Beranda Aktual Mahasiswa KKN-T Universitas Majalengka dan DLH Gelar Seminar Pengelolaan Sampah dan Budidaya...

Mahasiswa KKN-T Universitas Majalengka dan DLH Gelar Seminar Pengelolaan Sampah dan Budidaya BSF

31

MAJALENGKA (Aswajanews.id) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Universitas Majalengka berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Majalengka menggelar Seminar Sosialisasi Pengelolaan Sampah dan Budidaya Black Soldier Fly (BSF) di Aula Desa Buahkapas, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka.

Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja unggulan mahasiswa KKN-T yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan, sekaligus memperkenalkan budidaya lalat Black Soldier Fly (BSF) sebagai solusi pengolahan sampah organik yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomis.

Seminar dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, kader, Karang Taruna, serta warga Desa Buahkapas. Dalam sambutannya, Pemerintah Desa Buahkapas dan perwakilan mahasiswa KKN-T menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam menghadapi persoalan sampah di tingkat desa.

Pada sesi materi, narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Majalengka menjelaskan bahwa meningkatnya volume sampah rumah tangga menjadi tantangan yang memerlukan perubahan perilaku masyarakat, dimulai dari kebiasaan memilah dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Materi pertama mengulas konsep Reduce, Reuse, Recycle (3R) sebagai dasar pengelolaan sampah. Peserta diberikan pemahaman mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik, pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, serta pemanfaatan kembali barang yang masih layak digunakan. Selain itu, dijelaskan pula dampak buruk sampah yang tidak dikelola dengan baik, seperti pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, hingga potensi banjir akibat tersumbatnya saluran air.

Selanjutnya, peserta diperkenalkan dengan budidaya Black Soldier Fly (BSF) atau lalat tentara hitam sebagai inovasi pengolahan sampah organik. Larva BSF mampu mengurai sisa makanan, sayuran, dan buah-buahan secara cepat sehingga dapat mengurangi volume sampah organik secara signifikan.

Tak hanya berfungsi sebagai pengurai sampah, larva BSF juga memiliki nilai ekonomi karena dapat dimanfaatkan sebagai pakan alternatif bagi ikan, ayam, dan unggas. Sementara hasil penguraiannya (frass) dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik yang bermanfaat bagi sektor pertanian.

Ketua KKN-T Universitas Majalengka Desa Buahkapas menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa sampah bukan hanya menjadi masalah, tetapi juga dapat menjadi sumber manfaat apabila dikelola dengan baik. Budidaya BSF merupakan salah satu inovasi yang dapat diterapkan di tingkat rumah tangga maupun kelompok masyarakat sebagai solusi pengurangan sampah organik sekaligus memberikan nilai ekonomi,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Berbagai pertanyaan disampaikan dalam sesi diskusi, mulai dari teknik budidaya BSF, jenis sampah organik yang dapat dimanfaatkan, perawatan larva, hingga peluang usaha berbasis pengelolaan sampah organik.

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Majalengka mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN-T Universitas Majalengka yang menjadikan pengelolaan sampah dan budidaya BSF sebagai program pemberdayaan masyarakat di Desa Buahkapas. Program tersebut dinilai mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui pemanfaatan sampah organik.

Melalui seminar ini diharapkan masyarakat Desa Buahkapas dapat menerapkan kebiasaan memilah sampah sejak dari rumah serta mengembangkan budidaya BSF sebagai solusi pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan. Sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, Dinas Lingkungan Hidup, dan Mahasiswa KKN-T Universitas Majalengka diharapkan mampu mewujudkan Desa Buahkapas yang bersih, sehat, produktif, dan berwawasan lingkungan.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama antara narasumber dari DLH Kabupaten Majalengka, Pemerintah Desa Buahkapas, Mahasiswa KKN-T Universitas Majalengka, dan seluruh peserta sebagai simbol komitmen bersama dalam membangun budaya peduli lingkungan melalui pengelolaan sampah yang berkelanjutan. (Red/Adang)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.