Oleh: Akhmad Sururi
Kabar duka datang pada Senin, 6 Juli 2026. Seusai membaca aurad rutin di sudut ruang tunggu loket Bus Sinar Jaya, saya membuka media sosial Facebook. Betapa terkejutnya ketika melihat kabar bahwa KH Asmawi telah wafat. Untuk memastikan informasi tersebut, saya langsung menghubungi Kyai Abdul Aziz Muslim, menantu sekaligus sahabat saya sejak sama-sama menimba ilmu di Pondok Pesantren Lirboyo.
Kenangan bersama almarhum pun kembali terlintas. Sepulang dari Pondok Pesantren Lirboyo, saya rutin mengikuti pengajian Kitab Umm al-Barahin setiap Kamis pagi di majelis taklim Desa Danawarih, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal. Awalnya saya diajak oleh Mujiburrohman, teman sekamar semasa mondok di Lirboyo yang juga menjadi menantu KH Asmawi. Baik Kyai Abdul Aziz Muslim maupun Mujiburrohman sama-sama menikah dengan putri beliau, hanya saja Mujiburrohman lebih dahulu menjadi bagian dari keluarga besar KH Asmawi.
Di majelis yang penuh kesejukan itu, KH Asmawi menjelaskan setiap kalimat dalam kitab tauhid secara rinci. Penjelasannya menggunakan pendekatan ilmu mantik (logika) sehingga materi yang tergolong berat menjadi mudah dipahami oleh para jamaah. Sebelumnya saya pernah mempelajari Umm al-Barahin di Lirboyo melalui metode pembacaan makna, namun bersama KH Asmawi saya mendapatkan penjelasan yang jauh lebih mendalam.
Keinginan untuk memperdalam ilmu tauhid—atau dalam dunia akademik dikenal sebagai teologi—menjadi alasan kuat saya menempuh perjalanan sekitar satu jam dengan sepeda motor setiap Kamis pagi demi mengikuti pengajian beliau.
Yang paling membekas adalah sikap tawaduk beliau. Meski memiliki keluasan ilmu tauhid yang luar biasa, KH Asmawi tetap rendah hati dan terbuka kepada siapa saja. Setiap penjelasan yang beliau sampaikan selalu merujuk kepada kitab-kitab karya ulama salaf. Tak jarang beliau mengutip teks Arab dari kitab kuning, menghidupkan kembali suasana intelektual yang pernah saya rasakan ketika belajar di pesantren.
Dari beliau saya banyak belajar tentang hukum akal (al-ahkam al-‘aqliyyah), yakni wajib, mustahil, dan jaiz, sebagai fondasi memahami ilmu tauhid. Menurut beliau, penguasaan ilmu mantik menjadi kunci dalam membedah konsep-konsep tersebut. Tauhid bukan hanya menjadi dasar akidah, tetapi juga menjadi fondasi dalam memahami disiplin ilmu Islam lainnya, termasuk fikih dan tasawuf.
Saya pun sempat mengikuti pengajian Kitab Al-Hikam karya Syekh Ibnu Athaillah As-Sakandari yang beliau ampu, meski hanya pada bagian-bagian awal. Cara beliau menguraikan konsep-konsep teologis selalu disertai contoh-contoh sederhana yang mudah diterima akal, sehingga jamaah dari berbagai kalangan dapat memahami materi yang disampaikan. Dengan suara yang lembut, beliau mengupas setiap definisi secara sistematis sesuai kaidah keilmuan.
Sebagai penyebar ilmu tauhid, KH Asmawi membina banyak majelis taklim yang tersebar di wilayah Brebes, Tegal, hingga Jakarta. Meski usia beliau telah sepuh, semangat mengajar tidak pernah surut. Kitab kuning selalu menjadi teman setianya dalam setiap perjalanan dakwah.
Jejak keilmuan beliau kini tersebar luas melalui ribuan murid dan santri yang mengajarkan kembali akidah Ahlussunnah wal Jamaah di berbagai pelosok. Bahkan beberapa bulan lalu saya bertemu seorang guru Al-Qur’an dari Pagirikan, Banjaran. Ia bercerita bahwa rumahnya dahulu menjadi tempat singgah KH Asmawi setiap kali mengisi pengajian di masjid desanya. Kisah itu menjadi bukti bahwa dakwah beliau menjangkau banyak tempat, sering kali tanpa banyak diketahui orang.
Kepergian KH Asmawi merupakan kehilangan besar bagi umat, khususnya bagi para pencinta ilmu tauhid. Namun, ilmu yang telah beliau wariskan akan terus hidup melalui murid-muridnya yang kini tersebar di berbagai daerah.
Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan alam kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya, di taman-taman surga. Semoga pula ilmu yang telah beliau ajarkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir hingga akhir zaman.
Al-Fatihah.
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































