Beranda Aktual Muscab FKDT Kudus Mufakat Pilih KH Ahmad Halim, S.Pd.I Pimpin DPC FKDT...

Muscab FKDT Kudus Mufakat Pilih KH Ahmad Halim, S.Pd.I Pimpin DPC FKDT Masa Khidmat 2026–2031

2
KUDUS (Aswajanews.id) – Musyawarah Cabang (Muscab) Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Kudus yang digelar di Madrasah Diniyah Takmiliyah Hidayatul Atfal, Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Jumat (24/7/2026), berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan dan menghasilkan keputusan secara aklamasi.

Seluruh Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) FKDT se-Kabupaten Kudus secara mufakat menetapkan KH Ahmad Halim, S.Pd.I sebagai Ketua DPC FKDT Kabupaten Kudus masa khidmat 2026–2031.

Sebelum pemilihan ketua, peserta Muscab juga secara bulat memilih H. Mukhasiron sebagai Ketua Dewan Pembina DPC FKDT Kabupaten Kudus. Sosok yang dinilai berjasa besar dalam memperjuangkan kesejahteraan guru Madrasah Diniyah itu dipercaya memimpin Dewan Pembina sesuai ketentuan Tata Tertib Muscab FKDT Kabupaten Kudus Tahun 2026.

Sidang Muscab dipimpin oleh Akhmad Sururi selaku pengurus Dewan Pengurus Pusat (DPP) FKDT.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kudus, Dr. Soni Wardana, M.Si.Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya penyusunan program strategis lima tahun ke depan guna memperkuat eksistensi dan kualitas Madrasah Diniyah Takmiliyah.

“Menjadi pengurus FKDT memang memiliki tanggung jawab yang tidak ringan. Namun dengan komitmen dan kebersamaan, FKDT Kabupaten Kudus akan semakin maju,” ujarnya.

Dr. Soni Wardana juga menekankan perlunya inovasi dalam proses pembelajaran, khususnya melalui penguatan kurikulum agar pendidikan Madrasah Diniyah mampu meningkatkan mutu serta bersaing dengan lembaga pendidikan lainnya.

Sementara itu, Akhmad Sururi yang mewakili Ketua Umum DPP FKDT menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kudus atas komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan guru melalui alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk Honorarium Kesejahteraan Guru Swasta (HKGS) sebesar Rp1 juta per bulan bagi setiap guru, termasuk guru Madrasah Diniyah.

Menurutnya, besaran insentif tersebut merupakan yang tertinggi di Indonesia untuk guru Madrasah Diniyah dan menjadi bukti nyata perhatian Pemerintah Kabupaten Kudus terhadap kemajuan pendidikan Islam.

Dalam arahannya, Sururi juga mengajak seluruh jajaran FKDT untuk terus menjaga sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kudus serta Kementerian Agama. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan Islam hanya dapat diwujudkan melalui kerja sama seluruh pemangku kepentingan.

Ia juga mendorong penguatan pendidikan Madrasah Diniyah dengan memastikan anak-anak yang bersekolah di SD maupun MI tetap mengikuti pembelajaran di Madrasah Diniyah Takmiliyah pada sore hari sebagai bagian dari pembentukan karakter dan penguatan pendidikan keagamaan.

Pada kesempatan yang sama, H. Mukhasiron berpesan kepada kepengurusan baru agar mampu merangkul seluruh elemen Madrasah Diniyah di Kabupaten Kudus.

“Semua harus kita rangkul bersama untuk membesarkan FKDT Kabupaten Kudus. Para sesepuh FKDT yang telah berjasa juga perlu disowani dan diajak kembali bergabung demi memperkuat pendidikan Madrasah Diniyah di Kabupaten Kudus,” pesannya.

Muscab FKDT Kabupaten Kudus berlangsung dalam suasana sederhana namun penuh kekeluargaan, menghasilkan kepengurusan baru yang diharapkan mampu membawa FKDT semakin solid, profesional, dan berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan Madrasah Diniyah di Kabupaten Kudus. (Red)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.