Beranda Nusantara Ketua DPW FKDT Jawa Tengah Takziyah ke Jepara dan Temanggung

Ketua DPW FKDT Jawa Tengah Takziyah ke Jepara dan Temanggung

1

JEPARA (Aswajanews) – Ketua Dewan Pengurus Wilayah Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPW FKDT) Jawa Tengah, Kyai Abdul Rohman, melakukan takziyah secara maraton ke Kabupaten Jepara dan Temanggung.

Pada Ahad, 19 April 2026, pria yang akrab disapa Yai Dur tersebut mengunjungi kediaman almarhum H. Mat Sofwan, M.Pd., Kepala MDT Mabadius Solihin, Desa Sinanggul, Kabupaten Jepara. Dalam kunjungan tersebut, Yai Dur didampingi Wakil Sekretaris DPW FKDT Jawa Tengah, Yai Mizan, serta sejumlah pengurus DPC FKDT Kabupaten Jepara.

“Saya mewakili seluruh jajaran DPW FKDT Jawa Tengah turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya H. Mat Sofwan, M.Pd. Semoga seluruh amal ibadah dan perjuangan beliau dalam berkhidmah kepada madrasah diniyah diterima di sisi Allah SWT, serta segala dosanya diampuni,” ujar Yai Dur.

Ia juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan. Menurutnya, kematian adalah kepastian bagi setiap manusia, dan bagi orang beriman terdapat kenikmatan di alam barzah sebagai taman surga.

BA0841F5 B96D 4388 8731 09F8FAC783D9
Ketua DPW FKDT Jateng, Kyai Abdul Rohman Takziyah di Kediaman Al Marhum H Mat Sofwan Jepara.

Usai dari Jepara, pada Senin, 20 April 2026, Yai Dur melanjutkan takziyah ke Kabupaten Temanggung. Kunjungan tersebut dilakukan untuk menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ketua DPAC FKDT Kecamatan Temanggung, Ustaz Nur Kholis, yang meninggal dunia pada hari yang sama.

Di Temanggung, Yai Dur hadir di rumah duka didampingi Kasi PD Pontren Kemenag Kabupaten Temanggung, Ibu Rodiyah, serta sejumlah staf Kemenag lainnya. Di hadapan keluarga almarhum, ia memimpin doa dengan khusyuk yang diamini para pelayat.

“Atas nama DPW FKDT Jawa Tengah, kami mengucapkan duka cita yang mendalam atas wafatnya Bapak Nur Kholis. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT dan segala dosanya diampuni,” ucapnya.

Yai Dur menegaskan bahwa kehadirannya merupakan bentuk solidaritas antarpejuang Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT). Ia menyebut para guru MDT di Jawa Tengah sebagai satu keluarga besar yang bersama-sama berjuang dalam pendidikan keagamaan.

“Mereka memiliki jasa besar dalam membentuk generasi yang berakhlak. Karena itu, sudah semestinya kita saling menguatkan, termasuk melalui doa,” tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh guru MDT se-Jawa Tengah untuk turut mendoakan almarhum H. Mat Sofwan dan Nur Kholis dengan membaca Surat Al-Fatihah dan Surat Al-Ikhlas masing-masing tiga kali sebagai bentuk solidaritas spiritual.

(Red/Nas)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.