BREBES (Aswajanews.id) – Tradisi menyambut bulan Suro atau Muharam masih terus lestari di berbagai daerah. Salah satunya dilaksanakan oleh warga sekitar Masjid Jami Baiturohim yang berada di Dukuh Jakatamu, Desa Jagalempeni, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes. Setiap malam 10 Muharam, masyarakat menggelar doa bersama sebagai bentuk ikhtiar memohon keberkahan kepada Allah SWT.
Tradisi yang telah berlangsung turun-temurun ini diikuti oleh warga lingkungan masjid dengan membawa sedekah berupa tumpeng maupun aneka makanan sesuai kemampuan masing-masing. Setelah doa bersama, seluruh hidangan dinikmati secara bersama-sama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur.
Salah seorang jamaah Masjid Jami Baiturohim, Akhmad Sururi, mengatakan bahwa kegiatan doa bersama setiap malam 10 Muharam telah menjadi tradisi sejak dirinya masih kecil.
“Kegiatan ini menjadi bagian dari tradisi warga Nahdliyin yang sudah berlangsung di kampung-kampung. Hal tersebut didasarkan pada keterangan dari beberapa kitab kuning yang menjelaskan keutamaan 10 Muharam. Selain itu, terdapat banyak peristiwa penting dalam sejarah para nabi yang berkaitan dengan tanggal tersebut. Itulah yang menjadi landasan warga NU dalam melestarikan tradisi ini,” ujar Sekretaris MWC NU Wanasari usai acara doa bersama, Kamis malam, 25 Juni 2026, bertepatan dengan 10 Muharam 1448 Hijriah.
Sururi menambahkan, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Warga secara sukarela hadir mengikuti doa bersama sekaligus bersedekah dengan membawa tumpeng maupun makanan yang kemudian dinikmati bersama.
“Alhamdulillah kegiatan doa bersama berjalan khidmat dan lancar. Setelah selesai berdoa, seluruh jamaah makan bersama di Masjid Jami Baiturohim. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan sangat terasa,” imbuh alumni Pondok Pesantren Lirboyo tersebut.
Acara doa bersama juga dihadiri sejumlah tokoh agama di lingkungan Masjid Jami Baiturohim. Dzikir dipimpin oleh Ustaz Suharto selaku Imam Rawatib, didampingi beberapa tokoh agama lainnya.
Kegiatan Muharoman ini menjadi salah satu wujud pelestarian tradisi keagamaan yang terus dijaga masyarakat, sekaligus mempererat tali silaturahmi dan semangat gotong royong antarwarga.
(Red)
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































