Google search engine
Beranda blog Halaman 30

Kemenag Kabupaten Bandung Hadiri Rakor, Bahas Isu Radikalisme hingga Bullying di Dunia Pendidikan

0

BANDUNG (Aswajanews) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung menghadiri rapat koordinasi (rakor) bersama Bupati Bandung yang digelar di Rumah Dinas Bupati di Soreang, Senin (04/05/2026). Pertemuan ini membahas sejumlah isu strategis yang tengah berkembang, khususnya di sektor pendidikan dan kehidupan keagamaan.

Kemenag Kabupaten Bandung diwakili Kepala Subbagian Tata Usaha, H. Asep Saefulloh, yang hadir mewakili Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bandung, Ramlan Rustandi. Hadir pula Plt. Kasi Pendidikan Madrasah, Hj. Nana Rostiana, M.Ag., bersama unsur terkait lainnya.

Dalam forum tersebut, sejumlah persoalan krusial menjadi perhatian bersama. Di antaranya isu radikalisme berdasarkan laporan Densus 88 yang mengindikasikan keterlibatan anak-anak usia sekolah, termasuk di salah satu madrasah ibtidaiyah di wilayah Banjaran.

Selain itu, rakor juga menyoroti fenomena Open BBO yang mengandung unsur menyimpang di sejumlah pondok pesantren, kasus perundungan (bullying) oleh oknum guru terhadap siswa, hingga pentingnya sosialisasi masif di lingkungan sekolah dan pesantren.

Rapat koordinasi ini turut melibatkan lintas sektor, di antaranya Densus 88, Dalduk KB, PPA, Kementerian Agama, serta Dinas Pendidikan. Sinergi ini dinilai penting dalam merumuskan langkah strategis penanganan berbagai persoalan secara terpadu.

Kasubag TU Kemenag Kabupaten Bandung, H. Asep Saefulloh, menegaskan komitmen pihaknya dalam memperkuat upaya pencegahan melalui pembinaan berkelanjutan.

“Kementerian Agama Kabupaten Bandung siap bersinergi dengan seluruh pihak untuk melakukan pembinaan dan penguatan moderasi beragama di lingkungan pendidikan, baik madrasah maupun pondok pesantren. Ini penting agar tidak ada ruang bagi paham menyimpang maupun perilaku yang merugikan peserta didik,” tegasnya.

Senada, Plt. Kasi Pendidikan Madrasah, Hj. Nana Rostiana, menekankan pentingnya pendekatan edukatif yang berkesinambungan di satuan pendidikan.

“Kami akan mengintensifkan sosialisasi serta pembinaan ke madrasah-madrasah agar tercipta lingkungan belajar yang aman, ramah anak, serta selaras dengan nilai-nilai agama dan kebangsaan,” ujarnya.

Melalui rakor ini, diharapkan terbangun komitmen bersama dalam menjaga kondusivitas dunia pendidikan di Kabupaten Bandung, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas instansi dalam mencegah dan menangani berbagai persoalan secara komprehensif dan berkelanjutan.

(Kontributor: Millatina Alfafa Qonitia/Humas Kemenag Kab. Bandung)

TNI Hadir untuk Rakyat, Menhan Tinjau Yonif TP 887/KJM di Lamongan

0

LAMONGAN (Aswajanews) – Suasana penuh semangat menyelimuti Kabupaten Lamongan, Dandim 0812/Lamongan Letkol Inf Deni Suryo Anggo Digdo menyambut langsung kunjungan kerja Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Purn) Sjafri Sjamsoeddin dan Pejabat Utama Mabes TNI di lokasi pembangunan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan 887/KJM, Desa Slaharwotan Kecamatan Sambeng Kabupaten Lamongan.

Kunjungan ini digelar dalam rangka meninjau kesiapan operasional dan progres pembangunan Yonif TP 887/KJM yang akan memperkuat pertahanan wilayah serta mendukung percepatan pembangunan di Lamongan dan sekitarnya.

Setibanya di lokasi, Menteri Pertahanan RI menerima paparan singkat dari Danyon terkait progres pembangunan markas, kondisi geografis, serta rencana operasional Yonif TP 887/KJM ke depan. Rombongan kemudian meninjau sejumlah fasilitas yang sedang dibangun, mulai dari barak prajurit, lapangan, hingga lahan ketahanan pangan yang terintegrasi dengan satuan.

“Kehadiran Yonif TP 887/KJM di Lamongan bukan hanya untuk pertahanan, tapi juga untuk membantu rakyat. Prajurit akan terlibat dalam program ketahanan pangan, penanggulangan bencana, dan pembinaan wilayah,” ujar Menhan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafri Sjamsoeddin.

Menhan RI juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemkab Lamongan dan Kodim 0812/Lamongan dalam penyiapan satuan baru ini.

“Yonif TP 887/KJM adalah konsep baru TNI AD. Selain bertugas menjaga kedaulatan, prajurit juga jadi motor pembangunan di daerah. Lamongan dipilih karena potensinya besar,” Sambungnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menekankan pentingnya sinergi antara TNI, Pemda, dan masyarakat.

“Kita ingin Yonif TP 887/KJM segera operasional dan langsung dirasakan manfaatnya oleh warga. Terima kasih atas sambutan hangat dari masyarakat dan Kodim 0812,” katanya.

Kunjungan ditutup dengan peninjauan area pembangunan, penanaman pohon secara simbolis, dan ramah tamah bersama prajurit. Dengan hadirnya Yonif TP 887/KJM, Kodim 0812/Lamongan optimis pertahanan wilayah semakin solid dan kesejahteraan masyarakat Lamongan semakin meningkat. (Nana S/Sumber: Pendim0812)

Ratusan Massa FSI Geruduk PN Indramayu, Minta Pelaku Pembunuhan Sekeluarga Dihukum Berat

0

INDRAMAYU (Aswajanews) – Gelombang massa yang tergabung dalam Forum Solidaritas Indramayu (FSI) mendatangi Pengadilan Negeri Indramayu, Senin (4/5/2026). Ratusan orang turun ke jalan untuk mengawal jalannya persidangan kasus pembunuhan tragis yang menewaskan satu keluarga beranggotakan lima orang. Hakim diminta segera hukum pelaku seberat-beratnya tanpa mau diintervensi pengacara pelaku yang dinilai melakukan drama dan mengaburkan proses persidangan para tersangka.

Aksi dimulai pukul 10.00 WIB dengan titik kumpul di Sport Center Indramayu. Massa kemudian melakukan long march menuju gedung Pengadilan Negeri (PN) Indramayu. Sambil membentangkan spanduk menuntut keadilan bagi para korban pembunuhan.

Para orator terus menyuarakan kecaman terhadap upaya-upaya yang dianggap mengaburkan fakta persidangan.

Koordinator Umum (Kordum) aksi, Bengbeng Sugiono, dalam orasinya menegaskan bahwa kehadiran massa hari ini adalah bentuk dukungan moral sekaligus pengawasan ketat terhadap institusi peradilan.

“Kami datang untuk memastikan bahwa darah lima nyawa yang hilang tidak ditukar dengan drama-drama di luar ruang sidang. Kami menuntut keadilan yang murni, bukan hasil penggiringan opini,” tegas Bengbeng di atas mobil komando.

Enam Poin Tuntutan FSI

Di depan gedung Pengadilan Negeri Indramayu, perwakilan massa membacakan pernyataan sikap yang memuat enam poin tuntutan utama, yakni:

  1. Menolak Keras Dramatisasi: Massa menolak segala bentuk drama di luar persidangan yang bertujuan mengalihkan fokus kasus.

  2. Integritas Pengadilan: Mendesak agar lembaga peradilan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi pihak tertentu.

  3. Stop Hoaks dan Penggiringan Opini: Menuntut pelaku dan pengacara untuk berhenti membohongi publik serta memutarbalikkan fakta demi mendapatkan simpati.

  4. Simpati bagi Korban: Menyatakan duka mendalam bagi 5 korban pembunuhan yang kehilangan hak hidupnya secara keji.

  5. Transparansi Hukum: Menuntut proses pengadilan yang terbuka, adil, dan transparan bagi masyarakat.

  6. Hukuman Maksimal: Mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dan menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada para pelaku.

Kawal Hingga Putusan

Aksi yang berlangsung tertib namun penuh emosi ini sempat membuat arus lalu lintas di sekitar PN Indramayu dialihkan. Perwakilan massa berharap majelis hakim tetap objektif dan tidak terpengaruh oleh tekanan opini yang sengaja dibangun oleh pihak pembela di media sosial maupun media massa.

FSI berjanji akan terus mengawal setiap agenda persidangan hingga vonis dijatuhkan, guna memastikan hukum tetap berdiri tegak bagi keluarga korban yang ditinggalkan.

“Kami akan kawal kasus ini hingga vonis dijatuhkan ke pelaku pembunuhan yang sangat keji, kami percaya hukum masih ada,” pungkas Bengbeng.

Perwakilan massa aksi diterima oleh PN Indramayu untuk melakukan audensi ke dalam kantor. (Sn/Rilis)

Kajati Jabar Lantik Dua Pejabat Strategis, Tekankan Integritas di Era Digital

0

BANDUNG (Aswajanews) – Bertempat di Aula R. Soeprapto Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Dr. Sutikno, S.H., M.H., secara resmi melantik dua pejabat strategis, yakni Asisten Intelijen Donny Haryono Setyawan, S.H., M.H., dan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Cirebon Dr. Deddy Sutendy, S.H., M.H., pada Senin (04/05/2026).

Dalam sambutannya, Kajati Jabar menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan besar kepada para pejabat yang baru dilantik. Ia menegaskan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar amanah struktural, tetapi juga cerminan integritas dan kehormatan pribadi.

“Berikan yang terbaik, bukan hanya karena tuntutan jabatan, tetapi sebagai bentuk tanggung jawab moral dan profesional,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kajati menyoroti tantangan di era revolusi industri yang ditandai dengan pesatnya perkembangan digitalisasi dan kecerdasan artifisial. Ia mendorong seluruh jajaran Kejaksaan Tinggi Jawa Barat untuk mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut melalui pola kerja yang inovatif dan progresif.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa setiap terobosan harus tetap berpijak pada koridor hukum dan etika yang berlaku.

Menurutnya, pelantikan ini tidak boleh dimaknai sebagai kegiatan seremonial semata. Lebih dari itu, momentum ini merupakan penegasan tanggung jawab moral, profesional, dan institusional bagi setiap insan Adhyaksa dalam menjalankan tugas di tempat penugasan yang baru.

“Jadikan amanah ini sebagai ladang pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

(Red)

Pesantren di Jabar Laporkan Dugaan Penipuan Program Dapur MBG, Kerugian Capai Ratusan Juta

0
Ketua Umum BPIKPNPA RI, Rahmad Sukendar

BANDUNG (Aswajanews) – Sejumlah pengasuh pondok pesantren di wilayah Jawa Barat mendatangi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor pada Kamis (30/4/2026). Mereka melaporkan dugaan penipuan dalam program dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) yang mengatasnamakan kemitraan dengan lembaga resmi.

Para kiai dan gus tersebut mengaku menjadi korban pihak yang membawa nama Koperasi Santri Nusantara (Kopsantara) atau Dapur Santri Nusantara (DSN). Dalam pengaduan itu, masing-masing pesantren disebut mengalami kerugian finansial mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Dikutip dari NU Online, modus yang dilaporkan yakni pihak DSN menawarkan program pembangunan dapur SPPG dengan klaim sebagai mitra Badan Gizi Nasional. Namun setelah dana disetorkan dan pembangunan dapur dilakukan, program tersebut tidak berjalan sebagaimana yang dijanjikan.

Ketua Umum BPIKPNPA RI, Rahmad Sukendar, mengungkapkan pihaknya juga menerima banyak laporan serupa dari masyarakat. Ia menyoroti adanya praktik mencurigakan terkait istilah “titik biru” yang dijadikan syarat operasional dapur.

“Kami melihat banyak pesantren yang sudah membangun dapur, namun ‘titik birunya’ hilang. Ketika ingin diaktifkan kembali, justru dimintai uang oleh oknum hingga ratusan juta rupiah. Ini sangat merugikan dan harus menjadi perhatian serius pemerintah, khususnya BGN,” ujar Rahmad, Minggu (3/5/2026).

Menurutnya, persoalan ini tidak hanya berdampak pada kerugian finansial, tetapi juga berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap program-program pemerintah, khususnya yang menyasar sektor pendidikan dan pemenuhan gizi.

BPIKPNPA RI menegaskan komitmennya untuk mengawal kasus ini hingga tuntas. Pihaknya juga mendorong aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan penipuan serta potensi tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan program kemitraan dapur MBG.

“Kami akan kawal kasus ini sampai selesai. Jangan sampai ada lagi masyarakat, khususnya pesantren, yang menjadi korban penipuan berkedok program kemitraan,” tegas Rahmad.

Selain itu, BPIKPNPA RI mendesak pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional untuk segera memberikan klarifikasi resmi, melakukan audit menyeluruh terhadap mitra program, serta memperketat sistem pengawasan.

Kasus ini menjadi sorotan serius, mengingat program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama bagi generasi muda di lingkungan pendidikan. (Red)

Mengenal Pengasuh Pondok Pesantren Modern Tahfidzul Qur’an Nuridin Idris, Sosok Kyai Istiqomah Menjaga Qur’an dan Pengusaha Sukses

0
Pengasuh Pondok Pesantren Modern Tahfidzul Qur'an Nuridin Idris

Sosok KH Nuridin Idris yang selama ini banyak dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses di Kabupaten Brebes. Toko dengan bangunan yang megah di beberapa tempat wilayah Brebes menjadi bagian usaha yang dirintis oleh keluarga sejak puluhan tahun silam. Termasuk toko matrial, pupuk dan obat-obatan pertanian dengan nama Rekso Tani serta toserba Rekso Mart di Kedawon tepatnya di jalan raya Jatibarang Sitanggal Km 2, desa Rengaspendawa Kec Larangan Kab Brebes. Toko besar yang terbaru di Sitanggal.

Selain sebagai pengusaha KH Nuridin Idris juga menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Modern Tahfidzul Qur’an Nuridin Idris. Sebagai Pengasuh Pesantren dirinya sudah bertekad bulat dengan sepenuh hati khidmah untuk Pesantren. Itulah sebabnya setelah kegiatan di toko setiap hari sebagian besar waktunya digunakan untuk mengajar santri dan menyimak bacaan Qur’an mereka.

Pondok Pesantren yang didirikan sejak tahun 2017 berbasis Qur’an dengan spesifikasi hafalan Qur’an atau Tahfidzul Qur’an 30 Juz. Semula asrama Pondok khusus putra ada disamping kediaman Beliau. Namun seiring dengan bertambahnya santri hari ini seluruh Santri dengan jumlah 1200 lebih santri sudah menempati asrama baru yang sangat luas dengan bangunan yang megah di sebelah barat Kediaman Beliau dengan radius kurang lebih 100 m.

Pria kelahiran 14 Agustus 1958 sesungguhnya memiliki jiwa sebagai pendidik. Hal tersebut dibuktikan saat masih muda pernah menjadi guru MI Kedawon. Lebih dari itu beberapa lembaga pendidikan di dukuh Kedawon dalam proses berdirinya KH Nuridin Idris menjadi pionir utama. Termasuk MTs Miftahul Ulum dan yang paling terakhir adalah berdirinya SMK NU Ma’arif Larangan.

Disamping sebagai pendidik, Beliau juga sebagai aktivis NU,mulai menjadi pengurus IPNU saat masih muda. Organisasi NU menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari lahan khidmah kepada Ulama.Di tingkat Kabupaten pernah menjadi Bendahara PCNU Kab Brebes. Sebelumnya pernah menjadi Ketua Tanfidziah MWC NU Larangan. Kiprah perjuangan untuk Nadlatul Ulama tidak diragukan lagi. Bahkan kalau berdiskusi tentang NU bisa betah lama dengan Beliau.

Sebagai Pengasuh Pesantren, KH Nuridin Idris sangat menjaga Istiqomah dalam beribadah dan mendidik seluruh santri santrinya. Setiap hari bangun sebelum subuh, sholat tahajud dan wiridan menjadi rutinitas sepanjang hidupnya. Seluruh aktivitas kesehariannya memilki makna baik dari sisi ibadah atau sisi sebagai pengusaha. Kebiasaan tersebut sejak dirinya masih muda sampai sekarang.

Saat menghadapi santri dengan menyimak bacaan Qur’an, KH Nuridin Idris sangat teliti dengan seluruh bacaan yang dibacakan oleh santri. Disinilah yang menjadikan setiap santri yang akan disimak bacaan Qur’annya oleh Beliau harus betul betul memillki persiapan yang matang. Mereka berharap saat membaca Qur’an dihadapan Beliau tidak menemui banyak kesalahan.

Sebagai bukti kecintaan kepada Qur’an Beliau memberikan hadiah uang sebesar lima ratus ribu bagi santri yang bisa menghafal 1 juz dalam jangka 20 hari. Ini menjadi penyemangat dan motivasi kepada santri untuk lebih giat menghafal Al-Qur’an. Penghormatan KH Nuridin Idris kepada Qur’an juga sangat tinggi dengan memohon kepada Para Penguji atau Munaqis dengan memaksa baju toga. Baju tersebut dipakai sebagai bentuk penghormatan kepada Al Qur’an.

Tidak cukup disitu, KH Nuridin Idris juga memberikan penghargaan atau apresiasi kepada santri lulusan yang mendapatkan bea siswa di perguruan tinggi negeri karena hafal 30 Juz bil bhoib. Bentuk penghargaan tersebut berupa biaya makan setiap bulan selama proses perkuliahan di perguruan tinggi negeri dengan syarat tinggal di Pesantren.

Itu semua menjadi bagian rasa kecintaan KH Nuridin Idris kepada Qur’an dan santri yang menghafal Al-Qur’an. Tentu mereka yang hari ini menghafal Al-Qur’an di Pondok Pesantren Modern Tahfidzul Qur’an Nuridin Idris tidak sebatas hafal bi lafdzi tapi juga arti atau terjemahan serta pemahaman terkait dengan ayat ayat Qu’ran. Dengan demikian Qur’an akan menjadi jiwa dan prilaku dalam kehidupan sehari hari.
(Penulis : Akhmad Sururi)

Ujian Munaqosah 30 Juz Digelar, 4 Santri Ponpes Nuridin Idris Lulus Hafalan Qur’an Bil Ghoib

0

BREBES (Aswajanews) – Pondok Pesantren Modern Tahfidzul Qur’an Nuridin Idris kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan menyelenggarakan ujian Munaqosah 30 Juz Al-Qur’an bil ghoib pada Ahad (3/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di aula pondok, Dukuh Kedawon, Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes ini disaksikan ribuan santri dengan penuh khidmat.

Sebanyak empat santri terbaik tampil sebagai peserta munaqosah, setelah dinyatakan telah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Mereka diuji secara langsung oleh tujuh penguji yang berasal dari Brebes, Tegal, hingga Jakarta.

Para penguji tersebut antara lain KH Khoeron Al Khafid (Ketua JQH Kabupaten Brebes), KH Miftahudin Al Khafid (Ketua Badko LPQ Brebes), KH Izzuddin Masruri (Pengasuh Ponpes Al Hikmah 2 Benda), KH Samsul Ma’arif (Ketua FKPP Kabupaten Tegal), KH Mustholimi Alwiyani (Pimpinan Majelis Dzikir dan Sholawat Rizkiyah Jakarta), KH Agus Minanurohman (Ketua Yayasan Darussalam Suwuluh), serta Akhmad Sururi (Ketua DPC FKDT Brebes sekaligus Sekretaris MWC NU Wanasari).

Dalam pelaksanaannya, para peserta diuji dengan berbagai metode, mulai dari melafalkan ayat, menyambung ayat, hingga menjawab pertanyaan tematik Al-Qur’an yang diajukan oleh para penguji.

Pengasuh pondok, KH Nuridin Idris, dalam sambutannya memberikan motivasi kepada seluruh santri agar selalu menjaga semangat dalam menghafal Al-Qur’an.

“Kalian harus bahagia, tidak boleh mengeluh dalam menghafal Al-Qur’an. Dengan hati yang bahagia, insyaAllah akan dimudahkan dalam menghafalnya,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa metode pembelajaran di pondoknya memiliki kekhasan tersendiri. Selain menekankan hafalan, santri juga dibentuk agar mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum masuk ke hafalan Al-Qur’an, para santri dibekali hafalan pra-juz, seperti tahlil, doa-doa harian, serta wirid ba’da salat sebagai fondasi spiritual.

Adapun keempat santri peserta munaqosah tersebut adalah Vargas Bagus Santoso (Randusari, Tegal), M. Vian Maulana (Sitanggal), M. Aditya Raharjo (Rengaspendawa, Larangan), dan Nabil Zain Annadib (Jembayat, Margasari, Tegal).

Sementara itu, pihak pondok menyampaikan bahwa pada tahun ajaran 2026/1447 H ini, terdapat empat santri yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz. Menariknya, mereka mampu menuntaskan hafalan dalam kurun waktu sekitar dua tahun.

Keempatnya merupakan siswa kelas XII SMA Tahfidzul Qur’an Nuridin Idris, yang menjadi bukti keberhasilan sistem pendidikan berbasis tahfidz yang diterapkan di pondok tersebut.

(Red)

Rumah Nyaris Roboh Tak Kunjung Dibantu, Warga Margaasih Hidup dalam Ancaman

0

BANDUNG (Aswajanews) – Potret pilu kembali mencuat dari pelosok Kabupaten Bandung. Seorang warga bernama Pa Usman, yang tinggal di Kampung Cipatat RT 04 RW 10, Desa Lagadar, Kecamatan Margaasih, harus bertahan hidup di dalam rumah yang nyaris ambruk dan mengancam keselamatan setiap saat, Minggu (03/05/2026).

Kondisi rumah yang ditempatinya sangat memprihatinkan. Dinding bangunan dipenuhi retakan, tiang penyangga mulai lapuk dimakan usia, sementara atap rumah terlihat tak lagi kokoh menopang beban. Setiap hembusan angin dan guyuran hujan menjadi ancaman nyata bagi dirinya dan keluarga.

Ironisnya, upaya untuk mendapatkan bantuan perbaikan rumah bukanlah hal baru. Pengajuan telah dilakukan sejak tahun 2024. Namun hingga kini, belum ada kejelasan maupun realisasi bantuan. Kondisi ini menimbulkan kesan adanya pembiaran dari pihak yang seharusnya bertanggung jawab.

Warga sekitar pun angkat suara. Mereka menilai respons aparat setempat terlalu lamban, bahkan terkesan tutup mata terhadap kondisi darurat yang terjadi di lingkungan mereka.

“Sudah sering diajukan, sudah disampaikan, tapi hasilnya nihil. Jangan sampai harus menunggu rumah itu benar-benar roboh dan menelan korban dulu baru ada tindakan,” ujar salah satu warga dengan nada kecewa.

Persoalan rumah tidak layak huni sejatinya bukan sekadar urusan administratif, melainkan menyangkut keselamatan jiwa. Situasi ini memunculkan pertanyaan besar terkait keberpihakan terhadap masyarakat kecil.

Di tengah gencarnya program bantuan sosial dan perumahan yang digaungkan, masih adanya warga yang luput dari perhatian menjadi ironi tersendiri. Publik pun mempertanyakan di mana letak tanggung jawab moral serta fungsi pelayanan aparat terhadap rakyat.

Kini, harapan besar disematkan kepada pemerintah desa hingga instansi terkait di tingkat yang lebih tinggi untuk segera mengambil langkah nyata dan cepat.

Jangan biarkan Pa Usman terus hidup dalam bayang-bayang bencana di rumahnya sendiri. Sebab sejatinya, negara hadir untuk melindungi setiap warganya—bukan membiarkan mereka berjuang sendirian di tengah ancaman nyata.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya bangunan yang akan runtuh, tetapi juga kepercayaan masyarakat terhadap kepedulian aparat yang ikut hancur.

(Red)

Apel Gabungan Polsek Majalaya Perkuat Sinergi Kamtibmas

0

BANDUNG (Aswajanews) – Dalam semangat kebersamaan dan ikhtiar menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas), jajaran Polsek Majalaya, Polresta Bandung menggelar apel gabungan bersama elemen masyarakat di halaman Mapolsek Majalaya, Sabtu malam (2/5/2026).

Kegiatan ini menjadi wujud nyata sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat, dengan melibatkan berbagai unsur seperti Pokdar Kamtibmas, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), serta komunitas Majalaya Awas.


Kapolsek Majalaya Kompol Suyatno, S.Pd.I., M.M., melalui Kanit Intel AKP Ate Jumara, S.H.I., menegaskan bahwa kolaborasi yang kuat antara kepolisian dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga stabilitas wilayah.

“Sinergitas antara kepolisian dan masyarakat adalah fondasi penting dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif. Kami mengajak seluruh elemen untuk terus berperan aktif menjaga lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan, serta mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Apel gabungan berlangsung dengan tertib, penuh semangat kebersamaan, dan nuansa guyub yang kental. Kegiatan ini diharapkan semakin memperkuat koordinasi dan komunikasi lintas elemen, sehingga tercipta lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh keberkahan bagi masyarakat Majalaya.
(Red/Devi Alex)

Mencetak Nilai atau Membangun Karakter? Refleksi Hari Pendidikan Nasional 2026

0
Oleh: A'isy Hanif Firdaus, S.Ag. , M.Pd.

Hari Pendidikan Nasional seharusnya tidak berhenti pada ucapan-ucapan flayer “selamat hari pendidikan Nasional” yang diucapkan oleh beberapa orang dan juga seremoni dan formalitas setiap tahun yang kerap kita jumpai. Momentum ini menjadi cermin besar yang mengajak bertanya secara jujur sejauh mana pendidikan di negeri ini benar-benar membentuk manusia seutuhnya, bukan sekadar menghasilkan angka-angka prestasi yang kerap semu. Di tengah gegap gempita capaian akademik, sering terlupa bahwa tujuan utama pendidikan bukan hanya mencerdaskan, namun yang lebih penting juga membentuk watak karekter dan peradaban.

Sejak pemikiran besar Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan yang memerdekakan digaungkan, arah pendidikan sebenarnya sudah sangat jelas. Pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan upaya menumbuhkan budi pekerti, kemandirian, dan kesadaran sosial. Namun realitas hari ini menunjukkan adanya jarak antara idealitas dan praktik di lapangan. Ruang-ruang kelas masih kerap menjadi arena kompetisi angka, bukan ruang tumbuhnya karakter.

Evaluasi mendasar perlu dilakukan bersama. Pertama, orientasi pendidikan yang masih terlalu berfokus pada hasil akhir. Nilai ujian dan peringkat sering kali menjadi tolok ukur utama keberhasilan, sementara proses belajar yang jujur dan bermakna justru terpinggirkan. Kondisi ini perlahan membentuk pola pikir instan belajar demi nilai, bukan demi pemahaman.

Kedua, krisis keteladanan yang semakin terasa. Pendidikan karakter tidak cukup diajarkan melalui kurikulum, tetapi harus dihidupkan melalui contoh nyata. Ketika kata dan tindakan tidak sejalan, peserta didik kehilangan figur yang bisa dijadikan rujukan nilai.

Ketiga, lemahnya integrasi antara ilmu pengetahuan dan nilai moral. Kemajuan teknologi dan informasi memang membawa banyak manfaat, tetapi tanpa fondasi etika yang kuat, kondisi tersebut berpotensi melahirkan generasi yang cerdas namun kehilangan arah. Pendidikan seharusnya menjadi jembatan antara kecerdasan intelektual dan kedewasaan spiritual.

Keempat, minimnya ruang dialog dan empati dalam proses belajar. Pendidikan yang terlalu satu arah membatasi tumbuhnya daya kritis dan kepekaan sosial. Padahal, karakter terbentuk melalui interaksi, pengalaman, dan keberanian untuk memahami perbedaan.

Momentum Hari Pendidikan Nasional semestinya menjadi titik balik. Pendidikan perlu kembali pada ruhnya yakni “memanusiakan manusia”. Sekolah tidak hanya menjadi tempat mengejar prestasi, tetapi juga ruang untuk menanamkan nilai, membangun adab, dan melatih tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat.

Pertanyaan yang muncul sederhana namun sangat mendalam apakah generasi sedang dididik untuk sekadar sukses secara duniawi, atau untuk menjadi manusia yang benar dan bermakna?

Sebab pada akhirnya, masa depan bangsa tidak hanya ditentukan oleh seberapa pintar generasinya, tetapi oleh seberapa kuat karakter yang dimiliki generasi sekarang dimasa yang akan datang. ***

Bupati Karawang Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Tegaskan Komitmen Tingkatkan Kualitas Pendidikan

0

KARAWANG (Aswaja News) – Bupati Karawang memimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar di Lapangan Plaza Pemda Karawang, Sabtu (2/5/2026).

Upacara tersebut dihadiri unsur FORKOPIMDA, para kepala OPD, instansi vertikal dan horizontal, serta Ketua DPRD Kabupaten Karawang beserta istri. Peserta upacara terdiri dari TNI-Polri, ASN, pelajar, mahasiswa, LSM, hingga para veteran.

Dalam amanatnya, Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang untuk terus meningkatkan kualitas dan sarana pendidikan.

Menurutnya, sebagai daerah yang terus berkembang, Karawang membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, berani, serta berdaya saing tinggi dan berkelanjutan di setiap jenjang pendidikan.

“Pemerintah Kabupaten Karawang telah mengangkat 2.339 guru dan 1.284 tenaga teknis pendidikan menjadi PPPK paruh waktu. Ini merupakan langkah nyata untuk meningkatkan kesejahteraan dan memberikan kepastian status bagi para tenaga pendidik,” ujar Bupati.

Ia juga menyampaikan bahwa pada tahun 2025, Pemkab Karawang telah merealisasikan pembangunan 338 unit rehabilitasi ruang kelas untuk SD dan SMP, serta membangun 19 ruang kelas baru. Selain itu, pemerintah daerah juga menggulirkan program Beasiswa Karawang Cerdas.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan dukungan terhadap program Presiden Republik Indonesia dalam pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Karawang.

“Ke depan, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan sarana dan prasarana pendidikan pada tahun 2026,” tambahnya.

Menutup amanatnya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga pendidik di Karawang.

“Atas nama pribadi dan Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang, saya mengucapkan selamat Hari Pendidikan Nasional 2026 kepada seluruh guru yang telah berdedikasi dalam mendidik generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.

(Ahmad Z)

Camat Kedokanbunder: Hari Pendidikan Nasional Momentum Perkuat Kolaborasi Majukan SDM

0

INDRAMAYU (Aswajanews) – Dalam rangka Memperingati Hari Pendidikan Nasional 2 Mei 2026, Camat Kedokanbunder Roshadian Purnama, SH. mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kolaborasi demi memajukan kualitas pendidikan di wilayah Kecamatan Kedokanbunder.

Dalam amanatnya, Rosha menegaskan bahwa pendidikan adalah fondasi utama pembangunan daerah. Tema Hardiknas tahun ini, “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, menjadi pengingat bahwa tanggung jawab pendidikan bukan hanya pada guru dan sekolah, tetapi juga orang tua, pemerintah, dan masyarakat.

“Pendidikan yang baik akan melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap bersaing. Mari kita bergotong royong memastikan tidak ada anak di Kedokanbunder yang tertinggal dalam mengakses pendidikan,” ujarnya.

Rosha juga mengapresiasi dedikasi para guru, tenaga pendidik, dan penggiat pendidikan di Kedokanbunder yang telah bekerja keras mencerdaskan anak bangsa, terutama di tengah berbagai tantangan. Pemerintah Kecamatan Kedokanbunder berkomitmen terus mendukung program peningkatan sarana prasarana sekolah, beasiswa, dan penguatan pendidikan karakter.

Pada momentum Hardiknas ini, Kecamatan Kedokanbunder juga mendorong program “Kedokanbunder Peduli Pendidikan” yang fokus pada 3 hal:
– Penurunan angka putus sekolah* melalui pendataan dan pendampingan anak rawan putus sekolah
– Peningkatan literasi digital* bagi siswa dan guru
– Penguatan peran orang tua* dalam mendampingi proses belajar anak di rumah

“Mari jadikan Hardiknas sebagai titik tolak untuk bergerak bersama. Pendidikan bermutu adalah hak semua anak Kedokanbunder,” tutupnya. (Herman/Tongol)

Ricuh May Day di Bandung, Massa Berpakaian Hitam Bakar Fasilitas Umum

0

BANDUNG (Aswajanews) – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (1/5/2026), berujung ricuh. Sejumlah fasilitas umum dirusak dan dibakar oleh sekelompok massa tak dikenal di kawasan Simpang Tamansari–Cikapayang.

Aksi unjuk rasa yang sebelumnya digelar mahasiswa di depan Gedung DPRD Jawa Barat berlangsung damai. Mahasiswa dari berbagai universitas menyampaikan tujuh tuntutan, termasuk mendesak pemerintah segera mengesahkan undang-undang ketenagakerjaan baru yang menjamin keamanan kerja serta jaminan sosial.

Namun, situasi berubah menjelang malam. Sekitar 150 orang berpakaian serba hitam dan menutupi wajah mulai memblokade jalan serta melakukan aksi vandalisme di kawasan Jalan Tamansari hingga Cikapayang.

Massa merusak sejumlah fasilitas umum, di antaranya videotron, pos polisi (pospol), serta traffic light. Mereka juga membakar water barrier di tengah jalan hingga menimbulkan kepulan asap tebal.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan menegaskan bahwa tidak ada aksi demonstrasi buruh di wilayah Jawa Barat pada hari tersebut. Menurutnya, kegiatan penyampaian aspirasi hanya dilakukan oleh mahasiswa di kawasan Jatinangor, Sumedang, dan di lingkungan DPRD Jawa Barat.

Ia memastikan kelompok yang memicu kericuhan bukan berasal dari massa buruh, melainkan pihak tidak dikenal.

“Terlihat sekitar 150 massa tidak dikenal, dengan ciri berpakaian hitam dan menutup muka untuk menghindari identitas,” ujar Rudi, Sabtu (2/5/2026).

Polisi menduga kelompok tersebut telah mempersiapkan aksi anarkis. Hal itu terlihat dari perlengkapan yang dibawa, seperti botol berisi bahan bakar dengan sumbu yang diduga sebagai bom molotov, serta benda keras lainnya.

“Mereka melakukan penyiraman bahan bakar dan membawa botol berisi minyak dengan sumbu, atau molotov, serta merusak lampu lalu lintas dan fasilitas lainnya,” ungkapnya.


Aparat kepolisian yang dilengkapi perlengkapan pengamanan langsung membubarkan massa. Mobil water cannon juga dikerahkan untuk mengendalikan situasi.

Polisi turut mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam kericuhan tersebut. Namun, hingga kini pihak kepolisian belum merinci identitas maupun jumlah pasti yang diamankan.

Kapolda menegaskan, aksi tersebut bukan bagian dari penyampaian aspirasi.

“Kami masih mendalami motifnya. Yang jelas ini bukan aksi penyampaian pendapat, melainkan pengerusakan,” tegasnya.

Hingga pukul 20.00 WIB, aparat kepolisian masih berjaga di sekitar lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif. (Red)

444 Jemaah Haji Kloter 9 Karawang Diberangkatkan, Bupati Sampaikan Rasa Bangga

0

KARAWANG (Aswaja News) – Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti prosesi pelepasan calon jemaah haji Kloter 9 asal Kabupaten Karawang. Sebanyak 444 jemaah resmi diberangkatkan dalam gelombang kedua, menambah total lebih dari 2.000 jemaah haji Karawang yang telah difasilitasi keberangkatannya tahun ini oleh Pemerintah Kabupaten Karawang.

Bupati Karawang hadir langsung dalam pelepasan tersebut, sekaligus menyampaikan rasa bangga yang mendalam atas kesempatan melepas para tamu Allah.

“Saya merasa bangga, menjadi keterwakilan dari masyarakat,” ungkapnya dengan penuh haru.


Pemerintah Kabupaten Karawang terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, khususnya dalam penyelenggaraan ibadah haji. Mulai dari proses keberangkatan hingga dukungan fasilitas, seluruhnya diupayakan agar para jemaah dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.

Sebagai bentuk perhatian terhadap kondisi cuaca ekstrem di Tanah Suci, Pemkab Karawang juga memberikan perlengkapan khusus berupa syal dan tumbler kepada setiap jemaah. Selain menjadi ciri khas daerah, perlengkapan ini diharapkan dapat membantu menjaga kondisi tubuh jemaah agar tetap prima selama menjalankan ibadah.

Pelepasan Kloter 9 ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi simbol doa dan harapan seluruh masyarakat Karawang. Pemerintah daerah berharap seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur, membawa keberkahan bagi keluarga dan daerah.

(Ahmad Z)

Disparpora Karawang Dorong Kesadaran HKI bagi Pelaku Ekonomi Kreatif

0

KARAWANG (Aswaja News) – Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Karawang melalui Bidang Ekonomi Kreatif terus mendorong peningkatan kesadaran hukum terkait perlindungan kekayaan intelektual (HKI) di kalangan pelaku ekonomi kreatif.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi serta implementasi pendaftaran dan pencatatan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang melibatkan para pelaku ekraf di Karawang.

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman bahwa kreativitas tidak berhenti pada proses penciptaan ide semata, tetapi juga harus diiringi dengan perlindungan hukum terhadap karya yang dihasilkan.

Hak Kekayaan Intelektual (HKI) menjadi aspek krusial bagi insan kreatif, mengingat karya yang dihasilkan merupakan aset bernilai ekonomi tinggi. Melalui pendaftaran HKI, pelaku ekraf tidak hanya melindungi karyanya dari potensi klaim sepihak, tetapi juga meningkatkan nilai jual serta profesionalisme produk.

Mewakili Kepala Disparpora Kabupaten Karawang, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, Fazriyan Wardani Aditya (FW Aditya), menegaskan bahwa kesadaran terhadap pentingnya HKI harus terus ditingkatkan seiring pesatnya perkembangan branding industri kreatif.

“HKI ini penting sebagai bentuk perlindungan terhadap karya para pelaku ekonomi kreatif. Dengan adanya legalitas intellectual property (IP), karya yang dihasilkan memiliki kekuatan hukum serta nilai tambah secara ekonomi,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendampingi dan memfasilitasi pelaku ekraf dalam proses pendaftaran dan pencatatan HKI agar lebih mudah dan terjangkau.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku ekonomi kreatif di Karawang semakin sadar akan pentingnya perlindungan hukum terhadap karya mereka, sekaligus mampu meningkatkan daya saing branding di tingkat lokal maupun nasional.

“Yuk, jadikan Karawang bukan hanya sebagai kota industri, tetapi juga sebagai pusat ekonomi kreatif yang memiliki kekuatan perlindungan kekayaan intelektual dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya.

(Ahmad Z)

Da’i Kamtibmas Polres Indramayu Resmi Dilantik, Siap Sampaikan Pesan Kamtibmas Lewat Mimbar

0

INDRAMAYU (Aswajanews) – Kepolisian Resor (Polres) Indramayu Polda Jabar terus memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat guna memastikan stabilitas keamanan di wilayah hukumnya.

Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan Silaturahmi dan Pelantikan Pengurus Da’i Kamtibmas Polres Indramayu yang digelar di Aula Atmaniwedhana Polres Indramayu, Kamis (30/4/2026).

Acara ini dipimpin langsung oleh Kapolres Indramayu, AKBP Mochamad Fajar Gemilang, S.I.K., M.H., M.I.K.

Pelantikan ini turut dihadiri oleh jajaran penting seperti Ketua Da’i Kamtibmas Polres Indramayu Muhamad Ali Murtadlo S.Ag (Gus Aldo), dan Ketua FKUB Kabupaten Indramayu KH. Amani Luthfi.

Kapolres Indramayu AKBP Mochamad Fajar Gemilang melalui Kasi Humas Polres Indramayu, AKP Tarno, menjelaskan Da’i Kamtibmas merupakan mitra strategis Polri yang berasal dari kalangan penceramah dan tokoh agama.

Kehadiran Da’i Kamtibmas bertujuan untuk menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) melalui pendekatan keagamaan yang lebih menyentuh hati warga.

“Program ini adalah bagian dari upaya kami untuk mengedepankan pendekatan yang humanis dan religius dalam menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten Indramayu,” ujar AKP Tarno dalam keterangannya.

Lebih lanjut, AKP Tarno memaparkan empat peran utama dari Da’i Kamtibmas yang baru dilantik tersebut, diantaranya menjadi ujung tombak dalam mencegah potensi gangguan keamanan, seperti tindak pidana, penyalahgunaan narkoba, hingga pergaulan bebas melalui pembinaan umat secara rutin.

Disamping itu berperan aktif dalam mendeteksi dan mencegah penyebaran paham radikal, ekstremisme, serta intoleransi yang dapat memecah belah persatuan bangsa, dan bertindak sebagai pendingin suasana di tengah masyarakat.

Lebih dari itu menjadi jembatan komunikasi untuk menyerap aspirasi warga sekaligus membantu memberikan solusi atas permasalahan sosial yang muncul.

Lebih lanjut AKP Tarno mengatakan optimalisasi peran para da’i ini diharapkan dapat membantu Polri mewujudkan situasi yang kondusif di seluruh penjuru Kabupaten Indramayu.

“Kami berharap agar pengurus yang baru dilantik dapat segera bekerja sama di lapangan untuk membina umat demi terciptanya kedamaian yang berkelanjutan,” tutup AKP Tarno. (Sn/Rilis)

AKSI KOMPI Siapkan 10 Ribu Massa, Peserta Demo Kali Ini Lebih Sedikit

0

INDRAMAYU (Aswajanews)– Suasana di titik aksi demo revitalisasi tambak pada Kamis Pahing (30/4/2026) terpantau jauh berbeda dari Ancaman yang sebelumnya dilontarkan oleh Koordinator Umum (Kordum)

“AKSI KOMPI siap datangkan 10 ribu massa.”

Meski sebelumnya hatta menyampaikan akan menghadirkan oleh 10 ribu orang, tapi fakta di lapangan menunjukkan jumlah massa Aksi yang hadir justru terbalik jauh di bawah target, bahkan terlihat lebih banyak personel pengamanan yang berjaga di lokasi.

Hal ini menunjukkan bahwa narasi pengerahan massa besar-besaran tidak terealisasi sesuai rencana awal. Pemandangan ini menjadi bukti nyata bahwa kecintaan masyarakat Indramayu terhadap kedamaian kotanya jauh lebih besar daripada isu konflik yang diembuskan.

JM sebagai warga menyampaikan bahwa demo pertama masyarakat kecewa karena yang dijanjikan di kasih hanya sedikit Dan resikonya malah terdampak pada diri sendiri.

“Ngapain melu demo maning, lewih enak gah ora meluan.” Ucapnya.

Selain itu, ISA tokoh masyarakat mengatakan, sepertinya demo jilid 2 Warga lebih memilih menjalankan aktivitas seperti biasa dan tidak terpancing oleh gerakan yang berpotensi memecah belah. Kedewasaan masyarakat dalam menyikapi isu sosial ini menunjukkan bahwa stabilitas daerah jauh lebih dihargai oleh warga Bumi Wiralodra.

Lanjut ISA, situasi aksi ini Landai karena massa tidak seramai yang dijanjikan, itu semua dianggap sebagai bentuk kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Bupati Lucky Hakim. Pemerintahan yang berjalan kondusif dan karakter Bupati yang dikenal baik hati serta murah senyum tampaknya masih melekat kuat di hati rakyat. “Alih-alih turun ke jalan, masyarakat justru menunjukkan dukungan mereka dengan menjaga suasana tetap tenang, membuktikan bahwa hubungan antara pemimpin dan rakyatnya tetap harmonis,” terangnya. (Sn)

Karawang Perkuat Identitas sebagai Lumbung Pangan Nasional

0

KARAWANG (Aswaja News) – Pemerintah Kabupaten Karawang terus menegaskan komitmennya dalam menjaga sektor pertanian sebagai tulang punggung daerah. Hal ini ditunjukkan melalui kehadiran Bupati Karawang, H. Aep Syaepuloh, SE, dalam rapat koordinasi pembahasan luasan 87 persen Lahan Baku Sawah (LBS) yang akan ditetapkan menjadi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

Rapat tersebut digelar pada Rabu (29/4/2026) di Ruang Rapat Prambanan, Lantai 1 Kementerian ATR/BPN, Jakarta. Bupati hadir didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas PUPR, serta Sekretaris Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan Kabupaten Karawang.

Langkah Pemerintah Kabupaten Karawang dalam mempertahankan lahan baku sawah mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa Karawang tetap diposisikan sebagai salah satu daerah strategis penopang ketahanan pangan nasional.


Berdasarkan Surat Keputusan Menteri ATR/BPN Tahun 2025, luas Lahan Baku Sawah (LBS) di Kabupaten Karawang tercatat mencapai 99.737,31 hektare. Angka tersebut menjadi fondasi penting dalam upaya perlindungan lahan pertanian secara berkelanjutan.

Sementara itu, merujuk pada Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2018, luas Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Karawang telah mencapai 87.253 hektare. Capaian ini bahkan melampaui target yang ditetapkan pemerintah sebesar 87 persen.

Hal ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Karawang dalam menjaga kawasan tanaman pangan sebagai prioritas utama perlindungan lahan.

Melalui koordinasi tersebut, Pemkab Karawang juga mendorong penguatan regulasi serta pengawasan terhadap lahan sawah. Sinergi dengan pemerintah pusat melalui ATR/BPN dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan terus diperkuat, termasuk dalam proses revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Karawang.

Langkah ini diharapkan mampu memastikan keberlanjutan sektor pertanian sekaligus memperkokoh posisi Karawang sebagai lumbung pangan nasional.

(Ahmad Z)

Tegaskan Penataan Tambang dan Kabel Udara, Pemprov Jabar Koordinasi dengan Pemkab Karawang dan Pelaku Usaha

0

KARAWANG (Aswaja News) – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menggelar rapat koordinasi strategis terkait penataan tata kelola tambang serta rencana penataan kabel udara di wilayah Jawa Barat. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Balai Pakuan, 27 April 2026.

Rapat ini secara khusus menyoroti kepatuhan operasional industri di Kabupaten Karawang, guna memastikan ketertiban infrastruktur sekaligus perlindungan aset daerah.

Hadir dalam pertemuan tersebut Bupati Karawang bersama Sekretaris Daerah, Kepala Bapenda, Kepala Dinas PUPR, DLHK, Dishub, unsur Kecamatan Pangkalan, Kepala Desa Tamansari, serta pihak terkait lainnya.

Dalam arahannya, Gubernur Jawa Barat menegaskan adanya dua persoalan utama yang harus segera dibenahi, terutama terkait aktivitas industri yang berdampak langsung pada infrastruktur daerah.

“Ada dua masalah utama yang harus segera dibenahi. Perusahaan semen menggunakan bahan baku dan aktivitas angkutan besar yang melewati jalan provinsi,” tegasnya.

Pemprov Jawa Barat menekankan bahwa investasi harus berjalan selaras dengan pemeliharaan infrastruktur serta kepatuhan terhadap tata ruang yang berlaku.

Rapat ini menjadi bagian dari upaya sinkronisasi kebijakan antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Karawang, guna memastikan setiap perusahaan bertanggung jawab penuh atas dampak operasionalnya di lapangan.

(Ahmad Z)

Polda Jabar Siaga May Day 2026, Pengamanan Humanis Jadi Prioritas

0
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, S.I.K, M.H.

BANDUNG (Aswajanews) — Kepolisian Daerah Jawa Barat memastikan kesiapan penuh dalam pengamanan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang akan berlangsung pada 1 Mei 2026.

Komitmen tersebut ditegaskan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman, tertib, dan kondusif, khususnya dalam mengantisipasi potensi kegiatan unjuk rasa dari berbagai elemen masyarakat.

Kabid Humas Polda Jabar, Hendra Rochmawan, menyampaikan bahwa pengamanan akan dilakukan secara maksimal dengan mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, dan profesional.

“Personel gabungan akan disiagakan di sejumlah titik strategis, mulai dari pusat keramaian, jalur utama, hingga lokasi yang diprediksi menjadi titik kumpul massa,” ujarnya, Rabu (29/4/2026).

Ia menambahkan, Polda Jabar telah melakukan koordinasi intensif dengan jajaran Polres, pemerintah daerah, TNI, serta instansi terkait guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.

Selain itu, masyarakat—terutama peserta aksi—diimbau untuk tetap menjaga ketertiban dan tidak melakukan tindakan provokatif maupun anarkis.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara damai, tidak merusak fasilitas umum, dan tetap mengutamakan keselamatan bersama,” tegasnya.

Polda Jabar juga memastikan bahwa hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat tetap dilindungi, dengan tetap mengedepankan ketertiban umum.

“Personel di lapangan akan bertindak sesuai prosedur, humanis, dan profesional. Kami ingin May Day 2026 berjalan tertib dan damai,” tambahnya.

Mengakhiri pernyataannya, Polda Jabar mengajak seluruh pihak untuk bersinergi menjaga kondusivitas wilayah serta menghindari penyebaran hoaks dan provokasi yang berpotensi mengganggu keamanan.

Semangat “Sauyunan Jaga Lembur” pun kembali ditegaskan sebagai ajakan bersama menjaga Jawa Barat tetap aman dan harmonis. (Red)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts