JAKARTA (Aswajanews.id) – Kabar baik bagi pengguna kendaraan bermotor. Harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamina per 1 November 2026 tidak mengalami perubahan. Seluruh jenis BBM, baik subsidi maupun nonsubsidi, masih dijual dengan harga yang sama seperti Oktober 2026.
Berdasarkan informasi pada situs resmi Pertamina, Minggu (1/11/2026), harga Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, hingga produk diesel nonsubsidi Dexlite dan Pertamina Dex belum mengalami penyesuaian pada awal November ini.
Untuk wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek), Pertamax dengan Research Octane Number (RON) 92 masih dibanderol Rp15.950 per liter. Pertamax Green 95 tetap Rp19.150 per liter, sedangkan Pertamax Turbo RON 98 dijual Rp19.600 per liter.
Sementara itu, harga BBM diesel nonsubsidi juga belum berubah. Dexlite dengan cetane number (CN) 51 tetap Rp23.700 per liter dan Pertamina Dex CN 53 sebesar Rp25.200 per liter.
Adapun BBM bersubsidi juga masih bertahan pada harga sebelumnya. Pertalite dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar subsidi tetap Rp6.800 per liter.
Meski demikian, harga BBM nonsubsidi dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan harga minyak dunia, nilai tukar rupiah, serta kondisi pasar.
HARGA BBM BERBEDA ANTARWILAYAH
Meskipun tidak ada perubahan harga secara nasional, Pertamina menerapkan tarif berbeda di sejumlah wilayah Indonesia. Perbedaan tersebut dipengaruhi beberapa faktor, antara lain biaya distribusi dan komponen pajak daerah.
Berikut daftar harga BBM Pertamina yang berlaku per 1 November 2026 di berbagai wilayah:
1. PULAU JAWA
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp15.950 per liter
- Pertamax Green 95: Rp19.150 per liter
- Pertamax Turbo: Rp19.600 per liter
- Dexlite: Rp23.700 per liter
- Pertamina Dex: Rp25.200 per liter
2. BALI DAN NUSA TENGGARA BARAT
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp15.950 per liter
- Pertamax Turbo: Rp19.600 per liter
- Dexlite: Rp23.700 per liter
- Pertamina Dex: Rp25.200 per liter
3. NUSA TENGGARA TIMUR
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Pertamax: Rp15.950 per liter
- Pertamax Turbo: Rp19.600 per liter
- Dexlite: Rp23.700 per liter
- Pertamina Dex: Rp25.200 per liter
- Biosolar nonsubsidi: Rp23.600 per liter
4. PULAU SUMATERA
Untuk Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung:
- Pertamax: Rp16.300 per liter
- Pertamax Turbo: Rp20.000 per liter
- Dexlite: Rp24.200 per liter
- Pertamina Dex: Rp25.750 per liter
Untuk Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau:
- Pertamax: Rp16.650 per liter
- Pertamax Turbo: Rp20.450 per liter
- Dexlite: Rp24.750 per liter
- Pertamina Dex: Rp26.300 per liter
Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (FTZ) Sabang:
- Pertamax: Rp14.950 per liter
- Dexlite: Rp22.150 per liter
FTZ Batam:
- Pertamax: Rp15.150 per liter
- Pertamax Turbo: Rp18.550 per liter
- Dexlite: Rp22.500 per liter
- Pertamina Dex: Rp23.950 per liter
5. PULAU KALIMANTAN
Untuk Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur:
- Pertamax: Rp16.300 per liter
- Pertamax Turbo: Rp20.000 per liter
- Dexlite: Rp24.200 per liter
- Pertamina Dex: Rp25.750 per liter
Kalimantan Utara:
- Pertamax: Rp16.650 per liter
- Pertamax Turbo: Rp20.450 per liter
- Dexlite: Rp24.750 per liter
- Pertamina Dex: Rp26.300 per liter
6. PULAU SULAWESI
Untuk Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat:
- Pertamax: Rp16.300 per liter
- Pertamax Turbo: Rp20.000 per liter
- Dexlite: Rp24.200 per liter
- Pertamina Dex: Rp25.750 per liter
7. KEPULAUAN MALUKU
Untuk Maluku dan Maluku Utara:
- Pertamax: Rp16.300 per liter
- Dexlite: Rp24.200 per liter
8. WILAYAH PAPUA
Papua:
- Pertamax: Rp16.300 per liter
- Pertamax Turbo: Rp20.000 per liter
- Dexlite: Rp24.200 per liter
Papua Barat dan Papua Barat Daya:
- Pertamax: Rp16.300 per liter
- Dexlite: Rp24.200 per liter
- Pertamina Dex: Rp25.750 per liter
Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan:
- Pertamax: Rp16.300 per liter
- Dexlite: Rp24.200 per liter
MASYARAKAT DIMINTA CEK HARGA SESUAI WILAYAH
Dengan tidak adanya penyesuaian harga pada awal November 2026, pengguna BBM masih dapat membeli bahan bakar dengan tarif yang sama seperti bulan sebelumnya.
Namun, masyarakat perlu memperhatikan perbedaan harga di setiap daerah. Sebab, harga BBM Pertamina tidak seragam di seluruh Indonesia dan dapat dipengaruhi biaya distribusi serta kebijakan pajak daerah.
Karena itu, konsumen disarankan memeriksa informasi harga BBM sesuai wilayah masing-masing melalui saluran resmi Pertamina sebelum melakukan pengisian bahan bakar. (*)
Eksplorasi konten lain dari News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.





























