Google search engine
Beranda blog Halaman 193

Mulai 10 Juli Polres Indramayu Gelar Operasi Patuh Lodaya 2023

0
Kapolres Indramayu, AKBP M. Fahri Siregar

INDRAMAYU (aswajanews.id) – Operasi Patuh Lodaya 2023 mulai digelar di wilayah Kabupaten Indramayu hari ini, Senin (10/07/2023). Operasi ini akan digelar selama 2 pekan, yakni mulai 10 Juli sampai dengan 23 Juli 2023.

“Hari ini kita melaksanakan gelar pasukan dan mengecek sarana serta prasarana dalam rangka Operasi Patuh Lodaya 2023 ini,” ujar Kapolres Indramayu, AKBP M. Fahri Siregar kepada awak media.

AKBP M. Fahri Siregar menyampaikan, sasaran utamanya yaitu pelanggaran yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain.

Dalam upaya penindakan, petugas diminta untuk mengedepankan tindakan yang bersifat preventif dan edukasi. Meski demikian, penegakan hukum tetap akan diberlakukan.

Selain menggunakan ETLE Mobile, petugas juga melakukan penindakan tilang di tempat.

AKBP M. Fahri Siregar menyampaikan, ada 3 petugas Polres Indramayu yang sudah terverifikasi melakukan tilang manual tersebut. Adapun yang menjadi sasaran dalam operasi kali ini diantaranya adalah pengendara yang tidak memakai helm SNI, berkendara dibawah pengaruh alkohol, pengendara yang melawan arus, pengendara yang melebihi batas kecepatam, pengendara yang bermain ponsel saat berkendara, dan lain-lain.

Masih disampaikan Kapolres, ada sebanyak 300 personil Polri yang disiapkan dalam Operasi Patuh Lodaya 2023.

Selain itu, Polri juga akan dibantu 30 personil dari TNI serta 10 personil dari petugas Dishub Indramayu.

“Untuk sasaran lokasi kita hunting ya, tidak statis. Tadi sudah disampaikan sesuai amanat dari Kapolda Jabar bahwa sifat operasi ini mobile, jadi kita hunting dan apabila mendapati pelanggaran lalu lintas akan kita lakukan penindakan,” ujar dia. (Prapto/Herman Tongol)

MQK, dari Kitab Tauhid hingga Konteks Kerukunan Indonesia

0
Oleh : Dr Mahrus El-Mawa (Kasubdit Pendidikan Diniyah dan Ma'had Aly, Dit PD Pontren Ditjen Pendidikan Islam, Kemenag RI)

Kitab kuning, sebagai salah satu kitab turats dalam dunia Islam di Indonesia, isinya beraneka ragam. Di dalamnya terkandung berbagai pengetahuan, mulai dari cara baca tulisan Arab, gramatika (Nahwu-Sharaf), teori hukum Islam (Usul Fiqh), sastra Arab (balagah), hingga apa yang sudah ada dalam praktik pemahaman teks dan konteks di dunia Islam, seperti tafsir, hadis, hingga tarikh (sejarah Islam). Kekayaan pengetahuan yang ada dalam kitab kuning tersebut ibarat tumpukan bebatuan kuno, yang siap dibongkar sesuai kebutuhan.

Kitab kuning, sebagai bagian dari khazanah berbahasa Arab, Turats Islam, mempunyai beberapa jenis. Pertama, teks awal atau yang biasa disebut matan. Kedua, syarah atau penjelas atau komentar dari kitab teks awal. Ketiga, komentar atas komentar yang disebut dengan hasyiyah. Seringkali ketiga jenis turats ini terdapat dalam satu kitab kuning. Untuk melakukan rekontekstualisasi atas kitab kuning ini, tulisan ini mencoba mengungkap sedikit melalui bidang lomba pada kitab tauhid.

Untuk memulai rekontekstualisasi, interpretasi makna atas isi kekayaan pengetahuan kitab kuning, khususnya yang dilombakan pada Musabaqah Qiraatil Kitab Nasional (MQKN), penulis mencoba dengan melakukan pembacaan, penerjemahan, dan pemahaman teks yang benar dan konteks yang relevan. Disadari atau tidak, hal itu menjadi bagian dari memaknai kerukunan atas pengetahuan santri.

Maksudnya apa? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kerukunan diartikan sebagai perihal hidup rukun, rasa rukun; kesepakatan. Dengan pembacaan, penerjemahan, dan pemahaman dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia yang baik dan benar, tentu saja dapat dimaknai bahwa seorang santri dapat hidup dengan benar lalu rukun, sesuai dengan kesepakatan sosial berbasis ilmu pengetahuan. Ketepatan membaca, menerjemah dan memahami teks ke dalam realitas sosial harus dilakukan seorang santri agar dapat hidup rukun. Jika seorang santri salah membaca, menerjemah, dan memahami dari teks terhadap realitas sosial, dimungkinkan terjadi gejolak di tengah masyarakat. Lomba kitab kuning tingkat nasional ini semacam laboratorium para santri sebelum terjun ke dalam dunia nyata dan global.

Pembagian tingkatan dalam lomba MQKN, juga dapat dimaknai bahwa kitab-kitab kuning di pesantren itu tidak serta merta dapat dibaca, dipahami oleh semua santri dalam pendidikan pesantren. Sebab, isi kitab kuning juga disesuaikan dengan pengetahuan para santri, dan pemahamannya. Kenyataan ini, seringkali dianggap pendidikan pesantren terlalu lambat, kurang dapat dirasakan hasilnya secara langsung. Padahal tahapan-tahapan ini merupakan cerminan dari sanad keilmuan dan tingkatan penguasaan pengetahuan.

Hal lainnya lagi, perlu juga diperhatikan secara teknis, pada musabaqah (perlombaan) kitab kuning melalui MQKN ini, para santri akan membacakan beberapa halaman atau baris dari kitab tertentu (maqra’) sesuai nomor undian atau keberuntungan atau nasib dari perolehan maqra’ tersebut. Jika seorang santri memperoleh maqra’ yang biasa dibaca atau pernah dibaca, alias bukan sesuatu yang baru, maka tidak akan mengalami kesulitan bacaan atau pertanyaan kontekstualisasi teks. Berbeda jika maqra’ yang diperoleh itu belum pernah dibaca, maka kembali pada keahlian dari seorang santri pada penguasaan gramatika (tata bahasa) dan alih bahasa/terjemahan (mufradat). Dalam konteks lomba, tentu saja hal itu menjadi tantangan tersendiri, sekaligus ilmu pengetahuan baru.

Di atas semuanya, lantas, bagaimana memaknai lomba kitab kuning dalam konteks rekontekstualisasi turats atau kitab kuning untuk peradaban dan kerukunan Indonesia? Ambil salah satu kitab aqidah, tauhid (teologi Islam) misalnya.

Pada marhalah ula, kitab yang dilombakan ‘Aqidatul Awwam, karya Syaikh Ahmad Marzuki al-Maliki. Kitab ini berbentuk nadham (puitis), kurang lebih 56 bait jumlahnya. Isinya terkait dengan sifat 20 wajib, 20 mustahil dan ja’iz Allah Swt. Jumlah dan nama 25 Nabi Allah Swt yang wajib diyakini, serta 10 nama Malaikat yang wajib diimani. Di bagian akhir juga dijelaskan sejarah ringkas Nabi Akhir zaman, Rasulullah Muhammad Saw. termasuk istri dan anak-anaknya. Penjalasan tauhid demikian, tentu memudahkan bagi anak-anak, karena nadham ini sering disampaikan dengan lagu-lagu yang menarik.

Pada marhalah wustho, nama kitabnya, Risalah Ahlus Sunnah Wal jama’ah, karya Hadlratusy Syaikh Hasyim Asy’ari, muassis NU dari PP Tebuireng Jombang. Sebagai produk ulama Indonesia, tentu saja kitab ini kait kelindan dengan tradisi yang berkembang di masyarakatnya, seperti silang pendapat terkait bid’ah dan sunnah. Terkait sunnah sudah jelas, untuk ini tulisan pendek ini hanya mengupas sedikit tentang bid’ah saja.

Mengutip Imam Ibnu Abd as-Salam, bid’ah itu terbagi dalam beberapa kategori. Pertama, bid’ah wajibah (mempelajari ilmu nahwu belum ada pada masa Rasulullah Saw. tetapi untuk kebutuhan ilmu, maka wajib dipelajari dan itu boleh). Jensi bid’ah lainnya adalah muharramah, mandubah, makruhah, dan bid’ah mubahah (bersalaman usai shalat maktubah). Dengan penjelasan ringkas dan apa adanya itu, Mbah Hasyim dapat memberikan penjelasan yang mudah dicerna bagi orang Islam Indonesia untuk memahami praktik keislaman yang sudah berjalan selama ini dan tetap dalam koridor Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Terakhir, pada marhalah Ulya, titel kitabnya Syarh Umm al-Barahain, karya Imam Abi ‘Abd Allah Muhammad bin Yusuf al-Husain al-Husaini al-Sanusi al-Asy’ari. Kitab ini masih tergolong tipis juga, bentuknya prosa, dengan penjelasan cukup singkat dari teks aslinya. Misalnya ketika menjelaskan sifat 20 wajib bagi Allah, terdapat penekanan yang sudah mulai menggunakan mantiq (logika) atau rasionalitas. contoh sifat al-‘ilm. Disebutkan dalam teks bahwa ilmu itu terkait dengan semua hal yang wajib, jaiz dan mustahil. Lalu, syarah (penjelasannya) bahwa dengan sifat ilmu ini, Allah Swt. akan mengetahui segala hal yang dirasa tidak mungkin manusia sendiri tahu.

Dengan demikian, lomba kitab kuning ini, disadari atau tidak, jika memperolah maqra’ yang ditentukan, seperti kitab-kitab tauhid sesuai jenjangnya dapat memberikan pemahaman santri untuk dapat bersikap toleran, menanamkan kerukunan bagi bangsa Indonesia. Terjadinya perbedaan-perbedaan pandangan, apalagi jika sudah tingkatan Ulya yang sudah menggunakan nalar dan rasionalitas, maka insya Allah, santri akan lebih memahami konteks dari teks yang dibacanya. Karena itu, rekontekstualisasi turas untuk peradaban dan kerukunan Indonesia sebagai tema MQKN tahun 2023 insya Allah dapat sesuai target dan sasarannya. Wallahu a’lam. (*)

IPNU/IPPNU Jagalempeni Menjelang Konferensi : Regenerasi dan Miltansi Sebagai Kekuatan Organisasi

0
Oleh : Akhmad Sururi (Sekretaris MWC NU Wanasari Brebes)

Sebagai organisasi kepemudaan yang merupakan badain otonom NU, IPNU/IPPNU adalah jenjang awal untuk mengenal NU. Melalui pengkaderan formal Makesta calon anggota IPNU/IPPNU mendapatkan tiket masuk untuk menjadi anggota sekaligus menjalani kewajiban dan mandat sebagai pengurus bagi mereka yang didaulat menjadi bagian struktur pengurus  melalui mekanismenya.

Sebagai struktur badan otonom NU yang digawangi oleh para remaja terpelajar jargon belajar, berjuang dan berraqwa. Ketiga kata ini menjadi komitmen awal untuk menggerakkan IPNU/IPPNU di semua tingkatkan.  Belajar sepanjang hayat sebagai bekal perjuangan agar menjadi pribadi yang bertaqwa.

Pergerakan IPNU/IPPNU ranting Jagalempeni secara struktural hirarkis sebagai bagian dari PAC IPNU/IPPNU Wanasari. Dalam konteks ranting sebagai bagian badan otonom NU Ranting Jagalempeni yang diberikan otoritas menyelenggarakan kegiatan sesuai dengan PD/PRT dan program kerja.

Perjalanan dan dinamika IPNU/IPPNU Jagalempeni mengalami pasang surut. Hal tersebut tidak lepas dari   peran dan gerak kepengurusan dalam setiap masa baktinya. Kesadaran pengurus sebagai penggerak menjadi motor utama untuk memggerakan organisasi. Namun demikian faktor eksternal juga berpengaruh terhadap perkembangan flutuatipnya organisasi IPNU/IPPNU Jagalempeni.

Penulis mulai bersentuhan dengan IPNU/IPPNU Jagalempeni sekitar tahun 2012. Beberapa kali mengikuti pertemuan rutin dan sedikit urun rembug untuk kemajuan dan pergerakan organisasi. Hal tersebut sangat dibutuhkan untuk mereka yang menjadi pengurus. Sehingga mereka mendapatkan dorongan dan motivasi untuk berkhidmah kepada NU.

Kebesaran dan keberlangsungan organisasi antara lain didasari dengan kebersamaan dan loyalitas serta komitmen dalam menjalankan kegiatan organisasi. Dua hal ini sangat penting untuk mewujudkan proses regenerasi dengan kekuatan militansi.

Beberapa kali program IPNU/IPPNU menjadi bukti kemajuan dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat di tengah tengah masyarakat. Tercatat dalam ingatan sejarah bahwa IPNU/IPPNU Jagalempeni pernah membidani lahirnys Pesantren Ramadlan pada tahun 2015.

Semangat yang tumbuh berkembang dari para pengurus menjadikan IPNU/IPPNU terus eksis bergerak. Tentu dengan dinamika tantangan dan hambatan yang muncul dalam perkembangan organisasi.

Besok Ahad, 9 Juli 2023 akan berlangsung Konferensi tingkat ranting sebagai forum tertinggi  bertajuk “Generasi Berganti, Kederisasi Bergerak, Militansi Harga Mati Untuk Pelajar NU Jagalempeni”. Sungguh tema yang sarat makna dalam Konferensi tingkat ranting yang rencananya akan diselenggarakan di Balai Desa Jagalempeni.

Regenerasi menjadi sebuah keniscayaan dalam orgnisasi. Karena dengan regenerasi secara otomotis akan muncul kaderisasi. Militansi yang dimiliki oleh para kader akan menjadi kekuatan dan ruh dalam menggerakan organisasi. Tanpa regenerasi kita tidak menemukan kompotensi kader sebagai pemimpin organisasi. Tanpa kaderisasi dan militansi maka generasi pengganti tidak memilki modal dan ruh semangat menggerakan organisasi.

Proses regenerasi tidak lepas dari evaluasi untuk mengukur sejuah mana pergerakan dalam menjalankan organisasi. Sehingga langkah kedepan perjalanan organisasi memiliki arah dan program yang strategis dan inovaif. Hal ini sangat penting agar ikhtiat membangun militansi bukan hanya sebatas simbolis tapi akan tertanam dalam hati yang akan melahirkan komitmen berorganisasi.

Semoga melalui Konferensi Ranting IPNU/IPPNU Jagalempeni akan memunculkan generasi baru dengan semangat baru demi mewujudkan dan mengembangkan cita cita besar NU. Oleh karena forum besok akan memiliki makna yang sangat strategis untuk masa depan generasi NU di kalangan pelajar desa Jagalempeni. (*)

Bupati Nina Agustina Cetak 1.330 Purna PMI Jadi Wirausahawan Baru

0
Bupati Nina Agustina Cetak 1.330 Purna PMI Jadi Wirausahawan Baru

INDRAMAYU (aswajanews.id) – Salah satu dari 10 Program Unggulan Pemkab Indramayu di bawah kepemimpinan Bupati Indramayu Nina Agustina yaitu Perempuan Berdikari (Pe-Ri) kini terus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Perempuan Berdikari merupakan sebuah program pemberdayaan ekonomi yang diberikan kepada perempuan purna Pekerja Migran Indonesia (PMI) dalam bentuk pelatihan kewirausahaan, pendampingan, dan fasilitasi akses permodalan melalui perbankan. Dengan program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup purna PMI dengan berwirausaha secara mandiri.

Saat ini sudah tercatat sebanyak 1.330 orang yang merupakan Purna PMI telah diberikan pelatihan kewirausahaan dan pemberdayaan. Berdasarkan data kegiatan yang dikelola Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) pada tahun 2021 purna PMI yang telah mengikuti pelatihan Pe-Ri sebanyak 240 orang yang berasal dari 12 desa, kemudian pada tahun 2022 lalu jumlahnya naik menjadi 740 orang dari 37 desa dan sebanyak 350 orang kegiatannya berada di dinas lain seperti Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla), Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag), serta perangkat daerah lainnya.

Kebijakan yang dikeluarkan oleh Bupati Indramayu Nina Agustina tersebut, merupakan upaya agar para PMI yang telah kembali ke tanah kelahirannya itu bisa mengembangkan potensinya dan tidak kembali ke luar negeri. Dengan pelatihan yang diberikan, purna PMI akan memiliki skill untuk mengembangkan usahanya dan memiliki kemandirian untuk selanjutnya menjadi wirausahawan. Mewujudkan purna PMI menjadi wirausahawan baru merupakan langkah yang sangat serius. Tidak hanya diberikan pelatihan untuk memiliki keterampilan, namun para purna PMI juga terus dilakukan pendampingan dan pemantauan agar program yang dilaksanakan terus berkelanjutan.

Bupati Indramayu Nina Agustina seperti yang dilansir Diskominfo menjelaskan, program Pe-Ri yang telah dijalankan selama ini mampu untuk menciptakan purna PMI menjadi wirausahawan baru. Dengan peningkatan kemampuan diri, purna PMI akan mengenal dunia usaha dan bisnis karena telah diberikan pelatihan keterampilan, literasi keuangan, dan juga manajemen modern lainnya.

“Ini harapan kita bersama, mereka yang telah kembali ke Indramayu kemudian bisa berusaha secara mandiri dan berkembang dengan pelatihan dan pendampingan yang kita lakukan. Program Pe-Ri ini bermuara pada peningkatan dan kemandirian ekonomi masyarakat Indramayu,” tegas Nina.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Indramayu, Erpin Marpinda menjelaskan, berdasarkan hasil pendataan tahun 2021, jumlah purna PMI di Kabupaten Indramayu berjumlah 70.120 orang. Dari jumlah tersebut, Disnaker Kabupaten Indramayu menargetkan sebanyak 6.000 orang purna PMI untuk menjadi peserta pelatihan selama rentang waktu 5 tahun sampai tahun 2026. Pada tahun 2023 ini rencananya kami akan melatih 1.260 orang purna PMI yang berasal dari kegiatan APBD sebanyak 640 orang dan CSR sebanyak 620 orang.

Dari kegiatan yang sudah berjalan, peserta Pe-Ri mendapatkan pelatihan untuk pembuatan kue kering, olahan minuman, olahan manga, olahan ikan, olahan rumput laut, olahan siwang, olahan keripik bayam, olahan kopi, pembuatan sandal, menjahit dan kerajinan tangan lainnya. Bahkan dimungkinkan jenis pelatihan akan terus berubah sesuai dengan minat dari para peserta Pe-Ri.

“Selain itu, untuk meningkatkan kemampuannya para peserta Pe-Ri juga diberikan materi kewirausahaan, pemasaran produk, pengemasan, administrasi keuangan, pendampingan, dan kami juga memfasilitasi proses izin usaha dan pembinaan serta monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan,” tegas Erpin, Jum’at (7/7/2023).

Di tempat terpisah, Ny. Mutia warga Desa Tinumpuk Kecamatan Juntinyuat, salah seorang purna PMI yang telah mendapatkan pelatihan mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih kepada Bupati Indramayu Nina Agustina karena telah memberikan pelatihan Pe-Ri. Saat pelatihan dirinya bersama yang lain mendapatkan materi pembuatan kue kering dan kemudian saat ini telah membentuk kelompok sebagai upaya untuk mengembangkan usahanya.

“Alhamdulillah saya sudah kembali ke desa saya setelah merantau, dan sekarang bersama ibu-ibu lainnya membentuk kelompok usaha teh daun jinten semoga makin maju. Terima kasih ibu Nina atas program yang telah diberikan,” kata Mutia yang juga aktif di Migrant Care.

Sementara Ny. Dewi warga Desa Sindang Kecamatan Sindang, saat ini dirinya bersama purna PMI lainnya telah membuka lapak Pe-Ri dengan berbagai produk yang siap disajikan kepada pembeli. Bahkan bersama Disnaker kini akan membuka food court dan pusat oleh-oleh produk UMKM Pe-Ri.

“Kami sekarang semangat berusaha berkat pelatihan, apalagi rencana pengembangan kedepannya cukup menjanjikan bagi bagi kami para purna PMI di Kabupaten Indramayu,” kata Dewi yang juga sebagai coordinator Pe-Ri Kecamatan Sindang. (Herman/Tongol)

Kyai Nur Fuadi : Khidmah NU dengan Dua Amanat (Diniyah dan Wathoniyah) 

0

Pemalang (Aswajanews.id) – Sebagai warga NU dalam berkhidmat memilik dia amanat yang sangat penting. Amanat yang pertama adalah amanat diniyah. Melalui amanat diniyah ini khidmah warga NU dalam menjaga agama Islam. Dalam menjaga agama ini kita harus hati hati dengan maraknya pemikiran dan aliran Islam yang menyesatkan. Saat sekarang sedang ramai di media Pondok Pesantren yang mengajarkan keilmuan yang tidak sejalan dengan idiologi Ahlussunnah wal Jamaah. Oleh karena itu dalam menjaga agama kita harus mendidik anak anak kita dengan ilmu agama yang benar di lembaga pendidikan yang jelas jelas berhaluan ahlusunah wal jamaah.

Kedua, amanat wathoniyah yaitu menjaga negara Kesatuan Republik Indonesia, dengan semboyan harga mati. Amanat ini harus kita jaga sampai kapanpun. KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Hasbullah sebagai pendiri NU sangat mencintai negara ini. Sebagai bukti kecintaan kepada tanah air NKRI sampai mengeluarkan maqolah, cinta tanah air sebagian dari iman. Pendiri bangsa ini sudah sepakat Pancasila sebagai dasar negara dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Oleh karena itu sebagai warga NU kita rawat bangsa ini dengan sebaik baiknya.

Demikian disampaikan KH Nur Fuadi selaku Pengasuh Pondok Pesantren Ali Al Fuadiyah Pemalang dihadapan warga NU Jagalempeni Selatan Kec Wanasari Kab Brebes, Kamis 6 Juli 2023 pada acara Pengajian Umum.

Mustasyar MWC NU Bantarbolang menegaskan pentingnya persatuan dan kerukunan dalam kehidupan beragama. Menjelang pemilu 2024 kita jaga kerukunan dan ukhuwah nahdliyah. Jangan sampai karena pemilu kemudian terpecah belah. Semangat ukhuwah nahdliyan akan menjadi kekuatan perekat bangsa.

Amanat kebangsaan yang harus kita junjung bersama dalam kehidupan bernegara dengan Pancasila sebagai dasar negara. Sebagai warga NU dalam berkhidmat dua amanat tersebut menjadi komitmen dalam ber NU dan berbangsa, pungkas alumni Lirboyo tahun 2000.

Menanggapi pentingnya menjaga agama dengan idiologi Ahlusunah wal jamaah, Akhmad Sururi selaku Sekretaris MWC NU Wanasari memaparkan bahwa dirinya bersama santri putri PP Lirboyo sudah masuk pada lembaga pendidikan formal. Saat Ramadlan kemarin mereka diterjunkan pada lembaga pendidikan formal untuk memberikan pemahaman ilmu agama berbasis pesantren. Hal tersebut sebagai bagian menjalankan amanat keagamaan untuk para remaja setingkat SMA.

“Sudah saatnya santri santri terjun di lembaga pendidikan formal untuk menyebarkan ilmu pengetahuan agama Islam ala ahlus sunah wal jamaah. Kalau kita tidak segera masuk, maka pemahaman Islam garis keras akan mengisi ruang ruang pendidikan formal. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan untuk keselamatan aqidah anak anak kita,” imbuh Ahmad Sururi saat ramah tamah dengan Kyai Nur Fuadi. (Nuridin)

Milangkala Desa Beber ke-143 Tahun, Momentum untuk Mewujudkan Harapan

0
Abdul Wahid Miftah Sofa, Kades Beber tahun 2022 sampai sekarang

CIAMIS (Aswajanews.id) – Pemerintahan Desa Beber Kecamatan Cimaragas Kabupaten Ciamis Jawa Barat, menggelar peringatan Milangkala Desa Beber ke-143 Tahun, Rabu (05/07/2023). Beragam acara digelar sebagai rasa syukur masyarakat atas berdirinya Desa Beber. Pada puncak Milangkala telah diadakan diantaranya ziarah ke makam para pendahulu sesepuh Beber, tahlil, khotmil qur’an, tabligh akbar dan menampilkan dokumenter singkat sejarah desa Beber.

Momentum peringatan ulang tahun (Milangkala) tersebut bertujuan untuk refleksi, introspeksi diri dan ajang silaturahmi bersama masyarakat setempat. Selain itu, Milangkala dapat menjadi pengingat dalam mewujudkan cita-cita para kepala desa terutama kepala desa yang menjabat sekarang Abdul Wahid Miftah Sofa pada tahun 2022 untuk terus tetap melestarikan budaya napak tilas sejarah singkat desa Beber di setiap wilayah dan harus bisa mensejahterakan masyarakat tentunya.

Menurut Abdul Wahid Miftah Sofa, Milangkala Desa desa Beber ke-143 dibuat dengan rangkaian acara yang meriah. “Kami mewakili segenap panitia milangkala Desa Beber ke-143 berterima kasih kepada seluruh jajaran panitia maupun pihak yang terlibat atas kerjasamanya juga mengapresiasi segenap Pemerintah Desa Beber yang telah menyumbangkan tenaga, pikiran maupun materil, hanya do’a yang kami bisa berikan semoga amal baik bapak/ibu dibalas oleh Allah SWT,” lanjutnya.

Pada tahun 1880 Beber secara resmi menjadi pemerintah desa yang dipimpin oleh Raden Mas Cakrajaya Santana sebagai kepala desanya merupakan kepala desa pertama yang tercatat secara administrasi. Tahun 1880 lah yang dijadikan acuan sebagai tahun lahirnya Desa Beber dan sampai saat ini sudah berusia 143 tahun.

“Raden Mas Cakrajaya Santana ini merupakan keturunan dari ulama penyebar agama Islam di wilayah desa Beber yaitu Mama Barhida. Pada waktu itu wilayah desa beber terbagi menjadi 18 wilayah diantaranya Gardu, Batarjati, Lewikeris, Pasirnangka (Kaler), Cikadongdong, Goler, Panggilingan, Cidahu, Pasir Uyi, Pasirnangka (Kidul), Cipetey, Cisitu, Cibungbulang, Cikadu, Cigandaria, Ciningar, Pasirgintung dan Cililitan dengan pusat pemerintah berada di Pasirgintung,” ujarnya.

Pada tahun 1943 di bawah kepemimpinan Tarhudi, pusat pemerintahan Desa Beber yang semula berada di Pasirgintung berpindah ke Pasirnangka sampai dengan sekarang.

Menurut beberapa sumber yang ada, berikut adalah nama-nama kepala desa yang pernah menjabat sebagai kepala desa Beber :

  1. Raden Mas Cakrajaya Santana pada tahun 1880 sampai 1880.
  2. Harja Santana pada tahun 1888 sampai 1896
  3. Nanta Santana pada tahun 1896 sampai 1904.
  4. Jaya Wines pada tahun 1904 sampai 1912
  5. Bapak H. Fatah pada tahun 1912 sampai 1920.
  6. Jaya Atmaja/Jamhari /Kuwu Hurmat pada tahun 1920 sampai 1928
  7. Sulaimna pada tahun 1928 sampai 1939.
  8. Sarja pada tahun 1939 sampai 1940.
  9. Majasri pada tahun 1940 sampi 1943.
  10. Turhudi pada tahun 1943 sampai 1971.
  11. Holil Suryana pada tahun 1971 sampai 1987.
  12. Sumarya/Kuwu Supan pada tahun 1987 sampai 1995
  13. Iing Sujadin pada tahun 1995 sampai 2003.
  14. Ali Nurdin pada tahun 2003 sampai 2007.
  15. H. Oman pada tahun 2007 sampai 2013.
  16. Nani Wiharma sebagai PJS pada tahun 2013 sampai 2014
  17. Ayi Mulyana sebagai PJS padatahun 2014 sampai 2015
  18. Cece Armudin sebagai PJS pada tahun 2015 sampai 2016.
  19. Abdul Holiq pada tahun 2016 sampai 2022
  20. Abdul Wahid Miftah Sofa pada tahun 2022 sampai sekarang

Acara terselenggara atas inisiatif kepala desa Beber Abdul Wahid Miftah Sofa dan beberapa tokoh masyarakat. “Sebelumnya diadakan musyawarah dengan berbagai unsur yaitu ulama, umara, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, sejarawan dan saksi hidup yang ada dan penentuan hari lahir desa beber, sehingga mendapat hasil mufakat bahwa hari lahir desa beber jatuh pada tanggal 05 Juli 1880,” ujarnya. *(Nana Suherna)

Narti Warga Randusanga Kulon Penyumbang Medali Mas Jateng di FORNAS VII

0
Narti atlet dari Randusanga Kulon Brebes, mewakili provinsi Jawa Tengah berlaga di FORNAS

BREBES (Aswajanews.id) – Festival Olahraga Masyarakat tingkat Nasional atau FORNAS VII 2023 yang berlangsung 2-9 Juli 2023 bertempat di Kab Bandung Jawa Barat telah membantu mengangkat nama harum Desa Randusanga Kulon di kancah nasional.

Narti seorang atlet dari Randusanga Kulon Brebes, mewakili provinsi Jawa Tengah berlaga di FORNAS, dari induk organisasi olahraga (Inorga) sepeda onthel di nomor atraksi sepeda, pada hari Selasa (4/7/2023) berhasil penyumbangkan medali emas untuk Provinsi Jawa Tengah.

Bermodal pengalaman bermain aktraksi sepeda roda satu maupun dua yang digelutinya sejak masih usia anak-anak sampai memiliki cucu hingga sekarang ini, ternyata mampu bertahan, walaupun usia sudah tidak muda lagi.

Atraksi sepeda dengan konsentrasi tinggi dan berlatih yang sangat keras saat masih kecil, yang saat itu untuk acara pentas seni akrobat, kini Narti menikmati menjadi atlet yang berprestasi.

Ketua Kormi Kabupaten Brebes Adi Widiarso dan Kepala Desa Randusanga Kulon, H. Afan Setiono

Keikutan Narti dalam FORNAS tak bisa lepas dari dukungan ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Brebes Adi Widiarso dan kepala Desa Randusanga Kulon, H. Afan Setiono yang berusaha memberikan motivasi agar dapat maksimal saat berjalannya lomba.

Menurut H. Afan, Ibu Narti ini sempat menolak untuk ikut FORNAS, karena saat itu berbarengan dengan acara khitanan cucunya. Namun dengan berbagai cara dan untuk kepentingan ibu Narti sendiri, alhasil Narti mau mengikuti apa yang disampaikan oleh kepada desanya.

Keberangkatan Narti juga tak bisa lepas dari pembina KORMI Brebes, Wahidin Suja yang tak henti-hentinya menghubungi H. Afan agar ibu Narti bisa ikut untuk mewakili Jawa Tengah.

Usaha yang maksimal dan kerjasama yang baik, antara KORMI Kabupaten Brebes dan Kepala Desa Randusanga Kulon dapat menghasilkan medali Mas untuk Jawa Tengah.

(Lukmanrandusanga, 6/7/2023)

“Bakul Politik” dan Kecerdasan dalam Pemilu 2024

0
Oleh : Akhmad Sururi

Setiap warga negara berhak menyalurkan aspirasi politiknya sebagaimana termaktub dalam UU Pemilu. Menyalurkan aspirasi politik merupakan bagian dari sistem demokrasi di negeri kita republik Indonesia. Keterlibatan rakyat dalam sistem demokrasi menjadi sebuah keniscayaan. Persoalannya apakah aspirasi yang kita salurkan berimbas pada kualitaa demokrasi? Atau demokrasi tersebut telah diimbuhi dengan kata perdagangan sehingga menjadi “demokrasi perdagangan”.

Demokrasi Perdagangan terkadang luput dari nilai kualitas demokrasi. Dengan rumus “Wani Piro” (berani harga berapa) pemilih menukar aspirasi suaranya dalam pemilu dengan rupiah. Transaksi tersebut tidak lepas dengan mediasi (bakul politik) yang bergerak di lapangan pada saat menjelang Pemilu. Mereka secara disebut dengan tim sukses di luar struktur partai yang berusaha untuk menyukseskan calon legislatif, presiden dan kepala daerah. Dengan berbagai cara “bakul Politik” berusaha keras untuk meraih suara sebanyak banyaknya. Kadang juga menghalalkan segala macam cara yang penting tujuan tercapai.

Untuk meraih suara dari konstituen bagi mereka tidak membutuhkan pembekalan secara formal, namun yang dibutuhkan amunisi dan komunikasi non formal dengan pihak calon. Dengan mengandalkan kemampuan komunikasi dan informasi yang dimiliki mereka bergerak dari pintu ke pintu atau melalui jaringan komunitas tertentu.

Tidak semua orang bisa melakukan komunikasi politik untuk meraih suara dengan bahasa yang bisa difahami oleh warga masyarakat. Mereka yang terbiasa berbicara dihadapan   publik seperti penceramah, juga tidak mesti bisa melakukan model komunikasi personal tersebut.

Terlepas dari kemampuan mereka, seorang Caleg kadang menjadi sasaran empuk untuk dikuras duitnya  dengan alasan masyarakat butuh ini dan itu. Bakul politik menyampaikan dengan bahasa yang meyakinkan dihadapan Caleg untuk mendapatkan sebuah uluran tangan dan kepercayaan. Sehingga Caleg merasa tertarik dan percaya kepada bakul polotik tersebut.

Pemilu 2024 sudah dekat, para bakul politik tentu sudah mempersiapkan sasaran untuk dipasarkan kepada publik.Tak peduli partai apapun yang penting secara materi ada yang bisa diberikan. Namun demikian ada juga yang melihat partai dan figur yang dicalonkan. Lebih dari itu ada satu orang bisa menjadi bakul politik dari beberapa partai politik atau beberapa calon legislatif.

Sebagai bakul politik tidak semua memahami aspirasi politik. Sebagian besar lebih terpaku dengan strategi bagaimana bisa mendapatkan banyak suara dengan berbagai cara. Sementara karakteristik masyarakat mayoritas lebih cenderung pada pemberian materi dari pada menyampaikan aspirasi. Karakteristik masyarakat dengan ekonomi dan pendidikan yang rendah tentu lebih mengedepankan kepada pemberian materi (keuntungan pribadi) spontan dari pada kebijakan politik yang berimbas secara masif untuk masyarakat dalam masa lima tahun.

Lemahnya pendidikan politik di tengah tengah masyarakat berakibat terhadap anggapan masyarakat menjadikan pemilu sebagai kesempatan mendapatkan “saweran politik”. Tidak melihat program dan kualifikasi yang dipilih. Inilah yang menjadikan nilai politik dijual dengan rendah. Mereka hanya memilih, namun tidak diberikan pendidikan untuk menjadi pemilih yang cerdas.

Sudah saatnya kita harus mewujudkan pemilu 2024 yang cerdas dengan melahirkan kebijakan politik yang bermaslahat untuk kepentingan rakyat. Oleh karena itu kepentingan pragmatis yang bersifat materi harus dipinggirkan. Bakul Politik agar ikut turut serta memberikan pencerahan dalam koridor pendidikan politik yang sehat dan santun.

Kecerdasan pemilih akan menjadi penentu masa depan bangsa dalam rentang lima tahun kedepan. Pemilu sebagai represenstasi demokrasi sangat dibutuhkan peran masyarakat yang cerdas memilih. Tanpa hal tersebu, pemilu tinggal hanya sebuah pesta lima tahun yang kurang berimbas secara signifikan kepada masyarakat. (*)

Abah Anton: Terkait Alzaytun Masyarakat Dimohon Menahan Diri

0
Mantan Kapolda Jawa Barat Anton Charliyan (Abah Anton)

INDRAMAYU (Aswajanews.id) – Merespon polemik Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun Indramayu, mantan Kapolda Jawa Barat juga Budayawan Sunda Irjen Pol (Purn) Dr Drs Anton Charliyan, MPKN, turut juga mengomentari atas maraknya kabar tentang Al Zaytun, Rabu (5/7/2023).

Ma’had Al-Zaytun atau Pondok Pesantren Al-Zaytun adalah sebuah pondok pesantren yang terletak di desa Mekarjaya, kecamatan Gantar, kabupaten Indramayu, provinsi Jawa Barat.

Pondok Pesantren Al-Zaytun ini tengah menjadi perhatian publik secara nasional. Pesantren itu viral lantaran terungkap sebuah video yang memperlihatkan pria dan wanita berada di satu saf saat menjalankan salat Idul Fitri.

Selain tata cara salat, lantunan adzan yang dikumandangkan di Pesantren Al-Zaytun Indramayu ini terbilang aneh dan nyeleneh serta tidak umum di kumandangkan di kalangan umat muslim.

Pesantren Al Zaytun ini sendiri di pimpin oleh sosok yang bernama Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang atau yang lebih dikenal dengan Panji Gumilang yang kini tengah menuai banyak reaksi keras dari berbagai kalangan rakyat Indonesia khususnya masyarakat Indramayu atas dugaan penistaan agama.

Abah Anton sapaan akrab Anton Charlyan menyampaikan bahwasanya hal ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian dan semua kiranya dapat menahan diri.

“Lembaga pendidikan harus juga sesuai dengan kaidah kaidah undang undang pendidikan, Tetapi jika itu mengatas namakan ajaran ajaran Islam ya harus sesuai juga dengan ajaran ajaran Islam.

Untuk mengukur ajaran Islam itu ada MUI dan ada lembaga lembaga lain yang bergerak dibidang keislaman yakni ada NU dan Muhammadiyah dan saya pernah menjadi salah satu tim untuk menguji satu aliran atau komunitas itu sesuai dengan keislamannya ya tinggal rukun iman dan rukun Islam saya rasa itu saja. Kalau itu berbeda ya harus di sikapi,” tandasnya saat awak media mewawancarai di kediamannya pada Selasa (4/7/2023).

Abah Anton juga menambahkan kemungkinan besar Al Zaytun itu sendiri di temukan hal hal yang berbeda, Makannya semua bereaksi. Adapun reaksi tersebut jangan melebar kemana mana dan jangan sampai Al Zaytun juga di jadikan alat politis.

“Jika di Al Zaytun ditemukan hal yang berbeda dari kaidah kaidah agama ya tutup. Kita harus bersikap, jangan lagi ada tarik ulur jika itu sudah di temukan perbedaan dari para ahli atau pakar pakar Islam baik dari MUI, Muhammadiyah dan pakar pakar Islam lainnya. Pendidikan ini untuk menciptakan kader kader bangsa, jika dasarnya saja salah maka akan menyesatkan kader kader bangsa,” imbuhnya.

Dan adapun pihak dari kepolisian itu melihat fakta fakta, Abah Anton juga meminta kepada masyarakat agar menahan diri atas apa yang sedang dilakukan oleh Bareskrim polri, ini adalah upaya quick respon dari Bareskrim polri dalam hal melakukan Kepedulian cepat atas masalah yang terjadi di tengah masyarakat yang dilakukan oleh polri dan polri akan terbuka kepada masyarakat, ,bentuk keterbukaan itu di antaranya yang berkaitan dengan oknum polri yakni SM dan TM. *(Herman/Tongol)

Musabaqah Qira’atil Kutub Nasional 2023 Digelar di Lamongan 10 Juli

0

JAKARTA (Aswajanews.id) – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar Musabaqah Qira`atil Kutub Tingkat Nasional (MQKN) Tahun 2023 di Pesantren Sunan Drajat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur pada 10-18 Juli 2023.

Kegiatan yang akan diikuti santri pondok pesantren dan mahasantri Ma’had Aly dari 35 provinsi di Indonesia ini mengusung tema ‘Rekontekstualisasi Turats untuk Peradaban dan Kerukunan Indonesia’.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Waryono

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Waryono mengatakan, MQKN 2023 ini diharapkan mampu memotivasi dan meningkatkan kemampuan santri dalam melakukan kajian dan pendalaman ilmu-ilmu agama Islam yang bersumber dari kitab kuning.

“Ini menjadi bagian dari proses kaderisasi ulama dan tokoh masyarakat di masa depan,” kata Waryono dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (4/7/2023).

Waryono mengungkapkan, satu kekhasan pesantren yang tidak dimiliki oleh entitas pendidikan lainnya adalah tradisi keilmuannya yang kuat berupa pengajaran kitab kuning (turats) yang hingga kini bertahan di pesantren.

“Melalui tradisi kajian kitab kuning, doktrin-doktrin kitab kuning yang bersumber dan merujuk Alquran dan Sunnah sebagai sumber utama, menjadi ruh dan jiwa yang menggerakkan dan mengarahkan kehidupan pesantren,” jelasnya.

Selain itu, tambah Waryono, acara MQKN 2023 ini diharapkan mampu melahirkan silaturahmi yang baik antar pesantren seluruh Indonesia untuk memperkokoh persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia merinci beberapa jenis lomba yang digelar dalam acara MQKN 2023 tersebut antara lain; Musabaqah Qira’atil Kutub, Debat Bahasa Arab dan Inggris, Bahtsul Kutub, Debat Qanun hingga Lalaran Nadhom. Lomba Musabaqah Qira’atil Kutub bertujuan untuk menggali kemampuan santri dalam membaca, menerjemahkan dan memahami kitab kuning. Lomba ini terbagi ke dalam tiga Marhalah, yaitu Marhalah Ula, Marhalah Wustha, Marhalah Ulya dengan kategori peserta perorangan (putra dan putri).

“Peserta yang akan mengikuti lomba tersebut adalah para santri pesantren dan mahasantri Ma’had Aly dari 35 Kafilah Provinsi di Indonesia dan Pesantren Sunan Drajat selaku tuan rumah MQKN tahun 2023,” paparnya.

Para panitia yang tergabung dalam penyelenggara MQKN tahun 2023 ini merupakan gabungan dari unsur Kementerian Agama, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Lamongan, dan Pesantren Sunan Drajat.

Waryono mengungkapkan, serangkaian acara MQKN 2023 ini nantinya juga akan digelar Halaqoh Ulama’ Nasional yang diikuti oleh 300 kiai/nyai nasional pada tanggal 15-17 Juli 2023.

Para kiai/nyai tersebut terdiri dari beberapa unsur, meliputi Pengasuh Pondok Pesantren, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (tingkat wilayah dan cabang), Forum Komunikasi Pendidikan Muadalah (FKPM), Asosiasi Ma’had Aly (AMALI), Asosiasi Pendidikan Diniyah Formal (ASPENDIF), Forum Komunikasi Pondok Pesantren Salafiyah (FKPPS), hingga Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT).

Halaqoh ini nantinya menjadi ruang pertemuan para ulama-ulama pesantren untuk mendiskusikan problem tantangan peradaban baru, melalui manhaj dan tradisi keislaman sebagaimana yang selama ini dijaga diamalkan oleh para ulama pesantren.

Selain itu, akan ada Pesantren Bisnis Expo yang menjadi ajang pameran bisnis pesantren. Para santri akan menampilkan berbagai produk unggulan pesantren yang memiliki nilai ekonomi, baik berupa komoditas, jasa, fashion, maupun inovasi teknologi. “Akan ada 100-an booth pesantren hasil binaan Kemenag lewat program inkubasi bisnis pesantren. Yang mana program tersebut merupakan salah satu program prioritas Menteri Agama, yakni Kemandirian Pesantren,” terangnya. *(Nuridin)

Kunjungan Wisatawan ke Waduk Darma Kuningan Meningkat 200 Persen

0
Waduk Darma, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat

KUNINGAN (Aswajanews.id) – Pengelola wisata Waduk Darma, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pada momentum libur Idul Adha 1444 Hijriah mengungkapkan jumlah wisatawan yang berkunjung di waduk itu meningkat lebih dari 200 persen dibandingkan hari biasa.

Seorang pengelola Waduk Darma Kabupaten Kuningan Ujer di Kuningan, Kamis, mengatakan pada libur Idul Adha 1444 Hijriah wisatawan yang berlibur ke Waduk Darma meningkat, dan kalau dilihat pelat kendaraan itu berasal dari berbagai daerah.

“Jumlah wisatawan mengalami peningkatan bisa hari biasa, maupun akhir pekan,” katanya.

Ujer mengatakan pada hari biasa jumlah pengunjung di Waduk Darma Kuningan, berkisar 100 sampai 200 orang, namun pada libur Lebaran Idul Adha 1444 Hijriah jumlah wisatawan sampai 600 orang lebih.

Menurutnya peningkatan jumlah wisatawan juga seiring dengan adanya revitalisasi Waduk Darma, sehingga masyarakat banyak yang datang ingin berkunjung. Bahkan lanjut Ujer, pada libur Lebaran Idul Adha 1444 Hijriah, wisatawan yang datang dari berbagai daerah, ada Jakarta, Bandung, Tegal, dan lain sebagainya.

“Memang setelah adanya revitalisasi peningkatan pengunjung cukup signifikan, bila dibandingkan sebelum revitalisasi,” tuturnya.

Sementara itu, seorang pengunjung Kanna mengatakan dirinya bersama keluarga sengaja liburan ke Waduk Darma, setelah melihat dari berbagai media, bahwa Waduk Darma sudah lebih baik.

Sehingga dirinya penasaran dan pada libur Idul Adha 1444 Hijriah menyempatkan untuk berlibur ke Waduk Darma, dan memang wisatanya cukup bagus, apalagi ketika naik perahu mengelilingi Waduk tersebut.

“Wisatanya bagus, terutama saat mengelilingi dengan perahu, selain itu alamnya juga sejuk,” katanya. *(Ant)

Jawa Barat Gulirkan Program Pemutihan Pajak Kendaraan Selama Juli-Agustus 2023

0
Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Jawa Barat

BANDUNG (Aswajanews.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) kembali kembali menggulirkan program pemutihan bea balik nama (BBN) dan diskon pajak kendaraan bermotor (PKB) selama bulan Juli hingga Agustus 2023.

“Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan keringanan bagi masyarakat dalam membayar pajak kendaraan. Program pemutihan ini berlaku untuk dua bulan, dimulai sejak tanggal 3 Juli 2023,” kata Kepala Bapenda Jawa Barat, Dedi Taufik, ketika dihubungi di Bandung, Selasa.

Dia menuturkan ada dua program yang ditawarkan yakni bebas Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) II atau bea balik nama kendaraan bekas.

Di dalam program ini, pokok dan denda Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Penyerahan Kedua akan dibebaskan sedangkan program kedua adalah diskon pajak kendaraan bermotor.

Akan tetapi tidak semua kendaraan mendapatkan diskon pajak dan diskon hanya diberikan khusus kendaraan yang menunggak lebih dari tujuh tahun.

Dia mengatakan kendaraan yang tidak bayar pajak lebih dari tujuh tahun cukup membayar tiga tahun saja.

“Program ini juga merupakan upaya terus meningkatkan kepatuhan wajib pajak dan tertib administrasi, dampaknya akan positif. Dari sisi kepatuhan meningkat dari sisi pendapatan juga terjaga, keringanan juga terasa oleh masyarakat,” kata Dedi.

Program serupa pada tahun lalu di periode yang sama dimanfaatkan oleh 2,276 juta Wajib Pajak (WP).

Rata-rata harian penerimaan pajak kendaraan bermotor dari Rp28,32 miliar menjadi Rp40,41 miliar atau sebesar 42,67 persen.

Selain itu, selama program pemutihan berlangsung terjadi kenaikan jumlah rata-rata harian kendaraan bermotor yang membayar pajak dari 34.136 kendaraan menjadi 45.367 kendaraan atau sebesar 32,90 persen.

Untuk Bebas BBNKB meliputi Pembebasan Pokok dan Denda Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Penyerahan Kedua untuk seluruh masyarakat Jawa Barat yang melakukan Balik Nama.

Adapun untuk persyaratan ialah STNK Asli, E-KTP Asli Pemilik Baru, SKKP/SKPD Terakhir, BPKB Asli, Bukti Pengalihan Kepemilikan, Kendaraan dihadirkan di Samsat, Bukti Hasil Cek Fisik dan semua Berkas Difotokopi

Lalu untuk Diskon PKB, adapun persyaratan ialah STNK Asli, E-KTP Asli Pemilik Baru, SKKP/SKPD Terakhir, BPKB Asli, Kendaraan dihadirkan di Samsat dan Bukti Hasil Cek Fisik. *(Ant)

Bareskrim Belum Tetapkan Panji Gumilang Tersangka Usai Diperiksa 9 Jam

0
Pengasuh Pondok Pesantren Al Zaytun memberikan keterangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan klarifikasi sebagai terlapor dugaan penistaan agama di Bareskrim, Mabes Polri, Senin (3/7/2023)

JAKARTA (Aswajanews.id) – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri belum menetapkan pimpinan Pondok Pesantren Al Zaytun Panji Gumilang sebagai tersangka usai menjalani pemeriksaan dan klarifikasi selama lebih kurang sembilan jam.

Direktur Penyidikan Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Polisi Djuhandhani Rahardjo di Jakarta, Senin malam, mengatakan pemeriksaan terhadap Panji Gumilang masih tahap penyelidikan, belum mengarah ke penyidikan.

“Kami masih penyelidikan, (Panji Gumilang) diundang untuk klarifikasi,” kata Djuhandhani.

Panji Gumilang memenuhi panggilan penyidik Bareskrim untuk diminta klarifikasi terkait laporan dugaan tindak pidana penistaan agama.

Pimpinan Ponpes Al Zaytun itu tiba di Bareskrim Polri pada Senin siang sekitar pukul 13.50 WIB dan mulai menjalani pemeriksaan pukul 14.00 WIB. Pemeriksaan berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 WIB atau selama lebih kurang sembilan jam lamanya.

Ditemui usai pemeriksaan, Panji Gumilang mengatakan bahwa dirinya telah menjawab semua pertanyaan penyidik dengan sempurna, termasuk soal isu adanya bekingan dari Istana.

“Semua sudah dijawab dengan sempurna, apa yang ditanyakan penyidik,” katanya.

Panji menyebut penyidik mengajukan lebih dari 30 pertanyaan kepada dirinya.

“Pertanyaan yang diberikan kepada saya lebih dari 30 pertanyaan dan sudah bisa dijawab dengan baik. Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar,” kata Panji.

Sebelumnya, penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri, Senin (3/7) 2023 memutuskan meningkatkan status penanganan perkara kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan pengasuh Pondok Pesantren Al Zaytun, Panji Gumilang ke tahap penyidikan setelah melaksanakan gelar perkara.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro, Selasa (4/7) dini hari mengatakan gelar perkara dilaksanakan setelah pihaknya meminta keterangan klarifikasi dari Panji Gumilang.

“Selesai pemeriksaan penyidik telah melaksanakan gelar perkara. Adapun kesimpulan gelar perkara bahwa perkara ini dari penyelidikan dinaikkan menjadi penyidikan,” katanya.

Usai menaikkan status penanganan perkara, kata dia, mulai Selasa (4/7) ini pihaknya sudah mulai melaksanakan upaya-upaya penyidikan.

Hingga saat ini, katanya, penyidik sudah melakukan pemeriksaan empat orang saksi, kemudian lima orang saksi ahli, serta terlapor Panji Gumilang

“Ini sudah cukup untuk meyakini bahwa ada perbuatan pidana,” katanya.

Dalam pemeriksaan klarifikasi Panji Gumilang, pihaknya menanyakan 26 pertanyaan kepada pengasuh Ponpes Al Zaytun tersebut. Pertanyaan itu seputar, sejarah Al Zaytun, struktur organisasi yayasan dan terkait beredarnya video yang menjadi bahan pertanyaan masyarakat.

“Yang bersangkutan (Panji) menjawab semua dan mengakui bahwa apa yang di video itu adalah benar ‘statement’-nya dan memang benar yang dilakukan oleh yang bersangkutan,” katanya. *(Ant)

Pakan Penyebab Harga Daging Ayam Belum Turun di Kota Bandung

0
Pedagang ayam potong tengah melakukan aktivitas di salah satu pasar di Kota Bandung. (ANTARA)

BANDUNG (Aswajanews.id) – Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, Jawa Barat, menyebutkan masalah terkait pakan menjadi penyebab harga daging ayam belum turun, sementara harga cabai masih tinggi karena pasokan yang kurang.

“Salah satu faktor penyebab kenaikan harga daging ayam karena harga pakan yang naik, kemudian permintaan yang meningkat. Sementara cabai karena pasokan terganggu sedangkan permintaan juga meningkat,” ucap Kepala  Disdagin Kota Bandung Elly Wasliah saat dikonfirmasi di Bandung, Senin malam.

Elly menjelaskan bahwa hingga saat ini, sudah seminggu lebih harga daging ayam dan cabai masih belum beranjak turun, di mana harga daging ayam di pasar tradisional mencapai Rp40.000-Rp42.000/kg, sedangkan harga cabai rawit Rp40.000-R50.000/kg. Lalu harga cabai tanjung Rp80.000-Rp100.000/kg di pasar tradisional.

Namun, kata Elly, harga daging ayam ada perbedaan di toko ritel yang jauh lebih murah dibandingkan pasar tradisional.

“Kemarin hari Minggu saya memantau ke salah satu toko ritel. Harga daging ayam dibanderol Rp29.900. Itu beratnya 0,8 kg atau 0,9 kg. Kalau per kilogramnya jatuh di harga Rp33.000,” ucapnya.

Terkait faktor penyebab belum turunnya harga daging ayam dan cabai di pasaran, menurut Kepala Bidang Distribusi dan Perdagangan Pengawasan Kemetrologian Disdagin Kota Bandung Meiwan Kartiwa karena permintaan yang meningkat imbas dari Idul Adha.

“Termasuk untuk cabai pun permintaannya meningkat. Cabai merah tanjung sering dipakai untuk masak besar, apalagi di Hari Raya Idul Adha,” jelas Meiwan. Ia juga menjelaskan alasan perbedaan harga daging ayam antara pasar tradisional dengan toko ritel. Menurutnya, di pasar tradisional rata-rata menjual daging ayam per kilogram. Sementara di toko ritel tidak per kilogram.

Faktor lainnya, kata dia, adalah rantai pasok di mana toko ritel mendapatkan ayam yang sudah dipotong dari distributor langsung dan tinggal dijual, sedangkan di pasar tradisional alurnya lebih panjang.

“Biasanya kurang dari 1 kg, seperti 0,8 kg atau 0,9 kg beratnya, dan rantai pasoknya pertama mereka dapat dari peternak, kemudian dari distributor. Di pasar ada bandar lagi, dari bandar baru ke pengecer. Dari distributor ke bandar pasti ambil untung lagi. Makanya bisa terjadi perbedaan,” ujarnya.

Berbeda dengan cabai. Ia menjelaskan cabai yang dijual di toko ritel lebih mahal karena kualitasnya sudah dipilih yang bersih dan dikemas dengan baik yang berbeda dengan cabai yang ada di pasar tradisional.

Untuk mengembalikan kestabilan harga daging ayam dan cabai, Meiwan menuturkan sampai saat ini pihaknya masih terus memantau harga dan ketersediaan.

“Ketersediaan dulu yang kita pastikan aman sambil kita memantau pergerakan harganya. Kami juga terus berkoordinasi dengan pihak distributor ayam dan cabai, serta daerah penghasil. Kenaikan daging ayam dan cabai bukan hanya di Kota Bandung, tapi rata hampir di semua daerah,” tuturnya. *(Ant)

Pelaku Pembakaran Istri dan Dua Anak di Jakarta Timur Terancam 12 Tahun Penjara

0
Arist Merdeka Sirait, Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak memberikan keterangan pers

JAKARTA (Aswajanews.id) – Pembakaran istri dan dua anaknya yang berusia 12 dan 15 Tahun secara hidup-hidup lantaran cemburu istrinya selingkuh dengan pria lain di salah satu rumah kontrakan di Jl. Inspirasi PPD, Cakung Jakarta Timur merupakan perbuatan sadis dan keji.

Ketiga korban dibakar hidup-hidup dengan menyiramkan bensin ke tubuh tiga korban, saat ketiga korban asyik bermain Handphone di rumahnya.

Ketika ketiga korban berteriak minta tolong karena kesakitan dan kepanasan, namun suaminya justru membiarkan korban menahan kesakitan.

Mengingat luka yang dirasakan begitu serius akhirnya ketiga korban dibawah ke rumah sakit atas bantuan masyarakat.

Ibu dan dua anaknya yang menderita luka berat itu, saat ini korban telah mendapat penanganan medis serius di dua rumah. Anak korban berusia 12 tahun posisinya menderita luka berat dan saat ini telah mendapat perawatan intensif sementara pelaku saat ini sedang mendapat perawatan di Rumah Sakit Polri Keramat Jati Jakarta Timur.

Atas perbuatan pelaku, pelaku terancam ketentuan UU RI tentang Tindak Pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT) junto Pasal 81 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 12 tahun penjara.

Perbuatan pelaku membakar istri dan dua orang anak biologisnya masing-masing usia 12 dan 15 tahun dengan cara lebih dulu menyiramkan bensin ke tubuh istrinya lalu dipantik dengan korek api. Lalu api menyambar tubuh kedua anaknya yang sedang asyik bermain handpone.

Untuk memberikan dukungan semangat hidup kepada ketiga korban, Komisi Nasional Perlindungan Anak DKI Jakarta dan tim lotigasi dan Advokasi untuk Rehabilitasi Sosial anak dan berkordinasi de gan Unit PPA Jakarta Timur segera bertemu korban untuk memberikan layanan trauma psikologis dan melakukan pengawalan proses hukum, demikian disampaikan Ketua Komnas Perlindungan Anak DKI Jakarta Cornelia Agatha, Senin (03/07/2023).

“Untuk memberikan layanan sosial dan layanan hukum dan fasilitasi layanan terapi phikoligi sosial saya segera berkordinasi dengan rekan-rekan yang bertugas di layanan Unit PPA proses yang menangani kasus ini,” tambah Cornelia Agatha.

Komisi Nasional Perlindungan Anak juga meminta kepada Polres Jakarta Timur, jika pelaku sudah pulih dari sakitnya segeralah menahan pelaku untuk dimintai keterangan dan pertanggungjawaban hukumnya dan untuk segera melimpakan berkas perkaranya ke Jaksa penuntut umum, demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas perlindungan anak dalam keterangan persnya di kantornya, Senin (03/07).

Komisi Nasional Perlindungan anak juga memberikan apresiasi dan terima kasih kepada kepada Polres Jakarta dan satresktimum dan jajaran operasional penyidik PPA yang sudah kerja untuk memberikan pertolongan terhadap ketiga korban.

“Kejadian sadis dan tak manusiawi ini jangan pernah terjadi lagi dan dalam situasi apalun konflik dalam rumah tanggah mari menahan diri dan perbanyaklah beribadah, dialog dan berkomunikasi,” tambah Arist. *(Nuridin)

Jatimulya Berhasil Meraih Juara Pertama Lomba Satkamling Tingkat Polda Jabar

0
Desa Jatimulya berhasil meraih juara pertama lomba Satkamling (Satuan Keamanan Lingkungan) tingkat Polda Jabar, Senin (3/7/2023)

INDRAMAYU (aswajanews.id) – Desa Jatimulya, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, berhasil meraih juara pertama lomba Satkamling (Satuan Keamanan Lingkungan) tingkat Polda Jabar, Senin (3/7/2023).

Kuwu Jatimulya dalam sambutan yang mengatakan, sore hari ini senin tanggal 3 Juli 2023, kita masih diberi kesehatan baik jasmani dan rohani yang akhirnya kita semua bisa kembali bertemu itu semua atas izin Allah.

“Dan Alhamdulillah apa yang kita harapkan bersama telah meraih Juara tingkat provinsi lomba Satkamling, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak kita telah melaksanakan kegiatan tersebut,” ujarnya.

Kuwu Rastim, SH, berharap kedepan kita tingkatkan lagi terutama para ketua RT/RW, untuk menjadi pemicu kegiatan satkamling kita harus berjuang untuk mempertahankan predikat nomor 1 Jawa Barat

Kuwu Jatimulya Rastim, SH akan selalu memberikan motivasi terhadap pentingnya poskamling yang sekarang disebut Satkamling.

Kuwu Rastim menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak terkait yang ikut terlibat baik langsung maupun tidak langsung sehingga hasil terbaik dapat diraih.

Lanjut dia, keberhasilan yang dicapai ini tentunya tidak dapat dilakukan oleh aparatur pemerintahan desa semata, tetapi berkat dukungan penuh dari masyarakat sehingga program Satkamling tersebut dapat berjalan dengan baik.

“Semoga kedepan prestasi gemilang ini dapat dipertahankan, bahkan prestasi di bidang lainnya juga harus bisa kita raih,” tegas Kuwu Rastim SH.

Turut hadir Porkopincam Kecamatan Terisi, Ketua BPD, RT) RW, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, Ibu ibu pkk MUI, Kelompok Tani dan undangan yang lainnya. (Prapto/Herman Tongol)

1.146 Wisatawan Kunjungi Goa Sunyaragi Cirebon pada Libur Bersama

0
Sejumlah wisatawan saat berkunjung ke Goa Sunyaragi Kota Cirebon, Jawa Barat. (Humas)

CIREBON (Aswajanews.id) – Kepala Bagian Humas Badan Pengelola Taman Air Goa Sunyaragi (BPTAGS) Kota Cirebon, Jawa Barat Eko Ardi Nugraha mengatakan wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Goa Sunyaragi pada libur Idul Adha 1444 Hijriah mencapai 1.146 orang.

“Jumlah pengunjung itu kami catat dalam waktu tiga hari setelah Idul Adha tepatnya pada hari Jumat (30/6) sampai Minggu (2/7),” kata Eko di Cirebon, Senin (3/7/2023).

Menurut dia, selama libur Idul Idul Adha 1444 Hijriah dan cuti bersama, wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata Goa Sunyaragi Kota Cirebon, meningkat bila dibandingkan hari biasa atau normal.

Eko mengatakan selama tiga hari, terdapat 1.146 orang yang berkunjung ke Goa Sunyaragi Kota Cirebon, dengan perincian pada hari pertama jumlah pengunjung 323 orang, hari kedua 394 orang, dan hari ketiga Minggu (2/7) sebanyak 429 orang.

Eko menambahkan pengunjung kebanyakan masih berasal dari wilayah sekitar Cirebon, namun jumlah pengunjung dari wilayah Bandung mengalami peningkatan sebesar 5-8 persen.

“Pengunjung masih dari wilayah Cirebon, akan tetapi dari Bandung sudah mulai banyak, mungkin dipengaruhi oleh dibukanya Tol Cisumdawu,” tuturnya. Menurut dia, Tol Cisumdawu bisa mempengaruhi kunjungan wisatawan ke Kota Cirebon, karena perjalanan dari Bandung ke Kota Cirebon hanya sekitar 1,5 jam hingga 2 jam. Sehingga warga Bandung dan sekitarnya kini bisa memilih berwisata dan kulineran di Kota Cirebon.

“Tol Cisumdawu bagus untuk kebangkitan pariwisata di Jawa Barat khususnya di Kota Cirebon, sebab Cirebon kini menjadi tujuan wisata alternatif selain Puncak Bogor dan Pantai Pangandaran,” katanya.

Sementara itu, Danang, salah seorang pengunjung asal Bandung mengaku baru pertama kali berkunjung ke objek wisata Goa Sunyaragi. Ia sengaja datang bersama keluarganya karena penasaran dengan situasi Goa Sunyaragi yang sempat dilihatnya di media sosial.

“Lihat di Instagram, Goa Sunyaragi kayaknya bagus seperti jaman kerajaan. Apalagi setelah datang memang lokasinya bagus bersih, parkir luas dan tiketnya murah,” katanya.

Eko menambahkan untuk tiket objek wisata Goa Sunyaragi sebesar Rp15 ribu per orang bagi umum, dan Rp10 ribu bagi pelajar dan mahasiswa. Tiket juga bisa dibeli offline di loket yang berada di lokasi objek wisata dan juga bisa melalui offline melalui platform Traveloka dan Cirebon Tiket. *(Ant)

Neng Ida Mendukung Program Kegiatan Alumni dan Santri Mubtadi’at Pada Lembaga Pendidikan Formal

0
Neng Ida saat menerima sowan perwakilan alumni di kediaman Hj Munjaziroh komplek Rest Area Rumah Makan Kita Exit Tol Pejagan, Ahad (2/72023)

BREBES (Aswajanews.id) – Hj Umi Sa’ adah Anwar yang akrab disapa dengan Neng Ida mendukung gerakan alumni Pesantren Mubtadiat untuk menyebarkan ilmu pengetahuan agama di lembaga pendidikan formal. Hal tersebut setelah menanggapi laporan dari Khulasoh didampingi Alfi Syahrini selaku perwakilan alumni santri Brebes sebagai kordinator kegiatan Pesantren Ramadlan tahun 2023 di Kab Brebes.

“Saya sangat mendukung apa yang telah dilakukan oleh alumni Pesantren Mubtadiat untuk menyebarkan ilmu pengetahuan agama Islam pada lembaga pendidikan formal. Hal tersebut sudah berjalan di wilayah kota Kediri. Oleh karena itu progran kegiatan yang baik ini agar terus dilanjutkan,” kata Neng Ida.

Lebih lanjut Pengasuh Pondok Pesantren Darus Sa’adah Lirboyo berharap disamping pada lembaga pendidikan formal juga masuk pada jam’iyah di kampung kampung. “Kita berikan pemahaman tentang tahjizul mayit dan ubudiyah yang lainya,” pungkas Neng Ida saat menerima sowan perwakilan alumni di kediaman Hj Munjaziroh komplek Rest Area Rumah Makan Kita Exit Tol Pejagan, Ahad 2 Juli 2023.

Secara terpisah Akhmad Sururi selaku Wakil Ketua LTN NU Kab Brebes menyampaikan dukungan yang sama untuk santri dan alumni Pondok Pesantren Mubtadi’at yang telah melaksanakan kegiatan Pesantren Ramadlan 2 tahun berturut turut di lembaga pendidikan formal.

Kehadiran komunitas Pesantren Salaf pada lembaga pendidikan formal sangat penting. Mengingat jam tatap muka untuk mapel PAI sangat sedikit dalam satu Minggu. Sementara materi pengetahuan agama Islam sangat banyak. Oleh karena itu melalui kegiatan Pesantren Ramadlan sangat bermanfaat untuk pendalaman dan pemahaman ilmu agama Islam.

“Kedepan dengan adanya Kurikulum Merdeka maka pengamalan dan pemahaman ajaran agama Islam perlu ditingkatkan. Hal tersebut karena menjadi bagian dari penguatan profil pelajar Pancasila,” imbuh alumni Lirboyo angkatan tahun 2000. *(Nuridin/Red)

Korupsi BOS Kemenag Jabar 22 M Divonis 4 dan 1 Tahun Bui

0
Pembacaan Vonis terhadap empat terdakwa kasus korupsi BOS Kemenag Jabar di Pengadilan Tipikor Bandung, Senin (3/7/2023).

BANDUNG (Aswajanews.id) – Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung menjatuhkan vonis 4 serta 1 tahun penjara kepada Euis Heryani dan Salman Alfarisi, terdakwa kasus suap dana BOS Kemenag Jabar. Ibu dan anak itu diputus bersalah bersama 2 terdakwa lainnya karena merugikan keuangan negara hingga Rp 22.138.907.079 atau Rp 22 miliar.

Vonis terhadap empat terdakwa kasus korupsi BOS Kemenag Jabar itu dibacakan Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Bandung Dodong Iman Rusdani. Selain Euis dan Salman, dua terdakwa lainnya yaitu Ai Lathopah dan Mila Karmila diputus bersalah melanggar Pasal 3 jo Pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke- 1 KUHP.

Majelis hakim membacakan vonis terhadap Euis Heryani terlebih dahulu. Ketua KKMTs Jabar Tahun 2017-2018 itu divonis selama 4 tahun penjara serta denda Rp 400 juta subsidair 4 bulan kurungan penjara.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Euis Heryani terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, sebagaimana dalam dakwaan subsidair,” kata Dodong saat membacakan amar putusannya, Senin (3/7/2023).

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 4 tahun dengan denda Rp 400 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 4 bulan,” ucapnya menambahkan.

Selain pidana badan, Euis juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp 3,175 miliar. Jika uang pengganti tersebut tidak mampu dibayar, maka akan diganti dengan pidana penjara selama 2 tahun.

Dodong selanjutnya membacakan vonis terhadap Ai Lathopah. Bendahara KKMTs Jabar Tahun 2017-2018 itu pun divonis dengan pidana penjara selama 4 tahun dengan denda Rp 400 juta subsidair 4 bulan kurungan penjara.

Selain pidana badan, Ai divonis harus membayar uang pengganti sebesar Rp 4,037 miliar. Jika uang pengganti tersebut tidak mampu dibayar, maka akan diganti dengan pidana penjara selama 2 tahun.

Putusan selanjutnya dibacakan Dodong terhadap terdakwa Mila Karmila. Mantan Manager Operasional CV Citra Sarana Grafika divonis pidana penjara selama 1 tahun 2 bulan dengan denda Rp 100 juta subsidair 2 bulan penjara.

Kemudian putusan terakhir dibacakan Dodong terhadap terdakwa Muhammad Salman Alfarisi. Direktur CV Arafah sekaligus anaknya Euis Heryani ini divonis 1 tahun penjara dengan denda Rp 100 juta subsidair 3 bulan kurungan penjara.

Selain pidana badan, Salman diputus untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 508 juta. Namun karena Salman sudah membayar Rp 300 juta, maka sisa pidana uang pengganti yaitu Rp 208 juta dengan ketentuan apabila ia tidak mampu membayar maka akan diganti dengan kurungan penjara selama 6 bulan.

Usai putusan, tiga terdakwa yaitu Euis, Ai dan Salman kompak mengatakan akan pikir-pikir terhadap vonis tersebut. Hanya Mila Karmila yang menyatakan menerima putusan yang dibacakan majelis hakim. (Red)

Sistem PPDB 2023 Jauh dari Rasa Keadilan

0
Asep Syaepudin, Ketua Komunitas Peduli Pendidikan Merah Putih Jawa Barat

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SD, SMP, SMA, SMK dan SLB di Jawa Barat tahun 2023 tidak banyak mengalami perubahan mengingat acuannya masih tetap yaitu Peraturan Menteri Pendidikan No.1 Tahun 2021 Tentang PPDB pada TK, SD, SMP, SMA, dan SMK, demikian pula aturan pada tingkat daerah masih mengacu kepada Pergub jawa barat No.29 Tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru pada SMA, SMK dan SLB. Secara umum aturan PPDB tidak banyak perubahan tetapi pada pelaksanaan di lapangan masih ada persoalan di masyarakat umum.

KPPMP-JABAR adalah Komunitas Peduli Pendidikan Merah Putih Jawa Barat yang diketuai oleh Asep Syaepudin juga sebagai aktivis gerakan serikat pekerja/serikat buruh di Jawa Barat serta dibantu oleh Kang Pandu Turiman sebagai wakil ketua, sekertaris Sri Haryati, anggota Agus Triana, Ara Suhara, Aty Sumiyati, Lina Herlina,S.H.

KPPMP-JABAR, yaitu kumpulan atau komunitas orang-orang yang mempunyai perhatian terhadap dunia kependidikan khususnya di Jawa Barat yang tugas pokoknya mendampingi pendampingi kepada setiap siswa yang akan memasuki jenjang pendidikan, pendampingan kepada siswa-siswa yang bermasalah dengan biaya sekolah, siswa yang ditahan ijasahnya setelah mereka lulus tetapi belum melunasi tunggakannya, siswa yang bermasalah dengan hukum, mengamati sistem penerimaan pendaftaran peserta didik baru (PPDB) tahun 2023 serta banyaknya pengaduan dan keluhan di masyarakat membuat KPPMP-JABAR berpandangan bahwa system PPDB Tahun 2023 belum memenuhi rasa keadilan dimasyarakat bagi para siswa-siswa yang akan memasuki jenjang sekolah ke SDN, SMPN, SMAN dan SMKN disemua jalur pendaftaran yang meliputi jalur kuota afirmasi, KETM-RMP, zonasi, prestasi, nilai raport dan dispensasi serta masih banyaknya kepentingan di internal dan ekternal sekolah.

Sistem zonasi dengan tujuan awal untuk pemerataan sekolah dan menghindari sekolah unggulan/favorit akhirnya menjadi salah dari tujuan awal (multi tafsir) karena infrastuktur sarana sekolah masih kurang tidak merata, kapasitas sekolah negeri tidak sebanding dengan jumlah anak usia yang akan memasuki sekolah ke negeri alhasil tidak semua anak duduk disekolah negeri sehingga harus masuk ke sekolah swasta dengan biaya yang sangat tinggi/mahal pada hal menurut UUD 1945 Pasal 31 ayat 1 bahwa setiap warga Negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya tetapi banyak sekolah khususnya sekolah swasta masih ada biaya yang harus dibayarkan semisal uang pendaftaran, bayar SPP, bayar uang bangunan, bayar daftar ulang hal inilah yang memicu rasa ketidak adilan serta masih ada kelemahan lainnya pada jalur zonasi yaitu peta koordinat yang kurang tepat, memicu kelebihan daya tampung sekolah, memicu kecurangan baru, minat belajar siswa kurang dikarenakan siswa yang jaraknya rumahnya dekat dengan sekolah negeri berpandangan pasti keterima ke sekolah negeri maka sistim zonasi perlu dibarengi dengan nilai raport setiap penerimaan PPDB.

Pemerintah kota Bandung yang memutuskan Jalur jarak zonasi pada masa PPDB Tahun ajaran 2023-2024 yang semula maksimal dua kilometer diubah menjadi satu kilometer ini berarti berdasarkan pola zonasi hanya mereka yang tinggal dalam radius satu kilometer dari sekolah yang bisa bersekolah negeri ini menimbulkan banyak ragam komentar dari para orang tua siswa/warga masyarakat dengan merespon ungkapan kekecewaan karena harapan untuk masuk ke sekolah negeri menjadi semakin tipis harapan.

Jalur afirmasi rawan melanjutkan sekolah Keluarga ekonomi tidak mampu (KETM-RMP) juga sama banyak yang belum terakomodir dengan bukti yang sudah jelas sebagai keluarga ekonomi kurang mampu tetapi masih belum bisa keterima tidak lolos kesekolah negeri karena terkendala oleh birokrasi, belum lagi tahapan-tahapan PPDB semua tahapan secara online banyak orangtua calon siswa yang masih kesulitan secara teknis.

Untuk itu KPPMP-JABAR berharap kepada pemerintah melalui Disdik dalam pelaksanaan PPDB harus mewujudkan PPDB yang objektip, Tranfaran dan akuntabel yang harus dikembalikan lagi ke sistem nilai raport umum. (*)

Google search engine
0FansSuka
3,912PengikutMengikuti
22,300PelangganBerlangganan

Recent Posts