BREBES (Aswajanews.id) – Kegiatan Kuliah Dhuha di Masjid Agung Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kembali digelar pada Ahad (25/10/2026), pukul 08.00–09.00 WIB. Dalam kegiatan tersebut, Ustaz H. Abdul Hamid Muhtadi, S.Pd.I., pengajar MTs Ma’arif NU 01 Brebes, menyampaikan tausiyah tentang keutamaan berjuang di jalan Allah dan tujuh amalan yang pahalanya terus mengalir meskipun seseorang telah meninggal dunia.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Abdul Hamid mengutip Surah At-Taubah ayat 20 yang menjelaskan keutamaan orang-orang beriman yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah dengan harta serta jiwa mereka. Mereka dijanjikan derajat yang lebih tinggi di sisi Allah SWT dan termasuk golongan orang-orang yang beruntung.
Ia juga menjelaskan hadis tentang tujuh amalan yang pahalanya tetap mengalir setelah seseorang meninggal dunia. Hadis yang dinukil dari Kitab Shahih Al-Jami’ nomor 3596 tersebut menyebutkan tujuh amalan yang menjadi bekal kebaikan, yaitu mengajarkan ilmu, membangun saluran air untuk kepentingan umum, membuat sumber air, menanam pohon kurma, membangun masjid, mewariskan mushaf Al-Qur’an, serta meninggalkan anak saleh yang senantiasa memohonkan ampunan bagi orang tuanya.
Menurutnya, amalan-amalan tersebut mengandung pesan penting tentang nilai kebermanfaatan bagi sesama. Kebaikan yang ditanamkan selama hidup dapat terus memberikan manfaat, bahkan setelah pelakunya meninggal dunia.
Sebelum tausiyah dimulai, kegiatan diawali dengan tadarus Al-Qur’an yang dipimpin Ustaz H. Deny Irawan, S.Th.I., M.Pd., Sekretaris Pengurus Kuliah Dhuha Masjid Agung Brebes.

Setelah penyampaian materi, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu H. Drs. Ahmad Basori. Salah seorang peserta mengajukan pertanyaan mengenai bagaimana kedudukan amal saleh seseorang yang tidak melaksanakan salat.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Ustaz Abdul Hamid menegaskan pentingnya salat sebagai fondasi ibadah seorang Muslim. Ia mengibaratkan salat sebagai kepala bagi tubuh, sehingga amal saleh tanpa disertai salat merupakan persoalan serius yang perlu menjadi bahan introspeksi setiap Muslim.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin Ustaz H. Abdul Hamid Muhtadi. Doa tersebut mengutip Surah Ali Imran ayat 8, yang berisi permohonan agar Allah SWT senantiasa memberikan petunjuk dan tidak membiarkan hati menyimpang setelah memperoleh hidayah.
Sementara itu, Ketua Pengurus Kuliah Dhuha Masjid Agung Brebes, H. Nur Kholis, S.Pd., menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya para jemaah yang telah hadir dan mengikuti kegiatan tersebut.
Ia berharap kegiatan Kuliah Dhuha dapat terus menjadi sarana menambah wawasan keislaman, memperkuat keimanan, serta mendorong umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak amal kebaikan yang bermanfaat bagi masyarakat. (Red)
Eksplorasi konten lain dari News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





























