Beranda Pendidikan Ujian Munaqosah 30 Juz Digelar, 4 Santri Ponpes Nuridin Idris Lulus Hafalan...

Ujian Munaqosah 30 Juz Digelar, 4 Santri Ponpes Nuridin Idris Lulus Hafalan Qur’an Bil Ghoib

0

BREBES (Aswajanews) – Pondok Pesantren Modern Tahfidzul Qur’an Nuridin Idris kembali menorehkan prestasi membanggakan dengan menyelenggarakan ujian Munaqosah 30 Juz Al-Qur’an bil ghoib pada Ahad (3/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di aula pondok, Dukuh Kedawon, Desa Rengaspendawa, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes ini disaksikan ribuan santri dengan penuh khidmat.

Sebanyak empat santri terbaik tampil sebagai peserta munaqosah, setelah dinyatakan telah menyelesaikan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Mereka diuji secara langsung oleh tujuh penguji yang berasal dari Brebes, Tegal, hingga Jakarta.

877CEAF8 82EC 4574 9426 E8403F2900D4

Para penguji tersebut antara lain KH Khoeron Al Khafid (Ketua JQH Kabupaten Brebes), KH Miftahudin Al Khafid (Ketua Badko LPQ Brebes), KH Izzuddin Masruri (Pengasuh Ponpes Al Hikmah 2 Benda), KH Samsul Ma’arif (Ketua FKPP Kabupaten Tegal), KH Mustholimi Alwiyani (Pimpinan Majelis Dzikir dan Sholawat Rizkiyah Jakarta), KH Agus Minanurohman (Ketua Yayasan Darussalam Suwuluh), serta Akhmad Sururi (Ketua DPC FKDT Brebes sekaligus Sekretaris MWC NU Wanasari).

Dalam pelaksanaannya, para peserta diuji dengan berbagai metode, mulai dari melafalkan ayat, menyambung ayat, hingga menjawab pertanyaan tematik Al-Qur’an yang diajukan oleh para penguji.

Pengasuh pondok, KH Nuridin Idris, dalam sambutannya memberikan motivasi kepada seluruh santri agar selalu menjaga semangat dalam menghafal Al-Qur’an.

“Kalian harus bahagia, tidak boleh mengeluh dalam menghafal Al-Qur’an. Dengan hati yang bahagia, insyaAllah akan dimudahkan dalam menghafalnya,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa metode pembelajaran di pondoknya memiliki kekhasan tersendiri. Selain menekankan hafalan, santri juga dibentuk agar mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum masuk ke hafalan Al-Qur’an, para santri dibekali hafalan pra-juz, seperti tahlil, doa-doa harian, serta wirid ba’da salat sebagai fondasi spiritual.

Adapun keempat santri peserta munaqosah tersebut adalah Vargas Bagus Santoso (Randusari, Tegal), M. Vian Maulana (Sitanggal), M. Aditya Raharjo (Rengaspendawa, Larangan), dan Nabil Zain Annadib (Jembayat, Margasari, Tegal).

Sementara itu, pihak pondok menyampaikan bahwa pada tahun ajaran 2026/1447 H ini, terdapat empat santri yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz. Menariknya, mereka mampu menuntaskan hafalan dalam kurun waktu sekitar dua tahun.

Keempatnya merupakan siswa kelas XII SMA Tahfidzul Qur’an Nuridin Idris, yang menjadi bukti keberhasilan sistem pendidikan berbasis tahfidz yang diterapkan di pondok tersebut.

(Red)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.