INDRAMAYU (Aswajanews) – Setelah lama menjadi sorotan dan keluhan masyarakat, sejumlah warung remang-remang di kawasan Kuliner Cimanuk (Kulcim), Kabupaten Indramayu, akhirnya ditertibkan oleh petugas gabungan dari Satpol PP bersama dinas terkait.
Dalam operasi penertiban tersebut, petugas menyita sejumlah perangkat sound system yang diduga digunakan untuk menunjang aktivitas yang dinilai tidak sesuai dengan fungsi kawasan kuliner.
Razia yang dilakukan itu disambut positif oleh masyarakat. Selama ini, warga menilai keberadaan sejumlah warung di kawasan Kulcim telah menimbulkan keresahan dan mengganggu kenyamanan pengunjung.
Petugas melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas usaha, penggunaan fasilitas, serta dugaan pelanggaran aturan yang terjadi di lokasi. Sejumlah perangkat pengeras suara yang ditemukan di warung-warung yang menjadi sasaran operasi langsung diamankan sebagai barang sitaan.

Salah seorang warga mengapresiasi langkah pemerintah dalam melakukan penertiban tersebut. Menurutnya, kawasan kuliner seharusnya menjadi ruang publik yang nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Jangan sampai kawasan kuliner berubah menjadi tempat yang membuat masyarakat tidak nyaman. Kalau memang melanggar aturan, harus ditindak tegas,” ujarnya.
Keberadaan warung remang-remang di kawasan Kuliner Cimanuk memang telah lama menuai sorotan. Selain menimbulkan kebisingan hingga larut malam, aktivitas di beberapa titik juga dinilai memberikan kesan negatif yang dapat mencederai citra kawasan wisata kuliner keluarga.
Warga menilai persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Selain mengganggu ketertiban umum, kondisi itu dikhawatirkan dapat merusak citra Kuliner Cimanuk yang selama ini dikenal sebagai salah satu ruang publik dan destinasi kuliner di Kabupaten Indramayu.
Meski mengapresiasi langkah Satpol PP, masyarakat berharap penertiban tidak berhenti pada razia kali ini saja. Mereka meminta pemerintah daerah melakukan pengawasan secara berkelanjutan dan menindak setiap pelanggaran tanpa tebang pilih.
Masyarakat juga mempertanyakan bagaimana sejumlah warung yang selama ini menjadi sorotan publik dapat beroperasi dalam waktu yang cukup lama hingga memunculkan banyak keluhan dari warga.
Razia dan penyitaan sound system tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam mengembalikan fungsi kawasan Kuliner Cimanuk sebagai pusat kuliner, ruang rekreasi keluarga, dan salah satu ikon kebanggaan masyarakat Indramayu.
Kini publik menunggu langkah lanjutan dari pemerintah daerah. Warga berharap penertiban dilakukan secara konsisten sehingga kawasan Kuliner Cimanuk benar-benar terbebas dari aktivitas yang meresahkan dan kembali menjadi ruang publik yang aman, nyaman, serta tertib. (A. Irsyad)
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































