BANDUNG (Aswajanews.id) – H. Asep Sahrial, yang akrab disapa Asep Awing, resmi mendaftarkan diri sebagai calon Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Bandung periode 2026. Didampingi timnya, ia menyerahkan formulir pendaftaran yang telah dilengkapi kepada panitia pemilihan pada Senin (26/10/2026).
Penyerahan formulir tersebut menjadi bagian dari tahapan pencalonan Ketua PWI Kabupaten Bandung. Selanjutnya, dokumen pendaftaran akan diverifikasi panitia sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Asep Awing berharap konferensi PWI Kabupaten Bandung yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 11 November 2026, berjalan lancar, sukses, dan tanpa ekses. Menurutnya, proses pemilihan harus menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan menjaga soliditas organisasi.
“Harapan saya, mudah-mudahan konferensi PWI Kabupaten Bandung berjalan lancar, sukses, dan tanpa ekses. Kita harus menjaga suasana tetap kondusif serta menjunjung tinggi kebersamaan,” ujarnya.
Ia juga berharap seluruh pemilih yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab dengan mempertimbangkan kriteria, kapasitas, dan komitmen setiap calon dalam memajukan organisasi.
“Semoga para pemilih dapat menentukan pilihannya secara objektif sesuai kriteria dan kapasitas calon ketua. Yang terpenting, proses ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk membawa PWI Kabupaten Bandung ke arah yang lebih baik,” tuturnya.
Asep Awing menegaskan, keputusannya maju dalam pencalonan dilandasi keinginan untuk berkontribusi bagi kemajuan organisasi. Ia berharap PWI Kabupaten Bandung tumbuh menjadi organisasi yang mandiri, terbuka terhadap kolaborasi, serta mampu menjadi mitra strategis pemerintah daerah tanpa kehilangan independensi pers.
“Pada intinya, saya merasa terpanggil untuk memajukan PWI Kabupaten Bandung agar bisa mandiri, bisa berkolaborasi, dan menjadi mitra strategis Kabupaten Bandung,” ungkapnya.
Selain kemandirian organisasi, ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai jurnalistik, menaati Kode Etik Jurnalistik, mematuhi Undang-Undang Pers, serta menjaga marwah PWI. Menurutnya, profesionalisme harus menjadi landasan utama dalam setiap pelaksanaan tugas kewartawanan.
“Setiap tugas harus dijalankan secara profesional sesuai tupoksi dan ketentuan yang berlaku. Kita harus menjaga kode etik jurnalistik, menghormati hukum, serta tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan,” tegasnya.
Asep Awing berharap konferensi PWI Kabupaten Bandung menjadi momentum memperkuat persaudaraan, integritas, dan profesionalisme wartawan.
“Siapa pun yang nantinya mendapat amanah, mari kita jaga marwah PWI, perkuat solidaritas, dan utamakan kepentingan organisasi demi kemajuan pers yang profesional, independen, dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. ***
Eksplorasi konten lain dari News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





























