Beranda Aktual TNI AD dan Empat Pemda Sepakati Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi

TNI AD dan Empat Pemda Sepakati Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi

53

JAKARTA (Aswajanews.id) – TNI Angkatan Darat (TNI AD) bersama Pemerintah Kota Bekasi, Pemerintah Kota Bogor, Pemerintah Kabupaten Bogor, dan Pemerintah Kota Semarang menyepakati kerja sama pengelolaan sampah berbasis teknologi.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Komitmen Bersama di Aula Jati Kusumo, Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta, Jumat (7/8/2026). Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan persoalan sampah sekaligus mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Kerja sama tersebut diarahkan pada pengembangan fasilitas pre-treatment dan pabrik pirolisis di sejumlah Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Teknologi pirolisis merupakan proses pengolahan bahan menggunakan suhu tinggi sehingga sampah dapat dikurangi sekaligus berpotensi diolah menjadi sumber energi bernilai guna.

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan, keterlibatan TNI AD merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden RI Prabowo Subianto agar seluruh jajaran pemerintah turut berperan aktif dalam mengatasi persoalan sampah yang telah menjadi tantangan nasional.

“Bapak Presiden menegaskan bahwa persoalan sampah telah berada pada kondisi yang darurat dan meminta seluruh jajaran untuk ikut berperan aktif dalam mencari solusi. Arahan Presiden itulah yang menjadi motivasi kami di TNI Angkatan Darat untuk ikut terlibat dalam upaya penanganan sampah. TNI Angkatan Darat siap mendukung seluruh program pemerintah tersebut,” ujar Kasad.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyebut kolaborasi antara TNI AD dan pemerintah daerah tersebut sebagai langkah nyata untuk mempercepat penerapan sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Menurutnya, sejumlah negara maju telah berhasil menangani persoalan sampah melalui sistem pengelolaan modern. Karena itu, Indonesia dinilai perlu mempercepat penerapan teknologi sekaligus menyederhanakan berbagai prosedur yang selama ini dapat menghambat pelaksanaan program.

“Di berbagai negara maju, persoalan sampah telah mampu diatasi melalui pengelolaan yang modern. Tantangan terbesar yang kita hadapi bukan pada teknologinya, melainkan pada banyaknya regulasi dan prosedur yang selama ini menghambat percepatan penyelesaiannya,” ungkap Zulkifli.

Ia menambahkan, teknologi pirolisis direncanakan diterapkan sedikitnya di lima lokasi, yakni Jakarta, Bogor, Bekasi, Semarang, serta sejumlah daerah lainnya.

Kawasan Bantargebang juga menjadi salah satu prioritas karena memiliki kapasitas besar sebagai tempat pemrosesan akhir sampah.

Melalui kesepakatan tersebut, TNI AD bersama pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk memperkuat sinergi dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat program pemerintah dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus memberikan dampak positif terhadap kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.

(Sumber: Dispenad)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.