Google search engine
Beranda blog Halaman 33

Bandung Gelar Job Fair 2026, 3.528 Lowongan dari 19 Perusahaan Disiapkan

0

BANDUNG (Aswajanews) – Upaya menekan angka pengangguran sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi daerah kembali dilakukan melalui penyelenggaraan bursa kerja tahun 2026 oleh Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Bandung.

Program ini dirancang sebagai sarana strategis untuk mempertemukan pencari kerja dengan kebutuhan tenaga kerja dari berbagai sektor industri yang terus berkembang.

Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Teras Sunda Cibiru 17 pada Sabtu, 25 April 2026. Sebanyak 3.528 peluang kerja disiapkan oleh 19 perusahaan yang siap merekrut tenaga kerja dalam ajang ini.

Kepala Disnaker Kota Bandung, Yayan Ahmad Brilyana, menjelaskan bahwa pelaksanaan job fair dilatarbelakangi masih tingginya tingkat pengangguran terbuka yang melampaui rata-rata nasional.

Selain itu, terdapat kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan industri yang semakin dinamis, terutama pascapandemi dan di tengah percepatan transformasi digital.

“Job fair ini bukan sekadar ajang rekrutmen, tetapi solusi nyata untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan potensi tenaga kerja yang ada,” ujar Yayan saat talk show di Radio Sonata berkolaborasi dengan PR FM, Selasa (21/4/2026).

Ia menyebutkan partisipasi perusahaan dalam kegiatan ini terus meningkat setiap tahun. Sektor manufaktur, ritel, perhotelan, serta food and beverage masih menjadi penyumbang terbesar kebutuhan tenaga kerja.

Di sisi lain, sektor digital dan industri kreatif juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Bidang seperti teknologi informasi, digital marketing, hingga startup kini semakin aktif membuka peluang kerja baru.

Secara keseluruhan, ribuan posisi tersedia dengan jenjang karier yang beragam, mulai dari entry level hingga tenaga profesional berpengalaman. Kesempatan ini terbuka luas, khususnya bagi fresh graduate dan lulusan SMK yang menjadi target utama penyerapan tenaga kerja.

Tak hanya fokus pada rekrutmen, kegiatan ini juga dilengkapi berbagai program pendukung. Mulai dari konsultasi karier, pelatihan penyusunan CV, coaching clinic, hingga seminar terkait tren industri.

Program-program tersebut bertujuan meningkatkan kesiapan serta daya saing pencari kerja dalam menghadapi persaingan di pasar kerja.

Penyelenggara memastikan seluruh perusahaan peserta telah melalui proses verifikasi ketat guna menjamin legalitas serta transparansi informasi lowongan kerja. Selain itu, kanal pengaduan juga disiapkan untuk melindungi masyarakat dari potensi penipuan.

Meski terbuka untuk umum, masyarakat ber-KTP Kota Bandung tetap mendapat prioritas, terutama dalam akses informasi serta program pendampingan sebagai bagian dari tanggung jawab pemerintah daerah.

Yayan mengakui, tantangan utama saat ini adalah ketidaksesuaian antara kualifikasi tenaga kerja dan kebutuhan industri, serta distribusi informasi yang belum merata. Perkembangan teknologi yang pesat juga turut memperbesar tantangan tersebut.

“Ke depan, kemampuan digital, komunikasi, dan adaptasi menjadi kunci utama agar tenaga kerja bisa bertahan dan berkembang,” ujarnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk melakukan persiapan matang sebelum mengikuti job fair, mulai dari kelengkapan dokumen lamaran hingga pemahaman terhadap perusahaan yang akan dilamar.

“Job fair adalah langkah awal. Yang terpenting adalah terus belajar dan mengembangkan keterampilan agar mampu bersaing di dunia kerja,” tutupnya. (Red/IDN)

Cimahi Tuan Rumah Rakor Disdukcapil Jabar, Dorong Penguatan Keamanan Data Kependudukan

0

CIMAHI (Aswajanews) – Kota Cimahi kembali dipercaya menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi (Rakor) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) se-Jawa Barat yang dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat SNI ISO/IEC 27001:2022 tentang Sistem Manajemen Keamanan Informasi.

Kegiatan yang digelar di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi, Rabu (22/4), ini dihadiri para kepala Disdukcapil kabupaten/kota se-Jawa Barat. Rakor tersebut menjadi forum strategis untuk memperkuat sinergi antar daerah dalam pengelolaan administrasi kependudukan, sekaligus mendorong peningkatan kualitas layanan berbasis digital yang aman dan terintegrasi.

Penyerahan sertifikat SNI ISO/IEC 27001:2022 menjadi simbol komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan data kependudukan yang semakin krusial di era digital. Sertifikasi ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi daerah lain untuk menerapkan standar keamanan informasi yang serupa.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menegaskan bahwa penguatan sistem keamanan informasi merupakan fondasi utama dalam pengelolaan data kependudukan. Menurutnya, data administrasi kependudukan memiliki nilai strategis tinggi sehingga harus dilindungi dengan standar keamanan yang ketat.

“Data kependudukan ini sangat penting dan sensitif. Ketika sistem keamanannya terjamin, integrasi data dengan berbagai layanan lainnya bisa dilakukan secara optimal,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa Indonesia telah memiliki fondasi kuat melalui penerapan KTP elektronik (e-KTP). Namun, tantangan ke depan adalah bagaimana mengintegrasikan data tersebut secara luas tanpa mengabaikan aspek keamanan.

“Indonesia sudah selangkah lebih maju dengan e-KTP. Tantangannya sekarang adalah integrasi data, yang harus didukung sistem keamanan kuat agar tidak menimbulkan risiko kebocoran,” tegasnya.

Adhitia menambahkan, tingginya nilai strategis data kependudukan juga menghadirkan tantangan besar, terutama terkait potensi kebocoran data. Integrasi langsung melalui chip e-KTP dinilai berisiko jika tidak didukung sistem pengamanan yang andal. Ancaman peretasan pun semakin meningkat seiring tingginya nilai jual data di pasar gelap global.

Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya kehati-hatian pemerintah dalam membuka akses integrasi data. Penguatan sistem keamanan siber, penerapan enkripsi, serta mekanisme autentikasi yang ketat menjadi prasyarat utama sebelum integrasi dilakukan secara luas.

Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kabupaten Bandung Barat, Tata Irawan Subandi, dalam laporannya menyampaikan bahwa rakor ini bertujuan menyamakan persepsi serta memperkuat koordinasi antar Disdukcapil se-Jawa Barat dalam menghadapi kompleksitas pengelolaan data kependudukan.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik terbaik dalam peningkatan kualitas layanan administrasi kependudukan di masing-masing daerah.

Melalui rakor ini, Disdukcapil se-Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk terus memperkuat tata kelola administrasi kependudukan yang modern, aman, dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan publik.

(Sinto)

Cemburu Berujung Maut! Pria di Cinambo Bandung Tewas Ditusuk, Pelaku Kabur ke Cirebon

0

BANDUNG (Aswajanews) – Tim gabungan Satreskrim Polrestabes Bandung, Resmob Polda Jawa Barat, dan Unit Reskrim Polsek Cinambo berhasil mengungkap kasus penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia, yang terjadi di Jalan Sandang, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung.

Kasus tersebut terjadi pada Jumat, 17 April 2026 sekitar pukul 00.30 WIB. Polisi telah mengamankan seorang tersangka berinisial IS alias Bohim (43), warga Ujung Berung, Kota Bandung.

Plt. Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Adiwijaya, S.I.K., melalui Kasat Reskrim AKBP Anton SH, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat korban berada di kamar kos bersama seorang perempuan berinisial L, yang diketahui merupakan mantan istri tersangka.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan S.I.K., M.H. mengungkapkan, dilatarbelakangi rasa cemburu, tersangka mendatangi kamar tersebut hingga terjadi cekcok. Dalam pertengkaran itu, korban sempat melakukan pemukulan berulang kali terhadap tersangka.

“Dalam kondisi tertekan, tersangka kemudian mengambil pisau yang berada di dalam kamar dengan maksud untuk menakuti korban. Namun, korban tetap melakukan pemukulan, hingga akhirnya tersangka menusukkan pisau ke arah korban,” ujarnya.

Akibat luka tusuk di bagian wajah dan tubuh, korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Usai kejadian, tersangka melarikan diri bersama saksi L ke wilayah Cirebon. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan penyelidikan, petugas berhasil melacak keberadaan tersangka dan melakukan penangkapan.

Polisi turut mengamankan barang bukti berupa sebilah pisau serta pakaian yang digunakan tersangka saat kejadian.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 466 ayat (3), Pasal 468 ayat (2), dan/atau Pasal 458 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Polisi berharap pengungkapan kasus ini dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus menjadi pengingat agar setiap permasalahan diselesaikan secara bijak tanpa kekerasan.

(Red)

Dilantik di Hari Kartini, Kakanwil Kemenag Jabar Tekankan Integritas dan Inovasi Pejabat Baru

0

BANDUNG (Aswajanews) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat, H. Dudu Rohman, melantik puluhan pejabat di lingkungan Kanwil Kemenag Jabar pada Selasa (21/4/2026), di Aula Kanwil Kemenag Jabar, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bandung.

Sebanyak 10 Kepala Seksi, 3 penyelenggara, 15 Kepala Urusan Tata Usaha Madrasah, serta 4 pejabat fungsional resmi dilantik dalam prosesi tersebut. Momentum pelantikan yang bertepatan dengan peringatan Hari Kartini dimaknai sebagai pengingat pentingnya semangat perjuangan, kepemimpinan, dan kesetaraan.

Dalam sambutannya, Kakanwil menegaskan bahwa Hari Kartini menjadi refleksi bagi seluruh aparatur untuk terus berkontribusi bagi bangsa dan negara tanpa membedakan gender.

“Kesetaraan dan kesempatan berlaku bagi semua, baik laki-laki maupun perempuan. Jabatan yang diemban harus menjadi sarana untuk mengabdi kepada bangsa dan negara, sekaligus sebagai jalan ibadah kepada Allah SWT,” ujarnya.

Ia juga berharap para pejabat yang dilantik mampu menjadi pemimpin yang berintegritas, progresif, serta memberikan dampak nyata di tengah masyarakat.

“Momen ini harus menjadi pengingat bahwa jabatan adalah amanah. Dengan semangat nilai-nilai Kartini, saya harapkan lahir pemimpin yang berintegritas dan mampu membawa perubahan,” tegasnya.

Kakanwil turut menyoroti pentingnya sektor pendidikan, mengingat sebagian besar pejabat yang dilantik akan menangani bidang pendidikan keagamaan.

“Pendidikan adalah pondasi utama dalam membangun bangsa. Melalui pendidikan agama, kita membentuk generasi yang unggul dan berkarakter,” katanya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya menjaga integritas serta nama baik institusi Kementerian Agama. Para pejabat juga didorong untuk berani melakukan inovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Saya harapkan ada keberanian untuk berinovasi, berpikir maju, dan menghadirkan ide-ide baru demi perbaikan layanan. Inovasi akan menjadi bukti kontribusi nyata kita sebagai ASN,” tandasnya.

Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal bagi para pejabat untuk menghadirkan kinerja terbaik serta memperkuat pelayanan kepada masyarakat di wilayah Jawa Barat.

Adapun para pejabata yang dilantik di antaranya :

  1. DR. H. AKHMAD BUHAITI, S.Ag. M.SI dilantik menjadi Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya

  2. H. SUBHAN HALILI, SE. dilantik menjadi Kepala Seksi Pendidikan Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya

  3. H. ARIS RAYA, S.Ag, M.Si dilantik menjadi Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cianjur

  4. H. FAJRI ADI NUGRAHA, S.IP. dilantik menjadi Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya

  5. Dr. AEP SAEPUROHMAN, S.Ag.M.Si. dilantik menjadi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tasikmalaya

  6. BUDI LUKMAN, M.Ag dilantik menjadi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Cianjur

  7. ADE JANWARUDIN MS, S.H.I., M.H. dilantik menjadi Kepala Seksi Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor

  8. H. SYAWALUDDIN NASUTION, MA dilantik menjadi Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor

  9. MARLIHAH, S.Pd. dilantik menjadi Kepala Seksi Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Islam Kantor Kementerian Agama Kota Depok

  10. SHOLAHUDIN AL AYUBI, S.Ag, MA dilantik menjadi Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kota Depok

  11. AANG SUBHANUDDIN, S.HI.,M.H. dilantik menjadi Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan

  12. CATHARINA RINANTI, S.Si dilantik menjadi Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi

  13. SARMIYATI, S.Ag dilantik menjadi Penyelenggara Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor

  14. RIRIS NAPITUPULU, S,Ag.M.PAK. dilantik menjadi Penyelenggara Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Depok

  15. EPUL SAEPULAH, S.Pd.I dilantik menjadi Kepala Urusan Tata Usaha MAN 2 Garut Kabupaten Garut

  16. UUD, S.Pd.I dilantik menjadi Kepala Urusan Tata Usaha MAN 1 Garut Kabupaten Garut

  17. ARUNI KISMAN ARIF WIGUNA, S.Pd. dilantik menjadi Kepala Urusan Tata Usaha MAN 5 Garut Kabupaten Garut

  18. AHMAD GOJALI, S.Sy dilantik menjadi Kepala Urusan Tata Usaha MTsN 2 Garut Kabupaten Garut

  19. DADAN RAMDLANI, S.Pd.I. dilantik menjadi Kepala Urusan Tata Usaha MTsN 1 Garut Kabupaten Garut

  20. TONI AL RIDWAN, S.Pd.I dilantik menjadi Kepala Urusan Tata Usaha MAN 3 Garut Kabupaten Garut

  21. ADE HERMANSAH, S.Ag.,M.Si dilantik menjadi Kepala Urusan Tata Usaha MTsN 4 Garut Kabupaten Garut

  22. NAMAR, S.Pd dilantik menjadi Kepala Urusan Tata Usaha MTsN 4 Karawang Kabupaten Karawang

  23. NANANG, S.H.I dilantik menjadi Kepala Urusan Tata Usaha MTsN 1 Bekasi Kabupaten Bekasi

  24. SUSANTI SUSILAWATI, S.Pd.I. dilantik menjadi Kepala Urusan Tata Usaha MTsN 4 Bekasi Kabupaten Bekasi

  25. HASANNUDIN, S.H.I. dilantik menjadi Kepala Urusan Tata Usaha MAN 2 Bekasi Kabupaten Bekasi

  26. ERWIN BHAKTI KUSUMA, S.Sos. dilantik menjadi Kepala Urusan Tata Usaha MAN 1 Bekasi Kabupaten Bekasi

  27. SITI NUR AFIYATI, S.Pd. dilantik menjadi Kepala Urusan Tata Usaha MTsN 2 Bekasi Kabupaten Bekasi

  28. AJU SUNARYA dilantik menjadi Kepala Urusan Tata Usaha MTsN 3 Cianjur Kabupaten Cianjur

  29. ACEP BUKHORI MUSLIM, S.Pd.I dilantik menjadi Kepala Urusan Tata Usaha MTsN 2 Cianjur Kabupaten Cianjur

  30. SUPIYAN, S.Sy. Diangkat dalam jabatan Pranata Humas Ahli Pertama pada Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang

  31. EIDA MUTY MULYASIH, S.I.Kom Diangkat dalam jabatan Pranata Humas Ahli Pertama pada Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumedang

  32. M.E. BURHANUDIN, M.H. Diangkat dalam jabatan Penyuluh Hukum Ahli Pertama pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung Barat

  33. SITI PENI, S.H.I. Diangkat dalam jabatan Penyuluh Hukum Ahli Pertama pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pangandaran

(Kontributor: Tri Budiono)

Perkuat Ketahanan Pangan, Karawang Jadi Tuan Rumah Gerdal Penggerek Batang Padi Serentak

0

KARAWANG (Aswajanews) – Kabupaten Karawang menjadi tuan rumah dalam kegiatan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Penggerek Batang Padi (PBP) Serentak yang diinisiasi oleh Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian (Kementan). Bertempat di Desa Sukamakmur, Kecamatan Rawamerta, Kabupaten Karawang, Selasa (21/4/26).

Kegiatan tersebut dilaksanakan secara masif di 10 provinsi utama penghasil padi sawah nasional, 27 Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat serta 30 Kecamatan di Kabupaten Karawang.

Dalam sambutannya, Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Rachmat menekankan bahwa pengendalian hama merupakan kunci keberhasilan panen.

Gerakan yang dimulai hari ini diharapkan akan menjadi pemantik bagi para petani untuk terus melakukan pengendalian secara mandiri dengan pendampingan berkelanjutan dari PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) dan POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan).

la menyebutkan kegiatan tersebut dipastikan akan berlanjut di tingkat lapangan, dimana para petani akan terus didampingi secara teknis guna memastikan ancaman hama penggerek batang padi dapat ditekan sejak dini.

“Kita berikhtiar mulai dari persemaian agar panen berhasil dengan baik. Mari kita kompak menjaga tanaman dari hama dan penyakit untuk menyongsong tahun 2026 sebagai tahun swasembada beras berkelanjutan,” ujarnya.


Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang Rohman menyampaikan bahwa pada tahun 2025, realisasi produksi padi sawah di Kabupaten Karawang mencapai 1,43 juta ton Gabah Kering Giling (GKG). Hal tersebut melampaui target awal sebesar 1,41 juta ton GKG. Terdapat kelebihan produksi sebesar 53 ribu ton (0,39%) dari target yang ditetapkan.

“Gerdal hari ini bukanlah sekadar seremonial. Ini adalah respon cepat dan upaya nyata kita memutus siklus hidup hama. Kami mohon untuk para petani, kalau tanam padi bisa serentak, kalau dilihat hari ini kan masing-masing, jadi kupu-kupu (hama) akan berpindah-pindah apabila tidak serentak,” ujarnya.

(Liputan : Ahmad Z)

Kepala Kemenag Brebes Berharap Validasi Pendataan Pegiat Keagamaan Berjalan Tertib

0

BREBES (Aswajanews) – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Brebes, HM Aqso, berharap proses validasi pendataan pegiat keagamaan dapat berjalan tertib sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Hal ini penting mengingat data tersebut menjadi dasar dalam pengalokasian anggaran dari APBD Provinsi Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan HM Aqso saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Pendataan Insentif Pegiat Keagamaan Provinsi Jawa Tengah yang digelar di Aula Kemenag Brebes, Jalan A. Yani, Senin (20/4/2026).

Dalam arahannya, HM Aqso menegaskan bahwa proses pembaruan data harus dilakukan secara akurat dan valid. Ia meminta agar data pegiat keagamaan yang sudah meninggal dunia atau tidak lagi aktif mengajar tidak dimasukkan dalam pendataan tahun 2026.

“Data harus benar-benar valid. Bagi yang sudah meninggal, tidak lagi dimasukkan, namun bisa diajukan santunan melalui BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Ia juga menekankan agar seluruh pihak mengikuti petunjuk teknis yang disampaikan oleh Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (PD Pontren) Kemenag Brebes.

Selain itu, HM Aqso menyinggung kebijakan anggaran daerah yang dinilai turut dipengaruhi oleh pendekatan politis. Ia mencontohkan Kabupaten Tegal yang telah mengalokasikan insentif sebesar Rp2 juta per tahun bagi setiap guru MDT dan LPQ.

“Kita bisa belajar dari Kabupaten Tegal yang sudah mengalokasikan Rp2 juta per tahun untuk setiap guru MDT dan LPQ. Sementara di Brebes saat ini masih Rp600 ribu per tahun. Tentu ini masih jauh tertinggal,” ungkapnya.


Rakor tersebut diikuti oleh pengurus Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), Badan Koordinasi Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (Badko LPQ), serta Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) baik tingkat kabupaten maupun kecamatan.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut, Kasi PD Pontren Kemenag Brebes, H. Juremi A. Fauzi, serta JFU PD Pontren, Sigit.

(Red/Nas)

Polda Jabar Lepas 135 Calon Jemaah Haji, Karo SDM : Bekal Spiritual Perkuat Profesionalisme Polri

0

BANDUNG (Aswajanews) – Keluarga besar Polda Jawa Barat menggelar kegiatan pelepasan calon jemaah haji tahun 1447 Hijriah yang berlangsung khidmat. Sebanyak 135 jemaah diberangkatkan, terdiri dari 81 anggota Polri dan sisanya merupakan keluarga besar Polda Jabar.

Kegiatan pelepasan tersebut dihadiri langsung oleh Kapolda Jabar, Wakapolda Jabar, serta para Pejabat Utama (PJU) Polda Jabar, sebagai bentuk dukungan dan doa bagi para calon jemaah haji.

Dalam keterangannya, Karo SDM Polda Jabar Kombes Pol Dr. Fadly Samad, S.H., S.I.K., M.H., M.Si. menyampaikan bahwa keberangkatan jemaah haji dilakukan secara bertahap mulai tanggal 21, mengikuti pembagian kloter hingga kloter 40.

“Pada hari ini kita melaksanakan pelepasan jemaah haji sebanyak 135 orang, terdiri dari sekitar 81 anggota dan sisanya keluarga. Keberangkatan dimulai dari kloter pertama hingga kloter 40. Kita doakan seluruh jemaah diberikan kelancaran dalam menjalankan ibadah,” ujarnya, Selasa (21/4/2026)

Ia juga menjelaskan bahwa para jemaah telah mendapatkan pembekalan dari Kapolda Jabar Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan bersama para ulama dan akademisi, yang mencakup tata cara ibadah haji, pemahaman makna setiap rangkaian ibadah, serta antisipasi kondisi di Madinah dan Makkah.

“Pak Kapolda Jabar bersama para kyai dan ustaz telah memberikan pembekalan, mulai dari tata cara ibadah hingga makna dari setiap gerakan haji. Mudah-mudahan ini menjadi bekal penting agar seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar dan khusyuk,” tambahnya.

Sementara itu, dalam sesi pembekalan, tokoh agama yang hadir menyampaikan bahwa ibadah haji merupakan bagian dari penguatan spiritual dalam mendukung terwujudnya Polri yang Presisi. Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara kekuatan fisik, ilmu, dan spiritual dalam menjalankan tugas kepolisian.

Lebih lanjut, ia mengingatkan para jemaah untuk mengedepankan nilai-nilai utama dalam ibadah haji melalui konsep “empat I”, yaitu ikhlas, income halal, ilmu, ittiba Rasulullah, dan implementasi setelah kembali ke tanah air.
“Jika nilai-nilai tersebut dijalankan dengan baik, maka para jemaah haji ini akan menjadi agen perubahan, membawa dampak positif bagi Polda Jabar, masyarakat, serta bangsa Indonesia,” ungkapnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, dengan harapan seluruh jemaah dapat menunaikan ibadah haji dengan lancar, memperoleh predikat haji mabrur, serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan dapat berkumpul kembali bersama keluarga.

Melalui kegiatan ini, Polda Jabar berharap ibadah haji tidak hanya menjadi perjalanan spiritual, tetapi juga mampu memperkuat integritas dan profesionalisme personel dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

(Bidhumas Polda Jabar)

Polisi Pastikan Kelaikan Armada Bus Jamaah Haji Melalui Ramp Check

0

BANDUNG (Aswajanews) – Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Demi menjamin keamanan, keselamatan dan kenyamanan para jamaah haji Kabupaten Indramayu tahun 1447 H / 2026 M, Sat Lantas Polres Indramayu Polda Jabar bersinergi dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Indramayu serta PT Jasa Raharja melaksanakan pemeriksaan kelaikan jalan atau ramp check pada armada bus yang akan digunakan untuk pemberangkatan jamaah, Selasa (21/4/2026)

Kegiatan tersebut berlangsung di lokasi pengujian kendaraan Dinas Perhubungan Kabupaten Indramayu. Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen bersama untuk memastikan tidak ada kendala teknis selama perjalanan jamaah dari Pendopo Indramayu menuju asrama haji embarkasi Lohbener.


Dalam kegiatan ini, sebanyak 10 unit bus Rafael diperiksa secara menyeluruh, yang meliputi unit dengan nomor polisi E 7603 PB, E 7624 PB, E 7825 PB, E 7824 PB, E 7808 PB, E 7602 PB, E 7622 PB, E 7504 PB, E 7628 PB, dan E 7625 PB.

Pemeriksaan teknis juga dilakukan meliputi fungsi lampu, sistem rem dan angin rem, kondisi ban, serta fungsi wiper dan klakson.

Tidak hanya kendaraan yang menjadi fokus, aspek kesehatan pengemudi dan kru bus juga menjadi perhatian serius. Tim dari Sat Narkoba dan Dokkes Polres Indramayu melakukan tes kesehatan serta tes urin kepada seluruh pengemudi untuk memastikan mereka dalam kondisi prima dan bebas dari pengaruh zat berbahaya.

Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, menjelaskan kegiatan ini merupakan upaya preventif untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas dan menekan angka fatalitas korban di jalan raya.

“Hal ini dilakukan guna memberikan rasa aman bagi para jamaah haji serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas),” katanya.

Dalam hal ini, Kapolres mengimbau kepada seluruh pengemudi dan kru bus agar senantiasa mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga kecepatan kendaraan dan mengutamakan keselamatan penumpang di atas segalanya.

Selain itu, pengemudi diminta untuk segera beristirahat jika merasa lelah dan tidak memaksakan diri dalam berkendara.

Kapolres Indramayu berharap seluruh rangkaian proses pemberangkatan jamaah haji dari Pendopo Indramayu hingga ke asrama haji embarkasi Lohbener dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan teknis sedikit pun.

Beliau juga mendoakan agar para jamaah haji asal Kabupaten Indramayu senantiasa diberikan kelancaran, kemudahan, dan keselamatan dalam menjalankan ibadah haji hingga kembali ke tanah air dengan selamat.

(Bid Humas Polda Jabar)

Polwan Polda Jabar Bagikan 100 Paket Sembako untuk Driver Ojol Perempuan di Hari Kartini

0

BANDUNG (Aswajanews) – Peringatan Hari Kartini dimaknai dengan aksi sosial oleh jajaran Polwan Polda Jawa Barat. Sebanyak 100 driver ojek online (ojol) perempuan menerima paket sembako dalam kegiatan bakti sosial yang digelar di Mapolda Jabar, Selasa (21/4/2026).


Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pakor Polwan Polda Jabar AKBP Wiwik Indrawati, Apt., MMRS . Ia mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polwan Polda Jabar kepada perempuan pekerja yang setiap hari berjuang di jalan.

“Momentum Hari Kartini kami isi dengan kegiatan berbagi kepada para driver ojol perempuan yang merupakan pejuang keluarga di jalanan,” kata AKBP Wiwik Indrawati saat ditemui di lokasi kegiatan.

Menurut Wiwik, para driver ojol perempuan mencerminkan semangat emansipasi perempuan di masa kini. Mereka mampu menjalankan peran ganda, baik sebagai pekerja maupun sebagai ibu rumah tangga.

“Perempuan hari ini memiliki peran yang sangat besar. Para driver ojol perempuan ini adalah contoh nyata Kartini masa kini yang berani bekerja keras demi keluarga,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, khususnya komunitas driver ojol perempuan.

“Kami berharap bantuan sembako ini bisa sedikit membantu kebutuhan sehari-hari dan menjadi bentuk perhatian dari Polwan Polda Jabar,” ucapnya.

Acara berlangsung hangat dengan dihadiri para driver ojol perempuan dari berbagai komunitas di Bandung. Kegiatan ditutup dengan penyerahan simbolis paket sembako serta sesi foto bersama.

(Bid Humas Polda Jabar)

Kapolda Jabar Lepas 120 Calon Jamaah Haji Keluarga Besar Polda Jabar

0

BANDUNG (Aswajanews) – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Rudi Setiawan secara resmi melepas keberangkatan calon jamaah haji keluarga besar Polda Jabar tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Kegiatan pelepasan tersebut digelar di Aula Lantai 4 Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar, Selasa (21/4/2026).

Acara tersebut berlangsung khidmat dan dihadiri Wakapolda Jabar Brigjen Pol Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, para Pejabat Utama Polda Jabar, Pengurus Bhayangkari Daerah Jawa Barat serta para calon jamaah haji dari anggota Polri, ASN, dan keluarga.

Kapolda Jabar Irjen Pol Dr. Rudi Setiawan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan pelepasan tersebut yang dirangkaikan dengan pembinaan rohani rutin di lingkungan Polda Jabar.

“Pada hari ini kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat walafiat dalam rangka pelaksanaan pembinaan rohani sekaligus pelepasan calon jamaah haji keluarga besar Polda Jawa Barat tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi,” ujar Irjen. Pol. Dr. Rudi.

Kapolda Jabar menyebut ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang memiliki makna spiritual yang sangat mendalam, tidak hanya bagi individu tetapi juga bagi kehidupan sosial.

Menurutnya, kegiatan pelepasan ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar Polda Jabar untuk mendoakan para calon jamaah agar dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar.

“Sebagaimana diketahui, ibadah haji merupakan rukun Islam yang kelima yang memiliki nilai spiritual, sosial dan moral yang sangat tinggi,” katanya.

Ia menjelaskan, pada tahun ini terdapat 120 calon jamaah haji dari keluarga besar Polda Jabar yang akan berangkat ke Tanah Suci.

Para jamaah tersebut terdiri dari anggota Polri, pegawai negeri sipil, serta keluarga yang telah mendapatkan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji.

“Kita semua berharap para calon jamaah haji yang berjumlah 120 orang ini dapat melaksanakan ibadah dengan lancar, aman dan penuh kekhusyukan, serta kembali ke tanah air dengan predikat haji yang mabrur,” ungkapnya.

Kegiatan pelepasan tersebut juga diisi dengan doa bersama agar seluruh jamaah diberikan kesehatan dan keselamatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

(Bid Humas Polda Jabar)

Kejari Cimahi Geledah Kantor Disnaker, Usut Dugaan Korupsi Program Pelatihan 2022–2024

0

CIMAHI (Aswajanews) – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Cimahi menggeledah kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cimahi, Selasa (21/4/2026), dalam rangka mengusut dugaan tindak pidana korupsi pada program pelatihan dan peningkatan produktivitas tenaga kerja tahun anggaran 2022 hingga 2024.

Tim penyidik tindak pidana khusus (Pidsus) tiba di kompleks Pemerintah Kota Cimahi dan langsung melakukan penyisiran di sejumlah ruangan untuk mencari dokumen serta alat bukti yang dianggap krusial.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Cimahi, Fajrian Yustiardi, menyatakan bahwa penggeledahan tersebut merupakan bagian penting dari proses penyidikan guna memperjelas konstruksi perkara.

“Rangkaian tindakan ini adalah upaya mencari dan mengumpulkan alat bukti agar dugaan tindak pidana korupsi di Dinas Tenaga Kerja tahun anggaran 2022–2024 menjadi terang. Ada indikasi kuat mengenai penerimaan hadiah dan janji oleh oknum dinas terkait program pelatihan tersebut,” ujar Fajrian di sela kegiatan.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena mencakup pelaksanaan program selama tiga tahun berturut-turut. Penyidik saat ini mendalami dugaan penyimpangan dalam program pelatihan yang seharusnya bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), namun diduga disalahgunakan.

Fajrian menegaskan, penggeledahan tidak menutup kemungkinan akan berkembang ke lokasi lain apabila ditemukan keterkaitan dengan pihak lain atau kebutuhan tambahan alat bukti.

Dalam prosesnya, penyidik mengacu pada Pasal 235 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang perubahan hukum acara pidana, yang memperkuat kewenangan dalam pengumpulan alat bukti, baik fisik maupun digital.

“Pada akhirnya, seluruh pihak yang terlibat dalam dugaan korupsi ini akan dimintai pertanggungjawaban secara hukum,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses penggeledahan masih berlangsung. Pihak Kejari Cimahi belum merinci jumlah dokumen maupun barang bukti yang disita dan berjanji akan menyampaikan perkembangan lebih lanjut setelah proses inventarisasi selesai. (Red)

Kapolda Jabar Beri Pesan Khusus kepada Calon Jamaah Haji Keluarga Besar Polda

0

BANDUNG (Aswajanews) – Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, memberikan pesan khusus kepada para calon jamaah haji dari keluarga besar Polda Jabar yang akan menunaikan ibadah haji tahun 1447 Hijriah.

Pesan tersebut disampaikan dalam acara pelepasan jamaah haji yang digelar di Aula Lantai 4 Ditlantas Polda Jabar, Selasa (21/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Irjen Rudi Setiawan menegaskan bahwa ibadah haji merupakan panggilan istimewa dari Allah SWT yang tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk menunaikannya. Karena itu, para jamaah diminta untuk senantiasa bersyukur serta mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum berangkat ke Tanah Suci.

“Kesempatan untuk menunaikan ibadah haji merupakan panggilan istimewa dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Tidak semua orang mendapatkan kesempatan ini,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan secara menyeluruh, baik fisik, mental, maupun spiritual, agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalankan dengan lancar dan khusyuk.

Selain itu, Kapolda menekankan agar para jamaah menjaga kesehatan, mematuhi aturan yang berlaku, serta menjaga nama baik institusi Polri dan bangsa Indonesia selama berada di Tanah Suci.

“Saya berpesan agar selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, saudara-saudara sekalian dapat menjaga kesehatan, mematuhi aturan yang berlaku, serta menjaga nama baik institusi Polri dan bangsa Indonesia,” tegasnya.

Ia juga mengajak para jamaah untuk menunjukkan sikap disiplin, tertib, serta saling tolong-menolong selama menjalankan ibadah. Menurutnya, nilai-nilai tersebut sejalan dengan karakter anggota Polri yang menjunjung tinggi kedisiplinan dan tanggung jawab.

“Tunjukkan sikap disiplin, tertib, dan saling tolong-menolong antar sesama jamaah,” katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan berharap para jamaah dapat memanfaatkan setiap kesempatan ibadah dengan sebaik-baiknya selama berada di Tanah Suci.

(Red)

Tukar Guling Lahan di Karangnongko, Lokasi Pembangunan Masjid Dipindah Lebih Strategis

0

PACITAN (Aswajanews) – Pemerintah Desa Karangnongko, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, bersama para ahli waris almarhum Widodo mencapai kesepakatan terkait pemanfaatan lahan seluas 769 meter persegi yang semula direncanakan untuk wakaf pembangunan masjid.

Melalui mekanisme tukar guling, lahan yang tercantum dalam sertifikat atas nama almarhum Widodo tersebut kini dialihkan untuk pembangunan Gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) Desa Karangnongko. Sementara itu, pembangunan masjid dipindahkan ke lokasi yang dinilai lebih strategis, yakni di depan gedung KDMP, yang sebelumnya merupakan bekas kantor desa.


Diketahui, lahan tersebut awalnya merupakan milik almarhum Parto Dikromo, warga Desa Karangnongko. Enam ahli waris kemudian berinisiatif mewakafkan tanah tersebut untuk pembangunan masjid. Namun, setelah melalui berbagai pertimbangan dan musyawarah bersama pemerintah desa, disepakati adanya perubahan lokasi demi kemanfaatan yang lebih optimal.

Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi geografis lahan awal yang berada di wilayah perbukitan, sehingga dinilai kurang ideal untuk pembangunan fasilitas ibadah. Lokasi baru dianggap lebih mudah diakses masyarakat serta lebih mendukung kegiatan keagamaan.

Seluruh ahli waris almarhum Widodo telah menyatakan persetujuan atas kesepakatan tersebut. Dukungan juga datang dari tokoh masyarakat setempat.

“Semuanya sudah disepakati bersama, baik dari pihak ahli waris maupun masyarakat. Ini demi kemanfaatan yang lebih luas,” ujar salah satu tokoh masyarakat Desa Karangnongko saat ditemui awak media, Selasa (21/4/2026).

Dengan adanya kesepakatan ini, pembangunan gedung koperasi dan masjid diharapkan dapat segera terealisasi serta memberikan manfaat bagi seluruh warga Desa Karangnongko. (Cak Met)

Wabup Karawang Ikuti Rakornas Kementan, Fokus Antisipasi Kemarau 2026 dan Jaga Lumbung Pangan

0

KARAWANG (Aswajanews) – Wakil Bupati Karawang, H. Maslani, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Antisipasi Musim Kemarau Tahun 2026 dalam rangka mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Kegiatan ini digelar oleh Kementerian Pertanian RI pada Senin (20/4/2026) pagi di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

Rakornas tersebut diikuti oleh para kepala daerah, jajaran pemerintah pusat, serta berbagai pemangku kepentingan di sektor pertanian dari seluruh Indonesia. Forum ini menjadi wadah strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menghadapi potensi dampak musim kemarau terhadap produksi pangan nasional.


Bagi Pemerintah Kabupaten Karawang, keikutsertaan dalam Rakornas ini menjadi langkah penting untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan strategi nasional, mengingat peran vital Karawang sebagai salah satu lumbung padi nasional.

Melalui forum ini, Pemkab Karawang menargetkan penyusunan langkah-langkah antisipatif yang lebih terukur dan efektif dalam menghadapi musim kemarau 2026. Upaya tersebut diharapkan mampu menjaga ketahanan pangan sekaligus memastikan keberlanjutan sektor pertanian di wilayah Karawang.

(Liputan: Ahmad Z)

BRT Bandung: Solusi Kemacetan atau Cara Halus Menyingkirkan Rakyat Kecil?

0
Sorotan Kritis Badan Pemantau Kebijakan Publik

BANDUNG (Aswajanews) – Proyek Bus Rapid Transit (BRT) Bandung yang digadang-gadang sebagai solusi kemacetan kini menuai sorotan tajam. Badan Pemantau Kebijakan Publik (BPKP) menilai, pembangunan tersebut berpotensi memicu persoalan sosial serius jika tidak dijalankan secara adil dan transparan.

Melalui Ketua Umumnya, A. Tarmizi, BPKP menegaskan bahwa proyek BRT tidak boleh semata dipandang sebagai pembangunan infrastruktur, melainkan harus mempertimbangkan dampak sosial yang ditimbulkan, khususnya bagi masyarakat kecil.

“Kami tidak menolak pembangunan. Namun, kami menolak jika pembangunan dilakukan dengan mengorbankan rakyat kecil. Jangan sampai BRT menjadi simbol modernisasi yang justru menyingkirkan mereka yang selama ini bertahan di ruang-ruang ekonomi informal,” tegasnya, Selasa (21/4/2026).

BPKP menyoroti potensi terdampaknya ratusan pedagang kaki lima (PKL) yang menggantungkan hidup di sepanjang koridor yang akan dilalui BRT. Mereka menilai skema relokasi dan kompensasi yang disiapkan saat ini belum menjamin keberlanjutan ekonomi para pedagang.

Tak hanya itu, pelaku transportasi informal seperti sopir angkot dan ojek juga dinilai berada di posisi rentan. Perubahan sistem transportasi tanpa skema integrasi yang jelas berpotensi menggerus penghasilan mereka.

“Jika tidak ada skema integrasi yang konkret, maka ini bukan transformasi, melainkan eliminasi ekonomi bagi kelompok tertentu,” tambah A. Tarmizi.

Lebih jauh, BPKP mengingatkan potensi konflik sosial jika proses penertiban dan relokasi dilakukan tanpa pendekatan humanis. Risiko lain yang tak kalah serius adalah gentrifikasi—kenaikan nilai lahan di sekitar koridor BRT—yang dapat memperlebar ketimpangan dan mendorong warga kecil tersingkir dari ruang hidupnya.

Sebagai bentuk pengawasan publik, BPKP menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pemerintah:

  • Menjamin relokasi PKL yang layak dan berkelanjutan
  • Menyusun skema integrasi transportasi informal ke dalam sistem BRT
  • Melibatkan masyarakat secara aktif dalam setiap tahapan proyek
  • Membuka informasi secara transparan kepada publik
  • Menyusun kebijakan perlindungan bagi warga terdampak gentrifikasi

BPKP menegaskan, keberhasilan proyek BRT tidak cukup diukur dari kelancaran lalu lintas semata, tetapi juga dari sejauh mana keadilan sosial dapat ditegakkan.

“Pembangunan sejati adalah yang mengangkat semua lapisan masyarakat, bukan hanya mempercepat sebagian dan meninggalkan yang lain,” pungkasnya.

Dengan sorotan ini, BPKP berharap pemerintah mengevaluasi pendekatan pembangunan yang digunakan, agar proyek BRT benar-benar menjadi solusi bagi seluruh warga Bandung—bukan justru melahirkan persoalan baru.

(Rilis Resmi – Badan Pemantau Kebijakan Publik)

Rakor: Persiapan Matang! 582 Jamaah Haji Bandung Dijadwalkan Berangkat Mulai 9 Mei 2026

0
Pengukuhan panitia penyelenggaraan haji daerah Kabupaten Bandung

BANDUNG (Aswajanews) – Pemerintah Kabupaten Bandung mematangkan persiapan pemberangkatan jamaah haji tahun 2026/1447 H melalui rapat koordinasi yang digelar di Aula Kantor Kementerian Haji Kabupaten Bandung, Selasa (21/4/2026).

Rapat tersebut melibatkan berbagai pihak terkait sebagai bentuk sinergi guna memastikan seluruh proses pemberangkatan berjalan lancar, aman, dan tertib.

H. Dudi Suryadarma, S.Ag., M.A.

Kepala Kementerian Haji Kabupaten Bandung, H. Dudi Suryadarma, S.Ag., M.A., menyampaikan bahwa pada tahun ini Kabupaten Bandung akan memberangkatkan sebanyak 582 jamaah haji yang terbagi dalam dua kelompok terbang (kloter).

“Jumlah jamaah haji tahun ini sebanyak 582 orang yang terbagi dalam dua kloter,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kloter pertama dijadwalkan berangkat pada 9 Mei 2026, dengan jamaah mulai masuk asrama sehari sebelumnya. Sementara itu, kloter kedua akan diberangkatkan pada 18 Mei 2026 melalui Lanud Sulaeman, Kecamatan Margahayu, sebelum menuju Embarkasi Kertajati.

“Seluruh jamaah akan diberangkatkan melalui Kertajati, dengan asrama haji berlokasi di wilayah Indramayu sebelum melanjutkan penerbangan ke Tanah Suci,” tambahnya.

Dudi menegaskan, melalui rapat koordinasi ini diharapkan seluruh persiapan, baik teknis maupun administratif, dapat dimaksimalkan sehingga para jamaah dapat berangkat dengan nyaman dan khusyuk dalam menjalankan ibadah haji.

H. Abdurahim, S.Ag., M.Si.

Sementara itu, perwakilan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU), H. Abdurahim, S.Ag., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Bandung atas dukungan yang diberikan kepada jamaah, baik berupa fasilitas transportasi menuju asrama haji Indramayu maupun bantuan dana.

Diketahui, Pemerintah Kabupaten Bandung melalui dana hibah telah mengalokasikan bantuan untuk mendukung transportasi keberangkatan dan pemulangan calon jamaah haji.

“KBIHU siap mengikuti seluruh aturan yang ditetapkan oleh Kementerian Haji dalam proses pemberangkatan hingga pemulangan jamaah,” tegasnya.

Di sisi lain, Kabag Kesra Setda Kabupaten Bandung, H. Dian Wardana, yang hadir mewakili Bupati Dadang Supriatna, menegaskan bahwa pemerintah daerah memiliki komitmen tinggi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah haji.

Bahkan, kata dia, perhatian juga diberikan kepada jamaah yang wafat di Tanah Suci melalui pemberian santunan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah. (Red)

Ketua DPW FKDT Jawa Tengah Takziyah ke Jepara dan Temanggung

0

JEPARA (Aswajanews) – Ketua Dewan Pengurus Wilayah Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPW FKDT) Jawa Tengah, Kyai Abdul Rohman, melakukan takziyah secara maraton ke Kabupaten Jepara dan Temanggung.

Pada Ahad, 19 April 2026, pria yang akrab disapa Yai Dur tersebut mengunjungi kediaman almarhum H. Mat Sofwan, M.Pd., Kepala MDT Mabadius Solihin, Desa Sinanggul, Kabupaten Jepara. Dalam kunjungan tersebut, Yai Dur didampingi Wakil Sekretaris DPW FKDT Jawa Tengah, Yai Mizan, serta sejumlah pengurus DPC FKDT Kabupaten Jepara.

“Saya mewakili seluruh jajaran DPW FKDT Jawa Tengah turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya H. Mat Sofwan, M.Pd. Semoga seluruh amal ibadah dan perjuangan beliau dalam berkhidmah kepada madrasah diniyah diterima di sisi Allah SWT, serta segala dosanya diampuni,” ujar Yai Dur.

Ia juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Menurutnya, kematian adalah kepastian bagi setiap manusia, dan bagi orang beriman terdapat kenikmatan di alam barzah sebagai taman surga.

Ketua DPW FKDT Jateng, Kyai Abdul Rohman Takziyah di Kediaman Al Marhum H Mat Sofwan Jepara.

Usai dari Jepara, pada Senin, 20 April 2026, Yai Dur melanjutkan takziyah ke Kabupaten Temanggung. Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ketua DPAC FKDT Kecamatan Temanggung, Ustaz Nur Kholis, yang meninggal dunia pada hari yang sama.

Di Temanggung, Yai Dur hadir di rumah duka didampingi Kasi PD Pontren Kemenag Kabupaten Temanggung, Ibu Rodiyah, serta sejumlah staf Kemenag lainnya. Di hadapan keluarga almarhum, ia memimpin doa dengan khusyuk yang diamini para pelayat.

“Atas nama DPW FKDT Jawa Tengah, kami mengucapkan duka cita yang mendalam atas wafatnya Bapak Nur Kholis. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT dan segala dosanya diampuni,” ucapnya.

Yai Dur menegaskan bahwa kehadirannya merupakan bentuk solidaritas antarpejuang Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT). Ia menyebut para guru MDT di Jawa Tengah sebagai satu keluarga besar yang bersama-sama berjuang dalam pendidikan keagamaan.

“Mereka memiliki jasa besar dalam membentuk generasi yang berakhlak. Karena itu, sudah semestinya kita saling menguatkan, termasuk melalui doa,” tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh guru MDT se-Jawa Tengah untuk turut mendoakan almarhum H. Mat Sofwan dan Nur Kholis dengan membaca Surat Al-Fatihah dan Surat Al-Ikhlas masing-masing tiga kali sebagai bentuk solidaritas spiritual.

(Red/Nas)

Gunakan Kimia Baru, Perumdam TDA Dianggap Boros Anggaran

0

INDRAMAYU (Aswajanews) – Sorotan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Indramayu terhadap penggunaan anggaran Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Darma Ayu (Perumdam TDA) beberapa hari terakhir sempat menggegerkan publik.

Pansus menilai adanya potensi pemborosan anggaran, khususnya terkait penggunaan bahan kimia baru dalam proses produksi air bersih. Menindaklanjuti hal tersebut, sejumlah awak media melakukan penelusuran langsung ke beberapa cabang Perumdam TDA untuk memastikan kebenarannya.

Pada Senin (20/4/2026), awak media mendatangi Kantor Cabang Pelayanan Jatibarang yang berlokasi di Jalan Letnan Joni, Desa Jatibarang Baru. Kedatangan mereka disambut Kepala Cabang Pelayanan, Sutoni, S.H., bersama Supervisor Produksi, Ade Setiawan.

Menjawab pertanyaan terkait penggunaan bahan kimia baru, keduanya menegaskan bahwa cabang Jatibarang masih menggunakan bahan kimia lama dalam proses produksi.

“Dalam produksi, kami masih menggunakan bahan kimia yang lama, artinya tidak menggunakan bahan kimia baru,” ujar Ade Setiawan.

Untuk memastikan transparansi, awak media bahkan diajak langsung meninjau lokasi produksi air bersih guna melihat kondisi sebenarnya di lapangan.

Investigasi kemudian berlanjut ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) 300 Lobener. Di lokasi tersebut, awak media ditemui Kepala IPA 300, Adi Indrayadi.

Adi menjelaskan bahwa penggunaan bahan kimia baru memang ada, namun hanya diterapkan di dua instalasi, yakni IPA Sliyeg dan IPA Salamdarma.

“Kimia baru jenis PAC sudah diujicobakan di IPA Sliyeg dan hasilnya bagus. Sedangkan di IPA Salamdarma masih dalam tahap uji coba, dengan hasil yang juga cukup baik, terutama dalam menangani tingkat kekeruhan (NTU) yang tinggi,” jelasnya.

Ia menambahkan, penggunaan bahan kimia baru tersebut telah melalui uji laboratorium secara ketat dan menunjukkan hasil yang memuaskan.

Berdasarkan hasil investigasi di lapangan, penggunaan bahan kimia baru di Perumdam TDA, khususnya di IPA Sliyeg, dinilai sebagai langkah teknis yang wajar dan sesuai kebutuhan operasional, dengan biaya yang masih dalam batas standar perusahaan.

(A. Nur Irsyad)

Rapat DPAC FKDT Kersana Bahas Kalender Akademik, Porsadin, EMIS dan Samadinah

0

BREBES (Aswajanews) – Dewan Pengurus Anak Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPAC FKDT) Kecamatan Kersana menggelar rapat koordinasi pada Ahad, 19 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat FKDT Kecamatan Kersana, Desa Ciampel, dan dihadiri oleh pengurus harian DPAC, para ketua, serta operator dari seluruh MDTA/TPQ se-Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPAC FKDT Kersana tersebut membahas empat agenda strategis dalam rangka penguatan kelembagaan Diniyah Takmiliyah.

Agenda pertama adalah penyusunan kalender akademik berbasis Izin Operasional (IJOP) Seumur Hidup. Forum menyepakati pentingnya kalender akademik terpadu yang memuat jadwal kegiatan belajar mengajar (KBM), penilaian tengah dan akhir semester, imtihan, libur Ramadan dan hari besar Islam, hingga agenda tahunan FKDT. Dengan adanya kalender bersama, seluruh MDTA/TPQ diharapkan memiliki acuan waktu yang seragam sehingga koordinasi dan pembinaan dapat berjalan lebih efektif.

Selanjutnya, rapat membahas teknis seleksi Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) tingkat kecamatan sebagai persiapan menuju tingkat kabupaten. Cabang yang akan dilombakan meliputi MTQ, MHQ, Tahfidz Juz 30, kaligrafi, pildacil, LCC PAI, serta futsal diniyah. Pendaftaran peserta dijadwalkan pada 21–30 April 2026, sementara pelaksanaan seleksi direncanakan pada pertengahan Mei 2026. Setiap lembaga diberikan kuota maksimal dua peserta untuk setiap cabang lomba.

Agenda ketiga menitikberatkan pada percepatan pemutakhiran data EMIS. Para operator diminta segera memperbarui data semester genap Tahun Ajaran 2025/2026, yang meliputi data santri aktif, ustadz/ustadzah, serta sarana dan prasarana. Ketua DPAC menegaskan bahwa validitas data EMIS menjadi syarat utama dalam pengajuan IJOP baru, perpanjangan izin, serta akses terhadap berbagai program bantuan pemerintah. Batas akhir pemutakhiran ditetapkan pada 30 April 2026.

Selain EMIS, optimalisasi SIMADINAH (Sistem Informasi Madrasah Diniyah) juga menjadi perhatian. Seluruh lembaga diminta untuk melengkapi profil madrasah, capaian imtihan, serta dokumentasi kegiatan. Ke depan, SIMADINAH akan dijadikan sebagai basis data utama DPAC dalam memetakan potensi serta menyusun laporan kegiatan kepada Kementerian Agama Kabupaten.

Menutup rapat, Ketua DPAC FKDT Kersana mengajak seluruh peserta untuk memperkuat kolaborasi. Ia menekankan bahwa keempat agenda tersebut saling berkaitan dan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri.

“Kalender akademik membutuhkan data EMIS yang valid, sementara PORSADIN memerlukan database SIMADINAH yang lengkap. Mari kita kompak agar Diniyah Takmiliyah di Kersana semakin maju dan bermutu,” ujarnya.

Rapat berlangsung khidmat dan ditutup dengan penetapan tim teknis untuk masing-masing agenda serta doa bersama. (Red/Nas)

Wapres Gibran Rakabuming Raka Tinjau Pengembangan Bandara Douw Aturure Nabire

0

NABIRE (Aswajanews) – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung pengembangan Bandara Douw Aturure di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Senin (20/4/2026). Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan infrastruktur transportasi udara guna mendukung mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah.

Peninjauan tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan percepatan pembangunan infrastruktur strategis, khususnya konektivitas udara di kawasan timur Indonesia.

Setibanya di lokasi, Wapres disambut Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa bersama unsur Forkopimda dan para pemangku kepentingan. Selanjutnya, Wapres menerima paparan dari Kepala Bidang Penerbangan/Bandar Udara Dinas Perhubungan Papua Tengah, Samuel Ricky Rantelimbong.

Dalam paparannya, Ricky menjelaskan bahwa Bandara Douw Aturure dikelola oleh Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Nabire dengan fasilitas yang mencakup sisi udara dan sisi darat. Fasilitas tersebut meliputi runway, apron, taxiway, runway strip, serta terminal penumpang, terminal kargo, hingga powerhouse dan bangunan penunjang lainnya.

Menurutnya, meningkatnya status Nabire sebagai ibu kota provinsi mendorong kebutuhan transportasi udara yang lebih besar dan modern. Pemerintah Provinsi Papua Tengah pun telah menjalin kerja sama dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara untuk mendukung pengembangan bandara tersebut.

Pengembangan dilakukan secara bertahap, salah satunya melalui perpanjangan runway dari 1.600 meter menjadi 2.500 meter. Dengan peningkatan ini, bandara sudah dapat didarati pesawat jenis Boeing, meski sebagian fasilitas masih menggunakan standar untuk pesawat ATR.

“Ke depan masih diperlukan pengembangan lanjutan, seperti pelebaran runway, perluasan apron, pembangunan terminal penumpang, garbarata, serta peningkatan fasilitas pendukung lainnya,” ujar Ricky.

Ia juga menambahkan bahwa peningkatan fasilitas keselamatan seperti pengadaan mobil pemadam kebakaran sesuai standar pesawat Boeing menjadi kebutuhan mendesak.

Dalam kesempatan tersebut, Wapres Gibran Rakabuming Raka menegaskan pentingnya percepatan pengembangan Bandara Douw Aturure agar mampu mengimbangi lonjakan kebutuhan transportasi udara di Papua Tengah.

Ia juga mendorong sinergi antara pemerintah pusat dan daerah agar pembangunan berjalan optimal dan tepat sasaran. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi logistik, serta membuka peluang ekonomi dan investasi bagi masyarakat setempat.

Turut hadir dalam peninjauan tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Kepala BP3OKP Papua Tengah Petrus Waine, serta Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar.

Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terpencil melalui percepatan infrastruktur strategis, khususnya di kawasan timur Indonesia. (Red)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts