Beranda Aktual Iran Ajukan Syarat Berat, Selat Hormuz Tak Akan Dibuka Sebelum AS Penuhi...

Iran Ajukan Syarat Berat, Selat Hormuz Tak Akan Dibuka Sebelum AS Penuhi Tuntutan

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Iran menetapkan sejumlah syarat berat kepada Amerika Serikat (AS) sebelum bersedia membuka kembali Selat Hormuz. Tuntutan tersebut mencakup penghentian blokade angkatan laut, penarikan pasukan militer AS, hingga pemberian kompensasi atas kerugian akibat konflik.

Daftar tuntutan itu disampaikan Kepala Keamanan Nasional Iran sekaligus Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohammad Bagher Zolghadr, dan dipublikasikan melalui media pemerintah Iran.

Dilansir CNN, Minggu (9/8/2026), Iran menegaskan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz sangat bergantung pada kesediaan AS memenuhi tuntutan yang telah diajukan.

Beberapa syarat utama Iran antara lain:

  • Pencabutan blokade angkatan laut AS;
  • Penarikan pasukan militer AS;
  • Pengakhiran perang secara permanen;
  • Pemberian kompensasi kepada Iran atas kerugian akibat konflik;
  • Pencairan aset-aset Iran yang saat ini dibekukan.

Zolghadr menyebut tuntutan tersebut merupakan aspirasi rakyat Iran yang selama berbulan-bulan menunjukkan sikap tegas di lapangan dan jalanan.

“Selama Amerika tidak memperbaiki perilakunya, Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali,” tegas Zolghadr.

Iran Dekati Kesepakatan dengan Oman

Di tengah ketegangan tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Sabtu (8/8) menyatakan bahwa Iran sudah sangat dekat mencapai kesepakatan dengan Oman terkait pengelolaan Selat Hormuz.

Namun, Araghchi menegaskan bahwa pembukaan kembali selat strategis tersebut masih bergantung pada sejumlah kondisi, termasuk tindakan AS untuk memperbaiki apa yang disebut Iran sebagai pelanggaran terhadap nota kesepahaman yang sebelumnya disepakati kedua negara pada Juni.

Kementerian Luar Negeri Oman menyebut proses perundingan berlangsung positif dan konstruktif.

Sementara itu, pada Jumat (7/8), lembaga penyiaran negara Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), melaporkan bahwa sebagian besar anggota parlemen Iran telah menyepakati usulan kerangka perjanjian dengan Oman.

Meski demikian, kesepakatan tersebut masih menunggu persetujuan akhir.

Jika tuntutan Teheran tidak dipenuhi, ancaman penutupan Selat Hormuz berpotensi terus menjadi titik panas dalam ketegangan Iran–AS. (Red)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.