Tradisi

Tradisi Ziarah ke Makam H Umar Mengawali Pesantren Ramadhan di Masjid Jami Baiturrahim

BREBES (Aswajanews.id) – “Sudah menjadi tradisi secara rutin saat sebelum kegiatan Pesantren Ramadlan dilaksanakan. Kami bersama dengan tokoh masyarakat dan peserta Pesantren Ramadlan ziarah dan berkirim doa secara khusus kepada H Umar bin H Abdurrahman. Kegiatan khusus ini berlangsung di area makam Beliau tepatnya di samping kanan masjid. Kegiatan ini bertujuan sebagai bentuk penghormatan kepada Wakif Masjid Jami Baiturrahim sekaligus sebagai tokoh yang memiliki jasa besar terhadap perkembangan Islam di Jagalempeni Selatan desa Jagalempeni Kec Wanasari Kab Brebes,” kata Ahmad Sururi selaku penggagas Pesantren Ramadlan di masjid Jami Baiturrahim.

Akhmad Sururi menegaskan bahwa ziarah, tahlil dan dilanjutkan dengan khotmil Quran 30 juz dilaksanakan sebelum seremonial pembukaan Pesantren Ramadlan. “Kami mengajak kepada seluruh masyarakat Jagalempeni Selatan untuk ta’dhim dan khidmat kepada orang yang telah berjasa besar terhadap wujudnya masjid yang megah ini serta perkembangan Islam yang maju di kampung kita ini,” kata Akhmad Sururi yang menjadi bagian anggota jamaah lingkungan masjid Jami Baiturrahim.

Lebih jauh Sekretaris MWCNU Wanasari menambahkan, anak anak sejak dini perlu kita tanamkan tradisi NU, agar setelah dewasa nanti berpegang teguh dengan nilai dan tradisi NU. Oleh karena itu hari ini kita menanam nanti pada akhirnya sepuluh atau dua puluh tahun yang akan datang kita akan menuai dengan generasi yang kuat dengan ajaran Aswajanya.

Tradisi Ziarah ke makam tokoh yang memiliki jasa besar terhadap perkembangan Islam di Jagalempeni Selatan desa Jagalempeni Kec Wanasari Kab Brebes

Sururi juga merasa prihatin dengan kondisi anak anak sekarang yang sebagian besar kurang mengenal tradisi NU. “Kita merasakan prihatin dengan kondisi lingkungan masyarakat terutama anak anak usia sekolah yang lebih banyak waktunya untuk bermain dan bergelombol untuk kegiatan yang tidak jelas. Oleh karena itu hadirnya Pesantren Ramadhan bisa meminimalisir waktu untuk bermain dan digantikan dengan belajar,” ujar Wakil Ketua LTN NU PCNU Brebes.

Kegiatan tradisi ziarah pada hari Sabtu, 30 Maret 2024 diisi dengan tahlil dan pembacaan Qur’an 30 Juz dihadiri oleh beberapa tokoh agama setempat. Tampak hadir sebagai imam tahli, Kyai Akhmad Suduri. Adapun pembacaan Quran 30 Juz secara maraton dibaca oleh Ust Suharto, Ust Juwahir dan beberapa Ustad lainnya. *(Red)

Editor: Elisa Nurasri

www.youtube.com/@anas-aswaja