CIMAHI (Aswajanews.id) – Presiden Prabowo Subianto meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat (30/10/2026). Peresmian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kualitas pendidikan nasional sekaligus mencetak generasi muda yang unggul, berintegritas, dan berjiwa patriotisme.
SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi berdiri di atas lahan seluas 30,2 hektare. Sekolah ini memiliki 30 ruang kelas beserta berbagai fasilitas pendukung, dengan jumlah peserta didik mencapai 677 siswa.
Dalam sambutannya, Prabowo berpesan agar para siswa belajar tekun dan bersungguh-sungguh. Ia juga meminta para pamong dan guru terus memberikan bimbingan, pendidikan, serta keteladanan kepada peserta didik.
“Tanamkan terus nilai patriotisme, integritas. Daripada ratusan orang pintar, berilah kepada negara pemuda, pemudi yang jujur, yang bersih hatinya, yang penuh cinta tanah air, baru kita berhasil sebagai bangsa dan negara,” kata Prabowo.
Presiden juga menekankan pentingnya mempelajari sejarah agar generasi muda memahami perjalanan bangsa dan tidak mengulangi kesalahan masa lalu. Ia mengingatkan bahwa lemahnya persatuan pernah membuat Indonesia mudah dipecah belah oleh penjajah.
“Jangan kita ulangi kesalahan-kesalahan pendahulu-pendahulu kita. Pendahulu kita banyak kecemerlangan, tapi kita belajar dari kekurangannya,” ujarnya.
Menurut Prabowo, bangsa yang enggan belajar sejarah berisiko mengulangi kesalahan yang sama.
“Mereka yang malas belajar sejarah akan dihukum oleh sejarah. Ini pelajaran ribuan tahun,” tuturnya.
Prabowo selanjutnya meminta SMA Taruna Nusantara konsisten menanamkan nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan dalam proses pendidikan. Ia mengingatkan bahwa munculnya paham yang mengutamakan identitas agama, suku, maupun ras dalam bentuk negara dapat mengancam persatuan bangsa.
Karena itu, pendidikan kebangsaan harus menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter generasi muda. Terlebih, upaya memecah belah persatuan masih terjadi di berbagai belahan dunia.
Lebih jauh, Prabowo menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama untuk mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa dalam membangun negara yang merdeka, maju, dan berkeadilan.
“Kunci daripada keberhasilan nation building adalah pendidikan. Pendidikan dari sangat awal, pendidikan dari sebelum lahir, pendidikan orang tua, pendidikan usia dini, pendidikan taman kanak-kanak, pendidikan sekolah dasar, sekolah menengah, pertama, sekolah lanjutan, dan seterusnya,” ungkapnya.
Ia menilai pendidikan berkualitas membutuhkan investasi besar, terutama untuk menghadirkan guru-guru yang kompeten dan berdedikasi.
“Pendidikan yang baik membutuhkan guru-guru yang baik, yang hebat. Negara yang unggul dilahirkan oleh guru-guru yang hebat. Untuk mendapatkan guru-guru yang hebat, perlu investasi yang besar,” tegasnya.
Prabowo mengakui pemenuhan kebutuhan investasi pendidikan masih menghadapi berbagai tantangan. Namun, peningkatan kualitas pendidikan dan ketersediaan anggaran harus diupayakan secara bersamaan.
Usai peresmian, Presiden meninjau sejumlah gedung dan fasilitas sekolah, termasuk Ruang AeroNautica. Ia juga melihat hasil riset dan inovasi siswa, antara lain alat pembasmi nyamuk berbasis getaran ultrasonik berdaya hibrida serta smart irrigation system atau sistem irigasi pintar.
Berbagai inovasi tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga mendorong kreativitas, riset, dan pengembangan teknologi di kalangan peserta didik. (Red)
Eksplorasi konten lain dari News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





























