BREBES (Aswajanews.id) – Kepala MI Sirojut Tholibin Rengaspendawa, Akhmad Sururi, secara konsisten melaksanakan program Sapa Pagi dengan Senyum (SPDS) sebagai kegiatan rutin untuk mewujudkan Madrasah Bahagia. Program ini menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan belajar yang ramah, penuh semangat, dan sarat nilai-nilai karakter.
Setiap pagi sebelum pukul 07.00 WIB, Akhmad Sururi telah berdiri di pintu masuk madrasah untuk menyambut para siswa. Satu per satu siswa disalami, disapa dengan hangat, dan disambut dengan senyum yang diharapkan mampu menumbuhkan energi positif sejak awal hari.
“Setiap pagi saya menyambut mereka dengan sapaan dan senyum. Saya juga bertanya, bangun jam berapa, sudah salat Subuh atau belum, dan kalau sudah, salatnya jam berapa. Pertanyaan itu saya sampaikan setiap hari,” ujar Akhmad Sururi.
Menurutnya, kebiasaan tersebut juga menjadi sarana untuk melihat sejauh mana penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya kebiasaan bangun pagi dan melaksanakan ibadah salat Subuh di rumah masing-masing.
Apabila ada siswa yang mengaku belum melaksanakan salat Subuh, Sururi tidak memberikan hukuman. Ia memilih memberikan nasihat dengan cara yang lembut agar keesokan harinya mereka berusaha melaksanakan salat tepat waktu. Begitu pula kepada siswa yang bangun terlalu siang, ia mendorong mereka agar meminta bantuan orang tua untuk membangunkan lebih awal.
“Pendidikan di MI Sirojut Tholibin bukan hanya tentang belajar mata pelajaran di kelas, tetapi juga membiasakan bangun pagi, melaksanakan ibadah, dan melakukan berbagai kegiatan positif yang membentuk karakter anak. Jika kebiasaan itu dilakukan secara istiqamah, maka akan menjadi karakter yang kuat,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam ajaran Islam, anak yang telah berusia tujuh tahun mulai diperintahkan untuk melaksanakan salat. Karena itu, guru sebagai orang tua kedua di sekolah memiliki tanggung jawab untuk terus mengingatkan dan membimbing peserta didik agar terbiasa menjalankan salat lima waktu.
Sebagai pecinta buku-buku motivasi, Akhmad Sururi juga rutin memberikan dorongan kepada para siswa agar rajin belajar, disiplin, dan membiasakan diri bangun pagi. Menurutnya, bangun pagi tidak hanya bermanfaat bagi kedisiplinan, tetapi juga berdampak positif terhadap kesehatan dan kesiapan anak dalam mengikuti proses pembelajaran.
Melalui program SPDS, MI Sirojut Tholibin berharap budaya senyum, salam, sapa, disiplin, dan pembiasaan ibadah dapat terus tumbuh sehingga melahirkan generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, dan berprestasi. (Red)
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































