Beranda Pendidikan Mujahadah dan Ilmu Tasawuf Penting Dipelajari Demi Keselamatan Hidup

Mujahadah dan Ilmu Tasawuf Penting Dipelajari Demi Keselamatan Hidup

1

BREBES (Aswajanews.id) – Ilmu tasawuf memiliki peran penting dalam membersihkan hati dari kotoran batin atau yang disebut najis batin. Selain mempelajari ilmu syariat tentang thaharah untuk membersihkan najis dan hadas, umat Islam juga dianjurkan mendalami ilmu tasawuf yang di dalamnya terdapat amalan mujahadah dan wirid tertentu.

Hal tersebut disampaikan Mustasyar PCNU Brebes, KH Mansur Tarsudi, saat mengawali kegiatan Mujahadah Ahad Manis di Masjid Jami Baiturrahman Sigedeg, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes.

Menurut KH Mansur, seseorang yang hanya menjalankan ibadah secara lahiriah dalam ilmu fikih tanpa membersihkan hati melalui mujahadah, dikhawatirkan masih terjerumus dalam perbuatan dosa. Pernyataan tersebut, kata dia, juga dijelaskan dalam sejumlah kitab tasawuf.

“Ilmu tasawuf menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim karena berfungsi membersihkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” ujarnya.

Ia menjelaskan, wirid dalam dunia tarekat harus memiliki sanad yang bersambung hingga Nabi Muhammad SAW. Menurut kesepakatan ulama, terdapat sekitar 42 tarekat mu’tabarah yang diakui, di antaranya Tarekat Qadiriyah, Syadziliyah, Tijaniyah, dan lainnya.

“Masing-masing tarekat memiliki wirid tersendiri yang diajarkan oleh guru atau mursyid dalam tarekat tersebut,” jelas alumni Pondok Pesantren Tebuireng Jombang itu.

KH Mansur juga menegaskan pentingnya mengikuti jalan dan perilaku para ulama dalam bertarekat serta tetap berpegang teguh pada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah.

Ia menjelaskan bahwa ulama Aswaja mengakui seluruh Khulafaur Rasyidin, yakni Sayyidina Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali sebagai sahabat Nabi Muhammad SAW. Berbeda dengan kelompok Syiah yang hanya mengakui Sayyidina Ali bin Abi Thalib.

“Mujahadah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam dunia tarekat. Mujahadah juga merupakan perintah Allah SWT sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an, yaitu berjuang di jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya,” katanya.

ABE74CFF 0E02 4072 A192 01D96C93FE8E

Menurutnya, setiap Muslim perlu membiasakan diri bermujahadah sebagai bagian dari upaya keselamatan hidup dunia dan akhirat.

Di hadapan jamaah, KH Mansur juga mengajak masyarakat memperbanyak doa dan zikir, terutama menjelang 9 Dzulhijjah atau Yaumul Arafah. Zikir yang dibaca bersama dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat diamalkan kembali pada 9 Dzulhijjah, tepatnya Selasa selepas Zuhur.

Kegiatan Mujahadah Ahad Manis yang digelar pada Minggu (24/5/2026) bertepatan dengan 7 Dzulhijjah 1447 H itu dihadiri Rois Syuriyah MWCNU Wanasari KH Sobarudin, Ketua Tanfidziyah H Takmuri, M.Pd, Wakil Ketua Tanfidziyah H Tobiin, MA, Sekretaris Tanfidziyah Akhmad Sururi, serta jajaran pengurus MWCNU lainnya.

Turut hadir Pengurus Ranting NU Sigedeg yang dipimpin KH Imron Rosyadi bersama badan otonom NU dan warga NU Dukuh Sigedeg. Sejumlah pengurus ranting NU se-Kecamatan Wanasari juga mengikuti kegiatan mujahadah yang berlangsung hingga waktu Zuhur. (Red)


Eksplorasi konten lain dari aswajanews

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.