Beranda Aktual MI Sirojut Tholibin Wujudkan Generasi Cerdas melalui Budaya Membaca

MI Sirojut Tholibin Wujudkan Generasi Cerdas melalui Budaya Membaca

32

BREBES (Aswajanews.id) – Kepala MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa, Akhmad Sururi, menegaskan komitmennya dalam mewujudkan peserta didik yang memiliki kecerdasan spiritual, intelektual, dan emosional. Tiga aspek kecerdasan tersebut menjadi bagian penting dari visi MI Sirojut Tholibin Tahun Pelajaran 2026/2027.

Komitmen tersebut disampaikan Akhmad Sururi saat memberikan amanat sebagai pembina upacara bendera pada Senin (27/7/2026).

Menurutnya, generasi cerdas lahir dari kebiasaan membaca, menulis, dan mendengarkan dengan baik. Ketiga hal itu merupakan fondasi utama dalam proses belajar di madrasah.

“Rajin membaca buku pelajaran, menulis materi setiap hari, serta mendengarkan guru saat menjelaskan pelajaran merupakan modal utama untuk menjadi murid yang cerdas,” ujarnya.

Ia mengajak seluruh peserta didik membiasakan diri membaca setiap hari, baik di rumah maupun di madrasah. Sururi menyarankan agar siswa meluangkan waktu minimal 15 menit setiap hari khusus untuk membaca buku.

“Bagi yang memiliki telepon genggam, selama 15 menit membaca sebaiknya HP disingkirkan terlebih dahulu dan diganti dengan memegang buku. Saat membaca juga jangan sambil menonton televisi atau mengobrol agar konsentrasi tetap terjaga,” pesannya.

Sururi menambahkan, kebiasaan membaca dapat dibentuk secara bertahap. Bagi siswa yang belum terbiasa, ia menganjurkan untuk memulainya selama 21 hari berturut-turut hingga menjadi kebiasaan positif.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa membaca akan mengasah kecerdasan intelektual karena memperkaya wawasan dan ilmu pengetahuan. Namun, ilmu yang diperoleh tidak cukup hanya dipahami, melainkan harus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai contoh, ketika membaca bahwa kebersihan merupakan bagian dari iman, maka nilai tersebut harus diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya.

“Ketika melihat sampah di ruang kelas, halaman, atau lingkungan sekolah, segera buang ke tempat sampah. Itulah bukti bahwa ilmu yang kita baca benar-benar dipraktikkan,” jelasnya.

Di akhir amanatnya, Sururi mengingatkan bahwa budaya membaca juga merupakan bagian dari ajaran Islam.

“Cerminan orang yang cerdas tidak bisa dilepaskan dari kebiasaan membaca. Membaca sesungguhnya adalah perintah agama. Ayat pertama yang diturunkan Allah adalah perintah membaca. Karena itu, setiap kali kita membaca, sesungguhnya kita sedang melaksanakan perintah agama,” pungkas Akhmad Sururi. (Red)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.