Beranda Pendidikan Rapat DPAC FKDT Kersana Bahas Kalender Akademik, Porsadin, EMIS dan Samadinah

Rapat DPAC FKDT Kersana Bahas Kalender Akademik, Porsadin, EMIS dan Samadinah

42

BREBES (Aswajanews) – Dewan Pengurus Anak Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPAC FKDT) Kecamatan Kersana menggelar rapat koordinasi pada Ahad, 19 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Sekretariat FKDT Kecamatan Kersana, Desa Ciampel, dan dihadiri oleh pengurus harian DPAC, para ketua, serta operator dari seluruh MDTA/TPQ se-Kecamatan Kersana, Kabupaten Brebes.

Rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPAC FKDT Kersana tersebut membahas empat agenda strategis dalam rangka penguatan kelembagaan Diniyah Takmiliyah.

Agenda pertama adalah penyusunan kalender akademik berbasis Izin Operasional (IJOP) Seumur Hidup. Forum menyepakati pentingnya kalender akademik terpadu yang memuat jadwal kegiatan belajar mengajar (KBM), penilaian tengah dan akhir semester, imtihan, libur Ramadan dan hari besar Islam, hingga agenda tahunan FKDT. Dengan adanya kalender bersama, seluruh MDTA/TPQ diharapkan memiliki acuan waktu yang seragam sehingga koordinasi dan pembinaan dapat berjalan lebih efektif.

B684B9D4 613B 4158 95D5 BA696B0F848E

Selanjutnya, rapat membahas teknis seleksi Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (PORSADIN) tingkat kecamatan sebagai persiapan menuju tingkat kabupaten. Cabang yang akan dilombakan meliputi MTQ, MHQ, Tahfidz Juz 30, kaligrafi, pildacil, LCC PAI, serta futsal diniyah. Pendaftaran peserta dijadwalkan pada 21–30 April 2026, sementara pelaksanaan seleksi direncanakan pada pertengahan Mei 2026. Setiap lembaga diberikan kuota maksimal dua peserta untuk setiap cabang lomba.

Agenda ketiga menitikberatkan pada percepatan pemutakhiran data EMIS. Para operator diminta segera memperbarui data semester genap Tahun Ajaran 2025/2026, yang meliputi data santri aktif, ustadz/ustadzah, serta sarana dan prasarana. Ketua DPAC menegaskan bahwa validitas data EMIS menjadi syarat utama dalam pengajuan IJOP baru, perpanjangan izin, serta akses terhadap berbagai program bantuan pemerintah. Batas akhir pemutakhiran ditetapkan pada 30 April 2026.

Selain EMIS, optimalisasi SIMADINAH (Sistem Informasi Madrasah Diniyah) juga menjadi perhatian. Seluruh lembaga diminta untuk melengkapi profil madrasah, capaian imtihan, serta dokumentasi kegiatan. Ke depan, SIMADINAH akan dijadikan sebagai basis data utama DPAC dalam memetakan potensi serta menyusun laporan kegiatan kepada Kementerian Agama Kabupaten.

Menutup rapat, Ketua DPAC FKDT Kersana mengajak seluruh peserta untuk memperkuat kolaborasi. Ia menekankan bahwa keempat agenda tersebut saling berkaitan dan tidak dapat berjalan sendiri-sendiri.

“Kalender akademik membutuhkan data EMIS yang valid, sementara PORSADIN memerlukan database SIMADINAH yang lengkap. Mari kita kompak agar Diniyah Takmiliyah di Kersana semakin maju dan bermutu,” ujarnya.

Rapat berlangsung khidmat dan ditutup dengan penetapan tim teknis untuk masing-masing agenda serta doa bersama. (Red/Nas)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.