Google search engine
Beranda blog Halaman 32

Bupati Aep Lepas 443 Jemaah Haji Karawang Kloter JKS 04

0

KARAWANG (Aswaja News) – Pemerintah Kabupaten Karawang resmi melepas keberangkatan 443 jemaah haji yang tergabung dalam Kloter JKS 04, Jumat (24/4/2026). Pelepasan dilakukan langsung oleh Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, bersama unsur Forkopimda di Islamic Center Karawang.

Dalam keterangannya, Bupati Aep menyampaikan rasa syukur atas kelancaran proses pemberangkatan. Ia menjelaskan, total jemaah dalam kloter ini mencapai 443 orang, termasuk petugas pendamping.

“Alhamdulillah hari ini kami melepas jemaah haji Kloter JKS 04 sebanyak 443 orang. Pemberangkatan ini merupakan bagian dari lima gelombang yang telah disiapkan,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan, jemaah tertua dalam rombongan tersebut berusia sekitar 82 tahun, sementara yang termuda berusia 21 tahun.

Menurutnya, persiapan pemberangkatan haji dilakukan secara berkelanjutan melalui evaluasi rutin setiap tahun. Pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan bagi para calon jemaah.

“Persiapan ini bukan hanya hari ini saja, tapi setiap tahun kami evaluasi. Alhamdulillah seluruh jemaah dalam kondisi sehat, berkat dukungan Dinas Kesehatan yang telah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh,” katanya.

Bupati Aep juga mengapresiasi sinergi antara Pemkab Karawang dengan Kementerian terkait serta seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemberangkatan.

Selain pemeriksaan kesehatan, Pemkab Karawang turut memberikan berbagai fasilitas kepada jemaah, mulai dari konsumsi, perlengkapan, hingga atribut identitas daerah.

Ia menekankan pentingnya atribut tersebut sebagai penanda identitas jemaah asal Karawang, guna memudahkan koordinasi selama berada di Tanah Suci, terutama bagi jemaah lanjut usia.

“Dengan adanya identitas ini, diharapkan memudahkan pengenalan, baik oleh petugas maupun sesama jemaah, apalagi jumlah jemaah haji dari seluruh dunia sangat banyak,” pungkasnya. (Ahmad Z)

Perdana Digelar, Pengajian Ahad Pon LDNU Kedawon Penuh Khidmat dan Antusiasme Warga

0

BREBES (Aswajanews.id) – Suasana hangat dan penuh kekhidmatan menyelimuti Mushola Al-Mustaghfirin, Kedawon Makmur, Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, pada Sabtu malam Ahad (25/4/2026). Untuk pertama kalinya, Pengurus Ranting Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Dukuh Kedawon Masa Khidmat 2026-2030 sukses menggelar pengajian rutin Ahad Pon yang dihadiri badan otonom Muslimat NU, Fatayat NU GP Ansor dan Banser, IPNU-IPPNU, para sesepuh, tokoh masyarakat, serta warga Nahdliyin setempat.

Kegiatan perdana ini menjadi tonggak awal gerakan dakwah LDNU Kedawon dalam menghidupkan tradisi keagamaan yang sudah berjalan di periode sebelumnya sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Ketua LDNU Kedawon, Ustadz Ahmad Kholil

Ketua LDNU Kedawon, Ustadz Ahmad Kholil, menegaskan bahwa pengajian Ahad Pon bukan sekadar rutinitas biasa, melainkan ruang spiritual dan sosial bagi warga.

“Ini adalah langkah awal kami untuk menghidupkan amaliyah Nahdlatul Ulama sekaligus memperkuat kebersamaan warga. Harapannya, Nahdliyin Kedawon tetap solid, rukun, dan istiqamah dalam berkhidmat kepada jam’iyah,” ungkapnya.

Rangkaian acara berlangsung khidmat dan tertata. Dimulai dengan Pembacaan arwah, dilanjutkan pembacaan dan khataman Al-Qur’an 30 juz oleh JQHNU Kedawon, pembacaan Maulid Barzanji, serta istighotsah Mussabi’at yang dipimpin oleh KH. Nur Muhammad Hasanudin, S.Pd.I. Nuansa religius semakin terasa saat jamaah larut dalam doa dan dzikir bersama.

Kyai Ali Shodikin sebagai Penceramah

Memasuki acara inti, tausiyah disampaikan oleh Kyai Ali Shodikin dari Kubangwungu, Kecamatan Ketanggungan. Dengan gaya penyampaian yang humble dan membumi, beliau mengajak jamaah untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui tadabbur kehidupan dengan mensyukuri nikmat sehari-hari.

“Menjadi bagian dari Nahdlatul Ulama itu membahagiakan, karena kita dipertemukan dalam majelis-majelis ilmu dan silaturahmi. Dari sinilah keberkahan hidup tumbuh,” tuturnya.

Beliau juga menekankan bahwa pengajian adalah kebutuhan sepanjang hayat, karena ilmu menjadi bekal utama manusia dari masa kecil hingga akhir hayat. Di akhir tausiyahnya, beliau berharap kegiatan ini membawa keberkahan serta memperkuat kekompakan warga NU Kedawon.

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PRNU Kedawon, Ustadz Sya’roni Ika, S.H. saat ditemui (25/4) menyampaikan dukungan penuh terhadap program LDNU. Dirinya berharap kepengurusan masa khidmat 2026–2030 mampu menghadirkan inovasi dakwah yang lebih segar dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Semoga LDNU semakin maju, belajar dari pengalaman sebelumnya, dan terus menghadirkan program yang menyentuh kebutuhan umat,” ujarnya.

Tak berhenti di sini, LDNU Kedawon telah menyusun berbagai agenda lanjutan, di antaranya pengajian rutin setiap malam Sabtu di mushola madrasah diniyah serta kajian kitab kuning selama bulan Ramadhan. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara bergilir di mushola-mushola se-Dukuh Kedawon dan terbuka untuk umum, lengkap dengan sesi tanya jawab interaktif.


Pengajian perdana ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan dan kebangkitan dakwah di tingkat akar rumput. Harapannya, kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi sumber keberkahan, ilmu, serta perekat persaudaraan bagi masyarakat Kedawon. (A’isy Hanif Firdaus)

Dugaan 1.500 “Petugas Hantu” di Bandung Disorot, Pemkot Diminta Audit dan Bertindak Tegas

0
Ketua Umum BPKP, A. Tarmizi

BANDUNG (Aswajanews) – Dugaan keberadaan sekitar 1.500 petugas kebersihan yang tidak bekerja optimal di Kota Bandung menjadi sorotan publik dan memicu perhatian serius berbagai pihak pengawas kebijakan.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengakui belum terlihat perubahan signifikan dalam kinerja petugas kebersihan. Pernyataan ini kemudian diperkuat oleh sorotan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menemukan indikasi kejanggalan di lapangan.

Sejumlah pengamat menilai fenomena tersebut mengarah pada dugaan praktik “pegawai hantu”, yakni tenaga kerja yang tercatat menerima gaji namun tidak menjalankan tugas secara nyata.

Uji coba mendadak melalui program “Anu Sasapu Bandung” yang digelar pada 19 April 2026 menguatkan dugaan tersebut. Dari pemantauan di 46 titik, ditemukan berbagai persoalan, antara lain keterlambatan kehadiran petugas, rendahnya tingkat kehadiran pada jam kerja awal, serta kondisi jalan yang masih kotor saat aktivitas warga mulai meningkat.

Ketua Umum Badan Pemantau Kebijakan Publik (BPKP), A. Tarmizi, menilai persoalan ini berpotensi menjadi kasus serius. Menurutnya, jika terbukti terjadi pembayaran gaji tanpa pekerjaan yang sah, maka hal tersebut dapat dikategorikan sebagai kebocoran anggaran daerah dan bentuk maladministrasi.

“Jika benar ribuan petugas digaji tanpa bekerja, ini jelas merugikan keuangan daerah dan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (25/4/2026).

Pihaknya mendorong tiga langkah utama, yakni audit forensik terhadap data kehadiran dan pembayaran, penegakan hukum terhadap pihak yang terlibat, serta pembenahan sistem pengawasan agar lebih transparan dan akuntabel.

Menanggapi hal ini, Wali Kota Farhan menyatakan komitmennya untuk melakukan perbaikan menyeluruh. Ia mengakui sistem pengawasan manual selama ini memiliki banyak kelemahan.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Kota Bandung berencana menerapkan sistem absensi digital berbasis GPS dan verifikasi wajah, mengatur ulang pola kerja menjadi sistem shift, serta menjatuhkan sanksi tegas bagi petugas yang melanggar aturan.

Di sisi lain, masyarakat berharap pembenahan tidak berhenti pada wacana. Warga menuntut transparansi penggunaan anggaran serta perbaikan nyata terhadap kebersihan kota.

Kasus ini dinilai menjadi ujian penting bagi Pemerintah Kota Bandung dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, dan akuntabel. (Red)

Gerakan Sekolah Asri, SMPN 5 Karawang Barat Wujudkan Lingkungan Bersih dan Hijau

0

KARAWANG (Aswaja News) – Lingkungan sekolah yang bersih, hijau, dan asri menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman dan sehat. Udara sejuk dengan pepohonan rindang serta lingkungan yang tertata rapi diyakini mampu meningkatkan semangat belajar siswa sekaligus menjaga kesehatan seluruh warga sekolah.

Sebagai bentuk komitmen tersebut, SMP Negeri 5 Karawang Barat menggelar kegiatan Gerakan Sekolah Asri yang berfokus pada kebersihan dan penghijauan lingkungan sekolah.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa pagi, 21 April 2026, yang diinisiasi oleh OSIS SMPN 5 Karawang Barat dengan melibatkan seluruh siswa, guru, dan staf sekolah. Sejak pagi hari, para peserta tampak antusias mengikuti berbagai kegiatan, mulai dari kerja bakti membersihkan lingkungan, menanam tanaman hias dan pohon, hingga merapikan taman sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, setiap kelas diberikan tanggung jawab untuk menjaga dan merawat area tertentu agar tetap bersih, rapi, dan indah. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan sekolah.

Melalui Gerakan Sekolah Asri ini, diharapkan kesadaran siswa dalam menjaga lingkungan dapat tumbuh sejak dini. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana menanamkan nilai gotong royong, kepedulian, serta tanggung jawab terhadap lingkungan.

Dengan terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, hijau, dan asri, proses belajar mengajar diharapkan dapat berlangsung lebih nyaman, sehingga prestasi siswa pun dapat meningkat secara optimal.

(Liputan: Ahmad Z)

Kopra Institute Desak Bupati dan BKD Periksa Sekda Morotai Soal Dugaan Judol

0
Direktur Kopra Institute, Faisal Habeba

MORORAI (Aswajanews) – Desakan agar pemerintah daerah segera mengambil sikap atas dugaan kasus yang menyeret Sekretaris Daerah (Sekda) Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, terus menguat. Komite Perjuangan Rakyat (Kopra Institute) meminta Bupati dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) tidak tinggal diam.

Direktur Kopra Institute, Faisal Habeba, menegaskan bahwa dugaan yang mencuat, khususnya terkait praktik judi online (judol), harus segera ditindaklanjuti secara serius.

“Ini bukan lagi isu biasa. Bupati dan BKD harus segera periksa yang bersangkutan. Jangan sampai ada kesan pembiaran,” tegas Faisal, Sabtu, 25 April 2026.

Menurutnya, posisi Sekda sebagai pejabat tinggi daerah seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat. Karena itu, jika ada dugaan pelanggaran, maka proses pemeriksaan harus dilakukan secara transparan dan sesuai aturan.

Sebelumnya, istri Sekda Morotai, Lela, secara terbuka mengungkap dugaan pelanggaran yang dilakukan suaminya. Ia sebelumnya telah melaporkan Muhammad Umar Ali ke BKD Provinsi Maluku Utara terkait sejumlah persoalan.

Beberapa poin laporan tersebut di antaranya dugaan pelanggaran disiplin ASN terkait izin cerai, penelantaran rumah tangga selama sembilan bulan, hingga dugaan keterlibatan dalam praktik judi online.

“Saya sebagai istri sangat malu. Suami saya terlibat judi online. Saya memohon kepada Ibu Gubernur agar menindak sesuai perbuatannya, karena ini contoh yang sangat buruk bagi masyarakat,” ujar Lela melalui pesan WhatsApp, Senin (20/4/2026).

Ia juga mengaku memiliki sejumlah bukti yang menguatkan tuduhan tersebut, mulai dari nomor rekening, identitas, hingga data akun yang diduga digunakan dalam aktivitas judol.

Tak hanya itu, Lela turut menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum anggota kepolisian berinisial Bripda RHL yang disebut sebagai orang dekat suaminya.

Menanggapi hal tersebut, Faisal kembali menekankan pentingnya langkah cepat dari pemerintah daerah untuk menjaga kepercayaan publik.

“Kalau terbukti, harus ada sanksi tegas. Ini menyangkut integritas pejabat publik dan kepercayaan masyarakat,” ujarnya. (Kamas)

PCNU Kota Pekalongan Luncurkan Program Jumat Manis Bersih dan Sehat

0

PEKALONGAN (Aswajanews) – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan resmi meluncurkan program sosial baru bertajuk “Jum’at Manis: Bersih dan Sehat”. Peluncuran program yang digawangi oleh Lembaga Takmir Masjid PCNU Kota Pekalongan ini diawali dengan aksi nyata di Masjid Arrohmah, Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Duwet, Kecamatan Pekalongan Selatan pada Jum’at (24/4/2026).

Dihadiri puluhan Relawan Masjid NU Peduli PCNU Kota Pekalongan, kegiatan dimulai dengan menggabungkan dua aspek krusial bagi masyarakat, yakni kebersihan tempat ibadah dan pelayanan kesehatan dasar.
Aksi bersih-bersih yang dilakukan sejumlah pengurus PCNU, badan otonom (Banom), serta warga setempat tampak antusias menyapu, mengepel, dan membersihkan area luar maupun dalam Masjid Arrohmah.

Adapun layanan cek kesehatan dilaksanakan di madrasah depan masjid yang ramai dihadiri oleh bapak, ibu dan masyarakat setempat untuk menikmati layanan pemeriksaan tekanan darah (tensi), cek gula darah dan kolesterol dan konsultasi kesehatan ringan dengan tenaga medis dari LKNU dan LKKNU.

Ketua PCNU Kota Pekalongan KH. Moch Machrus Abdullah menyampaikan, ini bukti nyata bahwa NU hadir di tengah masyarakat dengan kolaborasi PCNU, MWC NU, PRNU, lembaga, banom. “Gerakkan kolaborasi ini apabila berjalan secara konsisten maka menjadikan kebesaran organisasi NU akan berbanding lurus dengan dampak yang dirasakan oleh warga NU,” ujarnya.

KH. Moch. Machrus Abdullah menegaskan bahwa program “Jum’at Manis: Bersih dan Sehat” bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari komitmen berkelanjutan Nahdlatul Ulama dalam merawat kehidupan sosial keagamaan masyarakat. Ia menekankan bahwa masjid tidak hanya menjadi pusat ibadah, tetapi juga pusat pemberdayaan umat yang menyentuh aspek kesehatan, kebersihan, dan solidaritas sosial.

“Kami ingin menghadirkan wajah NU yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tidak hanya dalam dakwah lisan, tetapi juga melalui aksi nyata yang solutif. Jika gerakan ini terus dirawat secara kolektif, maka NU akan semakin kokoh sebagai organisasi yang memberi kemaslahatan luas,” tambahnya.

(Abdul Azim, Khairul Anwar)

Pesan Kakanwil Kemenag Jateng dalam Pembinaan Guru MDT: Perkuat Data dan Kurangi Ketergantungan Gadget

0

SEMARANG (Aswajanews) – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Dr. H. Saiful Mujab, M.A., menekankan pentingnya pendataan yang akurat di lingkungan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT).

Pendataan tersebut meliputi aspek kelembagaan, guru, santri, hingga kepengurusan Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT). Hal ini disampaikan saat memberikan sambutan dalam acara tasyakuran Hari Lahir (Harlah) ke-14 FKDT yang diselenggarakan DPW FKDT Jawa Tengah di Aula Pendopo Kantor DPW FKDT Jawa Tengah, Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, Kamis (23/4/2026).

Menurut Saiful Mujab, di era saat ini kekuatan utama dalam berbagai bidang adalah data.

“Kalau kita ingin menguasai peradaban, maka harus memiliki data. Apapun itu, termasuk dalam bidang ekonomi dan pendidikan. Data internal FKDT, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, harus lengkap mulai dari kepengurusan, lembaga, SDM guru hingga santri,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pengurus FKDT untuk membenahi data secara serius, karena data menjadi dasar dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan. Selain itu, data juga penting untuk memetakan kualitas dan spesifikasi sumber daya manusia (SDM) guru di berbagai wilayah.

Terkait dengan terbitnya regulasi mengenai Direktorat Jenderal Pesantren, Saiful Mujab menilai hal tersebut menjadi momentum untuk berbenah, khususnya dalam aspek administrasi dan penguatan data.

“Selama ini kita masih memiliki kelemahan dalam administrasi. Dengan adanya penguatan regulasi, maka data dan administrasi harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya inovasi kurikulum MDT, khususnya dalam mengatasi kecanduan gadget di kalangan anak-anak.

Menurutnya, diperlukan metode pembelajaran yang menyenangkan agar santri betah belajar sekaligus mampu mengurangi ketergantungan terhadap perangkat digital.

“Pesantren untuk penyembuhan narkoba sudah ada, tetapi MDT atau pesantren untuk mengatasi kecanduan gadget belum ada. Kita perlu merumuskan metode baru agar anak-anak tidak bergantung pada gadget dan tetap memiliki karakter serta akhlakul karimah,” ungkapnya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah, KH Ubaidillah Shodaqoh, yang memberikan mauidzah hasanah dan doa. Dalam tausiyahnya, ia menegaskan bahwa MDT memiliki peran seperti pesantren karena para gurunya dekat dengan lingkungan santri, sehingga dapat melakukan pengawasan secara langsung.

Hadir pula Kabid PD Pontren Kanwil Kemenag Jawa Tengah, Dr. H. Fathuronji, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Semarang Ta’yinul Biri Bagus Nugroho, serta perwakilan Pemerintah Kabupaten Semarang dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Dari jajaran DPW FKDT Jawa Tengah, Sekretaris DPW FKDT yang juga Kepala Kemenag Kabupaten Purbalingga, H. Zahid Hasani (Gus Zahid), turut mendampingi para tamu undangan. (Red)

Bayi Laki-laki Ditemukan Meninggal di Summarecon Bandung, Polisi Lakukan Penyelidikan

0

BANDUNG (Aswajanews) – Tim dari Polrestabes Bandung tengah mengusut kasus penemuan jasad bayi laki-laki di kawasan perumahan Summarecon, Kota Bandung, Jumat pagi (24/4/2026).

Kanit Reskrim Polsek Gedebage, Bambang Dewanto, menjelaskan bahwa penemuan tersebut pertama kali dilaporkan oleh petugas kebersihan yang melihat benda mencurigakan di area taman perumahan.

“Awalnya belum diketahui jenis kelaminnya, namun setelah dilakukan pemeriksaan awal, diketahui bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki,” ujar Bambang.

Ia menjelaskan, jasad bayi ditemukan dalam kondisi terbungkus kain dan dilapisi plastik kresek berwarna putih. Bayi tersebut juga dibalut beberapa lapis pakaian, kemudian diikat sebelum dimasukkan ke dalam plastik.

Penemuan terjadi sekitar pukul 08.30 WIB oleh dua petugas kebersihan yang tengah membersihkan area taman.

Dari kondisi fisik, polisi menduga bayi tersebut baru saja dilahirkan. Hal itu terlihat dari masih adanya sisa darah serta ari-ari yang belum terlepas.

“Secara kasat mata kondisi tubuh bayi utuh. Namun untuk memastikan penyebab kematian, akan dilakukan pemeriksaan medis oleh pihak rumah sakit,” kata Bambang.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi guna mengungkap pelaku yang diduga membuang bayi tersebut.

“Terkait dugaan apakah saat dibuang masih hidup atau tidak, saat ditemukan bayi tersebut sudah dalam kondisi meninggal dunia,” tambahnya.

Selanjutnya, jasad bayi tersebut dibawa ke Rumah Sakit Sartika Asih untuk dilakukan autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian. (Red)

CORONG JABAR: Kemenkeu, Bank Indonesia, OJK dan Pemda Diminta Tindak Tegas Penolakan Transaksi Tunai Rupiah

0
Ketua Presidium Corong Jabar, Yusuf Sumpena, SH., S.Pm

BANDUNG (Aswajanews) – Di tengah pesatnya perkembangan transaksi digital di berbagai sektor, khususnya perdagangan ritel sandang dan pangan, pelaku usaha diingatkan untuk tidak mengabaikan penggunaan uang tunai rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia.

Ketua Presidium Corong Jabar, Yusuf Sumpena, SH., SPM, yang akrab disapa Kang Iyus, menegaskan bahwa kemajuan sistem pembayaran digital memang membawa kemudahan bagi produsen maupun konsumen. Namun, hal tersebut tidak boleh sampai menghilangkan atau bahkan menolak transaksi tunai.

Menurutnya, penolakan terhadap pembayaran menggunakan uang tunai rupiah merupakan pelanggaran hukum. Hal ini merujuk pada Pasal 33 ayat (2) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang, yang menyatakan bahwa setiap pihak dilarang menolak rupiah sebagai alat pembayaran yang sah di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Pelaku usaha yang menolak pembayaran tunai dapat dikenakan sanksi pidana berupa kurungan maksimal satu tahun dan denda hingga Rp200 juta. Penolakan hanya dibenarkan apabila terdapat keraguan terhadap keaslian uang tersebut,” ujar Kang Iyus.

Ia juga menilai bahwa praktik penolakan uang tunai tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga mencerminkan sikap yang mengabaikan nilai kebangsaan dan penghormatan terhadap mata uang rupiah.

Kang Iyus mengaku dirinya sendiri pernah mengalami penolakan pembayaran tunai di salah satu kafe kopi di Kota Bandung yang hanya menerima transaksi melalui QRIS. Ia juga menyebut fenomena serupa kini mulai banyak terjadi di kalangan pelaku usaha.

“Tidak semua masyarakat memiliki akses ke mobile banking atau pembayaran digital. Jika ini dibiarkan, bisa merusak tatanan sistem transaksi perekonomian nasional,” tambahnya.

Oleh karena itu, ia meminta Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, serta pemerintah daerah untuk segera mengambil langkah tegas guna memastikan penggunaan rupiah tetap dihormati sebagai alat pembayaran yang sah.

“Harus ada tindakan nyata agar rasa memiliki (sense of belonging) terhadap mata uang rupiah tidak tergerus oleh arus digitalisasi,” pungkasnya.

(Red)

Farewell Badminton Polda Jabar–Kejati Jabar Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

0

BANDUNG (Aswajanews) – Kegiatan farewell badminton antara jajaran Polda Jawa Barat dan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat ditutup dengan sesi foto bersama yang mencerminkan kuatnya sinergi antar dua institusi penegak hukum di wilayah Jawa Barat.

Kegiatan yang dipimpin Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, tersebut dihadiri Wakapolda serta seluruh Pejabat Utama Polda Jabar. Momen kebersamaan ini menjadi simbol soliditas dan koordinasi yang terus terjaga antara kepolisian dan kejaksaan.

Kapolda Jabar menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar olahraga bersama, tetapi juga menjadi sarana memperkuat komunikasi dan kerja sama antar lembaga.

“Kebersamaan ini menunjukkan hubungan yang harmonis antara Polda Jabar dan Kejati Jabar sebagai mitra strategis dalam memberikan pelayanan hukum kepada masyarakat. Sinergitas seperti ini sangat penting untuk mendukung penegakan hukum yang profesional dan berkeadilan,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, menegaskan bahwa hubungan baik antar lembaga penegak hukum akan terus dipelihara guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di Jawa Barat.

(Bambang K)

Polri Gelar Aksi Kolaboratif Pemulihan Ekosistem di Gunung Gede Pangrango

0

CIANJUR (Aswajanews) – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan bersama jajaran Polres Cianjur akan melaksanakan aksi kolaboratif dalam rangka pemulihan ekosistem dan pelestarian kawasan konservasi di Gunung Gede Pangrango. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 10 Mei 2026.

Aksi ini melibatkan berbagai unsur dengan pembagian kelompok pendakian yang terkoordinasi. Kegiatan tersebut menjadi bentuk komitmen nyata Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

Sejumlah kegiatan akan dilakukan dalam aksi kolaboratif ini, di antaranya pembersihan sampah di sepanjang jalur pendakian, penanaman bunga edelweiss sebagai upaya pemulihan ekosistem, serta penaburan benih saninten guna memperkuat tajuk hutan yang mulai berkurang sekaligus menyediakan sumber pakan alami bagi satwa.

Selain itu, akan dilakukan pelepasliaran satwa berupa elang jawa sebagai predator puncak serta landak guna mendukung keseimbangan ekosistem di kawasan tersebut.

Untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pendaki, kegiatan ini juga mencakup pembangunan berbagai fasilitas, seperti pondok teduh di Tanah Merah, shelter di Pos 1, peresmian toilet di Shelter Buntut Lutung, serta pembangunan toilet kering di Alun-alun Surken Barat. Tak hanya itu, sebanyak 16 unit penunjuk arah juga akan dipasang guna mempermudah navigasi pendaki.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi fisik peserta, jenis kegiatan, serta aspek keselamatan dan efektivitas. Seluruh peserta akan bergerak sesuai jalur yang telah ditentukan dengan dukungan pengamanan dan penyediaan water station di titik-titik strategis hingga mencapai Camping Ground Bobojong sebagai lokasi utama penanaman edelweiss.

Rangkaian kegiatan akan dilanjutkan dengan peresmian Pos Teduh Tanah Merah serta Shelter Information Center di Pos 1 sebagai bagian dari peningkatan sarana prasarana pendakian. Sementara itu, di Pos 3 Buntut Lutung akan dilaksanakan pelepasliaran satwa, penebaran bibit saninten, serta peresmian fasilitas toilet.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Hendra Rochmawan menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pemulihan lingkungan, tetapi juga mencakup aspek sosial melalui pemberian santunan kepada masyarakat sekitar kawasan.

“Melalui aksi kolaboratif ini, diharapkan tercipta pengelolaan kawasan konservasi yang lebih optimal sekaligus meningkatkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga kelestarian alam,” ujarnya, Jumat (24/4/2026). (Bambang K)

Kapolda dan Kajati Jabar Tanding Bulu Tangkis di Acara Farewell, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

0

BANDUNG (Aswajanews) – Kebersamaan antara kepolisian dan kejaksaan di Jawa Barat terlihat hangat dalam kegiatan farewell badminton yang digelar di lingkungan Polda Jabar. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Irjen Pol. Rudi Setiawan bersama jajaran pejabat utama Polda Jawa Barat serta pimpinan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

‎Pertandingan bulu tangkis yang berlangsung pada Kamis (23/4/2026) sore itu digelar di GOR Badminton Polda Jabar dan diikuti oleh Wakapolda serta para Pejabat Utama Polda Jabar. Suasana pertandingan berlangsung santai namun penuh keakraban.



‎Kapolda Jabar mengatakan kegiatan olahraga bersama ini menjadi momentum mempererat hubungan kelembagaan antara kepolisian dan kejaksaan.

‎“Melalui kegiatan olahraga bersama ini terlihat kebersamaan yang tulus antara Polda Jabar dan Kejati Jabar. Sinergitas ini menjadi bagian penting sebagai mitra strategis dalam memberikan pelayanan hukum terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

‎Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan menambahkan, hubungan koordinasi yang kuat antara kedua institusi penegak hukum tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan penegakan hukum di wilayah Jawa Barat.

‎Pertandingan berlangsung penuh keakraban dengan beberapa pasangan ganda yang diperankan oleh pejabat kedua institusi.

‎(Bambang K)

Polisi Resmikan Revitalisasi Jembatan Bersejarah Leuwi Kuya di Soreang, Warga Sambut Antusias

0

BANDUNG (Aswajanews) – Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono, S.H., S.I.K., M.H., CPHR meresmikan revitalisasi Jembatan Leuwi Kuya yang berlokasi di Desa Sadu, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, Jumat (24/4/2026). Peresmian tersebut berlangsung penuh khidmat dan kebersamaan dengan dihadiri unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa ‎Jembatan Leuwi Kuya merupakan salah satu infrastruktur bersejarah yang telah berdiri sejak tahun 1922 pada masa pemerintahan kolonial Belanda. Setelah dilakukan revitalisasi, jembatan tersebut kini tampil lebih kokoh, aman, dan representatif sehingga dapat kembali dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

‎Kehadiran kembali Jembatan Leuwi Kuya disambut antusias oleh warga setempat. Pasalnya, jembatan tersebut memiliki peran penting sebagai akses penghubung yang menunjang aktivitas masyarakat, mulai dari mobilitas harian hingga mendukung roda perekonomian di wilayah Kecamatan Soreang.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono mengatakan, revitalisasi jembatan tersebut merupakan bentuk nyata sinergitas antara pemerintah, kepolisian, dan masyarakat dalam menjaga fasilitas umum sekaligus melestarikan nilai sejarah yang dimiliki daerah tersebut.

‎“Jembatan ini bukan hanya sarana penghubung, tetapi juga memiliki nilai sejarah yang harus kita jaga bersama. Dengan revitalisasi ini, kami berharap masyarakat dapat merasakan manfaat berupa akses yang lebih aman, nyaman, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar,” kata Aldi.

‎Ia menegaskan, keberadaan infrastruktur yang layak menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat. Karena itu, seluruh elemen diharapkan memiliki kepedulian untuk menjaga dan merawat fasilitas publik agar dapat digunakan secara berkelanjutan.

‎“Peresmian ini menjadi momentum kebersamaan dan bukti bahwa kolaborasi yang baik akan menghasilkan manfaat besar bagi masyarakat. Mari kita jaga bersama fasilitas ini agar tetap bermanfaat bagi generasi saat ini maupun yang akan datang,” pungkasnya.

‎(Bambang K)

Sinergi Polri dan Petani, 5 Ton Jagung Garut Siap Perkuat Stok Pangan Nasional

0

GARUT (Aswajanews) – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional, jajaran Polres Garut beserta Polsek Kadungora melalui Bhabinkamtibmas Desa Harumansari melaksanakan kegiatan monitoring dan pendampingan pengiriman hasil panen jagung ke Gudang Bulog Garut, Jumat (24/4/2026).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Harumansari Kecamatan Kadungora menuju Gudang Bulog yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Sukamantri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut.

Dalam kegiatan tersebut, Polres Garut melakukan monitoring serta pengecekan terhadap hasil panen jagung binaan Polri milik H. Didin dengan jumlah sekitar 5 ton.

Pengiriman dilakukan sebagai bagian dari upaya penyerapan hasil panen petani guna mendukung program ketahanan pangan, khususnya pada komoditas jagung.

pihaknya secara aktif melakukan pendampingan kepada para petani, mulai dari proses penanaman, perawatan, hingga panen dan distribusi hasil ke Bulog.

“Pendampingan ini merupakan bentuk nyata dukungan Polri dalam menjaga ketahanan pangan nasional, sekaligus membantu petani dalam penyerapan hasil panennya,” ujar Kompol Alit Kadarusman, S.Pd., M.Si., Kapolsek Kadungora.

Dari hasil pengecekan, kondisi jagung yang dikirim dalam keadaan baik dengan kadar air sekitar 14 persen, sehingga memenuhi standar untuk diserap oleh Bulog.

Selain itu, melalui pendekatan door to door system, Bhabinkamtibmas juga memberikan imbauan kepada para petani agar menjual hasil panennya kepada mitra Polri untuk selanjutnya disalurkan ke Bulog, sehingga distribusi dan stabilitas pangan dapat terjaga dengan baik.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan sinergitas antara Polri dan masyarakat, khususnya para petani, dapat terus terjalin dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.

‎(Bambang K/Bid Humas Polda Jabar)

Kurir Sabu Diciduk Polisi Ratusan Paket Siap Edar Diamankan Polisi

0

BANDUNG (Aswajanews) – Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Polres Garut berhasil mengungkap kasus tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika jenis sabu di wilayah Kabupaten Garut.

‎Dalam pengungkapan tersebut, petugas berhasil mengamankan seorang pria berinisial D.K. (29), warga Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, pada Selasa (21/4/2026) sekitar pukul 23.30 WIB di wilayah Jalan Merdeka, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul.

‎Kasat Reserse Narkoba Polres Garut, AKP Usep Sudirman, S.H., menjelaskan bahwa penangkapan dilakukan setelah petugas melakukan serangkaian penyelidikan terkait peredaran narkotika di wilayah tersebut.

‎“Dari tangan pelaku, kami berhasil mengamankan barang bukti narkotika jenis sabu dalam jumlah cukup besar yang telah dikemas dalam berbagai bentuk siap edar,” ungkapnya.

‎Adapun barang bukti yang berhasil disita antara lain ratusan paket sabu dengan total berat bruto mencapai 197,8 gram, yang dikemas dalam plastik klip bening, sedotan, serta disembunyikan dalam berbagai kemasan, termasuk bungkus rokok. Selain itu, turut diamankan alat pendukung seperti timbangan digital, plastik klip, alat hisap, serta satu unit handphone dan kendaraan roda dua yang diduga digunakan dalam aktivitas peredaran.

‎Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku memperoleh barang haram tersebut dari seseorang berinisial B, yang saat ini masih dalam pengejaran. Pelaku berperan sebagai perantara atau kurir dalam peredaran narkotika tersebut dengan imbalan berupa uang serta konsumsi sabu secara gratis.

‎“Pelaku mengaku menjalankan peran sebagai kurir untuk mendapatkan keuntungan ekonomi sekaligus untuk kepentingan pribadi,” ujarnya Jumat (24/4/2026).



‎Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan di Polres Garut guna proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga tengah melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.

‎Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

‎Polres Garut menegaskan komitmennya untuk terus memberantas peredaran narkotika di wilayah hukumnya serta mengimbau masyarakat agar turut berperan aktif dalam memberikan informasi guna menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.

‎(Bambang K/Sumber: Bid Humas Polda Jabar)

Pemprov Jabar Buka Akses Siswa Tidak Mampu ke Sekolah Unggulan Industri

0

KOTA BANDUNG (Aswajanews) – Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan akses bagi siswa tidak mampu untuk bersekolah di sekolah unggulan yang lulusannya terserap industri. Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup sekaligus mendorong lahirnya kelas menengah baru di Jawa Barat.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, usai menghadiri Forum Industri Jawa Barat bertema “Industri dalam Kerangka Pengembangan Industri Inklusif, Berdaya Saing, dan Berkelanjutan” di Bale Gede Pakuan, Bandung, Kamis (23/4/2026).

Akses tersebut diberikan dalam bentuk beasiswa kepada 100 siswa. Ke depan, jumlah penerima beasiswa direncanakan meningkat hingga 800 siswa.

Menurut Dedi, kesempatan belajar di sekolah unggulan membuka peluang besar bagi siswa untuk terserap di dunia industri. Bahkan, karier mereka berpotensi berkembang hingga level manajerial.

“Semangatnya adalah harus lahir kelas menengah baru dari Jawa Barat melalui sekolah-sekolah industri unggulan. Selama ini, masyarakat ekonomi menengah ke bawah jarang sekali bisa mengakses pendidikan tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Jawa Barat mengapresiasi langkah tersebut. Ketua DPP APINDO Jabar, Ning Wahyu Astutik, menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sangat krusial bagi keberlangsungan sektor industri.

“Beliau fokus menciptakan SDM yang berkualifikasi melalui sekolah gratis bagi siswa berprestasi. Nantinya mereka akan menjadi talenta yang dibutuhkan dunia usaha,” ungkapnya.

Para pelaku usaha pun menyatakan dukungan terhadap berbagai kebijakan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas tenaga kerja dan mendorong pertumbuhan industri.

Forum Industri Jawa Barat sendiri digelar sebagai wadah strategis untuk memperkuat komunikasi, kolaborasi, dan konsultasi antara pelaku usaha, pemerintah, serta pemangku kepentingan lainnya. Forum ini bertujuan meningkatkan daya saing industri sekaligus mendorong investasi di Jawa Barat.

Selain itu, forum ini juga menjadi ajang perumusan solusi atas berbagai tantangan pembangunan sektor industri, mulai dari kemudahan berusaha, peningkatan kualitas tenaga kerja, penguatan rantai pasok lokal, hilirisasi industri, hingga penerapan industri hijau dan berkelanjutan.

(Bambang K)

199 Kepala Sekolah Dilantik, Bupati Karawang Tegaskan: Jangan Sampai Ada Penyimpangan Dana BOS

0

KARAWANG (Aswajanews) – Isu pengelolaan keuangan sekolah menjadi sorotan utama dalam pelantikan ratusan kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karawang, yang digelar di Plaza Pemda Karawang, Jumat (24/6/2026).

Sebanyak 199 kepala sekolah resmi dilantik, terdiri dari 191 kepala sekolah jenjang SD, 9 jenjang SMP, serta satu kepala satuan pendidikan lainnya. Pelantikan ini merupakan kelanjutan dari agenda sebelumnya yang telah dilaksanakan pada 2 April 2026.

Dalam arahannya, Bupati Karawang menekankan pentingnya integritas dalam memimpin satuan pendidikan, terutama terkait pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Ia mengingatkan agar tidak ada praktik penyimpangan yang dapat merugikan dunia pendidikan maupun masyarakat.

“Jangan sampai ada penyimpangan dana BOS. Jangan dzalim. Gunakan dana tersebut sepenuhnya untuk kepentingan sekolah dan kemajuan pendidikan,” tegasnya di hadapan para kepala sekolah yang baru dilantik.

Bupati juga menyoroti peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik yang dinilai sudah semakin baik. Menurutnya, dengan adanya gaji pokok serta Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang terus meningkat, tidak ada alasan bagi aparatur pendidikan untuk melakukan penyalahgunaan anggaran.

“Gaji sudah ada, TPP juga meningkat. Tugas kita sekarang adalah fokus menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman serta memberikan pelayanan pendidikan terbaik bagi peserta didik,” ujarnya.

Selain itu, ia menegaskan agar praktik pungutan liar (pungli) benar-benar tidak terjadi di lingkungan sekolah. Seluruh kepala sekolah diminta menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab demi menjaga kepercayaan masyarakat.

Pelantikan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan. Penguatan kepemimpinan sekolah diharapkan mampu mendorong tata kelola yang bersih, transparan, dan berorientasi pada kepentingan siswa.

Dengan penegasan tersebut, pengelolaan dana BOS di seluruh sekolah diharapkan dapat berjalan optimal, tepat sasaran, serta memberikan manfaat nyata bagi peserta didik dan lingkungan pendidikan.

(Ahmad Z)

Nusron Wahid Tekankan Kepemimpinan Berorientasi Rakyat, Minta BPN Jangan Persulit Masyarakat

0

BANGKINANG, RIAU (Aswajanews) – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, menegaskan pentingnya kepemimpinan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat di seluruh jajaran BPN di Indonesia.

Pesan tersebut disampaikan saat kegiatan silaturahim dan ceramah keagamaan bersama Ustaz Abdul Somad di Pondok Pesantren Ma’had Az-Zahra, Bangkinang, Riau, Rabu (22/4).

Dalam arahannya, Nusron menekankan bahwa setiap kebijakan dan keputusan yang diambil tidak boleh menyulitkan masyarakat.

“Apa pun kebijakan, keputusan, dan tindakan, jangan sampai mempersulit rakyat. Orientasinya harus membuat rakyat terangkat, bukan justru menambah beban,” ujarnya.

Menurutnya, jabatan yang diemban oleh setiap pejabat merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, tidak hanya secara administratif, tetapi juga secara moral dan spiritual. Terlebih, Kementerian ATR/BPN memiliki peran utama sebagai pelayan masyarakat.

Ia juga mengingatkan pesan keagamaan bahwa siapa pun yang mempersulit orang lain akan mendapat balasan serupa di akhirat.

Di hadapan Ustaz Abdul Somad, Nusron turut meminta doa agar seluruh jajaran ATR/BPN dapat menjalankan tugas dengan niat tulus demi kepentingan rakyat.

“Kami mohon didoakan agar setiap langkah dan kebijakan yang diambil benar-benar untuk menyenangkan rakyat, bukan mempersulit mereka,” katanya.

Sementara itu, Ustaz Abdul Somad dalam tausiyahnya mengingatkan bahwa jabatan adalah bentuk kepercayaan sekaligus ujian dari Tuhan.

“Pejabat tidak seharusnya menyalahgunakan amanah, apalagi sampai mempersulit urusan rakyat. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan diridhai Allah dan yang dikenang adalah kebaikan,” tuturnya. (Red)

Waspada! Nama Wartawan Karawang Dicatut, Akun WhatsApp Ahmad Zidin Diretas

0

KARAWANG (Aswajanews) – Masyarakat, jurnalis, serta dinas dan instansi diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan yang mencatut nama wartawan di Karawang, Ahmad Zidin. Akun WhatsApp miliknya dilaporkan telah diretas oleh oknum tak bertanggung jawab.

Ahmad Zidin mengungkapkan, pelaku saat ini menggunakan nomor +62 831-6831-0988 untuk melancarkan aksinya. Modus yang digunakan yakni mengirim pesan singkat, baik melalui SMS maupun WhatsApp, kepada sejumlah kontak dengan dalih meminta bantuan transfer uang.

Permintaan tersebut biasanya diarahkan ke rekening bank maupun dompet digital seperti DANA.

“Sekali lagi diinformasikan, bila ada SMS atau pesan yang meminta transfer lewat rekening DANA atau bank, jangan dihiraukan. WhatsApp saya sedang di-hack oleh oknum penipu,” tegas Ahmad Zidin, Rabu (22/4/2026).

Ia menegaskan bahwa seluruh permintaan uang yang mengatasnamakan dirinya melalui nomor tersebut dipastikan merupakan aksi penipuan. Karena itu, masyarakat diminta untuk tidak merespons pesan mencurigakan dan melakukan verifikasi langsung melalui jalur komunikasi lain yang terpercaya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan siber semakin marak dan dapat menyasar siapa saja, termasuk jurnalis. Masyarakat diimbau agar tidak mudah percaya terhadap permintaan uang secara tiba-tiba, terutama jika berasal dari nomor yang tidak dikenal atau tidak biasa digunakan.

Jika menemukan indikasi penipuan serupa, warga diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti.

(Bambang K)

Peluang Kerja ke Jepang Makin Terbuka, LPK IndraWijaya Indramayu Siapkan 140 Kuota

0

INDRAMAYU (Aswajanews) – Peluang kerja ke Jepang semakin terbuka lebar bagi generasi muda, khususnya di Kabupaten Indramayu. Menjawab kebutuhan tersebut, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) IndraWijaya menghadirkan program pelatihan terpadu yang mencakup bahasa Jepang, budaya kerja, hingga keterampilan teknis melalui skema Specified Skilled Worker (SSW) dan program magang resmi.

Andri, Direktur LPK IndraWijaya

Direktur LPK IndraWijaya, Andri, menegaskan bahwa lembaganya tidak hanya fokus pada pelatihan bahasa, tetapi juga membina peserta hingga siap bekerja dan berangkat ke Jepang melalui jalur resmi.

“Kami bukan agen, melainkan lembaga pendidikan. Tugas kami mendidik peserta hingga lulus ujian, membantu pengurusan visa, mempersiapkan keberangkatan, hingga memastikan peserta tiba dan bekerja di Jepang,” ujarnya.

Jalur Aman dan Legal

Program yang ditawarkan dirancang untuk memberikan jalur kerja yang aman dan legal. Jepang sendiri dikenal menawarkan gaji kompetitif, berkisar antara Rp10 juta hingga Rp20 juta per bulan, disertai kontrak kerja jelas, asuransi, serta fasilitas tempat tinggal.

Untuk bisa bekerja di Jepang, peserta wajib lulus ujian resmi seperti JFT-Basic A2 atau JLPT N4, serta tes keterampilan sesuai bidang. LPK IndraWijaya menyediakan pelatihan intensif selama enam bulan, meliputi bahasa, budaya kerja, hingga keterampilan teknis.

Program Unggulan dan Kuota 2026

Pada tahun 2026, LPK IndraWijaya membuka beberapa program unggulan, antara lain:

1. Program Magang

  • Pertanian
  • Pengolahan makanan
  • Budidaya
  • Konstruksi
  • Peternakan
  • Kelautan
  • Manufaktur

2. Program Tokutei Gino (Specified Skilled Worker)

  • Perawat lansia (Kaigo)
  • Pertanian
  • Pengolahan makanan
  • Konstruksi

3. Program Engineering
Dikhususkan bagi lulusan D3/S1 seperti Teknik Mesin, Teknik Sipil, Teknik Komputer, dan jurusan terkait.

Total kuota yang disediakan mencapai 140 peserta, dengan penempatan di berbagai wilayah Jepang seperti Osaka, Fukuoka, Hokkaido, hingga Tokyo.

Fasilitas dan Pendampingan

Peserta akan mendapatkan berbagai fasilitas, mulai dari asrama selama pelatihan, pengajar berpengalaman, hingga simulasi ujian berkala. Selain itu, tersedia juga program job matching langsung dengan perusahaan di Jepang.

LPK IndraWijaya juga memberikan pendampingan selama masa kerja, baik untuk kontrak tiga hingga lima tahun, bahkan selama peserta masih bekerja di perusahaan mitra.

Program ini terbuka bagi lulusan SMA/SMK sederajat dengan usia 18–30 tahun. Peserta harus memenuhi syarat kesehatan, disiplin, serta siap mengikuti pelatihan intensif.

Pendaftaran gelombang 5 tahun 2026 dibuka mulai 25 April hingga 20 Mei 2026, dengan tahapan seleksi meliputi tes tertulis, tes fisik, dan wawancara motivasi.

LPK IndraWijaya berharap program ini menjadi solusi bagi generasi muda Indramayu untuk mendapatkan pekerjaan layak di luar negeri melalui jalur resmi dan profesional.

Alamat: Jl. Rajawali No.1, RT.24/RW.01, Lemahabang, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat 45212, Kontak: 0878-8667-1945. (Sn)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts