BREBES (Aswajanews.id) – Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Kelurahan Gandasuli, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, menggelar kegiatan Lailatul Ijtima ke-3 di Mushola Mubarokah, Colotan, Gandasuli, Sabtu (24/10/2026) malam.
Kegiatan rutin yang berlangsung pukul 20.00 hingga 22.17 WIB tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi, meningkatkan keimanan, serta memperkuat kebersamaan warga Nahdliyin. Kegiatan Lailatul Ijtima dijadwalkan setiap malam Ahad Kliwon atau Sabtu Wage.
Acara diawali dengan pembukaan oleh Mas Hakim, Wakil Sekretaris NU Ranting Gandasuli, dilanjutkan istighotsah yang dipimpin Ustaz Nur Hasyim dari Lembaga Dakwah NU (LDNU) Gandasuli. Tahlil dipimpin Ustaz Suroto selaku Wakil Ketua, sedangkan doa tahlil dipimpin Ustaz M. Zamroni, Katib NU Ranting Gandasuli.
Suasana religius semakin khidmat dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Hani, juara pertama MTQ tingkat Kecamatan Brebes pada Porsadin 2026.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Kitab Wasiatul Mustofa oleh Ustaz M. Afkar Al Hakim, alumni Pondok Pesantren Assalafiyah Luwungragi yang diasuh KH. Subhan Ma’mun.
Dalam kajiannya, Ustaz M. Afkar Al Hakim menjelaskan hikmah zikir sebelum dan sesudah matahari terbit. Zikir sebelum matahari terbit, menurut penjelasan dalam kajian tersebut, mengandung keutamaan berupa perlindungan dari siksa neraka, keteguhan hati, kedekatan dengan Allah SWT, serta doa para malaikat.
Sementara itu, zikir sesudah matahari terbit dijelaskan memiliki keutamaan berupa pahala seperti orang yang menunaikan ibadah haji dan umrah, peningkatan derajat, keberkahan rezeki dan rumah tangga, serta menjadi jalan menuju keberuntungan.
Dalam sambutannya, Ustaz Lebe Muhemin Mutholib, A.Md.Com., menyampaikan sejumlah kegiatan yang telah dilaksanakan pengurus NU Ranting Gandasuli.
Kegiatan tersebut meliputi pembentukan dan pelantikan pengurus ranting, pemasangan papan nama NU beserta badan otonom (Banom), serta pelaksanaan musyawarah pengurus setiap tiga bulan.
Pengurus juga telah menyelenggarakan Lailatul Ijtima di sejumlah tempat, mengadakan seragam pengurus, membeli bendera NU dan Banom, serta berpartisipasi dalam mengondisikan pawai Hari Santri bersama Pondok Pesantren Barokatul Quran Gandasuli.
Muhemin menegaskan, pengurus ranting berupaya menjaga kesinambungan kegiatan organisasi sekaligus memperkuat peran Banom NU, seperti Muslimat, Fatayat, Ansor, Banser, IPNU, dan IPPNU.
Ia juga mengajak warga yang ingin berpartisipasi melalui Koin NU atau sedekah NU agar dapat menyalurkannya secara langsung melalui Ketua Ranting NU Gandasuli.
Pada kesempatan tersebut, ia menyampaikan terima kasih kepada pengurus mushola, masyarakat sekitar, serta seluruh Banom NU yang telah mendukung kegiatan dan program organisasi.

Sementara itu, dalam mauizah hasanah, Ustaz H. Abdul Hamid Muhtadi, S.Pd.I., mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik dengan sesama manusia.
Ia menyampaikan bahwa keterlibatan dalam kegiatan NU dan Banomnya dapat menjadi sarana belajar berorganisasi, memperkuat ukhuwah, serta membangun perilaku yang baik di tengah masyarakat.
Menurutnya, setiap warga Nahdliyin hendaknya berusaha menjadi pribadi yang bermanfaat sehingga ketika meninggal dunia, kebaikannya dikenang dan disaksikan oleh orang-orang di sekitarnya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kehidupan berorganisasi tidak hanya berkaitan dengan kegiatan keagamaan, tetapi juga merupakan ikhtiar membangun akhlak, memperkuat kepedulian sosial, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui Lailatul Ijtima, NU Ranting Gandasuli berharap semangat kebersamaan dan pengabdian warga Nahdliyin terus tumbuh, sekaligus menjadikan kegiatan keagamaan sebagai sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat khidmat kepada agama, masyarakat, dan bangsa. (Red)
Eksplorasi konten lain dari News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





























