SUMEDANG (Aswajanews) – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang kembali memicu perdebatan. Hal ini menyusul adanya aduan dari orang tua siswa terkait kualitas menu buah yang dibagikan kepada anak-anak mereka.
Berdasarkan laporan yang diterima oleh redaksi dari salah satu orang tua murid, menu MBG yang didistribusikan pada Sabtu, 23 Mei 2026 lalu menyertakan buah alpukat yang kondisinya masih mentah dan keras, bukan buah segar yang siap saji.
“Sampai sekarang (Rabu, 27 Mei 2026), buah alpukat tersebut belum juga masak dan belum bisa dikonsumsi sama sekali,” ungkap salah seorang orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya.
Merespons aduan tersebut, pihak vendor atau penyedia jasa makanan di Kecamatan Tomo memberikan jawaban terbuka namun tegas saat dikonfirmasi oleh awak media. Pihaknya menyatakan menghormati fungsi kontrol sosial dari media maupun program MBG itu sendiri, namun menyayangkan jika ada unsur kesengajaan untuk menjatuhkan.
“Sampaikan saja ke siapapun itu, kalau mau silaturahmi yang baik dan benar. Saya menghargai media dan saya menghargai program ini juga,” ujar perwakilan vendor saat dihubungi, Senin (1/6/2026).

Ia menambahkan bahwa kritik adalah hak setiap orang, tetapi pihaknya memilih untuk tidak ambil pusing jika dinamika ini didasari oleh motif mencari-cari kekeliruan.
“Tapi kalau ada yang memang dengan sengaja mencari kesalahan, ya tidak apa-apa juga, itu hak masing-masing. Cuma ya tidak akan dilayani juga,” pungkasnya.
Untuk membuktikan akuntabilitas dan kualitas operasionalnya, pihak vendor mengaku siap melakukan survei internal kepada seluruh pihak sekolah yang selama ini menjadi mitra distribusinya.
“Saya tinggal polling aja nanti untuk PM (Penerima Manfaat) yang sudah pernah kita supply, dapur kita seperti apa,” kunci pihak vendor optimistis.
Hingga berita ini diturunkan, dinas terkait di Kabupaten Sumedang belum memberikan keterangan resmi mengenai langkah evaluasi kelayakan pangan pada program MBG di wilayah Kecamatan Tomo. (Tim)
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































