebut dilaksanakan oleh CV Putra Mandiri yang beralamat di Jalan Siliwangi Cibatu RT 011 RW 003, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Menanggapi temuan tersebut, Ketua Forum Peduli Indramayu (FPI), Masdi, menyampaikan keprihatinannya. Ia menilai apabila dugaan penyimpangan itu benar terjadi, maka hal tersebut berpotensi merugikan masyarakat karena kualitas infrastruktur yang dibangun dikhawatirkan tidak bertahan lama.

“Sangat miris. Jika benar terjadi penyimpangan, hal itu melukai hati masyarakat Indramayu dan mencederai semangat ‘Beberes Indramayu’ yang digaungkan Bupati Lucky Hakim,” ujar Masdi.

Masdi juga berharap seluruh proyek pembangunan di Kabupaten Indramayu dikerjakan dengan mengutamakan mutu dan kualitas, terlepas dari asal perusahaan pelaksananya.

Menurutnya, masyarakat Indramayu merupakan pihak yang akan menikmati hasil pembangunan tersebut dalam jangka panjang sehingga kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas utama.

Ia pun mendesak Dinas PUPR Kabupaten Indramayu bersama konsultan pengawas untuk segera melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap proyek tersebut guna memastikan seluruh pekerjaan telah sesuai dengan spesifikasi teknis dan ketentuan kontrak.

Sementara itu, hingga berita ini disusun, pihak CV Putra Mandiri belum dapat dimintai keterangan karena tidak ada perwakilan perusahaan yang berwenang di lokasi. Tim media juga belum memperoleh konfirmasi dari Dinas PUPR Kabupaten Indramayu terkait temuan tersebut.

Redaksi Aswajanews.id membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan ini sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, demi menjaga prinsip keberimbangan informasi. (Team)

Pulang Kerja, Buruh Pabrik di Majalaya Jadi Korban Curas; Polisi Bantah Isu Korban Dibacok

0

BANDUNG (Aswajanews.id) – Seorang pekerja pabrik menjadi korban dugaan pencurian dengan kekerasan (curas) di Jalan Rancajigang, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Sabtu (18/7/2026) sekitar pukul 05.20 WIB.

Korban berinisial E.L., warga Kecamatan Ibun yang bekerja di Sharon Bakery, menjadi sasaran pelaku saat berjalan kaki sepulang kerja menuju rumahnya.

Berdasarkan keterangan korban kepada polisi, saat melintas di kawasan Kampung Rancajigang, seorang pria tiba-tiba datang dari arah belakang dan memiting leher korban. Pelaku kemudian berusaha merampas tas yang dibawa korban.

Korban sempat mempertahankan tasnya sehingga terjadi aksi tarik-menarik. Akibat gesekan tali tas saat mempertahankan barang miliknya, tangan korban mengalami luka gores. Karena kesakitan, korban akhirnya melepaskan tas tersebut dan pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor.

Usai kejadian, korban sempat mengejar pelaku sambil berteriak meminta pertolongan. Namun, pelaku berhasil kabur. Korban kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Majalaya, Polresta Bandung.

Akibat aksi kejahatan tersebut, korban kehilangan satu unit telepon genggam dan sejumlah uang tunai yang berada di dalam tasnya.

Saat ini, Polsek Majalaya bersama Satreskrim Polresta Bandung masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku. Polisi juga mendalami rekaman kamera pengawas (CCTV) yang diduga merekam peristiwa tersebut.

Menanggapi informasi yang sempat viral di media sosial bahwa korban mengalami luka akibat sabetan senjata tajam, Kapolsek Majalaya Kompol Suyatno memastikan kabar tersebut tidak benar.

“Berdasarkan hasil pengecekan dan keterangan yang kami peroleh, tidak ditemukan adanya luka akibat sabetan senjata tajam. Luka yang dialami korban merupakan luka gores akibat gesekan tali tas saat korban berusaha mempertahankan barang miliknya ketika terjadi aksi tarik-menarik dengan pelaku,” ujar Kompol Suyatno kepada awak media, Minggu (19/7/2026).

Kapolsek mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum terverifikasi.

Menurutnya, Polsek Majalaya bersama Tim Mata Merah dan Satreskrim Polresta Bandung masih terus melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku serta memastikan seluruh fakta berdasarkan alat bukti dan keterangan para saksi.

“Kami mengajak masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi terkait peristiwa ini agar segera melaporkannya kepada pihak kepolisian untuk membantu proses penyelidikan,” katanya.

Kompol Suyatno menegaskan, kepolisian berkomitmen menyampaikan setiap perkembangan penanganan perkara secara terbuka kepada masyarakat sesuai hasil penyelidikan.

“Setiap perkembangan kasus akan kami sampaikan secara transparan berdasarkan fakta yang ditemukan. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, serta mempercayakan proses penegakan hukum kepada pihak kepolisian,” pungkasnya. (Red)

Menerka Siapa Juara Dunia 2026

0

Sebagaimana saya sampaikan dalam ulasan pada 9 Juli lalu, empat tim yang saya prediksi melaju ke semifinal adalah Argentina, Prancis, Spanyol, dan Inggris. Sementara itu, tim yang saya nilai berpotensi menjadi kuda hitam adalah Maroko, yang saat ini merupakan salah satu kekuatan terbaik dari Benua Afrika.

Kini, Piala Dunia 2026 telah memasuki partai puncak. Lalu, siapakah yang paling layak mengangkat trofi?

Dari berbagai aspek, baik Argentina maupun Spanyol memiliki keunggulan masing-masing.

Argentina saat ini masih menempati peringkat pertama dunia, sedangkan Spanyol datang dengan modal sebagai juara UEFA Nations League 2022–2023 dan juara Piala Eropa 2024. Argentina sendiri berstatus juara Copa América 2024, sehingga kedua tim sama-sama memiliki mental juara.

Di kubu Spanyol, deretan pemain berkualitas menjadi kekuatan utama. Ada Lamine Yamal, bintang muda sensasional Barcelona yang memikat dunia dengan kecepatan, kreativitas, dan visi bermainnya. Kemudian Mikel Oyarzabal, penyerang yang kerap menjadi pencetak gol penentu kemenangan, serta Ferran Torres, striker serbabisa yang dikenal efektif mencetak gol-gol krusial.

Lini tengah Spanyol juga sangat solid dengan hadirnya Rodri, peraih Ballon d’Or 2024 yang dikenal sebagai gelandang bertahan kelas dunia dengan ketenangan dan akurasi umpannya. Bersama Pedri, maestro lapangan tengah Barcelona yang memiliki visi permainan luar biasa, Spanyol dinilai memiliki semua syarat untuk menjadi juara dunia.

Namun, Argentina datang dengan modal yang tak kalah meyakinkan. Sejak 2022, Albiceleste tampil sangat stabil dan hampir selalu berada di puncak ranking FIFA.

Di lini depan terdapat Lionel Messi, Julián Álvarez, dan Lautaro Martínez. Lini tengah diperkuat Enzo Fernández, Alexis Mac Allister, serta Rodrigo De Paul. Di sektor pertahanan ada Cristian Romero dan Nicolás Otamendi, sementara di bawah mistar gawang tetap mengandalkan Emiliano Martínez.

Harus diakui, Argentina masih sangat bergantung pada Lionel Messi sebagai pusat permainan. Ketika Messi berhasil diisolasi lawan, produktivitas serangan Argentina cenderung menurun. Hal itu sempat terlihat saat menghadapi beberapa pertandingan sebelumnya, termasuk ketika berjumpa Inggris.

Dalam laga tersebut, Inggris mampu “mengunci” Messi selama sekitar 60 menit dan sempat unggul 1-0. Saat itu, banyak yang menilai Argentina berada di ambang kegagalan melaju ke final.

Namun, Messi kembali menunjukkan kelasnya sebagai pemain istimewa. Dalam kurun waktu sekitar tujuh menit, ia menciptakan dua assist yang berbuah dua gol dan membalikkan keadaan menjadi kemenangan Argentina.

Di sinilah pengaruh Messi begitu terasa. Selain menjadi motor serangan, ia juga menjadi sumber semangat bagi rekan-rekannya untuk terus berjuang hingga peluit akhir berbunyi. Ambisi menciptakan gelar back-to-back semakin memotivasi Argentina untuk tidak pernah menyerah.

Pertanyaannya, mampukah Messi kembali menghadirkan “keajaiban” pada laga final malam ini?

Yang jelas, pertandingan final dipastikan berlangsung sengit, penuh drama, dan sangat layak dinantikan. Siapa yang akan keluar sebagai juara dunia 2026 akan ditentukan di atas lapangan.

Jangan lewatkan pertandingan final Piala Dunia 2026 pada Senin (20/7) pukul 02.00 WIB melalui TVRI Nasional atau TVRI Sport.

(Opini: Barkah Hidayat, Pengamat Sepakbola)

PBNU Resmi Luncurkan Logo dan Tema Muktamar Ke-35 NU, Usung Semangat Menjaga Marwah dan Kemaslahatan Bangsa

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Panitia Pelaksana Muktamar Ke-35 NU resmi meluncurkan logo dan tema Muktamar Ke-35 NU yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27–31 Agustus 2026.

Muktamar kali ini mengusung tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa.”Penetapan logo dan tema tersebut diputuskan dalam rapat koordinasi Panitia Pelaksana Muktamar Ke-35 NU yang berlangsung di Aula Kantor Pusat Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Kamis (16/7/2026).

Sekretaris Panitia Pelaksana Muktamar Ke-35 NU, H. Amin Said Husni, mengatakan bahwa rapat tersebut menghasilkan sejumlah keputusan strategis, salah satunya penetapan logo dan tema resmi Muktamar.

“Salah satu keputusan penting yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut adalah penetapan logo resmi dan tema untuk Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama,” ujarnya sebagaimana dikutip dari NU Online.

Filosofi Logo Muktamar Ke-35 NU

Amin Said Husni menjelaskan, desain logo Muktamar Ke-35 NU menampilkan lengkungan yang membentuk angka 3 dan 5, menyerupai dua lingkaran yang saling terhubung. Bentuk tersebut melambangkan kesinambungan, persatuan, dan harmoni dalam perjalanan Nahdlatul Ulama.

Secara filosofis, lingkaran tidak memiliki titik awal maupun akhir. Hal ini menggambarkan nilai-nilai perjuangan NU yang terus berlanjut dari generasi ke generasi melalui dakwah, pendidikan, serta pengabdian kepada umat.

Selain itu, bentuk melingkar juga mencerminkan semangat merangkul dan mempersatukan, bukan memisahkan. Gerak melingkar pada logo memberikan kesan dinamis yang melambangkan NU sebagai organisasi yang mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah dan tradisi pesantren sebagai fondasinya.

Keseluruhan desain tersebut menjadi simbol bahwa Muktamar Ke-35 NU merupakan ruang pemersatu seluruh elemen Nahdlatul Ulama dalam memperkuat konsolidasi serta menjaga kesinambungan perjuangan para ulama.

Ikon Bahrul Ulum di Pusat Logo

Pada bagian tengah logo terdapat ilustrasi menara berkubah emas yang merupakan ikon Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Elemen ini menjadi identitas tuan rumah Muktamar sekaligus melambangkan pusat ilmu, dakwah, dan peradaban Islam.

Posisi menara yang berada di pusat logo menegaskan pesan bahwa pesantren tetap menjadi poros peradaban Nahdlatul Ulama dalam menjaga tradisi keilmuan dan pengabdian kepada umat.

(Sumber: NU Online)

TEROR Usai Liputan : Jurnalis Nuansa Metro Diduga Diintimidasi, AMKI Jawa Barat Desak Aparat Usut Pelaku

0

KARAWANG (Aswajanews, id) – Kebebasan pers kembali menjadi sorotan setelah seorang jurnalis media daring Nuansa Metro, yang akrab disapa Mpit, mengaku mengalami intimidasi dan ancaman dari orang tak dikenal usai menerbitkan pemberitaan mengenai dugaan aktivitas pengerukan lahan di kawasan Perum Jasa Tirta (PJT) II Cikampek, Kabupaten Karawang.

Mpit mengungkapkan, intimidasi tersebut diterimanya melalui sejumlah panggilan telepon dari nomor yang tidak dikenal. Isi percakapan, menurutnya, tidak hanya berisi cacian dan makian, tetapi juga ancaman yang diduga mengarah pada keselamatan dirinya.

“Setelah berita terkait PJT II Cikampek ramai diperbincangkan, saya sering menerima telepon dari orang yang tidak dikenal. Isinya cacian dan intimidasi, bahkan sempat menyebut soal pistol dan akan mencari saya,” ujar Mpit kepada wartawan, Sabtu (18/7/2026).

Ia menjelaskan, ancaman tersebut tidak sempat direkam karena hanya memiliki satu unit telepon seluler yang digunakan sebagai alat komunikasi sekaligus perangkat kerja saat melakukan peliputan.

“Sayangnya tidak sempat saya rekam karena saya hanya memiliki satu handphone. Saat menerima telepon, saya tidak bisa merekam pembicaraan itu,” katanya.

Pemberitaan yang diterbitkan Mpit berkaitan dengan dugaan aktivitas pengerukan lahan di kawasan PJT II Cikampek, di mana tanah hasil pengerukan diduga diperjualbelikan oleh oknum tertentu. Dugaan tersebut masih memerlukan klarifikasi dari seluruh pihak terkait guna memperoleh informasi yang utuh dan berimbang.

Meski mendapat intimidasi, Mpit menegaskan tidak akan mundur dalam menjalankan profesinya sebagai jurnalis.

“Ancaman itu tidak akan membuat saya mundur. Saya akan tetap memberitakan fakta sesuai hasil liputan,” tegasnya.

AMKI Jawa Barat Kecam Intimidasi terhadap Jurnalis

Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Jawa Barat, Catur Azi, mengecam keras segala bentuk intimidasi maupun ancaman terhadap insan pers yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

Menurutnya, kemerdekaan pers merupakan hak konstitusional yang dijamin oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan harus dihormati oleh seluruh elemen masyarakat.

“Kami sangat prihatin atas dugaan intimidasi yang dialami rekan jurnalis. Pers memiliki fungsi kontrol sosial dan bekerja berdasarkan Undang-Undang Pers. Tidak boleh ada pihak mana pun yang menggunakan ancaman atau tekanan untuk membungkam kerja jurnalistik,” tegas Catur Azi.

Ia meminta aparat penegak hukum segera menindaklanjuti dugaan intimidasi tersebut apabila korban membuat laporan resmi.

“Negara harus hadir memberikan rasa aman kepada jurnalis. Jika benar terjadi intimidasi, maka pelakunya harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Jurnalis harus dapat bekerja secara independen, profesional, dan tanpa rasa takut,” ujarnya.

Catur Azi juga mengingatkan seluruh insan pers agar tetap berpegang teguh pada Kode Etik Jurnalistik, mengedepankan akurasi, verifikasi, dan asas praduga tak bersalah dalam setiap pemberitaan.

“AMKI Jawa Barat berdiri bersama seluruh insan pers dalam menjaga kemerdekaan pers. Namun di sisi lain, kami juga mengingatkan agar setiap pemberitaan tetap profesional, berimbang, dan berdasarkan fakta sehingga kepercayaan publik terhadap media tetap terjaga,” pungkasnya.

Perlindungan Jurnalis Merupakan Amanat Undang-Undang

Kasus yang dialami Mpit kembali menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap jurnalis dalam menjalankan tugasnya sebagai penyampai informasi kepada publik. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers menjamin kemerdekaan pers sebagai salah satu pilar demokrasi.

Dalam Pasal 18 ayat (1) UU Pers ditegaskan bahwa setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja menghambat atau menghalangi pelaksanaan tugas jurnalistik dapat dipidana dengan ancaman penjara paling lama dua tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.

Mpit berharap aparat penegak hukum dapat memberikan perlindungan kepada jurnalis serta mengusut dugaan intimidasi yang dialaminya secara profesional dan transparan.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi seluruh insan pers. Kebebasan pers bukan hanya hak jurnalis, melainkan hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, segala bentuk ancaman, intimidasi, maupun kekerasan terhadap jurnalis tidak boleh ditoleransi dalam negara hukum yang menjunjung tinggi demokrasi dan kebebasan berpendapat. (Tim)

Aspirasi Warga Gang Asem Desa Juntinyuat Terealisasi Lewat Perjuangan Dewan Suhendri

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Aspirasi warga Gang Asem, Desa Juntinyuat, Kecamatan Juntinyuat, akhirnya terealisasi melalui pembangunan rehabilitasi jalan desa yang diperjuangkan oleh Anggota DPRD Kabupaten Indramayu dari Fraksi PDI Perjuangan, Suhendri.

Pembangunan jalan cor beton tersebut disambut antusias warga. Selama bertahun-tahun, kondisi jalan di Gang Asem kerap becek dan licin saat musim hujan sehingga menyulitkan aktivitas masyarakat, terutama anak-anak yang berangkat ke sekolah serta petani yang mengangkut hasil panen.

Salah seorang warga, Idris, mengaku bersyukur karena aspirasi masyarakat mendapat perhatian dan segera direalisasikan.

“Alhamdulillah, aspirasi kami yang disampaikan kepada Bapak Dewan Suhendri dari Fraksi PDI Perjuangan langsung ditindaklanjuti. Dulu kalau hujan jalan Gang Asem ini becek dan licin. Sekarang setelah dibangun cor beton, jalan sudah aman, tidak becek dan tidak licin lagi. Kami sangat berterima kasih,” ujarnya.

Menurut warga, Suhendri merupakan wakil rakyat yang aktif turun ke lapangan dan mendengarkan langsung kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Kuwu Desa Juntinyuat, Sunarto, turut menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada desanya.

“Atas nama Pemerintah Desa Juntinyuat, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Suhendri dari Fraksi PDI Perjuangan. Pembangunan cor beton jalan di Gang Asem ini sangat bermanfaat untuk memperlancar akses warga sekaligus mengurangi genangan air. Semoga sinergi seperti ini terus terjalin,” katanya.

Dengan rampungnya pembangunan tersebut, warga berharap peningkatan infrastruktur dapat terus berlanjut di titik-titik lain yang masih membutuhkan perhatian. Mereka juga berkomitmen untuk menjaga dan merawat jalan yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Terima kasih Bapak Dewan Suhendri dari PDI Perjuangan. Semoga selalu diberikan kesehatan dan tetap amanah dalam memperjuangkan aspirasi rakyat,” ujar warga Gang Asem.

(Herman/Tongol)

Warga Blok Inpres Desa Juntikebon Ucapkan Terima Kasih kepada Anggota DPRD Suhendri

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Warga Blok Inpres, Desa Juntikebon, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Anggota DPRD Kabupaten Indramayu dari Fraksi PDI Perjuangan, Suhendri, atas perjuangannya dalam merealisasikan aspirasi masyarakat, salah satunya melalui pembangunan jalan lingkungan berupa cor beton di Blok Inpres.

Sebelum dilakukan pembangunan, jalan di kawasan tersebut kerap terendam banjir saat saluran air meluap. Kondisi itu mengganggu aktivitas masyarakat, terutama anak-anak yang berangkat ke sekolah serta para petani yang melintas setiap hari.

Salah seorang warga mengaku bersyukur karena aspirasi yang disampaikan kepada wakil rakyat akhirnya dapat direalisasikan.

“Alhamdulillah, aspirasi kami didengar oleh Bapak Dewan Suhendri. Dulu kalau hujan sedikit saja, air saluran meluap dan jalan langsung banjir. Sekarang setelah dicor beton dan ditinggikan, air tidak menggenang lagi. Jalan menjadi aman dan nyaman untuk dilewati,” ungkapnya.

Warga juga mengapresiasi cepatnya realisasi pembangunan setelah usulan disampaikan. Menurut mereka, kehadiran Suhendri sebagai wakil rakyat benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Kuwu Desa Juntikebon yang akrab disapa Dong Yong turut menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada desanya.

“Kami atas nama Pemerintah Desa Juntikebon mengucapkan terima kasih kepada Bapak Suhendri. Beliau tidak hanya mendengar aspirasi masyarakat, tetapi juga menindaklanjutinya. Pembangunan cor beton ini sangat membantu kelancaran akses warga sekaligus mengurangi potensi banjir di Blok Inpres,” ujarnya.

Dengan selesainya pembangunan jalan cor beton tersebut, masyarakat berharap akses transportasi, aktivitas ekonomi, serta mobilitas warga semakin lancar. Warga juga berkomitmen untuk menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Terima kasih Bapak Dewan Suhendri. Semoga selalu diberikan kesehatan dan amanah dalam menjalankan tugas untuk melayani masyarakat,” tutup salah seorang warga.

(Herman/Tongol)

Jalan Lingkungan Blok Bagor Tenajar Kidul Rampung, Akses Petani Kini Lebih Lancar

0

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Warga Blok Bagor, Desa Tenajar Kidul, Kecamatan Kertasemaya, Kabupaten Indramayu, mengapresiasi rampungnya pembangunan jalan lingkungan di wilayah mereka. Kehadiran jalan yang telah dicor tersebut dinilai sangat membantu kelancaran aktivitas para petani, terutama dalam mengangkut hasil panen.

Pembangunan jalan ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi masyarakat yang diperjuangkan oleh Anggota DPRD Kabupaten Indramayu dari Fraksi PKB, Kiki Arindi.

Salah seorang tokoh masyarakat Blok Bagor, Taman, mengaku bersyukur atas selesainya pembangunan jalan tersebut.

“Dulu kalau musim hujan jalan di Blok Bagor becek dan berlubang. Alhamdulillah sekarang jalan sudah dicor, jadi lancar. Terima kasih kepada Bapak Kiki Arindi yang sudah memperjuangkan aspirasi kami,” ujarnya.

Menurut warga, kondisi jalan yang lebih baik membuat biaya angkut hasil pertanian menjadi lebih hemat, sekaligus memangkas waktu tempuh menuju lahan pertanian maupun ke tempat penjualan hasil panen.

Kuwu Desa Tenajar Kidul, Kayidi, mengatakan pembangunan jalan lingkungan di Blok Bagor memberikan dampak positif terhadap sektor pertanian dan perekonomian masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kiki Arindi, Anggota DPRD Kabupaten Indramayu. Jalan yang bagus ini akan memperlancar distribusi hasil pertanian warga Blok Bagor. Ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi desa,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jalan tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Terima kasih Bapak Dewan Kiki Arindi. Jalan bagus, petani semangat, panen jadi lancar,” ungkap salah seorang warga.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Indramayu Fraksi PKB, Kiki Arindi, menegaskan bahwa pembangunan tersebut merupakan wujud komitmennya dalam menjalankan amanah sebagai wakil rakyat.

“Sudah menjadi tugas dan kewajiban wakil rakyat untuk mendengar aspirasi dan keluhan masyarakat. Saya berkomitmen, setiap keluhan warga yang menjadi kebutuhan prioritas akan terus kami perjuangkan,” tegasnya.

Pembangunan jalan lingkungan ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi warga Desa Tenajar Kidul.

(Herman/Tongol)

MPLS SD Negeri Kaliwlingi 01 Brebes Ditutup dengan Deklarasi Anti Bullying

0

BREBES (Aswajanews.id) – SD Negeri Kaliwlingi 01 Brebes menutup rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menggelar Deklarasi Anti Bullying sebagai bentuk komitmen bersama menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak.

Kegiatan MPLS berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026. Pada pembukaan, perwakilan guru Solichin, S.Pd.I memimpin kegiatan sekaligus memperkenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik baru. Siswa dikenalkan dengan ruang-ruang penting di sekolah, para guru kelas, guru mata pelajaran, serta berbagai fasilitas yang mendukung proses pembelajaran.

Penutupan MPLS dipimpin langsung oleh Kepala SD Negeri Kaliwlingi 01 Brebes, Wargiyanto, S.Pd. Dalam kesempatan tersebut, beliau menegaskan pentingnya membangun budaya sekolah yang bebas dari segala bentuk perundungan.

Melalui Deklarasi Anti Bullying, seluruh warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga tenaga kependidikan, mengucapkan ikrar bersama untuk menolak segala bentuk perundungan, baik fisik, verbal, psikologis, maupun cyberbullying.

Selain itu, seluruh peserta berkomitmen untuk saling menghargai perbedaan, menjaga toleransi, menghormati sesama, serta membangun persaudaraan yang sehat di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Deklarasi tersebut juga menekankan pentingnya keberanian melapor apabila menemukan atau mengalami tindakan perundungan. Seluruh warga sekolah diajak untuk tidak tinggal diam dan segera melaporkan setiap bentuk bullying kepada guru atau wali kelas agar dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Sebagai simbol komitmen bersama, kegiatan ditutup dengan pembubuhan cap jempol dan telapak tangan menggunakan pewarna pada sebuah papan deklarasi. Papan tersebut akan dipasang dan disimpan di lingkungan sekolah sebagai pengingat bagi seluruh warga sekolah untuk terus menjaga budaya saling menghormati serta mewujudkan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan. (Red)

Lesbumi PCNU Brebes Gelar Sambung Sambang Sedulur, Revitalisasi Kearifan Lokal sebagai Ruang Ekspresi

0

BREBES (Aswajanews.id) – Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PCNU Kabupaten Brebes menggelar kegiatan Sambung Sambang Sedulur bersama Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) dan Pengurus Ranting Lesbumi Kedawon di Aula Masjid Jami’ Baitul Muttaqin Kedawon, Jumat malam (17/7/2026).

Mengusung tema “Revitalisasi Budaya Kearifan Lokal sebagai Ruang Ekspresi di Tengah Tantangan Zaman”, kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi, konsolidasi, sekaligus penguatan peran Lesbumi dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan seni budaya berbasis kearifan lokal sebagai media dakwah Islam Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Ketua Lesbumi PCNU Kabupaten Brebes, Arba Kharomen, M.Pd., menegaskan bahwa budaya lokal merupakan identitas bangsa yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi muda. Menurutnya, di tengah arus globalisasi, digitalisasi, dan perubahan sosial yang semakin cepat, budaya harus mampu menjadi ruang ekspresi kreatif tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan tradisi luhur.

“Budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga kekuatan untuk membangun masa depan. Karena itu, Lesbumi hadir untuk merawat budaya yang memiliki nilai-nilai kebaikan, memperkuat identitas masyarakat, serta menjadikan seni sebagai bagian dari dakwah yang membangun,” ujarnya.

Ia berharap melalui kegiatan Sambung Sambang Sedulur lahir sinergi yang semakin kuat antara pengurus cabang dan ranting dalam menghidupkan berbagai aktivitas seni budaya, mulai dari sastra, musik tradisional, teater, kaligrafi, hingga pelestarian tradisi keagamaan yang telah mengakar di tengah masyarakat.

Sementara itu, Sekretaris PRNU Kedawon, A’isy Hanif Firdaus, M.Pd., menyambut baik terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran Lesbumi PCNU Brebes menjadi energi baru bagi penguatan gerakan seni dan budaya di tingkat ranting.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya berbagai program kolaboratif yang mampu menghidupkan kembali kearifan lokal di tengah masyarakat.

“Kami berharap Lesbumi Ranting Kedawon semakin aktif menghadirkan program-program kebudayaan yang melibatkan masyarakat, khususnya generasi muda. Seni dan budaya harus menjadi ruang ekspresi yang positif, edukatif, serta tetap berakar pada nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah dan tradisi luhur Nahdlatul Ulama,” katanya.

Menurutnya, tantangan era digital menuntut seluruh elemen masyarakat tidak hanya menjadi penikmat budaya, tetapi juga pelaku yang mampu melestarikan, mengembangkan, serta memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada generasi berikutnya.

“Melalui sinergi antara PRNU, Lesbumi, tokoh masyarakat, dan para pegiat seni budaya, kami optimistis Kedawon dapat menjadi salah satu pusat pengembangan seni budaya Islam yang tetap menjaga identitas lokal sekaligus mampu menjawab tantangan zaman,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Lesbumi PRNU KedawonBREBES, Miftahul Azis, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Lesbumi PCNU Kabupaten Brebes yang telah memberikan motivasi dan penguatan kepada pengurus ranting.

Ia menilai kegiatan Sambung Sambang Sedulur menjadi momentum strategis untuk memperkuat gerakan kebudayaan di tingkat masyarakat. Lesbumi Kedawon berkomitmen menjadikan seni dan budaya sebagai ruang ekspresi, kreativitas, sekaligus media dakwah yang dapat diterima seluruh lapisan masyarakat.

“Kami berharap melalui kegiatan ini dapat terbangun sinergi yang lebih kuat antara Lesbumi PCNU Brebes, PRNU Kedawon, para tokoh masyarakat, dan para pegiat seni budaya. Lesbumi Kedawon akan terus berupaya menjaga dan mengembangkan potensi budaya lokal agar tetap hidup serta dapat diwariskan kepada generasi muda,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa budaya lokal harus menjadi ruang bertemunya tradisi, kreativitas, dan pendidikan karakter.

“Dengan semangat kebersamaan, kami optimistis Kedawon dapat menjadi salah satu ruang tumbuhnya seni budaya Islam yang tetap berakar pada tradisi Nahdlatul Ulama,” tuturnya.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan melalui dialog, diskusi, serta ramah tamah antarpengurus. Di akhir acara, seluruh peserta berkomitmen untuk terus merawat seni, budaya, dan tradisi sebagai bagian dari ikhtiar menjaga peradaban serta memperkuat khidmah Nahdlatul Ulama kepada umat, bangsa, dan negara.

Sebagai informasi, Lesbumi PRNU Kedawon memiliki agenda rutin setiap malam Sabtu berupa latihan Seni Rebana versi H. Salapudin Benyamin Pekalongan, seni gambus modern, serta Ngaji Budaya sebagai upaya melestarikan seni dan budaya Islam di tengah masyarakat. (Red)

Mengawali Tahun Ajaran Baru, MTs Ma’arif NU 1 Brebes Gelar Yasin, Istighosah, Tahlil, dan Doa Bersama

0

BREBES (Aswajanews.id) – Mengawali kegiatan belajar mengajar (KBM) Tahun Ajaran 2026/2027, keluarga besar MTs Ma’arif NU 1 Brebes menggelar kegiatan Yasin, Istighosah, Tahlil, dan Doa Bersama pada Jumat Kliwon, 17 Juli 2026, pukul 07.00–08.00 WIB di halaman madrasah.

Kegiatan yang menjadi agenda rutin setiap Jumat Kliwon tersebut diikuti oleh Kepala Madrasah, dewan guru, tenaga kependidikan, staf tata usaha, serta seluruh peserta didik MTs Ma’arif NU 1 Brebes. Suasana berlangsung khidmat sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam mengawali proses pembelajaran di tahun ajaran baru.

Pembacaan Surah Yasin dipimpin oleh Ustaz H. Abdul Hamid Muhtadi, S.Pd.I, selaku Pembina Bidang Keagamaan MTs Ma’arif NU 1 Brebes. Selanjutnya, rangkaian Istighosah dan Tahlil dipimpin oleh Ustaz Nurmin, Pembina Pramuka MTs Ma’arif NU 1 Brebes, kemudian ditutup dengan doa yang kembali dipimpin oleh Ustaz H. Abdul Hamid Muhtadi.

Sebelum doa bersama, Ustaz H. Abdul Hamid Muhtadi menyampaikan mau’idzah hasanah kepada seluruh warga madrasah. Ia mengajak seluruh peserta untuk senantiasa memohon kepada Allah SWT agar diberikan kesehatan lahir dan batin, keselamatan dunia dan akhirat, serta keberkahan bagi seluruh keluarga besar MTs Ma’arif NU 1 Brebes.

Usai kegiatan keagamaan, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan, Roidin, S.Pd.I, memberikan arahan kepada seluruh peserta didik mengenai pentingnya menjaga kedisiplinan, kerapian, dan tata tertib sebagai bekal membentuk karakter selama mengikuti proses pendidikan di madrasah.

Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi nyata amaliyah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah (Aswaja An-Nahdliyah) yang terus dilestarikan di lingkungan MTs Ma’arif NU 1 Brebes. Tradisi tersebut tidak hanya memperkuat nilai-nilai spiritual, tetapi juga membangun karakter, kebersamaan, dan kecintaan peserta didik terhadap ajaran dan tradisi ke-NU-an.

Pelaksanaan kegiatan turut didukung oleh pengurus OSIS, Pramuka, IPNU, dan IPPNU MTs Ma’arif NU 1 Brebes. Mereka bergotong royong menyiapkan seluruh kebutuhan acara, mulai dari tempat pelaksanaan, perlengkapan, sistem suara, air minum, hingga buku Yasin, Tahlil, dan lembaran Istighosah.

Seluruh persiapan tersebut dikoordinasikan oleh Nur Hidayah, S.Pd.I, selaku Pembina OSIS MTs Ma’arif NU 1 Brebes.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MTs Ma’arif NU 1 Brebes berharap nilai-nilai religius dan karakter Aswaja terus tertanam kuat dalam diri peserta didik sehingga menjadi bekal dalam meraih prestasi akademik sekaligus membentuk akhlakul karimah. (Red)

Perkuat Kolaborasi, AMKI Jawa Barat Jalin Sinergitas dengan BPBPK Jawa Barat

0

BANDUNG (Aswajanews.id) – Asosiasi Media Konvergensi Indonesia (AMKI) Jawa Barat terus memperkuat sinergitas dengan berbagai instansi pemerintah. Salah satunya melalui kunjungan silaturahmi ke Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Jawa Barat di Jalan Turangga Nomor 5, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Kamis (16/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Ketua AMKI Jawa Barat Catur Azi didampingi Sekretaris Eko Junanto diterima langsung oleh Kepala BPBPK Jawa Barat M. Reva Sastrodiningrat bersama Kepala Subbagian Tata Usaha Airin.

Ketua AMKI Jawa Barat, Catur Azi, mengatakan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi sekaligus membangun sinergi yang lebih erat antara organisasi media dan BPBPK Jawa Barat.

“Silaturahmi ini menjadi langkah awal untuk memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan kemitraan yang konstruktif antara AMKI Jawa Barat dengan BPBPK Jawa Barat. Kami berharap hubungan baik ini terus terjalin guna mendukung penyebarluasan informasi pembangunan kepada masyarakat secara objektif, akurat, dan berimbang,” ujar Catur.

Sementara itu, Kepala BPBPK Jawa Barat, M. Reva Sastrodiningrat, menyambut positif kunjungan jajaran pengurus AMKI Jawa Barat. Menurutnya, kemitraan antara pemerintah dan media memiliki peran strategis dalam menyampaikan berbagai informasi pembangunan kepada masyarakat secara luas.

Ia berharap komunikasi dan kerja sama yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan sehingga mampu mendorong keterbukaan informasi publik sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap berbagai program pemerintah, khususnya di bidang penataan bangunan, prasarana, dan kawasan.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Selain mempererat hubungan kelembagaan, kedua belah pihak juga berdiskusi mengenai berbagai peluang kolaborasi ke depan dalam mendukung penyebarluasan informasi pembangunan yang edukatif, transparan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat Jawa Barat. (Sn)

Kepala MI Sirojut Tholibin Ajak Guru Bergerak untuk Perubahan Menuju Madrasah yang Maju dan Berdampak

0

BREBES (Aswajanews.id) – Kepala MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Akhmad Sururi, mengajak seluruh dewan guru untuk membangun semangat perubahan demi meningkatkan mutu pendidikan dan mewujudkan kemajuan madrasah yang berdampak.

Ajakan tersebut disampaikan saat memimpin rapat dewan guru pada Kamis (16/7/2026). Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup dilakukan dengan cara-cara lama, tetapi membutuhkan inovasi, evaluasi, dan keberanian melakukan perubahan.

“Pergerakan untuk peningkatan mutu pendidikan membutuhkan inovasi dan cara baru melalui evaluasi terhadap program sebelumnya. Kita ingin memperoleh hasil yang berbeda, sehingga tidak mungkin menggunakan cara yang sama seperti sebelumnya. Karena itu, perubahan harus menjadi gerakan bersama seluruh guru MI Sirojut Tholibin,” ujar Sururi.

Ia menjelaskan, penyusunan program madrasah harus diawali dengan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) atau analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan. Selain itu, evaluasi terhadap program yang telah berjalan menjadi dasar dalam menentukan program yang perlu dipertahankan, ditingkatkan, diperbaiki, maupun dihadirkan sebagai inovasi baru selama satu tahun pelajaran.

Sebagai bagian dari penguatan kompetensi guru, Sururi meminta seluruh tenaga pendidik menyampaikan usulan program secara tertulis. Menurutnya, langkah tersebut bukan hanya untuk menyusun perencanaan madrasah, tetapi juga melatih kemampuan literasi dan berpikir sistematis para guru.

Setiap usulan nantinya akan dipresentasikan dalam forum dewan guru. Ia menilai kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) merupakan kompetensi penting yang harus dimiliki seorang pendidik agar mampu menyampaikan materi pembelajaran secara efektif dan memberi dampak positif bagi peserta didik.

Sururi juga menekankan pentingnya pemahaman psikologi pendidikan dalam proses pembelajaran. Dengan memahami karakter, potensi, dan tingkat kecerdasan setiap murid yang berbeda-beda, guru dapat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi sehingga proses belajar menjadi lebih efektif dan bermakna.

“Pada awal tahun pelajaran kita menyusun program madrasah sebagai amanat Kanwil Kementerian Agama. Program tersebut merupakan turunan dari visi dan misi MI Sirojut Tholibin. Visi kami, Bahagia, Cerdas, dan Religius, menjadi pijakan dalam menyusun seluruh program sesuai kalender pendidikan,” jelasnya.

Program yang disusun nantinya akan dijabarkan menjadi program tahunan, semesteran, bulanan, mingguan, hingga harian. Setiap kegiatan akan disesuaikan dengan kebutuhan anggaran, penanggung jawab, serta pelaksana agar berjalan secara terarah dan terukur.

Sururi mengajak seluruh guru memperkuat kebersamaan dalam menjalankan program madrasah. Ia berharap tidak ada lagi kesan bahwa hanya sebagian guru yang bekerja, sementara yang lain kurang terlibat.

“Kita harus bergerak bersama. Dengan semangat kebersamaan, saya yakin seluruh dewan guru mampu menyukseskan program-program MI Sirojut Tholibin sehingga madrasah semakin maju, berkualitas, dan memberi dampak nyata bagi peserta didik maupun masyarakat,” tegasnya.

Dalam rapat tersebut juga dibahas sejumlah program pembiasaan yang akan diterapkan, mulai dari kegiatan harian, mingguan, bulanan, semesteran, hingga tahunan. Di antaranya, piket kebersihan, penyambutan murid setiap pagi, serta pembiasaan seluruh siswa memungut sampah sebelum pulang sekolah sebagai bagian dari pendidikan karakter dan implementasi nilai bahwa kebersihan merupakan sebagian dari iman.

Selain itu, muncul gagasan “Satu Murid Satu Prestasi” sebagai program unggulan madrasah. Program ini diharapkan mampu menggali potensi setiap peserta didik melalui pendampingan guru secara sabar, konsisten, dan berkelanjutan sehingga setiap anak memiliki kesempatan meraih prestasi sesuai bakat dan kemampuannya.

Dengan semangat perubahan dan kolaborasi seluruh warga madrasah, MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa optimistis mampu terus meningkatkan kualitas pendidikan serta mewujudkan madrasah yang maju, inovatif, religius, dan berdampak bagi masa depan generasi bangsa. (Red)

Tahlil Bersama di Makam Desa, Tradisi NU Kaliwlingi Brebes Terus Dilestarikan

0

BREBES (Aswajanews.id) – Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Kaliwlingi, Kabupaten Brebes, terus melestarikan tradisi tahlil bersama di kompleks makam desa sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya dan keagamaan yang telah berlangsung turun-temurun.

Ketua Tanfidziyah NU Kaliwlingi, Solichin, mengatakan tradisi tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus ikhtiar mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

“Pada kondisi ini kami mengajak kepada semua warga untuk bersama-sama melestarikan tradisi ini untuk menghormati, mendoakan, dan melanjutkan perjuangan para leluhur sesuai cita-cita mereka. Upaya mengadakan tahlil massal di makam ini juga menjadi ajang silaturahmi, mempererat ukhuwah, serta bersama-sama memanjatkan doa demi kebaikan bersama,” ujar Solichin.

Senada dengan itu, Sekretaris NU Kaliwlingi, Ustaz M. Anwar Fuady, menuturkan bahwa kegiatan ziarah kubur memiliki nilai edukatif dan spiritual bagi masyarakat.

“Ini sebagai upaya membangkitkan semangat warga agar dengan berziarah kubur, mereka selalu ingat akan kehidupan yang hakiki di masa depan. Banyak pelajaran yang dapat dipetik dari kegiatan ini,” katanya.

Kegiatan tahlil bersama dilaksanakan secara rutin setiap Kamis Wage sore menjelang malam Jumat Kliwon, seusai salat Asar, di makam desa setempat. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan hadrah, dilanjutkan pembacaan Surah Yasin, tahlil, dan doa bersama.

Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut cukup tinggi. Warga menyambut baik inisiatif pengurus NU karena selain menjadi sarana mempererat kebersamaan, kegiatan ini juga memudahkan masyarakat yang datang untuk berziarah atau nyekar kepada keluarga yang telah wafat.

Dengan terus berlangsungnya tradisi ini, NU Kaliwlingi berharap nilai-nilai kebersamaan, penghormatan kepada leluhur, serta semangat doa bersama dapat terus terjaga dan diwariskan kepada generasi mendatang. (Red)

MPLS SMKN 1 Pacitan Berlangsung Sepekan, Bekali Siswa Baru dengan Karakter dan Wawasan

0

PACITAN (Aswajanews.id) – SMKN 1 Pacitan menggelar Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi peserta didik baru selama sepekan, mulai 13 hingga 17 Juli 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi siswa untuk mengenal lingkungan sekolah, budaya belajar, sekaligus membangun karakter sebelum memasuki proses pembelajaran.

Rangkaian MPLS diawali dengan pengenalan lingkungan sekolah, meliputi fasilitas, tata tertib, serta berbagai program pendidikan yang dimiliki SMKN 1 Pacitan. Para peserta didik baru juga mengikuti sesi perkenalan antarsiswa untuk mempererat kebersamaan dan membangun komunikasi sejak hari pertama.

Selain itu, sekolah melaksanakan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh peserta didik baru sebagai upaya mengetahui kondisi kesehatan siswa sekaligus mendukung terciptanya lingkungan belajar yang sehat dan nyaman.

Dalam rangka memperluas wawasan kebangsaan, peserta MPLS juga menerima sosialisasi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pacitan mengenai pendidikan demokrasi dan pentingnya peran generasi muda sebagai pemilih pemula. Melalui kegiatan tersebut, siswa dibekali pemahaman tentang pentingnya menggunakan hak pilih secara bijak dan berpartisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi.

Suasana MPLS semakin semarak dengan agenda pentas seni yang dijadwalkan menjadi penutup kegiatan pada Jumat (17/7/2026). Ajang tersebut menjadi wadah bagi peserta didik baru untuk menampilkan bakat, kreativitas, serta menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus mempererat keakraban di lingkungan sekolah.

Ketua Pelaksana MPLS SMKN 1 Pacitan, Taufik Purwoko, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar peserta didik baru dapat beradaptasi dengan lingkungan sekolah secara menyenangkan, sekaligus memperoleh bekal karakter, kedisiplinan, dan wawasan yang bermanfaat.

Sementara itu, Kepala SMKN 1 Pacitan, Joko Supriyadi, S.Pd., M.M.Pd., berharap MPLS menjadi awal yang positif bagi seluruh peserta didik baru.

“MPLS bukan sekadar kegiatan pengenalan sekolah, tetapi juga menjadi momentum untuk membentuk karakter, kedisiplinan, dan tanggung jawab siswa sebagai bagian dari keluarga besar SMKN 1 Pacitan,” ujarnya.

Kegiatan MPLS dijadwalkan berakhir pada Jumat (17/7/2026). Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, sekolah berharap peserta didik baru semakin siap mengikuti proses pembelajaran, mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, serta tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan di dunia pendidikan maupun dunia kerja.

(Cak Met)

Belajar Disiplin dari Pak Sudaryono, “Korea dari Grobogan”

0

Sering kali saya bertanya dalam hati, apa yang membuat seseorang bisa mencapai kesuksesan luar biasa. Apakah semata karena keberuntungan, atau memang ada pola yang membentuknya?

Saya pernah berkesempatan melihat secara langsung sosok Bapak Sudaryono, Wakil Menteri Pertanian. Kesan pertama yang saya tangkap adalah aura kepemimpinannya. Cara berpakaian, cara berbicara, hingga sikapnya memancarkan profesionalisme dan kepercayaan diri.

Mungkin karakter itu tidak terbentuk dalam semalam. Beliau ditempa sejak menempuh pendidikan di Taruna Nusantara, lalu melanjutkan studi di National Defense Academy of Japan (NDA). Yang menarik, beliau pernah bercerita bahwa saat pertama kali kuliah di Jepang, beliau sama sekali belum menguasai bahasa Jepang. Namun, melalui disiplin dan kerja keras, beliau tidak hanya mampu mengikuti perkuliahan, tetapi juga menjadi salah satu mahasiswa terbaik.

Dari situ saya semakin yakin bahwa kesuksesan bukanlah kebetulan. Ada pola yang terus diulang: disiplin, kemauan belajar, konsistensi, dan dedikasi yang tinggi.

Dalam beberapa kesempatan mendengarkan beliau berbicara, saya melihat cara berpikir yang terstruktur, solutif, sederhana, tetapi tepat sasaran. Saat menjelaskan persoalan pertanian, misalnya, beliau menguraikan bagaimana rantai distribusi dan praktik yang merugikan petani dapat menyebabkan hasil panen dihargai rendah, sementara keuntungan dinikmati pihak lain. Beliau juga menjelaskan berbagai upaya pembenahan, seperti penyederhanaan birokrasi, pemanfaatan KTP dalam layanan yang sebelumnya memerlukan Kartu Tani, serta perbaikan tata kelola agar pelayanan menjadi lebih efektif.

Terlepas dari bagaimana kebijakan tersebut dinilai dalam praktiknya, yang menarik bagi saya adalah cara beliau menyampaikan gagasan: lugas, sistematis, dan mudah dipahami. Intonasinya tegas, penyampaiannya percaya diri, sehingga mampu meyakinkan pendengarnya.

Dalam sebuah forum, beliau pernah menyampaikan sebuah kalimat yang sederhana, tetapi membekas:

“Overdress never goes wrong.”

Berpenampilan lebih rapi dan profesional tidak pernah menjadi kesalahan. Kalimat itu bukan sekadar soal pakaian, melainkan tentang menghargai diri sendiri, menghormati orang lain, dan menunjukkan kesiapan dalam setiap kesempatan.

Melihat beliau secara langsung membuat saya semakin percaya bahwa kesuksesan tidak datang secara tiba-tiba. Ia dibangun dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten: disiplin, berpegang pada prinsip, terus belajar, dan memberikan dedikasi terbaik dalam setiap pekerjaan.

Semoga semangat belajar, disiplin, dan etos kerja seperti itu dapat menjadi inspirasi bagi kita semua.

— Kamas Wahyu Amboro

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts