Beranda Pendidikan 442 Peserta MTs se-Kabupaten Bandung Ikuti Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan...

442 Peserta MTs se-Kabupaten Bandung Ikuti Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam

1

BANDUNG (Aswajanews.id) – Sebanyak 442 peserta dari Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs) beserta Wakil Kepala Bidang Kurikulum mengikuti Workshop Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta dan Pembelajaran Mendalam yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Madrasah Tsanawiyah (KKMTs) Kabupaten Bandung di Aula MTs Al Falah Cicalengka, Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, Drs. H. Usep Saepudin Muhtar, M.Pd., yang diwakili oleh Kasi Kurikulum Hj. Widya Arthawati, M.Pd. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung H. Ramlan Rustandi, S.Ag., M.Si., Pelaksana Tugas (Plt.) Kasi Pendidikan Madrasah Hj. Nana Rosdiana, M.Ag., Ketua Pokjawas H. Wowo, M.Pd., Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al-Qur’an Asy-Syahidiyyah, serta para kepala MTs dan wakil kepala bidang kurikulum se-Kabupaten Bandung.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat melalui sambungan daring. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa guru harus mampu mengubah paradigma pembelajaran dari pola mengajar yang kaku menjadi lebih ramah, humanis, dan berpusat pada peserta didik. Menurutnya, suasana belajar yang menyenangkan akan membuat peserta didik lebih mudah menyerap materi pembelajaran, sekaligus mendukung terbentuknya karakter yang baik sesuai semangat Kurikulum Berbasis Cinta.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung, H. Ramlan Rustandi, S.Ag., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya workshop tersebut. Ia menilai kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan madrasah, khususnya dalam memperkuat kapasitas kepala madrasah dan wakil kepala bidang kurikulum agar mampu mengimplementasikan kebijakan kurikulum secara optimal di satuan pendidikan masing-masing.

Ketua KKMTs Kabupaten Bandung, Dedi Junaedi, S.Pd., M.M.Pd., mengatakan workshop ini bertujuan memperkuat pemahaman para kepala madrasah dan wakil kepala bidang kurikulum dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta yang dipadukan dengan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning). Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih humanis, bermakna, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.

Menurut Dedi, Kurikulum Berbasis Cinta sangat relevan diterapkan di lingkungan madrasah karena selaras dengan nilai-nilai Islam yang menjadi fondasi pendidikan madrasah. Pendekatan tersebut tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk akhlakul karimah, menumbuhkan rasa kasih sayang, empati, kepedulian, serta sikap saling menghormati antarsesama.

“Kurikulum Berbasis Cinta sangat cocok diterapkan di madrasah karena sejalan dengan nilai-nilai Islam yang mengedepankan kasih sayang, penghormatan kepada sesama, serta pembentukan akhlakul karimah. Dengan pendekatan ini, proses pembelajaran diharapkan menjadi lebih bermakna dan mampu melahirkan peserta didik yang berilmu, berkarakter, dan berakhlak mulia,” ujar Dedi.

Melalui workshop ini, seluruh madrasah di Kabupaten Bandung diharapkan mampu mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara optimal sesuai arah kebijakan Kementerian Agama, sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran yang berpusat pada peserta didik dan memperkuat karakter generasi muda.

(Red/Nas)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.