JAKARTA (Aswajanews.id) – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (4/11/2026). Kedatangannya untuk memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi dalam perkara dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor.
Nusron tiba sekitar pukul 09.22 WIB. Pemeriksaan tersebut merupakan pemenuhan panggilan ketiga dari penyidik KPK setelah sebelumnya dua kali tidak menghadiri pemeriksaan.
Dalam perkara ini, KPK menelusuri dugaan aliran dana yang berkaitan dengan proses pengurusan dan penerbitan sejumlah izin HGB atas aset PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor.
Nusron dipanggil untuk memberikan keterangan mengenai kebijakan, prosedur, serta mekanisme pengurusan pertanahan di lingkungan Kementerian ATR/BPN. Keterangan tersebut diharapkan dapat membantu penyidik mengungkap kronologi perkara dan mengidentifikasi pihak-pihak yang berkaitan.
Pemanggilan sebagai saksi merupakan bagian dari proses penegakan hukum untuk mengumpulkan keterangan dan fakta yang relevan. Pemeriksaan terhadap Nusron tidak dengan sendirinya menunjukkan keterlibatan atau kesalahan dalam perkara tersebut.
Kasus ini menjadi perhatian publik karena berkaitan dengan pengurusan pertanahan, perusahaan besar, serta pejabat negara. Transparansi dan akuntabilitas dalam proses hukum menjadi penting untuk memastikan penanganan perkara berjalan sesuai ketentuan.
KPK diharapkan mengusut perkara tersebut secara menyeluruh dan profesional. Apabila ditemukan bukti keterlibatan pihak tertentu dalam praktik suap atau pelanggaran hukum, penanganannya harus dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan.
Perkara ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat reformasi birokrasi di sektor pertanahan, terutama dalam mewujudkan pelayanan publik yang transparan, profesional, dan bebas dari praktik korupsi.
Perkembangan pemeriksaan Nusron Wahid dan penanganan perkara dugaan suap HGB PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor masih dinantikan masyarakat.
(Red)
Eksplorasi konten lain dari News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





























