INDRAMAYU (Aswajanews)– Suasana di titik aksi demo revitalisasi tambak pada Kamis Pahing (30/4/2026) terpantau jauh berbeda dari Ancaman yang sebelumnya dilontarkan oleh Koordinator Umum (Kordum)
“AKSI KOMPI siap datangkan 10 ribu massa.”
Meski sebelumnya hatta menyampaikan akan menghadirkan oleh 10 ribu orang, tapi fakta di lapangan menunjukkan jumlah massa Aksi yang hadir justru terbalik jauh di bawah target, bahkan terlihat lebih banyak personel pengamanan yang berjaga di lokasi.
Hal ini menunjukkan bahwa narasi pengerahan massa besar-besaran tidak terealisasi sesuai rencana awal. Pemandangan ini menjadi bukti nyata bahwa kecintaan masyarakat Indramayu terhadap kedamaian kotanya jauh lebih besar daripada isu konflik yang diembuskan.

JM sebagai warga menyampaikan bahwa demo pertama masyarakat kecewa karena yang dijanjikan di kasih hanya sedikit Dan resikonya malah terdampak pada diri sendiri.
“Ngapain melu demo maning, lewih enak gah ora meluan.” Ucapnya.
Selain itu, ISA tokoh masyarakat mengatakan, sepertinya demo jilid 2 Warga lebih memilih menjalankan aktivitas seperti biasa dan tidak terpancing oleh gerakan yang berpotensi memecah belah. Kedewasaan masyarakat dalam menyikapi isu sosial ini menunjukkan bahwa stabilitas daerah jauh lebih dihargai oleh warga Bumi Wiralodra.
Lanjut ISA, situasi aksi ini Landai karena massa tidak seramai yang dijanjikan, itu semua dianggap sebagai bentuk kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Bupati Lucky Hakim. Pemerintahan yang berjalan kondusif dan karakter Bupati yang dikenal baik hati serta murah senyum tampaknya masih melekat kuat di hati rakyat. “Alih-alih turun ke jalan, masyarakat justru menunjukkan dukungan mereka dengan menjaga suasana tetap tenang, membuktikan bahwa hubungan antara pemimpin dan rakyatnya tetap harmonis,” terangnya. (Sn)
Eksplorasi konten lain dari aswajanews
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.
































