BANDUNG (Aswajanews) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bandung menghadiri rapat koordinasi (rakor) bersama Bupati Bandung yang digelar di Rumah Dinas Bupati di Soreang, Senin (04/05/2026). Pertemuan ini membahas sejumlah isu strategis yang tengah berkembang, khususnya di sektor pendidikan dan kehidupan keagamaan.
Kemenag Kabupaten Bandung diwakili Kepala Subbagian Tata Usaha, H. Asep Saefulloh, yang hadir mewakili Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bandung, Ramlan Rustandi. Hadir pula Plt. Kasi Pendidikan Madrasah, Hj. Nana Rostiana, M.Ag., bersama unsur terkait lainnya.
Dalam forum tersebut, sejumlah persoalan krusial menjadi perhatian bersama. Di antaranya isu radikalisme berdasarkan laporan Densus 88 yang mengindikasikan keterlibatan anak-anak usia sekolah, termasuk di salah satu madrasah ibtidaiyah di wilayah Banjaran.
Selain itu, rakor juga menyoroti fenomena Open BBO yang mengandung unsur menyimpang di sejumlah pondok pesantren, kasus perundungan (bullying) oleh oknum guru terhadap siswa, hingga pentingnya sosialisasi masif di lingkungan sekolah dan pesantren.
Rapat koordinasi ini turut melibatkan lintas sektor, di antaranya Densus 88, Dalduk KB, PPA, Kementerian Agama, serta Dinas Pendidikan. Sinergi ini dinilai penting dalam merumuskan langkah strategis penanganan berbagai persoalan secara terpadu.
Kasubag TU Kemenag Kabupaten Bandung, H. Asep Saefulloh, menegaskan komitmen pihaknya dalam memperkuat upaya pencegahan melalui pembinaan berkelanjutan.
“Kementerian Agama Kabupaten Bandung siap bersinergi dengan seluruh pihak untuk melakukan pembinaan dan penguatan moderasi beragama di lingkungan pendidikan, baik madrasah maupun pondok pesantren. Ini penting agar tidak ada ruang bagi paham menyimpang maupun perilaku yang merugikan peserta didik,” tegasnya.
Senada, Plt. Kasi Pendidikan Madrasah, Hj. Nana Rostiana, menekankan pentingnya pendekatan edukatif yang berkesinambungan di satuan pendidikan.
“Kami akan mengintensifkan sosialisasi serta pembinaan ke madrasah-madrasah agar tercipta lingkungan belajar yang aman, ramah anak, serta selaras dengan nilai-nilai agama dan kebangsaan,” ujarnya.
Melalui rakor ini, diharapkan terbangun komitmen bersama dalam menjaga kondusivitas dunia pendidikan di Kabupaten Bandung, sekaligus memperkuat kolaborasi lintas instansi dalam mencegah dan menangani berbagai persoalan secara komprehensif dan berkelanjutan.
(Kontributor: Millatina Alfafa Qonitia/Humas Kemenag Kab. Bandung)
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































